Uchiha Sasuke & Haruno Sakura
Disclaimer Naruto : Masashi Kishimoto
Author : Nwk
Chapter :2
"Lembaran Baru, Baru Terbuka"
Krinnngggg...
Dering alarm yang berasal dari jam weaker Sakura.
"Sudah pagi ya?" gumamnya pada diri sendiri.
Setelah itu Sakura memaksakan matanya untuk bangun, dan menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri. Baru saja Sakura selesai mandi seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Sakura-san makanan sudah siap." Kata Ayame dari balik pintu kamarnya.
"Baik. Bilang pada Kaa-chan aku sedang berdandan sebentar." Balas Sakura sedikit berteriak.
"Baik." Merasa mengerti Ayame pergi dari balik pintu kamar Sakura.
.
"Mebuki-sama, Sakura-san akan kebawah sebentar lagi. Dia bilang sedang berdandan." Lapor Ayame.
"Oh iya Ayame Arigatou." Balas Mebuki pada Ayame disertai senyuman ramahnya.
Setelah menunggu sekian menit, akhirnya Sakura menampakkan hidungnya.
"Ohayou Kaa-chan, Tou-" perkataan Sakura terputus karena ia tak melihat keberadaan Ayahnya. "Kaa-chan, Tou -san kemana?" lanjut Sakura.
"Tou-san sedang dinas luar, 2 hari lagi dia datang." Dusta Mebuki, karena sebenarnya Ayah Sakura sedang menyiapkan sebuah kejutan besar untuk anak tercintanya.
"Apa? Kalau begitu nanti aku berangkat ke sekolah dengan apa?" tanya Sakura mengerutkan dahi.
"Jalan kaki saja Sakura, kau itu sudah besar gunakan kedua kakimu! Ini Kaa-chan sudah menyiapkan bekal untukmu makan siang saat istirahat." Balas Mebuki seraya mengalihkan pembicaraan.
"Haah.. baiklah." Kata Sakura pada akhirnya.
Setelah makan Sakura segera berpamitan pada Ibunya.
"Kaa-chan, aku berangkat dulu." Pamit Sakura.
"Ya.. semoga kau selamat." Balas Ibunya lembut.
"Arigatou." Jawab Sakura seraya melenggangkan kakinya menuju pintu gerbang rumahnya.
.
Kini Sakura berjalan sendirian ditengah kota Konoha. Ia harus mengumpulkan ingatannya agar ia tidak tersesat menuju sekolahnya. Sampai akhirnya ia sampai didepan gerbang sekolah yang bertuliskan *KONOHA INTERNATIONAL HIGH SCHOOL* di sebuah papan besar yang terpampang dibagian atas gerbangnya.
"Akhirnya sampai juga." Gumamnya pada diri sendiri. Saat ia berada diparkiran, Sakura merasa tas nya sangat berat karena buku yang ia bawa dipunggungnya. Mungkin itu efek dari capek, karena ia berjalan kurang lebih 3 KM dari rumah sampai sekolahnya. Karena begitu ia memutuskan untuk mengeluarkan sebagian buku paket didalam tasnya dan menentengnya didepan dada.
Saat ia masih berada diparkiran sekolah, Sakura memutuskan untuk menunggu teman-temannya, paling tidak teman sekelas yang sudah mengenalnya agar ia tidak terlalu malu berjalan sendirian.
Tetapi karena merasa lama, Sakura memutuskan untuk tidak menunggu teman-temannya dan melangkahkan kakinya menuju koridor sekolah yang berada didepannya. Tiba-tiba suara teriakan serta pekikkan sedikit menorehkan perhatiannya.
'Ada apa ini?' pikirnya tak mengerti. Tetapi Sakura tetap melangkahkan kakinya, sampai seseorang ada yang menabraknya.
BRUKK
"Aww.." rintih Sakura, karena tubuh langsingnya sukses membentur permukaan koridor sekolah.
Saat ia mendongakkan kepalanya bermaksud untuk meminta pertanggung jawaban dari orang yang menabraknya. Sakura malah diam membeku seperti orang bingung. 'Laki-laki ini kan yang kemarin diparkiran sekolah?' pikir Sakura mencoba mengingat-ingat. Sampai sebuah suara kembali menyadarkannya kealam sadar.
"Kau ingin bangun tidak?" tanya pemuda itu seraya mengulurkan tangannya.
Sontak Sakura menerima uluran tangan itu dan berdiri serta memunguti bukunya.
"Ada yang sakit?" tanya pemuda itu datar.
Saat Sasuke bertanya seperti itu detak jantung Sakura memompa 2 kali lipat kecepatannya. "Ti-tidak, aku ba-baik-baik saja." Jawab Sakura gugup tanpa ia sadari. Saat Sakura meihat kesekelilingnya, ia melihat tatapan penuh kebencian, iri, dan ekspresi lainnya ia dapati dari seluruh siswi yang tadi berteriak-teriak. Apa mungkin mereka meneriaki pemuda itu. Pikir Sakura.
Tapi mereka semua segera bubar kembali ketika melihat Sasuke sudah meninggalkan Sakura ditempat. Untung saja saat itu Ino dan Sai datang menghampirinya.
"Ohayou Sakura, kenapa kau masih disini?" tanya Ino heran.
"Eh? Ohayou Ino. Tidak barusan aku lupa arah." Dusta Sakura.
"Bagitu ya. Ini perkenalkan Shimura Sai kekasihku. Dan Sai ini Sakura Haruno sahabat baruku." Kata Ino memperkenalkan keduanya.
Sai segera mengulurkan tangannya dan disambut oleh tangan Sakura.
"Shimura Sai, panggil saja Sai." Kata Sai.
"Sakura Haruno, panggil saja aku Sakura." Balas Sakura.
Mereka segera mengakhrir salaman itu karena Ino berdehem dan mengagetkan keduanya.
"Kalian ini dinikmati sekali." Kata Ino cemberut.
"Eh Ino aku kan Cuma berkenalan, tak ada maksud apapun." Elak Sakura.
"Tenang Sakura, kekasihku yang satu ini sangat posesif bila aku bersama gadis lain walaupun hanya bertemu pandang." Jelas Sai dengan senyuman polosnya.
Sakura hanya tertawa mendengar penjelasan Sai dan mereka bertiga segera menuju kelasnya karena memang mereka satu kelas di kelas X-1 (Kelas untuk anak tertentu seperti artis, aktor, pelukis, model, serta murid berprestasi).
.
Saat mereka bertiga mulai melewati kelas-kelas tetangga karena memang kelas mereka terletak paling ujung. Sakura mendapat kritikkan tidak sedap karena ia bisa masuk kelas unggulan apalagi kelas yang banyak artis nya itu. Sejumlah artis sesusianya sekolah di Konoha International High School tepatnya dikelas X-1 ini.
"Sudahlah Sakra jangan hiraukan mereka, mereka itu Cuma sirik." Kata Ino menenangkan.
"Ya kau benar Arigatou." Balas Sakura dengan senyumannya.
"Memamngnya kau bisa masuk kelas X-1 ini kau berprofesi sebagai apa? Atau karena prestasi?" tanya Sai.
'Gawat Sai menanyakan hal ini. Aku harus menyembunyikannya sampai waktu yang membukakan semuanya.' Lirih Sakura. "Aku.. Aku juga tak tahu, profesiku ya mungkin seperti gadis lainnya sebagai seorang siswi biasa." Jawab Sakura berbohong.
"Oh begitu ya.. hebat juga kamu Sakura." Puji Sai yang terasa sebuah sindiran untuknya.
Akhirnya mereka bertiga sampai didepan kelas X-1. Banyak yang mengucapkan sapaan pada Sai, Ino, maupun dirinya. Apalagi seperti Naruto dan Lee yang berebutan mengucapkan salam pada Sakura. Akan tetapi Naruto kalah karena ia akan membuat Hinata cemburu dan kesalah pahaman akan terjadi.
"Ohayou Sakura-chan." Sapa Naruto dengan cengiran khasnya.
"Ohayou Naruto-kun." Balas Sakura. Sesaat setelah membalas sapaan Naruto ia mendapatkan kalimat sapaan dari Lee seorang dancer yang terkenal.
"Ohayou Sakura-chan." Sapa Lee seraya mengacungkan jempolnya ke depan wajah Sakura.
"Eh? Ohayou juga ...-" perkataan Sakura terputus oleh Lee.
"Rock Lee tapi panggil saja aku Lee." Kata Lee semangat.
"Baik. Ohayou juga Lee-kun." Balas Sakura dengan senyuman ramahnya.
Sesaat ia sudah membalas sapaan-sapaan yang ditujukan padanya, Sakura menuju bangkunya untuk menyimpan tas dan buku yang masih digenggamnya didepan dada.
"Haah." Sakura menghela nafas panjang sebelum duduk dikursinya.
"Kenapa kau Sakura?" tanya Ino heran karena melihat Sakura yang terlihat capek.
"Tidak apa-apa Ino." Jawab Sakura dengan cengiran.
"Ohayou Sa-Sakura-chan." Sapa Hinata yang berada disebelah kirinya.
"Ohayou Hinata-chan." Balas Sakura.
Tanpa sadar saat ia melihat kearah Hinata Sakura melihat Sasuke yang terduduk dekat Naruto dan Naruto dekat bangku Hinata.
"Ino, kalau yang disamping Naruto itu siapa namanya?" tanya Sakura pada Ino.
"Oh, dia Sasuke-kun, kau tahu? Dia adalah anak seorang direktur Uchiha Corp yang sangat terkenal diKonoha, sekaligus ddia sendiri itu adalah seorang artis papan atas yang sedang naik daun. Tetapi sayangnya ia mempunyai sikap dingin, sehingga bila ia memainkan drama atau film-film lainnya ia selalu menjadi karakter yang jahat. Dulu juga aku pernah dengar ia belum punya pacar loh, karena menurutnya pacar akan mengganggu pekerjaan dan jadwal belajarnya sebagai murid baru." Cerocos Ino bermaksud menjelaskan.
"Oh begitu ya.. Arigatou sudah mau menjelaskannya padaku Ino." Balas Sakura dengan senyumannya.
"Hm." Jawab Ino mengangguk. "Sakura?" tanya Ino tiba-tiba.
"Ya?" jawab Sakura.
"Kau suka Sasuke-kun ya?" goda Ino.
"Ish Ino kau ada-ada saja, walaupun aku menyukainya tetap saja ia tak akan melihat ku." Lirih Sakura.
"Jangan merendahkan dirimu sendiri." Tegas Ino. Sedangkan Sakura hanya mengangguk disertai senyuman.
TENG TENG
Bel pelajaran pertama berbunyi. Tak lama kemudian, seorang Guru yang berwajah sama persis seperti Lee memasuki kelasnya.
"Ohayou minna." Sapa Guy pada seluruh murid kelas X-1.
"Ohayou sensei." Balas semua murid termasuk Sakura, tetapi terkecuali 3 siswa dikelasnya yang tak lain Sai Sasori dan Sasuke seperti biasa.
"Ada yang tidak hadir?" tanya Guy membuka pembicaraan.
"Semua hadir sensei, tetapi kelas ini bertambah satu siswi cantik loh sensei." Jelas Naruto. Setelah Naruto menjelaskan demikian Guy sedikit menelan ludahnya.
"Siapa? Tolong perkenalkan diri kedepan!" perintah Guy sensei.
"Ganbatte!" kata Ino yang berada disisi kanan Sakura, sedangkan Sakura hanya menganggukan kepalanya.
Setelah sampai didepan tepatnya berdiri didekat Guy sensei Sakura segera memperkenalkan diri seperti biasa hanya saja tidak ada kata seperti 'mohon bantuannya' lagi.
"Baiklah, sekarang aku sudah tahu namamu Sakura-chan. Sekarang kau bisa kembali ketempat dudukmu." Kata Guy pada Sakura.
"Baik." Jawab Sakura segera melangkahkan kakinya menuju kursi tempat duduknya.
"Ya sudah! Sekarang buka bab 12 di buku pelajaran kalian, kerjakan latihan soal yang berada disitu! Jangan berisik karena sensei akan keluar ada panggilan dari kepala sekolah." Jelas Guru Guy dan segera keluar ruangan.
"Ah.. Hinata-chan tolong bantu aku." Kata Naruto yang sudah berada didekat Hinata.
"Eh?" karena Naruto yang datang, sentak wajah Hinata memerah menahan malu. "Ba-baik Na-Naruto-kun." Lanjut Hinata.
Sedangkan Sakura dan Ino hanya saling pandang melihat pemandangan antara Naruto dan Hinata.
"Ino apa kau pernah merasa aneh melihat Naruto? Kenapa ya Naruto orang yang agresif bisa bergabung dengan Sasuke Sai Sasori yang pendiam. Apalagi yang tidak aku mengerti ia mempunyai pacar pendiam seperti Hinata?" tanya Sakura heran.
"Forehead di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Kau percaya keajaiban cinta dan dalamnya rasa persahabatan? Mungkin itu semua terjadi pada Naruto." Jelas Ino.
"Oh begitu ya.." kata Sakura mengangguk mengerti.
"Ayo kita kerjakan lagi!" ajak Ino pada Sakura.
"Hm." Balas Sakura disertai anggukan.
Murid kelas X-1 yang berjumlah 20 orang itu sedang kompak mengerjakan tugas yang diberikan oleh Guy sensei pada mereka. Hingga pada akhirnya bel tanda istirahat berbunyi.
TENG TENG
Tidak lama kemudian, Guy sensei memasuki kelas X-1.
"Ada yang sudah beres mengerjakannya?" tanya Guy pada seluruh siswa-siswi.
"Sudah semua sensei." Jawab Naruto.
"Benarkah? Ada yang belum?" tanya nya lagi.
Semua siswa-siswi serentak menggelangkan kepalanya.
"Ya sudah semuanya kumpulkan dimeja saya. Cepat karena sekarang bel istirahat!" tegas Guy pada semua murid.
.
"Forehead kau mau ikut ke kantin bersama kami?" tawar Ino yang sedang memegang tangan Hinata. Tiba-tiba sebuah suara mengintrupsi ketiganya.
"Tunggu piggy Hinata-chan akan kekantin bersamaku!" kata Naruto.
"Hey Naruto berhenti menyebtku dengan panggilan piggy ataupun pig! Kau kan selalu bersama Sai, Sasori, maupun Sasuke disana. Jadi untuk apa kau ajak Hinata-chan?" tanya Ino aneh.
"Tidak. Aku ingin pergi bersama Hinata-chan! Nanti kalau kau ingin bersamanya saat aku sudah sampai dikantin dan bergabung bersama ketiga sahabatku." Balas Naruto. Sedangkan Ino hanya memutar mata bosan.
"Baiklah ini ambil Hinata-chan mu!" kata Ino.
"Gomen Ino-chan." Kata Hinata karena tangannya langsung ditarik Naruto.
Sedangkan Sakura yang melihat kedua sahabatnya hanya tersenyum geli. Tiba-tiba ia teringat panggilan Naruto untuk Ino.
"Ino sekarang aku sudah dapat nama panggilan untukmu!" kata Sakura dengan seringainya.
"Apa?" balas Ino.
"Pig." Kata Sakura mantap.
'Awas kau Naruto.' Geram Ino tertahan.
"Baik terserah kau, sekarang kau mau ke kantin tidak?" tanya Ino tak sabaran.
"Sepertinya tidak karena aku membawa bekal sendiri." Jawab Sakura disertai cengirannya.
"Haah.. bilang saja kau ingin bersama dia!" tunjuk Ino pada Sasuke.
Setelah berucap demikian Ino sesegera mungkin lari seperti dikejar setan merah dibelakangnya.
"Dasar pig!" gerutu Sakura dengan nama panggilan baru.
Sakura segera mengeluarkan bekalnya dari dalam tas nya. Saat ia berniat menawari Sasuke makan, Sakura mengurungkan niatnya karena melihat Sasuke yang tertidur dengan headset dikedua telinganya. 'Tampaknya ia sedang lelah.' Tanya Sakura dalam hati. Tanpa sadar Sakura masih memerhatikan wajah Sasuke yang sedang tertidur dengan damai, sampai sebuah suara mengehentikan kegiatan Sakura yang sedang menatap Sasuke.
"Kenapa kau meperhatikan ku?" tanya Sasuke datar.
"Eh? Siapa yang memperhatikanmu." Elak Sakura.
Karena merasa malu dengan kejadian barusan, Sakura segera mengalihkan perhatian dengan memakan isi bekalnya.
Setelah habis memakan semuanya, Sakura segera membawa diary nya dari dalam tas.
'Mau apa dia?' tanya Sasuke dalam hati. 'Mau menulis dalam diary Eh?' lanjutnya.
"Sedang apa kau?" tanya Sasuke datar pada Sakura.
"Eh? A-aku se-sedang menuliskan jadwal piket kelas." Kata Sakura berbohong.
"Baka. Jadwal piket kelas ada di dinding belakang kelas, bilang saja kau mau mengabadikan harianmu dalam buku itu." Sindir Sasuke.
"Baik..baik kau menang Sasuke-kun, kau betul. Tapi apa pedulimu Eh?" pertanyaan Sakura sukses membuat Sasuke diam sejenak. Sebelum berkata.
"Tidak ada, aku hanya merasa aneh dengan sikapmu." Balas Sasuke tak mau kalah.
"Haah.. ya sudahlah." Ujar Sakura sambil melanjutkan kegiatannya tanpa melihat lagi kearah Sasuke.
Mereka berdua larut dalam keheningan sampai bel masuk kembali berbunyi.
.
Sesaat sesudah bel masuk berbunyi semua siswa-siswi kelas X-1 sudah kumpul kembali dikelasnya.
Dan sesaat kemudian masuk seorang guru IPS ke kelasnya.
"Kon'nichiwa minna." Sapa Asuma (guru IPS dikelas X-1).
"Kon'nichiwa sensei." Balas semua murid seperti biasa.
"Ada yang belum masuk?" tanya nya lagi.
"Tidak." Jawab semua murid lagi terkecuali Sasuke, Sasori, dan Sai.
"Baik kita mulai pelajaran. Kita tidak akan mengisi soal maupun ulangan, karena sensei akan menceritakan sejarah Jepang pada masa kuno." Jelas Asuma.
"Haah.. mulai lagi." Ujar Ino memutar bola mata bosan.
"Eh? Kau kenapa pig?" tanya Sakura sambil menggoda sahabatnya yang satu ini.
"Baik aku sudah terbiasa dengan panggilan barumu Sakura! Tidak, aku hanya malas bila mendengarkan Asuma sensei berbicara tentang sejarah. Karena selalu saja diputar-putar materi nya!" jelas Ino.
"Oh." Tanggap Sakura singkat, dan langsung mendapat tatapan tajam dari Ino. Sedangkan yang mendapat tatapan hanya dapat tersenyum dengan cengiran.
"Hey sudah Ino dan..-" Asuma tidak melanjutkan perkataannya karena belum tahu nama Sakura.
"Sakura sensei." Kata Sakura melanjutkan karena mendapat tatapan seakan 'siapa kamu' dari Asuma.
"Ya Sakura. Jangan berbicara saat jam pelajaran sensei! Tapi sebelumnya sensei belum pernah mendengar nama Sakura dikelas ini, apa dia murid baru?" tanya Asuma pada seluruh murid. Dan seluruh murid termasuk Ino dan Sakura menganggukan kepalanya. "Apa nama kelanjutan mu Sakura? Asal sekolahmu dimana?" tanya Asuma terus-terusan.
"Nama saya Sakura Haruno sensei, saya pindahan dari 'Sunagakure High School', umur saya 17 tahun, dan –" perkataan Sakura terputus oleh Asuma.
"Cukup, sensei tidak menanyakan semua identitasmu Sakura!... sudah kita mulai lagi pelajaran. Sampai mana tadi?" tanya Asuma.
"Sampai terjadi pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki sensei." Jawab Naruto sendirian.
"Wah rupanya masih ada yang mendengarkan." Puji Asuma. "Baiklah kita lanjutkan." Lanjutnya.
.
TENG TENG
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua murid bersiap pulang setelah Asuma pamit dan keluar dari kelas mereka lebih dulu.
Teng..
Tiba-tiba bunyi pesan masuk dari HP Sakura berbunyi. Sakura segera membuka isi pesan itu di HP nya.
'Sakura cepat pulang! Tou-san punya kejutan untukmu.' Begitulah isi pesan dari Ibunya itu.
Sakura segera mengetik untuk membalas pesan, yang berisi. "Baik Kaa-chan." Balas Sakura segera mengklik tombol replay pada HP nya.
"Forehead kau mau kemana? Sepertinya kau buru-buru?" tanya Ino penasaran.
"Iya kau benar Ino aku sudah ditunggu Kaa-chan dirumah. Ya sudah kalau begitu aku pulang duluan ya! Jaa..." pamit Sakura langsung keluar dari kelas.
"Jaa.." balas Ino.
"Ino-chan Naruto-kun sudah menunggu ku untuk pulang bersama. A-aku du-duluan ya." Pamit Hinata pada Ino.
"Baik. Aku juga sudah ditunggu Sai disana." Balas Ino. Saat ia sudah memasukkan semua buku-buku kedalam tas, Ino sedikit melirik pada bangku Sakura.
"My diary H. Sakura." Gumam Ino membaca sebuah buku yang tersimpan diatas meja Sakura. "Mungkin ia lupa tidak membawanya." Gumam Ino lagi. Ia segera membawa buku diary itu dan memasukkannya kedalam tas miliknya.
"Tunggu Sai-kun." Kata Ino setengah berteriak entah pada siapa.
.
"Kenapa kau lama sekali Ino?" tanya Sai saat Ino sudah sampai diparkiran, dan memasuki mobil nya di pintu depan tepatnya dekat Sai.
"Emhh.. aku sudah ada urusan sebentar Sai-kun." Jawab Ino.
"Oh.. urusan apa? Kita kan satu kelas?" tanya Sai heran setelah sekian detik diam.
"E-eh? Itu urusan perembuan." Dusta Ino pada Sai.
Setelah mendengar penjelasan Ino Sai hanya menyeringai memaklum.
.
(#_#)
"Tadaima." Ucap Sakura sambil membuka pintu rumahnya.
"Okaeri, akhirnya kau datang juga Sakura-chan." Kata Ibunya menyambut kedatangan Sakura sembari mengiringi langkah Sakura untuk menuju ruang keluarga.
"Kaa-chan ada apa ini? Mana Tou -san?" tanya Sakura seakan lupa dengan permintaan nya dulu pada Ayahnya.
"Tuh." Tunjuk Ibu Sakura pada Ayahnya, yang baru keluar dari kamar Sakura.
"Tunggu kenapa Tou-san masuk ke kamarku?" tanya Sakura heran.
"Tidak apa-apa. Lagi pula kamarmu kamar Kaa-chan dan Tou -san bukan?" tanya balik Ayahnya. Sakura hanya mengangguk, karena merasakan aura yang berbeda dalam keadaannya sekarang ini.
"Kau tidak masuk kamar Sakura-chan?" tanya Ibunya sembari menutup kedua hidungnya seakan mengatakan bahwa badan Sakura bau.
"Haah.. Kaa-chan, baik-baik aku akan mandi." Balas Sakura menuju kamarnya yang berada dilantai dua. Saat melihat kepergian Sakura Ayah dan Ibunya tersenyum seraya saling pandang dengan tatapan penuh misterius.
.
Saat masuk kedalam kamar, Sakura lupa pada sms dari Ibunya yang mengatakan akan diberi kejutan besar. Awalnya Sakura juga tidak mengerti dengan sikap Ibunya karena ia belum menyadari maksud yang tergantung sebenarnya.
Sakura langsung saja menuju kamar mandi, tetapi ia masih penasaran karena Ayahnya baru saja beluar dari dalam kamarnya. Sakura mengalihkan pandangannya pada meja belajarnya, disana sekilas ia melihat sebuah kunci yang tersimpan dekat laptopnya.
"Kunci apa itu? Sepertinya aku tidak punya kunci seperti itu?" tanya Sakura heran. Sakura mengalihkan haluan menuju meja belajarnya untuk meneliti kunci yang tertera disana. Saat sudah sampai di depan meja belajar, Sakura langsung merasakan hawa bergejolak karena kunci itu bukan kunci biasa.
"Kunci mobil?" tanya Sakura berteriak. Setelah berteriak Ayah dan Ibunya masuk ke kamar Sakura.
"Ada apa Sakura?" kata Ibunya pura-pura tidak tahu.
"Kaa-chan, Tou-san! Arigatou." Ucap Sakura langsung menerjang kedua badan orang tuanya tanpa membalas pertanyaan sebelumnya yang diajukan oleh Ibunya.
"Doitte. Sekarang kau berjanji pada Kaa-chan dan Tou-san bahwa kau akan lebih banyak belajar, dan tidak akan kesiangan masuk sekolah ya!" kata Ayahnya. Sakura hanya bisa mengangguk meng iyakan.
"Tapi mobil nya dimana?" tanya Sakura tak sabaran.
"Nanti, Kaa-chan dan Tou-san akan melihatkannya padamu, tetapi setelah kau mandi!" intrupsi Ibunya, langsung dilaksanakan Sakura pada saat itu juga tanpa banyak alasan seperti biasa.
"Ayo kita keluar, biar Sakura saja nanti yang mengetahui dengan sendirinya." Ajak Ayahnya Sakura pada Ibunya.
"Ayo Kizashi-kun." Balas Ibunya setuju dan mereka langsung keluar dari kamar Sakura dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam, dan menunggu makan malam (untuk Ayah Sakura).
.
"Kaa-chan, Tou-san aku sudah man-" perkataan Sakura terputus karena ia tidak mendapati kedua orang tuanya dikamarnya.
"Haah.. dari pada mencari mereka lebih baik aku cari sendiri dimana mobil baruku, setelah aku berpakaian." Gumam Sakura sendiri.
Setelah memutuskan demikian, Sakura langsung menuju lemari pakian, dan mengeluarkan pakaian piyama dari dalam lemari bajunya. Setelah berpakaian Sakura segera keluar kamar menuju garasi.
.
Sesampainya diluar rumah tepatnya di depan garasi, alangkah terkejutnya Sakura ketika mendapati mobil swift berwarna pink yang dibelikan oleh Ayahnya.
"KYAA.. bagusnya." Ucap Sakura. Walaupun Sakura mempunyai dua mobil lagi yaitu mobil vios dan BMW tetap saja bukan miliknya pribadi melainkan milik kedua orang tuanya satu-satu. Dan sekarang terpenuhi sudah keinginan Sakura. Semua anggota keluarganya sudah mempunyai mobil satu orang satu, dan tidak akan ada kata antar lagi sekarang karena semua sudah memiliki kendaraan masing-masing.
Setelah mecoba dan mengecek mobil barunya itu Sakura segera menuju dapur karena merasa haus setelah berteriak dan merasa lapar setelah bulak-balik menguji mobil barunya itu.
.
"Bagaimana Sakura kau suka?" tanya Ayahnya.
"Sangat." Sela Sakura cepat disertai anggukan.
"Yokatta kalau kau suka." Kata Ibunya menanggapi.
Dan sekarang mereka bertiga larut dalam keheningan karena acara makan malam yang teratur.
Setelah makan selesai Sakura merasakan ada yang hilang dalam daftar anggota rumahnya.
"Kaa-chan dimana Baa-chan?" tanya Sakura saat merasa Ayame tidak terlihat di sekeliling ruangan rumahnya.
"Ayame-chan sedang pulang kampung karena Kaa-chan nya sakit, jadi Kaa-chan ijinkan saja dia untuk pulang kampung, lagi pula Kaa-chan akan pergi menemani Tou -san dinas luar di kota Ame dalam jangka waktu 1 tahun. Kaa-chan sengaja tidak akan mengajakmu karena beberapa faktor yaitu :
Kau tidak mungkin pindah sekolah terus-menerus, ke dua
Kau sudah mempunyai semua kebutuhanmu mulai dari seragam, baju santai, HP, laptop, sampai mobil sudah Tou-san belikan.
Dan mungkin kalau kau ikut Kaa-chan dan Tou-san tidak akan banyak waktu untuk memperhatikanmu"
Jelas Ibunya pada Sakura. Setelah mendengar penuturan tersebut, Sakura hanya bisa menghela nafas panjang dan mulai menatap kembali Ibu dan Ayahnya yang masih berada sisi kanan dan kirinya.
"Kalau kalian pergi, disini aku bersama siapa?" tanya Sakura sedih.
"Tenang Sakura, kau disini bersama Ayame." Jelas Kizashi pada putri semata wayangnya.
'Tapi ada untungnya juga aku sendirian disini.' Kata Sakura dalam hati. "Baiklah kalau begitu, Sakura pamit ke atas ya Tou-san Kaa-chan. Mata Sakura sudah mau menutup." Jelas Sakura sembari memperlihatkan raut wajahnya yang konyol.
"Baiklah." Balas Ibunya mengangguk. Tetapi sebelum tiga langkah Sakura kembali memutar tubuhnya.
"Kapan kalian pergi?" tanya Sakura.
"Besok pagi." Jawab Ayahnya. Dan sekali lagi Sakura harus menghela nafas panjang.
"Baik. Aku tunggu kembali nya kalian Tou-san Kaa-chan." Ujar Sakura dan segera meninggalkan ruang makan untuk bersiap menuju mimpi indahnya.
Sesaat Sakura baru duduk disisi ranjangnya, ia mulai ingat sesuatu. 'Kejadian ini belum aku tulis dibuku diary.' Ingat Sakura berkata dalam hati. Ia segera mengurungkan niatnya untuk tidur karena ingin menuliskan isi hatinya dibuku diary yang selalu ia bawa.
.
"Dimana bukuku?" tanya Sakura pada dirinya sendiri, setelah ia membuka semua bagian tas nya ia tidak menemukan diarynya disana.
"Apa ketinggalan, dibangku kelas?" tanyanya lagi mulai panik. "Bisa jadi masalah besar kalau buku itu sampai ketinggalan. Semua rahasia, semua foto, identitas, dan foto bareng fans. Semua aku tempel ke kertas buku diary itu. Aduh gimana ya kalau ada yang baca atau ada yang membawanya dan kemungkinan besok akan disebarkan! Bisa mati aku." Cerocos Sakura panik dengan jalan kesana-kesini.
"Tenangkan dirimu Sakura, jangan berfikir yang lain-lain berfikirlah positif. Semoga yang menemukannya adalah orang baik-baik." Lirih Sakura. Walaupun ia tahu meski identitas nya diketahui semua orang di kelasnya, tetap saja ia merasa malu karena orang asing berada di daerah tetangga. Meskipun semua murid di kelas X-1 bukan anak biasa ia tetap tidak akan merasa tenang.
"Haah.. daripada aku berfikiran negative lebih baik aku tidur, pamit, dan pergi ke sekolah menggunakan mobil baru." Gumamnya. "Baik sekarang aku akan tidur." Lanjutnya pada diri sendiri.
Saat itu juga Sakura berada di alam bawah sadarnya (mimpi).. semoga mimpi indah Saku ;p.
.
TBC
Maaf Cuma bisa up-date segini, soalnya kalau buat fic kaya gini memerlukan konsentrasi yang penuh, dan ketenangan. Sedangkan ini keributan yang ada -_-..
Mohon review nya ya dari para readers.. aku sudah membuat fic ini sebaik mungkin ;p demi readers yang katanya pengen sedikit di panjangin ceritanya.. tapi cerita ini emang satu hari-satu hari.. ;)
Oke deh Arigatou Gozaimashita :)
Untuk chapter 4 (bagian 3) mungkin kalau keburu 3 hari lagi :D
