EXO

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Lee (Byun) Taeyong, Jung (Kim) Jaehyun and other..

Rate : T

Dics : Cast bukan milik author :v

.

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

.

"BAEKHYUN HYUNG! JELASKAN PADAKU! SUDAH SEJAUH MANA HUBUNGAN KALIAN?!"

"HUBUNGANKU DENGANNYA BARU BERJALAN 9 JAM, TAEYONG! PENJELASAN APA LAGI!"

Nyonya Byun menggeleng kepala saat suara melengking kedua anaknya terdengar dilantai atas. Padahal ini sudah malam hari, dan mereka dengan acuhnya berteriak beberapa oktaf seperti itu.

"Byun Baekhyun! Byun Taeyong! Jangan berteriak!"

Di lantai atas, Taeyong tengah duduk dikursi belajar Baekhyun sambil menatap Baekhyun tajam. Sedangkan Baekhyun tengah berdiri di sebelah ranjangnya dengan nafas sedikit terengah.

"Hyung, harus ku akui kalau dia lolos seleksi," Taeyong menghela nafas. "TAPI KAN TIDAK USAH SAMPAI MENCIUMMU DI HARI PERTAMA JADIAN!"

Emosi Taeyong meledak lagi begitu ingatan tentang kejadian di kantin melintas dikepalanya. Baekhyun mengelus telinganya yang sedikit berdenging karena bentakkan Taeyong.

"Jangan berteriak padaku! Mana kutahu kalau dia akan menciumku!"

Baekhyun mendengus. "Lagipula, dia juga tidak terlihat ingin mempermainkanku. Dia serius denganku."

Taeyong menatap Baekhyun sinis. "Kau bahkan baru berpacaran dengannya selama 9 jam. Kenapa kau begitu yakin?"

Baekhyun mengatup bibirnya rapat rapat. Jujur saja, Baekhyun belum merasakan yang namanya getaran cinta saat berdekatan dengan Chanyeol tadi.

Dan Baekhyun ingin rasa itu tumbuh seiring berjalannya waktu.

"Tidak ada orang yang akan memaksa seseorang untuk menjadi pacarnya kalau dia tidak serius."

Baekhyun menjatuhkan dirinya di ranjang, memandang langit langit kamarnya. Taeyong mendengus.

"Kau.."

Taeyong memijit pelipisnya.

"Lagipula, hatiku ini sudah terlatih dan tidak akan mudah dilukai. Setelah apa yang Mirai-chan lakukan-"

BUGH! BUGH!

"Akh! AAH! YA! HENTIKAN!"

Taeyong tiba tiba beranjak, mengambil bantal dan memukul Baekhyun sekuat tenaga sebelum Baekhyun melanjutkan kalimatnya.

"Dia hanya animasi! Kau pikir aku akan membiarkanmu menyukai 2 dimensi!" Teriak Taeyong.

Taeyong berhenti memukul Baekhyun lalu melempar bantal yang dipegangnya ke ujung ranjang. Sedangkan Baekhyun terlihat cemberut.

"Ahh kenapa? Mirai-chan itu sangat cantik dengan kacamata-"

"Kalau begitu putuskan saja pacar barumu dan pelototi poster Miraimiraimu itu!" Balas Taeyong dengan wajah galak.

Terkadang, Baekhyun berpikir kalau Taeyonglah yang seharusnya menjadi kakaknya.

"Tidak. Aku baru jadian dengannya."

Baekhyun mulai senyum senyum sendiri begitu mengingat Chanyeol menciumnya. Bahkan ciuman itu masih terasa. Baekhyun tidak sadar kalau pipinya mulai memerah.

Taeyong menyerit.

"Lihat wajahmu! Seperti anak gadis saja."

Senyum Baekhyun hilang dan raut wajahnya tergantikan dengan raut wajah jengkel.

"Aku laki laki!"

Taeyong mengangguk malas.

Drrt~ Drrt~

Taeyong mengambil ponselnya. Raut wajahnya tiba tiba cerah dan matanya terlihat berbinar binar.

Jaehyunie is calling..

"Hai Jaehyunie! Ada apa?"

Di ranjang empuk sana, Baekhyun mendengus pelan karena sikap Taeyong yang menurutnya sangat menyebalkan.

.

.

Taeyong sudah keluar dari kamarnya sejam yang lalu. Dan ditangannya terdapat kertas kecil yang berisi nama dan nomor Chanyeol.

Baekhyun tidak mengerti kenapa ia merasa sangat gugup.

Baekhyun menekan deretan nomor di kertas itu. Lalu mendekatkan, ponselnya ketelinga.

Tut Tut-'

Siapa ini?'

Baekhyun berjengit. Suara berat itu membuatnya kaget. Dan dia merasa Chanyeol sangat tidak sopan karena tidak menyapa terlebih dahulu.

"C-Chanyeol, ini aku. Baekhyun." Balas Baekhyun gugup.

'...oh.'

Hening.

Baekhyun mengerjap. Sepertinya dia menelpon Chanyeol di saat yang tidak tepat.

"Apa aku mengganggumu?"

Baekhyun menggigit bibir bawahnya gelisah. Baekhyun mencengkram kertas kecil yang ada ditangannya.

'...tidak..'

Baekhyun tersenyum lega.

"Kau-"

'Mau jalan jalan denganku?'

Baekhyun bisa merasakan telapak tangannya mulai berkeringat dingin. Dan Baekhyun gugup luar biasa saat ini. Entah apa yang dirasakannya dia tidak mengerti.

Yang Baekhyun tahu dia merasa senang mendapat ajakan dari Chanyeol.

"Mau! Dimana?!" Tanyanya antusias.

Terdengar kekehan jecil diseberang sana. Membuat Baekhyun sedikit malu.

'Kemana saja asal denganmu.'

Baekhyun tersenyum lebar. "Kalau begitu, kita bertemu dihatle saja."

'Hn. Setengah jam lagi aku kesana.'

"Oke!"

Dan balasan Chanyeol membuat Baekhyun menahan nafas.

'Byebye, Baekkie.'

Indahnya hidup.

.

.

Baekhyun menuruni tangga terburu buru. Karena sudah malam, Baekhyun mengenakkan celana jins panjang hitam dan hoodie putih polos. Sesekali matanya melirik kearah jam tangannya.

Tibe tibe Taeyong muncul sambil melipat tangan didepan dada. Mata bulat Taeyong menyipit curiga. Sedangkan Baekhyun mengelus dadanya karena kaget dengan keberadaan tiba tiba Taeyong.

"Mau kemana kau?" Tanya Taeyong curiga.

Baekhyun mendencih. "Minggir! Kau membuatku terlambat." Ucap Baekhyun ketus.

Baekhyun memutar bola matanya malas, saat Taeyong tidak juga menyingkir dari depannya.

"Kalau kau tidak pulang dengan badan utuh, aku akan menuntutnya!" Ucap Taeyong penuh penekanan.

Baekhyun cemberut. "Chanyeol hanya mengajakku jalan jalan, Taeyongie sayang. Jangan khawatir."

Baekhyun meninggalkan Taeyong. Taeyong berbalik dan memandang khawatir punggung Baekhyun yang sudah menghilang dibalik pintu.

Ini pertama kalinya Baekhyun, kakaknya, berpacaran. Tentu saja dia khawatir. Taeyong tidak ingin Baekhyun merasakan sakit di saat pertamanya punya pacar.

Diluar, Baekhyun berjalan sambil bersiul siul. Dia tengah dalam mood baik saat ini.

Selama menonton anime, dia selalu menggigit jarinya saat ada anime couple yang sangat romantis. Membuat Baekhyun ingin merasakannya juga. Tapi, sekali lagi Baekhyun tidak pernah berpikir untuk mencari pasangan.

Dan orang itu datang sendiri tanpa diharapkan olehnya. Tampan pula!

Baekhyun hanya berharap masa pacarannya ini tidak jadi seperti anime Angel Beats. Meskipun Angel Beats couplenya berhasil bertemu :v

Langkah Baekhyun terhenti saat melihat sosok Chanyeol sedang berdiri di hatle sana. Chanyeol memasukan tangannya kesaku celana, dia memakai kemeja hijau tua kota hitam dengan lengan digulung sama siku. Celananya berwarna hitam.

Baekhyun tersenyum lebar lalu berlari kecil kearah Chanyeol. Chanyeol dengan santainya menoleh kearah Baekhyun sambil tersenyum kecil.

"Chan, kau sudah lama sampai ya? Maaf."

Chanyeol menggeleng. "Tidak, aku baru 15 menit disini-"

Baekhyun mencengkram kepalanya dan melihat kearah lain.

"Itu artinya aku terlambat! Maafkan aku!" Kata Baekhyun panik.

Chanyeol terkekeh, membuat Baekhyun terpaku beberapa saat. Baekhyun menurunkan tangannya dengan gerakan pelan.

"Kau tampan.." gunam Baekhyun tidak sadar.

Chanyeol terkekeh lagi, lalu ia meraih tangan Baekhyun. "Ayo."

Wajah Baekhyun memerah sampai telinga. Yang untungnya tidak terlalu terlihat.

"Chanyeol-ah, kita akan kemana?" Tanya Baekhyun, sambil mencoba menyeimbangkan langkahnya dengan Chanyeol.

"Hm.. sebenarnya aku juga tidak tahu harus kemana," Chanyeol berhenti dan menoleh pada Baekhyun, "Kau maunya kemana?" Tanya Chanyeol.

Baekhyun mengerjap. Dalam hati Baekhyun sedikit lega karena Chanyeol sudah -mungkin- mengurangi sikap dinginnya padanya.

"Kemana saja. Tapi..."

Baekhyun nyengir. "Aku lapar.."

Chanyeol tersenyum. "Kalau begitu kita pergi makan saja."

Baekhyun mengangguk semangat. Baekhyun mengeratkan genggamannya pada Chanyeol, dan merasakan hangatnya tangan besar Chanyeol. Dibandingkan dengannya yang memiliki tangan mungil dan lentik seperti anak gadis.

Chanyeol membawa Baekhyun ke restoran Jepang. Baekhyun terlihat kagum dengan dekorasi restoran itu yang sangat kental dengan budaya Jepang. Rasanya seperti sedang berlibur di Jepang.

Chanyeol menarik Baekhyun duduk dimeja pojok ruangan. Chanyeol mengambil buku menu dan melihat dengan seksama.

"Mau pesan apa?"

Pertanyaan tiba tiba dari Chanyeol membuat Baekhyun kaget.

"Samakan denganmu saja."

Chanyeol mengangguk, lalu berdiri dan pergi memesan makanan. Baekhyun melipat tangannya dan bersandar dimeja. Mata sipitnya menatap punggung Chanyeol. Baekhyun tersenyum sendiri, rasanya seperti melihat karakter anime cewe eci.

Tapi senyumnya hilang begitu melihat pelayan kasir tersenyum malu pada Chanyeol.

'Heol! Dasar sok cantik!' Batin Baekhyun.

Baekhyun masih cemberut saat Chanyeol sudah kembali dan duduk didepannya. Chanyeol menyerit melihat Baekhyun yang cemberut. Tapi sedikit menikmatinya karena Baekhyun terlihat manis.

"Ada apa?"

Baekhyun tersentak. Lalu menggeleng. "Tidak."

Baekhyun menepuk permukaan meja untuk menghilangkan rasa gugupnya. Berbeda dengan Chanyeol yang terlihat santai.

"Yang tadi disekolah itu adikmu?"

Baekhyun menatap Chanyeol, lalu mengangguk. "Eum, namanya Taeyong. Kenapa?" Tanya Baekhyun sedikit memiringkan kepalanya.

'Jangan bilang Chanyeol jatuh hati pada Taeyong?!!' Batin Baekhyun sedikit panik.

Baekhyun panik karena Taeyong itu masuk ke jajaran orang terkenal disekolah. Tidak sedikit murid sekolah yang menyukai Taeyong disaat pertama bertemu. Tapi tidak ada lagi yang menyapa Taeyong karena dimana ada Taeyong disitu ada Jaehyun.

Dan Baekhyun khawatir Chanyeol mengalami hal yang sama.

"Kenapa wajahmu itu? Aku hanya bertanya, Baekkie-ah." Ucap Chanyeol tersenyun geli.

Baekhyun mengerjap. Seaneh itukah wajahnya sampai Chanyeol merasa lucu?

Oh, Baekhyun penasaran dengan satu hal.

"Chanyeol, kenapa kau memanggilku 'Baekkie'?"

Chanyeol menatap dalam mata Baekhyun. Baekhyun yang ditatap seperti itu merasa canggung.

"Kau tidak suka?"

Mendengar suara datar Chanyeol kembali, Baekhyun menggeleng cepat.

"T-Tidak!-"

"Tidak suka ya.."

"M-Maksudku-"

Alis Chanyeol terangkat sebelah.

"Apa?"

Baekhyun mengusap tenguknya lalu menunduk. "Aku s-suka tapi... itumembuatkumerasasepertiseoranggadis.." Ucap Baekhyun sangat cepat.

Chanyeol mengangguk paham. Meskipun Baekhyun berbicara sangat cepat, Chanyeol masih bisa menangkapnya.

"Kau tahu?"

Baekhyun mendongak. Chanyeol menopang dagunya lalu tersenyum tipis. Membuat darah Baekhyun berdesir. Pipinya sedikit memerah.

"Kau manis. Makanya aku memanggilmu seperti itu,"

Sudur bibir Chanyeol tertarik membentuk senyum lebih lebar. Untuk pertama kalinya.

"Baekkie-ah."

BOOM

Wajah Baekhyun memerah sempurna. Baekhyun cepat cepat menunduk, tidak ingin Chanyeol melihat tampang memalukannya.

"A-aku tampan, Chanyeol!"

"Pft.. ya ya terserah." Balas Chanyeol terkekeh.

.

.

"Besok biarkan aku menjemputmu."

Baekhyun mengerjap. "Apa tidak merepotkan?" Tanya Baekhyun cemas.

Chanyeol menggeleng.

"Tidak. Justru aku senang karena bisa melihat wajahmu dipagi hari." Ucap Chanyeol santai.

Pipi Baekhyun memerah. "Ohh.."

Chanyeol tersenyum. Moodnya baik sekali malam ini. Chanyeol menepuk kepala Baekhyun, lalu berbalik dan meninggalkan Baekhyun. Baekhyun menyentuh kepalanya lalu tersenyum lebar.

"Wahh..."

Senyum Baekhyun luntur. Tergantikan dengan raut wajah malas. Baekhyun berkacak pinggang dan membalikkan badannya.

"Aku masih sehat, utuh, tidak kurang tidak lebih, dan masih tampan." Ucap Baekhyun ketus.

Alis Taeyong terangkat sebelah.

"Siapa yang bertanya?" Balas Taeyong acuh.

Baekhyun menghela nafas, mencoba sabar. "Karena wajahmu seolah bertanya seperti itu."

"Hyung, please. Wajahku tidak bisa bicara-"

"Byun Taeyong, adikku yang tampan dan manis, kekasih Kim Jaehyun si seme tampan, kau ini tahu perumpamaan atau tidak?" Baekhyun mengibaskan tangannya, gestur tidak peduli. "Ayo masuk, disini dingin."

Taeyong berdecak. Padahal dia hanya ingin bilang kalau Baekhyun dan Chanyeol sudah tidak terlihat canggung.

.

.

Baekhyun berjalan di koridor sambil menunduk. Bibirnya melengkung kebawa. Dan poninya sedikit menutupi wajahnya.

Tadi Baekhyun sudah menunggu Chanyeol, tapi Chanyeol tidak muncul. Terpaksa Baekhyun harus berangkat lagi dengan Taeyong dan Jaehyun. Dan pagi ini juga Chanyeol tidak terlihat.

Ahh, Baekhyun ingat, Chanyeol itu brandalan sekolah. Akan jadi berita besar melihat brandalan nomor satu di sekolah datang pagi pagi. Apalagi bersama Baekhyun.

Bisa Baekhyun pastikan wajahnya tidak akan mulus lagi.

"Hey kau!"

PLOK!

Baekhyun mendesis. Atas kepalanya terasa basah, lengket dan bau disaat yang bersamaan. Bau telur.

Baekhyun dengan wajah menahan kesal, menyentuh kepalanya dan mengambil sisa telur yang masih tersisa di kepalanya. Baekhyun berbalik.

Lalu di depannya ada seorang gadis cantik -jelek dimata Baekhyun- sedang berdiri angkuh. Dagu terangkat tinggi seakan Baekhyun hanya seekor semut dimatanya.

"Apa hubu-AAAHH!!"

Baekhyun terkikik. Telur yang berada ditangannya tadi sekarang berpindah ke kepala gadis yang merupakan teman sekelasnya. Baekhyun mengacak rambut gadis itu sampai telur itu melumer.

"Hah! Makanya jangan macam macam denganku! Ck!"

Baekhyun tersenyum miring. Gadis di depannya menatapnya tidak percaya.

"Apa? Aku tidak memandang gender, kau tahu. Semuanya tampak sama jika ada yang menggangguku. Dan, aku tidak pernah mengganggumu, Joy."

Baekhyun berbalik dan meninggalkan Joy yang menahan amarah. Merasa harga dirinya di jatuhkan begitu saja. Padahal rencananya dia ingin membully Baekhyun karena menggoda Chanyeol sampai Chanyeol mencium Baekhyun -menurut pendapatnya-.

"AAARRRRGGHHH BAEKHYUN!!"

Baekhyun menahan tawanya. Meskipun Baekhyun berbadan kecil -tapi tetap tinggi kalau bersama cewe- jangan meremehkannya. Dibalik wajah manisnya, ada banyak kejahilan yang tersimpan. Tapi Baekhyun hanya jahil pada orang yang mencoba membullynya.

Baekhyun berjalan menuju kamar mandi laki laki. Lalu melakukan sesuatu disana.

Skip

"Fuuuhh, Joy sialan." Gunam Baekhyun kesal.

Asal kalian tahu, Baekhyun sudah mandi tapi pagi dan memakai banyak parfum karena Chanyeol akan menjemputnya. Sayang sekali Chanyeol tidak menjemputnya.

Baekhyun mengenakkan pakaian olahraganya dengan wajah masam. Ia menggandeng tas punggungnya dan berjalan menuju kelasnya yang berada dilantai 3.

.

.

"Byun Baekhyun! Sekarang bukan jam olahraga! Ganti pakaianmu!"

Baekhyun mendengus. Sekilas Baekhyun menatap Joy kesal sebelum menatap Kim saem.

"Seonsaengnim! Ada seseorang yang melemparku dengan telur. Aku tidak ingin memakai baju yang bau telur. Dan, tidak mungkin aku kembali kerumah."

Kim saem menghela nafas. "Hahh..baiklah."

Baekhyun berdecak. Ia mengacungkan jari tengahnya di belakang Joy, sebelum fokus kedepan.

Skip

"Baekhyun hyung!"

Baekhyun menatap Taeyong sedikit malas. Baekhyun menyandarkan dagunya diatas meja, dan mengangkat sebelah alisnya.

"Aku sudah menunggumu tau! Ayo ke kantin."

Baekhyun mendengus. "Heissshh..."

Taeyong mengerjapkan matanya sat menyadari pakaian Baekhyun berbeda.

"Hyung, aku tidak ingat kelasmu ada jam olahraga." Ucap Taeyong dengan wajah bingung.

"Ck! Joy melemparku dengan telur! Menyebalkan sekali."

"Oh?"

Sorot mata Taeyong menajam. Sangat sensitif kalau mendengar kakaknya di bully tanpa sebab. Lalu mata tajamnya tertuju pada Joy yang baru masuk ke kelas bersama temannya. Terlalu sering mengunjungi Baekhyun dikelas membuatnya mengenal teman kelas Baekhyun.

"Kau!" Taeyong menunjuk Joy.

"Beraninya kau melempar kakakku dengan telur! Memangnya apa salah Baekhyun hyung hah?!"

Joy yang tidak terima di bentak oleh seorang adik kelas, membalas.

"Apa apaan kau?! Dia yang memulai semuanya! Dia menggoda Chanyeol kan?! Tidak mungkin Chanyeol mau berpacaran dengan orang aneh sepertinya! Lebih cocok denganku." Joy mengibaskan rambutnya dan tersenyum percaya diri.

"Hello! Memangnya Chanyeol hyung mengenalmu? Dih! Dikenal saja tidak, kau sudah mengaku mengaku! Dan kakakku tidak akan menggunakan cara menjijikkan seperti itu untuk mendapatkan sesuatu!"

Mulut Joy terbuka ingin membalas, tapi Taeyong sudah lebih dulu bersuara.

Taeyong tersenyum sinis. "Aku malah curiga kalau kau yang menggodanya. Oh! Dan aku yakin, Chanyeol hyung mengacuhkanmu!"

Wajah Joy mulai memerah karena marah dan malu. Sedangkan Baekhyun masih bertahan dengan posisinya. Sedikit berbangga hati karena Joy mati kutu karena melawan mulut pedas Taeyong. Dia saja kalah, apalagi orang lain.

"Ya ya, tentu saja Chanyeol hyung mengacuhkanmu. Dengar ya nenek lampir, disini tempat belajar dan mencari ilmu, bukan ajang show atau pesta dimana kau bisa memakai make up setebal itu." Raut wajah Taeyong terlihat jijik. "Datang sekolah memakai bedak tebal, lipstick, dan apa itu? Aku rasa kau salah tempat. Tempatmu bukan disini, tapi diclub club. Para om om hidung belang sudah menunggumu disana."

Para teman sekelas Baekhyun dan Joy terpaku dengan keberanian Taeyong karena berani melawan kakak kelas. Apalagi, dibalik wajah tampan dan manisnya, tersimpan berjuta kata kata tajam yang membuat orang mati kutu.

Joy menghentakkan kakinya dan berlari keluar kelas dengan rasa malu luar biasa. Taeyong tersenyum menang. Lalu mengedarkan pandangnnya.

"Jangan ganggu kakakku atau kalian akan berurusan denganku dan Jaehyun. Aku tidak peduli kalian kakak kelas atau apa. Semuanya tampak sama jika ada yang mengganggu milikku."

Kalimat terakhir entah kenapa terasa sangat familiar bagi Baekhyun. Tapi Baekhyun tidak memperdulikannya. Tetap membiarkan Taeyong mengancam teman sekelasnya.

"Oh, dan Chanyeol hyung juga."

Dahi Baekhyun mengerut. "Sejak kapan kau memanggil Chanyeol 'hyung'?" Tanya Baekhyun.

Taeyong tersenyum lebar. "Sejak aku mengancam mereka didepanmu." Jawab Taeyong.

Baekhyun menggeleng geleng kepala. Baekhyun berdiri, lalu mereka berjalan keluar kelas. Menuju ke tempat dimana kantin berada.

"Melihat semalam Chanyeol hyung begitu tulus memperhatikanmu, aku jadi sedikit menerimanya." Ucap Taeyong, membuat Baekhyun menatapnya berbinar binar.

"Jadi kau sudah menerima Chanyeol sebagai pacarku?! Serius?! Hontou?!"

Taeyong memutar bola matanya malas, lalu mengangguk.

"Hn, dan aku harap kau mengurangi kebiasaan bergadangmu. Hyung pikir aku tidak tahu kalau semalam hyung menunggu episode Boruto?" Ucap Taeyong sinis. Tiba tiba mengganti bahan pembicaraan mereka.

Baekhyun yang tertangkap basah hanya nyengir.

"Maafkan Baekkie, Taeyo-"

"Hey! Chanyeol dan Kai sedang ribut di kantin!"

"Eh?"

Mata Baekhyun dan Taeyong membulat. Mereka berdua berlari ke kantin yang tinggal beberapa meter didepan mereka. Karena kelas Baekhyun memang berdekatan dengan kantin.

Banyak orang berkerumun di dalam kantin. Baekhyun merutuki tubuh pendeknya karena tidak bisa melihat kedalam. Taeyong menggenggam tangan Baekhyun lalu menerobos masuk.

"Dia milikku."

Mata Baekhyun terbelalak melihat Chanyeol dan pemuda bernama Kai saling mencengkram kerak mereka. Taeyong mengeram kesal karena tidak terlihat ada orang yang ingin menghentikan mereka.

"Apa kalian bodoh?! Cepat hentikan mereka!" Bentak Taeyong pada seorang pemuda disampingnya.

"Aku tidak mau mati cepat!"

Taeyong menggertakkan giginya. Ia melirik Baekhyun yang wajahnya menggelap. Taeyong lupa satu hal, Baekhyun selalu mengamuk jika orang yang disayanginya di pukul atau dibully.

"Hyung, jangan berbuat yang aneh aneh."

Taeyong mengatup bibirnya saat Baekhyun mengangkat tangannya, menyuruhnya untuk diam.

Baekhyun melipat tangannya di depan dada. Ingin memperhatikan lebih lanjut. Kalau Chanyeol terluka, awas saja! Pikir Baekhyun.

"Kau pikir dia akan menerimamu yang seperti ini?" Kai berucap sinis.

"Oh? Apa aku perlu memberimu kaca besar, Jongin? Kau bahkan tidak ada jauh bedanya denganku. Kau lebih brengsek! Jangan harap aku akan menyerahkan Baekhyun padamu."

Taeyong dan Baekhyun menganga. Ternyata mereka bertengkar hanya kerena Baekhyun?

BUGH!

OH OH OH! BERANINYA!

Tangan Baekhyun mengepal kuat. Chanyeol yang dipukul oleh Kai mengusap sudut bibirnya yang robek. Pukulan Kai memang tidak main main.

"BERANINYA KAU MEMUKUL PACARKU!!"

Chanyeol dan Kai menoleh keasal suara. Detik berikutnya, membuat Chanyeol, Taeyong dan semua yang menonton melotot plus takjub.

Sebelum Kai menoleh, Baekhyun sudah menendang tenguknya menggunakan teknik hapkidonya. Dan itu membuat Kai langsung pingsan. Baekhyun memperbaiki letak baju olahraga, lalu menoleh pada Chanyeol.

"Chanyeol, kau baik baik saja kan? Apa ini sakit? Ayo ke UKS! Kau harus mengobati lukamu. Dasar orang sialan, jika dia memukulmu lagi, akan aku patahkan tangannya."

Chanyeol tidak menanggapi Baekhyun yang terlihat panik dan mengomel disaat yang bersamaan. Hanya dia memperhatikan wajah Baekhyun yang menurutnya semakin manis saja.

"Baekhyun hyung! Sudah kubilang jangan melakukan yang aneh aneh!"

"Itte.."

Baekhyun mengelus jidatnya yang barusaja di jitak Taeyong. Entah mana yang kakak mana yang adik. Chanyeol sampai dibuat bingung dengan pemandangan ini.

"Oh, hai Chanyeol hyung, namaku Taeyong. Salam kenal!" Ucap Taeyong tersenyum lebar.

Chanyeol balas tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.

"Chanyeol! Ayo ke UKS!" Baekhyun sedikit merengek.

Berbagai pikiran negativ bermunculan karena Chanyeol tersenyum pada Taeyong. Bagaimana kalau Chanyeol benar benar jatuh cinta pada Taeyong?! Dia dan Jaehyun mau dikemanakan nantinya.

"Aku tidak apa apa, Baekkie-ah. Ini bukan apa apa-"

"Tapi tetap saja itu luka! Setidaknya kau harus mengobatinya!" Ucap Baekhyun bersikeras.

Alis Taeyong terangkat sebelah. "Hyung, kau menggelikan." Dan kata kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya.

"Berisik!"

Chanyeol terkekeh. Padahal kemarin Baekhyun terlihat takut dan selalu jaga image didepannya. Sepertinya Baekhyun sudah menerimanya dengan baik. Chanyeol bersyukur dengan itu.

.

.

To Be Continue

*btw, ada yg minta buat naikin ratenya XDD maaf banget gue gak kuat bikin yg rate m XDD ohya, Baekhyun suka ngomong bhs jepang karna dia otaku :v Review?

Thank's to : Bbasjtr fujokuu aupaupchan jeffreyyahaeng shindorogudick

shbrn.chanbaek snowgirl61