hanna

dul

set

"lalu dimana kau akan memotret mobilku jika Aku mengijinkanmu untuk memotretnya?" Siwon melangkah pelan menghampiri Kyuhyun yang mengitari mobil mewahnya

"aku sedang mencari angle yang bagus untuk dapat memotretnya. Aku rasa disini tidak masalah" Kyuhyun mulai memotret mobil mewah itu dari berbagai sudut mengitari mobil itu

Siwon hanya diam memandangi Kyuhyun yang tampak serius mengambil gambar mobilnya untuk dia pakai dalam pameran tunggal.

"apa pekerjaanmu Siwon-ssi sehingga kau bisa memiliki mobil semahal ini?" tanya Kyuhyun sambil terus memotret

"aku hanya seorang mahasiswa" jawab Siwon terus menatap Kyuhyun saat Kyuhyun asyik melihat hasil jepretannya tanpa menatap Siwon

"jadi kau anak orang kaya?" Kyuhyun melirik lalu menatap mata Siwon dengan senyum tipis

"begitulah" balas Siwon menunduk

"aku rasa kau memiliki angle yang bagus untuk dipotret" Kyuhyun menghampiri Siwon lalu menunjukan monitor dikameranya yang bergambar Siwon sedang menunduk dibalik mobilnya

"kau memotretku juga?" Siwon terperangah mendapati gambar dirinya ada didalam kamera itu

"jika kau tidak suka aku akan menghapusnya" ujar Kyuhyun sibuk dengan kameranya

"ania,, ania" Siwon menelar air liurnya

"aku sudah selesai dengan mobilmu. Saatnya aku pergi. Gumapsemida kau sudah mengijinkan aku memotretnya" Kyuhyun mengalungkan kembali kameranya dileher tersenyum hangat pada Siwon

"nee cheonma" balas Siwon tersenyum yang terlihat dipaksakan

"apakah kau tertarik untuk bertemu denganku lagi?" tiba – tiba Kyuhyun bertanya menatap Siwon manja

"mwo? Ahh terserah kau" jawab Siwon gugup dengan wajah merona

Kyuhyun terkekeh melihat kekonyolan Siwon namja gagah namun begitu kaku dan amat pemalu.

"kenapa kau begitu kaku Siwon-ssi? apakah aku terlihat seram hingga membuatmu begitu tertekan?" Kyuhyun memancing memberikan senyum iblisnya

"ania... aku hanya tidak biasa bercakap sebanyak ini dengan orang yang baru aku temui" jawab Siwon gemetaran sehingga menjatuhkan kunci mobilnya lalu diambilnya kembali

"tanganmu gemetar! Apa kau baik – baik saja?" seketika Kyuhyun menggenggam tangan Siwon yang terlihat gemetar

Siwon tercengang dengan sikap spontannya Kyuhyun yang tiba – tiba menggenggam tangannya saat dia gemetaran. Memandangi wajah Kyuhyun saat tangannya melepaskan genggamannya

"kau harus banyak menarik nafas dalam, lalu resapi sebelum kau mengeluarkannya kembali dengan perlahan. Kau terlalu tegang Siwon-ssi. apakah kau kuliah jurusan teknik atau fisika? Sehingga kau memiliki begitu banyak beban?" ujar Kyuhyun sok menganalisa

"jurusan seni. Aku membuat patung. Patung seorang namja" jawab Siwon mulai terlihat berani

"waw menarik. Aku rasa pertemuan kita selanjutnya sebelum acara pameranku, aku ingin sekali melihat patungmu. Apakah kau tidak keberatan jika aku melihat patungmu? Atau aku melihat bagaimana kau membuat patung itu?" Kyuhyun bertanya dengan rasa percaya diri yang tinggi menatap Siwon dengan tatapan sugesti dan mempengaruhi

"tentu saja! Kau boleh melihatku bagaimana aku membuat patungku" jawab Siwon tanpa senyum dengan tatapan tajam

"akan aku hubungi kau saat aku akan berkunjung. Berikan aku alamat rumahmu" Kyuhyun menodong

"aku akan mengirimkan melalui pesan. Aku memiliki nomermu dikartu nama ini" Siwon merogoh sakunya mengeluarkan kartu nama milik Kyuhyun

"aku tunggu pesan darimu" Kyuhyun mengangguk pamit lalu berpaling meninggalkan Siwon dengan mobil mewahnya.

'kau akan menghidupkan patungku selanjutnya. Kau datang sendiri padaku tanpa aku harus memburumu. Datanglah Cho Kyuhyun aku akan menjamumu'

.

.

.

.

.

.

Didalam sebuah taman yang indah dipenuhi bunga crisant yang sedang mekar, terlihat seorang yeoja dewasa yang sangat cantik berambut panjang memakai gaun pendek berwarna putih sedang mengejar dua orang anak kecil yang berlari – lari dihadapannya.

"Siwon-ah,,, Siwon-ah" teriak yeoja cantik itu memanggil nama anak yang tengah berlarian

Kedua anak itu terus saja berlari sambil tertawa riang meninggalkan yeoja itu sendirian dan semakin jauh

"Siwon-ah! kemarilah" kembali yeoja dewasa itu berteriak menjulurkan tangannya berusaha meraih tangan kedua anak kecil itu

"eomma! Siwan pergi eomma! Dia pergi meninggalkan aku..." satu anak kecil itu tiba – tiba berdiri disamping yeoja cantik itu menangis merengek dengan air mata mengalir deras

"dia pantas pergi untuk selamanya Siwon-ah! dia tidak pantas hidup bersama kita. Biarkan dia pergi" yeoja cantik itu jongkok agar sejajar dengan tinggi anak kecil itu, membelai wajah bocah itu sambil berbisik

"andweeee! Andweeee eomma!" teriak bocah itu menangis semakin menjadi

.

"andweeeee! Hajimaaaa Siwan-aaaaaaah!" Siwon terbangun dari tidurnya

Keringat mengucur membasahi wajahnya begitu juga dengan tubuhnya. Siwon lalu turun dari tempat tidurnya menuju wastafel lalu membuka pintu kotak obat yang menempel disamping cermin wastafel itu. mengeluarkan obat penenangnya yang sudah lama dia konsumsi.

Siwon telan tiga butir pil penenangnya lalu mengucurkan air dari kran wastafel lalu meminumnya untuk melarutkan pil yang baru saja diminumnya.

"bagaimana rasanya menikmati tubuh semua pemilik rabut itu? apa kau menikmatinya? Sehingga kau membuat wajah dipatung itu sedemikian mirip dengan semua korbanmu?" Siwon berbicara pada bayangan dirinya sendiri yang dipantulkan cermin dari wastafel itu. ekspresi wajah yang amat sinis dan dingin

"kau melarangku untuk memiliki hubungan yang nyata dengan siapapun. Karena kau selalu mengatakan aku adalah milikmu. Bagaimanapun juga aku membutuhkan sex dalam hidupku" Siwon kembali berbicara sendiri dengan bayangan dari cerminnya kali ini dengan ekpresi wajah yang sedikit ketakutan

"kau tidak boleh dimiliki siapapun! Ingat janji kita, aku adalah kau dan kau adalah aku. Kita satu dan kau tidak membutuhkan siapapun dalam hidupmu hanya kita berdua. Tidak dengan appa ataupun eomma" Siwon merubah ekspresi wajahnya dengan keji dan sadis

"aku lelah harus hidup sendiri dirumah besar ini tanpa ada yang membantuku untuk merawatnya. Aku bahkan sudah mengundang calon korban selanjutnya untuk datang kerumah ini. Bagaimana aku mengaturnya? Aku tidak sanggup mengurusnya sendirian" ekspresi Siwon kini kembali gugup dan kaku dan begitu sangat tertekan

"ayolah kau jangan manja Siwon-ah! aku benci jika kau manja seperti itu" Siwon berbicara dengan nada membentak

"kau sama sekali tidak membantuku! Aku melakukannya sendirian" Siwon menurunkan nada bicaranya

"kau harus menepati janjimu padaku! Kau akan selalu merawatku dan menjagaku! Mencarikan rambut yang pantas untukku! Kenapa sekarang kau menjadi begitu lembek hah?" Siwon memukulkan kepalan tangannya ketembok disamping cermin sehingga membuatnya berdarah

"kau kembali menyakitiku lagi. Lihat apa yang sudah kau lakukan pada tanganku? Aku membutuhkan tanganku untuk membuat patungku" Siwon meringis kesakitan menyeka darah yang keluar dari tangannya dengan kucuran air yang keluar dari kran sambil menangis

"itu hukuman buatmu Siwon-ah! karena kau mengecewakanku dengan kemanjaanmu" Siwon menatap tajam dan sinis pada bayangannya sendiri.

.

.

.

Siwon sedang memandangi gambar dirinya yang berpose dengan Donghae untuk iklan pakaian musim panas yang diluncurkan perusahan appanya didalam sebuah majalah mode.

"kau memang begitu tampan Lee Donghae! Aku sangat mengagumi kesempurnaanmu" Siwon berjalan menuju ruangan khususnya membawa majalah mode ditangannya.

Sambil bersiul Siwon membuat mengumpulkan gundukan tanah liatnya keatas meja kayu sebagai media tempat dia membuat patungnya. Membasahi gundukan tanah liat itu dengan air yang dia kucurkan ditangannya.

Mulai membentuk kepala yang dia bulatkan dari gundukan tanah liat itu. menggunakan alat pemahatnya berbentuk seperti pisau dan beberapa alat lainnya.

Sebuah pahatan bentuk kepala dan wajah mulai terlihat begitu sempurna menyerupai wajah seseorang. Siwon terus membentuk dan membuat wajah dari patung itu semakin jelas membentuk dan semakin mirip dengan rupa wajah dari Lee Donghae.

Bagian tubuh patung itu mulai Siwon pahat. Mulai dari tangan, bentuk dada yang bidang, perut dengan enam kotak yang terbentuk sempurna, bagian vital dengan tonjolan yang besar dan menyembulkan kesan jantan dari patung itu.

Siulan itu terus terdengar mengiringi tangan ajaib Siwon membentuk patung Lee Donghae yang telanjang dengan pose satu tangan menutupi area vitalnya sementara tangan yang lainnya melingkar kebelakang bokong dengan kaki yang tebuka tidak begitu lebar.

Untuk menyelesaikan patung berwajah Lee Donghae dengan hasil yang sempurna hanya Siwon butuhkan selama tidak lebih dari 4 jam.

Selesai dengan patung itu, Siwonpun mulai membersihkan tangannya yang kotor dan basah karena tanah liat. Siwon segera keluar dari ruang khususnya menuju kamarnya. satu persatu pakaian yang menempel ditubuhnya dia tanggalkan begitu saja kemudia dia lemparkan kesembarang arah. Langkah tegaknya menuju kekamar mandi pribadinya dimana patung Kim Jonwong lengkap dengan kulit kepala dan rambutnya berdiri tegak menghadap bathtube.

"hai! Saatnya aku menikmati suara indahmu Kim Jongwon. Nyanyikan lagu Love Is Hurt milikmu itu" ujar Siwon mengecup bibir patung Jongwon lalu kembali melangkah menuju bathtube untuk membersihkan diri.

.

.

.

Pakaian serba hitam dan gelap sudah melekat ditubuh Siwon. saatnya dia kembali beraksi mencari korban yang akan dia kuliti kulit kepala lengkap dengan rambutnya.

Mobil Cherokee hitam menjadi teman saat dia akan memburu korbannya. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang saat Siwon menghubungi membaca alamat rumah milik Donghae yang dia dapat dari Boa sejak lama sang manager marketing yang bekerja untuk appanya.

'kau akan menghidupkan patung yang baru saja aku selesaikan Lee Donghae! Tunggu aku dan akan aku habisi kau malam ini juga'

.

.

.

Sebuah rumah mewah dengan gerbang yang cukup tinggi juga dua orang security yang menjaganya. Berdiri megah dihadapan Siwon yang baru saja menghentikan mobilnya.

Siwon segera turun dari mobilnya untuk menyapa petugas yang menjaga rumah mewah itu.

"selamat malam! Namaku Choi Siwon. bisakah kau memberitahukan majikanmu bahwa aku ada didepan rumahnya dan ingin bertemu?" ujar Siwon dengan kalimat yang amat kaku juga dengan ekspresi wajah yang tak kalah kakunya

"kau siapa tuan? Apa kau pikir kau bisa dengan begitu mudah menemui majikanku?" tanya petugas itu begitu merendahkan Siwon

'brengsek! Kau akan merasakan betapa tajamnya pisau yang akan merobek jantungmu manusia bodoh' Siwon mengumpat dalam hatinya

"aku putera tunggal dari The Choi Company! Majikanmu bekerja dibawah kontrak dengan perusahaan milik appaku! Apa kau puas sekarang?" wajah beringas Siwon tiba – tiba muncul menghapus kesan lugu dan betapa pemalunya dia

"baiklah tuan! Maafkan saya telah menyepelekan anda tuan" dengan tergesa – gesa penjaga itu membuka gerbang tinggi dengan lebar membiarkan Siwon masuk kedalam rumah majikan yang akan menjadi korbannya.

Siwon berlalu begitu saja kembali masuk kedalam mobil Cherokee-nya lalu melajuka mobilnya masuk kedalam lingkungan rumah mewah milik model bernama Lee Donghae.

Sebuah pintu besar dengan ukiran menjadi pintu masuk kedalam rumah mewah itu. siwon memijit bel yang berada dipinggir pintu besar itu. menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.

Clek

Pintu besar itu dibuka oleh seseorang. Dan seorang yeoja setengah baya yang masih tampak cantik meski dia sudah tidak lagi muda membukakan pintu untuk tamunya.

"selamat malam!" sapa yeoja itu

"sssselamat malam!" balas Siwon gugup saat menatap mata teduh yeoja tua itu

"anda siapa? Dan ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya yeoja tua itu dengan sangat sopan

"aaaaku Choi Ssssiwon!" jawab Siwon gugup dan menundukan wajahnya

"apa kau baik – baik saja anak muda? Sepertinya kau kurang sehat?" tanya yeoja tua itu dengan wajah yang cemas

"eomma! Kau bicara dengan siapa?" terdengar suara namja dari ujung ruangan menghampiri yeoja tua itu bersama Siwon yang masih berdiri kaku didepan pintu

"lihatlah! Mungkin dia adalah temanmu" jawab yeoja tua itu memberikan ruang untuk pemilik suara itu agar mampu melihat Siwon yang berdiri didepan pintu

"Siwon-ssi!" sapa pemilik suara yang ternyata adalah Lee Donghae

"ahh nee" balas Siwon mengangguk kaku

"masuklah! Apa yang membuatmu datang kemari?" tanya Donghae menghampiri Siwon dengan sangat ramah

"aaaku aaku"

Bruk

Tiba – tiba Siwon pingsan jatuh keatas lantai ruang tamu milik Donghae dan tidak sadarkan diri. Donghae dan yeoja tua yang adalah eommanya kontan panik melihat Siwon tiba – tiba pingsan dan jatuh dihadapan mereka.

Dengan sekuat tenaga Donghae mengangkat tubuh Siwon keatas sofa tamunya meski tubuhnya tidak lebih tinggi dari Siwon. nyonya Lee bergegas menuju kotak obat untuk membawakan obat agar membuat Siwon siuman.

Sepuluh menit kemudian Siwon kembali tersadar dan begitu lemas

"Siwon-ssi! gwencana?" tanya Donghae menyentuh kening Siwon dengan khawatir

"dimana aku sekarang?" tanya Siwon gelisah

"kau berada dirumahku! kau sedang bertamu dirumah ku ini. Tapi kau tiba – tiba pingsan dan tidak sadarkan diri" jawab Donghae membantu Siwon duduk

"ahh miane aku merepotkanmu!" Siwon menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya

"anak muda! Kenapa kau begitu ringkik? Kau tidak kekuat dan segagah tampilanmu" nyonya Lee menyela percakapan puteranya dengan tamu yang baru sadar dari pingsannya

Siwon segera menoreh kearah nyonya Lee. Lalu kembali melirik kearah Donghae dengan tatapan yang berbeda, ada keberanian dari tatapannya sekarang

"kau tinggal dengan siapa saja dirumah mewahmu ini?" tiba – tiba Siwon menanyakan hal yang tidak wajar

"hanya aku dengan eommaku saja! Wae?" jawab Donghae duduk disamping Siwon

"bagus!" jawab Siwon berdiri sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya berupa pisau belati, alat untuk mengeksekusi korbannya

"eomma! Kenapa kau begitu kejam membiarkan aku sakit tanpa berusaha mengobatinya hah?" bentak Siwon berjalan menuju nyonya Lee dengan menghujamkan pisau belati kedadanya

Blash

Pisau itu menancap didada nyonya Lee yang tiba – tiba tersungkur penuh darah didadanya.

"Siwon-ssi! apa yang kau lakukan pada eommaku hah?" Donghae teriak sambil berlari memeluk eommanya yang tersengal sengal menahan sakit didadanya

"kau begitu kejam eomma! Kau bukan eomma yang baik! Aku membencimu! Kau membuat hidupku menderita" teriak Siwon histeris memandang kearah nyonya Lee dengan wajah penuh amarah

Sret

Pisau belati itu dicabut Donghae dari dadanya eommanya yang sekarat. Lalu Donghae bediri mencoba menghujamkan pisau itu kearah Siwon

Sret

Pisau belati itu berhasil melukai lengan Siwon. siwon kemudian beraksi kembali untuk merebuk pisau yang ada ditangan Donghae dengan semua kekuatan yang dimilikinya.

"kau gila! Dia bukan eommamu! Dia eommaku brengsek!" teriak Donghae berusaha mempertahankan pisau yang ada ditangannya

"kau akan mati malam ini juga Lee Donghae! Mati ditanganku" teriak Siwon mengeluarkan pisau kecil alat yang dia gunakan saat menguliti kulit kepala korbannya dan mengarahkannya wajah tampan Donghae sehingga membuat pipinya robek

"aaaaaaa" teriak Donghae menahan darah yang keluar dari pipinya

Pisau belati yang dipenggannya jatuh kelantai. Siwon lalu mengambil pisau belati itu lalu,,,

Blash

Pisau itu Siwon hujamkan keperut Donghae tepat dibagian hatinya.

Donghae terkapar dengan darah menggenangi lantai ruang tamunya.

"hentikan! Aku mohon hentikaaaaan" teriak Siwon menutup telinganya sambil menangis

"hkhkhk" Donghae bernafas pendek sambil menahan darah keluar dari perutnya

"Donghae-ssi! gwencana?" Siwon dengan ekspresi ketakutan menekan luka diperut Donghae berusaha menghentikan aliran darahnya

"hkhkhk" Donghae sekarat

"hentikan aku mohon! Jangan! Hentikaaaaaaan" teriak Siwon menahan tangannya yang mencoba meraih pisau belati diperut Donghae

"Ssiwon-ssi! wwwae? Wwwaaae" Donghae terkulai dan berhenti bernafas

"andweeeeeee!" teriak Siwon histeris

"kau tidak boleh lemas bodoh! Ingat janjimu padaku! Aku akan terus mengingatkanmu pada janjimu" Siwon kembali berkata dengan ekspresi dingin dan sadis saat mencabut kembali pisau belati yang menempel diperut Donghae

Siulan yang kini terdengar mengerikan menemani aksi Siwon saat menguliti kulit kepala milik Donghae juga kulit kepala milik nyonya Lee. Selesai dengan aksi itu, Siwon merapihkan kembali semua alat tempurnya masuk kedalam tas miliknya. Mengantongi kulit kepala Donghae juga milik nyonya Lee. Melangkah bebas menuju dapur lalu membuka selang gas untuk membuat gas itu keluar memenuhi ruangan.

Masih dengan siulannya Siwon keluar dari rumah itu dengan langkah yang tenang. Berjalan menghampiri pos satpam dengan darah yang mengotor pakaian kulitnya yang berwarna hitam itu.

Pisau belati itu kembali dia keluarkan dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya. Siwon melangkah masuk kedalam ruangan berukura meter itu lalu

Blas blas blas blas blas blas blas

Darah merah segar mengotori seluruh ruangan sempit itu. membasahi lantainya. Penjaga itu terkapar dengan luka tusuk dipunggungnya. Dari layar monitor diruangan itu Siwon melihat rekaman cctv yang merekam gambar dirinya saat berada digerbang juga saat masuk kedalam rumah mewah itu.

Siwon lalu keluar untuk mencari kamera pengintai itu untuk menghancurkannya. Dua kamera yang disimpan tidak begitu sulit untuk dijangkau sudah Siwon hancurkan lalu mengambil alat perekamnya. Siwon kembali masuk kedalam pos penjaga itu. Dengan begitu santai Siwon mengambil pematik api milik penjaga itu lalu bergegas keluar kembali melangkah menuju rumah mewah.

Pematik itu dinyalakan kemudian Siwon buka pintu berukiran itu dan melemparkan pematik itu kedalam lalu menutup pintunya kembali. Siwon berlari menuju mobilnya sebelum rumah itu benar – benar meledak dan terbakar.

Duaaarrr

Terdengar suara ledakan dari dalam rumah mewah milik model tampan Lee Donghae dan rumah mewah itupun terbakar menghanguskan pemiliknya yang sudah terkapar.

.

.

.

One week later

Berita kematian model Lee Donghae yang ditemukan hangus terpanggang bersama eommanya dengan tanpa kulit kepala ditubuh mereka membuat pihak kepolisian berpikir keras. Mereka kembali menghubungkan kematian Donghae dengan pembunuhan berantai yang sudah terjadi dan memakan dua orang korban mahasiswa.

Petugas kepolisian masih belum menemukan titik terang siapa pelaku yang sudah begitu keji saat mengeksekusi semua korbannya. Karena tidak pernah ditemukannya sidik jari yang menempel ditubuh korban termasuk Donghae yang memang sudah hangus terpanggang.

.

.

.

"ahhh hmmm" Siwon mendesah saat mencumbui patung Donghae yang dia simpan didalam ruangan khususnya berdampingan dengan patung yeoja yag belum sempurna tercipta namun dikepala patung yeoja itu terpasang kulit kepala dengan rambut milik nyonya Lee.

"ahhh aku sangat menikmatinya Donghae-ssi" Siwon menjilati bibir Donghae sambil terus mengocok vital miliknya.

"ahhhh ahhhh ahhhh" cairan kental itu keluar memuncrat mengotori patung milik Donghae tepat dibagian tangannya yang menutupi vitalnya

Selesai dengan kegiatan sex tunggalnya, Siwon bersihkan patung Donghae dari noda sperma miliknya dengan handuk basah. Membersihkan bagian tubuh lainnya. Siwon begitu apik saat memperlakukan patung Donghae berbeda dengan saat dia memperlakukan patung Kibum juga Jongwon. Sepertinya Siwon memang sangat menyukai patung milik model tampan itu.

Siwon segera memakai pakaiannya kembali lalu keluar dari ruangan khusus miliknya. Mengunci rapat ruangan itu melangkah meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya.

Kriiiing

Ponsel pintar Siwon terdengar menerima panggilan. Siwon rogoh saku celananya lalu mengeluarkan ponsel miliknya. Dia melihat nomer telpon yang memanggilnya dan ternyata dari Cho Kyuhyun.

"yeobseo!" jawab Siwon menerima panggilannya

"annyeong haseo Siwon-ssi! aku saat ini berada didepan rumahmu! Aku akan menagih janjimu untuk membiarkan aku melihatmu saat membuat patung. Apa kau berada rumah?" suara Kyuhyun terdengar dari seberang telpon

'astaga namja mempesona itu datang. Dia membawa sendiri tubuh dan rambutnya. Kemari tanpa aku harus memburunya. Aku akan membiarkan dia menikmati saat aku membuat patung yang mirip dengan wajahnya. Setelah itu aku akan menghabisinya dan membuat patungku hidup dengan rambutnya'

tbc

annyeong!

vai update nihh wlw lagi nungguin anak lagi dirawat karena diare #curcol

vai bela belain demi WKS loooohhhh

wahh belum apa" udh ada yang bashing nihh

pake bilang vai gak konsisten bikin ff kyumin sama wonkyu

kenapa sih harus jadi masalah toh mereka kan sama" member suju?

vai tuh elf dan Siwonest

pokonya vai udh mutusin bakalan terus berkarya dan g nyerah cuma karena bashing macam gitu

selama masih ada peminat yang mau baca ff karya vai

gomawo jeongmal gomawo buat semua readers yang udh menghargai dan setia nunggu ff vai

deep bow

gomawo buat review yang bejibun dan super duper banyak di ff sadis ini

miane klo vai gak bisa sebutin satu satu pokonya semua review vai baca dan menambah semangat buat vai nerusin ff sadis ini

gmn ama kegilaan siwon dichapter ini?

makin gila aja yah tuh namja tampan?

masa nyonya Lee yang gak salah apa" ikut dibantai juga

vai udah ungkap sedikit demi sedikit penyebab kenapa Siwon gila dan psyco kaya gitu

terus tungguin lanjutannya yah!

next chap moment wonkyunya kaya apa yah?

klo penasaran baca next chapter dan tetep tungguin lanjutannya

sekian chitchatnya

saranghae,,, aishiteru,,,, wo ai ni

muaaccchhhh

annyeong!