Title : Saranghae, My Cute Boy!
Author : Baby Kyungie
Rate : T
Cast : EXO couple (kaisoo, sulay, baekyeol, taoris, hunhan, taoris)
Summary : Bermula dari pertemuan yang tidak disengaja, yang berakhir dengan cinta
Disclaimer : cast di sini, mereka saling memiliki. Tapi jalan cerita ASLI milik author.
HAPPY READING! -3-
TIIN!
TIIN!
Terlihat mobil sport berwarna putih sedang terparkir rapi di depan sebuah rumah elegan nan mewah. Mobil itu - atau lebih tepat orang yang mengendarainya- telah membunyikan klakson mobil secara berulang kali, mungkin sedang menunggu seseorang -atau dua- yang akan keluar dari rumah mewah itu.
Wu Yi Fan atau Kris selaku pemilik mobil sport itu mendecakkan lidahnya, kemudian turun dari mobilnya. Kris mengambil batu kerikil yang agak besar, kemudian mengambil ancang-ancang untuk melempar batu tersebut, dan..
PRANGGG!
Kris tersenyum puas saat melihat kaca jendela yang telah pecah akibat ulahnya. Saat itu juga, keluarlah dua orang namja dari dalam rumah. Yang satu pendek *ups dan yang satu tinggi. Ternyata mereka berdua yang sedari tadi Kris tunggu. Kris segera menghampiri mereka.
"Astaga! Ya, kau naga jelek! Apa kau menghancurkan kaca jendela kamarku lagi?!" Tanya namja tinggi -walau tidak setinggi Kris- dengan suara baritone nya. Kris hanya nyengir kuda menanggapinya.
"Tenang lah, Park Chanyeol. Seperti biasa, aku akan mengganti nya hari ini juga" jelas Kris.
"Tapi ini sudah yang ke 249, ani! Ini sudah yang 250 kali nya Wu Yi Fan!" Chanyeol -namja tinggi- merasa frustasi dengan Kris yang selalu melempar batu kerikil ke kaca jendela nya jika ia lama keluar.
"Sudahlah. Sebaiknya kita segera berangkat ke sekolah sebelum terlambat. Dan, ah! Chanyeol, lebih baik kau yang menyetir" Kim Jong Dae atau Chen -namja pendek- menengahi perdebatan -yang menurutnya- tidak penting itu.
...
Hiks.. Aku sedih..
Apa yang harus aku lakukan, Chennie hyung?
Huwee!
"Itu suara apa?" Tanya Kris sambil sedikit menyatukan alisnya karna mendengar suara aneh di dalam mobilnya.
"Ah, Chanyeol-ah! Itu suara ponselmu! Hehe.. Saat kau belum bangun, aku mengganti nada dering nya. Untung saat kau curhat waktu itu sempat aku rekam, haha. Ya, anggap saja itu hukuman untukmu, ne? karna gara gara kau, hyung harus pergi ke rumahmu sangat pagi hanya untuk membangunkanmu!" Jelas Chen panjang lebar, oh jangan lupakan cengiran nya itu.
"MWO?! Astaga hyung! Jadi saat itu kau merekamnya?! Aish! Ini memalukan!" Dengan secepat kilat, Chanyeol mengambil ponselnya. Terlihat di layar ponsel Chanyeol terdapat nama 'Kkamjong'. Oh, ternyata Kai mengiriminya pesan. Dengan konsentrasi yang terbagi-bagi -karna Chanyeol sedang menyetir-, ia segera membaca pesan itu. Ntah karna terlalu menghayati atau bagaimana, Chanyeol jadi memusatkan seluruh perhatiannya ke ponsel tersebut. Chanyeol tidak menyadari bahwa 25 meter di depan nya kini ada tiga namja yang sedang menyebrang.
"Hyung, kai bilang kalau dia.."
"Chanyeol! Perhatikan jalanmu! Awas!"
Chanyeol pun segera menolehkan kepalanya ke depan dan secepat kilat menginjak rem.
CKIIITTT!
Suara ban yang bergesekan dengan aspal begitu terdengar sangat jelas ditelinga. Mereka semua -Kris, Chen, Chanyeol dan ketiga namja tadi- masih diam sambil mengatur nafas. Ya, siapa yang tidak shock di saat seperti ini? Salah satu dari ketiga namja yang hampir mereka tabrak tadi tiba tiba terduduk di aspal. Kris yang pertama kali pulih dari 'shock' nya segera keluar dari mobil menuju namja tadi, diikuti Chanyeol dan Chen.
Kris segera berjongkok di hadapan namja itu. Tangan nya beralih untuk mengangkat wajah namja yang tengah menunduk itu.
DEG!
Astaga, Kris tertegun saat menatap wajah namja itu! 'Bagaimana bisa ada namja bermata panda yang sangat manis seperti dirinya..' Batin kris.
"Hiks.."
Satu isakan lolos dari mulut namja bermata panda, membuat Kris kembali dari 'keterpesonaan' nya pada namja panda (?) Ini. Oh, oh. Ternyata namja itu sedang menangis, tetapi kenapa Kris tidak menyadarinya dari tadi ya? Mungkin karna terlalu sibuk menelusuri setiap inci wajah namja manis ini -_-
"Gw..gwaenchana?" Tanya Kris lembut.
"Hiks.. Hiks.. Xiumin ge, Baekkie ge.. Hiks.."
"Ya, kau! Jangan sentuh didi ku! Lihat, kalian sudah membuatnya ketakutan sehingga ia menangis!" Ucap namja berpipi bakpao yang dipanggil Xiumin. Sedangkan namja yang menggunakan eyeliner bernama Baekhyun tapi di panggil Baekkie oleh Tao -namja panda- sedang memeluk dan menenangkan Tao tanpa perduli dengan keadaan ketiga namja asing di depannya, bahkan melihat wajah mereka saja tidak.
Tao berdiri -dibantu Baekhyun dan Xiumin-, kemudian mereka bertiga bersiap untuk melanjutkan perjalanan.
"Hh..hey! Kalian orang Cina?" Tanya Kris tidak nyambung dengan wajah watados.
"Hanya Tao. Aku dan Baekhyun orang Korea." Kata Xiumin, kemudian meninggalkan Kris yang bingung. Kenapa bingung? Karna Kris tidak tau mana yang namanya Tao, Baekhyun dan Xiumin.
...
Kris, Chen dan Chanyeol sudah sampai ke sekolah. Setelah memarkirkan mobil di sebelah mobil Kai -parkiran VIP-, mereka langsung berjalan menuju gedung utama.
"Chanyeol-ah. Sebelum kejadian tadi, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" Tanya Chen.
"Ah iya, hampir lupa. Tadi Kai bilang kalau ia, Suho hyung dan Sehun sudah sampai di sekolah. Tapi saat di gerbang tadi, Kai menabrak orang sehingga kini Kai berada di UKS. Lalu Kai meninggal kan Suho hyung bersama seorang namja berdimple." Jelas Chanyeol.
"Baiklah.. Pelajaran pertama dimulai masih lama, kan? Aku akan ke taman" -Kris
"Kalau begitu aku akan ke kantor untuk melihat dimana ruang kelas kita" -Chen
"Aku akan ke ruang musik" -Chanyeol
Kris dan Chen secepat kilat menoleh kepada Chanyeol dengan tatapan yang, err... Horror?
"Apa?" Tanya Chanyeol karna merasa risih ditatap seperti itu.
"Apa kau akan, errrr.. Bernyanyi dengan suara baritone mu?" Tanya Kris dan Chen bersamaan. Chanyeol hanya memutar bola mata nya malas, merasa sangat terhina dengan pertanyaan yang dilontarkan kedua saabatnya.
"Astaga, tentu saja tidak! Aku hanya akan melatih kemampuan rapp ku. Sudah ya, bye"
Mereka pun berpencar setelah Chanyeol meyelesaikan perkataannya.
...
"Sudahlah hyung, jangan difikirkan lagi. Masih untung kita tidak ada yang terluka" Baekhyun mencoba menenangkan Xiumin yang selama perjalanan menuju sekolah mengomel dan merutuki ketiga namja yang hampir menabrak mereka. Dan sekarang, Xiumin, Baekhyun dan Tao sudah sampai di sekolah mereka, Twexo High School.
"Astaga Byun Baek! Aku hanya kesal! Tadi Lay mengirimi ku pesan bahwa Dio tertabrak mobil dan badannya lecet lecet. Dan sekarang kita juga hampir mengalami hal serupa?! Oh god! Bagaimana aku tidak kesal! Apalagi Tao sampai menangis!" Kesal Xiumin.
Baekhyun hanya bisa menghela nafas, tanda bahwa ia harus bersabar menghadapi Xiumin yang sifat nya sangat protective.
"Gege.. Sudahlah, jangan emosi terus. Tao tadi hanya kaget kok Xiu Ge. Jangan ngomel lagi, ne? Bbuing bbuing :3" Tao pun angkat bicara sambil menunjukkan bbuing bbuing panda andalannya, berharap bisa membujuk Xiumin agar tidak naik darah lagi. Dan.. Berhasil! Xiumin menghela nafas nya tanda menyerah dengan bbuing bbuing maut nya Tao XD
"Ah, karna pelajaran pertama masih lama dimulai. Aku ingin melatih vokalku dulu ne di ruang musik." -Baekhyun
"Um.. Tao mau ke taman dulu ya ge. Kemarin tongkat wushu Tao ketinggalan di taman" -Tao
"Baiklah.. Gege akan ke kantor untuk mengembalikan buku sejarah milik Park seonsaengnim. Jika ada ada apa apa segera hubungi gege, oke?"
"Oke!"
Dan ketiga namja manis itu pun mulai berpencar menuju tempat tujuan mereka masing masing.
- Kris Side -
Kris telah sampai di taman sekolah, ia pun memilih untuk duduk bersandar di bawah sebuah pohon. Kris memejamkan matanya, menikmati keheningan yang ada sambil merasakan angin yang bertiup dengan lembut. Ditengah keheningan itu, tiba tiba..
BRUK!
Kris mendengar suara seperti benda -atau orang- terjatuh. Setelah membuka mata nya, Kris segera berdiri dan mencari ke sumber suara. Tidak perlu bersusah payah untuk menemukan sumber suara itu, karna ternyata hanya berjarak beberapa meter dari tempat Kris berdiri. Ya, suara tadi adalah suara dari seorang namja yang -sepertinya- terjatuh.
"Hiks.. Sakit.."
Kris yang mendengar isakan dari namja itu merasa iba, kemudian menjongkokan dirinya untuk melihat keadaan sang namja. Sebenarnya Kris sedikit de javu dengan keadaan ini, tapi ia tidak terlalu mementingkannya.
"Gwaench..chan..a.." Kris memelankan suaranya saat mata Kris bertemu dengan mata panda dari namja itu. Ya, dia namja yang beberapa saat yang lalu hampir Chanyeol tabrak bersama dua orang lainnya.
"K..kau? Yang tadi hampir tertabrak I..itu kan? Ke.." Kris tidak melanjutkan perkataannya, mungkin terlalu shock?
"Ne.. Hiks.. Juga yang tadi, hiks.. Itu kan? Hiks.." Tao -namja bermata panda- menjawab pertanyaan Kris sambil mencoba menstabilkan isakannya.
Kris mengangguk. Kemudian matanya menatap ke arah siku dan lutut Tao yang berdarah.
"Astaga, err.."
"Tao."
"Ne?"
"Namaku Tao. Huang Zi Tao"
"Namaku Wu Yi Fan, panggil saja Kris ge karna sepertinya aku lebih tua darimu. Ah, Tao. Lutut dan siku mu. Mm, kenapa bisa berdarah. Dan, apa yang kau lakukan di sekolah ini, hum?" Tanya Kris lembut.
"Tadi Tao mau ngambil tongkat wushu punya Tao yang ketinggalan di taman. Lalu Tao liat ada boneka Panda di pohon, terus Tao loncat loncat supaya bisa ambil boneka panda nya. Tapi Tao kesandung batu lalu nginjak kulit pisang. Jadi nya Tao jatuh. Ah, Tao juga sekolah di sini, Kris ge."
Demi tuhan! Kris sekuat tenaga untuk tidak menertawakan penjelasan polos dari Tao!
"Sepertinya luka di lututmu agak dalam karna darah nya banyak sekali. Baiklah, gege akan mengantarkan Tao ke UKS saja, ne?"
"Eh, tidak us- KYAAA!"
Tao tidak sempat meneruskan kalimatnya karna Kris yang tiba tiba saja menggendong tubuhnya ala bridal style *ikut2 kaisoo nih ye :p*
- Chanyeol Side -
"Astaga, dimana ruang musiknya ya? Aish, kenapa aku jadi lupa!" Chanyeol bergumam sambil mengacak rambutnya -frustasi- karna tidak menemukan ruang musik.
Tiba tiba ia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara dari dalam ruangan yang kini tepat berada di hadapannya. Chanyeol mendongakkan kepalanya untuk membaca tulisan yang ada di atas pintu ruangan tersebut. Disana tertulis jelas..
'Ruang Musik'
Dan kini Chanyeol hanya bisa memukul dahi nya seraya merutuki betapa bodoh nya ia karna tidak membaca dengan teliti tulisan yang ada di atas pintu ruangan itu ._.
Tanpa menyia nyiakan waktu yang ada, Chanyeol segera membuka pintu tersebut.
"Ann..yeong.." Ucapannya terhenti saat melihat seorang namja ber eyeliner yang kini tengah menatap dirinya sambil tersenyum manis.
"Kau! Namja yang tadi itu kan? Err.. Siapa nama mu?" Tanya Chanyeol.
Namja ber eyeliner itu mengerjap kan matanya beberapa kali, seolah bingung dengan pertanyaan Chanyeol.
"Mm.. Byun Baekhyun imnida, panggil saja Baekhyun atau Baekkie. Nuguseyo? Mian, apa kita pernah bertemu?"
Mulut Chanyeol kini telah terbuka lebar, seakan sangat shock mendengar pernyataan yang baru saja keluar dari mulut namja manis yang ternyata bernama Baekhyun ini. Ah, Chanyeol lupa kalau tadi Baekhyun sama sekali tidak melihat ke arah mereka bertiga -Kris, Chen dan Chanyeol- karna sibuk menenangkan Tao. Bagaimana bisa Chanyeol mengetahuinya? Satu jawaban pasti. Karna Chanyeol memerhatikan Baekhyun. Chanyeol sudah terpesona dengan Baekhyun saat pandangan pertama *eaaa*, tepatnya saat kejadian tadi.
"Aku Chanyeol. Park Chanyeol. Panggil saja Chanyeol atau Yeollie atau, ah terserah saja. Kau tidak ingat aku? Aku namja yang mengendarai mobil Kris, yang hampir menabrak mu dan kedua temanmu" Chanyeol mencoba mengingatkan Baekhyun kembali.
"Mm.. Park, eh. Chan, eh. Yeollie.. Ah, um.. Sebenarnya aku tidak melihat wajah orang yang hampir menabrak kami. Bagaimana aku tau kau adalah orang itu? Bagaimana kalau kau ternyata berbohong dan kau adalah orang jahat?"
Lagi lagi Chanyeol hanya mampu menganga kan mulut nya. Dan lagi lagi ia hanya bisa shock mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Baekhyun.
"Astaga! Terserah lah. Inti nya kau harus ingat siapa aku!" Chanyeol berkata sedikit membentak. Baekhyun yang melihat nya sedikit ngeri, apalagi suara Chanyeol yang sangat menyeramkan itu.
"Kenapa aku harus mengingatmu?! Aku bukan siapa siapa mu, kenal saja tidak! Bahkan aku bukan temanmu, apalagi namjachingu!" Baekhyun pun mulai terpancing emosi.
Tiba tiba Chanyeol menatap Baekhyun intens, kemudian tersenyum -menyeringai- kearah Baekhyun sambil terus berjalan mendekati Baekhyun secara perlahan. Baekhyun yang merasa aura tidak beres mulai melangkahkan kaki nya secara perlahan ke belakang secara perlahan, mengikuti irama kaki Chanyeol. Hingga akhirnya punggung Baekhyun menabrak dinding. Chanyeol segera memenjarakan Baekhyun yang sudah tersudut dengan tangan kekarnya. Setelahnya, Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun.
"Kau memang bukan namjachinguku.. Fiuh.." Chanyeol meniup telinga Baekhyun dengan sangat pelan, mencoba untuk menggoda Baekhyun.
"Tapi sekarang kau adalah namjachinguku, Byun Baekhyunnie. Sudah ya, aku mau latihan rapp. Jangan mengganggu ne chagiya~" Chanyeol melanjutkan perkataannya sambil tersenyum lebar.
"MWO?! Ya ya! Kau ini! Aku tidak mau menjadi namjachingumu! Dan aku ingin bernyanyi, jangan latihan rapp di sini Yeollie!" Namun Chanyeol seakan menulikan telinga nya, ia menarik nafas dan memulai latihan rapp nya. Awal nya Baekhyun terpana, namun sedetik kemudian ia kembali meneriaki Chanyeol untuk diam. Merasa risih, Chanyeol pun menhentikan latihannya.
"Wae Baekkie chagi? Baiklah, jika kau ingin bernyanyi silahkan. Tapi ada satu syarat. Terima aku jadi namjachingumu. Atau.."
Chanyeol menggantungkan kalimat nya, kemudian menatap Baekhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hal ini membuat Baekhyun sangat tidak nyaman.
"Atau kau tidak akan selamat setelah ini. Maksudku, kau tidak bisa berjalan dengan benar saat keluar dari ruangan ini dan latihan bernyanyi mu sebentar lagi akan menjadi suara desahan. Bagaimana? Apa kau mau chagi?" Tanya Chanyeol di sertai seringai mesumnya.
BLUSH~
Pipi Baekhyun langsung merona setelah mendengar perkataan terakhir dari mulut Chanyeol. Dengan berat hati Baekhyun mengangguk, tanda menyetujui kalau ia mau menjadi namjachingu dari seorang Byun Baekhyun. Sebelum bernyanyi, Baekhyun berteriak terlebih dahulu.
"PARK CHANYEOL, KAU GILA!"
Chanyeol yang mendengarnya pun langsung memelototkan matanya, kemudian menerjang Baekhyun. Dan terdengarlah suara desahan dari dalam sana, author tidak tau itu suara desahan siapa -_-
- Chen Side -
TOK! TOK!
Chen kini tengah mengetuk pintu ruang guru. Ia hendak menemui Park seonsaengnim untuk meminta kertas yang menunjukkan dimana letak kelas dirinya, Kris, Chanyeol, Suho, Sehun dan Kai. Ya, mereka baru saja pindah ke sekolah ini. Dan untungnya mereka ber enam ditempatkan di satu kelas yang sama. Chen yang sudah putus asa karna tidak ada jawaban dari dalam ruang guru langsung membuka pintu nya dan masuk begitu saja. Kemudian Chen sedikit merutuki kebodohan nya. Wajar saja jika tidak ada yang memperbolehkannya masuk atau sekedar menyahuti ketukan pintu nya, ini kan masih sangat pagi. Tentu saja semua seonsaengnim dan murid lain masih belum berdatangan.
Chen menutup pintu itu kembali. Kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah, mencoba mencari meja Park seonsaengnim. Chen sebenarnya ingin mengumpat karna ruangan guru ini sangat luas, sedikit menyulitkannya untuk mencari meja Park seonsaengnim. Tiba tiba pintu terbuka, terlihat namja berpipi bakpao melangkah masuk ke ruangan guru. Namun langkahnya terhenti saat menyadari diri nya tidak sendiri, ada orang lain yang sepertinya ia pernah liat di ruangan itu juga.
"Kau yang tadi bersama kedua temanmu itu kan? Yang hampir menabrak aku, Baekkie dan Tao? Sedang apa kau di sini? Dan kau.. Bersekolah di.. Sini?" Tanya Xiumin sedikit kaget.
"Eh.. Iya. Aku dan teman temanku bersekolah di sini. Aku sedang mencari meja Park seonsaengnim, karna di sana ada kertas yang menunjukkan dimana letak kelas ku." jelas Chen sambil tersenyum kepada Xiumin. Xiumin sedikit merona melihat Chen yang tersenyum sangat tampan kepadanya.
"Eh, oh.. Mm.."
"Aku Kim Jong Dae, panggil saja Chen."
"Ne? Ah, namaku Kim Min Seok, tapi biasa nya di panggil Xiumin atau baozi. Eung.. Chen, apa kau perlu bantuan? Aku juga akan ke meja Park seonsaengnim karna ingin mengembalikan buku yang aku pinjam"
Chen yang mendapat tawaran manis itu pun tidak menyia nyiakan nya. Dari pada lelah mencari, lebih baik memanfaatkan pertolongan dari orang lain kan?
Xiumin berjalan duluan, kemudian sampai di sebuah meja yang terdapat tulisan 'Park Seonsaengnim'. Xiumin kemudian meletakkan buku yang ia pinjam di atas meja Park seonsaengnim.
"Nah, Chen. Ini meja Park seonsaengnim. Aku keluar duluan, ne? Aku harus piket terlebih dahulu. Bye Chen!"
Setelah Xiumin keluar, Chen pun segera membongkar paksa (?) meja Park seonsaengnim. Setelah mendapat apa yang dibutuhkan, ia segera membawanya keluar ruang guru.
'Ah, jadi kami dimasukkan ke kelas D..' Batin Chen.
TBC
AN: maaf baru update, lagi sibuk beneran u,u maaf di chap ini cerita nya makin gaje karna author bingung mau gimana lagi. Dan untuk Baekyeol, maaf jadi nya ga lucu dan tiba tiba malah jadi desah mendesah (?) Itu semua karna kemauan Chanyeol ya /plak/ sesuai permintaan -dan janji author- , chap ini lebih panjang XD makasih banyak yang udah ngereview dan menanti ff abal ini. REVIEW jangan lupa ya :*
Thanks to :
YuniNJ, , ajib4ff, Riyoung Kim, Xihun, EarthTeleport, Rae, 00' no name, Brigitta bukan Brigittiw, siscaMinstalove.
Maaf ga bisa bales satu satu review nya u,u
