Still..

By Esti Kinasih

Main Cast : KAISOO

Other Cast : CHANBAEK, HUNHAN etc.

WARNING! GENDERSWITCH.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

.

.

Baekhyun, Kyungsoo, dan Luhan sedang berjalan bersisian di koridor yang menuju fakultas mereka. Saat Chanyeol mendadak muncul dan menghampiri ketiganya, dengan raut muka tegang. Seketika Baekhyun ikut tegang karena ini peretama kalinya dia melihat Chanyeol kembali.

Tapi ternyata Chanyeol sama sekali tidak menatap ke arahnya. Kedua matanya terarah lurus ke Kyungsoo. Begitu sampai di hadapan ketiganya, Chanyeol langsung mengulurkan tangan dan meraih tangan Kyungsoo.

"Ikut gue sebentar. Ada yang mau gue omongin!"

"Eh! Eh! Lo salah orang. Gue…"

"Elo!" Chanyeol menatap Kyungsoo tajam. "Ayo!"

Ditariknya Kyungsoo menjauh. Baekhyun dan Luhan menatap kepergian keduanya dengan bingung. Begitu mereka tiba di bagian koridor yang lengang, Chanyeol melepaskan genggaman tangannya dan menghadapkan tubuhnya ke Kyungsoo.

"Lo lagi suka sama orang, ya?"

Kyungsoo sontak terperangah.

"Nggak!" bantahnya seketika.

"Jangan bohong. Gue tau dari Kai. Iya kan?"

Kyungsoo menatap Chanyeol dengan mata terbelalak. Mukanya langsung pucat.

"Lo… tau… dari Kai?" tanyanya tergagap.

"Iya. Makanya!" desis Chanyeol.

"Iya apa nggak? Gue cuma mau tau."

Seketika kepala Kyungsoo tertunduk lunglai. "Gue cuma suka ngeliat dia aja kok," ucapnya lemah. Chanyeol menghela napas.

"Sini!" diraihnya tangan Kyungsoo dan ditariknya ke sudut yang tersembunyi. "Masalahnya bukan 'elo Cuma suka ngeliat dia.' Masalahnya, Kai tau. Itu!"

"Yah.. abis gimana dong? Suka kan nggak bisa diatur."

Sesaat Chanyeol terdiam.

"Gue tau, lo terpaksa pacaran sama Kai," ucapnya pelan.

"Itu dia! Gue pingin jalan bukan Cuma sama cowok yang suka sama gue, tapi sama yang gue suka juga. Cowok yang baik. Bukan yang model berandalan atau preman terminal kaya sohib lo itu."

Chanyeol berdecak lalu menghela napas.

"Untuk sementara jauhin dulu itu cowok. Bonyok nanti dia. Selesain dulu urusan lo sama Kai."

"Itu diaaa," keluh Kyungsoo, jadi kepingin nangis.

"Gimana caranya minta putus sama dia?"

Chanyeol tidak menjawab. Selama ini, Kailah yang selalu membuat mantan-mantannya putus asa. Sikap dingin dan ketidakacuhannya biasanya terjadi jika cowok itu sudah mulai bosan, kemudian menghentikan usaha jatuh-bangun cewek-cewek itu untuk tetap bisa berada di sebelahnya, dan akhirnya mereka pergi dengan membawa sakit hati. Tapi Kai tidak pernah perduli dengan berita apa pun yang didengarnya seputar mantan-mantannya itu.

Si A sekarang jadi pendiam, si B jadi doyan gonta-ganti pacar, nilai akademis si C merosot drastic, si D pindah Universitas lain. Dan dalih Kai bisa dibilang masuk akal juga.

"Visi mereka terlalu jauh. Sampai ke merit segala. Gila! Kuliah aja belom ketauan lulus tepat waktu. Apalagi setelah itu harus cari kerja. Itu juga kalo dapetnya nggak jauh, masih di sekitar-sekitar sini. Kalo mesti ke pelosok atau tengah laut, gimana? Apa nggak bakalan muncul masalah baru? Cara berpikir cewek-cewek itu kadang malah bikin hidup jadi ruwet."

Tapi sepertinya sekarang kasusnya beda!

"Kayaknya dia sayang sama elo Kyung," lanjut Chanyeol.

"Lo nggak bisa ngeliat, ya?"

"Sekarang. Nggak tau nanti. Lagian sayangnya dia nakutin, tau nggak? Bikin gue kayak diiket, dipenjara."

Chanyeol menghela napas lagi. Terpaksa harus mengakui kebenaran kata-kata itu.

"Kok Kai bisa tau gue lagi suka sama orang?" tanya Kyungsoo pelan.

"Feeling Kyung. Berarti dia bener-bener sayang sama elo. Makanya peka."

Lunglai, Kyungsoo menyandarkan tubuhnya ke dinding. "Dari awal gue nggak pernah suka sama dia…"

"Gitu, ya?" Chanyeol tersenyum tipis.

"Emang sih. Kecuali saat-saat lo pulang kuliah kemaleman, kebetulan Baekhyun pas nggak masuk, dan lo nggak dapet-dapet taksi juga. Jadi terpaksa elo nelponin Kai, minta jemput. Atau kalo lo harus cari diktat ke Senen. Kebetulan lagi gue sama Sehun pas nggak bisa nemenin. Jadi lagi-lagi lo terpaksa minta anterin Kai, supaya lo aman masuk daerah rawan itu. Atau kalo Kai dapet game yang lucu trus dia download ke computer lo. Hal-hal kecil kayak gitu kadang perlu juga dipikiri, Kyung. Kalo mau jujur, sebenernya lo nggak pernah bener-bener nggak suka dia."

Kyungsoo tertegun. Ditatapnya Chanyeol, yang balas menatapnya lurus.

"Nggak apa-apa kalo lo nggak mau ngaku. Tapi pikirin bener-bener kalimat gue tadi."

I-I-I

Meskipun Chanyeol sudah meminta dengan amat sangat agar Kyungsoo menyelesaikan masalahnya dengan cara perlahan dan hati-hati, cewek itu langsung jadi paranoid, ketakutan, dan akhirnya mengambil langkah drastic.

Menjauh dari Kai saat itu juga!

Kyungsoo tidak mau mengangkat telepon kalau nomor yang muncul di layar berasal dari ponsel Kai, rumah Kai, bahkan nomor-nomor lain yang tidak dikenal sebelumnya. Dari Senin sampai Jumat Kyungsoo juga menginap di rumah Baekhyun, dan baru berani pulang Sabtu-Minggu, saat kedua orangtuanya full ada di rumah.

Dengan kalut Kyungsoo menceritakan masalah itu pada Baekhyun dan Luhan. Ketiganya berembuk mencari jalan keluar, karena Kyungsoo tetap dengan tekadnya. Putus dari Kai!

Dan itu artinya Cuma satu. Bencana!

Langkah pertama yang bisa terpikir oleh Baekhyun dan Luhan Cuma satu: menemani dan mengawal Kyungsoo kemana pun. Dan dengan semakin ketatnya kebersamaan Baekhyun-Kyungsoo, Chanyeol jadi tidak bisa menolong banyak. Keberadaan Baekhyun menghalanginya. Terpaksa Chanyeol mengikuti perkembangan kasus itu hanya melalui telepon. Yang paling sering menjadi tameng Kyungsoo memang Baekhyun. Kyungsoo tidak mau melibatkan Luhan terlalu jauh. Menjadikan cewek itu perisai untuk menghadapi Kai sama saja dengan menyodorkan anak ayam langsung ke mulut serigala.

Begitu Kai menunjukkan gejala akan melakukan sesuatu, Luhan memang akan langsung melejit dari depan Kyungsoo dan berdiri sejauh mungkin dari Kai. Sementara Baekhyun akan bertindak sebaliknya. Kai sendiri menghadapi situasi itu dengan santai. Situasi yang membuat Kyungsoo mendadak menjadi VVIP – Very Very Important Person. Selalu dalam pengawalan ketat. Situasi yang membuat kedua bodyguard-nya, terutama Baekhyun, berupaya dengan sangat keras agar cewek itu jangan sampai terjangkau oleh Kai. Kai juga hanya mengawasi dengan senyum, saat mendadak Baekhyun cs berganti arah begitu melihatnya. Atau berlari terbirit-birit menjauhinya. Cowok itu sama sekali tidak berusaha untuk mengejar. Belum saatnya!

Namun hari ini berbeda. Hari ini Kai yakin Kyungsoo memang ingin pergi darinya. Dan karena kepastian itu telah dia dapatkan, cowok itu kemudian tidak lagi menanggapi situasi itu dengan santai!

Baekhyun memarkir Kijang-nya di bawah kerindangan sebatang pohon, di satu sudut area parkir depan rektorat yang cukup terhalang. Sebelum turun, dikontaknya Luhan, memberitahukan dirinya dan Kyungsoo sudah sampai di kampus, juga supaya Luhan menyusul. Soalnya, seperti biasa, mereka harus mengawal Kyungsoo dengan ketat sampai ke kelas.

Keduanya lalu turun. Setelah memastikan semua pintu sudah terkunci, Baekhyun mengajak Kyungsoo menunggu Luhan di belakang Kijang. Tapi baru saja keduanya berdiri bersandar di pintu belakang menunggu Luhan, mendadak Jeep Kai muncul di hadapan.

Cowok itu melompat turun tanpa menutup pintu dan mematikan mesin. Sedetik Baekhyun dan Kyungsoo hanya bisa terkesiap dan membeku, sebelum kemudian Baekhyun berdiri di depan Kyungsoo, rapat-rapat.

"Mau apa lo? Pergi!" bentaknya. Sudah pasti usaha yang sia-sia. Kai tetap melangkah mendekati keduanya.

"Status lo udah bukan ceweknya Chanyeol lagi loh Baek," Kai mengingatkan, dengan senyum iblis bejat di bibirnya.

"Lo bisa gue macem-macemin nanti. Jadi daripada nanti lo kenapa-kenapa, mending minggir dari depan cewek gue."

Namun Baekhyun bergeming. Ia tetap berdiri tegak dan rapat di depan Kyungsoo. Kyungsoo bisa merasakan tubuh sahabatnya itu bergetar, saat perlahan Kai merangsek maju.

Tiba-tiba Baekhyun mencengkeram satu tangan Kai dan menariknya menjauh sambal menjerit.

"Kyung! Lari, Kyung! Cepeetttt!!!"

Sedetik Kyungsoo terkesima, kemudian dia berlari sekencang-kencangnya menuju koridor utama kampus.

"Lepasin tangan gue Baek!" Bentak Kai. Ditariknya tangannya dari cengkeraman Baekhyun. Namun Baekhyun justru makin mencengkeramnya erat-erat. Cewek itu sampai menggigit bibir kuat-kuat karena seluruh konsenterasinya tercurah kesitu. Kai berdecak.

"Lepas, atau gue cium lo nanti!" ancamnya.

Baekhyun sempat tersentak, tapi memilih tidak mengacuhkan ancaman itu.

"Oohh, nantang ya!"

Kai mengulurkan tangannya yang bebas dan meraih tubuh Baekhyun. Cewek itu kontan menjerit dan seketika melepaskan tangan Kai yang dicengkeramnya. Tapi percuma, karena tubuhnya sekarang sudah berada dalam pelukan Kai. Saat pelukan itu semakin mengetat, cepat-cepat Baekhyun menahan dada Kai dengan kedua tangannya.

"Harusnya lo tau gue nggak pernah main-main!" bisik Kai. "Angkat muka lo. Jangan sampai gue paksa."

Baekhyun terpaksa menyurukkan mukanya di dada Kai. Upaya terakhir untuk menghindari hal terburuk. Dengan ekspresi dingin Kai justru memeluk erat cewek itu dengan tangannya yang lain.

"Putusin aja Kyungsoo. Kasian dia…" Baekhyun memohon dengan suara teredam karena wajahnya terbenam di dada Kai.

"Begitu? Tapi lo yang gantiin ya?" ucap Kai lembut.

"Lo bebas kan sekarang?"

seketika Baekhyun mengangkat muka.

"Lo itu bajingan banget ya!" makinya. Kai tersenyum lebar. Sebelum Baekhyun sempat menduga, Kai telah menundukkan kepala dan mendekatkan bibirnya. Namun gerakannya terhenti mendadak, hanya sekian mili menjelang bibir mereka akan bersentuhan.

Baekhyun pucat pasi. Ini pertama kalinya dia melihat wajah Kai dalam jarak sedekat ini. Mata hitamnya yang tajam ternyata benar-benar menakutkan.

"Kalo bukan mantannya sohib gue, udah gue abisin lo!" bisik Kai, kemudian dia lepaskan pelukannya. Setelah balik badan dan berjalan menuju Jeep-nya, Kai segera melesat meninggalkan tempat itu dan berhenti di dekat mulut koridor utama kampus. Cowok itu melompat turun, berjalan cepat ke koridor, dan menghilang.

I-I-I

Ketika Luhan tiba tak lama kemudian, Baekhyun sedang terduduk lemas dan pucat di sebelah Kijang-nya.

"Lho? Kyungsoo mana?"

Baekhyun tak sanggup membuka mulut. Tapi Luhan sudah langsung menduganya.

"Diculik Kai, ya!?" serunya.

"Trus, kenapa lo diam aja? Ayo cari!"

Baekhyun menggeleng lagi. Luhan mengeluarkan ponselnya dan cepat mengontak Chanyeol. Tak lama Jeep Chanyeol muncul. Cowok itu melompat turun disusul Sehun.

"Ada apa?" tanya Chanyeol, terkejut melihat kondisi Baekhyun. Cowok itu langsung berjongkok di depan Baekhyun dengan satu lutut menyentuh aspal.

"Kenapa kamu, Baek?" tanyanya cemas.

Reaksi spontan Chanyeol itu seketika membuat Sehun dan Luhan saling pandang sambil mengangkat alis. Baekhyun menggeleng.

"Nggak apa-apa. Tolongin Kyungsoo aja. Dia lagi dikejar-kejar Kai."

Kening Chanyeol langsung mengerut.

"Apa?!"

Baekhyun menceritakan dengan singkat peristiwa yang baru saja terjadi. Tentu saja minus Kai memeluk dan hampir menciumnya.

"Gue udah bilang, kalau ngadepin Kai jangan frontal. Pelan-pelan deh kalo sama dia." Chanyeol berdecak dan segera mengeluarkan ponselnya. Dihubunginya Kyungsoo. Tidak diangkat. Dicobanya sekali lagi. Kali ini diangkat. Meskipun cemas, Chanyeol berusaha agar intonasi suaranya tetap terdengar tenang.

"Kyung, lo di mana?

"….Nggak tau!" Jawab Kyungsoo.

….Tapi masih di kampus kan? ….Cepet cari tau di mana posisi lo sekarang, supaya gue sama Sehun bisa jemput!" Chanyeol menutup telepon.

"Kyungsoo udah bener-bener panik, sampe nggak tau ada di mana. Udah hampir nangis dia. Kita mesti cepet, sebelum urusannya jadi runyam."

Mendengar itu Baekhyun jadi semakin cemas. Tanpa sadar Chanyeol mengulurkan tangan kirinya. Diraihnya pinggang Baekhyun dan disangganya tubuh cewek itu sampai berdiri.

Sementara itu gantian Sehun mencoba mengontak Kyungsoo. Berkali-kali, tapi tidak diangkat. Chanyeol langsung membagi tugas.

"Kamu cari berdua bareng Luhan, Baek. Jangan misah. Kalo kamu ngeliat mereka, langsung kontak aku atau Sehun. Jangan deketin mereka. Soalnya Kai lagi nggak bisa diajak bercanda."

Baekhyun mengangguk. Dia sudah tau itu. Chanyeol menepuk bahu Sehun.

"Ayo, Hun. Nanti kita misah. Lo gue turunin di belakang. Gue cari di gedung-gedung tengah."

Sehun mengangguk. Mereka berpisah. Chanyeol dan Sehun langsung melesat ke bagian belakang kampus. Jeep Chanyeol sempat berhenti sesaat di depan Jeep kanvas Kai yang terparkir begitu saja di dekat mulut koridor utama. Sementara Baekhyun dan Luhan berlari ke koridor utama. Langkah pertama, mencari Kyungsoo di gedung rektorat lalu berlanjut ke gedung fakultas mereka sendiri.

-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_

Hallo Hallo~ Sorry baru update lagi hehe, sekarang aku mau ngejawab review kalian ya satu persatu hihi

Arum364 : Sabar yaa, semua akan indah pada waktunya. Jadi ditunggu saja next chapternya.

Istri Park Ganteng Chanyeol : Surat apa? Rahasia dong.. Hehe. Sebenernya, cuma di awal aja banyak adegan Chanbaek, nanti ke sananya lebih ke Kaisoo. Tp tetep seru kok, jadi nantikan terus ya.

Byun927 : Makasih *Aku juga suka banget sm novel ini, makanya aku remake.

Yhyera : Sebenernya, 'Still' ini novel lanjutan dari novel sebelumnya yang berjudul 'Cewek'.Di cerita sebelumnya, Baekhyun pergi kebut gunung sama Kyungsoo dan Luhan. Mereka nyusul para trio bangsat ;)Yang buat Chanyeol marah bukan karena Baekhyun and the gank manjat gunung, tetapi Baekhyun yang pakai baju seksi saat manjat gunung itu. Jadi Chanyeol kesel, kenapa Baekhyun umbar aurat gitu deh. Tau sendiri kan, cowok itu pikirannya 'ngeres' kalo liat cewek seksi. Nah, Chanyeol gak suka kalo yang seharusnya cuma dia yg liat, cm dia yg bisa nikmatin, tp malah bisa diliat dan dinikmatin jg sama Kai, Sehun, dan para cowok lain di acara kebut gunung itu.

Loyh : Terimakasih *

Pokoknya makasih buat yang udah follow, favoritin, sama kasih review. Kiss for you all *