Title : Back To Tomorrow.
Author : Me, Echa.
Cast : Yunho, Jaejoong, Changmin, Junsu, Yoochun and other cast.
Genre : Romance, Fantasy, Genderswitch!. Gaje. Etc.
Pair : YunJae.
Lenght : Chapter 2.
Warning : A Gender bender, Genderswitch FF, NO BASH, NO FLAME, Dont Like Dont Read. Saya cinta damai jika tidak berkenan dengan ff GS harap back segera, jika masih memaksa membaca saya tidak tanggung jawab!
First date ?!
Check it...
"Maksudmu apa aku tidak mengerti?" tanya baliknya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Yunho pada pergelangan putihnya. Yunho terkekeh sembari mengamati raut wajah yang menurutnya terlalu cantik meski dalam ekspresi yang bagaimanapun.
"Apa kau anak baru disini? Siapa namamu cantik?" Yunho tersenyum manis namun tangannya tak lepas dari pergelangan sang gadis yang mungkin membuatnya tertarik pada pandangan pertama ini.
"Aku mahasiswi kedokteran tingkat 1, namaku Kim Jaejoong, dan bisa kau lepas tanganmu itu?" Mata Yunho membulat sempurna ketika mendengar nama yang diucapkan gadis didepannya. Jantungnya berdetak-detak cepat dan langsung saja otaknya teringat atas perkataan Changmin tadi malam.
"Kim Jaejoong?" gumam Yunho dengan perasaan yang sulit untuk diartikannya ditambah debaran jantung yang kian menjadi-jadi berdegub didadanya.
+++ Chapter 2 +++
Gadis cantik bernama Jaejoong ini menatap lekat wajah Yunho yang tengah melamun. Keningnya sedikit mengkerut namun sesaat kemudian raut wajahnya berubah lagi dengan bibir cherry yang mempout semakin bingung karna melihat senyuman mengembang dibibir hati milik pria didepannya ini.
"Kim Jaejoong, aku Jung Yunho" ucap Yunho memperkenalkan dirinya dan mengukir senyum cerah yang sesaat lalu dipamerkannya.
"Uumm ne Yunho-sshi bisa kau lepas tanganmu?" tanya Jaejoong dan menunjuk pergelangan tangannya yang masih dicengkram erat Yunho.
Dengan sedikit rasa tak rela Yunho menarik tangannya dari pergelangan Jaejoong. Ditatapnya intens Jaejoong yang kini sedikit meringis dan memegang tangannya yang tadi dicengkram kuat Yunho.
"Mianhae Jae..." ucap Yunho menyesal dengan perbuatannya yang mungkin membuat tangan gadis cantik ini sakit.
"Tidak apa-apa" sahut Jaejoong dengan senyuman yang semakin meluluhkan hati Yunho.
"Hmm apa kau ada waktu?."
Jaejoong sedikit berpikir dengan pertanyaan aneh yang diajukan Yunho.
"Aku ada kelas sebentar lagi, dan sekarang aku tidak ingin terlambat Yunho-sshi" sahut Jaejoong pada pertanyaan Yunho tadi. Yunho mendesah pelan, rencana yang baru saja tersusun diotaknya gagal seketika.
"Baiklah, kapan kelasmu berakhir?" tanya Yunho lagi, kerutan dikening Jaejoong muncul lagi, dia sedikit terkekeh. Tak mengerti dengan pertanyaan yang terbilang terlalu akrab untuk orang yang baru berkenalan.
"Entahlah, permisi Yunho-sshi" Jaejoong melenggang pergi meninggalkan Yunho yang kini melongo menatap kepergian gadis yang membuat jantung berdegup-degup sedemikian cepat.
Sedetik kemudian bibir hati itu tertawa pelan dengan mata musangnya yang mengamati sosok Jaejoong yang semakin menjauh.
"Calon istri masa depan, waah Changmin daebak! Dia benar-benar anakku dimasa depan!" gumam Yunho yang sangat bangga mengucapkan itu bahkan sekarang dia sudah sangat percaya diri mengakui Changmin anaknya, padahal tadi malam dia meragukan ucapan Changmin.
Yaa, sejak mendengar nama yang dikenalkan Jaejoong tadi, Yunho kembali teringat percakapannya dengan Changmin. Dan sesuatu yang disadarinya yang dikatakan Changmin tadi malam, tanggal 21 januari pertemuan pertamanya dengan Kim Jaejoong, umma dari anak yang sekarang ada didalam kamarnya itu.
"Ck, bagaimana keadaan anak itu sekarang?" gumam Yunho ketika teringat kembali akan nasib sang anak yang tak bisa bergerak tadi pagi. Perasaan khawatir mulai menelusup hati Yunho. Dengan segera dia menuju tepi lapangan berlawanan arah dari tempatnya berdiri tadi, diambilnya jaketnya dan juga tasnya.
"Kau mau kemana?" tanya Yoochun, sipria berjidat lebar itu.
"Aku harus pulang!" sahut Yunho dan melambaikan tangannya kearah lapangan lalu berlari kecil menuju parkiran mobil diarea gedung fakultas kedokteran ini.
.
.
.
Jung Mansion.
Sesampainya dimansion besar keluarganya, Yunho segera turun dari mobil sportnya dan berlari kecil memasuki mansion menuju keatas kekamar tidurnya. Jantungnya berdetak-detak cepat, perasaan khawatir mulai menguasai dirinya sekarang. Tentu saja dia merasa demikian, pasalnya sedari tadi pagi hingga sore sekarang, Yunho baru sadar Changmin belum makan apa-apa. Dia takut jika anak itu kenapa-napa. Meski bagaimanapun, Changmin adalah anaknya yang berasal dari masa depan. Dan entah kenapa sebuah rasa tanggung jawab pada anak SMA itu mulai muncul dalam dirinya.
Ceklek
Yunho membuka pintu kamarnya, napasnya sedikit memburu dan ditatapnya kearah tempat tidurnya, seketika itupun matanya membulat sempurna melihat apa yang kini ada didalam mata musangnya.
"Ahh, appamu sudah pulang Changmin-ah..." ucap seorang wanita yang masih sangat cantik diusianya yang lebih dari 40 tahun itu dengan riang. Changmin segera menoleh kearah pintu yang denga setianya Yunho berdiri dan sedikit mematung.
"Appa, apa kau sudah bertemu umma?" tanya langsung Changmin sembari tersenyum lebar.
Sedikit terlonjak dengan pertanyaan Changmin, Yunho mulai melangkah masuk kekamarnya. Ditatapnya wanita yang duduk dikursi tepat disamping Changmin terbaring itu. Keningnya mengkerut, sedikit tidak mengerti dengan keadaan yang didapatinya sekarang.
"Umma, apa yang kau lakukan dan..."
"Menyuapi Minnie, dia kelaparan kasian sekali!" sambar langsung wanita itu dan tersenyum penuh.
"Tapi umma, apa dia menceritakan itu?" tanya Yunho dengan perasaan yang sulit untuk dipahaminya antara takut dan juga bingung.
"Changminnie calon cucu umma dimasa depan? Aigo, umma sangat senang Yunho-ah, Changmin sangat tampan mirip denganmu" celoteh wanita cantik yang tak lain adalah Mrs. Jung atau umma dari Yunho dan halmoeni dari Changmin yang tengah tersenyum sumringah.
Musang yunho mengerjap-ngerjap lucu, sedetik kemudian dihelanya napasnya. Dia cukup lega karna ummanya itu tidak berpikir seperti yang pertama dipikirkannya.
"Jadi umma percaya dengan yang diceritakan Changmin?" tanya Yunho dijatuhkannya pantatnya pada sofa panjang yang ada didekat tempat tidurnya itu.
"Tentu saja, lagi pula Changmin mirip denganmu!" sahut Mrs. Jung antusias dan tersenyum manis.
Kening Yunho mengkerut, dia tak mengerti dengan jalan pikiran ummanya itu. Kenapa ummanya begitu sangat mudahnya percaya dengan perkataan Changmin yang menurut akal sehat sangat tidak wajar itu. Bahkan tak ada raut shock ataupun keanehan dari garis wajah ummanya yang masih sangat cantik itu. Ummanya terlihat seperti biasa bahkan nampak sangat senang dan bahagia, membuat Yunho tak habis pikir tentang itu.
"Appa, apa kau sudah bertemu umma?" tanya Chagmin mengulang pertanyaan yang tadi tak diacuhkan Yunho. Yunho menarik napasnya dalam, sudut bibirnya tetarik keatas sedikit mengukir senyuman. Mata musangnya yang tadi nampak bingung kini terisi penuh.
"Appa..."
"Aku sudah bertemu ummamu Changmin, dia gadis yang sangat cantik!" pandangan Yunho menerawang kembali kesaat perkenalannya dengan Jaejoong yang tak disengaja. Senyumannya semakin merekah kala mengingat wajah cantik Jaejoong yang kini mengisi penuh pikirannya.
"Sepertinya appamu sudah tertarik dengan ummamu Changmin!" ucap Mrs. Jung sembari terkekeh pelan. Sedangkan Changmin, bocah itu tertawa polos karna melihat ekspresi Yunho yang benar-benar lucu menurutnya.
"Ummamu begitu sangat cantik, apa dimasa depan dia masih tetap sangat cantik Min?" tanya Yunho setengah penasaran.
"Masih tetap sangat cantik dan lebih cantik karna aku anaknya!" jawab Changmin yang sedikit kelewat percaya diri dengan ujung kalimatnya tadi. Sepertinya Changmin mewarisi sikap Yunho untuk hal kepercayaan diri yang tinggi.
Mrs. Jung tertawa mendengar kepolosan sang cucu dan melirik jam dinding yang terpasang dikamar Yunho.
"Aigo, harabeoji akan segera pulang, halmeoni harus siap-siap dulu!" seru Mrs. Jung sembari beranjak dari kursi yang didudukinya dan membawa nampan kosong bekas makanan Changmin.
"Jung memang ditakdirkan dengan seorang Kim!" ucap Mrs. Jung ketika melewati Yunho dan sedikit mengerling kearah anaknya yang memutar bola matanya.
Ceklek
Pintu kamar tertutup setelah kepergian Mrs. Jung dari kamar Yunho. Yunho langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Changmin yang dengan setia terbujur kaku diatas tempat tidur.
"Kata halmeoni benar, Kim Jaejoong nama umma, Kim Taehee nama halmeoni, berarti jodohku nanti juga seorang Kim, waaah..." gumam Changmin sedikit berpikir dan menerawang tentang jodoh masa depannya nanti. Beberapa gadis teman sekolahnya dimasa depan sana satu persatu menghinggapi otaknya.
"Yaa apa yang kau pikirkan!" bentak Yunho dan sukses membuat Changmin terlonjak kaget dengan posisi tubuh yang langsung terduduk ditempat.
"Aiish appa kau mengagetkanku!" gerutu Changmin dan sedikit berdecak, sedangkan Yunho mulut pria itu terbuka lebar melihat Changmin yang bisa menggerakkan tubuhnya bahkan sekarang duduk ditempat tidur.
"Kau membohongiku eoh?" tuding Yunho langsung pada Changmin yang menautkan keningnya tak mengerti.
"Apa maksudnya appa?" tanya polos Changmin dan menggaruk kepalanya. Namun, otak remaja itu cepat mengerti, dengan segera dia memandangi tubuhnya dan menggerak-gerakkannya. Senyuman lebar terukir dibibirnya.
"Appa aku bisa menggerakkan tubuhku!" pekik Changmin senang dan menghambur memeluk Yunho yang berdecak pelan karna tingkah kekanak-kanakan Changmin.
Yunho membiarkan sang anak memeluknya, otaknya sedikit berpikir dengan kejadian aneh Changmin yang sejak tadi pagi tak bisa bergerak tapi entah kenapa sekarang sudah kembali seperti semula. Tadinya dia berpikir Changmin terkena suatu penyakit, atau berbohong padanya. Tapi melihat tingkah dan sikap innocent Changmin, Yunho kembali berpikir jika bocah itu tidak akan pandai berbohong. Lalu apa yang terjadi dengan Changmin hari ini? Entahlah, Yunho tidak mengerti dan belum menemukan jawaban tentang itu.
.
.
.
Berulang kali Yunho mondar-mandir didepan sebuah kelas. Sudah sejak 10 menit lalu dia berada disini, sesekali dia mengintip kelas yang dengan tenangnya mengikuti penjelasan sang dosen yang ada didepan. Dadanya bedegup semakin cepat ketika mata musangnya menemukan keberadaan orang yang ditunggu-tunggunya itu. Senyuman lebar tercetak jelas dibibir hati Yunho.
Bahkan hanya dengan melihat gadis cantik yang sukses menawan hatinya pada pertemuan pertama itupun, Yunho sudah merasa sangat bahagia. Apa lagi jika dia membayangkan jika gadis yang kini masuk daftar incarannya akan menjadi istrinya dimasa depan. Yaa, istrinya! Yunho berpikir demikian karna kehadiran Changmin yang mengaku sebagai anaknya dimasa depan.
Beberapa mahasiswa juga mahasiswi menghambur keluar kelas setelah pelajar usai dan sang dosen keluar terlebih dahulu. Sebuah smirk terlihat jelas diwajah tampan Yunho. Sesekali mahasiswi yang ada mengerling kearahnya, tersenyum genit dan mencoba menarik perhatian Yunho dengan berbagai cara. Tentu saja hal itu menjadi sia-sia mengingat titik fokus Yunho yang sedang tertuju pada gadis cantik yang sedang membenarkan mantelnya dan bergegas untuk beranjak dari depan kelas.
Namun, belum-belum dia melangkah, doe eyesnya tak sengaja bertemu pandang dengan musang Yunho yang menatapnya intens. Sedikit terlonjak, Jaejoong memundurkan langkahnya, dadanya menjadi berdetak aneh ketika melihat Yunho yang semakin mendekat kearahnya apa lagi dengan tatapan Yunho yang seakan membuatnya gugup.
"Yunho-sshi..." gumam Jaejoong sedikit gugup dan bingung, tapi dapat didengar oleh Yunho yang hanya berhelat sejengkal dari tempatnya berdiri sekarang.
"Jaejoong, aku tetap memaksa meminta maaf perihal semalam" ucap Yunho langsung, sebenarnya dia tidak punya alasan untuk apa dia ingin bertemu Jaejoong yang semalaman penuh membayangi pikirannya. Satu-satunya alasan yang logis buatnya adalah alasan untuk permintaan maafnya dan menjalankan rencananya yang tertunda kemarin.
Jaejoong menautkan keningnya, dia semakin bingung dengan pria didepannya sekarang.
"Bukankah aku sudah bilang jika tid..."
Greepp
Gerakan cepat Yunho berhasil memutus kalimat yang mungkin berisi tolakan dari Jaejoong. Tentu saja Yunho tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dengan lembut ditariknya pergelangan tangan kanan Jaejoong yang tadi dicengkramnya, tidak terlalu kuat. Tapi cukup membuat Jaejoong melongo menatap pria yang kini melangkahkan kakinya dan terus menariknya untuk mengikuti langkah pria ini.
.
.
.
Mulut Jaejoong terbuka lebar saat Yunho menghentikan mobil sportnya disebuah butik ternama. Ditatapnya Yunho yang dengan semaunya memaksa dirinya untuk mengikutinya. Pria itu hanya tersenyum manis yang entah kenapa membuat jantung Jaejoong berdetak-detak cepat.
"Untuk apa kita kesini?" tanya Jaejoong menuntut.
"Membeli pakaian, kau ingat soal yang kemarin bukan?"
Jaejoong menghela napasnya, kemudian melirik Yunho yang dirasanya selalu menatapnya intens seakan ingin menelanjanginya dengan tatapannya.
"Aku sudah bilang Yunho-sshi, kau tidak perlu melakukan ini, itu sebuah ketidak sengajaan, lagi pula aku sudah melupakan hal itu" ucap Jaejoong lalu membuang wajahnya kearah jedela mobil Yunho.
"Tapi aku tidak bisa melupakan hal itu Jae, kau tahu jika aku memikirkanmu semalaman penuh?" sahut Yunho dengan nada bertanya yang menggoda. Jaejoong segera menoleh kearah pria yang tidak dimengertinya ini, namun tak pelak jika pipinya merona merah setelah mendengar kata Yunho yang entah kenapa membuatnya malu serta meluap-luap dalam waktu bersamaan.
"Kau tahu, aku tidak bisa tidur nyenyak karna selalu terbayang wajahmu, dadaku berdegup kencang dengan hanya memikirkanmu dan perasaanku ingin cepat-cepat bertemu denganmu Jae, aku tidak sabar dan aku tidak sanggup karna itu" Yunho mengatakannya denga pelan, nada menggoda sangat jelas terdengar dari ucapannya tadi. Namun hal itu malah membuat Jaejoong yang disampingnya semakin merona merah.
Yaa, gadis cantik ini semakin merona dan malu karna ungkapan gombal Yunho yang murahan. Dadanya berdetak semakin cepat, detakan yang tak dimengertinya dan membuatnya terasa nyaman. Terlebih lagi jika mata bulat besarnya itu menatap Yunho, dirinya seakan terhipnotis dan terhanyut kedalam pusaran manik musang Yunho.
Nampaknya, gombalan murahan Yunho tadi berefek besar pada Jaejoong. Gadis cantik itu kini menunduk menyembunyikan wajahnya yang dia rasa memerah seperti tomat.
"Kenapa kau menunduk Jae? Biarkan aku melihat wajah cantikmu yang membuat jantungku berdetak cepat, biarkan aku melihat keindahan parasmu Jae" lagi, Yunho masih menggombal, dia sangat tahu berbagai jenis gadis dan sangat pandai membaca ekspresi pada gadis. Sekarang Yunho begitu Yakin jika Jaejoong tengah termakan dengan rayuan gombalnya, walau pada kenyataannya hal itu adalah kenyataan yang dirasanya.
Bagi Yunho, Jaejoong type gadis yang terkesan cuek namun polos juga sangat mudah untuk ditaklukannya yang berpengalaman dalam masalah cinta dan juga gadis. Smirk tipis pun terukir samar diwajah tampannya. Otaknya menyusun beberapa rencana yang akan dijalankannya hari ini untuk membuat Jaejoong menjadi miliknya. Mengingat adanya Changmin dimasa depan, Yunho sangat yakin jika dia akan berhasil untuk menjadi kekasih Jaejoong. Dan Yunho memutuskan untuk tidak perlu membuang waktu lebih. Hari ini juga dia akan menjadikan gadis disampingnya ini miliknya. Seperti pengalaman sebelumnya, Yunho tidak pernah ditolak oleh seorang gadispun, bahkan dalam waktu 1 jam dia bisa mendapatkan 2 kekasih sekaligus. Jadi untuk Jaejoong pun Yunho yakin 2x lipat akan berjalan mulus.
"Ayo Jae..." Yunho membuka pintu mobilnya dan keluar, Jaejoong sedikit melirik kearahnya. Sesaat kemudian Yunho membukakan pintu mobil untuk Jaejoong, seperti kekasih yang baik, dan Yunho selalu melakukan itu pada setiap gadis yang diincarnya atau masuk dalam daftar yang pernah menjadi kekasihnya. Yeah, bersikap layaknya seorang gentleman adalah daya tarik utama Jung Yunho.
Yunho mengulurkan tangannya, dan dengan rona merah yang tak lepas dari pipinya sekarang Jaejoong menyambut uluran tangan pria yang baru dikenalnya ini. Perlahan Jaejoong keluar dari mobil Yunho, dengan cekatan Yunho menutup pintu mobilnya dan menggenggam jemari Jaejoong. Jaejoong terkejut saat tangannya digenggam sedemikian rupa oleh Yunho sang pria asing yang baru kemarin dikenalnya.
"Yunho..."
"Ne Jae" sahut Yunho santai dan mendorong pintu kaca butik terkenal yang sering dikunjungi oleh umma dan noonanya. Yaa Yunho mempunyai seorang kakak perempuan, dan sekarang Yunho yakin noonanya itu akan disibukkan oleh Changmin yang sengaja ditinggalnya dirumah, padahal bocah itu merengek keras ingin ikut dengannya. Berhubung anggota keluarganya sudah mengetahui keberadaan Changmin dan menerima bocah itu dengan senang hati bahkan tidak menaruh sebuah kecurigaan juga sebuah pertanyaan besar tentang Changmin yang berasal dari masa depan itu. Yunho menjadi sedikit lega dan bebas meninggalkan anaknya itu dimansion.
Senyuman tipis terkembang dibibirnya kala ingat Changmin. Tapi dengan segera dijauhkannya pikiran tentang Changmin, Yunho kembali fokus pada Jaejoong yang kini tengah memperhatikan sekeliling butik yang memang hanya dikhususkan untuk kalangan atas.
"Kau bisa memilih apapun yang kau suka sebagai permintaan maafku kemarin" ucap Yunho lembut sembari menatap penuh arti pada Jaejoong. Jaejoong menggembungkan pipinya terlihat imut bagi Yunho. Kemudian doe eyes itu menatapnya bingung seraya mengerjap lucu.
"Sekalipun aku tidak pernah kebutik ini, umma selalu melarangku untuk menginjakkan kaki ketempat ini" ucap polos Jaejoong yang membuat kerutan dikening Yunho.
"Kenapa? tiap wanita pasti ingin ketempat ini kau tahu butik ini..."
"Aku tahu, aku juga bingung kenapa umma melarangku kesini" potong cepat Jaejoong lalu mengalihkan pandangannya kebeberapa dress musim dingin yang terpajang dietalase depan toko.
Yunho sedikit terkekeh, dia tak salah mengira jika Jaejoong adalah gadis yang polos.
"Kau bisa memilih apapun yang kau mau aku akan membayarnya" Jaejoong menatap cepat pria bermata musang ini, senyum lembut terukir dibibir cherrynya.
"Gomawo, aku punya uang sendiri untuk membayarnya" sahut Jaejoong dan mulai mendekati sebuah dress yang cukup menarik perhatiannya.
"Kau suka itu?" tanya Yunho memperhatikan dress dibawah lutut yang berwarna biru floral.
"Bahanya bagus dan pasti sangat nyaman juga hangat."
"Kau perlu sebuah sepatu boot dan juga trench coat untuk memakainya, ditambah tights" sahut Yunho sukses membuat Jaejoong tercengang hebat kearahnya.
"Aku ambil yang ini!" ucap Yunho pada sang karyawan butik yang sedari tadi mengikuti mereka dibelakang.
Dengan segera karyawan butik mengambil dress yang diamati Jaejoong tadi. Jaejoong masih berdiri ditempatnya, sedikit mematung. Jujur dia sedikit kagum dengan fashion Yunho tadi. Sekalipun dia tidak pernah berpakaian seperti yang diucapkan pria yang membalas menatapnya intens ini.
"Kenapa jae?" tanya Yunho yang merasa selangkah lebih cepat dari apa yang direncananakannya. Yaa, Jaejoong mulai kagum padanya, mungkin karna saran style fashion yang diberikannya. Dia cukup tahu jika gadis seperti Jaejoong terlihat kalem. Ada untungnya dia mempunyai seorang kakak perempuan, setidaknya dia tahu beberapa mode dan style yang sering dipakai oleh kakaknya itu dan bisa diandalkannya sekarang.
"Aniyo, hanya saja kau terlalu cepat mengambil tindakan, aku belum tentu akan..."
"Sekarang waktunya mencari sebuah coat dan juga sepatu boot yang cocok untukmu" potong cepat Yunho dan berbalik menuju meja kasir, senyuman sumringan tersungging dibibir hatinya. Sedangkan Jaejoong, gadis itu tertegun ditempatnya, dengan mata yang mengerjap-ngerjap tak percaya dengan apa yang diucapkan Yunho barusan.
.
.
.
Bibir hati Yunho berdecak, dia sedikit kecewa karna Jaejoong menolak untuk diajak membeli sepatu boot dan juga coat yang tadi dia sebut sewaktu dibutik. Gadis yang duduk dengan sopan dan tenang disampingnya ini pun meminta Yunho untuk mengantarkannya pulang. Rencana Yunho untuk bisa berlama-lama dengan Jaejoongpun kembali kandas.
Yunho menghentikan mobilnya disebuah apartment yang cukup mewah ini. Ditatapnya Jaejoong dari ekor matanya, sungguh dia ingin berlama-lama dengan Jaejoong yang sedang melepas seatbelt.
"Gomawo Yunho-sshi sudah mengantarku pulang dan memberikan ini untukku" ucap Jaejoong sembari tersenyum manis.
"Tidak masalah Jae, itu sudah seharusnya karna aku sudah mengotori bajumu kemarin" balas yunho dan tersenyum tipis.
"Tapi kau tidak perlu melakukan ini, ini sungguh berlebihan" Jaejoong sedikit terkekeh kemudian ingin membuka pintu mobil Yunho. Tapi lagi-lagi pria itu menahan pergelangan tangannya, dengan sigap Jaejoong menoleh kesampingnya. Dapat sangat jelas dilihatnya wajah Yunho yang tampan hanya berhelat beberapa centi dari wajahnya.
"Yun..." desis Jaejoong dengan mata besar yang membulat sempurna. Dadanya berdetak semakin cepat, belum pernah sebelumnya dia mengalami kejadian seperti ini. Seumur hidupnya dia tidak pernah menatap seorang pria dengan jarak sedekat ini.
"Jaejoongie..." panggil Yunho pelan namun terdengar begitu sangat berbeda ditelinga Jaejoong dan membuatnya sedikit bergidik geli. Helaan napas Yunho begitu sangat jelas terasa dipermukaan kulit wajah dibagian pipinya.
"Yunho apa yang kau lakukan?" tanya polos Jaejoong dengan matanya yang semakin membesar kala melihat smirk jelas dibibir seksi Yunho.
"Jadilah kekasihku..."
Deg
Jantung Jaejoong memacu cepat, diberanikannya dirinya menatap musang Yunho yang menatapnya semakin intens. Jaejoong sungguh shock dengan pernyataan atau mungkin permintaan Yunho barusan. Kedua bola mata besarnya mengerjap-ngerjap bingung, dengan ditambahnya perasaannya yang menjadi aneh. Jaringan otaknya berpikir keras, sungguh dia tidak mengerti pada Yunho yang kemarin dikenalnya itu dan dengan tiba-tiba memintanya menjadi kekasih.
Bibir cherry Jaejoong membuka, matanya masih fokus menatap kedalam mata musang Yunho. Dihelanya napasnya, dia merasa cukup gila dengan keadaan yang serba sangat cepat ini. Entahlah sulit rasanya bagi Jaejoong untuk mendeskripsikan bagaimana perasaannya sekarang. Segala sesuatu didalam dadanya campur aduk tak tentu.
"Yunho aku..."
Cup
Belum-belum Jaejoong menyelesaikan kalimat yang akan diucapkannya bibir hati Yunho dengan segera menyambar bibir cherry Jaejoong yang menurut Yunho sangat sensual itu. Diisapnya perlahan bibir Jaejoong terasa sangat manis diindra pengecapnya. Mata Yunho pun perlahan menutup, mencoba memfokuskan diri untuk menikmati bibir cherry yang seakan membuatnya untuk terus mengisapnya.
Berbeda dengan Yunho, Jaejoong semakin membesarkan matanya. Jantungnya berdetak semakin kencang, dan otaknya setengah berpikir tentang apa yang dilakukannya dengan Yunho sekarang. Saat akal sehatnya menemukan jawaban dari perbuatannya ini, Jaejoong semakin terbelalak. Dengan sekuat tenaga dan gerakan refleknya Jaejoong mendorong dada Yunho. Memisah pertemuan bibir mereka yang semula sangat dinikmati oleh Yunho yang kini terkejut hebat.
"Jae.."
Plaaaakk
Sebuah tamparan dari jemari Jaejoong yang lentik mendarat dengan tepat dipipi kanan Yunho. Yunho terlonjak kaget dengan hadiah yang diberikan Jaejoong barusan padanya. Ditatapnya wajah gadis cantik yang kini memucat dengan kristal bening yang menumpuk disudut matanya dengan bibir yang sedikit bergetar menahan tangisan yang siap pecah.
"Jaejoong apa..."
"Kau menjijikan Jung Yunho!" desis Jaejoong menatap tajam pria yang kini terpukau dengan kata-kata yang dilontarkannya. Tanpa membuang banyak waktu Jaejoong segera membuka pintu mobil pria yang membuatnya merasa rendah ini. Turun dari mobil sport Yunho dan berlari cepat masuk kedalam loby apartment yang ditempatinya.
Mulut Yunho masih menganga lebar. Jika tadi dia merasakan bagaimana manisnya bibir Jaejoong, maka sesaat yang tadi pula dia merasakan betapa panasnya jemari Jaejoong mendarat dipipinya. Beberapa menit Yunho masih tertegun meresapi kejadian yang teramat membuat harga dirinya hancur.
Dipegangnya bagian pipinya yang masih terasa sedikit sakit. Yunho meringis pelan. Rahangnya mulai terkatup rapat. Sungguh dia tak bisa terima dengan yang tadi itu, seumur-umur dia tak pernah ditampar oleh seorang wanitapun. Dan gadis cantik yang bernama Jaejoong tadi melakukannya yang pertama.
Decakan kesal lolos dibibir hatinya, dipukulnya stir mobilnya setengah emosi. Setelah menyadari keadaan yang terjadi, rasa-rasanya harga diri Yunho semakin terluka dibuat oleh Jaejoong. Bukan hanya sebuah pukulan yang diterimanya tapi juga sebuah penolakan yang juga pertama kali diterimanya dari seorang gadis.
Yunho menggeram kesal sembari menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kencang. Dia ingin segera mungkin sampai kemansion besar keluarga Jung dan menemui Changmin untuk meminta penjelasan atas apa yang dilakukan Jaejoong, umma dari anaknya dimasa depan itu.
Yunho tidak habis pikir kenapa Jaejoong menolaknya dan menamparnya, padahal jelas-jelas jika dimasa depan mereka mempunyai anak yang bernama Changmin. Lalu kenapa seakan-akan kisah cintanya dengan Jaejoong begitu rumit? Dia benar-benar harus mencari jawabannya pada Changmin secepat mungkin ketika dia sudah tiba dimansion.
.
.
.
TBC atau udahan ?
Tidak mmpnyai alur jelas untuk pmbuatan ini, dan bginilah adanya. smoga bisa diterima dan dibaca dengan baik.
EYD ga braturan... miss typo dmna" ...
Gomawo buat yg masih mau bca dan berkenan untuk kembali mereview. Sedikit review pun akan memacu untuk selalu semangat dalam membuat xD /eeeeaaaaa. Pehliiiisss dont be a sider...
Well, Balas Review Non Log-In :
Michelle jung : lanjut... :D
Jaena : iya neh... ga gaje deh nih cerita... XD #echa mlai labil . hahahahahahaha. #dtabok
Min : yoo yoo lanjut... smoga tmbah ska hahahaha #mnta dihajar
DIAHDEGA : aah trma ksih sdah mnyukai ff ini... lanjut nih chap 2 nya #fly kiss
Ajid yunjae : bukan kepedean lg narsis dia buakakakakak... mkanya pantengin trus dichanel ini tiap hari jumat #plaaak
Yuu : itu krna sesuatu hahaha... yaaah udh brlalu dong skitnya sbgai cowok msa ngringis trus si babeh... #ngeles
Ai Rin Lee : iya nih lanjut... trus berikn dkngn pda saya #brasa kampanye
Jaejae : waaahhh trima kasih... sbisanya akan aku selesaiin ini ff kok... jeongmal gomawo buat dkungannya ne... no hp brapa #plaaakk ikutn appa yg lg nggombal :D
Moetmoet : bsa jd sprti itu #dijitak babeh. Naah itu krna khndak alam (?) nnti akan aku jlasn kok... dan ini udah kmbali kmasa lalu doong... jd dimasa depan aku ga ngulas khdpan babeh dsana... lngsng main kesini aja lngsng :D
Dee : lanjut nih... karna ada insiden... kan disitu aku bilang harta satu"nya yang dimiliki min... kekekekeke... mkanya min dkash ksmptn kemasa lalu.
Spesial Thank To :
Haiiro-Sora, meyy-chaan , Yuu si fujoshi , i Was A Dreamer , rinayunjaerina , moetmoet , zhe , iche cassiopeiajaejoong , jaejae , Ai Rin Lee , Joongmax . ukky chan , yoon HyunWoo , danactebh , fuawaliyaah , DongMinChang Kim , jae sekundes , leeChunnie , Hana – Kara , irengiovanny , yuu , himawari23 , queen harkyu , Jung Jaehyun , kikikyujunmyun , Summer Cassie , azzahra88 , onkey shippe04 , Akiramia44 , ShinJinWoo920202 , PiePilly , ajid yunjae , DIAHDEGA , Lady Ze , min , jaena , abilhikmah , Chwangkyuh EvilBerry , Michelle Jung , Kim Eun Seob , zoldyk , Sabako Garaa , gwansim84 , Dhea Kim , Dee.
Review ?
.
.
.
