"Noonaa.. Kau sudah menikah.. Maksudku.. Uhmm .. Itu.. Kalau di malam hari.. Ya.. Uhmm.. Itu.. Maksudku..."
"Maksudmu, berhubungan ?" Seung won tergelak.
"Iya, soal itu. Aku kan juga pria noona.. Masalahnya kan.. Ah.. Mungkin kau juga tahu." Baekhyun mengangguk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Sudah dua tahun kami menikah, kami berdua tak pernah melakukan hal itu."
"Omoo, benarkah??"
"Yap, itu benar. Ia juga tak akan memintanya padamu, dia bukan pria pecinta wanita. Mungkin ia akan lebih tertarik dengan fisikku yang sekarang ini" nampaknya lucu tapi baekhyun sama sekali tidak bisa tertawa.
"Tetapi noona, aku tak punya keluarga. Bahkan sanak saudara pun tak ada. Apa kau tak akan merasa kesepian nantinya? Lagi pula noona kan punya suami, tak akan ketahuan olehnya?? Karena kita tak mengenal satu sama lainnya."
"Suamiku tak tahu apa apa soal aku, kami hanya tinggal dalam rumah yang sama. Kau tinggal disana pun, ia tak akan menyadarinya."
Tapi ia kan suaminya, mana ada suami yang tak mengenali istrinya.
"Noona, hubunganmu dan suamimu baik baik saja kan ?"
"Anggap saja kami tidak pernah mengurusi urusan pribadi masing masing"
Apa apaan itu, apa ini suatu kehormatan bisa mendengarkan kehidupan pribadi orang lain.
"Ada lagi yang harus kau tahu, aku pernah dua kali keguguran."
Baekhyun merasa ada yang tidak beres, ia tak pernah tidur dengan suaminya tapi ia keguguran dua kali. Pembicaraan ini mulai melampaui batas normal.
"Kurang lebihnya seperti itulah kehidupanku, suamiku tak peduli padaku. Kau bisa hidup sebebas yang kau mau disana, kau bisa membeli apapun yang kau mau dan menghamburkan sebanyak apapun uang yang kau punya dan ia tetap tidak akan peduli. Kalau kau setuju dengan semuanya, aku akan lunasi semua hutangmu. Apa kau menerima penawaranku?"
Baekhyun sedikit ragu akan tawaran itu, usianya terpaut cukup jauh. Ia berusia 22 tahun sedangkan seung won 28 tahun. Ia sudah menghabiskan 6 tahun hidupnya dengan sia sia. Selain itu seung won mempunyai suami dan pernah mengandung.
"Bagaimana kalau aku menolak"
"Maka orang lain akan memasukkan kita ke rumah sakit jiwa."
" Ya yakinkan saja mereka kalau kita ini manusia normal."
Baekhyun meremas remas kepalanya, ia pun tak tahu bagaimana mengembalikan tubuh yang sudah tertukar. Ia memiringkan kepalanya dan berpikir keras.
Ia lalu menghembuskan nafas. Mungkin lebih baik ia terima tawaran seung won. Ia juga ingin segera melunasi hutang hutangnya. Baekhyun yang tadinya merasa ragu mulai membuka mulutnya.
"Tak ada cara lain, kita harus terima semua ini." Seung won membalas perkataan baekhyun.
"Ayo pergi ke ruanganmu"
Baekhyun mengikuti seung won dengan enggan, seung won masuk ke kamar dan menemukan tasnya disana. Ia mengeluarkan beberapa lembar cek dan kartu dari dompetnya. Meski ia mengambilnya dompet itu masih terlihat tebal.
Itu uang, uang, uang yang membuatku terjebak di situasi seperti ini.Seung won memberikan dompetnya pada baekhyun.
"Kau bisa gunakan ini sisanya, untuk sementara aku akan membawa ini"
"Suami noona orangnya seperti apa??"
"Chanyeol ?? Hmm, ia robot."
"... Robot ???"
"Ia mesin penghancur, gunung es. Ia punya segalanya tapi ia tak punya hati. Bahkan ia tak memiliki perasaan. Aku pergi dulu."
Baekhyun memanggil seung won tapi seung won bahkan tidak menoleh.
Tetapi, semuanya sudah menjadi seperti ini. Ia mengatakan kalau ia akan melunasi hutang hutangku. Tidak jelek juga mendengarkan ceritanya. Dua hari kemudian baekhyun dibolehkan keluar dari rumah sakit. Baekhyun benar benar penasaran bagaimana suami seung won, seung won wanita yang sangat cantik jadi mungkin suaminya juga tampan. Tak seperti aku, baekhyun menundukkan wajahnya. Tak lama, ponselnya berbunyi, ia memastikan nomor si pemanggil dan yakin itu seung won.
"Noona.."
(Aku hanya ingin memberitahumu letak kamarmu, setelah masuk ruang tamu ada tangga menuju lantai atas, naiklah ke lantai 2 kamarmu ada di ujung sebelah kanan. Kalau lapar kau bisa memintanya pada asisten rumah tangga. Dan sebaiknya kau tidak masuk ke ruangan di sebelah kiri nanti kau di gigit oleh singa )
"Kau memelihara singa dalam rumahmu, noona?"
(Aku tidak memeliharanya baekhyun, singa itu memang sudah lama ada di sana. Aaah.. Sudahlah ada yang datang nanti ku telepon lagi )
Begitu telepon di tutup, baekhyun hanya bengong beberapa saat, setiap berbicara dengan seung won entah mengapa kepalanya selalu terasa sakit. Setelah menyelesaikan prosedur rumah sakit, baekhyun pun sampai di rumah, melongokan kepalanya keluar jendela, ia baru tahu bahwa rumah orang kaya seperti ini.
"Nyonya, anda sudah tiba" Baekhyun masih saja tidak terbiasa dengan panggilan itu.
"Ah, ya"
Baekhyun melewati lantai berkilauan yang ada di sekitarnya dihiasi keramik antik dan barang barang hiasan lainnya. Ia kemudian menaiki tangga menuju lantai 2. Baekhyun memasuki satu sisi kamar dan ternyata disana terdapat bathtub.
Baekhyun girang bukan kepayang, ia menutup matanya dan tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan seorang laki laki.
Glek !!
Baekhyun cukup terkejut dibuatnya, mulutnya ternganga dan tenggorokannya tercekat tapi laki laki itu melihatnya dengan sinis.
"Si..siapa itu ya ampuun.. Jantungku rasanya mau copot.. Apa itu suami noona. Tapi kenapa menatapku seperti itu ya.."
Keesokan harinya baekhyun segera bangun, ia mengambil nafas dalam dalam sembari menghirup udara segar.
"Nyonya bagaimana tidur anda?"
"Ya paman, pagi yang indah. Apa kau menanam pohon kurma?"
"Ya Nyonya, ini pohon kurma."
" Apa ada buah yang matang ?"
"Ada Nyonya" Tukang kebun memetik beberapa buah kurma dan menaruhnya di atas tangan baekhyun
"Wah, enak paman.Terimakasih"
Baekhyun mulai merasa lapar, ia masuk ke dalam dapur dan langkahnya terhenti di ruang makan. Disana nampak laki laki yang kemarin dilihatnya duduk di kursi, ia mengenakan setelan mahal. Rambutnya tersisir rapih, untuk ukuran seorang pria ia sangat tampan. Baekhyun justru minder dibuatnya padahal saat ini, tubuhnya bukan tubuhnya yang dulu.
"Cih, nafsu makanku hilang.." dengan kasar chanyeol menjatuhkan sendok yang dipegangnya dengan keras, baekhyun terkejut mendengar suara sendok jatuh dengan kerasnya. Laki laki dengan wajah lebih dingin dari kutub utara itu melirik baekhyun dengan tatapan dingin lalu meninggalkan ruang makan.
Apa apaan dia ini padahal aku baru saja akan menyapanya, cih ! Pria yang sombong.
.
.
.
.
.
.
Maaf kalau masih banyak kata kata yg typo atau salah. Maklum masih belajar nulis FF. :))))
SUKA CERITANYA ATAU GAK ?? AKU TERIMA SEMUA MASUKAN KALIAN, GOMAWO.
