CHAPTER 2
*
*
*
"Kau belum tidur" .
"yakk..kau mengagetkan ku sehun", desis baekhyun .
"ini bahkan sudah jam 02.15 am kenapa kau belum tidur baek"
"apa terjadi sesuatu", lanjut sehun .
"aku hanya haus", Dan baekhyun menggoyangkan botol mineral nya kearah sehun . Sehun hanya menanggapi nya dengan anggukan .
Dan ikut bergabung duduk disamping baekhyun . Tapi baekhyun lagi-lagi menghela nafas nya . Hingga sehun menengok kearah samping dimana baekhyun tengah terduduk dengan air botol mineral yang hampir kandas .
"aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja", ucap sehun begitu saja . Dan baekhyun hanya menghela nafas nya lagi tanpa menjawab ucapan sehun .
"Baek", panggil sehun kembali karena merasa di acuhkan .
"kau tak ingin bercerita pada ku , aku ini sahabat mu bukan", lanjut sehun .
"Kau sudah pulang di jam segini", alih-alih menjawab baekhyun malah melontarkan pertanyaan . Sehun hanya memutar bolamata nya jengah .
"ya maka nya aku ada di sini sekarang", sahut sehun .
"jawab pertanyaan ku", lanjut sehun kembali .
"tak bisakah aku merasa tenang saat aku tak bisa tidur , aku hanya meminum kopi tadi malam dan sekarang aku tidak bisa tidur gara-gara kafein itu", bohong baekhyun .
"jadi hanya gara-gara kopi", dan dengan bodohnya sehun percaya begitu saja . Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan .
'Kau memang pembohong yang handal' batin sehun .
Baekhyun dan sehun kini tengah menghabiskan waktu pagi nya dengan mengobrol berdua . Membicarakan ini dan itu hingga tak terasa Cahaya matahari mulai muncul menyinari kota seoul . Baekhyun dan sehun beranjak dari tempat nyaman nya dan kembali ke kamar nya masing-masing .
.
.
Hari ini hari minggu hari santai nya untuk chanyeol . tapi tidak untuk baekhyun si pemilik B'Cafe ia harus tetap bekerja demi memantau jalan nya Cafe itu . Sedangkan sehun ia akan tidur dipagi hari dan bekerja di malam hari itu lah seorang DJ Oh .
jam sudah menunjukan pukul 10.00 am Baekhyun tengah siap dengan pakaian rapi nya untuk pergi ke tempat ia bekerja . menuruni anak tangga dengan mata yang setengah mengantuk . Oh ayolah bagaimana Baekhyun tidak mengantuk ia tertidur saat orang lain bangun dari tidur nya di pagi hari .
"Baek kau mau berangkat ke Cafe", tanya sipemilik suara lowbass itu .
"tentu .. aku harus memantau nya setiap hari", sahut baekhyun .
"Beristirahatlah dengan nyaman dihari libur mu sebentar lagi sehun akan bangun jadi kau tidak akan kesepian" .
"atau kau bisa menyuruh minah untuk datang kemari", lanjut baekhyun .
"Bisakah aku ikut dengan mu", itu bukan untuk pertama kalinya jadi mau tidak mau baekhyun hanya mengiyakan menggeser sedikit perasaan yang mulai membuatnya tidak nyaman .
"aku tidak bisa menjawab tidak", Dan chanyeol mengikuti langkah baekhyun keluar dari rumah itu dengan senyuman lebar nya .
.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun tengah diperjalanan menuju B'Cafe itu dengan Chanyeol yang mengemudikan mobil nya . Mereka hanya sesekali bertanya dan berbicara . Baekhyun lebih asik mendengarkan musik melalui earphone nya sedangkan chanyeol asik dengan nyanyian nya sendiri . Mereka layaknya orang asing yang terasa canggung dan baekhyun benci suasana seperti ini , ia merutuk perasaannya dan dirinya yang sekarang .
"Baek kenapa kau tak seperti biasa nya", tanya chanyeol tanpa mengalihkan retina nya dari jalanan di depannya . Baekhyun tidak menjawab bahkan baekhyun tidak mendengarnya karena dua lubang telinga nya sudah tertutupi oleh earphone .
Saat tidak ada sahutan sama sekali dari baekhyun , chanyeol melirik ke arah baekhyun dan ia hanya menghela nafasnya kasar . Dan chanyeol menarik sebelah earphone dari telinga baekhyun .
"Chanyeol", desis baekhyun karena merasa terganggu .
"aku bertanya pada mu baek" .
"Ya apa", sahut baekhyun ogah-ogahan .
"kenapa kau tak seperti biasa nya", Dan chanyeol tengah memparkirkan mobilnya .
"aku" .
"ya kau" .
"sebaiknya kita masuk dulu , ok . Dan lanjutkan pembicaraan ini nanti", ucap baekhyun dan keluar dari mobil itu di ikuti oleh chanyeol .
Baekhyun berjalan beriringan dengan chanyeol dan masuk ke Cafe itu dan disambut oleh salah satu karyawannya seperti biasa . manik sipitnya tengah berkeliling kesetiap penjuru ruangan itu . Ini hari minggu dan Cafe nya tampak penuh oleh pengunjung . Baekhyun menaikan sudut bibir nya merasa bahagia peninggalan orangtua nya yang mereka percayakan pada baekhyun berjalan dengan lancar . Chanyeol yang sedari tadi berdiri disamping baekhyun juga ikut mengembangkan senyum nya . Chanyeol pun ikut merasakan kebahagiaan sahabatnya itu .
"Seperti nya aku tidak akan mendapatkan kursi kosong hari ini", bisik chanyeol ditelinga baekhyun . Baekhyun mengangguk tampak menyetujui .
"kau bisa menunggu ku di ruangan ku dan aku akan menyusul mu keatas nanti", ucap baekhyun .
"ah baiklah tapi aku tidak suka berlama-lama sendirian", ucap chanyeol .
"kau bilang tidak suka berlama-lama sendirian .. bicaralah seperti itu pada dirimu yang belum pernah punya kekasih selama ini", cibir baekhyun .
"yakkk...kau menyindir diri mu sendiri", Baekhyun hanya terkekeh dengan lontaran chanyeol dan pergi meninggalkan silaki-laki tinggi itu .
Baekhyun kembali memfokuskan dirinya ke pekerjaan nya sedangkan Chanyeol kini tengah menunggu baekhyun di ruangan pribadi milik laki-laki manis itu . Chanyeol tengah berkeliling kesetiap sudut ruangan itu hingga retina tajam nya melirik lemari kaca dengan minuman beralkohol yang berjajar dengan rapih .
"aku baru tahu kalau baekhyun mempunyai minuman seperti ini", gumam chanyeol yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri .
Hingga bosan melanda Chanyeol dan ia mencoba kearah dapur dan melihat isi lemari es yang penuh dengan makanan instan dan minuman berkaleng .
"bahkan aku tidak bisa membuat sesuatu", desis chanyeol dan menghela nafasnya kasar . Chanyeol tengah bosan dan sangat bosan saat ini . ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar baekhyun dan menjatuhkan tubuh nya begitu saja diatas ranjang yang tidak terlalu besar namun cukup untuk menampung dua orang .
Hingga tak sadar mata tajam itu perlahan mulai menutup dengan nyamannya . Hanya deru nafas teratur yang kini keluar dari hidung mancung chanyeol .
.
.
"aku akan menemui chanyeol diatas . kau bisa membawa kan ku banana dan strawberry cake lengkap dengan ice americano nya", pinta baekhyun dan diangguki oleh karyawan nya .
"ada teman mu", tanya seseorang .
"Hum , seperti biasa Kris", dan yang dipanggil kris itu hanya mengangguk mengerti .
Baekhyun melangkan kaki nya ke lantai atas dimana ruangan pribadi nya itu berada . Derap langkah nya begitu perlahan hingga tak menimbulkan suara sekecil apapun . Baekhyun membuka knop pintu itu namun hanya kesunyian yang menyambutnya . Hingga langkah nya ia bawa kesatu ruangan kamarnya dan disana lah sosok laki-laki tampan itu tengah berbaring dengan nyaman dan lelap . Baekhyun hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum , melihat bagaimana wajah tampan nya tampak damai saat tengah tertidur .
"kau bahkan masih tampan saat tengah tertidur", gumam baekhyun yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri .
Tatapan nya sontak teralihkan saat seseorang mengetuk ruangan itu dari luar . Hanya butuh beberapa detik dan baekhyun membukanya , sosok kris lah yang tengah baekhyun lihat dengan membawa nampan yang berisi pesanan baekhyun yang seharusnya bukan kris yang membawa nya .
"kenapa kau yang membawa nya", tanya baekhyun .
"aku hanya sedang tidak ada pekerjaan", sahut kris .
"ayo masuklah" .
"apa boleh", kris tampak membola karena ini untuk pertama kalinya kris menginjakan kaki nya diruangan pribadi baekhyun .
"tentu" .
"tapi teman mu", tanya kris kembali .
"Chanyeol sedang tidur", sahut baekhyun .
Dan tanpa banyak bicara lagi kris melangkahkan kaki nya masuk keruangan pribadi milik baekhyun . Disini lah Baekhyun dan kris tengah terduduk di kursi mini bar dengan minuman kaleng yang berada digenggaman masing-masing .
Baekhyun dan kris hanya mengobrol santai sebagai teman bukan sebagai atasan dan bawahan . Karena baekhyun sendiri tidak terlalu suka dengan obrolan yang terlalu formal .
Hingga seseorang dari ruangan kamar miliknya memanggil namanya .
"Baek itu kau", dengan suara seraknya layaknya orang yang baru bangun dari tidurnya .
"seperti nya teman mu sudah terbangun aku akan kembali kebawah" . Baekhyun hanya menganggukan kepalanya dan kris melangkah pergi dari ruangan itu .
Chanyeol keluar dari kamar baekhyun dengan menguap lebar . matanya masih setengah tertutup dengan langkah yang setengah terhuyung pula .
"Cuci muka mu chanyeol .. aishh , kau jorok", cibir baekhyun .
"aku tidak tahu kamar mandinya ada dimana", baekhyun hanya memutar bolamatanya .
"buka mata mu maka kau akan menemukannya" . Chanyeol hanya terkekeh dan membuka matanya melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka nya . Setelah selesai chanyeol kembali ke tempat dimana bekhyun tengah duduk dengan cake strawberry yang sedang ia lahap secara pelan .
"mana punya ku", ucap chanyeol begitu saja .
"ada dilemari es", Dan chanyeol langsung melangkah ketempat yang baekhyun sebutkan . ia mengambil banana cake dan satu cup ice americano milik nya .
Chanyeol dan baekhyun tengah menikmati cake nya masing-masing dengan keheningan hingga beberapa menit suara hening itu terpecahkan oleh suara lowbass milik chanyeol .
"Baek" .
"Hn" .
"apa kau mau membantu ku" .
"membantu", Baekhyun hanya menaikan sebelah alisnya tanda ia tidak mengerti .
"Bantu aku mempersiapkan semuanya" .
"apa yang coba kau bicarakan aku tidak mengerti dengan ucapan mu", sahut baekhyun .
"Bantu aku buat makan malam dengan suasana romantis . aku ingin menyatakan perasaan ku pada minah di depan sahabat ku .. kau dan sehun", Baekhyun sontak menghentikan tangan nya dari acara mari memotong cake nya dan mata sipitnya melirik kearah chanyeol yang tengah menatapnya dengan raut wajah terkejut sekaligus kecewa . Chanyeol melihatnya bagaimana raut wajah baekhyun itu . namun seperkian detik baekhyun merubah raut wajah nya dengan pekikan heboh .
"Wohhh .. ternyata kau benar-benar akan menyatakan perasaan mu . kau melangkah cepat chanyeol", pekik baekhyun .
"aku bahagia untuk mu", baekhyun tengah merengkuh bahu chanyeol dengan senyuman lebarnya .
"kau bahagia", tanya chanyeol setengah ragu .
'tidak tapi harus' batin baekhyun .
"tentu aku bahagia untuk mu chanyeol . jadi dua diantara empat ada yang tidak single lagi , nanti aku dan sehun akan menyusul mu", ucap baekhyun dengan tawa paksa nya .
"kau memang yang terbaik baek", ucap chanyeol dan mengusak rambut baekhyun .
'jangan memperlakukan ku seperti ini lagi chanyeol karena semuanya terasa berbeda sekarang' batin baekhyun .
.
.
.
.
.
Satu minggu berlalu...
sejak obrolan baekhyun dengan chanyeol mengenai makan malam romantis itu . Siang ini tiga orang laki-laki itu tengah mengobrol dan berdiskusi bagaimana agar semua nya berjalan dengan lancar .
Semua nya saling memberi pendapat , saling berkomentar , saling mengkritik dan sesekali beradu mulut . Oh ayolah baekhyun sendiri merasa jengah . Tidak ada yang tahu dengan nasib perasaannya . Bagaimana kecewa nya baekhyun , bagaimana terluka nya hati baekhyun dan bagaimana marah nya baekhyun pada dirinya sendiri yang selalu menyalahkan perasaannya .
Saat semua nya sudah selesai dan sepakat Baekhyun pergi dari tempat itu dengan mengendarai mobilnya .
Disini lah sekarang baekhyun berada diruangan pribadi miliknya tempat ia untuk menenangkan suasana hati dan pikirannya disaat kacau tengah melanda nya .
"Besok", gumam baekhyun dengan tawa mirisnya .
Pikirannya kembali kemasa tiga tahun lalu ..
Flashback...
"eomma , appa" , seorang laki-laki manis tengah menangis pilu di hadapan pusara orangtua nya ."Baek kau masih mempunyai aku", seorang laki-laki tinggi itu memeluk sosok yang tengah menangis dengan sangat erat .
"mereka meninggalkan ku chan", baekhyun masih menangis .
"masih ada aku park chanyeol yang tidak meninggalkan mu dan tidak akan meninggalkanmu", ucap chanyeol masih dengan memeluknya erat dan bahkan semakin erat . Sedangkan sosok yang dipeluk itu semakin menangis dalam pelukan hangat dan nyaman milik chanyeol .
Flashback end ...
"semua sikap mu yang membuatku menumbuhkan perasaan ini chanyeol", gumam baekhyun kembali yang tengah menatap kosong langit-langit ruangan itu .
.
.
.
Esok harinya ...Chanyeol , sehun dan baekhyun kini mereka bertiga tengah mempersiapkan acara untuk malam nanti .
Kini ketiga laki-laki itu tengah sibuk dihalaman belakang dengan mempersiapkan pernak-pernik , bunga mawar merah , lilin , meja makan yang di hias cantik hingga stage kecil lengkap dengan piano nya .
"kau sudah membeli cincin nya", tanya baekhyun dengan denyutan nyeri didada nya .
"tentu aku tidak akan melupakan benda penting itu", sahut chanyeol dengan senyuman lebarnya . Baekhyun hanya mengangguk dan kembali ke pekerjaaannya . ia hanya mencoba menyibukan dirinya agar perasaannya bisa sedikit terlupakan namun nyatanya itu sama sekali tidak bekerja .
Chanyeol kini tengah sibuk memasak untuk hidangan makan malamnya . sedangkan sehun dan baekhyun tengah sibuk dihalaman belakang .
.
.
.
.
.
Malam sudah tiba ...Chanyeol , sehun dan baekhyun sudah berpakaian rapih dengan tuxedo chanyeol bewarna putih sedangkan baekhyun dengan kemeja hitamnya dan sehun dengan kemeja biru tua nya .
mereka kini hanya tinggal menunggu kedatangan gadis itu -Minah- .
.
.
kini Minah sudah tiba dihalaman rumah tiga laki-laki yang ia klaim sebagai sahabatnya itu . Saat kaki dengan sepasang higheels merahnya itu melangkah masuk matanya langsung membola dan terkejut .
"A..apa ini" .
*
*
*
*
*
TBC
Hayooo kira-kira apa ? 'kkk
Gomawo buat Hanya Tuhan Yang Tahu : yeah .. tebakannya bener ya itu emang sehun bukan author 'kkk . itsathenazi , Pied Piper915 Gomawo sudah mampir dan udah ngasih Review nya .
See you di chap depan .. CBHS !!
