3. Pemotretan

Saat ini Hyunbin tengah berjalan santai menuju tempat pemotretan,sesudah mengunjungi kekasihnya,Hwang Minhyun, Hyunbin buru-buru pergi menuju tempat pemotretan. Kalian tahu apa penyebab Hyunbin bisa se-terburu-buru ini ketempat pemotretan?

Hwang Minhyunlah menjadi penyebabnya,kenapa? Karena si manis itu mengamuk sesudah di kecup dahinya oleh Hyunbin,tidak tidak. Lebih tepatnya lagi Minhyun yang tidak sengaja melirik kearah pergelangan kirinya yang terbalut oleh arloji warna baby blue.

Omong-omong arloji manis itu adalah hadiah dari Hyunbin saat Minhyun bertambah umur tahun kemarin. Kekasih Hyunbin itu marah saat tahu waktu pemotretan kekasihnya sudah mulai 20 menit yang lalu,sedangkan si modelnya masih disini.

Dengan segala kegalakan yang dimiliki oleh Minhyun,akhirnya bisa mengusir makhluk tampan namun sialan itu dari hadapannya. Jika terus di diamkan, Hyunbin akan terus seperti ini. Dan Minhyun tidak ingin jika Hyunbin menjadi model yang tidak profesional dengan pekerjaannya.

Minhyun bukan tipe orang yang lebih menyukai kekasihnya memberi kecupan di pagi hari dan menggombalinya dengan kalimat manis,namun menelantarkan pekerjaannya. Minhyun lebih suka jika kekasihnya mementingkan pekerjaannya terdahulu,baru dirinya.

Bukan karena Minhyun bosan dengan Hyunbin,tetapi Minhyun sudah di didik sejak kecil untuk bertanggung jawab oleh tugas,apalagi dengan pekerjaan yang menurut dirinya sudah tidak bisa dianggap remeh lagi.

Oleh sebab itu,Minhyun akan marah besar jika dirinya tahu bahwa Hyunbin rela meninggalkan jam pekerjaannya hanya untuk menemui dirinya. Dirinya juga tahu bahwa Hyunbin rindu dengan dirinya,sama halnya dengan dirinya ini.

Dirinya juga sangat merindukan sosok tampan namun sialan ini. Tetapi Minhyun harus belajar dewasa,karena prinsipnya adalah ; jika sedang belajar ya belajar dahulu jangan perdulikan gangguan,sebaliknya seperti itu jika sedang bekerja ya bekerja dahulu jangan perdulikan gangguan lain.

Dan Hyunbin hafal dengan slogan itu,karena saat awal Hyunbin mendekati Minhyun itu banyak sekali rintangannya. Dari rintangan kecil seperti Minhyun yang menolak mentah-mentah jika Hyunbin mengajaknya pergi.

Rintangan kedua yaitu dengan mantan Minhyun, yaitu Aron. Mantan Minhyun yang satu ini ngeselinnya luar biasa bagi Hyunbin saat itu. Bagaimana tidak menyebalkan? Saat Hyunbin mengajak jalan Minhyun,dengan seenak jidatnya Aron datang dan menjemput Minhyun di kampus.

Dan menggandeng tangan milik Minhyun dan tidak menganggap keadaan Hyunbin saat itu yang sudah benar-benar mempesona. Bahkan Minhyun saat itu mulai terpesona oleh Hyunbin,tetapi separuh hatinya masih mengharapkan Aron,jadi Minhyun tidak menolak atau memberontak dari genggaman Aron.

Sejak saat itu Hyunbin berjanji merebut Minhyun dari Aron,dan tidak akan pernah melepas Minhyun untuk Aron,walau Aron adalah kakak tingkatnya saat kuliah dahulu. Saudara sepupu Minhyun,Kim Jonghyun hanya bisa menggeleng heran dengan tingkah laku Aron.

Padahal seingat dirinya, kekasih Jonghyun, Choi Minki, sangat tergila-gila oleh Aron sebelum bertemu dengan Jonghyun. Entah semenjak Minki bertemu dengan Jonghyun,rasa Minki untuk Aron berubah 100% menjadi untuk Jonghyun sepenuhnya.

Alhamdulillah Minki bisa move on dari Aron ke Jonghyun, dan Jonghyun yang melihat kehancuran teman seperjuangannya hanya tersenyum bahagia. Karena bagi Jonghyun,Minki itu segalanya. Ingat,segalanya.

Jonghyun jadi bingung sendiri,kenapa dulu kekasihnya sangat tergila-gila dengan sosok mantan adik sepupunya itu? Padahal dirinya ini sangat digilai dibanyak kalangan,baik di kalangan perempuan ataupun dikalangan uke-uke cantik.

Jonghyun juga sebenernya naksir berat sama Minki,tapi dia enggak berani buat ngungkapinnya. Minhyun yang tahu Jonghyun naksir sama temen sekelasnya cuma bisa ngeledek doang, abis Jonghyun itu kan seme,masa enggak berani ngungkapin perasaannya ke uke?

Hellooooo, Minhyun jadi suka geli sendiri kalo lagi keluarganya ngumpul semua,terus dia ketemu Jonghyun,dan Jonghyun suka ngehayal kalau ada minki disitu. Jadi Minhyun enggak mau deket-deket sama Jonghyun,takut ketularan gila.

Cukup bagi Minhyun yang gila itu Hyunbin,jangan ada yang menjadi penerusnya,apalagi semacam Kim Jonghyun yang menjadi penerusnya,Minhyun bisa-bisa resign dari kehidupan kalau dikelilingi sama orang-orang yang tidak waras karena cinta.

###

"Hyunbin,habis darimana saja?" Tanya Kang Daniel, menejer Hyunbin selama menjadi model. Hyunbin yang ditanya oleh sang menejer hanya cengengesan, Daniel memutarkan kedua matanya. Jika Hyunbin ditanya lalu dijawab dengan cengengesan,sudah dipastikan jawabannya adalah "habis mengapeli princess Kwon".

"Cepat ganti bajumu,pemotretanmu sudah aku atur ulang jadwalnya. Partnermu hari ini sudah datang 30 menit yang lalu" ucap Daniel dengan datar, alis Hyunbin menekuk bertanda sang empu sedang bingung.

"Partner? Sejak kapan pemotretan hari ini ada partnernya?" Tanya Hyunbin dengan bingung, Daniel menghela nafas,harus sabar jika menjadi menejer Hyunbin yang bobroknya 100% ampuh.

"Jadwalmu sudah aku atur ulang,aku kadang suka merasa kasihan dengan fotografer yang sudah bekerja sama dengan dirimu,maka dari itu demi kebaikan kita bersama,jadwalmu aku ubah. Seluruhnya aku ubah" jawab Daniel dengan tegas.

Hyunbin yang mendengar jawaban Daniel pun tidak menerima,jelas sangat-sangat tidak terima. Quality time bersama Minhyun akan terus berkurang,dan susah untuk Hyunbin yang senang mengapeli Minhyun di pagi hari dan jam makan siang.

"Tidak bisa begitu hyung! Tega sekali dirimu ini dengan diriku! Aku jadi semakin susah untuk bertemu dengan princess Kwon! " Protes Hyunbin dengan wajah andalannya,datar tetapi memiliki aura yang mematikan.

"Memangnya princess Kwon-mu itu senang jika diapeli terus dengan kekasihnya? Padahal kekasihnya sering bolos pemotretan" tanya Daniel dengan sedikit nada penekanan dalam kalimat "princess Kwon-mu".

"Asal dirimu tahu, aku ini menejermu,aku juga susah untuk bertemu dengan kekasihku,hanya karena mengurus jadwalmu yang sangat padat,sepadat pantat Hyungseob,kekasih Woojin" jawab Daniel dengan wajah datarnya.

"Kekasihmu kan juga model hyung,kau menejer model disini,di entertaiment ini kau menejernya. Jadi apa susahnya untuk berduaan dengan kekasihmu itu hyung?" Hyunbin tetap mengotot jika dirinya yang paling tidak menguntungkan.

"Tetap saja Hyunbin, diriku dengan Ong memiliki kesibukan masing-masing,walaupun status kita berdua itu adalah menejer dengan model,tetap saja sulit untuk menemukan waktu yang bagus untuk berkencan" jawab Daniel dengan nada bodo amatnya.

"Apa susahnya untuk mengatur ulang jadwal Ong hyung? Samakan saja jadwalnya dengan diriku Daniel hyung,jadwal yang lama bukan jadwal yang baru" ucap Hyunbin dengan sedikit bernegoisasi, Daniel hanya memutarkan kedua matanya dengan malas.

"Tidak bisa Hyunbin, Ong sudah mempunyai kesibukan lainnya selain menjadi model. Minggu depan Ong sudah bermain drama bersama partnernya, Kim Sohye. Lalu minggu depannya lagi jadwal Ong free,jadwal free milik Ong hanya diberi satu minggu" jawab Daniel dengan sangat malas.

"Yasudah,buat jadwal Ong hyung free minggu depan! Minggu depannya lagi baru bermain drama bersama pasrtnernya,Kim Sohye. Kan impas,seperti jadwal diriku,minggu depan akan free satu minggu" ucap Hyunbin dengan menurun-naik-turunkan alisnya.

"Tidak tidak! Yang ada semuanya akan hancur! Cepat ganti bajumu atau aku hubungi Minhyun hyung jika kekasihnya tidak patuh dengan ucapan sang menejernya?" Ancam Daniel yang sudah memegang ponselnya.

Entah sejak kapan Daniel memegang ponsel dan sudah siap-siap menekan tombol warna hijau untuk menghubungkan panggilannya dengan Minhyun. Hyunbin yang melihat itu benar-benar nomor ponsel Minhyun langsung memelototkan kedua matanya.

"O-oke hyung oke! Aku segera mengganti pakaianku! Jangan pencet tombol warna hijau hyung! Bisa celaka diriku!" Ucap Hyunbin dengan sangat panik, Hyunbin segera berlari kearah room yang disediakan menjadi tempat penggantian baju para model.

Tempat model laki-laki dengan perempuan dipisah,karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Walaupun Daniel tahu,di entertaimentnya ini banyak yang belok,jadi tidak usah khawatir jika tempat pergantian baju model laki-laki dan perempuan disatukan.

Tapi Daniel tahu,di entertaimentnya masih banyak yang 'normal'. Jadi Daniel sengaja membuat tempat pengganti baju terpisah,untuk menghormati para artis dan model yang berada dalam naungan entertaiment Daniel yang masih normal.

...

Hai haii aku balik lagi,maaf buat php aku yang kemarin :(, niatnya mau kemarin ngeup tapi aku malah kerkel,i'm sorry :(. Jadi sebagai gantinya,aku up sekarang dengan cerita dengan yang sedikit panjang :),hehehe.

Jadi vommentnya bisa?

Tertanda: Az14As