Eomma & LOTJ – part 2
Namjin Jin(gs) – 28/
Yoonmin(9/7)/Kookv (5/7)/Hosiki (8) selalu sendiri
Lanjutan dari kookie problem part – 1, disini kita akan melihat seberapa tangguh monster bunny,
Makasih yaa yang udah mau meriview
Pantas Yoongi eonni dan Hosiki bahkan Jimin selalu mengeluh tentangmu! KAU ITU MEMANG SANGAT MENYEBALKAN!"
"Asal kau tau Hoseok juga akan memilih bermain kerumah temannya jika memang hanya kau dirumah. Apa kau tidak ingat semenyebalkan apa mulutmu pada hoseok?"
"kau benar benar menyebalkan akhir – akhir ini Kim Jungkook,"
...^^
Hari baru datang lagi setelah kenjadian yang dianggap Jungkook adalah hari tersialnya selama 5 tahun dia hidup didunia ini –sungguhtuapemikiranmunak-. Hari ini rencana utama Jungkook adalah mengembalikan Tae Noonanya agar tidak marah lagi, sebenarnya dia sangat membutuhkan bantuan dari orang dewasa, setidaknya seseorang yang lebih tinggi dari tubuh mungilnya.
"Noona... noona akan ke sekolah?"
"Hm," mendengar gumaman sang kakak membuat jungkook berlalu menuju kamar appanya, cukup heran itu yang sat ini berada di pikiran Yoongi, seorang Jungkook harusnya cerewet untuk merengek ikut ke sekolah, tapi yang terjadi malah sang pangeran kelinci kita berlalu tanpa protes
"Appa... apa ada meeting?" kini Jungkook berada di belakang appanya yang sedang bersiap untuk ke kantor, mendengar pertanyaan yang barusaja terlontar memberikan sedikit –ya hanya sedikit- harapan untuk appanya mau membantu rencana hari ini namun "Kookie, bisa kau tolong ambilkan amplop coklat besar diu meja appa dan memasukkannya ditas? Itu amplop penting jadi tidak boleh tertinggal," seketika raut wajah Jungkook kembali datar bahkan ini terlihat lebih murung, hanya butuh waktu sebentar dan Jungkook sudah selesai meletakkan am[plop itu ketempatnya. Tanpa basa basi Kookie kecil kita langsung pergi keluar kamar menuju kamar hyungnya.
.
"Hyuuung? Hosiki hyuung?"
"Apa?"
"Apa hyung akan kesekolah?"
"Iya, hari ini hyung harus menceritakan bagaimana pengalaman berkemah kemarin,"
"Apa hyung tidak lelah?" sekarang dia berjongkok melihat foto foto yang ada dalam piguran handmade milik hoseok, kadang dia merasa iri denmgan kedua kakaknya yang sekolah, mereka memiliki banyak teman, setidaknya ada teman untuk bermain.
"Anniii... kemarin itu sangat menyenangkan, kookie kau harus ikut kemah juga saat kau sudah boleh masuk sekolah yaa..." hoseok itu sebenarnya sangat menyayangi Jungkook, tapi memang dasar sifat jungkook yang minta di tendang membuah hoseok sedikit memberi jarak pada beberapa hal seperti pepatu menari miliknya yang sekarang hampir disentuh Jungkook – JANGAN SENTUH SEPATUKUUU!"
Bentakan cukup kesar membuat Kookie kita sedikit terlonjak, namun Jungkook mengerti kenapa hyungnya sangat overprotektif pada sepatu tari miliknya
"Yaa! Hosiki jangan berteriak!" sahut Yoongi yang sudah berada didepan pintu kamar sang pangeran hosiki
"Aku hanya melarang Jungkook untuk menyentuh sepatuku, aku takut dia akan merusaknya lagi noona..." Yoongi mengerti arah pembicaraan adik beda 1 tahun darinya ini setidaknya otak jungkook menyuruhnya untuk cukup taudiri tidak lagi mengganggu kakaknya nsetelah perkataan Taehyung dan Yoongi kemarin "Maaf... hyung! apa hyung akan pulang cepat?" mendengar itu Yoongi melenggang pergi dengan tatapan sulit diartikan pada adik terkecilnya yang saat ini sedang memandangi sepatu Hoseok dengan tatapan menyesal yang sangat jarang di tunjukkan pada orang lain termasuk keluarganya.
"Um... aku hari ini harus kesekolah lalu ke tempat khursus menari lalu aku harus ke tempat les musik juga, mungkin aku akan pulang jam 4 seperti Yoongi noona, memang kenapa? Kookie kesepian?"
Jungkook reflek, mendongak menatap hyungnya "Anniiiyaa...! kookie hanya ingin meminta bantuan hyung, tapi kalau hyung sibuk tidak jadi saja... hehehe kookie kan hebat! Kookie bisa sendiri kok," hoseok mentap adiknya yang berlari keluar kamarnya membuat hoseok sedikit berfikir atas sikap aneh Jungkook yang tidak biasa.
Langkah kecilnya menuju kamar dengan nuasa baby blue dan action figure iron man hampir memenuhi lemari kaca yang berada tepat didepan pintu, kakinya menuju boneka wortel yang berada di jkursi belajar miliknya "Roty... apa yang harus aku lakukan? Bagaimana caranya untuk bisa membuat gambar singa untuk Tae noona yang besar? Kookie saja tidak sampai untuk menjangkau meja kerja appa... lagipula kookie tidak memilik cat warna, kookie hanya punya pensil warna itupun sudah pendek semua tidak akan cukup untuk mewarnai gambarnya nanti, haaaah... apa yang akan kookie lakukan sekarang?" terus berbincang pada boneka orange miliknya tanpa menyadari salah satu kakaknya mendengar pembicaraan seriun antar manusia dan wortel.
Jungkook itu bukan pendiam... tapi dia itu sesosok bocah umur 5 tahun yang sudah tau apa itu ekspresi, hati, masalah dan pikiran yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana caranya untuk tetap terlihat baik didepan semua orang termasuk semua orang dalam keluarganya, dan sayangnya hanya 3 orang saat ini yang sangat mengerti dirinya dan 3 orang itu dalam keadaan tidak mendukung untuk dia jadikan sandaran, pertama eommanya yang syuting, kedua sang noona manisnya yang sehari sebelumnya sempat berdebat dan yang ketiga adalah Taehyung noona kesayangannya yang dengan cerobohnya dia membuat Taehyung sangat marah padanya sekarang.
.
"Jungkoook! Appa, noona dan hyungmu akan berangkat!"
"Neee! Tunggu sebentar!" kakinya berlari kecil menuju pintu keluar hingga matanya teralihkan pada meja ruang tamu, lebih tepatnya sesuatu yang tergeletak disana "Noonaaa! Noona meninggalkan cat noona! Bukankah hari ini noona ada jadwal menggambar?" Jungkook itu sangat hafal semua jadwal anggota keluarga Kim seperti saat ini "Bagaimana jika noona nanti dimarahi ibu guru? Ini..."
Yoongi menggeleng "Aku tidak ingin mengecat sekarang, lebih baik kau simpan saja. Lagipula ibu guru tidak akan memarahiku jika aku tidak membawa cat warna, lagipula aku masih punya spidol dan soal cat warna aku bisa meminjam dari temanku, benda itu membuat tasku kotor nanti," mendengar perkataan sang noona membuat Jungkook berbinar, namun redup kemudian "Noona... apa ... aku... boleh... – Pakai saja, itu untukmu saja. Hari ini masih jadwal menggambar belum mewarnai. Itu untuk kookie saja, daripada kau bosan dirumah," mendengar itu Jungkook langsung melompat memeluk sang noona, mendapat perlakukan yang sangat jarang dari adiknya membuat Yoongi tersenmyum sangat tipis hingga "YAAAK! BAJUKU KUSUT NANTI! BAIKLAH! KAU KELINCI GENDUT JAGA RUMAH YAA! ANNYEONG" semua sudah siap, rencana Jungkook untuk membuat tae noona tidak marah lagi akan segera dilaksanakan.
.
KRIIING... KRIIING...
"..."
"Appaaa!"
"ANNI... appa bisa telfonkan Tae noona agar nanti datang kerumah?"
"..."
"Eung? Tae noona ada di sana bersama Chan daddy?"
"..."
"Ada yang ingin kookie tunjukkan dan kookie ingin minta maaf dengan mengganti milik noona yang telah kookie rusak,"
"..."
"Annyeong,"
.
Saat ini sudah pukul 4 tepat, tepat untuk semuanya Yoongi yang baru pulang bersama Hoseok dan Appanya dan nditambah lagi tamu mereka Taehyung dan daddynya. Saat pintu diketuk saat itu juga Jungkook merasa nsangat senang hingga terdengar suara rengekan yang sangat Jungkook hafal "ANDWEEEE... TAE TIDAK MAU! POKOKNYA TAE TIDAK MAU MASUK!"
"Jangan begitu sayang... kasihan kookie, kata appa joon Kookie telah menyiapkan kejutan untuk mengganti Tae."
"Tapi dia sudah merusak gambar singaku! Harusnya sudah Tae pajang di ruang tamu sekarang - dan berbagai elakan terdengar dibalik pintu membuat Jungkook sedih, namun dia langsung tersenyum begitu pintu rumahnya terbuka "Annyeong... selamat dataaaang!
"ANNYEONG! Tae noonaaa...! kookie sangat senang Tae noona mau kesini. Yoongi noona! Terimakasih catnya, tadi kooki menggunakan semuanya sekaligus, dan hosiki hyung! Tadi kookie meminjam kuas lukis hyung, apa hyung marah?"
Mendengar penuturan adiknya membuat Hoseok tersenyum "Annii! Pakai saja, yang penting jangan sentuh sepatu menari hyung ok?" meskipun terdengar cukup menyakitkan perkataan hoseok hanya dianggap angin lalu oleh Kookie mottonya adalah "Kookie namja! Kookie tidak boleh cengeng kookie harus melindungi eomma dan noona" sedangkan Yonggi menatap adiknya heran, sebenarnya untuk apa car warna yang masih barui itu hingga habis dan bersisa tempoatnya, jika diperhatikan di wajah dan baju jungkook penuh dengan coretan bekas cat warna, entah apa yang dilakukan sekarang perasaan Yoongi lebih tenang karena dia yakin Jungkook memiliki kejutan kecil yang akan membuat Tae noonanya tidak marah lagi tapi disatu sisi sepertinya dia harus ekstra waspada karena mungkin akan ada susuatu yang terjadi –
"Koonie apa kau tidak mau mempersilahkan masuk tamumu?"
"Ah?! Ahahaha... Kookie lupa, Noonaaa... daddy ayoo masuk... duduk dulu di ruang tamu yaaa... kookie sudah menyiapkan cemilan dan kookie juga sudah menyiapkan 6 banana milk untuk kita semuaaa...!"
"Daddy... ayo kita pulang," rengek Taehyung, mendengar itu Jungkook langsung menatap horot Tae noonanya hingga – "Kookie apa yang tadi ingin kau tunjukkan pada Tae noona untuk mengganti gambarnya?" Ini adalah suara Namjoon mencoba menyelamatkan Jungkook dari rasa sedihnya
"Iyaa... noona! Ayo kita ke ruang keluarga! Kejutannya sudah ada disanaa... ayo ayoo... – YAAAK! BERHENTI MENARIKKU KIM JUUUUNG – sejak tgangannya ditari menuju ruang keluarga dan diikuti oleh yang lain Taehyung terus menerus memberontak namun – KOOK? Kookie yang membuat ini semua?" mata inda sang putri keluarga Park berbinar, namun tidak dengan 4 ornag lainnya
SENANG... tentu saja, bagaimana jika barangmu dirusak dan diganti dengan yang baru dan itu lebih baik? Tidsak beda jauh dengan – Daddy... daddy! Ayo foto Tae dan Kookie di disini! Gambar singa Kookie sangat bagus! Lebih bagus daripada milik Tae... ayoo cepat!" terikan senang terdengar dari Taehyung, setelah menerima kejutan kecil pangeran Kim kita. Ternyata rencana kookie adalah membuat gambar singa yang baru untuk Tae noona melalui media dinding yang tidak bersalah dan kuas hoseok serta cat warna Yoongi, dan Taraaaaa... lukisan singa terpampang jelas dengan tinggi 1,5 meter teroppajang in dah didepan mata... Yoongi yang sebelumnya mendengar pembicaraan serius antaa kelinci dan wortel sebelumnya membuat Yoongi hanya terdiam pasrah dengan tindakan ekstrim adiknya, bahkan dia tidak berfikir akan langsung menjadikan dinding polos itu menjadi media langsung tanpa melapisinya dengan kertas, namun berbeda dengan Hoseok yang sudah sangat senang melihat gambaran adiknya
"Appaa... appaaa! Ish ... appa! Ya sudah! Daddy Chan ayooo foto kami dan nanti kita pajang diruang tamu masing masing dan juga kamar! Yoongi noonaaaa ayopooo!" sementara itu
Tatapan kosong, datar dll tidak pindah dari lukisan singa kecil ditembok, iya dia tidak bermimpi "YAAAA! KIMJUNGKOOOK!"
"Iya? Appa suka? Yeeeey...!"
"Aku turut bersimpati pada tembokmu Joon..." sambil menahan tawa menatap rekan sekaligus suamii dari sahabat istrinya.
Semua berjalaYYY "YAAAA! KIMJUNGKOOOK!"
"Iya? Appa suka? Yeeeey...!"
"Aku turut bersimpati pada tembokmu Joon..." sambil menahan tawa menatap rekan sekaligus suamii dari sahabat istrinya.
Semua berjalaYYY "YAAAA! KIMJUNGKOOOK!" Semua berjaln sesuai dengan yang diinginkan kookie, namun hal ini berbeda karena Kim Jungkook/Bunny/Golden tidak ingin gambarnya di cat ulang, hingga pada akhirnya tepat hari itu juga Tae berhasil menjinakkan kelincii liar milik keluarga Kim
.
.
Maaaf yaaaa... tapi kayaknya masih ada 2, terus yang mau dilanjutin di chap 3, tolong RnR
