Yoo…

Sorry kelamaan....

kena Writer block nih… -_-

Ok, ayo lanjutin fict yg udah lama gw pikirin…

Mission for 2: Act Three!!!


....

....

Pagi harinya di depan gerbang pembatas Konoha Gakure…

"Ooooiiii….Lama Menunggu ya?????" Teriak Konohamaru sambil berlari…

"Bodoh!!! Kemana saja kau?!?!?!" Bentak Hanabi.

Dibesarkan di keluarga Hyuuga dan menjadi anbu di usia muda sepertinya membuatnya menjadi seseorang yang ketat soal waktu.

"Sudah hampir waktunya tahu!?!?" lanjutnya seraya sedikit membentak.

"Ahahah…. Maaf, tadi aku mencari sesuatu dulu di lemari kamarku… Yah… kau tahu kan kalau kamarku itu berantakan… hehehe…" Jawabnya sembari menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Bodoh!" Jawab Hanabi dingin. "Mana aku tahu soal lemari kamarmu… Memangnya aku pernah melihatnya?!?!"

"Heehe… iya juga ya… Mungkis sekali-sekali kau perlu kuajak ke kamarku untuk melihatnya.."

'PLAKKK!!!!!'

"Hentai!!!!!" Bentak Hanabi setelah sukses menampar Konohamaru.

"Oi oi oi…." Naruto yang sejak tadi mengawasi saja terpaksa menengahi kedua ninja muda tersebut. "Sudah… Berantemnya dilanjutkan setelah misi saja ya…."

"…. Cih!!!" Kedua ninja muda tadi saling berpandangan dan kemudian membuang muka secara serentak.

"Sepertinya mereka sudah cocok satu sama lain." Komentar Naruto dengan riang kepada petinggi-petinggi desa lainnya.

"Dia ini bodoh ya?" Batin para petinggi desa mendengar komentar Naruto tersebut.

….

Beberapa jam kemudian, mereka sudah memasuki perbatasan Konohagakure. Sepanjang perjalanan mereka, tidak ada seorangpun yang mau memulai pembicaraan. Bosan dengan keheningan itu, Konohamaru berusaha memulai sedikit percakapan.

"Ngg… Tadi gerbang keluarnya agak sepi ya." Tanya Konohamaru

"Hmm…" Jawab Hanabi singkat.

"Oh iya… Aku tidak melihat Izumo dan Kotetsu tadi…" Lanjut Konohamaru. "Kira-kira mereka sedang ke mana ya?"

"Tidak tahu!" Jawab Hanabi tanpa minat.

"….."

"….."

"Pencuri level A ya? Kira-kira seperti apa pencuri-nya ya?"

"Nanti juga tahu sendiri!"

"…."

"…."

"Kira-kira nanti uang misi ini akan kau pakai apa? Hei, Hanabi?"

"Apa Urusanmu?"

"…"

Akhirnya kesabaran Konohamaru-pun melewati batasnya.

"Kenapa sih kau ini?!?!? Bagaimana kita bisa bekerja sama nantinya?!?! Sekarang kau bicara saja tidak mau!!!" Protes Konohamaru keras.

"Kerja sama? Denganmu? Baiklah… Nanti aku akam melawan boss-nya, dan kau melawan pasukannya. Cukup mudah kan?" Jawab Hanabi ketus.

Mendengar itu, emosi Konohamaru pun terpancing.

"Kau ini kenapa sih!?!?! Sampai kapan kau mau mendendam gara-gara masalah sepele itu?!?!" Sembur Konohamaru.

"SEPELE?!?! Kau menyerangku dengan pasukan kagebunshin TANPA BUSANA tahu!?!?! Itu sama saja dengan pemerkosaan, tahu!?!?! Jangan pikir hanya dengan menendang -piiip- mu itu aku puas!!!" Hanabi balas membentak dengan kata-kata yang harus disensor oleh author (:p).

"HANYA?!?!?! Untuk laki-laki, itu bagian tubuh terpenting tahu!!! Kalau sampai aku tidak bisa punya anak seumur hidup bagaimana?!?!" Konohamaru mulai membalas dengan sangat Out of topic.

"Hah? Memangnya ada wanita yang mau mendapatkan anak mesum dari –piip- milik lelaki macam kamu?"Hanabi ikut-ikutan terbawa arus dan ikut membari jawaban yang melenceng dari topik awalnya.

"Jangan sembarangan meledek ya!!!! Suatu hari nanti aku akan menjadi Hokage!!! Dan –piip-ku ini akan menjadi –piip- paling berharga di negara Hi!!!!"

"Sekarang kau mulai berkhayal ya? Kau pikir kau bisa jadi hokage hanya dengan bermodalkan –piip- saja?!?!?!"

"Beraninya kau menghina aku dan –piip-ku ya!?!?! Yasudah!! Jangan menyesal nanti kalau aku tidak mau memperlihatkan –piip- ini kepadamu!!!!"

"Silahkan saja!!!! Kau pikir nama belakang 'Hyuuga' milikku itu cuma hiasan?!?! Kalu Cuma ingin melihat –piip-mu itu, aku bisa kapan saja menggunakan Byakugan!!!"

"…."

"…."

Akhirnya sebelum berlalu terlalu jauh, mereka berdua tersadar dari pembicaraan yang mulai sangat menjurus tersebut. Dan dengan bersamaan mereka berdua membalikkan badan dengan muka yang sangat merah. Dan khusus untuk Konohamaru, dia juga melindung –piip-nya dengan kedua tangan.

...

Hari pun berubah menjadi senja, mereka sudah setengah jalan menuju daerah misi mereka.

"Sebaiknya kita beristirahat di sini saja dulu." Saran Hanabi.

"Setuju... Kita tak tahu di mana dan kapan kita akan berhadapan dengan musuh, sebaiknya sekarang kita beristirahat... dengan tenang." Jawab Konohamaru, memberi penekanan pada kata 'dengan tenang'-nya.

"Ohh... Pasti... Kita bisa beristirahat dengan tenang selama kau bisa makan malam, menjaga malam, dan tidur malam dengan tenang.... Dan juga selama kau tetap tidur di tendamu sendiri dan tidak mencoba-coba untuk masuk ke dalam tendaku." Balas Hanabi dengan sinis.

".... Sudahlah... Aku sudah capek bertengkar. Cepat tentukan penggiliran jaga malamnya, dan cepat tidur!" Ujar konohamaru tanpa emosi, menutup perbincangan mereka di sore hari itu.

...

...

Kembali ke Perbatasan Konohagakure

"Hinata!!!" Panggi Naruto. "Ngapain kau ada di perbatasan malam-malam begini.

"Ah Naruto-kun... Aku agak khawatir dengan Hanabi dan Konohamaru." Jawab Hinata dengan suara pelan.

"Saat ini tak ada yang bisa kita lakukan, mereka pasti sudah setengah jalan ke tempat misi mereka." Naruto mencoba menenangkan.

"Tapi Naruto-kun... Izumo dan Kotetsu kan sedang liburan, dan mereka biasanya pergi berdua ke Akibagakure... Kalau kita sampai sekarang tidak mendengar apa-apa dari mereka, aku khawatir kalau musuh mereka kali ini lebih berbahaya daripada yang kita perkirakan." Nada bicara Hinata terdengar semakin khawatir.

"Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Itu memang takdir mereka begitu mereka memilih untuk menjadi Ninja. Lagipula mereka berdua itu Ninja berbakat yang pasti membuat pemilik garis keturunan mereka bangga..."

"Tapi.." Potong Hinata.

"Mungkin IzuKote tidak berlibur ke Akibagakure kali ini... Atau mungkin kasusnya terjadi saat mereka sedang sibuk bermain-main... Atau kemungkinan lainnya... Percaya sajalah pada adikmu itu.. Kau tidak pernah sekhawatir ini walaupun kakak sepupumu itu pergi ke misi sesulit apapun.." Kini Naruto melanjutkan sambil tersenyum.

"Ahaha... Kalau kak Neji yang dalam misi sih, aku malah mengkhawatirkan musuh-musuhnya..." Hinata kini sudah bisa tertawa mengingat kakak sepupunya yang 'agak' sadis itu.

"Hahaha.... Sama lah... Ancaman terbesar untuk Hanabi-chan paling Cuma bahaya diintip oleh Konohamaru saja... hehehe..." Lanjut Naruto.

"Ohh... begitu ya? Kalau itu kejadian, kau sebagai sensei-nya akan mau bertanggung jawab padaku kan?" Kini Hinata tersenyum mengancam ke arah Naruto.

"E... eh?!?! K..Kok aku yang harus bertanggung jawab?" Tanya Naruto gelagapan.

"Kau tahu Naruto-kun? Aku belum melupakan waktu kau melihatku mandi tengah malam dulu waktu misi mencari serangga itu loh..."

"E... Eh!!!?"

...

...

Kembali kepada Konohamaru dan Hanabi.

Konohamaru terbangun di dini hari. Dia mendapat giliran jaga yang pertama, dari sore hingga tengah malam, karena itu saat ini Hanabi yang mendapat giliran jaga dari tengah malam hingga dini hari sedang dalam giliran jaganya.

"Hmm... Mungkin sebaiknya kubiarkan Hanabi tidur sebentar sementara aku mandi dan sarapan. Setidaknya untuk menghilangkan kantuknya saja…" Pikir Konohamaru.

Namun sebelum dia sempat memanggil Hanabi, ada suatu sensasi yang membuatnya gemetaran di pagi hari itu.

"Sebaiknya sebelum makan pagi dan mandi pagi, aku pergi kencing pagi dulu… hehehe…. "

Selesai menuntaskan 'hasrat pagi'-nya, Konohamaru-pun memanggil Hanabi yang masih berjaga dengan antengnya.

"Hooiii… Hanabiii…, Aku mau makan dan mandi dulu sebelum melanjutkan perjalanan, kira-kira akan makan waktu satu jam… Jadi kalau kau mau tidur sebentar untuk menghilangkan kantukmu…"

Hanabi pun segera bergerak menuju tenda, sedikit kuapan kecil menandakan kalau dia memang benar merasa agak mengantuk.

"Baiklah.. Bangunkan aku saja nanti… Terima kasih…" Ujarnya pelan.

"Terima kasih? Hanabi bisa mengucapkan kata 'terima kasih' kepadaku?" Batin Konohamaru tak percaya.

"Oh iya,… Satu hal lagi Kono," Sambung Hanabi.

"…?"

"Lain kali kalau kau butuh sedikit privasi saat aku sedang berjaga, bilang padaku dulu ya…"

"eh?" Konohamaru mulai merasa tidak enak.

"Soalnya selama berjaga, aku selalu mengaktifkan Byakugan-ku… Jadi, sebaiknya kau memperingati aku saat ingin melakukan 'ritual pagimu' seperti tadi." Lanjutnya sambil berlalu masuk ke tendanya.

"…" Konohamaru tidak bisa berkata apa-apa, dan hanya bisa menutupi 'alat vital'-nya dengan kedua tangannya.

….

Wew!!!

Gaje ya??? -_-

Yah, kasus action-nya akan mulai dari chapter depan kok… :D

Maaf ya kalo udah lama hiatus, terus baliknya dengan chapter yang pendek gini…

Sekali lagi.. Maaf… -_-`