Main Cast : Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Author : Cho Ocean
Rate : T
Genre : Romance,Hurt
Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .
Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.
.
.
Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,
.
.
.
MY LOVELY FIANCE
Chap 3
Kyuhyun melepaskan ciumannya dengan Sungmin, sejenak mereka saling bertatapan menyelami kedua mata masing-masing. Semburat merah tak terelakan lagi dari pipi keduanya, Kyuhyun membuang pandangannya kearah lain setelah itu berlalu begitu saja meninggalkan Sungmin yang masih shock sekaligus bahagia.
BLAM
Seakan tersadar Sungmin menatap pintu kamarnya yang ditutup oleh Kyuhyun. Senyuman terukir diwajahnya, Sungmin menaiki ranjangnya dan mulai meloncat-loncat diatas ranjang menyalurkan rasa gembiranya.
" Kyaaaaa Kyu menciumku hahaha Kyaaaa Kyaaaa Kyaaaaaaa " Sungmin menghempaskan tubuhnya diatas ranjang, menggantukan kakinya diudara lalu menggoyang-goyangkannya. Sungmin mengigit bantalnya gemas sekaligus malu saat mengingat ciumannya dengan Kyuhyun tadi.
" Ahhhh aku malu aku maluuu aku maluuuuu kyaaaaaa " Sungmin menutup seluruh wajahnya dengan bantal.
Drrrtt Drrtttt Drttttt
Sungmin melirik kearah meja belajarnya saat mendengar getar dari ponselya dan melihat siapa yang menelponnya, saat melihat nama Hyukkie yang tertera dengan semangat Sungmin mengangkat telepon dari Hyukkie.
" Kyaaaaaaaa Hyukkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii " Teriak Sungmin dengan gembiranya.
" Yak! Jangan berteriak begitu, kau mau aku menjadi tuli eoh? " Terdengar suara decakan dari seberang sana.
" Hehe mianhae, aku hanya terlalu bersemangat dan senang hihihi " Sungmin berjalan kearah cermin yang menggantung dikamarnya, dipandangi wajahnya yang sedang tersenyum dan semburat merah yang masih setia menghiasi wajahnya.
" Apa yang membuatmu sesenang itu? Hmm biar kutebak, apa kau sudah baikan dengan Oppa lalu kau dibelikannya boneka Bunny yang banyak? " Tebak hyukkie
" Heuuummmm Anni " Sungmin menggelengkan kepalanya.
" Eoh? Bukan? Hmm apa dia mengajakmu berkencan ? " Tebak Hyukkie lagi.
" Anni " Hyukkie mengeram gemas karena tebakannya salah.
" Baiklah, apa yang membuatmu sesenang itu? Beri tahu aku " Tanya Hyukkie tak sabaran, Sungmin terkikik lalu disentuhnya bibir yang baru saja " tidak perawan " lagi itu.
" Hyukkie aku bahagiaaaaaa sekali, aku dan Kyuhyun baru saja berciuman "
" ... " Hening tak ada jawaban dari Hyukkie membuat Sungmin bingung.
" hyukkie, kau mendengarku tidak? "
" Kau sedang bercanda denganku Minnie? Ini sungguh mustahil " jawab Hyukkie tak percaya membuat Sungmin mempoutkan bibirnya.
" Aku seriuuuussss, dia benar-benar mencium bibirku " Jawab Sungmin sambil merengek.
" Kenapa bisa? " Tanya Hyukkie yang masih juga tak percaya.
" Jadi tadi teman-teman Kyu yang kemarin di Blue Cafe datang keapartemen lalu aku terus berdekatan dengan Donghae oppa membuat Kyu cemburu hihihi pada akhirnya dia menciumku aaaaahh aku maluuuuuuu " Sungmin menutupi wajahnya dengan tangan kanannya.
" Mwo? Kau berdekatan dengan Donghae oppa? Apa kau menyukainya Min? " Tanya Hyukkie dengan terkejut sekaligus lirih diakhir kalimatnya.
" Anni, jangan salah paham Hyukkie, justru aku berdekatan dengannya karena berencana menjodohkannya denganmu dan kau tau sepertinya dia juga menyukaimu " Jawab Sungmin antusias.
" Jeongmal? " Tanya Hyukkie tak percaya.
" Ne, dia benar-benar antusias saat aku ingin menjodohkannya denganmu, jadi kau mau kan aku jodohkan dengannya? " Tanya Sungmin dengan nada menggoda.
" N.. Ne " Jawab Hyukkie malu-malu, mungkin kalau Sungmin melihat bagaimana meronanya wajah Hyukkie sekarang, dia akan mentertawakannya.
" Aaaaahhhh senangnya, semoga aku berhasil menjodohkan kalian hihihi "
" Ahh Minnie ah, aku tutup dulu ne teleponnya, Eomma memanggilku, kita lanjutkan pembicaraan ini besok saja disekolah "
" Baiklah, sampai jumpa besok, annyeooooong "
" Annyeong " Setelah Hyukkie menutup teleponnya Sungmin hanya bisa tidur terlentang lalu menatap langit-langit kamarnya sambil tersenyum-senyum dan meraba bibirnya. Tak terbayangkan sebahagia apa dia saat ini, ini benar-benar sangat membahagiakan.
.
.
.
BLAM
Kyuhyun berdiri didepan pintu kamar Sungmin, dia meraba dada sebelah kiri tepat dijantungnya yang kini berdetak tak karuan. Dia tak pernah merencanakan akan mencium Sungmin, tadi dia emosi lalu terjadi begitu saja tanpa bisa dikendalikan, Kyuhyun meraba bibirnya perlahan.
" Bibir Sungmin kenapa bisa selembut itu? Aku ingin merasakannya lagi " guman Kyuhyun. Dia berjalan menuju kamarnya, direbahkan tubuhnya diatas ranjang. Kyuhyun memejamkan matanya tak lama dia tersenyum saat mengingat ciuman tadi, bagaimana bibirnya bergerak kasar melumat bibir Sungmin yang begitu lembut. Kyuhyun membuka matanya tiba-tiba.
" Arrrrggghhhh aku menginginkannya lagi " Kyuhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Kyuhyun mengguling-gulingkan tubuhnya kesana kemari.
" Aisshhhh bibir itu kenapa membuatku kecanduan, padahal baru beberapa menit lalu aku mengecapnya " Kyuhyun menggelangkan kepalanya.
" Anni, selama ini aku bertahan sekuat tenaga agar tak menyentuhnya, tapi tadi aku kehilangan kendaliku untuk menciumnya, kalau aku terus begini dan tak bisa mengendalikan diriku bisa-bisa aku membuatnya hamil sebelum menikah, andweeeeeeee! Dia hartaku yang berharga dan aku tak boleh merusaknya! " Kyuhyun sibuk dengan pemikirannya yang kini mulai melantur kemana-mana.
" Sebaiknya aku memeriksa berkas untuk besok saja dari pada memikirkan hal ini " Kyuhyun mengusap wajahnya kasar kemudian mulai beranjak menuju meja kerjanya dan melihat beberapa berkas untuk rapat besok.
.
.
.
Pagi ini seperti biasa maid sudah menyiapkan sarapan saat Kyuhyun dan Sungmin akan berangkat bekerja dan sekolah. Keduanya sarapan dalam diam, kecanggungan meliputi keduanya sejak kejadian kemarin malam. Sesekali Kyuhyun melirik kearah Sungmin yang terlihat tenang, bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Kyuhyun kembali melirik kearah Sungmin yang kini sudah menyelesaikan sarapannya dan mulai berkutat dengan ponselnya.
" Ehem " Kyuhyun sedikit berdeham , diliriknya Sungmin yang tak meresponnya sama sekali.
" Hmm chagia, apa yang sedang kau lakukan dengan ponselmu? " Sungmin mendongakan kepalanya menatap Kyuhyun kikuk, kedua bola mata Sungmin melirik kesana kemari.
" Anni " Jawab Sungmin singkat sebelum kembali memfokuskan kembali matanya pada layar ponselnya, sebenarnya Sungmin hanya mengutak atik ponselnya tak jelas sejak tadi karena setelah dia selesai sarapan, Sungmin sedikit bingung apa yang harus dia lakukan dan tak tau juga harus bicara apa dengan Kyuhyun.
" Kalau tak ada kenapa pandanganmu terus tertuju pada ponselmu? " Tanya Kyuhyun dengan curiga, Sungmin mengigit bibirnya sebelum menatap Kyuhyun.
" Sudah selesai sarapan kah? Lebih baik kita berangkat sekarang " Sungmin bangkit dari duduknya, mengambil tasnya kemudian berjalan terlebih dahulu meninggalkan Kyuhyun. Dengan helaan nafas berat Kyuhyun menyusul Sungmin.
Keduanya kini sedang dalam perjalanan menuju sekolah Sungmin, Kyuhyun melirik kearah Sungmin yang hanya diam bertopang dagu sambil melihat pemandangan diluar sana. Kyuhyun melirik arlojinya, ternyata jam masuk sekolah masih ada sekitar 45 menit lagi sedangkan perjalanan kesana hanya sekitar 20 menit, berarti masih ada waktu 25 menit, Kyuhyun menepikan mobilnya ditempat yang agak sepi tak jauh dari sekolah Sungmin. Melihat mobil Kyuhyun berhenti membuat Sungmin mengerenyit bingung.
" Kenapa berhenti disini? " Tanya Sungmin bingung.
" Kau marah padaku? " Kyuhyun membenarkan posisi duduknya menghadap Sungmin.
" Marah? Nugu? " Tanya Sungmin semakin bingung.
" Kau " Sungmin menunjuk dirinya sendiri.
" Aku? Wae? " Kyuhyun kembali duduk menghadap depan dan menyenderkan kepalanya dijok mobilnya.
" Soal semalam... hmm aku minta maaf " Blushhh pipi Sungmin kembali merona mengingat kejadian kemarin malam.
" Oh itu, hmm kenapa harus minta maaf? " Sungmin ikut menyandarkan kepalanya dijok mobil.
" Karena aku merebutnya secara paksa tanpa meminta persetujuanmu " Kyuhyun menatap Sungmin sendu.
" Aku tak marah, justru aku senang karena akhirnya kau mau menciumku. Selama satu tahun kebersamaan kita kau seperti menjaga jarak padaku, hanya mencium pipi atau keningku, aku tunanganmu tapi tidak seperi tunanganmu. Saat semalam kau menciumku, aku merasa seperti aku memang tunanganmu, bahagia sekali. Gomawo, meskipun kau menciumku dalam keadaan marah tapi ciuman itu membekas dihatiku " Sungmin dan Kyuhyun saling menatap dan tersenyum.
" Kupikir kau akan marah, melihat tingkah anehmu tadi pagi, jujur aku sedikit gusar " Sungmin terkekeh lalu menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun.
" Untuk apa aku marah kalau aku justru menyukai ciumanmu, dan soal semalam kau salah paham "
" maksudmu? " Sungmin menghela nafas sejenak kemudia mengangkat kepalanya dan duduk menghadap Kyuhyun, Kyuhyun pun ikut duduk menghadap Sungmin.
" Semalam aku bertanya kepada Hae oppa soal pacar karena aku berniat menjodohkannya dengan hyukkie karena kulihat hyukkie menyukai oppa, semalaman Hae oppa menelponku untuk membicarakan soal ini karena ternyata dia juga menyukai Hyukkie, jadi kau salah paham semalam " Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tak gatal, sedikit salah tingkah, malu sekaligus lega saat tau prasangkanya salah.
" Tapi aku lagi-lagi bahagia karena ini pertama kalinya kau secemburu itu padaku, sekarang aku tau kau benar-benar mencintaiku " Kyuhyun mengelus lembut pipi Sungmin.
" Tentu aku sangat mencintaimu, jangan ragukan hatiku " Sungmin mengangguk kemudian tersenyum.
" Aku baru sadar pagi ini belum mendengar suara manjamu, sudah berubah jadi dewasa eoh? " Goda Kyuhyun membuat Sungmin menatapnya tajam.
" Kyuuuu menyebalkaaaaan, merusak suasana saja " Sungmin melipat kedua tangannya didada sambil mengerucutkan bibirnya.
" Tetaplah begini chagi, biar manja tapi aku selalu merindukannya " Kyuhyun membawa Sungmin kedalam pelukannya, mengecup kepala Sungmin dengan sayang.
" Cha, kita harus segera kkesekolahmu sebelum terlambat " Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Sungmin dan mereka kembali duduk pada posisi yang benar sebelum Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan berjalan menuju sekolah Sungmin.
.
.
.
" Hyukiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii " Sungmin menghampiri Hyukkie yang sudah berada didalam kelas.
" Aigooo yang baru mendapatkan ciuman pertama tampak bahagia sekali " Cibir Hyukkie membuat Sungmin tersenyum malu.
" Jadi apa pagi ini kau mendapatkan ciumannya lagi ? " Tanya Hyukkie dengan nada menggoda.
" Anni, kami sedikit canggung tadi pagi tapi saat perjalanan kemari sudah tidak lagi, oiaa apa Hae oppa sudah menghubungimu? Semalam aku memberikan no ponselmu padanya " Hyukkie mengangguk antusias.
" Ne, dia semalam menelponku dan kami mengobrol banyak, sunggung melakukan pendekatan dengan namja yang lebih tua itu lebih menyenangkan. Hae oppa sangat bergerak cepat, bahkan tadi malam dia mengajaku menonton saat weekend nanti, aigoooo hatiku berbunga-bunga " Jelas Hyukkie sambil tersenyum-senyum.
" huwaaaaa jeongmal? Waaaah semoga lancar ne, semoga saja kau bisa cepat berpacaran dengan Hae oppa agar kita bisa double date kyaaaaa menyenangkaaaaan " Keduanya sibuk membicarakan hal-hal yang akan dilakukan saat double date padahal Hyukkie dan Donghae berpacaran saja belum -.-
" Selamat pagi anak-anak " Sapa Han Songsaengnim, guru wanita itu berdiri didepan sambil mengeluarkan selembar kertas dari map yang dia bawa.
" Selamat pagi Han Songsaengnim " Jawab seluruh murid dikelas Sungmin.
" Nah anak-anak karena minggu depan saya tidak bisa masuk karena suatu kepentingan, maka hari ini saya akan membagikan tugas kelompok yang akan dikumpulkan minggu depan " Ada beberapa murid yang menanggapi malas-malasan dan ada juga yang bersemangat menanti tugasnya dan ada pula yang lebih bersemangat karena minggu depan guru itu tidak masuk.
" Nah saya sudah membagikan kelompoknya, satu kelompok terdiri dari 2 orang, Hyemi bisa maju sebentar dan tulis nama kelompok dipapan tulis? " Murid bernama Hyemi maju dan mengambil kertas dari Han Songsaengnim lalu mulai mencatatnya.
" Nah tugas yang akan saya berikan adalah membuat 50 soal matematika dan soal itu tak boleh menyontek dari buku lalu buat juga jawabannya, apa kalian semua mengerti? " Salah seorang murid bernama Baro mengangkat tangannya tinggi.
" Ne baro, ada apa? " Tanya Han Songsaengnim.
" kalau ternyata satu kelompok tak ada yang pintar matematika bagaimana Songsaengnim? " Beberapa murid mengangguk setuju dengan pertanyaan Baro.
" Kalian tenang saja, saya sengaja membagikan kelompok itu sendiri karena saya tidak akan menyatukan murid yang mahir dalam bidang matematika ataupun yang tidak mahir, jadi semua adil, apa ada lagi pertanyaan? " Murid-murid serempak menggelengkan kepalanya.
" Baiklah jika tak ada pertanyaan, pada jam ini silahkan pergunakan waktu untuk mendiskusikannya dengan anggota kelompok masing-masing, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan maju kedepan dan tolong jangan terlalu berisik " Setelah itu murid-murid mulai menyatu dengan kelompok mereka, Sungmin terus mengikuti Hyukkie yang sekelompok dengan Hyemi.
" Sungmin-ah, kenapa mengikutiku? Kau kan satu kelompok dengan Kris " Sungmin melirik kearah Kris yang duduk dipojok paling belakang barisan, Sungmin menggelengkan kepalanya.
" Aku takuuuuut, kau tau sendiri kris itu dingin dan galak, tak ada yang mau dekat-dekat dengannya " Sungmin memasang wajah memelasnya pada Hyukkie.
" jebaaal bantu aku untuk membujuk Han Songsaengnim agar mengganti sekelompok denganmu saja " Hyemi yang mendengar itu menggeleng tak setuju.
" Andwe, kalau kau sekelompok dengan Hyukkie, artinya aku akan sekelompok dengan Kris begitu? Hah lebih baik tak mendapat kelompok jika itu terjadi " Hyukkie menghela nafasnya.
" Min, kau tau sendiri bagaimana galaknya Han Songsaengnim, lebih baik sekarang kau hampiri Kris " Sungmin mengerucutkan bibirnya tak setuju dengan saran Hyukkie namun dengan kesal dia berjalan menuju meja Kris, sedikit gemetar saat Kris menatapnya tajam.
" A.. Annyeong Kris, kita satu kelompok " Sungmin berusaha tersenyum memamerkan gigi kelincinya.
" Duduk " Perintah Kris dan saat itu juga Sungmin langsung duduk dihadapan Kris dengan tangan yang berkeringat menandakan rasa takut yang besar. Disekolah Kris tergolong murid penyendiri, galak dan pendiam, terkesan dingin namun pintar, biar begitu dia salah satu murid yang tampan, seandainya sikapnya tak seperti itu mungkin banyak yeoja yang mendekatinya.
" Hmm bagaimana kita mengerjakannya? " Sungmin menatap Kris takut-takut.
" Kau bodoh matematika kan? " Pertanyaan Kris membuat Sungmin tertohok namun diakuinya memang pelajaran matematika adalah kelemahannya.
" Ne " jawab Sungmin sambil tertunduk lesu.
" Aku yang akan membuat soalnya " Sungmin mendongakan kepalanya menatap Kris bingung.
" Y.. Ye? " Sungmin bertanya kembali takut-takut yang didengarnya salah tadi.
" Apa kau tuli? " Tanya Kris sambil melotot kearah Sungmin membuat nyali Sungmin semakin ciut.
" Anni, tapi kan kita disuruh mengerjakan bersama-sama tapi kenapa kau mau mengerjakannya sendiri? "
" Karena kau bodoh, apa yang aku harapkan dari otak bodoh? " Mata Sungmin berkaca-kaca mendengar ucapan Kris.
" Menangislah jika ingin terlihat semakin bodoh " Kris mulai membuka buku dan membuat soal matematika, tak menghiraukan Sungmin yang menangis dalam diam.
" Mulai besok setiap pulang sekolah aku akan kerumahmu, kau harus belajar matematika. " Sungmin menghentikan tangisnya dan menatap Kris bingung.
" Kau pikir aku akan membiarkanmu berleha-leha sementara aku mengerjakan ini sendiri? " Sungmin menggelengkan kepalanya.
" Aku akan mengajarimu materi yang akan dijadikan soal, setelah itu kau membuat jawaban dari soal yang aku buat " Sungmin mengangguk mengerti.
" Kenapa harus dirumahku? " Sungmin mengusap air matanya dan mulai memperhatika Kris yang sudah membuat 7 soal.
" Lalu kau mau kita mengerjakannya dirumahku? Merepotkan " Sungmin meneguk saliva nya, susah sekali bicara dengan Kris tanpa adanya kata-kata yang tajam.
" Baiklah besok kita mengerjakannya dirumahku saja " Setelah itu Kris tak menjawab lagi dan fokus membuat soal-soal, sedangkan Sungmin hanya memperhatikan saja.
.
.
.
" Minnie ah, bagaimana sekelompok dengan Kris? " Sungmin yang masih kesal dengan hyukkie pun malas menjawabnya.
" Yaaaaak Minnie, jangan marah lagi jebal, mianhaeeeee " Hyukkie memeluk Sungmin erat.
" Dia benar-benar berlidah tajam, aku dibuatnya menangis tadi dikelas, untung aku duduk dibelakang jadi tak ada yang melihatku menangis " Hyukkie terkejut saat mendengar cerita Sungmin.
" jeongmal? Memang apa yang dia katakan sampai kau menangis? "
" Dia mengatakan kalau aku bodoh dan tak ada yang bisa diharapkan dari otakku ini " Hyukkie membulatkan matanya.
" Jeongmal? Aigooo orang itu benar-benar " tiba-tiba ponsel Sungmin bergetar ada pesan masuk.
" hyukkie aku duluan ne? Kyu sudah menungguku didepan, annyeong "
" Annyeong " Setelah itu Sungmin bergegas berjalan menuju parkiran sekolahnya, dilihatnya mobil Kyuhyun yang bertengger manis diparkiran sekolahnya.
" Apa sudah menunggu lama? " Tanya Sungmin begitu masuk kedalam mobil Kyuhyun.
" Anni, baru saja " Sungmin hanya menganggukan kepalanya lalu diam menatap kedepan, Kyuhyun tidak menjalankan mobilnya, dia memperhatikan raut wajah Sungmin yang terlihat sedih.
" Wae? Terjadi sesuatu disekolah hmm? " Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca membuat Kyuhyun terkejut.
" Wae? Kenapa menangis? " Kyuhyun panik saat melihat Sungmin menangis, dipeluknya Sungmin erat mencoba menenangkan. Sungmin pun menceritakan kejadian disekolah tadi pada Kyuhyun, terlihat raut wajah Kyuhyun yang mengeras mendengar cerita Sungmin.
" Uljima chagi, kau jangan memasukan kata-kata namja itu kedalam hati, buktikan padanya kau tak sebodoh itu, kalau kau manangis didepannya seperti tadi itu akan membuatnya semakin yakin kalau kata-katanya itu benar " Kyuhyun menghapus air mata dipipi Sungmin lalu mengecup hidung Sungmin.
" Tapi dia menyebalkaaaaaan, tak punya perasaaaan hiksss kan aku hanya tak bisa matematika bukan berarti aku bodoh hikksss huwaaaaaaaa " Sungmin semakin menangis dengan kencang, Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Sungmin mencoba menenangkan. Sebenarnya Kyuhyun sangat marah karena ada yang sampai membuat Sungmin menangis tetapi ini adalah masalah Sungmin dan temannya, meskipun dia tunangannya tentu saja tak bisa ikut campur. Setelah agak lama tangis Sungmin pun mereda.
" Sudah agak tenang? " Sungmin menganggukan kepalanya.
" Cha, sebaiknya kita pulang, aku harus segera kembali kekantor " Sungmin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun.
" Aku tak mau pulaaaaaang, aku mau ikut kau kekantor " Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin padanya dan menangkupkan tangannya dikedua pipi Sungmin.
" Kau harus pulang chagi, hari ini aku pulang larut malam, kau akan lelah jika menunggu dikantor "
" Pokoknya aku mau ikuuuut neee? Aku bosan sendirian dirumah " Kyuhyun menggeleng tak setuju.
" Pulang sekarang " Sungmin langsung cemberut, Kyuhyun sendiri melajukan mobilnya menuju apartemen mereka.
Sesampainya diapartemen Sungmin langsung masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya dengan baju yang lebih santai, setelah itu merebahkan dirinya ditempat tidur.
CKLEK
" Chagi, kenapa tidur? Kau harus makan, sebentar lagi aku akan pergi kekantor, ayo kita makan " Sungmin tak bergeming, dia malah membalikan tubuhnya memunggungi Kyuhyun.
" kau marah? " Sungmin masih saja bungkam, dihampirinya Sungmin dan dipeluknya dari belakang.
" Aku hanya tak ingin kau bosan dan kelelahan makanya aku tak setuju kau ikut kekantor " Sungmin membalikan tubuhnya menghadap Kyuhyun.
" Tapi aku bosan jika dirumah sendirian " rengek Sungmin, Kyuhyun tersenyum lalu memainkan poni Sungmin dengan jari telunjuknya.
" Aku mengerti tapi aku tak bisa membawamu kekantor, disana bukan taman bermain chagi, apa kata karyawanku jika kau selalu kesana, aku adalah pimpinan perusahaan, aku harus menjaga wibawaku juga, jadi kau mengertikan maksudku? " Sungmin mengangguk mengerti.
" Cha kita makan dulu " Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan menggendong Sungmin ala koala. Sungmin mengeratkan pelukannya dileher Kyuhyun.
" Kyuuu, saranghae " ucap Sungmin tiba-tiba membuat langkah Kyuhyun terhenti, Sungmin melonggarkan pelukannya dileher Kyuhyun , mereka saling menatap satu sama lainnya kemudian Kyuhyun tersenyum.
" nado saranghae " Sungmin tersenyum kemudian kembali memeluk Kyuhyun.
.
.
.
Sudah seminggu ini Kris datang keapartemen Sungmin untuk mengajarkan matematika, meskipun selalu dibumbui kata-kata kasar dan kejam namun dengan penuh kesabaran Kris mengajari Sungmin sampai mengerti, bahkan Sungmin sudah tak merasa takut lagi pada Kris terkadang dia merengek jika tak diperbolehkan Kris istirahat.
" Kriisss istirahat sebentar neeee? Kita sudah belajar selama 2 jam tanpa hentiii " Kris menatap nyalang pada Sungmin.
" Waktu kita tinggal satu minggu lagi dan kau baru menyelesaikan 32 soal, melihat otakmu yang bergerak lamban dan sulit menangkap pelajaran ini aku ragu kau bisa menyelesaikan 18 soal lainnya dalam waktu 1 minggu, kau tau sendiri 18 soal itu adalah soal tersulit yang aku buat " Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.
" Tapi Kriiis... " ucapan Sungmin terhenti saat mendengar bunyi pintu kode apartemen yang dan pintu yang terbuka.
" loh Kyuuu, kok sudah pulang? " Sungmin menghampiri Kyuhyun dan memeluknya erat, Kyuhyun balas memeluk Sungmin dan mengecup dahi Sungmin, mereka melupakan seseorang yang memandang mereka sejak tadi.
" Oh ada tamu " Kyuhyun menghampiri Kris diikiuti Sungmin dibelakangnya.
" Annyeonghaseo Kris imnida "
" Annyeong, Kyuhyun imnida, aku tunangan Sungmin " Sungmin tersenyum malu-malu saat Kyuhyun memperkenalkan diri pada temannya sebagai tunangannya.
" Kalian sepertinya sedang belajar, aku akan kekamar kalian bisa melanjutkan belajarnya " Setelah itu Kyuhyun pergi meninggalkan Kris dan Sungmin menuju kamarnya.
" Kau jangan salah paham, meskipun aku dan tunanganku tinggal satu rumah tapi kami berbeda kamar lagi pula dia tak pernah macam-macam terhadapku bahkan setelah satu tahun bertunangan baru seminggu lalu dia menciumku huh "
" Memang aku bertanya soal bagaimana hubungamu dengan tunanganmu? Aku tak perduli bagaimana hubungan kalian, yang penting sekarang cepat kerjakan soal-soal ini " Kris melempar kertas soal-soal dihadapan Sungmin membuat Sungmin mempoutkan bibirnya.
" Kapan kau bisa bersikap baik padaku? Aku kan hanya bercerita bukankah kita teman? " Kris menatap tajam Sungmin.
" kerjakan soal itu dan jangan banyak bicara " Setelah itu Sungmin bungkam tak berani bicara lagi.
" galak sekali sih " batin Sungmin.
Setelah menyelesaikan 5 soal yang sangat sulit itu akhirnya Kris memutuskan untuk pulang, Kris tak berpamitan kepada Kyuhyun karena terburu-buru harus pulang. Setelah kris pulang Sungmin menghampiri Kyuhyun kekamarnya.
" kyuu " Sungmin menghampiri Kyuhyun yang sedang membongkar isi lemarinya.
" Apa temanmu sudah pulang? " Sungmin mengangguk sebagai jawaban.
" Apa yang kau lakukan? " Kyuhyun menghentikan sejenak kegiatannya.
" Aku sedang mencari jas berwarna putih, tapi tak ada dilemari "
" Itu ada dilemariku, nanti aku ambilkan, memangnya kau mau kemana? " Kyuhyun menarik Sungmin untuk duduk diatas ranjangnya.
" Malam ini ada pertemuan dengan seluruh pengusaha dikorea, kau siap-siap dan berdandan yang cantik ne, kau akan aku perkenalkan sebagai tunanganku " mata Sungmin berbinar senang, pasalnya baru kali pertama Kyuhyun mengajaknya keacara pertemuan seperti itu.
" Huwaaaaa aku senang kyaaaaa " Sungmin naik keatas tempat tidur Kyuhyun lalu melompat-lompat kegirangan, Kyuhyun terkekeh melihat tingkah imutnya Sungmin.
" Sudah-sudah, ranjangku bisa rusak kalau kau melompat-lompat seperti itu terus " Sungmin menghentikan aksi melompat-lompatnya.
" Aku mau mencari gaun princess ku, aku akan menjadi princess malam ini kyaaaaaa " Sungmin berlari menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum melihat tingkahnya.
.
.
.
Kyuhyun dan Sungmin berjalan bergandengan tangan memasuki hall sebuah hotel terbesar di daerah gangnam, Kyuhyun tampil dengan elegan dengan kemeja, jas, dan celana serba putih dan dasi berwarna soft pink, sedangkan Sungmin menggunakan gaun berwarna putih sepanjang lutut dengan pita besar dibawah dada berwarna soft pink dipadukan dan kepala yang dihiasi bando pita berwarna soft pink dan rambut yang dibuat bergelombang membuat kesan imutnya semakin kental.
" Kyu, kau sudah datang " Seulgi menghampiri Sungmin dan Kyuhyun, Sungmin sedikit takjub dengan Seulgi yang menggunakan gaun biru dongker yang ketat dan pendek memperlihatkan lekuk tubuhnya dan kaki jenjangnya, juga bagian dada yang menonjolkan payudara berukuran besar membuatnya terlihat elegan dan juga sexy.
" Yesung hyung dan Donghae mana? " Kyuhyun melihat sekeliling namun tak menemukan yesung dan Donghae.
" Mereka masih dalam perjalanan kemari, oia kau sudah ditunggu Park Sajangnim dan dia penasaran sekali ingin melihat tunanganmu " Ucap Seulgi sambil melirik kearah Sungmin.
" Oh baiklah, ayo kita kesana " Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin berjalan menuju tempat Mr. Park berada diikuti Sulgi yang berjalan disamping Sungmin namun langkah mereka terhenti kala seorang wanita menghampiri Kyuhyun.
" Omo, Kyuhyun apa kabarmu? " Sungmin membulatkan matanya saat melihat seorang wanita dengan gaun hitam ketat dan pendek menghampiri Kyuhyun dan memeluknya tiba-tiba, Sungmin sudah ingin mengamuk namun Seulgi menahannya dan menggelengkan kepalanya menandakan agar Sungmin tak gegabah, Sungmin hanya bisa cemberut dan diam saja.
" Ah Narami, aku baik, sedang apa kau disini? " Kyuhyun tersenyum pada yeoja yang dipanggilnya Narami itu.
" Aku menemani Appa disini, kau sendiri datang dengan siapa? Ah Seulgi, apa kabarmu? " Narami menghampiri Seulgi dan mengulurkan tangannya pada Seulgi dan Seulgi pun dengan malas-malasan membalas jabatan tangan Narami.
" Aku baik, oia Kyu sebaiknya kita segera menemui Park Sajangnim " Kata Seulgi mengingatkan.
" Ohh kau ingin bertemu dengan Mr. Park? Aku juga berniat menemuinya tadi, bagaimana kalau kita kesana bersama? " Kyuhyun mengangguk setuju, Narami langsung saja menggandeng tangan Kyuhyun dan berjalan menemui Mr. Park, dibelakang Sungmin mengikuti dengan wajah masam dan kesal, sedangkan Seulgi hanya diam dan mengikuti langkah Kyuhyun dan Narami.
Mereka sampai diruangan VVIP yang disediakan dihotel itu, didalam sudah ada Mr. Park yang menunggu kedatangan Kyuhyun.
" Ah Kyuhyun Shii " Mr. Park menyambut kedatangan Kyuhyun, dengan sopan Kyuhyun membungkuk pada Mr. Park diikuti Narami yang membungkuk sopan.
" Annyeonghaseo Park Sajangnim, maaf membuatmu menunggu lama "
" Tak apa, oia apa tunanganmu adalah Narami? Aku baru tau kalau kalian bertunangan tapi tak apa kalian terlihat sangat serasi sekali " Ucapan Mr Park tadi membuat Sungmin semakin geram dan marah, Seulgi menggenggam tangan Sungmin mencoba menenangkan.
" Annia Park Sajangnim, tunanganku adalah Sungmin, dia orangnya " Kyuhyun menunjuk kearah Sungmin yang berdiri diam, Kyuhyun menghampiri Sungmin dan menggandeng tangannya menuju Mr. Park, Narami dan Mr. Park memperhatikan Sungmin dari atas sampai kebawah.
" Kau bertunangan dengan anak berumur 13 tahun Kyu? " Tanya Narami tak percaya, Sungmin menundukan kepalanya, dia merasa tersinggung, malu dan juga marah mendengar pertanyaan itu.
" Anni, dia berumur 16 tahun, wajahnya memang imut, banyak yang salah paham dengan umurnya " Kyuhyun mencoba menjelaskan sambil tersenyum.
" Min, sapa Park Sajangnim " Bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin.
" Annyeonghaseo Lee Sungmin imnida " Sungmin membungkuk hormat pada Mr. Park dan dibalas Mr. Park dengan senyuman.
" Aku tak menyangka tunangan Kyuhyun semuda ini, tapi tak apalah jaman sekarang sedang trend berpacaran dengan perbedaan umur yang jauh hahaha " Kyuhyun tersenyum canggung, sedangkan Sungmin hanya diam menahan sejuta gejolak dihatinya. Narami sendiri tak melepaskan pandangannya dari Sungmin.
" Maaf saya mengganggu, sebaiknya kalian bicara saja dengan santai, saya akan mengajak Sungmin keluar " Seulgi menginterupsi pembicaraan mereka.
" Ah iya, mungkin Sungmin akan bosan bila bergabung dengan kita, Seulgi Shii ajak Sungmin Shii ke game center yang ada dihotel ini agar dia tak bosan ne " Mr. Park menghampiri Sungmin dan menepuk-nepuk bahunya.
" Bermainlah dengan santai ne, aku meminjam tunanganmu sebentar " Sungmin mengangguk setuju, Kyuhyun tersenyum lega karena Sungmin tak akan merasa bosan disini, tanpa dia ketahui bahwa Sungmin sedang menahan air matanya. Seulgi menarik tangan Sungmin menuju toilet yang tak jauh dari sana.
" menangislah " Ucap Seulgi, setelah itu Sungmin menumpahkan air matanya yang sejak tadi ditahannya, setelah puas menangis Seulgi menyodorkan sapu tangannya pada Sungmin.
" Gomawo hiks " Sungmin mengusap pipinya yang basah oleh air matanya.
" Ini dia alasanku mengapa aku selalu menyindirmu kekanakan bahkan melirikmu sinis, agar kau menyadari bahwa kau itu memang kekanakan dan berharap bisa merubahnya. Kau mungkin salah paham selama ini padaku, aku memang menyukai Kyuhyun tapi aku tak berniat merebutnya darimu. Selama ini Kyuhyun bercerita padaku tentang dirimu, tentang sifatmu yang manja dan juga kekanakan, walapun Kyuhyun tak begitu keberatan dengan sikapmu tapi aku justru yang keberatan. Kau tau Kyuhyun adalah pengusaha sukses banyak relasi bisnis yang akan kau temui nantinya, dan kau lihat dandananmu sekarang, kau lebih terlihat ingin menghadiri pesta ulang tahun temanmu ketimbang pertemuan relasi bisnis. Aku tau usiamu masih muda tapi kau harus bisa mengimbangi usia Kyuhyun yang memang jauh diatasmu, mulailah mengimbangi Kyuhyun mulai sekarang karana kalau tidak banyak yeoja dewasa diluar sana yang akan merebut Kyuhyun darimu " Seulgi meghampiri Sungmin, mengusap air matanya, lalu melepas bando dari kepala Sungmin dan mulai mngeluarkan alat make up dan mendandani Sungmin dengan sedikit polesan. Lalu melepas pita yang diikat digaunnya.
" Begini lebih baik, kau terlihat sedikit lebih dewasa dan tapi masih sesuai dengan umurmu, jangan menagis lagi ne " Seulgi menepuk-nepuk kepala Sungmin.
" kenapa kau baik padaku? Bukankah kau juga menyukai Kyuhyun, kau tak membenciku? " Seulgi terkekeh mendengar pertanyaan Sungmin.
" Aku tak sepicik itu membenci seseorang yang dicintai oleh Kyuhyun, aku baik padamu karena Kyuhyun baik padaku dan aku juga menyukai dirimu yang terlihat sangat menggemaskan saat cemburu padaku hihihi " Sungmin mempoutkan bibirnya.
" Jadi selama ini kau sengaja menggodaku? "
" tentu saja, hiburan yang menyenangkan saat melihatmu merajuk, benar kata Kyuhyun terkadang kau menggemaskan saat merajuk hahaha "
" terus saja tertawa, menyebalkaaaaaaan " Seulgi menghentikan tawanya dan mulai menunjukan raut wajah yang serius.
" kau berhati-hatilah dengan Narami, saat kuliah dulu mereka sempat digosipkan berpacaran karena saat pesta dansa dikampus mereka berdansa berdua bahkan berciuman "
" MWOOOO? " Teriak Sungmin saking terkejutnya.
" Tenanglah dulu, waktu itu Narami yang menciumnya bukan Kyuhyun yang menginginkannya. Jadi kau jangan salah paham dulu " Sungmin tertunduk lesu.
" Jadi aku bukan ciuman pertamanya? "
" Jangan sedih, yang penting Kyuhyun milikmu sekarang dan kau harus tetap berhati-hati dengan Narami, arrasho? " Sungmin mengangguk sedih, bagaimana tidak, meskipun waktu itu mereka belum bertunangan tetapi tak suka saat mengetahui kenyataan dia bukanlah ciuman pertama Kyuhyun.
" Tak usah dipikirkan aku bilang, ayo kita ke game center saja " Seulgi menarik tangan Sungmin menuju game center.
.
.
.
Sungmin dan Kyuhyun sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen mereka, Sungmin terdiam memikirkan perkataan Seulgi tadi soal ciuman Kyuhyun dengan narami.
" Kyu, berhenti didepan " Kyuhyun mengerutkan keningnya namun iaa tetap berhenti sesuai dengan permintaan Sungmin.
" Wae? " Sungmin menatap Kyuhyun dengan gelisah, menimbang-nimbang apakah dia akan bertanya soal ini pada Kyuhyun atau tidak.
" Hmm, apa aku ciuman pertamamu? " Kyuhyun menatap Sungmin kemudian tersenyum.
" Tentu saja kau ciuman pertamaku, wae? " Sungmin tersenyum kecut, Sungmin kembali membenarkan posisi duduknya meghadap depan.
" Jalankan mobilnya, kita harus segera pulang " Kyuhyun kembali mengerutkan keningnya melihat tingkah Sungmin namun tetap menjalankan mobilnya. Sungmin meremas baju bagian dadanya, hatinya berdenyut sakit sekali. Tanpa diperintah air matanya mengalir tanpa sepengetahuan Kyuhyun yang fokus menyetir.
" Kau berbohong Kyu " Batin Sungmin.
TBC
Chap 3 update, wah gak nyangka respon ff ini bagus, maaf yah baru update, banyak yang harus dikerjain, dan mianhae kemaren nama Haneul keselip soalnya aku habis ngetik LACAS langsung ngetik MLF jadi masih kebayang-bayang, dan buat yang gak setuju orang ketiganya Seulgi udah aku ganti jadi Narami yaaah, Oia aku mau sedikit cerita nih, kemarin ada orang jepang datang kekampus aku buat kasih pertunjukan alat musik gitu, berhubung aku kuliah sastra jepang tapi pecinta korea jadilah aku gak tau sendiri lagu-lagu yang dinyanyiin orang jepang itu tapi temen-temen aku pada tau lagunya. Nah pas bagian lagu terakhir orang jepang itu bilang gini " Kami akan menyanyikan lagu pop jepang yang terkenal dan menjadi soundtrack drama dijepang " Aku masih biasa-biasa aja tuh karena aku pikir paling aku gak tau lagunya, eeeh kalian tau ternyata yang dinyanyyin mereka itu lagunya Super Junior KRY yang Hanamizuki, dan disitu Cuma aku sendiri yang tau lagunya dan yang ikut nyanyi tapi aku seneng banget sumpah itu lagu aku sukaaaaa banget jadi pas pulangnya langsung senyum-senyum sendiri gitu. Aaaahh maaf yah jadi curcol gak jelas hahaha Nah udah segini dulu deh, tunggu chap selanjutnya dan maaf kalau ada typo dan kurang berkenan sama chap ini, gomawo buat yang review dan baca, terakhir tolong reviewnya neeeeee gomawo ^^
