Yak! Chapter 3, apdet!

Moga-moga bagus yah! Aku buat ini sambil ngantuk-ngantukan loh! Wakakak! XD

Oya, Shinichi gak mati koq! Dan...ENJOY AS ALWAYS! ^^

~Pariwisata!~

.

.

.

Disclaimer: Meitantei Conan milik Aoyama Gosho-sensei!
Kalu punyaku, bakalan kacau, gan!

Rated: T

Pairing(s): Shinichi X Ran; slight Conan X Ai

Summary: Ai mengakui perasaannya pada Conan! Tapi, Conan belum memberi balasannya. Lalu, ia pun langsung melongos pergi untuk kencan dengan Ran! Bagaimanakah nasib Ai? Lalu, bagaimana kencan ShinRan?

Warning: AU, OOC, abal, gaje, gila, enggak masuk akal, mungkin ada typo(s) dan sebangsanya itu, de el el….

Genre: Adventure, Romance

Character(s): Shinichi Kudo & Ran Mouri

Ditulis: Saat ini~! Wakakakak! #gaje

Diapet: Dun no! #ditampol

.

.

.

Dedicated for FFC
Dan tentu, special 4 Ai-chan~!
Sahabat yang tiada duanya (?)

.

.

~xXx~

Chapter 3: A Date In TA~!

"Conan...," panggil Ai

"Ya? Kenapa?" tanya Conan bingung. Halah!

"Itu...aku...," Ai tampak ragu-ragu untuk mengucapkan kalimatnya. Aku-suka-kamu, Conan! Masa' 3 kata itu doing enggak bisa kuucapkan! batin Ai.

"Ya?" Conan makin penasaran sama kata-kata, eh, kalimatnya Ai. Yang jelas, Ai udah blushing-blushing sendiri nggak jelas!

"Aku... aku..." Ai mengepalkan kedua tangannya. Mencoba mencari keberanian. "AKU SUKA KAMU, CONAN!" seru Ai akhirnya.

"Apa kau bilang...?" pekik Conan tak percaya (iya lah!).

"Aku-suka-kamu-Conan!" kata Ai mengulang kalimatnya dengan penuh penekanan, tapi dengan rasa malu-malu juga dong~ #geplaked

Mata Conan terbelalak sampe rasanya mau copot (?). "Kau...suka aku?" tanya Conan masih enggak percaya.

Ai hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

"Maaf, Ai…. Aku tak bisa menjawabnya sekarang, aku harus..."

"Pergilah!" seru Ai sinis. "Dia menunggumu!"

"A-arigatou, Ai!" seru Conan melambaikan tangannya sambil pergi. Ia tersenyum lembut pada Ai.

~xXx~

"Raaaaaan!" panggil Con—Shinichi saat kembali ke tempat Ran menunggu.

"Tadi bicara apa sama Ai?" tanya Ran.

"Bu-bukan apa-apa koq...," kata Shinichi tergagap-gagap. Iya lah! Orang baru ditembak Ai!

"Jalan-jalan yuk?" ajak Ran.

"Ta-tapi jangan di sini!" seru Shinihi.

"Eh? Kenapa?" tanya Ran.

"Jelas bukan? Kita diliatin banyak orang, apalagi anak-anak sekolah kita," jelas Shinichi.

"Eh, iya juga, ya...," kata Ran. "AYO KABUR!" seru Ran menarik tangan Shinichi sambil tersenyum lebar.

Setelah keluar, mereka memberhentikan taksi dengan cara payah. Tahu apa? Itu loh, ngegerak-gerakin jempol kayak mau nyari tebengan! Malu-maluin! Pura-pura gak kenal yuk?

Jadi, akhirnya mereka pergi ke TA alias Taman Anggrek yang berada di daerah Slipi, Jakarta Barat.

"Arigatou!" kata Ran sembari memberi sejumlah uang kepada si supir taksi.

Si supir taksi cuman celingak-celinguk kebingungan dengan bahasa Ran dan Shinichi. Lalu, taksi itupun meninggalkan mereka berdua di TA.

Di dalam Taman Anggrek...

"Kita ke mana nih?" tanya Ran.

"Meneketehe! Dipikir aku tahu tempat ini!" seru Shinichi.

"Kalau gitu, main ice skating yuk?" ajak Ran.

"Hah? Memangnya ada?" tanya Shinichi.

"Ada dong! Tadi ada bule bilang bahwa main ice skating di sini seru juga!" balas Ran.

"Ohh...," kata Shinichi.

"Ayo! Tunggu apa lagi!" seru Ran menarik tangan Shinichi.

"Iya, iya...," kata Shinichi hanya pasrah dengan sikap Ran ini.

~xXx~

Kini jarum jam telah menunjuk ke angka 4, berarti sudah jam 4 sore! Waktu Indonesia Barat lho~

"Eh, Shinichi, jalan-jalan yuk!"

"Dari tadi emang tujuan kita jalan-jalan tahu!" seru Shinichi agak kesel. Ya iyalah! Gimana enggak kesel? Diajak maen ice skating melulu!

"Hehe..., gomen! Ya sudah, makan yuk? Aku yang traktir deh," tawar Ran.

"Oke," jawab Shinichi singkat.

Akhirnya, mereka pergi ke American Grill yang berada di lorong yang sama dengan tempat masuk permainan ice skating.

"Mau pesan apa?" tanya Ran.

"Apa aja, terserah kamu saja, Ran...," katanya agak lembut. Hah! Tumben si Shinichi bilang "Ran...". So sweet~! XD

"Oh..., kalau begitu, pesan ini saja deh!" kata Ran menunjuk buku menu dan memberikan kembali menunya kepada si pelayan.

"Baiklah... Tunggu beerapa menit yah!"

Sekitar setengah jam kemudian...

Makanan pun datang. Mereka berdua (Shinichi dan Ran) langsung memakannya dengan lahap. Apa yang mereka pesan? Ya steak lah! Orang yang author tahu di sana cuman ada steak!

Setelah selesai makan, mereka pun membayar tagihan (?) dan langsung keluar jalan-jalan. Kali ini mereka pergi nonton. Ke mana? Ke bioskop lah! Masa' mau nonton di Gramedia?

Mereka nonton film horor ala Indonesia yang gajenya bukan maen! Author pernah nonton loh, tapi...ketiduran!

Karena Ran memang takut hantu, ia merinding saat nonton film itu sama Shinichi. Sedangkan Shinichi? Tenang-tenang aja tuh, kayaknya...

~xXx~

Ketakutan. Itu yang sekarang sedang dirasakan oleh Ran. Ia dilanda rasa takur gara-gara nonton film horor begituan. Dar keluar studio sampe sekarang—di lift—ia masih saja memeluk lengan Shinichi. Shinichi mah, oke-oke aja, padahal dalem hatinya HAPPY BANGET!

"Shin—Shinichi...," panggil Ran yang masih gemeteran.

"Apaan sih? Kalau takut tadi kenapa ikut aku nonton?" tanyanya sinis.

"Karena...aku ingin membuat kenangan bersama Shinichi."

Deg! Tiba-tiba saja, Shinichi merasa pusing. Kepalanya berputar-putar. Badannya pun panas.

"Ekh? Shinichi? Kau kenapa?" tanya Ran khawatir minta ampun.

"Enggak apa-apa... aku cuman..." Pandangan Shinichi mulai kabur, lalu...

BRAK!

Tubuh Shinichi langsung ambruk di tengah kerumunan orang banyak. Ya jelas, dia PINGSAN! #lebay

~xXx~

Shinichi's P.O.V

"Conan...! Conan!" terdengar suara panggilan dari orang yang sangat kukenal. Ai?

"Eh? Ai?" tanyaku yang mulai menyadar. Mungkin rohku belum kembali semua.

"Sudah kuperingatkan 'kan? 3 jam! Itu batasnya, baka!" seru Ai menjitak kepalaku. Eh? Aku sudah balik jadi Conan? Lalu...?

"Tenang, Ran tak tahu bahwa kau Shinichi kok!" kata Ai seakan bisa membaca pikiranku.

"Aku di mana?" tanyaku akhirnya.

"Di kamar! Lihat sekelilingmu, baka! Tadi, kau pulang digotong Ran. Lalu, dia bertanya, 'Conan mana?', kujawab saja sedang sakit dan ada di toilet. Ia hanya bilang 'Ooh...' dan 'Tolong titip Shinichi sebentar ya! Aku mau menelepon dokter!'. Lalu, saat itulah kau berubah jadi Conan. Dan saat itu juga, kugantikan seluruh pakaianmu agar tidak ketahuan oleh Ran dan...aku membuat alasan Shinichi kabur...," jelas Ai panjang-lebar-tinggi kali sepertiga (emangnya rumus volume limas apa?).

"Ohh...," kataku sambil mengangguk-angguk. "Eh? Tapi kau enggak macem-macem saat mengganti pakaianku 'kan?" pekikku.

"Enggak lah!" seru Ai menjitakku keras. "Lalu? Bagaimana kencanmu tadi? Menyenangkan kah?" tanyanya tiba-tiba.

"Menyenangkan kok!" kataku tersenyum kecil. "Oya, sekarang jam berapa?" tanya Conan.

"Jam...8 malam!" jawabnya.

"WHAT? Udah malem dong? Kamu udah makan?" tanyaku berbasa-basi.

"Belom. Makan bareng yuk?" tawarnya.

Aku hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

"Oya, Ai, kenapa aku enggak mati?" tanyaku saat kita sedang berjalan ke ruang makan.

"Itu karena...aku berbohong padamu...," jawab Ai menyesal.

"Eh? Kenapa?" tanyaku lagi.

"Habis..., aku khawatir padamu...," kata Ai beralasan.

"Ohh...," jawabku.

End of Shinichi's P.O.V

Normal P.O.V—di ruang makan

"Mau makan apa, Conan?" tanya Ai.

"Memangnya kita ada uang?" tanya Conan.

"Enggak sih, tapi bisa pakai ini kok!" balas Ai memberikan voucher makan malam gratis untuk 2 orang.

"Oh...," kata Conan. "Arigatou, Ai!"

~TBC on Chapter 4~

Behind The Scene:

Mira: Wakakakak! #tertawabangga

Shinichi: Hei! Apa-apaan ini!Dasar author kagak becus! Masa' aku boleh kembali jadi aku hanya 3 jam?

Mira: Suka-suka dong! Biar ceritanya menarik gituuuu~ XD

Shinichi: Seenaknya!

Mira: Bodo~! Oya, di chapter 4 nanti, kalian akan pergi ke pantai loh~ #spoiler

ShinRanAiAyuMitsu...: WHAT? BANZAIII!

Shinichi: *dalam hati: Bisa lihat Ran pakai bikini~!* #blushing

Ran: #menjitakShinichi Jangan ngeres lu!

Shinichi: Iya-iya... Gitu aja marah!

Ai: Sudah, sudah...

Mira: Nah, suami-istri enggak boleh berantem yah~!

ShinRan: SIAPA YANG AKU SEBUT SUMI-ISTRI HAH?

Mira: Dasar ge-er! Orang yang kumaksud itu mereka koq! #nunjukHeiKazu

HeiKazu: ENAK SAJA!

Mira: Baka! Maksudku itu...orang yang di sana! #nunjukConanAi

ConanAi: #deathglarekeauthor

Mira: Hisku... Tak ada yang memihakku! Kejam! DX

Mira's Note:

Yakk! Saya kembali dengan lanjutan fic "Pariwisata!" saya yang abal, gaje, dan aneh! Gimana? Aneh kah? Gaje kah? Gak nyambung kah? Apakah unsur adventure-nya kurang? Kalau iya, nanti di chapter 4 saya tambahin!

Soal repiu, males saya bales. Saya hanya mengingatkan, KALAU SHINICHI MATI, MIRA MENDINGAN BUNUH DIRI DEH! Gomen, lupa matiin capslock!

Huii... Mira ngantuuk~ Mata Mira tinggal 15 watt! Ini aja dipaksa-paksain diketik biar enggak kena jita Ai-chan!

Oya, Ai-chan, gomen ne, fic request-mu belom kubuat gara-gara gak ada ide untuk lanjutannya! Suminaseeeeen! (_ _)

Nah, gomen kalu seandainya Mira nge-apdet ficnya telat atau terlalu gaje atau apalah, karena Mira akan segera menghadapi yang namanya Ujian Praktek 4 April nanti. Oh ya, Mira ini anak kelas 6 loh~ Hehehe! ^^v

Ai-chan, Timo-kun, let's fight with the final exam TOGETHER! (ini penyemangat buat temen-temen sebayaku)

.

.

.

.

YOUR REVIEW IS VERY WELCOME!

Kripik, sarung, pujian, flame, dan sebangsanya ditulis di repiu aja~

I'll be waiting! ^.^