PART 3

Title: I Hate You, My Teacher

Author: ChieKyu_SparKyu

Cast:

-Kim Ryewook / Wookie (yeoja)

-Kim Yesung (namja)

-Cho Kyuhyun

-Lee Donghae

-Choi Siwon

Genre: Genderswitch, Romance

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, orangtua nya dan SMEnt. But, CHO KYUHYUN IS MINE *dilarang protes*

Ini fict murni dari imajinasi saya. So, jangan plagiat!

Summary: Wookie yang notabene nya anak pemilik sekolah dan sahabat-sahabatnya akan melakukan balas dendam kepada seorang guru baru di sekolahnya karena suatu insiden yang tak disengaja terjadi. *summary macam apa ini?*

Warning: Ini adalah fict pertama saya. So, mian jika ceritanya gaje dan gak bermutu. Bagi yang nggak suka GENDERSWITCH nggak usah baca. Dont Like, Dont Read. Buat yang baca, please RnR yah demi kelangsungan ff ini dan jangan lupa berikan kritik dan saran anda.

-Rumah Wookie-

"Umma, Wookie pulang.." teriak Wookie saat membuka pintu rumahnya dan melihat umma nya sedang membaca majalah di ruang tamu.

"Annyeong, ahjumma." sapa Kyuhyun, Donghae dan Siwon.

"Eh, ada kalian juga. Tumben jam segini kalian sudah sampai rumah?" tanya Heechul dengan tersenyum ramah.

"Iya. Ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Umma kita ke kamar Wookie dulu yah, umma." kata Wookie lalu beranjak menuju kamarnya.

"Ya sudah. Kalian sudah makan siang?" tanya Heechul

"Sudah tadi di kantin. Wookie duluan yah, umma" pamit Wookie.

"Permisi, ahjumma." pamit tiga namja yang mengekor di belakang Wookie.

"Ne, silahkan. Nanti umma panggil kalau makan malamnya sudah siap," seru Heechul.

"Hah.." Wookie melemparkan tubuhnya di atas bed king size miliknya.

"Wookie, kau hutang penjelasan dengan kami." ucap Kyuhyun diamini oleh Donghae dan Siwon.

"Iya iya, teman-temanku yang cakep.." jawab Wookie sambil tersenyum.

"Wook, apa maksudmu tentang target itu? Apakah targetnya itu Yesung Seongsaengnim?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Yupz. Bener banget."

"Emang alasannya apa?" Kini giliran Donghae yang buka suara.

"Huh.. Sebenarnya aku malas membicarakan hal ini lagi." Wookie menghela nafasnya.

"Kalian tahu, dia itu guru mesum. Dia adalah orang yang cium aku tadi pagi." jelas Wookie dengan tampang suram mengingat kenangan buruk tersebut.

"MWOO?" Kyuhyun, Siwon, Donghae kompak berteriak.

"Eh, Apa-apaan kalian. Kalian mau bikin aku diusir dari komplek ini gara-gara bikin keributan eoh?" omel Wookie sambil menutup telinganya.

"Eh, mian Wookie. Kita cuma kaget kok bisa guru baru itu menciummu." jawab Siwon disertai anggukan Kyuhyun dan Donghae.

"Yah, menurutnya sih itu cara paling tepat untuk membuat aku masuk kelas," terang Wookie malas.

"Cara macam apa itu! Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus balas itu guru mesum!" Kyuhyun berkoar-koar seperti orang yang demo di depan gedung DPR.

"Ya. Kita harus balas dia." giliran Donghae yang seperti orang demo.

"Oke. Oke. Tapi kita tidak bisa menggunakan cara seperti biasa untuk memberinya pelajaran. Kita harus menggunakan strategi." Wookie tersenyum licik.

"Kita kerjain dia setiap hari saja. Gimana?" saran Kyu dengan aura evil yang terpancar.

"Ehm,, ide bagus. Kita lakukan mulai besok." ucap Wookie dengan menyeringai.

"Sipp" sahut Siwon dan Donghae.

"Oke. Kita main game yuk.. Bosan bahas guru mesum itu terus." ucap Wookie.

-Jam makan malam-

"Anak-anak.. Ayo makan malam dulu." teriak Heechul dari ruang makan.

"Iya, eomma. Tunggu bentar." teriak Wookie tak kalah keras.

Wookie membangunkan ketiga namja yang ketiduran di kamarnya seusai main game tadi.

"Woy,, Bangun.. Nggak ada yang mau makan ya? Ya sudah deh, makanannya aku habiskan saja," ancam Wookie.

"Jangannn.." Trio namja itu sontak bangun mendengar jatah makan mereka mau disikat (?) sama Wookie.

"Cih,, Dasar.. Makanan mulu yang diinget." gerutu Wookie lalu beranjak menuju ruang makan.

*Ruang Makan*

"Appa.." Wookie memanggil appanya yang sedang duduk manis di meja makan dengan manja dan mengalungkan tangannya di leher sang appa.

"Eh, anak appa yang cantik ternyata." ujar Hankyung sambil mencium pipi anak semata wayangnya.

"Hari ini, eomma masak makanan kesukaan kalian. Ayo, anak-anak dimakan," seru Heechul.

"Wah,, ddokbokki.. Pasti enak, " kata Wookie dan teman-temannya yang kini telah duduk manis di kursi makan sambil memandang lezat ddokbokki di hadapannya.

"Selamat makan." seru Hankyung.

"Ehm, masakan ahjumma benar-benar lezat." puji Donghae dengan mengunyah makanannya.

"Terima kasih" ucap Heechul tersipu.

"Kita boleh sering-sering numpang makan disini kan ahjumma? " tanya Kyuhyun mengharap.

Heechul tersenyum "Iya. Tenang saja. Ahjumma sudah anggap kalian seperti anak ahjumma sendiri kok. Iya kan, appa?"

"Iya. Kalian kan sahabat Wookie, jadi kalian sudah kami anggap seperti anak kami sendiri" jelas Hankyung sambil tersenyum.

"Yee,, makan enak gratiss.." sorak Kyuhyun yang diikuti Siwon dan Donghae

"Uh,, dasar.. Maunya yang gratis mulu." cibir Wookie

"Itu keuntungan buat kita. Bisa makan masakan seenak ini, gratis pula. Ya nggak? " sanggah Siwon dengan melirik Donghae dan Kyuhyun di sebelahnya.

"Betul." jawab Kyuhyun dan Donghae serempak.

"Sudah.. sudah.." Hankyung menghentikan perdebatan kecil tersebut.

"Ehm,, Wookie chagi, kamu sekarang kan sudah mau kelulusan jadi appa dan eomma berniat untuk memberi guru private buat kamu. Bagaimana Wookie?" tanya Hankyung

"Ehm, terserah kalian saja deh" jawab Wookie nurut

"Bagus. Kamu tentuin sendiri gurunya atau appa dan eomma yang tentukan?" tanya Hankyung

"Ehm,, appa dan eomma saja deh yang tentukan. Wookie malas ngurusi hal kayak begituan," jawab Wookie.

"Ahjussi, ahjumma. Kami pulang dulu. Gomawo atas makan malamnya." pamit Kyuhyun begitu makanannya habis.

"Kami juga pamit, ahjussi ahjumma. Gomawo." ucap Siwon dan Donghae

.

"Wookie, kita pulang dulu yah." ucap Donghae sambil mengacak-acak rambut Wookie.

Keesokan Harinya di Sekolah...

"Wook, bagaimana?

jadi tidak?" tanya Siwon.

"Jadi dong," sahut Wookie.

"Kayaknya misi kita kali ini bakalan seru nih," seru Donghae.

"Iya. Biasanya yang kita gangguin tuh anak-anak. Sekarang bapak-bapak. Hahaha," Donghae tertawa evil kemudian diikuti oleh Siwon dan Wookie.

"Eh, tumben Kyuhyun belum datang? Kemana dia?" tanya Wookie baru menyadari kalau Kyuhyun tidak ada.

"Iya ya. Sebentar. Aku telepon saja deh dia," ujar Siwon seraya mengambil ponselnya dan segera menelepon Kyuhyun.

"Kyu, kau dimana sekarang? Tumben belum datang," ucap Siwon ketika Kyuhyun menjawab telepon darinya.

'Aku masih di jalan. Aku habis beli sesuatu untuk memudahkan misi kita,' terang Kyuhyun di seberang.

"Sesuatu apaan? Cepat datang yah. Penasaran nih kita," tanya Siwon penasaran.

'Ada deh pokoknya. Lihat saja nanti. Ini saja aku baru terlintas ide beginian. Langsung aku siapkan perlengkapannya, biar nanti kalian tidak repot,'

"Wah, serius sekali kau dalam bidang kerja-mengerjai orang. Benar-benar Evil Kyu. Hahaha," sindir Siwon.

"Cho Kyuhyun.." sahut Kyuhyun bangga.

"Ya sudah deh. Bye," Siwon berniat menutup teleponnya.

'Eh, beritahu Wookie dan Donghae kalau aku baru menemukan ide tambahan,' ujar Kyuhyun membuat Siwon tak jadi menutup teleponnya.

"Oke," Siwon memasukkan ponselnya kembali ke dalam kantongnya.

"Wook, Hae.. Kyuhyun punya ide tambahan untuk misi kita. Dia bahkan sudah mempersiapkan perlengkapannya. Berarti nanti kita tinggal jalan saja," jelas Siwon kepada Donghae dan Wookie.

"Sipp.. Otak Kyuhyun benar-benar encer buat hal beginian. Hahaha," ucap Donghae entah bermaksud memuji atau mengejek Kyuhyun. Wookie yang mendengarkannya hanya manggut-manggut sambil memikirkan kira-kira rencana apa yang dibuat Kyuhyun.

~KRIINGGG~ Bel tanda masuk sekolah

"Hosh.. Hosh.." Kyuhyun mengatur napasnya lalu duduk di bangkunya. Hampir saja dia telat masuk sekolah.

"Nih.." Wookie menyodorkan sebotol minuman kepada Kyuhyun.

"Gomawo, Wookie." Kyuhyun langsung meneguk

air dalam botol tersebut.

"Kyu, beritahu rencana barumu dong," pinta Wookie.

"Sini, aku bisikkan," Wookie mendekatkan kepalanya ke Kyuhyun.

Saat Kyuhyun sedang membisikkan ide evilnya, Yesung baru memasuki kelas dan terkejut melihat pose KyuWook seperti orang berciuman jika dilihat dari tempat sekarang ia berdiri.

'Eh, apa-apaan mereka. Ciuman kok di kelas sih. Seperti tak punya tempat lain saja. Nggak malu apa sama teman-temannya. Berarti masih lebih keren aku pas cium Wookie di atap deh kalau gitu. Kan di atap sepi. Ehh, mikir apaan sih aku ini,' batin Yesung lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Annyeong, anak-anak" sapa Yesung agak keras saat ia telah sampai di mejanya. Hal itu membuat KyuWook membubarkan acara bisik-bisik tetangganya barusan.

"Anak-anak, hari ini seongsaengnim akan menjelaskan tentang macam-macam tenses dalam Bahasa Inggris. Kemungkinan bab ini yang paling banyak muncul dalam ujian kelulusan nanti," jelas Yesung.

Yesung berbicara panjang lebar sudah sekitar satu jam. Hampir semua murid memperhatikan penjelasannya, kecuali 'Empat Serangkai' yang entah sudah melayang kemana pikirannya. Mereka sedari tadi hanya seolah memperhatikan tapi kenyataannya tak ada satupun yang masuk ke otak mereka. Jangankan masuk otak, baru masuk telinga kanan saja sudah keluar lagi. Kasian telinga kirinya tak kebagian jatah mendengar. Untung saja, dulunya mereka sering berlibur ke luar negeri sehingga setidaknya mereka tidak babo-babo amat dengan Bahasa Inggris.

"Sudah mengerti anak-anak?" tanya Yesung seusai menjelaskan.

"Mengerti, seongsaengnim."

"Bagus. Saya akan memberikan latihan soal lagi seperti kemarin. Saat jam istirahat, lembar jawabannya harus sudah ada di meja saya," ucap Yesung seraya membagikan soal latihannya.

"Jelas, anak-anak?" tanya Yesung memastikan.

"Jelas, seonsaengnim."

"Ya sudah. Saya tinggal dulu yah. Saya ada perkerjaan lain. Annyeong," ucap Yesung seusai membagikan soalnya lalu meninggalkan kelas menuju ruangannya.

~Jam Istirahat~

"Apakah kalian sudah selesai?" tanya Wookie kepada sahabat-sahabatnya.

"Sudah semua. Ayo kita kumpulkan," ajak Siwon sambil mengambil lembar jawaban miliknya, Donghae dan Kyuhyun untuk dijadikan satu.

"Ayo, teman-teman. Kalian ikut ke ruang guru tidak?" tanya Wookie kepada Kyuhyun dan Donghae yang sedari sibuk dengan kegiatan lain entah apa itu.

"Ikut..." jawab Donghae dan Kyuhyun serempak.

"Ayo," Empat serangkai kemudian meninggalkan kelasnya dan menuju ruang guru.

"Kelihatannya sibuk sekali tuh guru," ujar Kyuhyun ketika mereka sampai di depan ruang guru.

"Iya." jawab Siwon dan Donghae dengan mengamati Yesung yang kini sedang berkutat dengan laptopnya dan beberapa tumpuk kertas di mejanya.

Wookie hanya terdiam, tak menyahuti perkataan teman-temannya. Dia terlalu fokus memperhatikan Yesung yang sedang sibuk kemudian matanya mengitari seluruh ruang guru dengan detail.

"Wook, ayo kita masuk. Capek nih berdiri terus disini," ajak Donghae.

Wookie menghentikan langkah teman-temannya yang hendak memasuki ruangan, "Tunggu. Aku sedang mencari ide buat ngerjain dia. Mumpung sekarang dia lagi sibuk." Mata Wookie masih fokus berkeliling di dalam ruangan tersebut.

'Tingg' Mata Wookie berbinar ketika dia melihat ke arah kolong meja Yesung.

"Ahaa.. Aku dapat ide. Mana lembar jawabannya, biar aku yang memberikan ke dia. Kalian tunggu disini saja." ucap Wookie lalu memasuki ruangan tersebut.

"Annyeong, seongsaengnim." sapa Wookie sok ramah kepada Yesung.

"Ne. Ada apa?" tanya Yesung yang masih tetap fokus dengan pekerjaannya tanpa melihat siapa yang mengajaknya bicara sehingga ia tak menyadari yang ada di hadapannya adalah Wookie.

"Mian mengganggu. Ini lembar jawaban saya, seongsaengnim."

"Iya, taruh situ saja," ucap Yesung yang masih tetap fokus dengan pekerjaannya.

"Ne, seongsaengnim. Oops.." Wookie sengaja menjatuhkan lembar jawaban itu. Wookie langsung merendahkan badannya seolah berniat hendak memunguti lembar jawaban tersebut.

Sebenarnya dia ingin menjalankan misinya, yaitu mengerjai Yesung begitu ia melihat tali sepatu Yesung terlepas dua-duanya tadi. Perlahan tangan Wookie meraih kedua tali sepatu Yesung kemudian mengikatnya menjadi satu dengan hati-hati. Selesai. Tali sepatu Yesung kini telah menyatu antara yang kanan dan kiri dengan erat. Yesung masih berkutat dengan pekerjaannya sehingga tak menyadari apa yang Wookie perbuat kepad sepatunya.

Wookie memunguti lembar jawaban yang sedari tadi berserakan di sebelahnya kemudian berdiri lagi. "Saya taruh sini ya, seonsaengnim. Kamsahamnida. Permisi," Wookie bergegas keluar ruangan dengan tersenyum evil.

"Wookie, apa tadi yang kamu lakukan di kolong meja? Kok lama sekali nggak berdiri-berdiri," tanya Donghae yang disertai anggukan Kyuhyun dan Siwon.

"Kita lihat saja. Sekarang kita harus buat guru mesum itu berdiri dan berjalan," ucap Wookie.

"Hei, kau sini." panggil Wookie kepada seorang anak yang kebetulan lewat di depannya.

Anak itu bergegas menghampiri Wookie cs dengan raut muka sedikit ketakutan. "Sunbae yang manggil saya tadi?"

"Bukan. Obama tuh yang manggil kamu. Ya, jelas aku lah yang manggil kamu. Nggak dengar apa." jawab Wookie galak.

"Mi.. Mianhamnida sunbaenim. Ada perlu apa sunbaenim memanggil saya?" tanya anak itu ketakutan.

"Huh, kau sampaikan pada Yesung seongsaengnim kalau ada tamu penting yang menunggu dia di lapangan. Sudah sana sampaikan!" perintah Wookie.

"Baik, sunbaenim." Anak itu mulai memasuki ruangan dan menyampaikan pesan tersebut. Wookie cs hanya mengintipnya dari luar sambil memamerkan evil smile mereka.

"Baik. Akan segera saya temui. Kamsahamnida," ucap Yesung kepada anak itu seusai ia menerima pesan tersebut.

'Tamunya siapa ya? Perasaan aku tak punya janji sama sekali deh. Ya sudahlah aku temui dulu,' batin Yesung lalu berdiri dan hendak melangkahkan kakinya, tapi..

BRUKK

Yesung tersungkur di lantai. Wookie cs yang sedang mengintip dari luar kini berusaha menahan tawanya melihat Yesung yang terjatuh di lantai dengan gerakan roll depan.

"Aduh, sakit." Yesung mengusap pantatnya kemudian melihat kedua tali sepatunya yang terikat satu sama lain.

"Lho, kok talinya bisa terikat kayak gini. Perasaan tadi nggak kayak gini," ucap Yesung bingung. Wookie cs semakin tertawa melihat tampang babo gurunya tersebut.

Yesung melepaskan ikatan tali sepatunya lalu mengikatnya dengan benar. "Ah, mungkin saja tadi aku tak sadar mengikatnya seperti ini."

Ternyata dia benar-benar tidak sadar kalau Wookie lah pelakunya. "Ya sudahlah. Tak penting buat dipikirkan sebaiknya aku segera menemui tamunya," ucap Yesung seraya bangkit dari duduknya di lantai tadi.

Wookie cs yang mendengar Yesung hendak keluar lapangan segera berlari menuju kelas dengan menahan tawa.

"Hahahaha." Tawa Wookie cs pecah sesampainya di kelas.

"Sumpah. Haha.. Nggak nyangka kalau dia itu babo banget. Hahaha," ucap Kyuhyun sambil tertawa.

"Hahaha.. Iya. Ternyata selain mesum, dia juga babo. Hahaha," sahut Wookie dengan tertawa dan memegangi perutnya.

"Iya. Apalagi dia tak sadar lagi kalau kau pelaku. Benar-benar babo. Hahahaha," seru Donghae dengan memukul-mukul meja sangking tak kuatnya menahan tawa.

"Kau benar-benar hebat, Wookie," puji Siwon.

"Wookie gitu.." sombong Wookie.

"Hahahahaha," Empat serangkai tersebut masih tak bisa berhenti tertawa.

"Sering-sering aja kita ngerjain guru babo itu. Lumayan buat hiburan. Hahahaha," usul Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang sedikit kaku karena kebanyakan tertawa.

"Ide bagus. Tampang babonya tak boleh terlewatkan. Hahaha," sahut Wookie.

TBC..

Gomawo yang udah review… Mian saia gak bisa balas satu-satu coz saia upload dri hape..

Klo review nya banyak, saia bakalan apdet kilat deh..

Mind To Review?