''Cries an Angel''

.

.

Chapter 3

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Indonesian

Genre : Friendship, Romance, Supranatural.

Cast : Hinata H., Sasuke U., Sakura H., and other.

.

.

Semua karakter yang ada disini milik MK.

Saya cuma minjem bentar.

.

WARNING : OOC, AU, CERITA ABAL, GAJE, NGEBOSENIN, TYPOS, DKK (Semoga aja ngak).

.

.


Hai, ketemu lagi sama author yang satu ini. Saya mengucapkan terimakasih buat para readers yang mau membaca dan mereview fic gaje ini. Dan Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya apabila author melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sampai membuat readers tersinggung ataupun marah. Gomennasai Minna.

Sekarang waktunya menanggapi review :

Angel821 chapter 2 : Unn... Sementang ada pemberontakan tentang pemeran utama, apakah harus.. fic yg dibuat dirancang sebaik mungkin sesuai selera pemberontak? Aqu kurang suka dgn org yg seperti itu! Hahh... Sudahlah.. bagaimana pun juga tujuan ku disini hanya menjadi pembaca yg baik.. Maaf jika ada kata2 ku yg sangat mengganggu senpai... :) ahh.. Dan sepertinya aku tak akan berbohong utk masalah ceritanya,bahwa aku sangat menyukai jalan ceritanya! Pemikiran yg bagus utk fic nya senpai~ ;) GANBATTE NE!

Jawab : 'Sementang ada pemberontakan tentang pemeran utama, apakah harus.. fic yg dibuat dirancang sebaik mungkin sesuai selera pemberontak' Maksudnya ini gimana senpai? saya kurang ngeh, gak ngerti. Ah, gomenne~. Hn, arigatou. Ngak kok, aku malah suka senpai udah mau review dan berpendapat. Arigatou senpai. Hn, Ganbatte juga buat senpai.

Hyuchiha Sae chapter 2 : uwaa,,, keren senpai,, xD (Y) tapi cerita-nya kependekan,, x3 he,he,he, jadi makin penasaran sama kelanjutan-nya x3,, #Sae tunggu part 3 nya,, n.n)/

Jawab : Makasih senpai. Kalo chapter ini udah panjang belom ya(?). Hehehe arigatou, hn iya*ngangguk.

manekin chapter 2 : Apa nanti sakura akan berkhianat ke hinata dan para malaikat? Dan menjadi penghalang sasuhina, berharap tidakk...jujur bosen kalau saku selalu mnjdi pihak ketiga antara sasuhina...

Jawab : Kalau masalah Sakura berkhianat kepada para malaikat ngak juga sih. Penghalang bagi SasuHina iya, tapi dalam versi lain. Yang jelas Saku gak akan suka sama Sasuke. arigatou udah mau review.

Genichi Suki chapter 2 : Keren...next thor. Kenapa Sasuke-kun selalu jadi iblis ya? -_-" tapi kalo.. Ya lupakan lah. Next,Next,Next up kilat ya... ;)

Jawab : Arigatou. Hehehe, mungkin karena udah karakternya *dichidori. Tapi kalo kenapa?. Hn iya. arigatou udah mau review.

Nurul851 chapter 2 : Iya author-san semangat jg ya buat lanjutinnya lg. Syukurlah Hinata gpp, Sasu iblis yg baik yaa.. Jangan2 Sasu suka lg sama Hinataa *SokTahu hehe. Apa nnti SH ketemu lg?kuharapa Iya hoho Lanjutttt..

Jawab : Iya makasih senpai. Hahahaha iya, Sasu iblis baik*dichidori* Iya pastinya. arigatou udah mau review.

Arcan'sGirl chapter 2 : sasuke baik banget disini...lanjut yaaaa

Jawab : hahaha iya Sasuke berubah jadi baik*dichidori* Hn*ngangguk. arigatou udah mau review.

AyuTri Darkviolets482 chapter 2 : Lanjutin kx author _...biarin ja yg gx suka SH...SH tetep the best couple #bersiul w0w

Jawab : Iya. Hehehe iya, arigatou udah mau review.

Maaf jika chapter 3 ini tidak memuaskan buat para readrers sekalian.


HAPPY READING ^_^ .

.

.

.

.

.


Kita percepat saja kisah ini ketika sang putri malaikat telah berumur 17 tahun. Usia yang sudah matang untuknya menikah. Sekarang waktunya pemilihan suami bagi sang putri.

Putra/putri mahkota tak berhak menentukan pendamping hidupnya sendiri. Melainkan dengan cara penyeleksian dengan beberapa tahap yang tak mudah. Mereka dipilih dari kalangan rakyat biasa yang mempunyai umur sama seperti sang putra/putri mahkota. Lalu mereka akan hidup di istana bersama selamanya sampai maut memisahkan mereka.

Biasanya untuk tahap-tahap awal akan diseleksi oleh para prajurit-prajurit istana yang sudah senior. Barulah saat tahap akhir sang raja dan putra/putri mahkota dengan beberapa penasehat yang akan menilai mereka. Acaranya dilaksanakan disebuah tempat khusus agar semua rakyat dapat menyaksikannya.

Cukup dulu penjelasan dariku, lebih baik kita melihat sang putri yang masih betah tidur di kasurnya. Dia tak sendirian ada gadis lain seumuran dengannya yang mempunyai rambut berwarna pink sambil berusaha membangunkan sang putri.

''Hime-sama,''Teriaknya.

''Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu Sakura-chan,''Kata Hinata protes tapi tetap tak mengubah posisinya.

''Ini hari penting Hime-sama, kau masih saja tidur disini.''Kata gadis tadi yang bernama Sakura marah-marah.

''Iya...iya Sakura-chan aku bangun. Kau bahkan lebih cerewet dari pada ibuku,''Kata Hinata yang telah terbangun sambil memanyunkan bibirnya. Sekarang dia pergi untuk membersihkan dirinya. Dari pada kita mengikuti Hinata lebih baik kita tetap berada disini bersama Sakura. Sekarang Sakura mulai merapikan tempat tidur Hinata.

''Hah.''Sakura menghela nafas panjang. ''Kau masih mengingatnya Hime-sama,''Gumam Sakura pelan.


Sekarang Hinata telah duduk disalah satu kursi di ruang makan. Disana terlihat beberapa pelayan berlalu lalang sedang menghidangkan makanan untuknya.

''Sakura-chan,''Panggil Hinata pada Sakura yang berdiri disampinya. ''Duduklah.''Kata Hinata menepuk kursi disebelahnya.

''Ah, tidak Hime-sama. Lagi pula sebentar lagi Hiashi yang agung akan datang.''Kata Sakura menolak.

''Hah, kenapa juga harus ada peraturan seperti ini. Bukankah ini menyebalkan.''Kata Hinata menggerutu sedangkan Sakura yang mendengarnya hanya bisa tertawa.

''HIASHI YANG AGUNG DATANG.''Teriak seorang prajurit yang berdiri didekat pintu.

Lalu muncullah seorang lelaki paruh baya berjalan mendekati meja makan. Dia mempunyai rambut berwarna coklat serta iris mata yang putih tak luput sayap indah berwarna putih yang sangat besar. Itulah bedanya sang pemimpin dengan rakyaknya. Bisa kita lihat dari ukuran sayapnya yang sangat besar.

Dia sekarang telah duduk di kursi khusus untuknya.

''Hinata,''Panggilnya pelan.

''Iya tousan.''Jawab Hinata sembari menundukkan kepalanya.

''Bukankah sekarang acaranya akan dimulai.''Kata Hiashi lalu menghela nafas. ''Kau tak akan melihatnya?''Lanjut Hiashi.

''Ah, benarkah aku boleh melihatnya?''Tanya Hinata senang.

''Tentu saja. Lagi pula kau harus tahu siapa saja calon suamimu. Tapi ingat, kau tak boleh menunjukkan bahwa kau adalah Hinata,''.

''Maksud tousan?''Tanya Hinata mengernyitkan dahinya.

''Aku takut jika kau akan diincar ketika berada di luar sana. Jadi jangan sampai orang-orang mengetahui identitasmu. Dan untuk Sakura,''Sekarang Hiashi menatap kearah Sakura. ''Kau harus melindungi Hinata.''Lanjut Hiashi.

''Baik Hiashi yang agung, bahkan saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk melindungi Hime-sama,''Kata Sakura mantap sembari membungkuk.

''Bagus. Setelah ini kalian bisa berangkat.''.

''Baik.''Kata Sakura dan Hinata bersamaan.


Setelah selesai makan mereka berdua pergi ke kamar Hinata untuk bersiap-siap.

''Pakailah ini Hime-sama.''Kata Sakura sembari memberikan Hinata sebuah baju. Baju yang tak begitu bagus bahkan sangat jelek tapi untungnya masih layak pakai. ''Ah, gomen. Ini jelek sekali ya.''Lanjut Sakura.

''Ah, tak apa Sakura-chan. Ini sudah bagus kok.''Kata Hinata sambil menggelengkan kepalanya.

Sekarang mereka telah siap. Hinata yang telah memakai baju terusan berwarna hijau. Sedangkan Sakura memakai baju dan celana berwarna gelap dan rambut yang dikuncirnya serta dipunggungnya telah terdapat sebuah pedang. Pedang itu bukanlah pedang biasa, melainkan pedang turun temurun dari nenek moyang mereka. Pedang satu-satunya yang terkuat dan tak terkalahkan. Sakura mendapatkannya ketika umurnya telah menginjak 15 tahun. Pedang itu diberikan langsung oleh sang Raja kepada Sakura. Hiashi bilang pedang ini untuk melindungi Hinata. Bahkan iblis terkuatpun akan kalah jika berhadapan dengan pedang ini. Jadi berhati-hatilah.

''Untuk Hime-sama pegang ini.''Kata Sakura sembari memberikan sebuat pisau ke arah Hinata. Hinata tampak kebingungan. ''Hanya untuk berjaga-gaja jika terjadi sesuatu. Gunakanlah.''Kata Sakura menjelaskan.

''Hai', arigatou Sakura-chan,''Kata Hinata mengangguk paham sambil memakai sesuatu di pingganya dan menaruh pisaunya disana.

''Kau siap.''Kata Sakura sambil memegang tangan Hinata.

''Iya aku siap.''Kata Hinata menggenggam erat pegangan Sakura.

Akhirnya mereka melompat dari kamar Hinata, lalu mengepakkan sayapnya. Hinata berusaha keras untuk bisa menggerakkan sayapnya agar bisa terbang. Tapi nihil, usahanya gagal. Dan Sakura segera menggendong Hinata lalu mereka terbang menuju tempat tujuan.


Ternyata keadaan disana sudah ramai, banyak sekali penduduk yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan calon pendamping Hime-sama.

Tapi detik berikutnya mereka terkejut karena pasukan iblis telah datang berusaha menghancurkan tempat ini.

Duar...duar...

Suara ledakan terdengar, membuat para penduduk histeris ketakutan. Mereka berlarian untuk menyelamatkan diri. Tak dapat dihindari beberapa diantara mereka telah terbunuh.

''Kuso.''Gumam Sakura marah.

Prajurit yang sedari tadi bertugas menjaga tempat itu mulai menyerang balik iblis, ada beberapa diantara mereka menyelamatkan penduduk desa dan ada pula yang melapor agar pasukan lain segera datang.

''Hahahahaha.''Teriak sang ketua iblis menggelegar. ''Kalian pasti akan kalah. Hahahahaha. Serang.''Perintahnya diikuti seringai.

Sakura yang melihat hal tersebut tak tinggal diam. Dia langsung menurunkan Hinata ke tempat yang menurutnya aman.

''Hime kau bersembunyi disini. Ingat jangan kemana-mana sampai aku menemuimu.''

Setelah mengatakannya Sakura langsung melesat ke atas untuk membantu melawan iblis sebelum para pasukan lain membantu.

''Ck, kalian sangat percaya diri sekali.''Teriak Sakura yang telah memegang pedangnya lalu menyeringai ke arah iblis tersebut. Sang ketua iblis yang melihat hal itu langsung tertawa.

''Hahahahaha, gadis perempuan sepertimu ingin menyerang kami. Matilah kau.''Teriak ketua iblis sambil melempar api yang keluar dari tangannya.

Tapi Sakura langsung menangkisnya dengan pedangnya.

Tring...

Terdengar suara gesekan.

''Boleh juga kau, Hyaaaa.''Teriak ketua iblis tersebut sambil bertubi-tubi menyerang Sakura dengan apinya.

Tring...Trang...Trung...Treng...Trong...

Sakura menghalau serangan tersebut berkali-kali menggunakan pisaunya.

''Kuso.''Kata Sakura marah.

''Hahahaha, kenapa? Kau sudah lelah.''Kata ketua iblis tersebut mengejek Sakura, panggil saja dia Obito.

''Percaya diri sekali kau.''Kata Sakura menyeringai.

Yup, inilah kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang pendamping, entah itu cewek atau pun cowok. Perlakuannya sama saja, mereka dilatih ekstra keras sebagai seorang prajurit bahkan bisa lebih ekstrim lagi. Apalagi mereka dilatih sejak umur 6 tahun, agar bisa seperti sekarang ini, tetap percaya diri jika berhadapan pada pertarungan sesungguhnya. Dan yang paling penting tidak merasa takut.

''Kau.''Teriak Obito, sekarang api muncul dari kedua tangannya, tidak seperti tadi api ini lebih besar dari sebelumnya bahkan terlalu besar. ''Kalian semua akan hancur.''Katanya menyeringai, tapi bukannya melemparkannya kepada Sakura dia malah melepar api itu ke tempat pada penduduk.

''Kuso.''Kata Sakura marah sambil melesat ke arah penduduk.

''Hahahaha, bagaimana gadis kecil. Kau tak akan bisa menyelamatkan mereka. Hahahahaha.''Teriak Obito senang.

''Lebih cepat.''Kata Sakura terus menambah kecepatannya. ''Tidak sempat untuk membuat penghalang.''Kata Sakura lagi, peluh mulai meluncur dari dahi lebarnya.


Sekarang kita beralih pada Hinata. Setelah Sakura menurunkan Hinata. Hinata terus bersembunyi sambil melihat ke arah langit tempat Sakura dan Obito berada. Menyaksikan semuanya dalam diam, dia terus berdoa agar Sakura baik-baik saja. Dia kemudian menyalahkan dirinya yang tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa menunggu dan terus menunggu, bahkan terbangpun saja dia tak bisa.

''Benar benar lemah. Aku sangat lemah. Dasar tidak berguna.''Rutuk Hinata pada dirinya sendiri.

Sekarang Hinata membulatkan matanya pasalnya bola api raksasa telah menuju kearahnya. Namun detik berikutnya yang Hinata lihat Sakura menjadi tameng untuk bisa menghalau api itu mengarah kesini.

''Aaarrrrggghh...''Teriak Sakura kesakitan.

Hinata sangat terkejut bukan main, melihat Sakura di depannya saat ini sedang mempertaruhkan nyawa untuknya. Tak terasa air mata Hinata mulai mengalir.

''Sa...sa..sakura-chan,''Katanya terbata sambil menutup mulutnya menggunakan tangannya. Tubuhnya seakan sangat lemas dan ia mulai terjatuh terduduk sambil tak henti-hentinya menangis.

''Hahahahahahaha.''Gelegar tawa Obito.

Sekarang pasukan prajurit malaikat telah datang dan langsung melakukan tugas mereka menyerang iblis. Sang ketua prajurit yang melihat Sakura dalam bahaya karena menghalau api melaju kencang kearahnya.

''Sakura bertahanlah.''Kata sang ketua malaikat sambil terus melaju kencang ke arah Sakura.

Baiklah aku jelaskan, bukankah aku sudah mengatakan seorang pendamping harus memiliki kekuatan yang hebat untuk dapat melindungi putra/putri mahkota. Untuk bisa berhasil menjadi orang yang kuat pasti dibutuhkan seorang guru yang kuat juga.

Dan dialah ketua malaikat yang menjadi guru Sakura selama ini, Hatake Kakashi. Kakashi adalah guru yang sangat baik walau keras secara bersamaan saat melatih Sakura. Dia juga memiliki sebuah pendirian yang selalu dijaganya, yaitu ''Seseorang yang melanggar peraturan adalah sampah. Tapi, seseorang yang meninggalkan temannya lebih dari pada sampah.''

Kakashi hampir sampai mencapai Sakura. Sedangkan Obito terus tertawa melihat Sakura merasa kesakitan, dia bahkan tak mempedulikan yang lain sekarang atensinya hanya kepada Sakura. Dia tak mau ketinggalan melihat bagaimana penderitaan gadis itu sampai tiba ajalnya untuk mati.

''Hahahahahahaha.''Kata Obito terus tertawa. ''Hahahaha...''Namun seketika itu Obito berhenti tertawa saat melihat Sakura mulai menyeringai walau darah telah keluar dari sudut bibirnya.

''Sudahku bilang kau tak akan bisa membunuhku dengan mudah.''Teriak Sakura dia langsung melesat terbang ke arah Obito dan mengarahkan pedangnya ke arah Obito.

Kakashi yang melihat hal itu langsung berhenti dan kemudian terbang menolong prajurit lainnya untuk membunuh iblis.

''Apa yang ku takutkan tadi. Jelas-jelas dia sangat kuat.''Kata Kakashi sembari tersenyum.


Sedangkan Hinata yang mendengar teriakan Sakura langsung mendongakkan kepalanya menatap langit.

''Sakura-chan syukurlah kau masih hidup.''Kata Hinata senang lalu mengusap air matanya.


Sekarang kita belarih lagi kearah Sakura. Dia mengarahkan pendang itu untuk membunuh Obito. Tapi sayangnya Obito dengan cepat menangkisnya menggunakan kedua tangannya. Obito mengerahkan seluruh tenaganya untuk bisa mengangkatnya perlahan. Tapi Sakura tak akan membiarnya hal tersebut terjadi dia juga terus berusaha agar pedangnya mengenai Obito.

''Kau takkan bisa melakukannya gadis kecil.''Kata Obito menyeringai sambil terus berusaha agar pendang tersebut tak dapat mengenainya.

''Kau percaya diri sekali.''Kata Sakura menyeringai.

Tiba-tiba asap tercipta dari tangan Obito yang memegang pedang tersebut, rasanya seperti ada api yang membuatnya terbakar. Cepat-cepat Obito melepaskan tangannya dari pedang tersebut.

''Pedang apa itu?''Tanya Obito kaget sekaligus bingung sambil mengernyitkan alisnya. ''Tapi aku pasti akan membunuhmu walau kau memiliki pedang yang hebat.''Lanjutnya lagi.

''Jangan percaya diri dulu. Uhuk...uhuk...''Tiba-tiba darah keluar dari mulut Sakura. Membuat Obito mengambil kesempatan untuk bisa terbang lebih jauh agar menjaga jarak dari Sakura.

''Kuso.''Kata Sakura marah sambil mengelap mulutnya yang berdarah dengan kasar menggunakan punggung tangannya.

''Hahahaha. Kenapa gadis kecil?, kau sedang melemah sekarang.''Kata Obito mengejek Sakura.

''Jangan senang dulu tua bangka.''Kata Sakura menatap tajam ke arah Obito.

''Ck, masih saja kau sangat sombong padahal tubuhmu telah terluka. Akan ku hancurkan semuanya dan kau yang terakhir.''Obito menyeringai lebar. Api telah muncul dari tangannya.

''Jangan macam-macam kau. Akulah lawanmu dasar bedebah.''Teriak Sakura mulai menyerang Obito lagi dan lagi tapi kecepatannya semakin melemah membuat Obito gampang sekali menghindarinya.


Sedangkan keadaan Hinata, dia terus melihat pergerakan Sakura.

''Sakura-chan, bertahanlah.''Kata Hinata berdoa sembari mencengkram dadanya.

Tapi Hinata sangat terkejut ketika mendengar suara seseorang.

''Hei, kau tak ikut mengungsi gadis kecil. Malah terus berada disini.''Kata seorang iblis menghampiri Hinata. Sedari tadi dia memang terus memperhatikan Hinata, seperti ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berpaling.

''Jangan mendekat.''Kata Hinata sambil mengacungkan pisaunya.

''Hahaahahaha. Itu senjatamu.''Kata iblis tersebut tertawa kemudian melangkah semakin mendekati Hinata.

''Jangan mendekat atau aku akan melukaimu.''Kata Hinata semakin mundur, sekarang peluh telah membanjiri dahinya.

Detik berikutnya sang iblis berhasil menjatuhkan pisau yang dipegang Hinata, hanya dengan sekali pukulan.

''Kyaaa.''Teriak Hinata membuat Sakura langsung menoleh. Betapa terkejutnya iya setelah melihat seorang iblis telah berada didekat Hinata.

''Hime-sama,''Teriak Sakura. Membuat semua orang terdiam dan melihat keasal suara tersebut. Mereka semua syok atas panggilan itu apalagi para malaikat, karena mengetahui Hime-samanya berada di tempat berbahaya seperti ini.

''Hime-sama,''Gumam Obito pelan.


Sakura langsung melesat kearah Hinata walau sekarang keadaannya sedang terluka, sehingga membuatnya tak bisa terbang terlalu cepat.

Obito langsung tersadar dengan otak jahatnya yang telah mempunyai ide-ide cemerlang.

''Sasori cepat bawa dia. Kita mundur sekarang.''Teriak Obito yang langsung melesat pergi diikuti para pasukannya di belakangnya.

Setelah mendengar perintah tersebut Sasori langsung menggendong Hinata di bahunya. Namun Hinata terus memberontak dengan memukul-mukul Punggung Sasori. Sasaori tak menghiraukannya, dia langsung melesat pergi ketika melihat Sakura telah berada dibelakangnya.

Padahal Sakura sudah terus berusaha terbang lebih cepat. Hampir, dia hampir bisa meraih tangan Hinata, sebelum Sasori melesat pergi. Tapi tiba-tiba sayapnya tak bisa lagi digerakkan dan detik berikutnya dia terjatuh.

''Sakura chan,''Teriak Hinata ketika melihat hal tersebut.


.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.


Autor : hehehehe... gomen-gomen kalau membingungkan bacanya.

Hinata : Hiks...hiks... kenapa saya selalu menjadi orang yang lemah author.

Author : Gomenne~ Hinata-chan. Tapi kalau Hinata-chan gak lemah gak bisa diculik dong/maksud loh?/ .

Hinata : Author jahat, gimana kalau aku diapa-apain?.

Author : Ngak mungkin kok. percaya deh ama author#plaak. Kalo boleh tahu Saku-chan kemana ya? Biasanya dia yang protes.

Sakura : Apa lo tanya-tanya gue. Dasar author semprul, kamu mau buat aku patah tulang*teriak.

Author : Eh, ngak kok, kalo dikit?.

Sakura : Author*teriak.

Author : Iya Saku-chan*lari.

Author : *berhenti* Minta kritik dan saran ya. Soalnya baru pertama aku buat fic beginian. Malah kayaknya ficnya gaje banget :3 . Tinggalkan Review ya. Jangan sampai anda menjadi pembaca gelap, jadi saya sarankan baca di tempat yang terang # plaak . Don't flame ya kalo dikit-dikit mah gak papa. Janee~*lari lagi*.

.

.

.

ll

ll

ll

v

v

v