Hazy Moon (Colorful x Melody)
Author: Park Hyesung
Pairing: YeWook (Yesung x Ryeowook) , JongWook (Jongwoon x Ryeowook)
Genre: Romance, Family, Friendship, Humor
Rate: T
Summary: Kau akan mendapat kejutan tak terduga
Warning: YAOI, GenderBender
Disclaimer: Author hanya meminjam
nama mereka untuk kepentingan
cerita. Tak suka dengan pairing ini?
Tinggal keluar dari halaman ini kok
"Pengumuman, pengumuman. Pihak sekolah akan sedikit mengganti peraturan sekolah ini. Yang dulu seharusnya tidak memperbolehkan para siswa keluar saat malam hari jika bukan menyangkut pelajaran, sekarang diperbolehkan."
"Hore!" Teriakan nyaring terdengar dari seluruh siswa pada jam istirahat pertama hari ini. Semua berteriak senang kecuali si kembar Yesung dan Jongwoon. Dan jangan lupakan pasangan terkenal se-sekolah.
Kyuhyun dan Donghae saling bertatapan terkejut. Tidak dipedulikan Yesung yang berada ditengah mereka melihat kekejutan mereka yang dirasa sangat berlebihan. Seharusnya mereka sekarang akan berjalan ke arah kantin, namun dua sejoli itu berhenti secara tiba-tiba.
"Kau dengar itu, Kyu?"
"Tentu saja, Hae!"
"Yes! Berarti kita bisa kerja malam lagi!"
"Ya! Ada apa sih?" Sedari tadi Yesung diam, akhirnya dia membuka mulut. Kyuhyun menyeringai dan merangkul Yesung. "Kami akan memberitahu sesuatu padamu." Jari Kyuhyun menarik kerah baju Donghae agar mendekat.
"Donghae, kau jelaskan lebih dulu." Ujar Kyuhyun mempersilahkan walaupun si namja ikan itu mendengus tetap saja ia lakukan perintah Kyuhyun.
"Jadi begini, kami adalah teman sejak kecil. Teman tetangga saat tidak bersekolah disini, teman satu kamar dan teman sekelas." Ucap Donghae menjelaskan panjang lebar tapi belum ada intinya.
"Lansung intinya." Sahut Yesung kesal. Donghae tertawa kecil, "Dulu sebelum kami tinggal di asrama, kami bekerja paruh waktu pada malam hari." Donghae menunjuk Kyuhyun, meminta si rambut ikal melanjutkan penjelasannya.
"Kami akan mengajakmu kesana. Kurasa, dengan tampangmu ini Siwon dan Kibum pasti langsung menyukaimu dan bisa langsung bekerja disana."
"Wo wo wo…" Yesung mundur dua langkah kebelakang. "Kerja paruh waktu pada malam hari? Yang benar saja? Kerja di club malam sebagai bartender gitu?" Kedua orang itu tertawa kecil.
"Pikiranmu terlalu dangkal Kim Yesung." Ejek Donghae. "Kau kira hanya club malam saja yang buka pada malam hari sampai menjelang pagi? Kan sudah kubilang, aku berkeja dengan Kyuhyun sebelum masuk sekolah ini dan itu dua tahun yang lalu. Saat kita masih berumur empat belas tahun."
"Lalu kalian bekerja apa?"
Kyuhyun kembali merangkul tubuh Yesung, "Penasaran? Gope dulu dong~" Kyuhyun menoel dagu pemuda tampan itu. Membuat pipi Yesung sedikit memerah malu, sedangkan Donghae tertawa ngakak. "Aigoo~ sejak kapan kau jadi pak ogah, Kyu?" tanya Donghae disela tawanya.
"Aish, menjauhlah dariku!" Yesung menyentakkan tangan Kyuhyun yang berterngger pada lehernya. Membuat Kyuhyun ikut tertawa, "Menyebalkan." Yesung beranjak pergi meninggalkan kedua orang gila tersebut.
"Hey, hey! Jangan marah begitu dong, Yesung!" Setelah itu mereka mengejar pemuda berstatus bos-nya.
Seorang namja mungil berpakaian seperti yeoja menepuk kecil pipinya saat mengintip dibalik dinding koridor. Dia cukup terkejut akan masuknya Yesung ke kelompok tenar Kyuhyun dan Donghae. Siapa lagi kalau bukan Ryeowook?
"Hah? Aku tidak mimpikan?" di cubitnya keras kulit lengannya dan kemudan dia meringis merasakan perih pada lengannya. "Bukan mimpi? Jadi, Yesung bakal ikut ganggu aku dong?"
"Apaan?" Tiba-tiba seorang namja bermata ungu berdiri dibelakangnya. "Kya!" pemuda manis itu terkejut hingga berbalik badan. "Hyung-ah! Kau mengejutkanku tahu!" Dipukulnya pundak Jongwoon kesal tapi yang dipukul hanya tertawa kecil.
"Tidak sakit, dongsaeng-ya." Diacaknya gemas rambut Ryeowook hingga sang empunya rambut mempout bibirnya imut. "Oh ya, tadi kenapa kau sebut-sebut nama Yesung hyung?"
"Itu, masa Yesung ikut kelompok Kyuhyun dan Donghae."
"Siapa Kyuhyun? Siapa Donghae?" tanya Jongwoon beruntun. Ryeowook menepuk jidatnya kecil, dia baru ingat kalau Jongwoon adalah anak baru yang tidak tahu apa-apa. Diajaknya ke kantin pria itu sambil menceritakan siapa itu Kyuhyun dan Donghae.
=.=.=.=.=.=.=
"Yesung hyung, kau mau kemana?" Tanya Jongwoon heran melihat sang kakak berpakaian sedikit tebal mengingat musim akan memasuki musim dingin. "Pergi keluar." Tanya Yesung singkat dan jelas.
Bibir tipis Jongwoon mengerucut, "Maksud-ku mau pergi kemana?" Tanya-nya lagi sambil mendekati Yesung. "Bukan urusanmu, bocah." Tangan mungil itu mengambil tas punggung bertali satu dan melewati adiknya begitu saja.
Jongwoon mendecak, "Hyung! Kenapa kau tidak pernah berubah sih? Setidaknya katakan kau akan pergi kemana padaku." Teriaknya ketika Yesung menuruni tangga kecil.
Sontak Ryeowook terkejut saat asik membaca buku di tempat tidurnya mendengar teriakan membahana Jongwoon. Yesung tetap berjalan menuju pintu tapi karena mendengar Jongwoon yang meneriaki namanya terus, dia berhenti tepat di depan pintu.
Dibalikkan tubuhnya, menatap tajam saudara kembarnya dengan mata hitam kelamnya. "Seandainya aku mengatakan kemana aku akan pergi, apa yang akan kau lakukan? Kau pasti akan membuntuti-ku terus. Kau akan mengacaukan semuanya seperti tiga tahun yang lalu, Jongwoonie." Ucap Yesung datar dan berterus terang.
Jongwoon membuang muka ke samping, tidak ingin mendengar penuturan kakaknya lebih dari ini. "Pergilah." Bisik Jongwoon pelan tapi terdengar jelas hingga sudut-sudut kamar karena keheningan yang terjadi. Yesung tersenyum menang, "Bagus."
Pemuda tampan itu pergi begitu saja, benar-benar meninggalkan Jongwoon dengan Ryeowook berduaan. "Jongwoon hyung…" Panggil namja manis itu memecahkan keheningan.
Tidak ada sahutan.
"Jongwoon hyung?" Ryeowook mulai khawatir, segera ia beranjak menghampiri Jongwoon diatas sana. Terlihatlah kembaran Yesung itu duduk diatas tempat tidur sambil membenamkan wajahnya di tekuk-kan lututnya.
Sepasang caramel itu hanya memandang Jongwoon iba. Dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Ini adalah masalah keluarga kedua anak kembar itu.
Tapi ada apa dengan kejadian tiga tahun yang lalu?
=.=.=.=.=.=
"Oboro ni kasumu haru no tsuki kono omoi kaze to maichire…" suara baritone milk Yesung begitu menghanyutkan hati. Membuat perasaan bercampur aduk.
"Yoi no sora ni awaku tokete kieyuku~ amata no tsuioku…" Kyuhyun melanjutkan lirik lagu yang Yesung nyanyikan. Menutup matanya sambil membayangkan kejadian dari syair lagu ini.
Keduanya saling bertatapan sendu, "Todoke.. yumeutsutsu ni takusu kono negai no hana wo… yoi no sora ni ukabi sabishige ni kagayaita doorozuki…" Perlahan mereka menatap kearah penonton disana.
Senyum keduanya segera terlukis ketika mendengar riuhnya tepuk tangan dari pengunjung yang rata-rata adalah perempuan. Mereka membungkuk sebentar lalu meletakkan microphone dan turun dari panggung kecil di pojok café.
Donghae langsung memberikan kedua ibu jarinya dan mengajak mereka duduk di meja café. "Suara kalian memang daebak!" pujinya senang. "Tak kusangka suara Yesung begitu mengiris hati." Yang dipuji hanya tersenyum tipis.
"Dan yang lebih tak kusangka lagi adalah Yesung juga menyukai lagu vocaloid Jepang. Aigoo, aku terkejut sekali." Sahut Kyuhyun. "Kau lihat wajah Kyuhyun saat dia bertanya 'Yesung-ah, bagaimana kalau kita menyanyikan lagu Hazy Moon dari vocaloid Jepang?' Dan saat Yesung berkata 'Iya, aku hafal kok.' wajahnya benar-benar konyol parah."
Donghae tertawa kecil mengingat wajah Kyuhyun yang menurutnya sangat konyol. "Ya, Ya! Jangan diingat lagi!" Namja berkulit pucat itu menepuk kepalanya cukup keras. "Ckckck, sebaiknya kalian kembali bekerja. Banyak pengunjung yang sepertinya menunggu kalian untuk dilayani."
Kedua orang bertubuh tinggi itu duduk di kursi yang masih tersisa di meja mereka. "Aigoo, tuan Choi. Kami kan hanya beristirahat sebentar. Memangnya tidak boleh?" Goda Donghae. "Ikan..." Geram Tuan Choi Siwon itu membuat kekasihnya tertawa. Siwon tidak suka jika temannya memanggil dengan sebutan itu
"Bahkan Kibum ikut tertawa." sahut Kyuhyun ketika melihat Kim Kibum terkekeh kecil. "Aish, kalian semua sama saja. Setidaknya dia tidak seperti kalian." Siwon, sang anak pemilik café ini merangkul Yesung. Sepertinya Yesung benar-benar nyaman buat dirangkul orang-orang ya?
Senyum kikuk terpatri di bibir tipisnya. Ini tempat baru baginya. Semuanya masih terasa begitu asing. Bahkan baju pelayan cafe yang membungkus tubuh gagahnya begitu terasa aneh.
"Yesung-ah, jangan terlalu kaku. Kita semua sama walaupun aku adalah atasanmu disini." Tegur Siwon mengejutkan Yesung dari lamunannya. Lagi-lagi Yesung hanya bisa tersenyum kecil.
"Ngomong-ngomong, suara kalian tadi sangat bagus loh. Aku menyukainya." Ucap Kibum jujur. "Bisakah kalian membuat rekamannya untukku?" Canda Kibum diselingi tawa malu.
"Hahaha, tentu saja!" Sahut Kyuhyun.
"Cha! Kalian sudah puas kan istirahatnya? Kembali bekerja jika mau dapat gaji lebih." Perintah Siwon. "Kalau bisa sih nyanyi lagi saja. Kami kurang penyanyi cafe soalnya." Lanjutnya lagi.
Yesung dan Kyuhyun tersenyum aneh. Antara malu, senang dan meremehkan. "Kau tahu? Jika aku dan Yesung menciptakan rekaman duet dan di unggah ke youtube, pasti kami jadi artis dadakan." Balas Kyuhyun bergurau.
Dan penyataan itu hanya dijawab tawa mereka bersama. "Bekerjalah. Jangan ganggu acaraku dengan Kibum ne?" Siwon mengedipkan mata genit. Ketiga orang itu memutar matanya geli sedangkan Kibum merona mendadak.
Setelah waktu terlewatkan, akhirnya SiBum couple ke ruang kerja Siwon sedangkan Kyuhyun dan Donghae menjadi pelayan yang siap melayani para pengunjung yang semakin ramai.
Bagaimana dengan Yesung? Pemuda tampan itu ternyata bekerja di bagian kasir. Menghitung uang dan mencatat beberapa pesanan langsung dari para pengunjung.
'Rasanya seperti kembali ke tiga tahun yang lalu.'
=.=.=.=.=.=
Warna oranye bercampur merah menerangi seluruh kota Seoul. Kabut dari embun-embun masih enggan untuk menghilang pagi ini. Suara-suara mesin kendaraan mulai terdengar beradu dengan kicauan burung.
"Hyung! Bangun hyung!" Suara baritone itu sukses membuat burung-burung yang hinggap di jendela langsung terbang. "Ireona, Hyung-ah! Kau tidak mau telatkan?" Suara Jongwoon menggelegar di seluruh sudut kamar.
Merasa terganggu, yang dipanggilpun langsung bangun dengan posisi duduk. Menguap lebar tanpa memikirkan sang adik melihatnya kesal. "Hyung pulang jam berapa semalam?"
"Jam dua belas lewat." Jongwoon mendengus. Yesung menjawab pertanyaannya begitu santai dan tak berdosa. Semalaman Jongwoon tak bisa tidur karena menunggu Yesung. "Fuh, dasar. Aku mandi dulu ne." Pamitnya ketika mendengar suara pintu kamar mandi berbunyi.
Yesung mengangguk kecil dan kembali tidur saat Jongwoon pergi kebawah. Semalam dia pulang larut karena ikut membantu membereskan cafe bersama dua anak buahnya itu. Tapi dia senang, sangat senang maka tidurnya kali terasa lebih nyenyak.
"Yesung, kau tidur lagi?" Ryeowook yang mematut dirinya didepan cermin bertanya seperti itu karena mendengar dengkuran lagi.
Tidak ada sahutan.
Ryeowook meniup poni panjangnya. Merapikan dasi yang melilit pada lehernya dan merapikan lipatan rok mininya. Sekali lagi dilihatnya pantulan cermin akan dirinya. Apakah ada yang kurang?
Merasa tidak ada yang kurang, ia berjalan keatas. Berdiri disamping tempat tidur Yesung dan menatap garang pemuda yang masih terselimuti kain tebal. "Yesung! Aku tidak peduli kau semalam tidur jam berapa, tapi sebagai temanmu aku masih berbaik hati mau membangunkanmu!"
Ditarik-tariknya selimut Yesung kasar tapi Yesung pun menarik balik selimutnya karena dia masih ngantuk berat. "Ya! Aku masih ngantuk! Jangan menggangguku!" Seru Yesung kasar sambil terus menarik selimutnya.
"Kau ini! Masih muda sudah mau malas-malasan saja." Oceh Ryeowook bagaikan ibu yang sedang memarahi anaknya. "Cih, dasar ahjumma!"
Karena amarah yang meluap, Yesung menarik keras selimutnya hingga Ryeowook ikut tertarik. Tubuh mungil itu menindih tubuh Yesung. Kening mereka saling berbentur dan hidung mereka saling bergesek lembut. Tapi yang lebih mengejutkan adalah menempelnya bibir mereka.
Tentu saja kedua pasang mata itu terbuka lebar. Detak jantung mereka seakan berlomba. Tubuh keduanya juga kaku. Apalagi Yesung yang mendapat kejutan tak terduga. Ciuman pertamanya diambil oleh seorang namja.
Refleks, Yesung membalik posisi mereka. Ryeowook berada dibawahnya dan dengan bibir yang tetap menempel. Yesung mulai melumat kecil dan lembut bibir Ryeowook. Tangan mungilnya naik meraba tengkuk namja dibawahnya. Menekan keatas kepala Ryeowook.
Namja dibawahnya hanya pasrah, membiarkan Yesung melakukan apa saja pada bibirnya. Perlahan mata caramelnya menutup, lebih mencoba merasakan nikmat hisapan lembut mulut Yesung pada bibir bawahnya.
Tangannya mencengkram kuat lengan Yesung, menyalurkan rasa nikmatnya Sepuluh menit terlewatkan, akhirnya ciuman basah itu harus diakhiri karena Ryeowook meronta kehabisan nafas.
Perlahan namun pasti Yesung mengangkat wajahnya, menatap manisnya air muka Ryeowok yang kehabisan nafas juga wajah yang memerah padam. Tangannya yang berada disebelah sisi kepala adalah sebagai tiangnya untuk ia bangkit.
Beberapa saat kemudian ia bangkit, membantu Ryeowook untuk duduk bersamanya. "Mianhae ne?" Ujar Yesung pelan dan seperti terdengar berbisik. Pemuda manis itu tak menanggapinya.
"Hm? Wookie? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jongwoon ketika selesai mandi dan naik keatas sana. Mengambil tas punggung sekolahnya. "Kau tidak sial-siap untuk berangkat, Wookie-ah? Hyung mending mandi sana. Nanti aku malah telat karena hanya menunggumu."
"N-ne." Balas Yesung kaku sambil berlari kabur ke kamar mandi. "Wookie, ayo siap-siap!" Serunya saat menyadari Ryeowook tak bergerak. "I-iya!" Kemudian Ryeowook turun kebawah.
Senyum pahit tiba-tiba saja muncul pada bibir tipis itu.
=.=.=.=.=.=.=.=
From: Kyuhyun
Subject: Datang ke atap sekolah saat kau dihukum ya! ^^
Yesung mendecih saat mendapatkan pesan singkat dari Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun bisa tahu kalau dia sedang dihukum ketiduran sekarang?
Mengikuti pesan Kyuhyun adalah yang bisa ia lakukan saat ini. Daripada hanya berdiri di samping pintu kelas, bukankah lebih bagus dia naik ke atap sekolah?
Setelah beberapa waktu kemudian, akhirnya ia sampai di atap sekolah. Sedikit celingukan mencari keberadaan si setan dan si ikan teri. "Kemana mereka berdua? Bukankah seharusnya mereka juga dihukum seperti biasa?"
Bertanya hukuman apa yang Yesung maksud? Sama dengannya. Hukuman keluar kelas karena ketiduran. Tapi alasannya berbeda dengan Yesung, pasangan itu ketiduran karena asik bermain game hingga larut.
Yesung menggidikkan bahunya tak tahu dan berjalan ke ujung dinding batasan atap. Tangannya di lipat diatas timbunan batu bata yang sudah dilapisi cat itu. Pandangannya lurus ke depan. Matanya berubah menjadi sendu dan sedikit menyipit.
Angin sepoi memainkan surai hitamnya yang mengkilat akibat sinar matahari. Tiba-tiba saja telinganya dikejutkan oleh teriakan histeris di bawah sana. Cukup melirik saja dia tahu siapa yang berhisteris seperti.
Para murid yang sedang berolahraga di lapangan bawahnya itu masih berteriak histeris gemas melihat Yesung diatas sana.
"Dingin~" Yesung dikejutkan oleh sesuatu pada keningnya. Sebuah kaleng soda yang masih sangat dingin itu membuat tubuhnya bergetar. Seseorang terkekeh kecil dan menarik soda yang ditaruh di kening Yesung dan memberikannya pada pemuda tampan itu.
"Cie, yang sepertinya sudah dapat fans." Goda Donghae di samping kiri Yesung sedangkan Kyuhyun disebelah kanannya. Kyuhyun duduk diatas pembatas atap itu dengan tampang santai, dia sama sekali tidak takut jatuh kebelakang. Membuka kaleng sodanya dan meminumnya sekali.
"Tampang dinginmu itu memikat para yeoja maupun namja, sayang~" Kyuhyun menoel-noel dagu Yesung genit. "Ish, dasar lekong." Gurau Yesung sambil berpura-pura menjauhi Kyuhyun dan ikut meminum kaleng sodanya
Donghae hanya memandang geli mereka berdua sembari memakan es krim yang ia beli di supermarket depan sekolah. "Aku bosan." Sontak keduanya berhenti kemudian menatap Donghae. "Heung, aku juga."
Ketiganya menatap langit-langit yang berawan, tidak ada ide untuk melakukan kegiatan dua jam kedepan. Tiba-tiba Donghae berdiri tegak, "Aku tahu!" Serunya heboh. Kyuhyun dan Yesung mendekatinya, "Apa, apa?"
Donghae menyeringai kecil, "Bagaimana kalau-" Donghae membisikkan idenya pada Yesung dan Kyuhyun. Mata ketiganya terbuka lebar sambil tertawa aneh, "Ayo kalau begitu!"
Sekali lagi, entah apa yang di makan Donghae sampai bisa berpikir ide aneh itu.
=.=.=.=.=.=
Ketiganya terkekeh kecil sambil memasuki toilet dengan karung di tangan. Isi karung itu bergerak-gerak meronta minta di lepaskan. "Aku tidak tahu kalau kau pelihara ular, Kyu." Ujar Yesung kecil. Kyuhyun hanya merangkulnya, "Aku menyimpan mereka dibawah tempat tidurku."
"Hei, hei. Di dalam bilik itu ada orangnya. Ayo lepasin ular ini." Ajak Donghae dan tentu saja di lakukan ketiganya.
Mereka mengangkat ular tak berbisa itu keatas bilik dan membiarkannya merayap turun. Kyuhyun mengajak kedua temannya kabur tapi Yesung menolak. "Waeyo? Kalau kau tidak kabur, nanti kau dituduh memasukkan ularnya loh." ujar Donghae heran.
"Tak apa. Aku ingin melihat ekspresi korban kita." Balas Yesung menyeringai. Kyuhyun merangkulnya sebentar, "Baiklah. Tapi nanti beritahu aku ya di atap sekolah. Cha, kajja kita pergi, Hae." Ajak Kyuhyun
Yesung tersenyum seringai, menyadari kalau dirinya sedikit berubah karena perbuatan Kyuhyun. Dia berpura-pura mencuci tangan di wastafel. "Kya! Ular!" Teriakan melengking itu sukses membuatnya terperanjat
Suaranya tidak asing lagi. "Ryeowook?"
"Hiks... Aku takut ular... Tolong aku..." Isakan kecil mulai terdengar. Yesung menggaruk kepalanya gatal dan berteriak pura-pura tak tahu apa-apa. "Ryeowook? Kau di dalam ya?"
Namja manis itu terisak makin keras, "Yesung-ah... Hiks..." Dia tahu cara panggilan Yesung padanya. Pemuda tampan itu membuka pintu perlahan. Matanya langsung bisa melihat Ryeowook yang berdiri di atas closet. "Aigoo, siapa yang menaruh ular disini?" Ujarnya pura-pura bego
"Yesung... Tolong aku..." Suara seraknya membuat Yesung menghela nafas. Merutuki kebodohannya juga temannya soal ini. Matanya melirik kebawah, "Tidak usah takut. Ular-ular ini tak berbisa kok dari warnanya."
"Ani! Jauhkan ular itu... Hiks..." Yesung menggaruk kepalanya lagi sambil mendesah pasrah. Diambilnya ketiga ular berbeda warna itu lalu dimasukkan ke karung yang disebelah bilik. Sepertinya Kyuhyun lupa mengambil karung itu.
Ryeowook mengerutkan keningnya melihat Yesung bisa sesantai itu tanpa merasa takut sedikitpun. Diaturnya nafas yang tersegal dan menghapus air matanya kasar, "Kau yang melakukannya?"
Tubuh Yesung jadi tegang, mampus saja kalau dia ketahuan. Hukumannya bisa tambah berat nih. "A-anou..."
"Huft... Sudah kuduga." Ryeowook menghela nafas berat sehabis menangis. "Kau kejam sekali." Lanjutnya kesal. Pemuda bersuara baritone itu menulikan telinganya. Kalau dapat hukuman lagi bukannya malah bagus? Bisa terus membolos, batin Yesung bejat (?)
"Aku tak tahu apa-apa." Ucap Yesung membela diri. Tangannya mengikat ujung karung tersebut. "Yesung, kau tidak pandai berbohong. Aku tahu itu." Wajah pucat Yesung cukup membuktikan kalau namja itu berbohong.
Yesung meringis kecil dan mendekati Ryeowook yang sudah keluar dari bilik. Semakin mendekat, kaki Ryeowook semakin mundur hingga punggungnya menempel pada pintu kamar mandi yang sudah ditutupnya tadi.
"A-apa?" Tanya Ryeowook terbata saat wajah Yesung berbeda jarak tujuh senti dengan wajahnya yang memerah padam. Tangan mungil namja tampan tersebut menjatuhkan karung berisi ular itu ke lantai, beralih mengelus pipi Ryeowook yang memunculkan warna apel yang sudah matang.
"Wookie sayang~" Desahnya dengan suara husky tepat di telinga Ryeowook. Desiran darah namja manis itu menjadi lebih cepat. Tubuhnya kaku dan semakin lama semakin lemas karena Yesung kini mengendus lembut lehernya. Tangan satunya yang masih bebas mengelus pahanya yang hanya tertutup rok mini.
"Jangan beritahu seongsaenim ya kalau aku melakukan ini dengan duo KyuHae." Benda lunak dan basah membasahi leher mulus Ryeowook. Sepasang tangan lentik itu mencengkram kuat kain yang membungkus tubuh tegap Yesung. "Kau tidak mau kan kejadian tadi pagi terulang lagi?"
Kini Yesung menjilati garis bibir teman sekamarnya itu. Mata caramel Ryeowook terpejam erat menahan nikmat. "Bagaimana Kim Ryeowook?" Tanya Yesung dengan suara menggoda.
"Ba-baiklah. Aku tak akan bilang." Ujar Ryeowook cepat. Yesung tersenyum lebar dan menjauhi pemuda cantik itu sambil menenteng karung cokelat yang terbiarkan di lantai sana.
"Aku pegang ucapanmu, Wookie sayang. Bye~" Kemudian Yesung menghilang di balik pintu.
Bruk!
Namja bernama lengkap Kim Ryeowook terperosot jatuh. Dadanya berdebar hebat seakan meledak. Tangannya mengelus leher dan bibirnya yang basah akan saliva Yesung.
"Apa-apaan ini?"
=.=.=.=.=.=.=
"Wha! Kau benar-benar hebat Yesung!" Baru tiga langkah ia melangkah keluar dari dalam tempat bau pesing (?) tersebut, pundaknya kembali dirangkul seseorang. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun?
"Benarkan kata ku kalau Yesung pasti akan menolong orang yang di dalam sana! Ya ampun Yesung. Kau romantis sekali sih dengan Ryeowook! Awalnya aku tak menyangka kalau di dalam sana ada Ryeowook." Kata Donghae disebelah Yesung yang masih kosong.
"Ckckck, apa dia pacarmu sampai kau menciumnya seperti itu. Aigoo, manisnya wajah merah apel itu!" Kyuhyun membayangkan betapa manisnya Ryeowook saat-saat seperti tadi. "Hah? Sejak kapan kau suka dengannya?"
"Eh? Aku kan tidak bilang suka. Aku hanya menyukai cara Yesung membuat Ryeowook tunduknya seperti tadi." Kyuhyun dan Donghae mendengar semuanya begitu jelas di balik pintu kamar mandi.
"Aish, berhentilah! Ini ularmu." Yesung memberikan dengan kasar karung itu pada pemiliknya dan berjalan mendahului mereka. "Ya, hei tunggu!"
Sementara mereka berusaha menyusul Yesung, mereka tidak tahu apa yang dibatinkan Yesung.
'Manis sekali. Cantik dan imut.'
The End
or
The And
Hahahaha /ketawa gaje/ Chap ini intinya mana sih? Kok gak ada? Tapi aneh -_- (?) Panjang nggak nih? #nggak /pundung/ (?) Oke, oke maap kalo saya rada gila ._. Habis baca ff humor /hubungannya apa?/ Hayo~ Siapa yang penasaran dengan kejadian 3 tahun yang lalu? kkk~ Mian ya kalo ada typo. Saya nggak teliti berarti kkk.. Pas dilihat review kalian, hng.. banyak banget masa. Saya kalo balas review kalian bisa panjang banget jadinya :( mian neee? /.\
Big Thanks for:
Greycells Lya, Eunsoo, lenycloud, hideyatsutinielf, Devy902, Meyleni3424, hanazawa kay, meymelii, CheftyClouds, Yuzuki Chaeri, Love Clouds, fieeloving13, ichigo song, cloud prince, RianaClouds, meidi96, raerimchoii, Yewook Aegya, ShiningClouds, EternalClouds2421, R'Rin4869, bluerose, Rochan, Yulia CloudSomnia
Gomawo ya untuk review kaloan di chap lalu :3 semoga chap ini nggak mengecewakan. Yang udah baca review ne ^^ Jangan kebiasaan follow atau favorite doang '-' Review kalian sangat membuat saya semangat untuk ngetik soalnya '-')9 Review ne~
