Strawberry Monster Orange's Head
Chapter 3: Monster itu akhirnya muncul juga
Author : aya Kuchiki-chan
Disclaimer : punya Ay lah, tolong… digebukin fansnya om tite
Iye2.. Ni punya om tite kubo,
Ay cuma author imut yg minjem tokoh2nya
ditimpuk sandal ma om tite
Pairing : IchiRuki, slight IchiHime dan KaienRuki
IchiAy,,whaaa..Ampun2. Ay g jadi rebut Ichi dari Ruki d
Hai para reader …
Akhirnya aku apdet juga ni chapter..
Gomen ya kalau kurang memuaskan, abis susah banget nerusin fic ini..
Gatau kenapa??
Yasudah, silahkan dibaca..
Summary last chap:
" Rukia dan Kaien pergi ke pesta kembang api tahunan kota Karakura. Saat duduk di bawah pohon, Rukia lalu mengatakan bahwa ia ingin putus dengan Kaien"
Chapter 3: Monster itu akhirnya muncul juga
" Hmm.. sudah kuduga, ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku Rukia.." ucap Kaien sambil menghela nafas.
"Maksudmu?" entah mengapa malah jadi Rukia yang bingung.
"Alasan kau ingin putus dariku pasti sama dengan alasan kenapa kau membohongiku?" tanya Kaien
"I..iituu, dari mana kau tau aku membohongiku?" Rukia merasa bersalah.
" Rukia, ada apa sebenarnya? Apa kau tidak merasa bahagia menjalin hubungan denganku?"
"Bukan..bukan karena itu, tapi.." Rukia membiarkan kata-katanya menggantung.
"Tapi apa Rukia?"
Rukia tidak berani memandang Kaien, ia hanya menundukkan wajahnya..
"Aku..aku merasa tidak pantas untukmu." Hatinya perih saat mengucapkan kata itu. Kenapa? Kenapa Kaien terlalu jauh untuk dia jangkau? Kanapa dia tidak pantas untuk Kaien? Kenapa?
"Bodoh.." Kaien lalu menarik Rukia ke dalam pelukannya. Rukia bisa merasakan hangatnya berada dalam pelukan Kaien. Dia merasa nyaman, dia ingin waktu berhenti di saat ini, detik ini juga, agar dia tidak pernah terlepas dari pelukan Kaien.
"Aku memang bodoh.." Rukia menangis dalam pelukan Kaien.
"Kau bodoh sampai mempunyai perasaan dan pemikiran seperti itu Rukia,. Aku mencintaimu dan tidak akan pernah berhenti untuk mencintaimu. Aku tidak peduli kau pantas atau tidak untukku, yang terpenting aku mencintaimu dan aku tau bahwa kau juga mencintaiku. Itu cukup bagiku untuk terus mempertahankan hatiku untuk mu.." ucap Kaien sambil membelai lembut rambut Rukia.
"Kaien, maafkan aku.."
"Aku akan memafkanmu asal kau menarik kata-katamu tadi?" ucap Kaien sambil terus membelai rambut Rukia.
"Maksudmu?" Rukia sekarang melepaskan pelukan Kaien dan menatap wajahnya.
"Tentu saja kata-kata putusmu, bodoh.." ucap Kaien sambil menyentuh pipi Rukia yang sukses membuat pipi Rukia menjadi merah.
"Mmm.. Apa aku pernah bilang kata-kata itu? Seingatku aku tidak pernah bilang putus?" Rukia tersenyum jahil melihat ekspresi Kaien.
"Baiklah, aku anggap kita terkena amnesia sehingga kita tidak akan mengingat kata2 itu."
"Aku setuju.."
Tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari atas langit yang menaungi mereka, ternyata pesta kembang api telah dimulai. Warna-warni yang indah diatas langit juga seindah warna-warni di hati mereka.
Setelah menikmati pesta kembang api yang amat begitu berkesan di hatinya, Rukia mengajak Kaien pulang.
"Lebih baik kita pulang sekarang Kaien, nii sama bisa mengkhawatirkan aku kalau aku pulang terlalu larut."
"Baik..". Mereka lalu berjalan berdua menyusuri jalan yang membawa kaki mereka ke arah rumah Rukia.
"Kaien, darimana kau tau aku membohongiku?" tanya Rukia.
"Oh..itu. Itu karena disaat kau bilang akan kerja kelompok, aku bertemu dengan Tatsuki di jalan dan dia bilang..
Flashback
"Kaien senpai, kenapa kau berjalan sendirian? Kau sudah mengantar Rukia pulang?"
"Aku.. Maksudmu? Bukannya hari ini kalian akan kerja kelompok?"
"Kerja kelompok?"
Kaien sepertinya bisa menangkap jawaban dari ekspresi Tatsuki.
"Oh.. tidak, ya Rukia sudah pulang,"
"Oh, ya sudah ja ne Kaien senpai"
"Ya, ja ne Tatsuki.."
End of Flashback
"O..begitu.." Rukia hanya ber oh ria mendengar cerita Kaien.
"Nah apa sekarang aku mau cerita padaku, kenapa kau bisa mempunyai pikiran bodoh seperti tadi?" tanya Kaien.
"Ah.. sudahlah. Aku akan membuang pikiran bodoh itu. Asal bersamamu, aku bahagia."
"Aku juga." Balas Kaien
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Rukia. Malam begitu dingin, Kaien menunduk,mendekatkan wajahnya pada wajah Rukia, Rukia bisa menebak apa yang akan Kaien lakukan. Wajah mereka sekarang hanya berjarak 1cm. Rukia memejamkan matanya, lalu..
"Apa yang sedang kalian lakukan?!" teriak seseorang yang membuat Rukia dan Kaien refleks segera mundur.
"Eh.. Nii sama.."
"Heh Jabrik! Mau apa kau terus berdiri di sana. Cepat pulang!" Byakuya memberikan deathglarenya pada Kaien.
"Kalau begitu, aku pulang dulu Rukia, dan kakak Byakuya.." Kaien pamit pulang.
"Iya, ja ne Kaien.."
"Ya…"
Rukia benar-benar bahagia.B A H A G I A!! 'Aku tidak akan lagi mempedulikan semua kata orang tentang hubunganku dengan Kaien, aku bahagia, aku mencintai Kaien, begitu juga Kaien, dan itu cukup bahkan lebih dari cukup untuk terus seperti ini..'
Keesokan harinya
Tokk..tok..tok..
"Rukia!! Kau tidak pergi ke sekolah?" Byakuya mengetok pintu kamar Rukia
"Nii..sama.."
" Whuaaaa….aku terlambat!!"
Rukia langsung mandi super kilat mengalahkan kecepatan suara,bahkan cahaya.. huaaha..lebay
Rukia langsung berpamitan pada Byakuya. "Nii sama aku berangkat."
"Kau tidak sarapan dulu?"
" Tidak, aku sudah benar2 terlambat.."
"Hati-hati.."
Rukia langsung berlari secepat mungkin, pelajaran pertama adalah pelajaran Ochi sensei. Dia bisa berdiri seharian di depan koridor bila terus berlari tanpa melihat kanan dan kirinya. nyebrang ..
Rukia tidak melihat bahwa dari jalan kecil di samping rumahnya, ada seorang cowok yang sedang berlari juga seperti dirinya. Dan tabrakkan yang mengenakan pun tak bisa dihindari lagi. Haahaaa.. author sableng
Brakk… Mereka pun terjatuh
"Aduh.."
"Heh, cebol! Kalau jalan lihat-lihat donk!!" cowok aneh berambut oranye jabrik pun memaki-maki Rukia, sambil berusaha berdiri.
Rukia yang sadar dirinya dihina langsung menatap orang yang menghinanya, dan.. "Whuaaaaaaa.."
Cowok itu yang kaget melendengar Rukia berteriak, ikut berteriak juga. "Whuaaaaa.."
Rukia yang melihat cowok itu berteriak, akhirnya berhenti berteriak.. "Hei, monster kenapa kau ikut berteriak?"
"Kau sendiri kenapa berteriak??..Tunggu dulu,monster? Apa kau bilang? Siapa yang kau maksud dengan MONSTER, cebol?"
Merasa kesal disebut cebol, Rukia berdiri lalu loncat menjitak kepala cowok itu, secara gitu loh..cowok itu kan tinggi.. "Tentu saja yang ku maksud itu kau monster! Dan lagi, aku bukan cebol monster!!" Sekali lagi Rukia mendaratkan ..
"Apa maksudmu dengan kata monster, CEBOL!!?" cowok itu mengetuk-ngetuk kening Rukia dengan telunjuknya.
"Kau monster kan?"
"Kau sudah gila ya! Aku MANUSIA, baka!!"
"Bohong, kau pasti monster!"
"Heh, cebol! Sudah ku bilang aku manusia!!!" cowok itu berteriak kencang.
"Mana ada manusia berambur oranye?!!!" Rukia tidak mau kalah, dan membalas dengan teriakan yang amat sangat kencang sekali yang mampu meruntuhkan bangunan dan menggetarkan langit. wuallaaahh..lebay ni author
"Ini rambut asli baka!!"
"Yang benar?" Rukia lalu loncat dan mencabut sehelai rambut cowok itu.
"Heh cebol!! Apa-apaan kau?!!!!" cowok itu berteriak sambil menahan sakit. yaiyalah, gila juga si Rukia, rambut orang maen dicabut aja dikasih deathglare ma Rukia ampunnn..
Rukia lalu mengamati rambut yang ia cabut. "Wah, ternyata memang rambut asli. Maaf ya. Whuaaaa..aku bisa terlambat.." Rukia langsung melanjutkan larinya, cowok itu yang sadar bahwa dia juga bisa terlambat, langsung ikut tiga langkah .. Gubrakk…
"Whuaaaaa…"
"Heh CEBOL!BERISIKK!!" Cowok itu pun menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang kea rah Rukia. Rukia ternyata tersandung batu..
"Aduh, kakiku.."
"Kau tidak apa-apa midget?"
"Diam kau jeruk!"
"Cih, dasar menyusahkan saja!" cowok itu pun menghampiri Rukia dan berjongkok membelakangi Rukia. "Cepat naik."
"Naik?" Rukia sama sekali tidak mengerti perkataan cowok itu.
"Cepat naik ke punggungku. Kau tidak bisa berjalan kan?"
"Mmm..itu." Rukia memandang kakinya. Kakinya terluka akibat tersandung batu barusan dan cowok itu benar, dia sekarang memang tidak bisa berjalan. Untuk menggerakan kakinya saja sulit.
"Cepat naik. Aku tidak ingin terlambat di hari pertamaku! Atau kau ingin aku tinggalkan disini sendiri?"
"Heh, baik. Aku akan naik." Rukia lalu naik ke punggung cowok itu. Sepanjang perjalan mereka hanya terdiam. Bel tanda masuk terdengar dari kejauhan. Sudah dipastikan mereka pasti terlambat.
"Heh jeruk, kau anak baru ya di sekolahku?" tanya Rukia.
"Memangnya kenapa dan namaku Ichigo, bukan jeruk!?" jawab Ichigo.
"Hahaha…" Rukia tertawa mendengar nama Ichigo yang menurutnya sangat lucu.
"Kenapa kau tertawa, midget?!"
"Habis namamu lucu sekali. Masa jeruk bernama strawberry? Hahaha…" Rukia masih tidak bisa menghentikan tawanya, tapi kemudian dia tersadar. "Tunggu dulu, tadi kau bilang apa?? Midget? Aku bukan midget baka! Namaku Rukia!" Rukia lalu menjitak kepala Ichigo dengan mudah karena sekarang Rukia sedang berada di punggung Ichigo.
"Sakit baka!"
"Makanya, jangan menghinaku!" ucap Rukia tak mau kalah.
"Berisik, cebol,!!" ucap Ichigo.
Pletak!.. Jitakan berhasil mendarat di kepala Ichigo dengan mulus..
"Jangan bilang aku cebol!!" maki Rukia.
"Sudah-sudah, aku malas berdebat denganmu," balas Ichigo.
"Whuaaaaa!!" lagi-lagi Rukia berteriak.
"Hei, bisa tidak kau tidak terus berteriak cebol!! Telingaku bisa rusak!" maki Ichigo.
"Cepat turunkan aku! Aku tidak mau ada yang melihatku sedang digendong oleh monster jeruk sepertimu!" rengek Rukia.
"Monster jeruk?! Sudah ku bilang, aku ini manusia, cebol!!" teriak Ichigo frustasi.
"Oiya, aku lupa," Rukia menjawab semaunya. "Tapi tunggu, tadi kau bilang apa? Cebol?!"
Pletak.. Ichigo dihadiahi lagi sebuah jitakan oleh Rukia.
"Sakitt!!"
"Sudah kubilang.."
"Iya, aku tidak akan memanggilmu cebol lagi, puas?" ucap Ichigo.
"Nah, begitu lebih baik," Rukia masih berada di gendongan Ichigo. "Hei ichigo, turunkan aku," pinta Rukia.
Gubrakk.. Ichigo menurunkanRukia. Bukan, tapi menjatuhkan Rukia dari punggungnya begitu saja.
"Aawww..!!"
"Huaa.. Bisa tidak kau jangan berteriak terus!" ucap Ichigo.
"Kau benar-benar baka! Ku bilang turunkan aku, bukan jatuhkan!!" ucap Rukia.
"Huh, menyusahkan saja," Ichigo lalu menghampiri Rukia lagi. "Cepat naik lagi."
"Tapi.."
"Sudah cepat, tidak usah malu. Tidak akan ada yang melihat. Lagipula ini sudah jam masuk. Kau tidak perlu khawatir akan ada yang melihat kau digendong olehku."
"Mmm.. Baiklah," Rukia lalu naik lagi ke punggung Ichigo.
Mereka lalu memasuki gerbang SMU Karakura. Rukia bersyukur karena mereka terlambat. Sehingga tidak ada satupun siswa yang melihat bahwa Ichigo sedang menggendongnya. Rukia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang terus memandang mereka dengan raut tak senang dari balik jendela di lantai dua.
To be continue
Gomen baru update..
Sempet mogok nerusin fic ini. Abis bingung, ay ga biasa bikin chap POV orang ketiga..
Ay ngerasa hasilnya jadi rada aneh..
Gomen..
Ay mau ngucapin makasih buat yang udah rela ngeripiu fic ini.
Buat Freesia Chizu, gimana chap ini?
liekichi chan, ni ay dah update.. R&R terus ya. Hehe..
Tenang aja Ichikawa Ami, Rukia buat Ichigo seorang ko..
Nah, Ichirukiluna gituloh.. Sekarang udah tau kan Ichigo siapanya Rukia??
Sekarang tolong diripiu ya..
Ay sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun..
Karena ay ngerasa fic ini aga gimana gitu.. Gomen ya kalau kurang memuaskan..
Plizz ripiu..
Arigato..
