Terima kasih yang sudah mereview.
-sarasion-
Cao Pi:"wajahku bukan kulkas"
Aiko:"tapi sifatnya kayak kulkas"
Cao Pi:(musou Author)
Oke thanks to review.
-xtreme guavaniko-
Hehehe ingin update kilat saja, kalau ditunda lagi ntar numpuk cerita saya (lirik cerita yang lain)
Ma Chao:"anak kecil itu bukan Lamia, Lamia itu imut~"#plak
Zhao Yun:(ngumpet dibelakang Ma Chao)"sudah deh gak usah dibahas lagi"(merinding)
Oke thanks to review.
-Scarlet n Blossom-
Aiko:"hahahahaha mampus loe Guo Jia"
Guo Jia:"ini semua salahmu!"
Aiko:"kok aku sih, itu kan salahmu kenapa kau bersifat mesum, kasiankan Xujie"
Guo Jia:(pundung)
Oke thanks to review.
-Lee Xia-
Aiko:"yap, bakat terpendam Guo Jia"
Guo Jia:(pundung dipojok ruangan)
Oke thanks to review.
The Haunted House
By: Aiko Ishikawa
Rated: K+
Genre: mystery,horror
-all character belong to Koei, saya hanya punya OC-
Warning: Typo(s), gaje, OOC, dan seterusnya.
Summary: Cao Pi dkk berniat ingin berlibur kerumah paman Cao Pi didesa, tapi ditengah perjalanan mobil mereka tidak sengaja menabrak seorang gadis kecil dan disaat itulah keanehan mulai terjadi [bad summary]
Chapter 3: misteri yang belum terungkap
Diruang makan.
"uwah masakanmu enak sekali Lila" kata Zhao Yun sambil terus melahap makanan yang ada dipirngnya.
"hihihi, terima kasih" kata Lila.
"aku berharap sekali punya pacar yang jago masak" kata Guo Jia dengan wajah mesumnya.
Cao Pi menginjak kaki Guo Jia, karna kebetulan dia duduk disebelah Guo Jia, "dasar playboy cap botol kecap" kata Cao Pi.
"aduh!" teriak Guo Jia, "mau mu apa sih Cao Pi?" tanya Guo Jia rada kesal.
"saat makan itu tetaplah tenang" kata Cao Pi sambil melahap makanannya.
Guo Jia kembali makan, daripada dia harus berurusan dengan balok es (?) ini yang ada dia malah dikacangi.
Lamia memperhatikan Guo Jia lalu bertanya, "kakak suka sama kak Lila ya?" tanya Lamia.
Guo Jia terkejut bahkan sampai tersedak saat ditanyai tentang suka sama Lila, "sedikit" kata Guo Jia.
"hooo, kakak benci sama kakak Cao Pi ya?" tanya Lamia lagi.
Guo Jia melirik Cao Pi, lalu tersenyum, "ya sedikit, kami adalah sahabat sejak kecil jadi kalau berantem itu sudah wajar" kata Guo Jia.
"begitu ya" kata Lamia, lalu dia melanjutkan makannya.
Setelah semua selesai sarapan, Zhao Yun dan Ma Chao berniat ingin kembali kekamarnya, mereka ingin bersantai dikamar sambil menunggu hujan reda.
"Zhao Yun kau merasa aneh gak dengan rumah ini?" tanya Ma Chao.
"sedikit" kata Zhao Yun.
"aku juga, aku merasa aneh dengan rumah ini, tadi malam aku melihat anak kecil duduk, wajahnya mengerikan, tapi saat Ma Dai memeriksanya lagi anak kecil itu sudah tidak ada, tapi aku yakin yang kulihat itu bukan halusinasiku" kata Ma Chao.
"iya kau benar, saat aku bermain bersama Lamia, aku mencium bau busuk diruangan dekat tangga aku mengira bangkai tikus, lalu aku membongkar rak boneka Lamia dan saat aku memegang boneka kelinci aku malah memegang kepala manusia padahal aku yakin sekali kalau yang kupegang tadi adalah boneka kelinci!" kata Zhao Yun.
"jangan jangan rumah ini berhantu..." kata Ma Chao.
"jangan ngaco kamu kak Ma Chao" kata Ma Dai yang mengejutkan kedua pemuda ini.
"Ma Dai!" kata Zhao Yun dan Ma Chao bersamaan.
"mana ada hantu" kata Ma Dai sambil duduk didekat mereka.
"kalau kamu tidak melihatnya sendiri kamu tidak akan percaya!" kata Ma Chao bersikeras.
"ya itu memang, soalnya aku tidak percaya dengan hantu" kata Ma Dai.
"jika kau mengalami hal yang sama dengan kami kau pasti juga takut Ma Dai" kata Zhao Yun.
"iya, iya, sebaiknya kalian tenangkan saja pikiran kalian, kalau kalian terus memikirkan hal seperti itu maka pikiran kalian akan terganggu" kata Ma Dai sambil mengambil buku novel miliknya diatas meja.
"oh iya, Zhao Yun ayo kita temui Cao Pi, aku mau tau bagaimana sih suasana desa pamannya itu" kata Ma Chao sambil menarik tangan Zhao Yun keluar dari kamar.
"eh iya, tapi jangan tarik tanganku juga" kata Zhao Yun.
Kedua pemuda itu keluar dari kamar dan meninggalkan Ma Dai seorang yang sedang membaca novel, tidak lama Ma Chao dan Zhao Yun keluar, pintu kamar terbuka dan terlihat Lamia masuk kedalam kamar, melihat Lamia masuk kamar Ma Dai menegurnya. "ada apa Lamia?" tanya Ma Dai sambil tersenyum.
"aku cuma mau jadi teman kakak Ma Dai, apa boleh?" tanya Lamia.
Ma Dai menutup bukunya, dan mengelus rambut Lamia, "tentu saja boleh" kata Ma Dai.
Lamia tersenyum lalu memeluk Ma Dai, tapi disaat itu pula tengkuk Ma Dai terasa dingin entah kenapa hawa dingin tiba tiba menyelimuti Ma Dai.
"terima kasih ya kakak Ma Dai, Lamia senang punya teman, Lamia pergi dulu ya" kata Lamia, lalu dia berlari keluar kamar.
Ma Dai hanya tersenyum melihat anak semanis Lamia, lalu dia melanjutkan membaca novel, disaat asyik membaca novel, Ma Dai merasakan tengkuknya kembali dingin, dan disaat itu ada suara yang memanggil dirinya.
"perasaan ada yang memanggilku? Tapi kalau kak Ma Chao pasti akan datang kesini" kata Ma Dai, dia tidak menghiraukan suara itu dia kembali melanjutkan membaca novelnya tapi suara itu menggangu Ma Dai, Ma Dai menutup bukunya lalu dia berjalan mengitari kamar siapa tau Ma Chao memanggilnya dari kamar sebelah tapi hal itu mustahil kalau pun Ma Chao memanggil dirinya pasti Ma Chao akan berteriak, kalau Zhao Yun yang memanggil dirinya pasti Zhao Yun akan berlari sambil teriak teriak memanggil namanya kayak orang teriak teriak kebakaran gitu deh, kalau Guo Jia pasti lain lagi caranya begitu pula Cao Pi, Ma Dai merasa heran sebenarnya siapa yang memanggil dirinya, yang jelas bukan keempat temannya kalaupun Lila atau Lamia itu pasti sangat mustahil.
"aneh, sebenarnya siapa yang memanggilku?" Ma Dai merasa heran dan akhirnya dia duduk di atas tempat tidur, tengkuknya terasa dingin, dan Ma Dai juga merasakan sesuatu yang aneh bau busuk...
"ya ampun baunya busuk sekali!" kata Ma Dai. Dia berniat ingin keluar dari kamar untuk menghindari bau busuk yang begitu menyengat tapi langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu didekat pojok kamar, rambut...
"rambut siapa itu? Apa Lila main petak umpet ya sama Lamia, tapi rambut Lila kan tidak panjang seperti" kata Ma Dai, karna penasaran dia mengendap endap untuk mendekati sesuatu yang mirip rambut itu, Ma Dai menyentuhnya, dan orang yang memiliki rambut itu berbalik dan benar saja dia bukan Lila.
"maaf kamu siapa ya? Aku belum pernah melihatmu?" tanya Ma Dai kepada orang yang memiliki rambut panjang itu.
Orang itu yang merupakan perempuan tidak menjawab, dia menatap Ma Dai lalu mendekati mulutnya ketelinga Ma Dai "mati..." itulah kata kata yang sempat terucap oleh wanita itu, lalu wanita itu memperlihat sosok aslinya tubuhnya menyusut menjadi seorang anak kecil dan wajahnya berdarah persis seperti yang dilihat Ma Chao pada malam itu, Ma Dai sangat terkejut dia berlari tapi sayang kakinya sempat ditangkap anak kecil itu dan kaki Ma Dai ditusuk oleh pisau yang ada ditangan anak kecil itu.
"akh!" Ma Dai memegangi kakinya yang berdarah.
"hahahaha" anak kecil itu tertawa melihat Ma Dai menderita.
Ma Dai berusaha bangkit lalu dia berlari meninggalkan anak kecil itu dengan kaki yang masih berdarah, dia terus berlari tanpa mempedulikan kakinya yang sudah banyak mengeluarkan darah.
Zhao Yun yang terkejut melihat Ma Dai berjalan dengan kaki pincang pun merasa sangat heran, "kau kenapa Ma Dai?" tanya Zhao Yun.
"ukh!" Ma Dai terjatuh lalu dia memegangi kakinya yang berdarah akibat tusukan pisau.
Zhao Yun terkejut melihat kaki Ma Dai terluka, dan dia langsung panik, "kakimu kenapa terluka?" tanya Zhao Yun.
Ma Chao yang berada dibelakang Zhao Yun sangat terkejut melihat Ma Dai terluka, "cepat bawa dia kekamar" kata Ma Chao.
"jangan dikamar!" kata Ma Dai sambil terus memegangi kakinya.
"kenapa?" tanya Zhao Yun heran.
"pokoknya jangan disana, untuk sementara tolong gendong aku menuju ruang tamu, siapa tau Lila punya perban untuk membalut lukaku" kata Ma Dai sambil terus memegangi kakinya.
"ya sudah, aku akan menggendongmu" kata Zhao Yun sambil menggendong Ma Dai menuju ruang tamu.
Ruang tamu.
"nah lukamu sudah diperban" kata Lila sambil tersenyum.
"terima kasih" kata Ma Dai.
"kenapa kau bisa seceroboh itu Ma Dai?" tanya Cao Pi yang heran.
Ma Dai hanya terdiam, lalu dia memandangi Zhao Yun dan Ma Chao, "maaf ya, aku tidak mempercayai kalian" kata Ma Dai.
"ah tidak apa" kata Zhao Yun sambil mengibas ngibaskan tangannya.
"bukan soal itu, ini soal cerita kalian tentang hantu itu" kata Ma Dai.
"eh?" Zhao Yun dan Ma Chao terkejut saat Ma Dai berkata 'hantu'
"jadi kau melihatnya juga?" tanya Ma Chao.
"iya, dikamar" kata Ma Dai.
"pantas kau tidak mau dibawa kekamar, eh tunggu maksudmu kamar kita! Wah bagaimana kita tidur nanti!" kata Zhao Yun panik.
"lalu kenapa kakimu berdarah?" tanya Cao Pi.
"dia menusuk kakiku saat aku mau kabur" kata Ma Dai.
"sebenarnya apa maunya sih" kata Cao Pi lagi.
"aku hanya mendengarkan satu kata dari hantu itu yaitu 'mati' hanya itu yang kudengar dari dia" kata Ma Dai.
"jangan jangan..." kata Zhao Yun yang sudah mulai ketakutan.
"hmm ini sebuah misteri yang seru, aku sangat pensaran dengan hantu itu, wujudnya seperti apa Ma Dai?" tanya Cao Pi.
"seperti yang dikatakan kak Ma Chao, seorang anak kecil" kata Ma Dai.
"menarik" kata Cao Pi.
"jangan jangan kau ingin bertemu dengan hantu itu" kata Ma Chao.
"iya, aku hanya pensaran dengan apa yang kalian bicarakan, karna hanya aku dan Guo Jia yang belum melihat sosoknya, mungkin liburan kali ini bisa kita gunakan untuk mencari hantu" kata Cao Pi.
"jangan gila deh Cao Pi! Jangan libatkan kami dengan hobi anehmu itu!" bantah Zhao Yun.
"ayolah, kalian tidak akan kulibatkan dalam misteri ini, aku akan memecahkanya sendiri, aku akan memotret hantu itu dengan camera digital ku" kata Cao Pi.
"aku salut dengan sifat pemberanimu" kata Ma Dai.
"aku juga sebenarnya sudah sangat pensaran dengan rumah ini, mungkin besok kita akan tunda menuju kedesa pamanku, aku akan memecahkan misteri ini" kata Cao Pi.
"kau sungguh pemberani" kata Zhao Yun.
"tapi kau yakin dengan ide gilamu Cao Pi? Dia hantu buka model untuk dipotret" kata Ma Chao.
"aku hanya ingin mengetahuinya saja" kata Cao Pi.
"kapan kau akan memulai ide gilamu itu?" tanya Ma Dai.
"mungkin sore ini" kata Cao Pi.
Ketiga remaja itu memandangi Cao Pi, sebenarnya mereka heran dengan ide gila Cao Pi, ingin memotret hantu yang benar saja, tapi Cao Pi bukanlah penakut, dia lah yang paling pemberani dia antara lima sekawan ini.
-xxx-
Jam dinding telah menunjukkan pukul tiga sore, dan hujan pun sudah berhenti, dikamar Cao Pi. Terlihat Guo Jia yang sedang asyik main game diHpnya, Cao Pi sedang mempersiapkan camera digitalnya untuk memulai memotret hantu anak kecil itu. "oke semuanya sudah siap" kata Cao Pi.
Guo Jia yang heran melihat Cao Pi membawa camera digital pun menegurnya, "untuk apa kau membawa kamera Cao Pi?" tanya Guo Jia.
"aku ingin memotret" kata Cao Pi, lalu dia keluar kamar meninggalkan Guo Jia seorang diri.
Seperti biasa Guo Jia merasa dikacangi oleh Cao Pi, "dasar balok es" gerutu Guo Jia.
Cao Pi menuruni tangga, dan melihat Lamia yang sedang bermain dengan bonekanya, melihat Cao Pi turun dari tangga, Lamia langsung berlari kearah Cao Pi, "kak Cao Pi!" tegur Lamia.
"iya Lamia?" tanya Cao Pi.
"kak Cao Pi mau kemana?" tanya Lamia.
"kakak cuman mau memotret" kata Cao Pi.
"ikut" kata Lamia.
Cao Pi terdiam, lalu dia mengijinkan Lamia ikut, "tentu saja" kata Cao Pi.
"kita potret halaman belakang yuk kak Cao Pi!" kata Lamia sambil menarik tangan Cao Pi menuju kehalaman belakang.
Akhirnya mereka sampai juga dihalaman belakang, Cao Pi sangat kagum dengan halaman belakang rumah Lamia, dihalaman belakang ada sebuah kebun bunga mawar yang lebat, Cao Pi memotret kebun itu. Lamia tersenyum melihat Cao Pi sedang memotret, "kak Cao Pi suka bunga mawar?" tanya Lamia.
"tidak" kata Cao Pi.
"begitu ya, kalau Lamia suka bunga mawar" kata Lamia.
"ya, itu wajarkan untuk seorang gadis kecil sepertimu" kata Cao Pi.
Lamia tersenyum, "kak Cao Pi, Lamia mau minum dulu ya" kata Lamia sambil berlari masuk kedalam rumah.
Cao Pi hanya mengangguk, lalu dia melihat kembali hasil potretan amtirannya (?), dan Cao Pi begitu terkejut, dia memperhatikan hasil potretan terakhirnya, dan mengzoomkan objek yang membuat Cao Pi terkejut dan ternyata objek itu adalah sesosok anak kecil, dia menatap Cao Pi dengan tatapan tajam, Cao Pi memandangi foto itu, dia begitu terkejut, ciri ciri anak kecil itu sama persis seperti dengan yang dijelaskan Ma Chao dan Ma Dai.
"apa benar ini anak kecil yang melukai Ma Dai?" pikir Cao Pi.
Cao Pi memandangi kamera itu dia begitu heran dengan apa yang ia lihat yang benar saja, anak kecil itu yang melukai Ma Dai, "aku tidak yakin dengan anak kecil ini" kata Cao Pi. Dia kembali masuk kedalam rumah berniat ingin memperlihatkan apa yang ia potret kepada Ma Dai yang melihat secara jelas wujud anak kecil itu. Cao Pi berjalan menuju kamar Ma Dai dan membukanya terlihat disana Zhao Yun yang sedang tidur dengan posisi kepala mendarat dilantai dan kaki masih diatas tempat tidur. Lalu Ma Chao yang serius sekali dengan Androidnya bisa ditebak dia lagi main Angr* B*rds (?), lalu Ma Dai yang masih membaca novel kesayangannya.
"Ma Dai" kata Cao Pi.
"iya" kata Ma Dai.
"coba kau lihat foto ini" kata Cao Pi langsung berlari mendekati Ma Dai sambil memperlihatkan hasil fotonya.
Ma Dai melihat foto yang diperlihatkan Cao Pi dan dia begitu terkejut, "kau memotretnya" kata Ma Dai.
"tidak sengaja" kata Cao Pi, "oh iya itu ya anak kecil yang melukaimu?" tanya Cao Pi.
"iya" jawab Ma Dai sambil mengangguk.
"begitu ya" kata Cao Pi.
"aku takut melihat tatapan matanya" kata Ma Dai langsung memberikan camera digital itu kepada Cao Pi.
"ya kau benar, tatapan ingin membunuh" kata Cao Pi.
Tiba tiba pintu kamar terbuka dan terlihat Guo Jia berlari dengan nafas terengah engah, dan wajah yang penuh ketakutan. Ma Chao, Ma Dai dan Cao Pi terkejut melihat Guo Jia langsung mendekati mereka dengan wajah ketakutan.
"ada apa?" tanya Ma Chao heran.
"ada, ha, ha, hantu" kata Guo Jia.
"hantu? Seperti apa wujudnya?" tanya Cao Pi penasaran.
"pokoknya hantu!" kata Guo Jia.
"anak kecil atau bukan?" tanya Cao Pi lagi.
"bu, bukan, aku melihat banyak tubuh manusia bergelantungan tanpa kepala" kata Guo Jia yang masih merinding.
"bergelantungan? Bagaimana mungkin?" tanya Cao Pi semakin penasaran.
"dididekat kamar kita, aku iseng pergi kesana karna aku mendengar suara ribut, lalu aku membuka pintu berwarna coklat muda yang terletak dekat kamar dan disana banyak tubuh manusia bergelantungan" kata Guo Jia.
Cao Pi memegangi dagunya, dia sangat heran, banyak hal hal aneh yang terjadi penuh satu hari ini, pertama saat malam hari Ma Chao melihat anak kecil, kedua Zhao Yun melihat kepala manusia tanpa tubuh, ketiga Ma Dai yang diserang anak kecil membawa pisau, keempat Cao Pi mendapatkan foto anak kecil yang dimaksud Ma Dai, kelima Guo Jia melihat tubuh bergelantungan tanpa kepala, semua hal aneh ini membuat Cao Pi semakin penasaran, apa benar rumah yang ia tumpangi ini berhantu, kalau iya kenapa penghuni rumah ini tidak merasakannya?
To Be Continued
Akhirnya sudah chapter tiga, seram juga hantu yang dilihat Guo Jia, mohon reviewnya ya see you next chapter.
