Half-Devil: Namikaze Naruto

By:

Red Eyes B. Dragon

Desclaimer : Jelas bukan punya saya!...,

Pairing: Naruto x Erza, ...

Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe (AU) and Etc.

...

...

...

..

Erza menatap pantulan dirinya disebuah cermin yang berada di kamarnya, melihat penampilan dirinya yang sudah sangat siap. Saat ini dia memakai baju berwarna putih tanpa lengan yang di lapisi armor besi bernama Heart Kreuz miliknya.

Baju flat besi yang tengah kanannya terlihat gambar salib kuning besar dengan dibelakangnya terdapat hiasan berwarna merah, memakai rok pendek berlipat-lipat berwarna biru dengan hiasan flat besi di daerah atas, memakai gauntle yang memiliki hiasan sayap di kedua siku-sikunya, dan memakai sepatu hitam hack tinggi.

Erza merasakan jantungnya berdebar dengan kencang, gadis bersurai merah itu hari ini benar-benar gugup. Hari ini untuk pertama kalinya dia akan ikut bersama Naruto dalam sebuah petualangan, hari ini dia akan mengetest langsung kekuatan yang sudah dia capai.

Beberapa jam yang lalu, seorang pria yang merupakan anggota peerage pertama Naruto yang menepati posisi pion datang menemui Naruto. Memberikan sebuah potongan artefak yang Naruto cari selama ini dan menyampaikan berbagai informasi lain nya kepada King mereka itu.

Erza tidak terlalu mengerti dengan informasi yang disampaikan namun beberapa kata terekam jelas di otak gadis itu, dan yang paling dia ingat adalah 'petunjuk utama harta karun'.

Jadi Erza dapat menyimpulkan, petualangan mereka ini bertujuan untuk mencari harta karun.

"Erza, kau sudah siap." Erza mengalihkan perhatian nya ketika pintu kamarnya terbuka dan suara khas dari King nya terdengar. Mata dengan iris coklatnya bisa melihat Naruto dengan jaket dan celana hitam nya tersenyum kearah nya.

Ketika Naruto berjalan kearahnya dan berhenti tepat satu meter di depan nya, Erza baru menjawab. "Aku sudah siap dari tadi."

"Kalau begitu kita segera berangkat." Naruto tersenyum lebar, pancaran matanya berbeda dari biasa nya. "Hari ini Aku sangat bersemangat."

Dan sebelum Erza sempat menjawab, Naruto sudah menciptakan lingkaran sihir berwarna kuning dibawah kaki mereka. Dan tak lama kemudian sebuah cahaya menelan mereka.

-line Break-

Ketika Erza membuka mata, dia menemukan dirinya di sebuah hutan yang cukup lebat. Hutan itu terasa sangat mencekam dan sepi, suara hewan yang biasanya terdengar di setiap hutan disini tidak ada.

Kepala Erza menoleh kesamping, menatap orang yang membawa nya kesini. "Dimana ini?"

"Aokigahara." Jawab Naruto tanpa menoleh kearah Erza, pemuda itu lalu melangkahkan kakinya mulai berjalan. "Atau orang biasanya menyebut hutan ini Hutan bunuh diri."

Aokigahara adalah hutan yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Fuji, membentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa, Prefektur Yamanashi. Hutan ini terkenal sebagai tempat bunuh diri terbanyak di jepang.

"Kenapa kita kesini?" Tanya Erza tanpa terpengaruh ucapan Naruto sebelumnya.

"Karena disini banyak orang yang bunuh diri, Hutan ini memiliki aura negatif yang cukup besar." Sambil menjelaskan Naruto terus berjalan memasuki hutan, sesaat kemudian dia berhenti dan memandang Erza. "Tempat ini sangat cocok untuk menjadi tempat bersembunyi atau untuk menyimpan barang."

Penjelasan terakhir dari Naruto membuat Erza berpikir, dan tak lama kemudian ekspresi miliknya berubah cerah. "Kau menyembunyikan sesuatu disini."

Naruto tersenyum sebelum mengangguk. "Benar sekali."

Mereka berdua kembali berjalan, tidak ada lagi perbincangan diantara mereka. Naruto yang memimpin jalan berada di depan sedangkan Erza mengikuti dalam diam. Namun setelah lama mereka berjalan Erza memutuskan untuk memanggil Naruto.

"Naruto." Pemuda bersurai kuning itu menoleh kearah Erza dengan tatapan bertanya, diam beberapa saat akhirnya Erza melanjutkan ucapan nya. "Sebenarnya harta karun seperti apa yang kita cari."

Hidup lebih dari satu tahun bersama Naruto membuat Erza yakin pemuda seperti Naruto tidak terlalu memikirkan harta, gadis bersurai merah panjang itu tau seberapa kaya iblis kuning itu. Namun pemuda itu memilih hidup sederhana.

Jadi Erza yakin seratus persen apa yang Naruto maksud dengan harta karun bukanlah harta seperti emas atau berlian.

"Sebenarnya aku juga tidak tau." Naruto menggaruk belakang kepalanya sebelum nyengir tanpa rasa bersalah. "Tapi kata pak tua itu aku akan sangat terbantu dengan harta itu."

Sejak awal Naruto hanya mengikuti saran dari Hiruzen, yokai monyet yang menjadi guru nya. Tidak ada ketertarikan khusus pada harta yang di bicarakan sampai akhirnya Naruto menemukan potongan pertama artefak yang merupakan petunjuk untuk harta tersebut.

Naruto tidak pernah melupakan bagaimana dia harus berjuang untuk mendapatkan potongan artefak yang notabene hanya sebuah petunjuk. Dari situ muncul rasa penasaran dirinya untuk memecahkan misteri tersebut.

"Asal kau tau Erza, aku suka berpetualang. " Naruto kembali membuka suaranya, mata birunya yang memancarkan kehangatan menatap mata coklat Erza dalam. "Dan dengan mencari harta tersebut, membuatku merasa tertantang."

Tatapan Naruto kemudian menjadi lebih serius. "Dan mungkin ini akan sangat berbahaya."

Erza meneguk ludah nya, meski dia sudah sangat berkembang ini pertama kalinya buat dirinya.

"Kalau benar begitu." Erza sedikit ragu untuk mengatakan nya. "Kenapa mereka tidak ikut."

Apa yang di maksud Erza adalah peerage Naruto lainnya. Saat ini Naruto memiliki tiga anggota peerage termasuk Erza. Erza sebagai Knight, pria yang menemui mereka pagi (dini hari) tadi sebagi Pion, dan satu pria lagi yang berposisi sebagai rook.

Erza merupakan peerage kedua Naruto, yang pertama adalah pria yang berposisi sebagai Pion, sedangkan peerage terakhir baru di reinkarnasi kan oleh na enam bulan yang lalu.

Selain itu, peerage pertama milik Naruto merupakan orang kata Naruto mampu menandingi Naruto dalam kekuatan penuh nya. Mengingat Erza yang sampai sekarang tidak mampu membuat Naruto berkeringat dalam sebuah pertarungan, Erza tidak bisa membayangkan kekutan penuh dari King nya tersebut.

"Mereka tentu saja memiliki misi sendiri." Naruto menjawab pertanyaan Erza dengan tenang, senyum kecil penuh percaya diri terlihat diwajah tampan Naruto saat menatap Erza. "Lagipula kita berdua sudah cukup."

Setelah perbincangan tersebut, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. Namun setelah berjalan cukup lama mereka masih belum sampai ke tujuan, hal tersebut membuat Erza cemberut menahan kesal.

"Sebenarnya berapa lama lagi kita berjalan?" Erza bertanya dengan kesal ketika mereka berdua berhenti berjalan.

"Hehehe... " Naruto nyengir sambil menggaruk belakang kepalanya, sebuah kebiasaan ketika dia sedang gugup atau malu. "Aku mau mengaku, sebenarnya aku tidak tau kita dimana."

"Maksudmu?" Erza bertanya dengan kening berkedut.

"Tehe~ " Naruto semakin cengengesan. "Seperti kita tersesat."

"DASAR RAJA TIDAK BERGUNA!"

BLETAK!

-Line Break-

"Erza! Aku menemukan nya!"

Teriakan Naruto membuat perhatian Erza teralihkan, dengan sedikit tergesa gadis dengan rambut merah panjang itu berlari menuju tempat Naruto. Ketika sampai ketempat Naruto, alis Erza kembali berkedut.

Sedangkan Naruto menyengir tak bersalah. "Lihat aku berhasil menemukan nya kan."

Erza tersenyum miring. "Kau yakin di sini tempatnya." Suara nya begitu rendah dan mengancam.

"Tentu saja." Naruto menunjuk sebuah pohon, tepatnya sebuah goresan yang berbentuk wajah Naruto yang berada di batang pohon tersebut. "Aku membuat tanda di pohon tempat aku menyembunyikan ben_ "

Bletak!

"KUNING BAKA! INI TEMPAT KITA PERTAMA KALI DATANG!"

Naruto mengusap kepalanya yang berasap karena jitakan maut Erza, tak lama kemudian dia menatap Erza dengan pandangan polos seakan tidak terjadi apa-apa. "Sungguh?"

"BAKA! " Dan sekali lagi kepala Naruto harus berasap.

Setelah suasana mulai mereda, Naruto kembali bersikap biasa. Pemuda itu berjongkok dan memasukan tangan nya pada sebuah lubang yang berada di bawah akar pohon yang mencuat keatas.

Cukup lama tangan Naruto berada didalam lubang, ketika dia menarik tangan nya keluar dia membawa sebuah bungkusan coklat. Naruto menatap kain tersebut untuk sesaat dan kemudian meletakan nya di tanah.

Kain berwarna coklat itu di buka menunjukan dua buah lempengan emas. Lempengan emas tersebut berbentuk melengkung disisi sedangkan disisi satunya berbentuk acak. Naruto kemudian mengeluarkan bungkusan hitam dari balik jaketnya, dan sebuah lempengan emas dengan bentuk hampir sama keluar dari kain hitam tersebut.

Erza hanya menatap dalam diam ketika Naruto mulai menyatukan emas-emas tersebut sehingga berbentuk lingkaran, gadis yang menjadi Knight Naruto itu juga dapat melihat sebuah tulisan atau simbol yang menghiasi lempengan emas tersebut.

'Sudah ku duga.' Mata Naruto agal menyipit melihat aksara yang tertulis disana. 'Ini formula Ancient Magic. '

'Tapi bagaimana mungkin.' Naruto meraba aksara yang terukir di lempengan emas tersebut. 'Seharusnya Ancient Magic tidak ada di dunia ini.'

Ancient Magic merupakan sihir yang berasal dari dimensi lain, sebuah sihir yang tidak pernah ada di dunia ini. Dan bagaimana Naruto tau akan hal ini, itu karena kekuatan yang dia miliki juga berasal dari dunia lain.

Unbeatable Power (UP) atau begitulah Naruto menamai kekuatan miliknya, sebuah kekuatan yang berasal dari dunia lain. Kekuatan yang menyimpan roh para Heroes dari dunia lain, atau Naruto menyebut mereka Guest.

Guest sendiri memiliki sebuah arti 'tamu' namun sebenarnya kata itu sebuah singkatan. Guest; Guardiant Beast.

Kekuatan Naruto menyimpan sepuluh jiwa Guest, dan tiga di antara nya merupakan pemimpin mereka. Dan salah satu pemimpin tersebut mengajari Naruto tentang Ancient Magic.

Oleh karena itu Naruto dapat mengerti tentang formula dari Ancient Magic di depan nya saat ini.

"Artefak ini merupakan sebuah pintu masuk." Setelah sekian lama terdiam akhirnya Naruto buka suara, sebuah ucapan yang mendapat tatapan bingung dari Erza. Naruto memandang Erza yang ikut berjongkok di depan nya, Setelah itu dia melanjutkan ucapan nya.

"Ini merupakan formula sihir untuk teleportasi kesuatu tempat."

Erza mangangguk singkat. "Kalau begitu kenapa kita tidak segera mengaktifkan nya."

Naruto menatap Erza yang juga menatap dirinya, saat itu tatapan Naruto menjadi serius. "Satu hal yang harus kamu tau, sihir teleportasi ini hanya untuk satu arah. Artinya kita hanya bisa kesana tapi tidak bisa untuk kembali."

"Maksud mu." Erza meneguk ludahnya kasar. "Kita tidak bisa kembali."

"Bukan tidak bisa." Naruto menggelengkan kepalanya pelan sebelum menatap Erza dengan senyuman tipis. "Hanya saja mungkin akan sulit."

"Bagaimana?" Menatap bagaimana ekspresi di wajah Erza, Naruto kembali bertanya. "Apa kita akan pergi."

Terdiam untuk beberapa saat, Erza menatap Naruto dengan keyakinan tinggi. "Kau King nya, aku akan mengikuti semua keputusan mu."

Mendengar itu, Naruto tersenyum lebar. "Kalau begitu kita akan pergi sekarang."

Tanpa bicara lagi Naruto meletakan telapak tangan nya pada lempengan emas tersebut, aksara unik yang terukir di artefak itu seketika mengeluarkan cahaya. Erza sedikit melebarkan matanya ketika sebuah lingkaran sihir emas tiba-tiba muncul di bawah kaki mereka, dan belum sempat dia berkomentar sebuah cahaya menelan mereka berdua.

.

. . .

Red Eyes B. Dragon

. .

.

Saat pertama mereka membuka mata, mereka menemukan diri mereka berada di sebuah lorong yang gelap. Hanya karena mereka iblis mereka bisa melihat kesekitar.

Sekarang mereka berada di sebuah lorong dengan dinding, lantai, dan atapnya terbuat dari batu yang memiliki ukuran serupa. Lorong tersebut memeliki lebar sekitar dua meter dan tinggi sekitar tiga meter, dan untuk panjang nya belum di ketahui.

Erza yang masih meneliti keadaan sekitar mengalihkan pandangan nya ketempat Naruto ketika pemuda pirang itu, tepatnya lengan kanan pemuda itu bercahaya. Hanya butuh sedetik sebelum cahaya tersebut menghilang, dan saat itu Erza melihat sebuah gelang jam berwarna hitam terpasang di tangan kanan Naruto.

Sedangkan Naruto sendiri sedang memejamkan matanya dengan wajah tenang. Dalam alam bawah sadarnya dia sedang berdiri di sebuah hutan tropis.

"Oh teman ku Naruto. " sebuah suara berat namun terdengar santai terdengar dari depan Naruto. "Kau datang untuk menemui ku."

"Benar." Naruto membalas dengan senyuman kecil di wajah. "Aku butuh bantuan mu... "

"... Domo."

Di depan Naruto, seekor kadal raksasa berdiri dengan kedua kaki nya menghadap samping namun wajahnya menghadap kearah Naruto. Kadal tersebut adalah Biawak Komodo, kadal terbesar di dunia.

Komodo tersebut memiliki panjang tubuh sekitar lima belas meter lebih besar lima kali lipat dari komodo biasa, memiliki sisik atau kulit keras berwarna merah bagai batu bata, dan mata bulat dengan iris hitam. Komodo raksasa itu mengeluarkan lidah bercabang berwarna kuning miliknya dua kali.

"Domo senang membantu teman ku Naruto. " Mata besarnya berkedip, setelah itu Komodo raksasa tersebut mendekatkan kepala nya kearah Naruto. "Domo begitu bahagia sehingga ingin bernyanyi."

'Oh tidak lagi.' Wajah Naruto mengeluarkan keringat dingin.

Komodo yang merupakan Guest dengan class Spesial itu mulai menghentakan kedua kaki nya kedepan secara bergantian, kepala nya mengeleng kekanan ke kiri. "Ku Domo~ Ku Domo~ teman baik mu~ "

Saat Domo bernyanyi Naruto melompat kesana kesini menghindari cipratan air ludah dari mulut Komodo tersebut, air ludah tersebut berwarna bening namun ketika menyentuh tanah atau pohon maka akan keluar asap yang mengerikan.

"Berhenti Domo! Apa Kau mau membunuh teman mu ini." Sambil terus menghindari cairan berbahaya itu Naruto mencoba menghentikan nyanyian indah (menurut Domo) Domo.

Domo berhenti bernyanyi dan menatap Naruto, air liur menetes dari sela mulutnya. "Apa teman baik ku Naruto tidak suka Domo bernyanyi?"

'Ya! Karena selain suara mu jelek, kau juga selalu muncrat saat bernyanyi. ' Tentu saja Naruto hanya mengatakan itu dalam hati, dia tidak ingin Domo sedih dan yang paling penting di tidak ingin dia marah. Oleh Karena itu Naruto hanya menjawab "Tentu saja tidak, tapi ada hal yang lebih penting sekarang."

Domo menjulurkan lidah bercabang nya dua kali sebelum akhirnya mengangguk.

Di dunia nyata, jam tangan Naruto bercahaya dan sedetik kemudian sebuah simbol kepala kadal muncul di sana. Bersamaan dengan itu sebuah kacamata dengan lensa berwarna merah muncul di telapak tangan Naruto.

(Bentuk kacamata sama dengan IRIS di film kartun Agen Ali.)

Kacamata tersebut mengeluarkan cahaya redup ketika Naruto memasang nya. 'Domo, mulai pemetaan.'

'Roger.'

Dalam penglihatan Naruto muncul angka yang menunjukan sebuah persentasi, angka awalnya hanya satu persen dengan perlahan meningkat.

Dalam alam bawah sadar Naruto, Domo mengeluarkan lidahnya berkali-kali. Tak berapa lama kemudian dia mengangkat tubuhnya dan mendongakan kepala nya. "Selesai."

Bersamaan dengan itu angka dalam penglihatan Naruto mencapai seratus persen.

'Tempat ini sangat luas dan banyak jalan yang bercabang, seperti sebuah labirin dengan bentuk lingkaran.'

Dalam penglihatan Naruto muncul sebuah gambar berbentuk lingkaran dengan motif garis acak, di salah satu sisi lingkaran tersebut terdapat bintik merah. Itu adalah sebuah peta dengan bintik merah sebagai lokasi Naruto.

"Dinding bangunan ini di lapisi energi kuat yang sulit di musnahkan, kemungkinan besar kita tidak bisa menghancurkan nya.'

Naruto kemudian menatap dinding yang terbuat dari batu dengan ukiran unik, disana Naruto bisa melihat energi tipis berwarna merah.

'Terakhir, ada kekkai kuat yang berada di tengah labirin.'

'Kemungkinan besar harta tersebut berada disana.' Naruto kembali memfokuskan pandangan nya pada peta hasil kekuatan Domo. 'Kau bisa menuntun ku kesana Domo. "

'Tentu saja teman baik ku Naruto. '

Naruto kemudian menatap Erza yang sejak awal hanya diam melihat perubahan Naruto, pemuda dengan surai jabrik pirang itu tersenyum kecil. "Ayo bergerak."

Tanpa menunggu jawaban Erza, Naruto berlari maju.

"Dasar kuning baka." Kata Erza kesal sebelum mengejar Naruto.

-Line Break-

Naruto menghentikan langkahnya ketika telah tiba di tempat tujuan, mata nya memandang kedepan dengan tatapan kagum tidak peduli pada Erza yang berada di sebelahnya masih kelelahan karena tadi. "Kita sampai."

Erza yang masih menunduk untuk mengatur nafas nya yang memburu mendongakan kepala nya ketika mendengar perkataan Naruto, ketika dirinya menatap kedepan mata nya tidak bisa berkedip. "I-ini mengagumkan."

Di depan mereka sebuah gerbang besar berdiri gagah, menghadang jalan mereka. Gerbang tersebut berwarna emas dengan ukiran yang sangat indah. Disana terukir sebuah lukisan dua ekor rubah yang sama-sama mengangkat tangan nya, di puncak tangan mereka terdapat sebuah bulatan bagai matahari.

Naruto mendekat dan menyentuh gerbang dengan dua daun pintu tersebut, meraba ukiran indah disana sebelum akhirnya mencoba mendorong nya. "Terkunci." Ucapnya pelan.

"Jadi bagaimana sekarang." Erza berjalan mendekat dan berhenti disamping Naruto. "Apa kita akan berusaha membuka nya."

Naruto tersenyum miring. "Tentu saja."

Naruto mundur perlahan yang kemudian di ikuti oleh Erza, pemuda pirang itu kemudian menyentuh kacamata yang masih terpasang di wajah nya. 'Domo, analisis.'

"Roger."

...

'Pintu itu terbuat dari emas murni yang kemudian dilapisi energi tipis namun kuat, kemungkinan titik lemah nya ada di tengah.'

'Baiklah akan ku coba itu.' Naruto kembali melangkah mundur kemudian tangan kanan di angkat setengah dada dengan posisi jari seperti mencengkram. Selang beberapa detik kemudian energi kuning berbentuk bulat kecil muncul di tengah telapak tangan Naruto, bersamaan dengan itu energi kuning lainnya ikut muncul dan memutari energi pertama tadi.

Semakin lama energi yang berputar Semakin banyak dan membentuk sebuah bola padat yang terbuat dari energi murni tersebut. Merasa sudah cukup, Naruto melesat maju dan mendorong tangan ke depan dengan meneriakan jurusnya.

"Rasengan!"

Bola yang berputar ganas di tangan Naruto itu menghantam pintu dengan keras sehingga membuat gelombang kejut yang cukup besar, putaran nya semakin ganas ketika Naruto mendorong nya dengan kuat. Namun tiga detik kemudian Rasengan Naruto pecah membuat hempasan udara yang mendorong Naruto kebelakang.

"Cih!" Mendecih tidak suka ketika jurusnya tidak menghasilkan apa-apa, bahkan untuk menggores pintu pun tidak bisa.

Rasengan adalah jurus original milik Naruto yang paling kuat, jurus tersebut berada di rank-A dalam tingkatan sebuah teknik. Rasengan juga merupakan teknik milik Naruto yang memiliki demage paling besar, bukti nyata nya adalah saat dia bertarung dengan pria bernama Kakuzu waktu itu.

Namun jurus Rank-A miliknya tidak bisa menghancurkan pintu di depan nya, itu menunjukan betapa besar kekuatan pintu tersebut.

"Sekali lagi."

Naruto bersiap kembali mengulangi jurus favoritnya, Namun ketika dia baru ingin membentuk jurus tersebut pintu yang akan menjadi targetnya tiba-tiba terbuka. Naruto hanya bisa melebarkan matanya dengan wajah melongo.

Ketika dia menoleh kesamping, Naruto menemukan Erza yang memegang sebuah tuas, gadis bersurai merah tersebut menatap Naruto dengan (sok) polos. "Apa?"

"Kenapa tidak bilang kalau ada tuas untuk membuka pintu ini!" Naruto berteriak kesal kepada Erza.

Erza berjalan tanpa terpengaruh ucapan Naruto, ketika dia melewati King nya tersebut dia baru bicara. "Itu karena kamu baka."

Erza berjalan tanpa mempedulikan Naruto yang sedang cemberut di belakang nya. Ketika dirinya baru melewati pintu yang telah terbuka lebar, dia di kejutkan dengan cahaya yang muncul di kaki nya.

Cahaya tersebut berasal dari ukiran yang terdapat di lantai ruangan tersebut, aktif karena Erza menginjak nya. Cahaya tersebut menyebar dengan sangat cepat sehingga seluruh lantai di ruangan tersebut bercahaya dengan motif indah. Tidak berhenti sampai disitu, cahaya tersebut mulai menyebar ke dinding ruangan hingga apa yang terjadi dengan lantai juga terjadi pada dinding.

Erza menatap hal tersebut dengan kagum, matanya tak berkedip dari saat cahaya tersebut menyebar. Dia baru tersadar dari kekaguman nya ketika cahaya tersebut meredup sebelum akhirnya menghilang membuat tempat tersebut kembali gelap.

"Oh Erza. " Naruto berjalan dan berhenti di samping Erza, pemuda pirang itu terus menatap kedepan. Pancaran matanya menjadi lebih serius. "Kau mengaktifkan alarm nya."

"Apa maksud mu dengan alarm_ " Perkataan Erza tersendat ketika dirinya merasakan hawa keberadaan lain, matanya seketika menajam dan fokus kedepan, namun ketika menyadari apa yang menanti mereka wajahnya Erza menjadi pucat. "Oh tidak."

Di depan mereka puluhan pasang mata yang bersinar dalam kegelapan memandang mereka begitu tajam. Kira-kira ada lebih dua puluh pasang mata disana.

Erza bertanya-tanya makhluk apa yang memiliki mata setajam itu, namun di detik selanjutnya pertanyaan dia terjawab ketika langit-langit ruangan ini bercahaya menerangi mereka.

"Apa itu rubah?" Pertanyaan dari Naruto tidak ada yang menjawab, karena tidak di jawab pun mereka sudah tau jawaban nya.

Sekarang di depan mereka berdiri puluhan rubah yang memiliki tubuh sebesar sapi dewasa. Tubuh rubah-rubah tersebut terbuat dari energi kuat dan padat berwarna merah hitam, mata mereka tajam dengan warna putih bercahaya, dan gigi serta kuku mereka terlihat tajam.

(AN; penampilan rubah itu mirip dengan mode kyubi ekor 4 namun berbentuk rubah bukan manusia mirip rubah, selain itu ekor mereka cuma satu.)

Ggrrr...

Mendengar geraman rubah-rubah itu membuat Naruto mengambil sikap waspada, mata biru miliknya menajam. Sesaat matanya melirik kearah Erza, namun ketika gadis merah itu sudah men summon pedangnya Naruto kembali fokus kedepan. 'Domo, gunakan mode bertarung.'

'Baik teman baik ku Naruto. '

Bersamaan dengan auman nya, rubah-rubah tersebut bergerak maju. Melesat cepat memangkas jarak antara mereka dengan cepat. Melihat itu Erza merespon dengan berlari maju sedangkan Naruto masih berdiri di belakang.

Dalam jarak lima meter dari Erza, seekor rubah melompat menyergap gadis berposisi Knight itu. Erza sedikit membungkukan tubuhnya dan melesat semakin cepat membiarkan rubah tersebut lewat di atas tubuhnya, sepersekian detik kemudian dia menebaskan pedang nya kearah rubah lain nya yang berada di depan nya.

Pedang Erza tertahan oleh rahang kuat sang rubah, hempasan angin tercipta ketika hal itu terjadi. Melirik ke kiri dan ke kanan dengan cepat, Erza segera menarik pedang nya dan melompat mundur menghindari dua sergapan rubah di samping kiri dan kanan nya.

Tak bisa bernafas lega Erza kembali di kejutkan dengan sergapan dari seekor rubah yang melompat dari balik rubah yang dia hadapi pertama tadi. Namun ketika rubah tersebut masih di udara, dia tiba-tiba jatuh dan tak bergerak.

Erza menoleh kebelakang melirik tiga ekor rubah yang tiba-tiba jatuh, matanya kemudian Melihat Naruto yang bergerak maju. 'Dia... '

Naruto maju dengan kedua tangan yang menyilang di depan dada, dari sela jari Naruto yang mengepal terlihat empat buah jarum atau senbon. Di ujung senbon itu sendiri terdapat sebuah cairan bening.

Di alam bawah sadar Naruto, cairan bening yang sama menetes dari sela gigi Komodo bernama Domo yang tengah tersenyum.

Delapan buah senbon kembali Naruto lesatkan, dan semua senbon tersebut tepat mengenai dua rubah yang berniat menyerang nya. Dua rubah tersebut seketika jatuh tertelungkup.

Tak berhenti sampai disitu, Naruto men-summon katana miliknya dan menusuk dua rubah yang tadi jatuh. Mata Naruto memandang kearah Erza. "Segera habisi rubah yang terjatuh, efek nya hanya terjadi sebentar."

Mengerti maksud Naruto, Erza segera melesat menghabisi rubah-rubah yang lumpuh terkena senbon Naruto. Namun karena banyak nya rubah-rubah yang masih aktif bergerak, Erza sedikit kewalahan.

Pertarungan mereka berdua melawan rubah-rubah yang tersisa berlangsung cukup lama, dari dua puluh tujuh rubah saat ini hanya tinggal tiga belas ekor. Saat ini Erza dengan pedang nya saling membelakangi dengan Naruto, di sekeliling mereka para rubah mengepung.

"Kau siap untuk ronde ke dia." Naruto bicara tanpa menoleh kearah Erza, dirinya masih fokus terhadap musuh-musuh yang mengelili nya.

"Menurut mu." Erza mengangkat pedang dan memposisikan nya di depan wajah, mata coklat yang terlihat di atas pedangnya menatap tajam lawan di depan.

"Heh." Naruto tersenyum miring, katana miliknya di pedang di tangan kanan sedangkan tangan kirinya memegang tiga buah senbon berwarna putih. "Kalau begitu, ayo kita selesaikan. "

Mereka berdua melesat kedepan, bersamaan dengan itu rubah-rubah yang mengepung mereka ikut melesat.

Seekor rubah melompat menerkam Erza, namun gadis dengan Armor Heart Kreuz tersebut berputar kesamping, menghindar. Ketika rubah tadi mendarat di samping kanan nya, Erza tanpa ragu menebaskan pedangnya membuat kepala rubah tersebut terpotong.

Namun bukan nya merasa senang, Erza harus merasa terkejut ketika seekor rubah yang lain muncul di depan nya dan tanpa ragu menghantamnya dengan cakar tajam nya.

Cakar tajam tersebut tidak mampu menembus Armor Erza bahkan menggores pun tidak, namun karena kuatnya hantaman tersebut, Erza terlempar hingga harus menabrak dinding kuat.

Erza jatuh terduduk dan bersandar di dinding yang sudah retak, di depan nya tiga ekor rubah yang seluruh tubuhnya terbuat dari energi itu berlari mengejar Erza. Saat itu dengan wajah menahan sakit, Erza menggenggam pedang nya dengan erat. "Majulah kalian."

Seekor rubah melompat untuk menerkam Erza, Knight dari peerage Naruto itu merentangkan pedangnya untuk menahan dua cakar yang akan mengoyak wajahnya. Erza harus menggunakan dua tangan nya untuk memberikan kekuatan lebih, namun sang rubah terus menekan.

"Roaar!"

Tepat di depan wajah Erza, rubah itu mengaum keras menunjukan gigi tajam nya. Namun bukan nya takut, Erza membalas dengan melakukan hal yang sama. "HAAAR!"

Di tempat Naruto, pertarungan tak kalah seru terjadi. Naruto yang di depan nya sudah ada tiga ekor rubah yang jatuh tidak bergerak berhadapan dengan tiga ekor rubah lain nya. Tanpa menunggu rubah yang lumpuh itu pulih, Naruto menusukan katana miliknya tepat di kepala.

Ketika dia hendak melakukan hal yang sama pada rubah lumpuh lain nya, Tiga rubah yang tidak terkena efek racun Naruto menyerang nya. Naruto melompat menjauh untuk menghindari terkaman rubah-rubah tadi.

Telapak tangan nya ia buka dan dari sana keluar cahaya yang menciptakan tiga buah senbon, bersamaan dengan jatuhnya dirinya dia menggenggam senbon-senbon tersebut. Ketika kakinya menapak, dia memposisikan dirinya untuk melempar namun sesuatu tak terduga terjadi.

Tepat di bawah kaki Naruto, sebuah lingkaran sihir berwarna merah kehitaman muncul. Tanpa sempat bereaksi, lantai di bawah kaki Naruto berubah menjadi sebuah lubang yang membuat dirinya jatuh ke bawah. Sebelum dia benar-benar jatuh, dia sempat melihat Erza yang meneriakan nama nya.

"Naruto! "

Erza melesat ke tempat Naruto, namun ketika dia sampai di sana lubang tersebut telah tertutup kembali. Gadis berambut panjang itu mengumpat kecil dan akan melakukan sesuatu, namun apapun yang akan dia lakukan terpaksa batal ketika telinga sensitif nya mendengar suara geraman.

Ketika dia berbalik dia tidak bisa untuk tidak mengumpat kasar ketika rubah-rubah yang tersisa menatap nya dengan pandangan haus darah. "Benar-benar sial."

'Sebelas ekor dengan dua di antaranya tidak bisa bergerak. " Mata Erza bergerak kesana kemari menatap setiap rubah, bersamaan dengan itu sebuah rencana tersusun di kepala nya. "Tidak ada pilihan lain."

Mata Erza terpejam seperti pasrah akan keadaan nya sekarang, namun berbeda dengan tubuhnya yang telah mengeluarkan cahaya putih redup. Para rubah yang tersisa melesat maju kearah Erza yang tidak bergerak dari tempat nya, ketika rubah-rubah itu melompat untuk menyerang Erza Saat itulah kedua mata Erza terbuka.

"Sky Empress Armor! "

.

. .

Half-Devil; Namikaze Naruto

..

.

Naruto jatuh dengan cepat kebawah namun wajahnya masih tetap tenang, matanya menyipit ketika tidak bisa melihat dasar tempatnya sekarang. 'Domo berapa lama waktu sampai aku mencapai dasar."

"Dua puluh detik."

Sambil menghitung waktu yang di katakan Domo, Naruto memejamkan mata nya. 'Terimakasih atas bantuan nya teman baik ku Domo.'

"Change "

Saat Naruto membuka mata nya, dia telah berada di depan sebuah pohon besar yang cukup rindang. Disekeliling nya pohon -pohon yang sama namun berbeda ukuran berjejer rapi. Pandangan Naruto menatap keatas.

Disana seekor macan kumbang atau puma seukuran sapi dewasa berbaring di salah satu cabang pohon. Macan dengan bulu hitam legam itu berbaring menopang kepalanya dengan kaki depan nya, matanya terpejam rapat. Namun tak lama kemudian mata sang macan kumbang tersebut terbuka menunjukan mata kuning dengan iris vertikal.

"Hoaamz." Puma itu menguap menunjukan gigi-gigi tajamnya, dan tak lama setelah itu dia menoleh kearah Naruto. Mata kuning nya berkedip beberapa kali. "Oh Naruto, kapan kau datang?"

"Dari tadi." Ucap Naruto tidak peduli dengan nada malas macan tersebut, tanpa basa basi pemuda bermata biru itu mengutarakan keinginan nya. "Aku butuh bantuan mu."

Sang macan kumbang bangkit, berdiri dengan keempat kaki nya. Dia kembali menguap panjang sebelum akhirnya melompat dari cabang pohon dan mendarat di depan Naruto. Sebuah senyum lebar dia tunjukan sebelum menunduk hormat pada Naruto. "Baghera siap hoamz~ melayani mu hoamz~, Naruto. "

"JANGAN MENGUAP SAMBIL BICARA!"

Di dunia nyata, jam tangan Naruto bercahaya dan setelahnya sebuah simbol kepala macan hitam muncul di layar jam. Bersamaan dengan itu kedua kaki Naruto bercahaya kuning redup dan sesaat kemudian sebuah sepatu berbentuk kaki macan metalik terpasang disana, sepatu tersebut hampir mencapai lutut Naruto dan di seluruh bagian nya terdapat ukiran unik.

Ketika sepatu itu muncul, hitungan mundur Naruto sudah mencapai angka tiga, dan saat hitungan nya mencapai angka dua Naruto memutar tubuhnya diudara dan memposisikan kakinya ke bawah.

Boom!

Cekungan besar tercipta ketika Naruto berhasil mendarat dengan kedua kaki nya, asap mengepul di tempatnya mendarat. Ketika asap menghilang, kini terlihatlah Naruto dengan posisi berlutut ala kesatria, tangan kirinya menapak di tanah membantu menopang tubuh nya sedangkan tangan kanan nya terangkat dengan katana miliknya masih di pegang.

Ketika di bangkit untuk berdiri, ukiran pada lantai yang ia pijak bercahaya. Dan kejadian yang sebelumnya terjadi kini terulang, cahaya tersebut menyebar hingga ke dinding. Satu hal yang membedakan, di beberapa bagian dinding cahaya tersebut tidak padam sehingga menjadi penerangan di ruangan ini.

Ruangan yang saat ini Naruto tempati berbentuk lingkaran yang berdiameter kira-kira dua puluh meter, memiliki dasar dan dinding yang terbuat dari batu dengan ukiran unik desitiap sisinya. Untuk langit-langit Naruto tidak tau karena dari tempatnya berdiri, langit-langit tersebut tidak kelihatan.

Tepat di depan Naruto sendiri ada sebuah lorong yang terlihat gelap, lorong tersebut berjarak sepuluh meter dari Naruto. Naruto terus menatap lorong tersebut tanpa ada niat untuk mendekat, wajahnya nampak serius dan pandangan nya menajam.

Atmosfir ruangan mulai berubah, terasa lebih berat dan mencekram. Bersamaan dengan itu suara langkah kaki terdengar mendekat. Naruto mengeratkan pegangan nya pada katana miliknya, kewaspadaan terlihat jelas di wajahnya.

Beberapa saat kemudian, dua buah bayangan nampak mendekat dari lorong gelap tadi, dan tak lama kemudian sosok bayangan tersebut terlihat. Itu adalah dua ekor rubah yang sangat berbeda dengan rubah yang Naruto hadapi tadi.

Kalau dia tadi melawan rubah dengan tubuh yang terbuat dari sebuah energi, kali ini rubah di depan nya benar-benar seekor rubah. Dua rubah ini memiliki tubuh lebih besar dari rubah sebenarnya namun tak lebih besar dari rubah yang Naruto hadapi tadi.

(Sedikit lebih besar dari Akamaru di Naruto shipuden)

Yang satu memiliki bulu putih sedangkan satunya memiliki bulu hitam, kedua rubah tersebut sama-sama memakai sebuah Armor dengan ukiran indah yang berupa pelindung badan atau punggung, empat pelindung kaki dan pelindung kepala.

Rubah berbulu putih memakai Armor berwarna perak dengan pelindung kepala berupa ikat kepala yang terbuat dari besi dengan simbol bulan di tengah nya. Sedangkan rubah berbulu hitam memakai Armor berwarna merah dengan pelindung kepala berupa sebuah helm dengan simbol matahari di tengah nya.

"Mereka... "

'Kau mengenal mereka, Bagheera?' Naruto yang terus mengawasi calon lawan nya itu di kejutkan dengan suara tercekat Bagheera. Rasa penasaran entah kenapa muncul di hatinya.

"Sangat." Entah mengapa nada suara Bagheera yang biasanya malas dan mengantuk kini berubah, terdengar seperti memendam sesuatu. "Dan aku tau seberapa berbahaya nya mereka."

Kedua rubah itu menggeram membuat Naruto semakin waspada, pemuda bersurai kuning itu memasang kuda-kuda bertarung.

"Rubah berbulu putih, bernama Shiroishin." Rubah berbulu putih yang di maksud Bagheera melangkahkan kaki kedepan sebelum menghilang dari pandangan. "Dia memiliki kecepatan yang mengagumkan."

Tak sampai satu detik jarak sepuluh meter di pangkas oleh rubah dengan armor perak itu, dia muncul di depan Naruto dengan tangan atau kaki kanan siap mencakar. Namun karena menggunakan kekuatan Bagheera si macan kumbang, Naruto juga memiliki kecepatan yang tinggi, bukan hanya itu agility miliknya juga bertambah berkali-kali lipat.

Pertarungan dengan kecepatan tinggi terjadi sehingga hanya terlihat bayangan yang bergerak cepat.

"Si hitam bernama Kuroishin." Suara Bagheera kembali terdengar di kepala Naruto, dan secara refleks dia melihat ke tempat rubah hitam tadi. Mata nya sedikit melebar ketika mengetahui rubah itu sudah tidak ada di tempat nya. "Dia memiliki kekuatan yang besar."

Naruto segera merentangkan katana nya kedepan tubuh dan dengan cepat menghadapkan tubuhnya kesamping kiri, bersamaan dengan itu katana miliknya berbenturan dengan helm yang digunakan si rubah hitam. Kuatnya sodoran rubah tersebut membuat tubuh Naruto terlempar kearah dinding ruangan.

Sesaat sebelum tubuh nya membentur dinding, Naruto berhasil menapakkan kaki nya kelantai dan dengan dorongan kuat dia melompat keatas. Melakukan putaran kebelakang sebelum akhirnya Naruto berpijak pada dinding ruangan.

Pendar kuning terlihat di telapak sepatu nya yang berbentuk kaki macam. Salah satu kemampuan yang Naruto dapatkan ketika dia menggunakan kekuatan Bagheera, dia dapat berdiri di segala bidang bahkan pada bidang vertikal sekalipun.

Mata Naruto menajam ketika menatap kedua rubah yang berada di depan nya, matanya kemudian terfokus pada sang rubah putih yang bergelagat aneh. Suara Bagheera kemudian terdengar memperingati.

"Hati-hati! Shiroishin memiliki kemampuan bernama... "

Blitz!

Naruto langsung mendorong kakinya untuk melompat kedepan, sesaat setelah dia melakukan itu tempat nya berpijak tadi hancur karena serangan cepat dari Shiroishin. Sebelum serangan itu dia sempat melihat cahaya putih yang bergerak zig-zag kearahnya.

Ketika dirinya mendarat, dia kembali melihat cahaya yang sama menuju kearahnya. Tak bisa menghindar, Naruto menggunakan katana miliknya untuk menebas Shiroishin yang menyerang nya.

Trank!

Katana Naruto terlepas dan terlempar keudara, sedangkan Naruto sendiri terseret kebelakang. Belum sempat bernafas lega, serangan yang sama kembali datang. Hanya karena peringatan dari Bagheera lah Naruto bisa menghindar dari Blitz yang di lakukan si rubah putih.

"Ini kesempatan mu. Setelah melakukan Blitz tiga kali berturut-turut dia akan melakukan pendinginan selama lima detik."

Naruto menatap Shiroishin yang terdiam di sisi dinding. Tak ingin membuang kesempatan, Naruto segera melesat kearah rubah dengan armor perak itu. Mengambil katana miliknya yang tertancap di lantai, Naruto bersiap melakukan sebuah tusukan.

Namun ketika jaraknya sudah dekat dengan si rubah, rubah yang berwarna hitam tiba-tiba muncul di depan rubah putih menghadang tusukan katana Naruto. Karena sudah terlanjur, Naruto meneruskan serangan nya, namun sesuatu yang tak dia duga terjadi.

Berrier!

Ujung katana milik Naruto tertahan oleh pelindung transparan berbentuk kubah yang melindungi kedua rubah tersebut. Melihat serangan nya tidak berguna Naruto melompat mundur, dan saat itu dia kembali mendengar suara Bagheera terdengar.

"Kuroishin memiliki teknik bernama Berrier, sebuah pelindung kuat berbentuk kubah."

'Dari awal aku sudah penasaran.' Naruto yang sejak tadi bertarung akhirnya membalas ucapan Bagheera. 'Bagaimana kau bisa tau banyak tentang mereka.'

"Aku sangat mengenal mereka dan takkan melupakan mereka berdua." Di alam bawah sadar Naruto, Bagheera menyipitkan matanya. Ekspresi yang biasa nya santai kini berubah menjadi sangat serius. "Karena di masa lalu mereka berdua lah yang telah membunuh ku."

"A-apa!? " Sebuah fakta yang benar-benar mengejutkan Naruto. Bagheera tersenyum tipis sebelum kembali melanjutkan ucapan nya.

"The Dangerous Duo General. "

'Apa itu artinya... " Naruto yang sudah dapat mengatasi keterkejutan nya bertanya dengan pelan. 'Mereka berdua lebih kuat dari mu, Sang General of Night.'

"Heh!" Bagheera mendengus kasar sebelum menjawab. "Mereka dulu mengeroyok ku, kalau one by one pasti aku yang akan menang."

'Bukankah hal yang sama telah terjadi sekarang.' Ucap Naruto sedikit pesimis, namun kembali dia mendengar Bagheera mendengus.

'Kali ini berbeda.' Bagheera tersenyum tipis. "Karena sekarang aku bersama dengan mu."

Mendengar itu Naruto ikut tersenyum. "Kau benar."

Pegangan pada Katana Naruto menguat ketika dirinya melihat kedua rubah itu mulai bergerak, waktu cooldown untuk si rubah putih telah habis sehingga dia bisa kembali bergerak.

'Ayo kita akhiri ini sekarang.' Rasengan seukuran bola sepak tercipta di tangan kiri Naruto, Rasengan berwarna kuning keemasan itu berputar dengan ganas membuat suara yang bising. Mata Naruto yang tajam memantulkan cahaya dari Rasengan yang di buat, dan dengan itu dia melesat.

Bersamaan dengan itu Shiroishin kembali melakukan Blitz, Naruto melempar Katana nya sesaat setelah si rubah putih melakukan itu. Katana nya terpental ketika menabrak tubuh Shiroishin yang bergerak sangat cepat, namun melompat kesamping guna menghindar serangan tersebut sekaligus mengejar Katana miliknya yang melayang.

Shiroishin yang berada di belakang Naruto kembali melakukan Blitz untuk mengejar sekaligus menyerang Naruto, namun serangan nya kembali gagal karena Naruto telah lebih dulu melompat untuk mengambil katana nya.

Setelah berhasil mengambil Katana miliknya, Naruto yang saat ini sedang berpijak pada dinding segera melontarkan tubuhnya untuk memberikan serangan. Namun bukan Shiroishin yang menjadi targetnya tapi Kuroishin.

"Rasengan! "

Jurus terkuat ciptaan Naruto itu menabrak Berrier yang dibuat Kuroishin, gelombang kejut dan percikan energi seketika tercipta ketika dua teknik ringkat tinggi itu bertemu. Rasengan Naruto hanya bisa meretakan tanpa mampu menghancurkan Berrier milik sang rubah.

Namun Naruto tak berhenti sampai di situ, Katana yang berada di tangan kanan nya dia posisikan untuk menusuk. Dari ujung Katana tersebut keluar energi kuning khas yang di memiliki Naruto, Naruto tersebut berputar dengan sangat cepat hingga terlihat seperti sebuah bor. Dan dengan itu Naruto meneriakan teknik nya.

"Spiral Spear!"

Katana Naruto menusuk tepat di mana pusat retakan pada Berrier tadi, dan dengan itu Berrier tersebut hancur berkeping-keping. Mata sang rubah hitam hanya bisa melebar ketika Katana yang menghancurkan Berrier mengarah kearahnya. Cahaya kuning merupakan Apa yang dia lihat terakhir.

Boom!

Naruto meletakan Katana di bahunya ketika melihat sang target telah berhasil ia kalahkan. Dengang gerakan perlahan dia berbalik menghadap rubuh putih yang sudah berada di depan nya dengan cakar dan rahang yang terbuka. Naruto melihat serangan tersebut hanya tersenyum kecil.

Sebelum serangan tersebut menyentuh Naruto, sesuatu telah menghantam punggung sang rubah membuatnya jatuh menghantam lantai dan menciptakan debu yang tebal. Melihat hal itu senyuman di wajah Naruto semakin membesar.

Ketika debu menghilang, terlihatlah Erza dengan Armor yang Naruto sebut Queen Titania berdiri di atas rubah yang punggung nya berhasil Erza patahkan. Erza menatap Naruto dengan padangan datar.

"Dasar King tidak bertanggung jawab!" Erza berteriak kesal pada Naruto sambil mengacungkan pedangnya yang tinggal setengah. "Kau meninggalkan ku sendirian dengan rubah-rubah buas itu."

Naruto nyengir sambil menggaruk belakang kepalanya, sedikit gugup karena kena marah dari gadis merah di depan nya. "Aku kan tidak sengaja."

"Tidak sengaja apanya, lihat!" Erza menunjukan pedangnya yang telah patah dengan wajah merajuk. "Pedang ku sampai patah gara-gara mu."

"Itukan bisa di ganti."

"Ganti gundul mu, bagaimana bisa kau menggantinya kalau kita tidak bisa keluar dari sini!"

Perdebatan mereka mungkin akan terus berlangsung jika tubuh dua rubah tadi tidak mengeluarkan cahaya. Kedua nya langsung mengambil sikap waspada kepada dua rubah tersebut.

Dua rubah tersebut bercahaya terang sebelum akhirnya berubah menjadi bola cahaya berwarna orange. Dua bola tersebut melesat cepat menuju lorong di mana kedua rubah tadi datang, tak berapa lama kemudian bola cahaya tersebut menghilang di dalam gelapnya lorong tersebut.

Naruto menatap hal itu dalam diam sebelum tatapan nya mengarah kearah Erza. "Mungkin itu jalan keluar kita."

Tanpa berpikir lama mereka berdua berjalan menuju lorong tersebut, sebelum nya Naruto telah memutuskan kontaknya dengan Bagheera membuat jam tangan Naruto menghilang, sedangkan Erza mengganti Armor nya dengan Armor Heart Kreuz miliknya.

Ketika sampai di ujung lorong, mereka berdua di buat kagum dengan pemandangan yang mereka lihat. Sekarang mereka berada di sebuah taman bunga yang sangat indah, langit biru tanpa adanya matahari menjadi pemandangan yang tak kalah indah.

Berbeda dengan Erza yang memilih menikmati pandangan tersebut, Naruto lebih memilih memfokuskan pandangan nya pada sebuah objek. Dia berjalan mendekat membuat benda yang dia lihat semakin dekat, namun persepsi Naruto tentang benda tersebut ternyata salah, itu bukan sebuah benda melainkan seorang gadis.

Seorang gadis yang sangat cantik sedang tidur di tumpukan bunga warna-warni. Gadis tersebut memiliki surai merah muda yang nampak sangat halus, bulu mata yang lentik, hidung yang mungil, dan bibir tipis berwarna pink alami yang terlihat manis.

Dia memakai baju mirip kimono berwarna biru hiam yang indah juga seksi karena hanya sebatas dada membuat sebagian buah dada nya terliha. Bagian bawah kimono itu terbelah menunjukan kaki jenjang nya yang di lapisi stocking panjang hingga setengah paha berwarna biru.

Fokus lain yang membuat Naruto tidak bisa mengalihkan pandangan nya pada gadis cantik tersebut adalah sepasang telinga rubah dan ekor rubah. Sepasang telinga rubah berbulu orange dibagian luar dan bulu putih agak panjang di bagian dalam terpasang di kepalanya. Dan ekor berbulu orange melingkar di pinggang nya.

(penampilan Tamamo no mae dari fate/extra. Bisa cek di google

"Jadi ini harta yang kau maksud." Naruto tersadar dari kekaguman nya ketika mendengar suara Erza. Dan entah kenapa Naruto mendengar suara Erza nampak kesal. "Bukan harta ataupun senjata, tapi seorang gadis cantik."

Erza kemudian menatap Naruto dan entah mengapa Naruto merasakan suatu bahaya dari tatapan tersebut. "Sekarang aku mengerti kenapa kamu ingin sekali menemukan 'harta karun' ini"

"Satu hal yang harus kamu tau Erza. " Naruto berjalan mendekat kemudian berjongkok di depan gadis rubah yang masih tertidur. "Aku juga tidak tau kalau harta yang di maksud itu adalah seorang gadis. "

"Entah kenapa aku merasa kau sangat senang." Perkataan Erza mengandung sebuah kekesalan. Mungkinkah dia sedang cemburu.

Naruto tersenyum tipis. "Tentu saja."

Dan dengan itu dia membuat lingkaran sihir dan mengeluarkan sebuah kotak berukiran unik dari sana. Tanpa bicara apapun dia membuka kotak tersebut dan mengeluarkan evil piece miliknya yang tersisa.

"Kau akan mereinkarnasikan nya."

"Tentu saja." Naruto menjawab sambil memilih evil piece yang cocok, dan pilihan nya jatuh pada bidak ratu.

"Aku Naruto Namikaze dalam naungan clan Phenex abadi... " Naruto memulai ritual untuk reinkarnasi, evil piece yang dia letakan di dada sang gadis mulai bercahaya kuning, namun sesaat kemudian cahaya tersebut berubah menjadi orange kemerahan. Namun dengan keanehan itu pun Naruto masih terus melakukan ritualnya. "Dengan ini aku membangkitkan mu dan dengan ini jadilah... "

"Queen ku."

Sepasang mata dengan bulu mata lentik terbuka menunjukan mata dengan iris keemasan, mulut yang sejak tadi tertutup kini terbuka dan mengeluarkan suara "aku.

. "

Di alam bawah sadar Naruto, tiga pasang mata di tiga tempat berbeda ikut terbuka. Tiga pasang mata tersebut mengeluarkan cahaya yang memancarkan kekuatan. "Dia... "

"... kembali." "Kembali."

...

. . .

TBC

. . .

. .

.

Ratu peerage Naruto jatuh pada (oc) Tamamo ni Mae dari anime fate. Sedikit susah menjelaskan penampilan nya, kalau ada dari kalian yang bisa menjelaskan penampilan nya lebih baik, tolong bantu saya.

Dua Geust baru Naruto.

Nama; Domo

Class; spesial

Bebentuk seekor komodo berukuran lima kali lebih besar dari komodo biasa, memiliki sisik atau kulit keras berwarna merah bata, dan bertingkah kekanakan dan polos. Suka bernyanyi walau suaranya sumbang dan sering memuncratkan liur yang beracun.

Kemampuan nya adalah spesialis sensor dangan mengandalkan lidah kuning bercabang nya. Juga racun yang terdapat di air liurnya.

Perwujudan dirinya di dunia nyata adalah sebuah kacamata dengan lensa merah yang memberikan kemampuan sensor nya. Perwujudan dia yang lain adalah senbon yang membawa racun miliknya.

Nama; Bagheera (Jugle Book)

Class; Epic

Berbentuk seekor macan kumbang dengan besar setara dengan sapi dewasa. Memiliki bulu hitam legam, mata malas berwarna kuning, dan taring panjang khas bangsa kucing. Suka tidur dan malas-malasan, selalu bersikap santai saat bersama Naruto. Namun bisa menjadi sangat serius ketika dalam kondisi tertentu.

Perwujudan didunia nyata adalah sepasang sepatu berbentuk kaki macan berwarna hitam metalik dengan ukiran unik. Membuat si pengguna bergerak cepat dan lincah, selalu bisa mendarat dengan sempurna, dan mampu melompat sangat jauh atau sangat tinggi, serta mampu membuat si pengguna berdiri di segala bidang bahkan dibidang vertikal.

Next chap; Slice of lifr