MOOD
.
.
MY PRECIOUS, JAEDO
JAEHYUN x DOYOUNG
WARN!
SMUT SMUT SMUT
SMUT EVERYWHERE
FULL NC
Daddy-kink
Dirty talk
BDSM
BAD ENGLISH
Np: Beyoncé - Crazy in Love
.
Part 3. Main fuck (2): Begging You
"Lihat Do, kau mengotori penisku dengan madu. Lengket semua." Protes Jaehyun setelah Doyoung bangun dari tubuhnya
"Salahmu sendiri tidak menyiapkan lube-nya." Sahut Doyoung sambil memungut kemejanya dan segera mengenakannya, "Memangnya kau mau memasukiku dalam keadaan kering? Sakit tau!"
Jaehyun merengut, mengamati penisnya yang masih berlumur madu dan cairannya, "Pakai ludahmu kan bisa."
"Tidak perlu protes ya, Jung Yoonoh. Dulu kau juga pernah mengoleskan selai coklat ke seluruh tubuhku, bahkan sampai memasukannya ke anusku. Kamu tau sulitnya membersikan itu? Dan membersihkan madu di penismu itu tidak sampai membuat tagihan air rumahmu melonjak."
"Tapi aku malas ke kamar mandi, aku maunya ke kamar."
Doyoung menoleh, menatap Jaehyun tajam, "Kau memancingku ya?"
"Tidak. Lagipula.. moodmu kan masih 50%, kenapa tidak dibuat 100%?" tanya Jaehyun dengan senyuman penuh arti
"Aku akan memperkosamu, Jung Jaehyun." Ucap Doyoung
"Jadi sekarang aku yang jadi pelacur?" Jaehyun mengangkat dagunya, menantang birahi Doyoung
"Sialan."
Entah bagaimana, kedua sejoli itu sudah berada di dalam kamar. Lebih rincinya, Jaehyun sudah benar-benar bertelanjang dan telentang di atas ranjang. Sedangkan Doyoung berlutut di atas tubuh Jaehyun, dilehernya terpakaikan choker hitam dengan sambungan rantai yang ada digenggaman Jaehyun.
"Aku tetaplah pelacurmu, Jung Jaehyun." Bisik Doyoung sembari mendekatkan wajahnya
Menggesekan hidungnya pada hidung Jaehyun, lalu mengecup bibir tipis Jaehyun berkali-kali. Membuat sebuah seringai di bibir sang top.
Jaehyun membuka sedikit celah di bibirnya, membuat Doyoung lengah dan setelahnya menyerang bibir bunny itu tanpa ampun.
Lenguhan berdosa itu memenuhi tiap sudut kamar.
"Umh, Jaehyun."
Jaehyun melepas pagutan mereka, tangannya bergerak mengusap surai light-brown milik Doyoung, "Call me daddy, baby boy."
"D-daddy." Suara Doyoung terdengar seperti anak kecil
"Ya seperti itu. Katakan apa yang kau inginkan, sayangku." Ucap Jaehyun tanpa melepas tatapan penuh cintanya pada wajah manis Doyoung
Doyoung menggeleng, tak mampu untuk menyuarakan apa yang terlintas di pikirannya. Itu benar-benar kotor. Tapi demi seluruh kelinci di dunia ini, Doyoung sangat mengingingkannya.
"Katakan sayang, tidak perlu takut."
"U-uh.. Fuck me, daddy. Siksa aku, buat aku terus mendesah nikmat dan meneriakan namamu dengan keras." Pinta Doyoung
Jaehyun tersenyum menang. Ya. Jika sudah seperti ini, mau sampai esok hari Jaehyun tetap akan memenangkan permainan, apapun caranya.
"As ur wish, my bitch." Bisik Jaehyun, "Ah aku lupa. Penisku masih terasa sangat lengket karena madu tadi, bersihkan dia sebelum kita memulai permainannya."
Doyoung mengangguk patuh, ia merangkak turun dari atas tubuh Jaehyun, mensejajarkan wajahnya dengan benda panjang milik Jaehyun yang mulai tegang itu. Jaehyun mengubah posisinya menjadi duduk bersandar pada sandaran kingsize mereka.
Doyoung mulai menjilat batang Jaehyun dari bawah ke atas, mengulanginya beberapa kali dan bergerak memutarinya, membuat batang itu penuh dengan saliva Doyoung.
Kemudian ia memasukan bola kemaluan Jaehyun dan menghisapnya satu-persatu. Begitu seterusnya hingga ia bosan, berganti menghisap kepala penis Jaehyun seperti bayi yang kehausan.
Disana, wajah Jaehyun terlihat sangat bangga dengan apa yang dikerjakan oleh kekasihnya itu, "Kau menyukai penis daddy, Kim?"
Doyoung tak bisa menjawab karena mulutnya sudah penuh dengan penis Jaehyun, ia hanya mengangguk dan terus membuat penis Jaehyun semakin tegang dengan mulutnya.
"Cukup."
Gerakan Doyoung berhenti tepat ketika Jaehyun menginterupsinya. Pria yang lebih besar itu bangun dan berlutut, mengacungkan batang bigsize-nya yang sudah berurat, siap untuk membobol Doyoung kapanpun ia mau, "Menungging."
"Ne." Doyoung membalikan tubuhnya, sedikit mengangkat pantatnya hingga bersentuhan dengan batang Jaehyun. Dia sengaja melakukan itu dan rasanya benar-benar luar biasa.
"Kau menggodaku? Rasakan ini."
Jaehyun tak memberi tanda apapun, ia langsung menusukan penisnya pada lubang surga Doyoung yang sempit itu.
"AH DADDY!" jerit Doyoung
Tidak seluruh penis Jaehyun masuk ke dalam manhole Doyoung. Jadi Jaehyun membuat gerakan kasar untuk memasukannya lebih dalam dan menemukan titik nikmat Doyoung, membuat si pemilik lubang berteriak kenikmatan meski ada rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.
Jaehyun menarik rantai di genggamannya, membuat leher Doyoung tercekik dan tertarik hingga wajahnya mendongak. Wajah erotis milik Doyoung dan bibir yang terus mengeluarkan suara bak dawai surga itu membuat Jaehyun makin bergairah untuk melebarkan lubang sempit di bawah sana.
Selagi satu tangannya terus menahan rantai agar ia bisa terus memandang wajah seksi kekasihnya, satu tangan Jaehyun yang lain meremas-remas pantat sintal Doyoung, sesekali menamparnya karena gemas.
"Oh fuck. Fuck." Jaehyun meracau dengan nikmat
Tiba-tiba Jaehyun sudah mengeluarkan cairannya
Secepat itu?, fikir Doyoung
Sepertinya pria kelinci itu tidak mengingat jika kekasihnya sudah ereksi sejak tadi, sejak Doyoung memainkannya dengan mulut bangsatnya.
Jaehyun terdiam sebentar, membiarkan cairannya membanjiri lubang Doyoung, bahkan hingga menetes keluar saking banyaknya.
"I want more, dad." Ucap Doyoung
Jaehyun tersenyum sekilas, "Begging me for more."
"Daddy, Jung Daddy. P-please. Fuck me more. I'm begging you, please. Fuck me. More and more."
"You're such a bitch, Kim." Ucap Jaehyun dengan senyuman membunuh
Doyoung meringis kecil ketika Jaehyun mengeluarkan batangnya, matanya bergerak mengikuti arah tubuh Jaehyun. Jaehyun mengambil sesuatu di laci nakas, sebuah tas kecil berwarna hijau toska.
Nafas Doyoung tercekat ketika Jaehyun membuka dan mengeluarkan barang-barang dari dalam tas itu. Satu set sex toy. Ia tak pernah mengerti bagaimana rasanya jika mainan itu memanjakannya. Danya dari cerita salah seorang temannya, bermain dengan sex toy benar-benar menyakitkan.
"Lihat apa yang aku punya disini. Dildo dan vaginator kurasa sudah cukup." Ucap Jaehyun
Doyoung ingin protes tapi Jaehyun buru-buru menutup matanya dengan sebuah kain hitam, "Daddy, kenapa kau menutup mataku?"
"Kau harus menutup matamu untuk merasakan sensasinya, sayang. Sekarang berbaringlah dan buka kakimu lebar-lebar."
Memang Doyoung si anak penurut, ia tahu seperti apa dirinya nanti, menjerit di bawah siksaan Jaehyun. Doyoung terlalu takut untuk tidak menurut pada daddy-nya, Jaehyun lebih mengerikan saat marah dan Doyoung tak ingin hanya berbaring di ranjang selama beberapa hari ke depan karena kakinya tak bisa digerakkan.
Doyoung berbaring dengan kepala diletakkan pada bantal yang sudah disiapkan oleh Jaehyun. Kakinya terbuka lebar, menampakan kejantanannya yang jauh lebih kecil dari Jaehyun serta lubang kecil kesukaan Jaehyun.
Sebelum memasukan dildo berwarna pink itu, Jaehyun terlebih dulu melumurinya dengan lube. Meski ia berniat untuk menyiksa Doyoung, tapi Jaehyun tidak sejahat itu untuk melukai Doyoung sedikitpun.
"A-aah.." rintih Doyoung ketika dildo berukuran 15cm itu masuk ke tubuhnya tanpa izin
Jaehyun tersenyum nakal, ia memasukan dildo itu sepenuhnya, menggerakannya keluar-masuk dengan tempo pelan. Doyoung melepas desahannya, mencoba menikmati sensasi yang dijanjikan Jaehyun.
Vaginator itu juga mulai dipasang oleh Jaehyun pada penis Doyoung, biasanya Jaehyun yang memakai vaginator itu ketika ia merindukan lubang Doyoung tapi tidak kesampaian karena Doyoung tidak selalu memiliki waktu lenggang.
"Daddy.."
Sex toy berupa tiruan miss v wanita itu menelan seluruh penis Doyoung ketika Jaehyun menekan tombol on disana, seolah menghisapnya. Dinding vaginator itu menyempit, meremas milik Doyoung. Sehingga membuat Doyoung menjerit tak karuan. Ia bisa merasakan air matanya akan segera meleleh meski matanya tertutup rapat. Meskipun begitu, Doyoung justru merasakan kenikmatan yang tiada duanya.
"Dad~ please." Doyoung menelengkan kepalanya, tubuhnya mengejang saat Jaehyun menambah kecepatan pada permainan dildonya
Sensasi double terus menggelitik ketenangan Doyoung, ia sama sekali tak bisa diam untuk menikmatinya. Hanya dengan cara terus bergerak ia bisa mengontrol kenikmatan itu. Jaehyun sedikit heran mengapa tingkah Doyoung begitu berlebihan. Dari semua porn movie yang ia lihat, Jaehyun tak pernah mendapati adegan dimana aktor kesakitan separah ini saat berhadapan dengan sex toy.
Doyoung mulai sedikit tenang setelah dua sex toy itu berada di tubuhnya. Memang sakit di awal, karena itu adalah pertama kali tubuh Doyoung dimasuki benda asing. Sekarang ia berfikir bahwa temannya itu berbohong, sex toy tidak semenyakitkan itu.
"Dad, c-cum." Lirih Doyoung
Jaehyun tersenyum, ia melepas vaginator dari penis Doyoung dan memasukan penis mungil itu ke dalam mulutnya.
"Aaahh~"
Cairan cinta Doyoung memenuhi mulut Jaehyun, rasa yang sangat familiar dan manis bagi Jaehyun. Jaehyun suka itu. Jaehyun menarik kepalanya, mengusap setetes cairan putih di sudut bibirnya dengan ibu jarinya lalu menghisapnya. Tak lupa, Jaehyun juga mengeluarkan dildo dari lubang Doyoung.
"Dad, bisa kau- uh.. buka ikatan ini." Pinta Doyoung dengan nafas tersenggal
"No." Jawab Jaehyun tegas, tubuh Doyoung terangkat ketika Jaehyun menarik rantainya, Bibir Jaehyun menghujami wajah Doyoung dengan kecupan ringan, hidung, mata, pipi, bibir. Tak ada yang terlewat, "Aku takkan membukanya sampai aku puas. Jadi memintalah untuk hal yang lebih lagi."
Doyoung menelan salivanya. Ia menarik kata-katanya beberapa jam waktu tentang dia ingin memperkosa Jaehyun, justru Jaehyun sekarang yang memperkosanya dengan biadab.
"Dad~"
"Begging me, Kim Doyoung!" Jaehyun meremas dada Doyoung dengan kuat
"Ya-aaah! Please, daddy. Please fuck me! Fuck me with ur big dick! I want ur big dick inside me. Fuck me!"
Doyoung sudah kehilangan akal, wajah polos bak fluffy-bunny itu telah ternodai dengan ucapan kotor. Salahkan Jaehyun yang telah mengajarinya.
"Good boy." Jaehyun mengangkat pinggul Doyoung, meletakan betis Doyoung pada bahunya sehingga lubang kecil itu lebih terekspos di hadapan Jaehyun
"AAHH!" jerit Doyoung
Batang Jaehyun yang tegang dan berurat itu menusuk manhole Doyoung dengan kuat, hingga tertancap semuanya dalam sekali hentakan. Jaehyun kembali mendorong tubuh Doyoung untuk berbaring, tangan kekarnya berada di samping kepala Doyoung. Sebuah posisi yang nyaman untuk keduanya.
Jaehyun menggerakan pinggulnya, membuat penisnya bergerak maju mundur secara teratur. Otot melingkar Doyoung mengerat, gerakan reflek untuk meremas batang besar itu.
"Ahh daddy, f-faster." Pinta Doyoung
Selesai berucap, gerakan Jaehyunpun semakin cepat dan tak beraturan. Benar-benar kasar tapi nikmat.
"Ah Fuck you, baby boy!" Jaehyun juga tak bisa menahan desahannya
"There's daddy!" Jerit Doyoung ketika ujung penis Jaehyun berhasil menyentuh titik nikmatnya
"Yah! I got it, oh fuck!"
Desahan demi desahan terus bersahutan, keringat yang saling menyatu membuat suhu di kamar naik drastic meski pendingin ruangan sudah menyala.
Penis Jaehyun terus menumbuk titik nikmat Doyoung tanpa ampun, nafsu semakin menguasai mereka, kenikmatan semakin mendominasi. Jaehyun tak tahan lagi untuk melahap bibir kelinci milik Doyoung, dengan rakusnya Jaehyun menghabisi dua daging kenyal itu. Doyoung memiringkan kepalanya, mengimbangi permainan Jaehyun. Lidah mereka saling melilit, tarik menarik dan menukar saliva satu sama lain. Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
"Oh I coming, babe!" Jaehyun melepas ciuman mereka dan mengeluarkan semua sisa cairannya di lubang Doyoung, begitu pula Doyoung
Keduanya menarik nafas dalam-dalam, lalu Jaehyun menjatuhkan tubuhnya di samping Doyoung. Doyoung menoleh, mengamati wajah Jaehyun yang nampak kelelahan. Pria itu memeluk tubuh Jaehyun dengan erat dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Jaehyun.
"Aku suka bau maskulin ini." Bisik Doyoung sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh Jaehyun
Jaehyun tersenyum kecil, ia mengusap rambut Doyoung sesekali mengecup puncak kepala Doyoung penuh sayang, "Terima kasih, cintaku. Ini benar-benar malam yang indah."
"Sama-sama. Oh iya, aku tak mengerti mengapa Ten mengatakan bahwa bermain dengan sex toy sangat menyakitkan, padahal biasa saja dan.. menurutku justru nikmat." Doyoung mengangkat kepalanya, mata kedua sejoli itu bertemu
"Itu karena Taeyong seorang masokis." Jawab Jaehyun
Kening Doyoung mengkerut, "Masokis?"
Jaehyun menghela nafas melihat wajah penasaran kekasihnya itu, ia ingin menjawab tapi Doyoung itu super lambat soal dunia seks. Dia akan mengerti jika ada tindakan nyata, you know what I mean.
"Lupakan saja. Lalu, sekarang berapa persen mood-mu?"
"100%!" jawab Doyoung girang dan mengeratkan pelukannya pada Jaehyun
"Besok pagi aku akan membuatnya menjadi 200%." Ucap Jaehyun dengan senyuman nakal khasnya
"APA?"
Jaehyun tak menjawab dan membalas pelukan Doyoung, mendekap tubuh Doyoung yang lebih kecil darinya dengan erat.
What a per-vert-fect Love story ever
END
.
.
a/n: Astaga~ akhirnya Taofu bisa nyelesain satu fanfic berchapter. Bagian ini Taofu bikin full NC karena ngga bisa bikin opening yang fluffy-fluffy kaya chapter sebelumnya. Tiga kali fuckin' , hahaha Jaehyun puas Doyoung lemas. Dan chapter ini lebih panjang dari sebelumnya loh. Gimana? Masih kurang hot? Wkwk
Ada typo? Ada pengulangan kalimat? Ada kesalahan bahasa? Maklum, Taofu ngga sempet baca lagi setelah rampung ngetik. WHY? Karena Taofu malu buat baca FF NC sendiri :'v
Btw mungkin kata-katanya luar biasa kurang ajar, bahkan ada beberapa kata pada adegan seks termasuk mainan seks itu yang wow is it really Taofu-tea's?- Maapkeun, Taofu dapet hal-hal kaya gitu dari fanfic-fanfic yang pernah Taofu baca sebelumnya. Kusudah tak polos lagi TT_TT
Ah ada pengumuman penting juga! Unexpected Love terpaksa Taofu hapus karena Taofu udah mentok ngga bisa nerusin cerita. Akan Taofu ganti dengan fanfic yang lain dan Taofu janji akan Taofu selesaiin sampai chapter terakhir. Jinjja jinjja maaapkeun, JaeDo Shipper-nim/? *sungkem*
Atau gini aja, Taofu buka Open request buat FF JaeDo sebelum Taofu publish FF baru yang sebenernya belum terpikirkan sama sekali. Ada yang mau? Bisa PM ^^
Whoo~ iya sekalian mau minta saran uname nih u,u Taofu udah bosen dengan uname lama, pengennya sih: Chodinghyo, Soulmate-zone, Nkmtyuta, atau Tentimes. Bantu pilih ya *-*
Okay, thank you for mampir, akak-akak & adek-adek JaeDo shipper! Jangan lupa tinggalkan jejak berupa fav author, fav story, & yang paling penting review- biar semangat nulis lagi hehe
See you next FF! Pai~
Love, Taofu-tea
