"Yosh Minna Ohayouuuu!"

"Nakamura-san bisakah tidak MENGAUM dipagi yang cerah ini?"Ren Menutup telinganya.

"Kau merasa terganggu Ren-kun?Suaraku ini bisa membangkitkan Mood orang loh,"

"Apa aku Bertanya?"

"Ohayou Minna-san!"Suara lembut menyusul dari pintu.

"Ohayou mo Kaichou,"Ren berlagak memberi hormat.

"Aish apa yang kau lakukan Sakakibara-kun?"Manami menaruh tas dibangkunya seraya mengibaskan tangan ke arah Ren.

"Tentu saja memberi hormat padamu Kaichou,"

"Heh kau sangat berlebihan Sakaki!"Sahut suara penuh provokasi dari arah belakang.

"Apa aku bicara dengan mu Iblis wasabi?"

"Heh sudah.."Manami menengok jam di lengan kanannya"..Kalian ingat kita harus ada di aula pada jam tujuh pagi,karena kurasa semua sudah lengkap ayo kita segera kesana!"

"Baiklah,"

.

.

.

"Ohayou Gonzaimasu minna-san .."Sapa Sang Ketua Dewan di atas Podium.

"..Sesuai jadwal sesudah kalian dibubarkan nanti kalian harus menemui mentor kalian masing-masing dan dipersilahkan untuk menjelajahi area hutan luas yang menuju desa kecil yang mungkin sudah tertera pada Buku panduan kalian!"

"Desa Konoha kan?"Bisik Okajima pada Maehara.

"Mau ngelawak lu Okajima ?" Balas maehara Gusar.

"..Jadi saya tidak perlu menjelaskan secara rinci lagi pada kalian semua terimakasih atas perhatianya,"Sang Kaichou mengakhiri Sambutanya dan para murid tahun ajaran pertama tersebut dipersilahkan bubar untuk menemui Mentor masing-masing.

.

.

.

"Ini sangat mengasikan sungguh tidak sabar,"Si pirang berjingkrak Ria selayaknya fansgirl.

"Begitu juga denganku Rio-chi,kurasa ini adalah pengalaman yang menyenangkan,",Manami tertawa kecil menanggapi kegirangan Rio. Disebelahnya ada Gakushuu yang mengamati barisan rombongan kelas nya.

"Okuda-san Jumlah Siswa kelas kita kurang 1 orang loh,"Ujar Gakushuu seraya kembali menyisiri Rombongan Murid 1A.

"Hahh Siapa yang hilang Gaku-kun?"Tanya Rio ke si Surai Pirang Strawberry.

"HAH HILANG?"Si Cassanova Ren Sakakibara ikut nimbrung dengan raut wajah nya yang penuh ironi, ia terbelalak kaget.

"Singkirkan wajah anehmu itu,"

"Enggak ada yang hilang.."Sahut Isogai tenang,adem,ayem.

"Tapi tadi-"

"Tuh liat.."Isogai menunjuk pada seorang pemuda yang sedang bercakap dengan seorang gadis bersurai Biru kehitaman di lorong kelas 1C"..Karma lagi bicara dengan gadis itu,"

Manik Amethys Manami bergulir cepat memandangi sang Surai merah pujaan hati.

"Itu Akabane ?apa itu kekasihnya?"Tanya Gakuushu pada si Pirang.

"Entahlah Gaku kuharap bukan!"

"Kenapa ?kamu cemburu heh ?"Raut wajah Gakuushu berubah.

"Ini bukan tentangku.."Rio memutar kedua bola matanya."..Ini tentang Kaichou.."

"Itu kan gadis yang dikabarkan dekat dengan Karma,"Ucap salah satu murid kelas 1A bernama Veena.

'Apa gadis itu ada kaitanya dengan perubahan sikap Karma akhir-akhir ini?' Batin Manami gusar.

Karma terlihat begitu dekat dengan gadis bermanik Emerald indah tersebut,sorot matanya ketika memandang gadis itu selalu menampakan tatapan protektif yang jarang ia berikan terhadap siapapun.

Isogai menepuk pundak Manami.

"Mereka hanya dikabarkan dekat Kaichou .."Si Ikemen terkekeh dengan manisnya"..Dekat bukan berarti ada ikatan apa-apa,"

"Isogai-kun benar Nami-chi,sebaiknya kita segera ke ruang aula!"Rio mengkedipkan sebelah matanya,

"Hum"Manami mengangguk dan kembali berjalan menuju aula.

Di Barisan Rombongan akhir ada Ren dan Gakushuu yang menatap curiga ke arah Karma.

"Aku merasa tidak asing gadis itu,"Ujar Ren penuh selidik,disebelahnya Gakushuu merespon dengan ogah-ogahan.

"Terserahlah yang terpenting bukan Gadis pirang kesayanganku,"Lucu sekali! Gakushuu berkata seperti itu namun dengan wajah datar, Ren yang mendengar mau muntah ditempat!

'Dekat dengan Karma?'

.

.

.

Disclaimer :Yuusei matsui

This fic belong to me MINE!

.

.

.

Chapter 3 : Hari Kedua Ospek,bersama denganmu

.

.

.

"Semua sudah berkumpul?"Tanya Manami pada Rio.

"Yap bahkan Karma-kun sudah dibarisan belakang!"

Manami menengok kekiri dan kekanan mencari mentor kelasnya yang sedari tadi hilang entah kemana, padahal yang lain sudah memulai kegiatanya.

"AH AZUSA-SENPAI!"Panggil Manami sedikit berteriak.

Reito yang tadi sedang mengobrol dengan para Anggota dewan menoleh lalu memberi kode untuk menunggu sebentar.

"Aduh Okuda-san! lain kali jangan berteriak tepat ditelingaku dong!"Ucap salah seorang murid kelas A tersebut.

"Hehe Gomen ne Jikalau aku memanggilnya dengan tidak berteriak dia tidak akan mendengarku, Saonji-kun,"

"Yelah"

"Hoi apa kalian menunggu lama?"

"Senpai!"

"Okuda-san!"Panggil Reito.

"Haik?"

"Sudah membagi team ?" Tanya Reito seraya menulis sesuatu di catatan kecilnya.

"Sudah Senpai!"

"Baiklah sesuai pembagian tugas kalian harus mencari peta peraknya sekarang, Peta itulah yang akan membawa kalian dalam mencari Pin Ospek Kedua ini dan seperti tertera dibuku panduan tersebut kalian tidak akan mudah mencarinya,"

"Aku mengerti Senpai!"Manami mengangguk dengan serius.

"Baiklah aku percayakan padamu pemimpin kelas A,"Reito memberikan senyum Kalajengkingnya sebelum berjalan meninggalkan kelas 1A.

Manami berbalik menatap temanya satu-persatu.

"Bergabung pada kelompok masing-masing !"

27 murid tersebut langsung membentuk 4 kelompok.

"Team Tentakle termasuk aku akan memasuki Arena bejana hitam, Team Lendir akan memasuki wilayah beringin api!.."Manami mengecek catatan kecilnya.

"...Team Shinigami kalian memasuki wilayah Tebasan dewa.."

"..Dan err Team Mach 20 kalian memasuki wilayah terakhir Nirwana kebutaan.."

"..Setiap ketua team harus selalu memberikanku info ketika menemukan petanya dan lekas sebutkan Kode kata sandi yang ada pada peta ! Mengerti!"

"Dimengerti Kaichou!"

.

.

.

"Inikah yang disebut bejana hitam?" Omel Karma seraya menyingkirkan ribuan plastik lengket yang menempel pada tubuhnya.

"Apanya yang bejana?"Tanya Isogai seraya memunguti satu persatu plastik lengket yang memenuhi rambut Kataoka,acieee.

"Baunya sungguh tidak sedap,"

"Dan kita harus mencari peta diantara ribuan benda menjijikan ini?"Tanya Gakushuu.

"Sebaiknya kamu aja gih yang nyari mas lipan!"Sahut Karma.

"Sudah jangan bertengkar Karma!Cepat cari petanya!"

"Kalian harus berhati-hati jika terkena sebuah magnet bom kecil kita akan dianggap END!"Ujar Rio memperingati.

"Kalau kita yang kena sih bukan masalah asalkan jangan kaichou, karena jika Kaichou yang kena maka kelas kita yang akan didiskualifikasi,"Kali ini Gakushuu berseru seraya menggeledah Rawa yang dipenuhi akar Beringin.

"Karena itu Kaichou Kau jangan terlalu ikut mencari!"

"T-tapi-"

Srek

"Kaichou!Team Shinigami melapor!"

Manami mendekatkan Walkingtalking ke wajahnya.

"Kenmochi-kun?"Sahut Manami.

"Kami kehilangan satu tanggota kami,"

"Apa?Mengapa bisa?"

"Bom itu dijadikan ranjau dan saat Hashiba-san mencari ke arah mata air telaga ia tak sengaja menginjaknya.."

Manami menghela nafas

"Baiklah Lain kali lebih hati-hati lagi!"

"Baik Kaichou,"

"Ada apa Okuda-san?"Tanya Gakushuu.

"Hashiba-chan sudah END,"

"Itu berarti jumlah mereka kini berkurang, kita harus secepatnya mencari,"Sahut Karma dari kejauhan yang kini sibuk mencari.

Srek

"Kaichou Team Lendir melapor!"

"Apa kalian baik-baik saja?"

"Kami telah mendapatkan petanya,ternyata mencari di wilayah berupa Padang pasir tiruan tidak sesulit perkiraan kami,"

"Hontou ni?Sugoii Apa kodenya?"

"Kata-kata yang terdapat dalam peta tersebut adalah ' kau tidak bisa melihat namun masih bisa menyentuh,"

"Baiklah kembalilah ke gedung sekolah dengan hati-hati!Terimakasih atas kerja keras kalian,"

"Ya Kaichou ! Ganbatte ne semoga berhasil,"

"Minna Team Lendir sudah mendapatkan-"

"Kyaaaaaaaaa"

"Nakamura-san!"

"Rio-chi"

"Pirang !"

Manami berlari ke sumber suara dan mendapati Rio tergeletak dengan lumuran Cairan ungu memenuhi tubuhnya.

"Rio-chi!Ah tolong bawa dia ke Pos terdekat!"Perintah Manami pada yang lain.

Baru saja Isogai dan Gakuushuu berlari akan memapah Rio tetapi..

BRAKKH

"Isogai-kun!Asano-kun!"Mereta terjerembab pada lubang berisi Cairan ungu yang ditutupi Ratusan Bejana Hitam.

"Ini jebakan,"

"Ah murid kelas A ya?"

Manami,Karma dan megu serentak menoleh kesumber suara. Disana sang ketua kelas B,Saruki Hirusuke berdiri dengan angkuh.

"Kalian tau ?saingan kami tinggal kalian dan murid kelas D.."Hirusuke memandangi Isogai dan Gakushu yang terjerembat didalam tanah.

"Ah ada Asano-kun,Gomen ne ya,"Ujarnya dengan senyum culasnya.

"Keparat kau Saruki!,"

"Terserah yang paling penting kalian sudah End sekarang,jadi sampai jumpa kuharap kau bisa membawa sisa Pasukanmu ke finish,ketua kelas A,"Hirusuke yang jahat pun segera berlari meninggalkan Manami CS.

.

.

.

"Tinggal kita bertiga ya?"Gumam Karma seraya memimpin perjalanan.

"Ya dan Natsuhiko dari team shinigami sudah melapor tadi ia berkata bahwa mereka menemukan kode peta dengan tulisan huruf kanji yang tertulis 'Matahari diacuhkan, bulan dikejar',"

"Tinggal satu lagi.."

Shek

Megu merobek akar tumbuhan liar yang merabat disekitar pohon yang mereka lewati.

"Kode yang rumit,"Gumam Manami,ia membenarkan letak kacamatanya lalu memandangi alat komunikasi ditanganya.

"team Mach 20 tidak ada memberi kabar sama sekali.."Ujar Manami,karma menoleh.

"Siapa pimimpinya?"

"Sakakibara,"

"Jangan khawatir kaichou.."Megu berjalan mendahului Karma.

"Ren adalah orang yang ambisius aku yakin ia tidak akan gagal duluan.."

Srekk!

"Ah Team mach 20?"

"Hallo kepada siapa ini?"

".."

".."

".."

"Hei Sakaki-kun pernah merasakan rasanya sodium Hidroksida?Jika belum Kaichou mu yang baik ini dengan senang hati akan membuatkan untukmu,"Ujar Karma dengan wajah iblisnya. Manami dan Megu disebelahnya Sweetdrop.

"A-aku hanya bercanda,Akabane.."Si penghubung diseberang meneguk ludah.

"..S-serahkan walking talkingnya pada Kaichou!,"

Karma melemparkan alat Komunikasi tersebut pada Manami.

"Disini Manami!"

"Ah Okuda-san kami sudah menemukan kodenya pada peta dan kau tau kami kehilangan Tiga orang anggota kami dan-"

"Cepatlah sakaki Sebutkan Kodenya!,"

"Baiklah kode nya adalah 'Penjaga surga yang berbohong',aku tidak tau ini kode apa tapi otak ketampananku yang jenius tau kalo ini-"

Karena kesal Manami lantas mematikan mematikan komunikasi dua arah tersebut.

"Baiklah kita sudah mengumpulkan ketiga info kodenya dan ternyata di Area bejana hitam yang kita lalui tadi tidak terdapat peta sama sekali atau bisa jadi semua peta nya telah ditemukan oleh kelas lain,"

"Baiklah ini tugas kita sebagai pencari Lokasi,"

"Kau tidak bisa melihat namun bisa menyentuh,"Megu menatap rerumputan dengan wajah serius.

"Matahari diacuhkan bulan dikejar,"Karma menatap ke arah langit dengan santai.

"Penjaga surga yang berbohong"Manami merapikan letak kacamatanya.

Karma mengepal erat buku jari nya otak jeniusnya berusaha memecahka kode tersebut.

"Kau tidak bisa melihat namun menyentuh? Bisa menyentuh, Namun tidak bisa melihat,"

"Jika itu menggambarkan keadaan.."Megu menggantungkan kalimatnya.

"Dalam gelap,"Sambung Manami antusias.

"Ya itu bisa menjadi kode pertama,sekarang kita pecahkan yang kedua.."Karma menatap ke arah langit sekali lagi.

"Apakah itu yang membeci matahari.."

"..Dan mengejar bulan.."

"Mudah saja berarti yang dimaksud adalah sesuatu yang hidup pada malam hari dan sangat anti pada sinar matahari,"

"Kau jenius Karma!"

"Kelelawar atau vampire,"Usul megu.

"Ya bisa saja,tolong catat itu Kaichou,"

Manami mencatat dua kode yang telah dipecahkan ke dalam catatan kecilnya.

"Kode terakhir Karma-kun,"

"Penjaga surga yang berbohong?"

"Itu berarti sebuah tempat yang menjajikan suatu kemewahan namun hanya alibi,"

"Sebuah Gua!"Ujar mereka berbarengan.

"Dan aku tau dimana letak gua disekitar sini!"Megu dengan tidak sabarnya berlari mendahului Karma dan Manami.

"Kataoka-san jangan lengah!Kaichou ayo kita susul dia,"

.

.

.

"Ini dia hah hah hah"Megu mengatur nafasnya yang memburu,ia menengok kebelakang.

"Mereka lama sekali,"Megu memperhatikan mulut gua dengan seksama,ia lalu berjalan mendekat dengan sangat perlahan. Tepat saat di mulut gua ada sebuah tugu kecil berwarna menarik.

"Ah ternyata Pin itu berada tak jauh didalam gua,"Ia terkekeh sendiri,lalu membungkuk hendak mencabut tugu itu dari tanah.

"Kataoka-san!"

"Megu!"

"Ah-"

SREKKK KREKKKK

Megu tersentak ia tertarik oleh sebuah jaring jebakan dengan Cairan ungu yaang mencelomoti tali jaring tersebut.

"End,"Gumamnya .

"Sangat tidak mungkin jika Pin itu disembuyikan ditempat yang mudah ditebak seperti ini Kataoka-san,"

"Kau lengah lain kali jangan seperti itu,"Manami tersenyum maklum,megu menghela nafas.

"Semoga kalian beruntung,"

"Kami kan mendapatkan pin itu kau tenang saja,"Manami dan Karma berjalan perlahan memasuki gua gelap tersebut.

.

.

.

"Nyalakan sentermu Kaichou,"

"Iya,"

".."

".."

Mereka berjalan dalam keheningan dan kegelapan. Semenjak Megu gugur suasana diantara mereka menjadi dingin,Manami sendiri tidak yakin ia bisa membuat suasana yang begitu menjengkelkan seperti ini menjadi menyenangkan.

"Kau ingat kita pernah berada didalam gua bersama seperti sekarang ini ,Kaichou?"

Manami menoleh memandangi Karma yang berfokus pada jalan yang dilaluinya.

"Ya aku masih ingat,saat itu kita hanya membicarakan tentang ketakutan,"

Kali ini Karma yang menoleh dan ia mendapati Manami yang menunduk memandangi jalanan yang ia pijak. Surai keunguan yang digulung itu begitu menambahk keayuan seorang yang dulu pernah ia cintai ini.

"Apa perasaanmu masih sama?"

Manami berhenti melangkah menatap punggung Karma dari belakang.

"aku...,"

"Kuharap kau cepat melupakanku,"

Manami tertegun ,lagi-lagi ia merasakan hal yang sama. Jika dulu ia sedih karena tidak akan bisa menyampaikan perasaanya pada Karma sekarang justru malah lebih parah. Karma menolak perasaanya.

Punggung Karma yang sedari dulu ia pandangi tak pernah berubah.

Begitu tak tergapai...

"Kau saat ini sedang dekat dengan seseorang Karma-kun?"

".."

Karma tak kunjung menjawab beberapa detik pertanyaan dari Manami seperti menggantung diudara.

"Ya"

Didalam gua tersebut siapapun yakin masih ada Gas Oksigen untuk siapapun bernafas tapi Manami merasakan hanya ada Karbondioksida diantara keduanya begitu sesak dihirup.

Manami tersenyum paksa. Namun bukan berarti ia akan menyerah mendapatkan kembali Hati Karma yang sekarang sangat susah tuk dibuka.

"Yosh ayo kita cari Pin kelas kita!"

Manami berjalan mendahului Karma tersenyum dengan menatap kedepan. Semangatnya kembali terisi.

"Kau berbeda sekali dengan yang dulu Okuda-san.."Senyum terukir diwajah tampan Karma.

Manami tetap berjalan dengan semangatnya tanpa sadar meninggalkan Karma dibelakang.

"...Maafkan aku Manami.."

.

.

.

"Yosh kaichou akhirnya kalian menemukan Pin nya,"Sakakibara berjingkrak dengan ria.

"Kerja bagus kaichou,"

"Kau benar-benar bisa diandalkan,"

"Ittai jangan mengacak rambutku Asano!"

Rio tersenyum memandang Manami yang telah dikerubungi teman-teman nya. Kemudian manik Shappire nya mengalihkan Atensi ke Surai merah yang menyepi dari rombongan. Rio mendekatinya.

"Karma, Kerja bagus ne.."

Karma yang sedari tadi memandangi Kearah luar jendela, melirik Rio sekilas.

"Hn..."

Rio ikut memandang kedepan.

"Ito Tsugumi.."

Karma menoleh dengan cepat.

"...Dia siapamu, Karma-kun?"

Karma mengerjab. Ia menatap Rio yang menanti jawaban darinya. Ia kini sungguh terkesan oleh Mahluk pirang didepannya ini yang begitu handal dalam menggali informasi.

"Itu... Bukan urusanmu,"Karma Berbalik hendak meninggalkan Rio.

"...Kau yakin? Aku bisa saja dengan cepat mengetahui semuanya,"

"Aku cukup kenal dengan nama itu banyak juga kenalanku yang bermarga 'Ito'"

Karma menillingkan kepalanya. Memberikan tatapan mautnya pada Rio yang menyeringai.

"Aku terkesan..."Ujar Karma dengan nada dingin.

"...Carilah semua yang inginkan, Bedebah!" Karma memasukan tanganya kesaku blazernya lalu berjalan meninggalkan Rio.

"Ito-san ya?"

.

.

.

TBC#

.

.

.

.

.

#Selanjutnya

Chapter 4: Hari Ketiga ospek sebelum malam puncak.

"Aku Ito Tsugumi... Aku adalah..."

"Berpasangan?"

"Karma-kun pasti dengan Ito-san..."

"Kalau kau tidak keberatan, aku bisa menjadi pasanganmu dimalam Puncak, Okuda-san,"

"Heeeeeeeeeeeeee?"

"Kaichou?"

N/A : Baru pulang kampung hehe sorry.

Salam sejuta Romance