Disclaimer : Oda-sensei
Genre : Advanture/Parody
Tale in Arabasta
Karya Demon D. Dhino
Vivi tidak tahu apa saja yang telah terjadi selama dia pingsan, dan saat dia sadar kepalanya terlalu sakit untuk memikirkannya.
"Dimana ini?" Tanya Vivi entah pada siapa, mungkin untuk dirinya sendiri.
Vivi memandang ke sekeliling ruangan secara perlahan, dan saat keadaannya sudah mulai membaik tiba-tiba pintu yang berada di ruangan itu memberi jalan bagi orang yang sudah membukanya.
Tidak butuh waktu lama bagi Vivi untuk menyadari bahwa yang masuk dari pintu bukanlah manusia melainkan rusa berhidung biru. Dapat dilihat dari reaksinya sepertinya si rusa juga kaget melihat Vivi, mungkin dia mengira Vivi belum sadar dari pingsanya.
"Te…te…"si Rusa berguma tidak jelas.
"Te…?" batin Vivi binggung.
"TEMAN-TEMAN ! DIA SUDAH SADAR" Teriak rusa itu tiba-tiba mengagetkan Vivi
Belum sempat Vivi bereaksi, 4 orang secara tiba-tiba masuk kedalam ruangan secara terburu-buru. Tentu saja ini membuat Vivi makin kaget
"Siapa kalian?"
"Aku Lufy! Pemimpin mereka semua, sekaligus orang yang sudah membawamu kemari!" jawab seorang pemuda berwajah bodoh dengan topi jerami, sambil menujuk yang lainnya.
"Zorro" kali ini seorang pemuda dengan rambut yang berwarna hijau dengan 3 katana yang menjawab.
"Aku Nami, salam kenal ya!" seorang wanita berambut oranye melambaikan tangannya pada Vivi.
"Aku Brook,salam kenal ya, nona manis"
"Gyaa! Setan!" teriak Vivi kaget melihat Brook yang hanya tengkorak.
"Setan? Dimana?" Brook gak sadar diri.
"Itu kau sendiri bodoh!" Nami memukul kepala Brook yang anehnya bisa benjol .
"Kenapa dia bisa seperti itu? lalu sepertinya diawal tadi aku melihat sesuatu yang mirip rusa yang bisa bicara diruangan ini deh?"
"Ah, Chopper maksudmu? Chopper kemarilah, tidak usah takut"
Tiba-tiba si rusa yang tadi dilihat diawal chapter kembali muncul dari balik pintu. Gayanya berjalan yang takut-takut persis seperti anak TK yang baru masuk TK.
"Aku Chopper"
"Sekarang bisa beritahu ini dimana?"
"Kau ada di rumahku, markas kami semua yang namanya Thousend Sunny!"Lufy menjawab dengan antusias.
"Lufy dan aku menolongmu semalam, jadi kami membawamu kemari karena kau pingsan" Zorro menjelaskan.
"Ah! Kalau begitu terima kasih banyak dan maaf sudah merepotkan kalian!" Vivi membungkukan badannya tanda dia bersungguh-sungguh.
"Hei, tidak perlu sampai seperti itu"
"Betul kata Nami, sebaiknya kita sarapan dulu" Lufy tersenyum pada Vivi lalu mulai berjalan keluar bersama Chopper sedangkan Nami membantu Vivi bangkit dari tempat tidur.
"Setelah sarapan, baru kita mebicarakan cara untuk menyelamatkan kerajaanmu, putri Vivi" Brook mengatakan dengan nada biasa tapi membuat Vivi bagaikan tersambar petir (lebay).
"Apa? Jadi kalian sudah mengetahui keadaanku?"
"Sudah-sudah, lebih baik kita sarapan dulu" jawab nami sambil tetap membawa Vivi berjalan.
Sekilas Vivi melihat senyum iblis dari Nami yang kakinya memnyeramkan membuat Vivi berkeringat dingin.
"Gawat! Firasatku tidak enak nih"batin Vivi pasrah sambil berjalan mengikuti Nami dan yang lainnya memasuki sebuah ruangan
Didalam ruangan sudah ada 4 orang lainnya yang sudah menunggu di meja makan. Seorang pria berambut kuning mempersilahkan Nami dan Vivi duduk dengan gaya gentleman. Vivi ternyata sangat menyukai hidangan yang disediakan, menurutnya rasanya sangat lezat lebih lezat dari makanan di istananya. Sanji, si pria berambut kuning, mulai memperkenalkan 3 orang lainnya yang ada di ruanagn itu. Mereka adalah Robin, Franky dan Usop. Dan saat sarapan habis mereka semua memulai memasang wajah serius membuat Vivi gugup seperti apakah nasib Vivi nanti? Tunggu aja di chap berikutnya !
Thanks for RnR
TBC
