- Tittle : Our Love Story
- Chapter : 3
- Author : Tasha & Ririn
- Genre : Romantic & Friendship
- Ratting : T
- Timeline : Trio golden's forth year (yang telah aku hancurkan turnamen triwizard nya *digampar reader* XD)
..
Okay ..
_._._._._._._._._._._._._._ HAPPY READ, ENJOY ! _._._._._._._._._._._.
OUR LOVE STORY
Sudut Pandang Tasha (Tasha POV)
"Mana Hermione?" tanya Cedric dari seberang meja saat makan malam. Aku memandangnya tak bersemangat.
"aku tak tahu Ced. Sungguh" ujarku perlahan. Di meja Gryffindor sana tak terlihat Hermione. Hanya terlihat Ririn sedang menikmati pumkin juice disebelah Leoni dan Tatha. Mana Mione? Aku memandang wajah tampan Cedric dan mengangkat bahu-ku.
"oh. Itu dia" dia menunjuk ke arah Ririn yang sedang asyik mengobrol dengan Mione. Dengan Mione? Apa? Apa ada yang salah dengan mata-ku? aku tak melihatnya tadi. Sungguh. Mungkin aku harus menghubungi madam Pomfrey.
_._._._._._._._._._._._._._
Sudut Pandang Hermione (Hermione POV)
Aku berlari menaiki anak tangga menuju kelas Astranomi bersama Harry dan Ron. kami belum terlambat kurasa, mengingat masih banyaknya anak yang mondar mandir di anak tangga ini.
"Hai Harry, Ron, Hermy!" sapa Surya dan Yougie, dua cowok yang satu asrama dengan kami. harry dan Ron membalas sapa-an nya sementara aku tidak. Aku sedikit lelah karena mengambil lebih banyak pelajaran hari ini. Lebih tepatnya tahun ini. Bahkan aku tak membuang tenaga-ku untuk memberi sedikit ejekan pada Yougie.
Aku melihat seseorang cowok berjubah Hufflepuff menuruni tangga. Kelihatannya ia senang melihat-ku.
"Hai" sapa Cedric pada kami. Semuanya menjawab, kecuali aku. Aku tersenyum-pun tidak.
"hmm. Herm, bisa minta waktu?" tanya Cedric dikhususkan pada-ku. aku memandangnya berpura-pura tak mengerti. Kudengar Yougie berdeham, menyamarkan tawa-nya. Aku menatapnya garang, mengajak berperang.
"aku ingin bicara dengamu" Cedric berbicara lagi
"i'm so sorry. But, kelas Astronomi kami sebentar lagi akan segera dimulai, dan Profesor Shadow Airish tentu akan sangat marah jika kami terlambat" jawabku lugu dengan senyum sopan seadanya. Kali ini semua ikut menahan tawa. Huh.
"oh. Maaf mengganggu waktu-mu nona" ia terdengar menyesal "kalau begitu disini saja" kulihat semuanya menyungginggkan senyum senang mendengarnya. Apa maksudnya ini? Maksudku kan menolak ajakannya secara halus. Ini akan menjadi tontonan hebat buat mereka? Duh. Menyesal mengapa tak menuruti ajakannya saja tadi!
Sudah terlambat.
"Miss Granger" ujarnya perlahan lahan. Perasaan ku jadi tidak enak "bolehkah aku menjadi lelaki yang paling bahagia di dunia ini dengan menjadi couple-mu di Yuleball ?" cekikikan tertahan terdengar disekelilingku. Aku benci Cedric! Membuat-ku malu saja! Apa apaan sih dia! Mengapa tak menunggu kelas astronomi-ku usai saja!
Cedric menyilangkan jarinya, berharap akan berhasil. tidak akan! Aku tak mau menjadi couplenya! Dia telah membuatku malu!
Aku harus membuat alasan yang cukup baik.
Harry. Dia sudah akan pergi dengan Leoni sepertinya. Ron? dia sudah mengajak Tatha. Surya? Dia sudah bersama Luna. Tinggal Yougie yang belum. Oh tidak. Terkutuklah yuleball.
"maaf" aku menutup mata-ku "aku sudah akan pergi bersama Yougie" ujar-ku mantap. Ia terlihat Shock. Tapi aku tak tahu bagaimana reaksi Yougie. Aku tak berani menatap-nya. Mungkin ia akan memelototi ku hingga matanya copot. suara tawa yang susah payah ditahan terdengar sangat konyol dibelakangku. Kapan penyiksaan ini akan berakhir!
_._._._._._._._._._._._._._
Sudut Pandang Ririn(Ririn POV)
"Hermy!" aku berlari menghampirinya
"Hai! Kalian kenapa masih disini? Sedang mentertawakan apa sih?" Belum sempat ada yang menjawab-ku, Hermy langsung menarik tanganku dan berjalan cepat sekali menuju kelas jimat dan meninggalkan Yougie, Surya, Harry dan Ron yang masih memandang kami dengan tawa yang ditahan-tahan.
_._._._._._._._._._._._._._
Setelah pelajaran usai, Hermy meninggalkan kelas tanpa mengajak ku. Aku tak tahu dia kenapa. Selama pelajaran dia hanya diam, sedikit melamun dengan muka merah dan tatapan seram-nya. Pasti sahabat-sahabat ku yang sedang berada di TKP tadi tahu penyebabnya.
"Hermy kenapa sih?" aku mendatangi Surya, Yougie, Ron, dan Harry yang tengah asyik berceloteh. Mereka semua menoleh kearahku dan cengiran geli mereka mulai lahir diwajah masing-masing.
"Cedric, cowok Hufflepuff yang tampan itu, baru saja mengajaknya menjadi pasangan di Yuleball!" ujar Harry yang terlihat sekali begitu menahan tawa-nya agar tidak meledak.
"lalu? She said yes or no?" repet-ku penasaran.
"of course no! tapi yougie yang jadi korbanya" jawaban Surya mampu mewakili semua pertnyaan yang dari tadi bersarang di benakku.
Aku harus segera menemui Hermy! Setidaknya menghiburnya atau apalah. Kulangkahkan kaki-ku menuju common room meninggalkan mereka semua yang masih terpingkal-pingkal mengigak kejadian tadi.
"clayderman" lukisan si nyonya gemuk berayun mundur dan mempersilahkan-ku melewatinya. Kulihat Ujie sendirian di ruang rekreasi setelah kupanjat lubang lukisan itu.
"Lihat Hermy tidak?" Tanya-ku pada cewek yang sedang asyik mengutak-atik mainan pemberian Hardie, cowok Hufflepuff yang mampu mencuri hatinya.
" kulihat tadi dia masuk ke kamar rin" jawab Ujie tanpa melihatku karena masih asyik sendiri dengan mainannya.
"Hati-hati nanti meledak Jie" ledek-ku sebelum berlari menaiki tangga menuju kamar anak perempuan.
"Sip dah" jawab Ujie nyengir.
Sesampainya didepan pintu kamar, kuhentikan langkahku. Aku mendengar suara gaduh. Lalu kubuka pintunya perlahan. Oh My God! Kamar ini begitu berantakan. Buku-buku bertebaran dimana-mana. Bantal-bantal berjatuhan dilantai dan beberapa bulu melayang diudara.
Aku melangkah maju. Ouch… sepertinya aku menginjak sesuatu. Aku membungkukan badan untuk mengambil sesuatu yang berada dibawah telapak kaki-ku. Ini kalung. Kalung dengan bandul jam pasir kecil. Bentuknya tidak karuan. Atau mungkin sudah pecah? Yang jelas ini sudah hancur dan jika seandainya memiliki fungsi, pasti sekarang fungsinya tak akan sama sepertin sebelumnya.
"Hermy… apa kalu.."
"Shut Up!" Bentak Hermy sebelum aku sempat menyelesaikan kalimat-ku. Ia melewati-ku dan berjalan cepat menuju keluar dengan tatapan garang.
"Hermione, wait!" aku berusaha menggapai tangannya dan mencoba berbicara baik-baik dengannya.
"Apa rin? Kamu mau mengejek aku, iya kan? Silahkan tertawa Rin! Tertawalah sampasi kalian puas! Memang aku terlalu konyol dan sangat pantas untuk menjadi bahan tertawaan kalian!"
"Hermy… aku tak bermaksud unt…"
"Leave me alone!" potong-nya lagi.
"Hermy, dengar dulu penj…"
"kamu yang pergi atau aku yang pergi?!" ancamnya dengan muka yang merah membara.
"tunggu dulu.."
"oke biar aku yang pergi" dia menerobos-ku dengan kesal
"oke oke. Stop! Aku saja yang pergi" aku langsung berlari pergi meninggalkan Hermy yang masih sangat emosi. Ah.. dia butuh waktu tentu saja. Oh iya.. kalung ini milik siapa ya? Belum sempat aku menanyakan pada Hermy tadi.. yasudahlah, kumasukan ke saku jubah-ku saja.
_._._._._._._._._._._._._._
Di Great Hall, aku melemparkan pandangan ke segala penjuru, namun tak kutemukan dua orang yang kucari. Tasha dan Hermy. Kemana mereka? Akhir-akhir ini mereka jarang terlihat. Jarang bertemu dengan-ku. Bahkan sekalinya kami bertemu di suatu kelas, mereka hanya mengeluarkan suara seminimal mungkin. Aku jadi khawatir. Mereka tak seharusnya begini hanya karena cowok.
"Hey!" Ujie menepuk pundak-ku. "kalau jalan tuh lihat ke depan, jangan berputar-putar begitu kepala-mu. Mencari siapa sih?"
"Tasha dan Hermy. Apa kalian melihatnya?" jawab-ku, menghiraukan gurauan segar yang baru saja Ujie lontarkan.
"Bagaimana jika membuat Iklan di Daily Prophet? Pasti cepat ketemu Rin!" celetuk Risma.
"Tenang sajalah Rin. Nanti juga bertemu dikelas. Mana mungkin seorang Hermione Granger rela meninggalkan pelajarannya" timpal Septhy sambil menarik tangan-ku tuk duduk disampingnya.
"kau benar" aku setuju dengan pendapat Septhy dan duduk di sebelahnya.
_._._._._._._._._._._._._._
Hari-hari berlalu, yuleball semakin dekat. Tapi keadaan sama sekali tak mendukung akan hadirnya event yang sangat menyenangkan ini, sama sekali tak terbayangkan oleh ku yuleball kali ini yang seharusnya akan menjadi unforgettable moment in my life, mungkin akan menjadi malam yang tak berbeda dari malam-malam sebelumnya. Atau mungkin lebih buruk mengingat kedua sahabatku begitu berbeda.
Tasha? semenjak kejadian sore itu dia berubah drastis. Dari Tasha yang ceria, kini berubah pendiam dan jarang terlihat. Satu-satunya tempat-ku bisa melihatnya adalah dikelas. Bahkan disana-pun dia tak banyak bicara.
Hermione? Semenjak Cedric mengajak-nya dia berubah menjadi sangaat sensitive.
apalagi PR-PR yang menggunung memperburuk suasana yang memang sudah sangat buruk. Oh no!
Finally, hari itu datang juga. hari yang seharusnya menjadi hari yang sangat kami nanti-nantikan. tapi setelah kejadian belakangan ini aku sama sekali tak peduli dengan hari ini.
walaupun aku akan bersama Oliver, pria yang selalu membuat ku tersipu oleh tatapanya yang teduh ,tapi aku masih merasa tersiksa oleh penyakit yang blum aku dapatkan obatnya sampai detik ini, walaupun sebenarnya aku sudah tau dimana letak penawarnya, tapi aku belum bisa meraihnya.
yah. tentu saja aku belum bisa melihat senyum merekah nan ceria dari bibir tipis mereka. Tasha dan Hermy. itu adalah ramuan yg paling mujarab dari penyakit yang ku derita sekarang ini.
Aku mengenakakan jubah pesta yang sudah ku persiapkan jauh-jauh hari, saat aku memandangnya, aku teringat akan hari dimana aku bercanda dan tertawa bersama Tasha dan Hermy sewaktu di hogsmeade. semakin miris, ku langkah kan kaki ku menuruni anak tangga. sedangkan Hermy, aku tak tahu kemana dia pergi sejak pagi ini. Dia sudah menghilang entah kemana.
Sesampainya di great hall ku perhatikan wajah-wajah ceria muda mudi yang bergandengan dengan couple mereka masing-masing. tapi dari sekian banyak wajah-wajah yang ceria aku tak melihat Tasha maupun Hermy. Kemana sebenarnya mereka berdua?
Arrghh! tak pernah terbayangkan olehku akan terjadi hal seperti ini. akhirnya ku putuskan tuk kembli ke common room. Aku harus mencari Hermy dan Tasha! Aku tak boleh menikmati saat-saat istimewa seperti ini sendirian tanpa kedua sahabat-ku itu! aku membalikan tubuhku.
Oops! Lagi-lagi aku menabrak sesosok pria mengenakan jubah beludru hitam ini.
"May I have your hand miss?" suaranya yang lembut dan romantis membuat jantung ku berdebar tak karuan.
aku mengulurkan tangan-ku. Oliver menggapainya dan mencium jari-jari ku secara gantle man. Pikiran ku langsung buyar. Aku tak tahu harus berbuat apa. Bagaimana caranya aku melepaskan diri dari Oliver? Tuk melepaskan genggamannya saja aku tak sanggup.
_._._._._._._._._._._._._._
_._._._._._._._._._._._._._
A/N ::
sepenggal lagi ~ XD review please :3 please please please ~
