Bitter Sweet

Phanaa Present

A story about three idiots and trio freaka with their absurd moment.

Chanbaek, Hunhan, Kaisoo.

Happy Reading !

.

.

.

Wajah Luhan sempurna menghadap jendela, memperhatikan teman-teman di luar yang masih sibuk menata koper. Dia sudah cukup terhibur sampai akhirnya matanya menangkap beberapa sosok yang mendekati bus mereka. Jantungnya hampir jatuh ke lambung.

"Sialan! "

.

.

Baekhyun mengerutkan keningnya. Bingung melihat Luhan yang panik di bangku seberang.

"Heh lu ! Psstt Lu !"

"Kijang ! Woy! Xenia Ayla !"

Karena kesal Luhan tak kunjung merespon, akhirnya sebelah sepatu pun melayang di dalam bus tersebut.

Duk !

Korban lemparan sepatu itu tidak bergeming, namun rautnya menunjukkan kengerian yang sangat.

Kyungsoo hanya menunjukkan muka cengonya melihat pertunjukkan gratis itu. Sedangkan Baekhyun masih penasaran setengah mati dengan sikap Luhan.

"Kenapa sih Lu-"

Kata-kata Baekhyun tertelan begitu saja ketika tiga sosok tinggi besar masuk ke dalam bus mereka.

Luhan hanya bisa merutuk sendirian di bangkunya sedangkan Baekhyun hampir pingsan di samping Kyungsoo.

"B-Baek bag-bagaimana bisa ?" tanya Kyungsoo. Wajahnya pucat pasi.

"AAAAAAAAAAA OTOKEE"

.

.

Tiga makhluk kecil itu hanya bisa menunduk dan sama sekali berusaha tidak menengok ke belakang. Baekhyun yang paling parah. Dia merasa seperti ketubannya pecah, padahal dia tidak hamil.

"Hai"

Suara orang di belakang kursi Baekhyun telak menyentak anak itu.

"Aku tak tau kalau akan se-bus dengan para kurcaci" kekehnya.

Sialan, batin Baekhyun. Dia berusaha meredam amarahnya. Bisa gawat kalau dia ikut meladeni makhluk jadi-jadian itu.

Demi Tuhan, kenapa dia harus se-bus dengan mereka ?

"Wah, ada Luhan dan Kyungsoo juga di sini" seorang berkulit putih gelap itu ikut-ikutan merusak suasana.

Kyungsoo dan Luhan hanya diam, karena meskipun mereka tahu sepak terjang tiga makhluk tinggi itu di kampus, namun mereka hanya tahu tanpa saling kenal dekat. Sedangkan Baekhyun yang memang kenal dengan salah satu dari mereka hanya dapat menggigit bibir sedari tadi.

"Hyung, mungkin ini hari keberuntunganmu"

Ah, seseorang bermuka seperti tokoh kartun larva kuning juga ikut ternyata.

Ya iyalah, mereka itu sepaket. Mereka itu kompak. Kalau salah satu jatuh kejurang, dua lainnya akan tertawa paling keras. Iya, mereka itu kompak akan ke-idiotannya.

"Kenapa ?"

"Karna kau se-bus dengan benda kenyalmu yang menggoda"

Baekhyun mendengus kasar. Jelas yang dimaksud benda kenyal di sini adalah dia.

"Ah, itu sih tak seberapa" Chanyeol tersenyum setan.

"Tadi bahkan si benda kenyal ini menggunakan jaket yang sama denganku"

Chanyeol sialannn. Baekhyun baru sadar jika warna jaketnya sama dengan milik caplang kelebihan kalsium itu.

"Wah, kalian serasi sekali" Jongin menaik turunkan alisnya.

"Hei Kyung, kau tidak mau couple dengan ku?"

Kyungsoo yg duduk di sebelah baekhyun hanya bisa terkekeh gugup. Takut berurusan dengan dedemit sawah, pikirnya.

Baekhyun yang sedari tadi hanya diam sudah tidak dapat menahan emosinya.

"Heh, lontong. Itu bukan couple, hanya warnanya saja yang sama. Bisa kejang-kejang aku kalau memakai barang couple denganmu" ujarnya sinis.

Chanyeol yang tidak siap dengan serangan mendadak itu hanya bisa tergagap di tempatnya. Namun, dia tiba-tiba mendapatkan ide untuk membalas si cerewet Byun itu.

"Wah, kau memanggilku apa tadi? Lontong? Kalau aku lontong, berarti kau arem-arem, Byun"

Dan meledaklah tawa trio kurang ajar itu beserta teman-teman mereka yg mendengar percakapan absurd itu, sedangkan wajah Baekhyun sukses memerah sampai ketelinga.

"Kau jangan ikutan ketawa juga Kyungsoo sialan"

"Pfftttt, hahaha, punyamu tidak sekecil itu kan Baek?" memang, dasarnya Kyungsoo juga kurang ajar.

Di seberang sana, Luhan tidak ikut tertawa. Dia masih gugup, sedang matanya tak henti melirik salah satu dari ketiga lontong berjalan itu.

.

.

"Nah, anak-anak. Kita akan berangkat sebentar lagi. Mari berdoa untuk keselamatan kita semua sebelum berangkat. Berdoa dimulai"

Salah satu guide tour yang akan menemani mereka di perjalanan memimpin doa. Semua mahasiswa terlihat khusyuk, kecuali salah satu mahluk di bagian belakang.

"Ya Tuhan, jangan biarkan arem-arem Baekhyun mengkerut karena kedinginan di tengah laut nanti"

Memang dasarnya caplang sialan.

Buspun melaju perlahan, membelah pelataran sekolah mereka menuju ke pelabuhan. Baekhyun, Luhan, dan Kyungsoo sesekali bercanda di bangku mereka meskipun tak ayal harus menahan jengkel ketika Chanyeol dan dua lainnya menganggu.

"Psst, Baek.." Baekhyun yang setengah tertidur terusik karena bisikan di telinga kanannya. Dengan malas dia berdehem.

"Baek, aku bosan"

"Lalu apa urusanku idiot"

"Bantu aku agar tidak bosan lagi ara? " ujarnya sembari tangannya terulur ke depan menuju tempat duduk Baekhyun.

"E-eh? WOY !"

.

.

TBC

..

Ps.1 Maybe aku emang harus ubah ratingnya, hehe.

Ps.2 Big thanks buat yg udah review. Ceritanya udah lanjut nih. Semoga Ena ya, wkwk.

Ps.3 Maaf kalo gk bisa panjang-panjang. emang kayak gini gaya penulisanku hehe.. mian..

Yuk hargai author! Mind to review?