Sebenernya tadinya uda males nerusin... Tapi, karena ada yg minta di update, ya..diterusin lagi deh. Hehehe... Thanks buat yg uda nge-review!

Disclamer: Masashi Kishimoto

Yang Lebih Penting

Gadis kecil itu berjalan sambil melompat-lompat kecil dan bersenandung pelan. Ia sedang dalam perjalanan menuju taman untuk bermain dengan teman-temannya. Ia sudah membayangkan hal-hal menyenangkan yang akan dilakukannya bersama teman-temannya.

"KYAAA!!"

Gadis kecil itu mendengar suara teriakan dari arah taman. Ia segera berlari menghampiri suara itu dan melihat seorang anak laki-laki berambut merah berdiri tak jauh dari teman-temannya yang ketakutan. Beberapa temannya bahkan terluka.

Sebelum bisa memahami apa yang terjadi, gadis kecil itu melihat pasir berkerumun di sekitar anak laki-laki itu, lalu bergerak menuju teman-temannya. Teman-temannya kembali berteriak ketakutan.

"Berhenti!" Gadis kecil itu berteriak, membuat gerakan pasir itu terhenti.

"Haruka-chan!" Teman-temannya berlari ke arah gadis itu. Beberapa diantara mereka menangis ketakutan.

Anak laki-laki itu berbalik dan menatap Haruka dengan tatapan yang tidak ia mengerti. Haruka bukannya tidak merasa takut sama sekali, tapi melihat teman-temannya, ia memberanikan diri untuk mengancam anak itu.

"Kalau kau mengganggu teman-temanku lagi, aku tidak akan memaafkanmu!" katanya. Kemudian ia dan teman-temannya pergi dari sana, meninggalkan anak laki-laki berambut merah yang terdiam.

Haruka menatap sekelilingnya. Ah, ia ingat, semalam ia dan kelompoknya bermalam di hutan. Rupanya matahari sudah muncul. Ketiga muridnya tidak terlihat sementara Genki-san masih tertidur.



"Sudah bangun, Sensei?" tegur Aki. Kelihatannya ia baru saja selesai mencuci muka.

"Hn." Haruka hanya bergumam, masih memikirkan mimpinya. Lagi-lagi ia memimpikan masa lalunya, saat ia –untuk kedua kalinya– bertemu dengan Gaara.

"Kenapa, Sensei?" tanya Aki. Haruka hanya menggeleng.

"Haru-nee! Gawat!" Yoji dan Ryutarou tiba-tiba muncul sambil berlari-lari menghampiri mereka.

"Jangan panggil aku begitu!" Haruka menjitak kepala Yoji.

"Aduh! Ini serius, Nee.. eh, Sensei!" Yoji mengacung-acungkan secarik kertas.

"Ini baru aja sampai dengan merpati," kata Ryutarou.

"Ada apa?" Genki-san yang terbangun bertanya dengan nada bingung, tapi tidak aa yang menjawab.

Haruka dan Aki mengambil kertas dari tangan Yoji dan membacanya berdua. Hanya ada 2 kalimat singkat di sana.

"Kazekage diculik. Shibobi yang telah selesai menjalankan misinya diharap cepat kembali ke Sunagakure"

Wajah Haruka memucat membaca tulisan di kertas itu.

"Dia? Kazekage yang 'itu'? Diculik??" pikir Haruka tak percaya.

"Kami ngerti kok kalau Haru-neesan ingin kembali ke Sunagakure duluan," kata Yoji tiba-tiba.

"Iya. Kami nggak apa-apa kok tanpa Sensei. Lagipula, tinggal setengah jalan lagi kan," tambah Ryutarou.

"Iya. Lagipula tugas asli Sensei melindungi Kazekage, kan?" Aki ikut menambahkan perkataan teman-temannya.

Haruka menatap ketiga muridnya. Ketiganya memasang tampang serius, membuat Haruka tak bisa menahan tawa. "Buh...Hahahaha..."

Aki, Yoji, dan Ryutarou menatap Haruka dengan tatapan heran.

"Daijoubu desu. Kita lanjutin perjalanan," kata Haruka.

"Demo..."



"Ii yo. Tugasku sekarang kan menemani kalian mengawal Genki-san." Haruka meyakinkan ketiga muridnya.

"Yaa...Kalau Neesan memang memutuskan begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan," kata Yoji.

"Yosh! Kali ini tanpa istirahat!" Aki ikut-ikutan bersemangat.

Haruka tersenyum.

Haruka berjalan dengan wajah cemberut. Seorang anak berambut merah berjalan di depannya sambil mengamati sekeliling. Kali ini, sang Kazekage ingin berkeliling Sunagakure, karena itu Haruka terpaksa menemaninya. Biar bagaimanapun, ia kan pelindung sang Kazekage.

"Huweee..."

Tiba-tiba Haruka mendengar suara tangis. Dilihatnya seorang anak kecil terjatuh dan menangis. Tanpa pikir panjang, ia segera menghampiri anak itu dan membantunya berdiri. Ia juga sempat mengantar anak itu pulang.

Saat Haruka kembali ke tempat tadi, ia melihat Gaara masih berdiri di sana, sama sekali tak bergerak dari tempatnya.

"Kau tidak seharusnya tiba-tiba meninggalkanku," kata Gaara dengan nada datar.

"Ta..."

"Bagaimana kalau tiba-tiba aku diserang selama kau pergi?" tanya Gaara lagi, masih tanpa ekspresi.

"Aku kan cuma ngantar anak kecil!!" kata Haruka kesal.

"Misimu sekarang melindungiku, kau seharusnya mengerti itu. Sekarang tidak apa-apa karena tidak ada yang terjadi, tapi lain kali kau harus tahu mana yang lebih penting." Gaara berkata sambil berjalan meninggalkan Haruka.

Haruka baru saja akan membela diri, tapi Gaara sudah bicara lagi. "Betul-betul tidak berubah, selalu saja mementingkan orang lain."

Haruka melongo mendengar kata-kata itu. 'Tidak berubah'? Itu artinya, Gaara ingat tentangnya?



Haruka dan kelompoknya kembali melanjutkan perjalanan, kali ini dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya. Haruka menatap langit, mengingat ucapan sang Kazekage.

"Ini misiku sekarang. Pilihanku betul kan, Kazekage-sama?" katanya dalam hati.

Tsuzuku

Rencananya sih setelah ini chapter terakhir... Tapi masih belum tau kapan bakal di update..

Review!