Hai mina...XD *ditimpukin sendal butut*

Wah tanpa kusa sadari fic ini udah hampir 3 bulan menggantung begitu aja sampai jamuran dan lumutan. He he he... gomen ne *menghindari sendal-sendal yang beterbangan*

Semoga chappy ini ga mengecewakan reader-tachi

Disclaimer: BLEACH punya kusanagi dalam mimpi indah kusa *digaplok Tite Kubo*

LOST: Memory

"Taichou sekalian..." Soutaicou membuka rapat, "sebagai taichou kalian pasti sudah mengetahui bahwa hukum Soul Society adalah hukum yang dibuat untuk menjaga keseimbangan Soul Society dan dunia manusia. Hukum yang harus dijaga dan dipatuhi oleh semua shinigami tanpa pengecualian, baik ia adalah shinigami dengan pangkat terrendah atau taichou sekalipun." Soutaichou terdiam sejenak kemudian ia membuka kedua matanya dan menatap seluruh taichou yang hadir dalam rapat itu satu persatu.

"Namun aku sangat kecewa karena ada salah seorang dari kalian, yang seharusnya yang paling menjaga dan mematuhi hukum Soul Society, telah melupakan hal itu dan menjalin hubungan dengan manusia yang merupakan salah satu hal terlarang dalam hukum Soul Society." mendengar hal itu, seluruh taichou yang hadir dalam rapat tersentak kaget. Tetapi diantara para taichou itu, Toushiro lah yang paling terkejut. Wajahnya berubah menjadi pucat, "Apa jawabanmu mengenai hal ini, Hitsugaya Toushiro-taichou?"

Chapter: 3

Toushiro menundukan kepalanya. Sejak pertama kali menjalin hubungan dengan Karin, Toushiro tahu pasti bahwa berhubungan manusia melanggar hukum Soul Society dan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Tetapi ia tetap bersi keras berhubungan dengan Karin karena ia sangat mencintai gadis tomboy berambut hitam yang keras kepala itu. Sejak kejadian Aizen mengirim mata-mata dan merubahnya menjadi seekor anak kucing yang dirawat oleh Karin, Toushiro menjadi sangat mencintai Karin dan akan melakukan apapun untuk bisa terus bersamanya walaupun itu harus melanggar hukun Soul Society sekalipun.

Semua perhatian para Taichou dalam ruangan itu tertuju pada sang taichou muda berambut putih. Mereka menatap Toushiro dengan tatapan khawatir. Sejauh ini para taichou yang mengetahui sang taichou muda menjalin hubungan dengan Karin sepakat menutup mulut mereka demi melindungi Toushiro. Tetapi nampaknya ada seseorang telah berkhianat dan melaporkan hal ini pada soutaichou.

Berhubungan dengan manusia adalah pelanggaran yang sangat berat. Mereka khawatir hukuman yang akan diberikan kepada taichou muda mereka adalah hukuman yang sangat berat atau bahkan hukuman mati.

Toushiro menggeretakkan giginya dan mengepalkan tangannya sangat keras hingga kuku jarinya melukai telapak tangannya. Sejak pertama ia berhubungan dengan Karin, Toushiro sudah mengetahui bahwa suatu saat hari seperti ini akan datang dan ia sudah mempersiapkan diri untuk menerima konsekuensinya. Kemudian Toushiro kembali mengangkat kepalanya dan bertatapan langsung dengan soutaichou, "Ya... aku mengakuinya bahwa aku berhubungan dengan seorang manusia." jawab Toushiro tegas.

Lalu semua taichou yang hadir terkejut mendengar pernyataan Toushiro yang tidak berusaha menutupi kenyataan bahwa ia berhubungan dengan manusia. Soutaichou mengangkat sebelah alisnya kepada Toushiro. Dalam hati ia cukup kagum dengan sikap sang taichou muda yang tidak berusaha menutupi kenyataan yang ada, tetapi...

"Apa kau sadar dan mengetahui akibatnya perbuatanmu, Hitsugaya Toushiro?" tanya Soutaichou kepada Toushiro.

"Ya... aku sadar dengan apa yang ku lakukan dan aku siap menerima hukuman yang akan diberikan padaku." jawab Toushiro tegas.

Soutaichou meremas tongkat yang di pegangnya dengan marah. Reiatsunya mulai meluap hingga membuat suhu di ruang rapat naik, "Kau sudah mengetahuinya tetapi tetap melakukannya. Apakah kau sudah melupakan kedudukkanmu sebagai taichou yang seharusnya menjadi contoh sempurna bagi bawahanmu." desis Soutaichou marah.

Keringat dingin mulai mengalir dahinya, tetapi Toushiro tidak kehilangan keberaniannya, "Aku menyadarainya kalau itu adalah hal yang salah. Tetapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku yang sangat mencintainya."

"Apa kau sudah kehilangan akal pikiranmu dan melupakan segalanya? Ketika kau menjadi shinigami pertama kalinya. Kau harus sudah siap mati demi Soul Society dan menyampingkan semua urusan pribadimu. Kau tidak bisa menahan perasaanmu? Jika hal sekecil itu tidak bisa kau atasi maka kau tak pantas menjadi seorang taichou." kata Soutaichou dengan nada marah. Reiatsunya berkobar-kobar hingga membuat hawa dalam ruang itu panas dan berat oleh tekanan rohnya.

Toushiro jatuh berlutut karena tekanan roh soutaichou yang memang tertuju kepadanya. Lalu Kyouraku dan Juushiro berdiri di hadapan Toushiro untuk melindungi sang taichou muda dari tekanan roh Soutaichou.

"Yare... yare... kau tak perlu semarah itu kan Yama-jii?" kata Kyouraku sambil sedikit menurunkan topinya hingga matanya tertutup oleh bayangan, "bukankah mencintai seseorang adalah hal yang wajar, apa lagi Hitsugaya-taichou memang pada masanya menyukai lawan jenisnya." Kata Kyouraku mencoba melindungi Toushiro. Yamamoto mengangkat sebelah alisnya kepada kedua muridnya.

"Yang Shunsui katakan benar, Yamamoto-sensei. Bisakah kita mendengar alasan Hitsugaya-taichou terlebih dahulu." tambah Juushiro. Lalu para taichou yang lain menganggukan kepala mereka setuju dengan ucapan Kyouraku dan Juushiro.

Toushiro berusaha bangkit. Tetapi ia terus menundukkan kepalanya, "Aku... aku tidak berniat menutupi apapun. Aku sadar bahwa aku telah melanggar hukum Soul Society, tetapi aku memang benar-benar mencintai manusia itu. Dia adalah gadis keras kepala yang membuatku bahagia hanya dengan berada di dekatnya, dan membuatku tersenyum hanya dengan mengingatnya. Ia adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku kehilangan kontrol emosiku, dan satu-satunya orang yang bisa membuatku tertawa lepas. Sekarang, aku siap menerima hukumanku dan dicopot dari jabatan taichou." Jawab Toushiro. Ia sama sekali tidak menyesali perbuatannya.

Lagi... seluruh taichou di buat terkejut dengan pernyataan Toushiro. Lalu secepat kilat Kyouraku bershunpo kebelakang Toushiro dan menutup mulut sang taichou muda dengan telapak tangannya dari belakang. "Tunggu dulu Yama-jii, dia tidak serius mengatakannya. Ya kan Hitsugaya-kun?" kata Kyouraku panik. Tetapi Toushiro tidak mengatakan apapun.

"Untuk apa kau berusaha melindunginya seperti itu, ia bahkan tidak berusaha menutupinya." kata taichou divisi 12 sambil menatap Toushiro dengan sinis, "sejak awal memang tidak seharusnya bocah ingusan itu menjadi taichou." Lalu seluruh taichou yang ada dalam ruangan itu mengirim death glare kepada Kurotsuchi, "Apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." protes sang ilmuan gila.

"Sudah cukup..." kata Soutaichou sambil menghentakkan tongkatnya ke lantai, "kesalahan Hitsugaya Toushiro sudah jelas dan ia sendiri pun mengakuinya. Sekarang aku perintahkan divisi 6 untuk menahan Hitsugaya Toushiro sampai hukuman yang tepat dijatuhkan kepadanya. Sekarang kalian semua bubar." Kata Soutaichu lagi sambil menghentakan tongkatnya sekali lagi. Setelah itu ia meninggalkan ruang rapat tanpa memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk protes dengan keputusannya.

Setelah Soutaichou menghilang dari ruangan rapat itu, Byakuya datang mendekati Toushiro dan memberi isyarat kepadanya untuk mengikutinya. Lalu tanpa berkata apa pun Toushiro pergi mengikuti Byakuya dari belakang. Tetapi sebelum ia keluar dari ruang rapat, Kyouraku menarik pundaknya, "Mencintai seseorang bukan hal yang salah. Tenang saja kami pasti akan membantumu." Kata Kyouraku.

Mata Toushiro membesar mendengar perkataan Kyouraku. kemudian ia menatap satu persatu wajah taichou yang berdiri di belakang Kyouraku. Mereka adalah Ichigo, Renji, Shuhei, Kira dan Unohana.

Toushiro tertawa pelan melihat wajah Ichigo. Biasanya sang taichou berambut orange itu selalu berusaha menghalang-halanginya berhubungan dengan Karin, tetapi dalam keadaan seperti ini ia malah berbalik mendukung hubungannya dengan Karin.

Melihat hal itu, Ichigo melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan keras kepala, "Walaupun aku membantumu, bukan berarti aku merestui hubunganmu dengan Karin. Aku melakukannya karena aku tidak mau adikku menjadi sedih karena kau dijatuhi hukum." kata Ichigo membela harga dirinya.

Kyouraku lalu menatap Byakuya dan menyengir kepadanya, "Kau juga akan membantu kan, Byakuya?" tanya Kyouraku kepada sang bangsawan berambut hitam itu.

Byakuya menghela nafasnya dan kemudian menganggukan kepalanya, "Ya... karena aku pun pernah mengalami hal yang sama dengan Hitsugaya-taichou saat ini, ketika aku muda dulu." jawab Byakuya dengan wajah datar. Ia teringat pernah ditentang habis-habisan oleh keluarganya ketika ia hendak menikah dengan wanita yang ia cintai, Hisana.

Toushiro terbelalak mendengar pernyataan Byakuya. Bahkan kepala keluarga bangsawan Kuchiki yang selalu mementingkan hukum Soul Society diatas segalanya pun turut mendukungnya. Kemudian sebuah senyuman, yang tidak pernah para taichou lihat sebelumnya, menghiasai wajah sang taichou muda, "Terima kasih... semuanya!"

~H~

Sementara itu di waktu yang sama di dunia manusia, Karin yang sedang mengawasi tim sepak bola sekolahnya merasa jantungnya berdegup lebih cepat dari pada biasanya. Perasaanya menjadi tidak nyaman dan gelisah. Ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dan firasat buruknya terbukti dua hari kemudian, ketika Ichigo kembali dari Soul Society bersama Rukia membawa berita bahwa hubungannya dan Toushiro telah di ketahui oleh Soutaichou.

"Lalu bagaimana keadaan Toushiro saat ini, Ichi-nii?" tanya Karin panik sambil menarik baju depan kakaknya. Padahal hubungan mereka telah berjalan baik-baik saja selama hampir lebih dari 2 tahun. Apa mungkin Soul Society mengetahui hubungan mereka Karena ia memaksa Toushiro untuk lebih sering datang menemuinya?

"Kau tidak perlu khawatir, Karin!" kata Ichigo menenangkan adiknya, "walaupun sekarang ia ditahan dalam penjara divisi 6, ia aman dan baik-baik saja."

"Tapi... tapi... bagaimana kalau Soul Society sampai menjatuhi Toushiro hukuman mati?" tanya Karin bertambah panik. Air matanya mulai mengalir di pipinya. Ia merasa kalau semua ini terjadi karena kesalahannya. Andai ia tidak memaksa Toushiro untuk sering datang menemuinya, mungkin rahasia mereka tidak akan diketahui dan Toushiro tak akan mengalami hal seperti ini. Tetapi bagaimanapun ia sangat mencintai shinigami bermata emerald itu dan ingin terus berada di dekatnya.

"Tiga hari lagi para taichou akan mengadakan rapat untuk menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada Toushiro." jawab Ichigo sambil menghapus air mata adiknya, "Sebagian besar taichou sudah sepakat untuk membantunya. Ia akan baik-baik saja."

"Sungguh?" tanya Karin memastikan Ichigo tidak berbohong kepadanya.

Ichigo menganggukan kepalanya. Dalam hati ia membuat catatan akan memulitasi dan mencincang Toushiro setelah semua ini berakhir. Berani-beraninya ia membuat Karin yang hampir tidak pernah menangis, dibuatnya khawatir hingga menangis.

"Kyouraku-san, Ukitake-san, Unohana-san dan diriku sudah pasti akan membantu Toushiro. Begitu pula Renji, Kira dan Hisagi." kata Ichigo sambil tersenyum lembut kepada adiknya, "Walaupun hanya memikirkan pertarungan, Kenpachi juga pasti bersedia membantu Toushiro. Bahkan Byakuya yang selalu mengutamakan hukum Soul Society pun telah bersedia membantunya. Jadi kau jangan khawatir lagi ya!"

Karin menganggukan kepalanya dan lalu menghapus air matanya. Tapi apa mungkin setelah semua ini berakhir, semuanya akan berjalan seperti sebelumnya? Apa mungkin ia masih bisa bertemu dengan Toushiro? Bagaimana dengan hubungan mereka setelah ini? Sekarang ini Karin merasa sangat takut kehilangan dan tidak bisa bertemu dengan kekasihnya yang sangat di cintainya lagi.

~H~

"Rukia-fukutaichou... Sedang apa anda disini?" tanya seorang divisi 6 ketika ia melihat sang fukutaichou divisi 13 terlihat kebingungan mencari sesuatu di koridor ruang tahanan divisi 6. Lalu dengan Gugup Rukia membalikan badannya dan menatap fuukutaichou baru divisi 6, setelah Renji menjadi Taichou baru di divisi 7, Hayama Agitou.

"Aaa... selamat siang Hayama-fukutaichou," sapa Rukia sambil menyembunyikan sepucuk surat dalam shihakusonya, "aku datang untuk menyampaikan pesan dari Ukitake-taichou untuk Hitsugaya-taichou." jawab Rukia sambil tertawa gugup.

Sang fukutaichou berambut dan bermata hitam divisi 6 mengangkat sebelah alisnya kepada Rukia. Tetapi kemudian ia mengangguk mengerti dan menunjukan tempat Toushiro di tahan, "Sel tempat Hitsugaya-taichou ditahan ada di sebelah kanan ujung koridor ini." kata Agitou kepada adik angkat taichounya. Setelah berpamitan, Agitou pergi meninggalkan Rukia untuk melanjukan pekerjaannya. Lalu Rukia menghela nafasnya lega dan melanjutkan perjalanannya menuju ruang Toushiro ditahan.

~H~

Ketika ia sampai di depan ruang tahanan Toushiro, Rukia mendapati sang taichou muda berambut putih itu sedang duduk sambil menatap keluar jendela. Walaupun sekarang ini Toushiro adalah tahanan, tetapi ia masih seorang taichou. Oleh karena itu ia mendapatkan ruang tahanan yang baik dan bersih. Di ruang itu terdapat sebuah tempat tidur dengan seprai dan selimut berwarna putih. Di sampingnya terdapat sebuah jendela cukup besar dengan jeruji besi yang telah diberi kido agar tidak bisa dijebol dari dalam maupun luar. Dan di samping jendela itu terdapat sebuah meja yang diatasnya terdapat sebuah buku tebal, juga sebuah kursi kayu yang di duduki oleh Toushiro.

Toushiro terus menatap keluar jendela. Kelihatannya ia terlalu jauh larut dalam lamunannya hingga tidak menyadari kehadiran Rukia. Sang taichou muda tidak lagi mengenakan shihakuso dan haorinya. Yang ia kenakan saat ini adalah kimono putih polos, sama seperti yang pernah Rukia kenakan saat ia menjadi tahanan dulu.

"Uh'hum..." dehem Rukia untuk menarik perhatian sang taichou muda.

Toushiro tersentak dari lamunannya dan membalikan badannya, "Kuchiki-fukutaichou!" kata Toushiro setengah terkejut dengan kedatangan sang fukutaichou bermata violet itu.

"Sedang memikirkan Karin-chan?" goda Rukia. Lalu Rukia tertawa pelan melihat wajah Taichou divisi 10, yang selalu mengerutkan dahinya, merona.

"Aaa.. Ti... Tidak." jawab Toushiro sambil menolehkan wajahnya kearah lain. Apa yang Rukia katakan benar. Sejak masuk ke dalam ruang tahanan, ia tidak bisa berhenti memikirkan gadis tomboy berambut hitam itu, "Ngomong-ngomong, Kenapa kau datang kesini?" tanya Toushiro penasaran dengan tujuan kedatangan sang fukutaichou.

Kemudian Rukia teringat dengan tujuan awalnya dan mengeluarkan sepucuk surat dari balik shihakusonya, "Aku dimintai tolong oleh Karin-chan untuk menyampaikan surat ini kepadamu." Kata Rukia sambil menunjukan sebuah amplop berwarna putih kepada Toushiro. Lalu dengan mata berbinar Toushiro bangkit dari tempat duduknya dan menerima surat itu.

Untuk sementara waktu Toushiro memandangi amplop putih dengan motif snowflake ice blue yang tersegel dengan rapih ditangannya. Kemudian Toushiro kembali ke tempatnya semula dan membuka amplop surat itu perlahan.

Toushiro tersenyum melihat isi surat. Itu adalah tulisan tangan Karin, 'Banyak coretan.' Pikir Toushiro. Nampaknya Karin menulisnya dengan terburu-buru hingga ia tidak sempat menghapus coretan itu.

Dear: My little snow dragon

Mata Toushiro berdenyit-denyit membaca isi surat itu, 'Dasar bodoh! Aku tidak kecil!" kata Toushiro kesal dalam hati. Kemudian ia melanjutkan membacanya.

Bagaimana keadanmu saat ini? (dicoret: Aku benar-benar sangat mengkhawatirkanmu saat ini.) Kau tidak telat makan kan? Jaga kesehatanmu baik-baik ya!

Mata Toushiro kembali berdenyit-denyit kesal. Sekarang ini dirinya sedang ditahan dalam penjara dan terancam hukuman mati. Tetapi kekasihnya malah lebih mengkhawatirkan kesehatannya.

Ketika mengtahui keadaanmu dari Ichi-nii, aku sangat terkejut dan panik. Aku menjadi merasa bersalah karena sudah memaksamu untuk sering datang menemuiku. Aku benar-benar menyesal. Andai aku tidak pernah memaksamu, kau tidak perlu mengalami hal seperti ini. (dicoret: Tetapi aku benar-benar ingin lebih sering bertemu denganmu dan menghabiskan waktu bersama)

(dicoret: Sekarang ini aku sangat merindukanmu.) Aku harap kau tidak berbuat hal bodoh lain yang menyebabkanmu di jatuhi hukuman mati. Kalau kau sampai di jatuhi hukuman mati, sebelum hari eksekusimu tiba aku akan membunuhmu terlebih dahulu.

Mata Toushiro berdenyit-denyit lagi, 'Setiap kata-kata manis yang ia tulis selalu ia coret. Dasar tidak jujur!' kata Hitsugaya dalam hati, 'tetapi... Karin memang selalu seperti itu.' tambah Toushiro dalam hati sambil tersenyum.

Neh... Toushiro, Kumohon berjanjilah untuk tetap hidup walau apapun yang terjadi. Jika Soul Society menjatuhkan hukuman mati untukmu, berjanjilah untuk bertahan hidup sampai aku datang menolongmu. Walaupun aku bukan seorang shinigami dan memiliki kekuatan seperti Ichi-nii, aku pasti akan datang menolongmu. Karena itu... tolong... sampai aku datang teruslah bertahan hidup demi diriku. Aku pasti akan melindungimu.

Toushiro tersenyum membaca isi surat itu, "Dasar gadis sombong!" gumam Toushiro. Ia bahkan bukan seorang shinigami dan tidak memiliki kekuatan seperti Ichigo, tetapi ia berjanji untuk menerobos Soul Society demi menyelamatkanku.

Neh... Toushiro... Apa setelah ini kita masih bisa bertemu? Apakah setelah ini semuanya akan baik-baik saja? Apakah setelah ini semuanya akan bisa berjalan seperti dulu? Aku sangat ketakutan setiap kali memikirkan jika setelah ini kita tidak akan bisa bertemu lagi. Walaupun senyumanmu itu menyebalkan, tetapi aku tidak mau jika tidak bisa melihat senyummu lagi. Aku takut tidak bisa melihat wajahmu lagi, aku takut tak bisa mendengar suaramu lagi, dan aku takut kita tidak akan pernah bisa bertemu denganmu lagi. Aku takut...

Neh... Toushiro... tolong beritahu diriku apa yang harus aku lakukan?

Andai bisa, aku ingin memutar balik waktu dan menghentikannya di saat kita bersama.

Sincerly: Kurosaki Karin

Toushiro tanpa sadar meremas surat yang dipegangnya. Tiba-tiba saja ia merasa merasa sesak seperti ada benda berat yang menekan dadanya dari luar. Hatinya merasa sakit dan sedih, 'Kenapa... kenapa Karin bukan shinigami seperti Ichigo?' tanya Toushiro kepada dirinya sendiri, 'Kenapa aku harus seorang shinigami dan seorang taichou? Kenapa kita hidup di dunia yang berbeda? Kenapa hubungan kami terlarang? Pada hal aku sangat mencintainya... sangat mencintainya.'

Lalu kemudian Toushiro bangkit dari tempatnya, mengambil selembar kertas dari laci meja dan menulis surat balasan untuk Karin.

~H~

Hai mina... jumpa lagi dengan kusanagi di LOST: Memory *ditimpukin tomat busuk*

Dari hasil nominasi IFA, kusa dapet kesimpulan ternyata standar penulisan kusa ancur banget... gomen... gomen... akan kusa perbaiki... *bungkuk-bungkuk*

(LOST: Memory = 54,7 Fic kusa jelek ya? semuanya jelek banget ya?)

Tetapi ada satu hal yang mungkin ga akan kusa ubah, yaitu gaya penceritaan kusa. Mau dibilang sampah sekalipun kusa ga akan bisa merubah gaya penceritaan kusa karena itu sudah menjadi ciri khas kusa.

Mina! Ayo dukung fandom BLEACH untuk jadi fandom terfavorite... XD *ngibarin bendera kebangsaan fandom BLEACH*

Selamat kepada semua author fandom BLEACH yang karyanya lulus nominasi, kusa pasti dukung kalian...XD *semangat*

~*Bales Repiw Time*~

~org gk sabaran~

Cup... cup... *ngasih tisu* jangan nangis... kusa jadi ikutan nangis nih... T.T

Sebenernya kusa juga ga niat buat ngepending fic ini terlalu lama kug. Tetapi akhir-akhir ini kusa agak sibuk dan banyak tugas, jadi kusa terpaksa fokus sama satu fic dulu. Dan ternyata For The Dearest lebih banyak yang minat, jadi kusa fokus buat apdet fic itu dulu deh... gomen ne...

Arigatou udah baca fic ini.

Udah kusa apdet kan? terus baca fic ini yak... (jangan lupa repiw juga) XD

~RikurohiYuki03~

Arigatou udah baca fic ini... ^_^

Pollingnya yang menang For The Dearset nih (baca juga ya)... tapi tenang aja, kusa akan apdet Snowflake In Summer juga kug. Ditunggu aja yak...

~Ino Kazuki~

Ini lanjutannya. Arigatou udah sabar menunggu.

Bagaimana Karin, baca terus fic ini ya *promosi*

~mamoru okta-chan lemonberry~

Bukan Hinamori yang ngelaporin kug. Kusa suka banget sama Momo sebagai kakak Toushiro (mereka cocok banget jadi kakak adik sih... menurut kusa)

Buat siapa yang ngelaporin, tunggu di chappy selanjutnya.

Mungkin kusa akan kasih tau di chappy selanjutnya... (mungkin sih... ^_^'a)

~Shirayuki Nao~

Hai nao... salam kenal ya...

Arigatou udah baca fic kusa. Baca yang lain juga dung *Plak-digampar Nao*

Yupz... udah kusa apdet nih

~sweetiramisu~

OK... udah kusa apdet nih.

Owh iya, yang menang pollingnya For The Dearest. (baca juga ya...XD)

~ChikyuLupHJJ~

Iya kusa akhir-akhir ini lagi sibuk sih... gomen ne... (^_^'a)

Yapz... sudah kusa apdet nih... Gomen lama.

~darT in DarKz jusT a Tra4sh~

Hai livi... ganti pen name lagi? O.o'a

Gomen kusa jadi semi-hiatus. Akhir-akhir ini lagi sibuk sih.

Arigatou udah ngefave semua fic kusa... domo arigatou gozaimasu

~Karyn Schiffer~

Ha ha ha

Repiw anda memang selalu di di hati nona

BTW... akhir-akhir ini kayanya ga pernah bahas masalah typo lagi nih?

Apa kemampuan analisis anda tidak sanggup menanding typo-typo saia yang bertebaran?

bercanda Nona... luph U aja lah... peach! XD

~Light Lamperouge~

Hai... pollingnya menang...XD

Arigatou udah baca dan rajin repiw fic kusa

Sebagai hadiahnya kusa kasih Matsumoto hug *meluk Light- digampar Light*

~I Love Snow~

Arigatou... arigatou... *malow*

Okeh... kusa apdet nih... gomen kelamaan menunggu... =3

~Winter Angel~

Yupz... sudah apdet...

Lebih banyak chapternya dari fic ini malah... XD

Tanpa letih dan bosan akan saia katakan...

Mind to review?

-kusanagi-