Empty Heart
(Runaway)
Typo, dilanjut karena permintaan kalian.'
Don't Like Dont Read
Enjoy Reading
Sosok itu masih setia dengan raut cemasnya karena siapa lagi kalau bukan karena Kyuhyun. Sosok yang sekarang entah terjadi apa dengannya. Tentu saja sebagai seorang hyung dia sangat khawatir karena tidak tahu keberadaannya dari tadi. Ia tahu ia telat untuk menjemputnya tadi sore karena jam kuliah tambahan dari dosen yang mendadak itu. Tapi dia hanya telat setengah jam. Bukankah harusnya Kyuhyun menunggunya atau menghubunginya kalau dia pulang duluan.
Donghae sudah berusaha menghubungi nomor Ponsel Kyuhyun tapi tidak juga dijawab. Mencoba berpikir positif mungkin Kyuhyun sudah kembali ke rumah dengan Bus, tapi begitu Donghae sampai di rumah ia tak menemukan juga sosok Kyuhyun disana.
Langit yang berwarna biru dan berawan putih kini sudah berganti dengan kegelapan malam. Donghae masih menyisiri jalanan Seoul dengan mobilnya untuk mencari Kyuhyun. Bola Matanya melihat kesana kemari sambil tetap fokus menyetir. Dia berharap dapat melihat Kyuhyun disalah satu tempat di Seoul.
"Huhhhh" Donghae mulai menghela nafas. Hampir setiap sudut di Seoul ia lalui untuk menemukan Kyuhyun. Dia bahkan sudah menyetir selama hampir 4 jam.
"Kyuhyun ah, neo eoddiseo?" Pikiran Donghae menjadi tidak tenang. Kalau boleh jujur dia juga sudah mulai lelah berkeliling kota Seoul untuk menemukan Kyuhyun. Tapi pikiran itu ia tepis sebelum menemukan Kyuhyun. Ia tetap mencarinya.
.
.
.
.
.
Other Side
Sosok itu sekarang menunggu dengan raut wajah khawatir diruang tunggu. Dongsaengnya yang dari tadi diperiksa Euisa belum selesai juga sehingga ia tidak bisa menyembunyikan rasa tidak tenangnya. Kibum terus mondar-mandir didepan ruang pemeriksaan dan sesekali melihat lewat kaca pintu yang ada disana.
Dia takut suatu hal yang buruk terjadi pada dongsaengnya. Setelah Kyuhyun pingsan di pemakaman tanpa banyak membuang waktu lagi, Kibum menggendong Kyuhyun dipunggungnya dan membawanya ke rumah sakit paling dekat yang ada di Busan. Saat itu dunia Kibum seolah membeku dan rasa panik luar biasa dirasakannya setelah rasa terkejut karena Eommanya dan hyungnya meninggal. Kibum menangis ketika mencoba mengguncang tubuh Kyuhyun yang tidak ada respon sama sekali. Tentu saja karena memang Kyuhyun pingsan.
Dalam pikiran Kibum sudah cukup ia kehilangan dua sosok yang sangat ia rindukan selama beberapa tahun ini dan tidak pernah ia temui. Tapi naasnya bagi Kibum, kenangan waktu kecil adalah kenangan terakhir bersama Eomma dan Jungsoo hyungnya. Ia tidak mau ikut kehilangan Kyuhyun yang notabennya adalah saudara Kembarnya sendiri. Sekian tahun tidak bertemu dengan Kyuhyun, ia juga sangat merindukan dongsaengnya.
Dalam memori ingatan Kibum, Kyuhyun adalah sosok dongsaeng yang menyenangkan dan membuat harinya selalu berwarna ketika ia masih kecil dulu. Berangkat sekolah bersama, mengerjakan PR bersama, kejahilan Kyuhyun saat bermain bersama, sosok lugunya, matanya yang mengerjap lucu, merajuknya jika menginginkan sesuatu, wajahnya yang selalu ceria. Kibum sangat merindukan semua hal yang berkaitan dengan Kyuhyun. Bahkan sebelum orang tua mereka bercerai, mereka seperti surat dan perangko yang kemana-mana selalu berdua. Sampai pada perpecahan kedua orangtuanya membuatnya sangat sedih karena harus berpisah dengan Eomma, Jungsoo Hyung bahkan saudara kembarnya sendiri. Kibum menjadi sosok yang lebih pendiam sejak saat itu.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Euisa sudah keluar dari ruang pemeriksaan. Kibum sedikit lega dan tanpa berpikir panjang menghampiri Euisa tersebut dan menyanyakan keadaan dongsaengnya.
"Euisa bagaimana kondisi dongsaeng saya Kyuhyun?" Tanya Kibum
"Kyuhyun ssi, sepertinya mengalami maag dan stress ringan sehingga mengakibatkan daya tahan tubuhnya menjadi lemah. Selain itu tekanan darahnya juga rendah dan suhu tubuhnya menunjukan kalau dia sedang demam sehingga semakin memperparah keadaannya. Untuk saat ini Kyuhyun ssi perlu istirahat dan pola hidup yang sehat sangat penting untuk kesehatannya. Sebaiknya hindarkan Kyuhyun ssi dari tekanan agar tidak memperparah keadaannya. Karena kondisi psikis juga sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisiknya. Terutama untuk Kyuhyun ssi." Ucap dokter itu sambil menepuk pelan pundak Kibum.
"Nde Euisanim, kamsahamnida. Bolehkah saya masuk kedalam?"
"Masuklah tapi jangan menggangu istirahat pasien. Saat ini Kyuhyun ssi belum sadarkan diri. Mungkin beberapa saat lagi dia akan sadar. Oh ya Kibum ssi jika sudah sadar segera hubungi saya untuk mengecek keadaannya kembali."
"Nde.."
Skip-
Entah kenapa perkataan Euisa membuat seorang Kibum menjadi sangat sedih melihat sosok yang saat ini terbaring lemah diranjang rumah sakit ini. Siapa yang tidak sedih melihat saudara kembarnya mengalami maag dan stress ringan dengan kondisi lainnya. Tangannya mulai mengelus dan memegang tangan Kyuhyun yang terbebas dari infus.
"Kyuhyun ah mianhae... Kyuhyun ah ini terlalu berat kan?. Mian membuatmu mengalami masa sulit sendirian dan aku sebagai Hyung-mu tidak berada disisimu." Kibum mulai membuat untaian kata didepan Kyuhyun yang belum sadarkan diri itu sambil terus menggenggam tangannya.
"Kyuhyun ah sadarlah. Aku merindukanmu." Sekarang Kibum mulai mengerti dengan sosok pendiam Kyuhyun yang ia temui beberapa hari ini.
"Banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ya banyak sekali hal yang ingin Kibum ketahui tentang bagaimana hidup dongsaengnya itu setelah kepergian kedua orang yang disayanginya. Apakah ia hidup sendiri di Seoul. Banyak rasa penasaran yang masih ia pendam setelah mengetahui kenyataan yang mereka hadapi.
Kibum yakin melihat keadaan Kyuhyun sekarang dan penjelasan dari Euisa. Pasti sudah banyak Hal sulit yang terjadi pada Dongsaengnya. Ternyata kehidupan dongsaengnya jauh lebih sulit dari kehidupannya. Dan malam ini Kibum bertekat akan menjadi Hyung yang lebih kuat untuk bisa menjaga dongsaengnya. Kibum ingin melihat Kyuhyun yang dulu. Kyuhyun yang menjadi pelangi dalam hidupnya dan Kibum menjadi cahaya matahari yaang menghangatkan untuk Kyuhyun. Bahkan dalam tidur seorang Kyuhyun, Kibum melihat buliran airmata menetes di wajah pucatnya.
Flashback
'Jungsoo hyung cepatlah datang ke pentas sekolahku bersama Eomma. Pokoknya hyung tidak boleh ketinggalan dongsaeng tampanmu ini menjadi pemeran utama pentas seni nanti. Arasseo?' Kata Kyuhyun dengan semangatnya dan saat ini ia sedang berbicara dengan Jungsoo Hyungnya lewat telepon.
'ne captain. Hyung akan menggunakan kecepatan tertinggi untuk cepat sampai ke sekolahmu bersama Eomma. Hyung juga tidak ingin terlewat melihatmu menjadi sosok pangeran di pentas seni nanti. Tunggulah sebentar lagi dongsaeng ah.' Balas Jungsoo dengan menampakan senyum yang tentu saja tidak bisa dilihat Kyuhyun.
Setelah beberapa saat berbicara dengan junsoo hyung lewat telepon selesai, Kyuhyun melanjutkan persiapannya untuk pentas drama musikal yang diadakan sekolahnya. Para orangtua wali murid juga diundang dalam acara pentas seni sekolah dalam rangka ulang tahun sekolahnya yang berada di busan. Karena Kyuhyun memilih ekstrakulikuler Musik dan memiliki suara yang merdu maka ia dipercaya guru dan teman-temannya untuk menjadi pemeran utama dalam pentas ini.
Tentu saja hal ini membuat Kyuhyun senang dan ia berusaha menampilkan yang terbaik untuk sekolahnya dan lebih dari itu dia ingin kedua orang yang disayanginya bangga dengan apa yang dilakukannya nanti. Sedikit gugup memang tapi Kyuhyun selalu mengingat semangat yang diberikan Eomma dan hyungnya.
Kyuhyun melirik kearah penonton melalui celah panggung untuk melihat apakah mereka sudah berada disana. Mencoba mengamati setiap orang yang sudah mulai menempati kursinya. Tapi ketika pentas sudah mau dimulai Kyuhyun belum menemukannya juga. 'mungkin mereka sedikit terlambat' itulah yang dipikirkan Kyuhyun. Sehingga dia tetap melakukan pementasan dengan baik dan yakin mereka sedang menontonnya saat ini.
Tapi,,,
Bahkan sampai pentas seni yang menunjukan kyuhyun bermain drama musikal itupun Eomma dan Jungsoo hyung tidak datang. Dan raut kecewa tercetak jelas di wajah Kyuhyun. Walaupun drama tersebut sukses dan Kyuhyun mendapat pujian dari teman-teman, para guru serta beberapa wali murid yang menyaksikan pertunjukan itu. Tapi Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan raut sedih dan kecewanya. Apakah mereka mengingkari janjinya. Tapi tidak seperti biasanya mereka mengingkarinya. Apa sesuatu terjadi pada mereka. Kyuhyun mencoba menghubungi ponsel Jungsoo Hyung dan Eommanya tapi sama sekali tidak diangkat. Perasaan Kyuhyun mulai cemas, khawatir. Kenapa mereka tidak mengangkatnya juga. Tidak seperi biasanya. Itulah yang dipikirkan Kyuhyun.
Sampai panggilan yang entah keberapa, panggilan telepon itu akhirnya dijawab.
'yoeboseyo eomma' kata Kyuhyun cepat setelah teleponnya dijawab.
Tapi,,,
Jawaban itu bukan dari seorang yang diharapkan oleh Kyuhyun.
Selain itu Kyuhyun merasa ada yang aneh suara diseberang telepon sana. Suara sirine ambulan? Suara sirine polisi? Kebisingan.
Deg
Deg
Deg
Jantung Kyuhyun serasa berdetag tiga kali lipat lebih cepat dari biasanya. Kyuhyun memegang dadanya dengan tangannya. Membuat Kyuhyun terpaku ditempatnya. Perasaan kyuhyun sudah tidak bisa digambarkan lagi, bagaimana rasanya ketika orang yang menjawab teleponnya bukan suara Eommanya.
Hening.
'Maaf kami dari pihak kepolisian. Eomma anda dan seorang laki-laki yang bersamanya terlibat kecelakaan dan sekarang mereka sedang dibawa menuju Rumah sakit Busan. Harap pihak keluarga segera datang ke rumah sakit sekarang.'
Kyuhyun tercekat dengan penuturan itu. Cukup satu kalimat yang membuat seakan dunianya runtuh seketika. Eomma dan Jungsoo hyungnya, jadi itukah penyebab mereka tidak bisa datang. Kecelakaan itu, entah mengapa Kyuhyun merasa ini salahnya. Seharusnya tidak apa-apa mereka tidak datang. Seharusnya tidak apa-apa jika tidak datang maka mereka masih hidup. Seharusnya...
Seharusnya...
Seharusnya...
Dan Seharusnya Kyuhyun tidak menyalahkan dirinya di atas takdir yang sudah digariskan Tuhan. Tapi bagi Kyuhyun tetap saja kecelakaan itu..
Karena dirinya...
.
.
.
Kyuhyun terus menangis dalam tidurnya. Mimpi itu, mimpi yang setiap saat menghampirinya ketika ia terlelap dalam tidurnya begitu menyiksanya. Mimpi yang terus datang dan lebih tepatnya kejadian enam bulan yang lalu yang masih tergambar jelas dialam bawah sadarnya. Terlalu memikirkannya sehingga selalu datang.
Kibum mencoba membangunkan Kyuhyun yang sedari tadi terus menangis dalam tidurnya. Apalagi melihat tubuh dongsengnya itu bergetar dalam tidurnya. Ketika usaha untuk membangunkannya itu tidak berhasil, kibum mengusap lembut kepala dongsengnya dan berkata dengan ketenangan disamping telinga Kyuhyun.
"Kyuhyun ah. Tenanglah ada hyung disini."
"apapun hal yang ada dalam mimpimu ada hyung yang akan selalu disisimu."
"Ku mohon kyuhyun ah. Tenanglah. Hyung menyayangimu dan akan menjagamu."
"tenanglah."
Beberapa kalimat yang selalu Kibum rapalkan untuk Kyuhyun dan menghapus airmata dongsaengnya. Merasakan hawa panas tubuh dongsaengnya. Perlahan tapi pasti tubuh Kyuhyun mulai tidur dengan tenang. Mungkin kyuhyun mulai merespon dalam tidurnya dan kata-kata hyung-nya memberi ketenangan untuknya.
Kibum tidak tahu apa yang membuat Kyuhyun seperti ini dan ia ingin tahu apa itu. Apa yang membuat Kyuhyun sampai menangis dalam tidurnya. Ia merasa dongsaengnya sedang memendam masalahnya seorang diri. Apakah ia bisa membuat Kyuhyun berbagi masalah dengannya. Apakah ia bisa mengurangi beban Kyuhyun. Kibum tetap menggenggam erat tangan Kyuhyun seolah menyalurkan kekuatan mulai bernafas lega melihat Kyuhyun yang sudah mulai tenang. Tinggal menunggunya sadar.
Sampai setelah beberapa saat berlalu, Kibum melirik tasnya yang terbuka sedikit dan terdapat cahaya dari dalam. Handphonenya menyala dari dalam yang menujukan ada panggilan dari Hyungnya.
Tanpa berpikir panjang Kibum langsung mengangkat panggilan tersebut.
"yeob-"
"yak bocah. Kemana saja kau huh? Kau tau aku menelponmu dari tadi dan dimana kau sekarang. Apa kau tahu ini sudah malam. Yak.. kau tidak lupa jalan menuju rumahmu kan. Aiiissh jjincha.." kata Heechul dengan cepat. Mungkin dia mengucapkan dengan satu tarikan nafas.
"Hyung.. ak-"
"cepatlah jawab bocah."
"Hyung berhenti bicara jika ingin aku jawab. Dari tadi kau selalu memotong perkataanku."
"baiklah dimana kau sekarang.?"
"Busan"
"Mwo?"
Akhirnya Kibum menjelaskan semua yang terjadi pada Heechul hyungnya. Tentang kejadian yang dialaminya hari ini dan soal Kyuhyun. Kematian Eomma dan Jungsoo. Tentu saja itu membuat Heechul terkejut dengan semua itu. Kibum tahu Heechul sedang menahan tangis diseberang telepon sana. Suara Heechul terdengar bergetar dan serak. Ini sangat berat untuknya. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan mereka bukan kabar bahagia yang didengarnya namun berita duka dari mereka.
Setelah berbicara cukup lama lewat telepon. Heechul berkata kepada Kibum akan menyusul mereka ke Busan. Kibum pun menutup teleponnya dan melihat kembali kondisi Kyuhyun yang masih setia menutup matanya.
1 jam kemudian
Kelopak mata yang sedari tadi tertutup kini secara perlahan mulai terbuka. Mengerjapkan beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retina matanya. Pusing. itulah yang dirasakannya saat ini. Pandangannya masih kabur melihat ruangan tempatnya berbaring. Tangan kirinya terasa kebas. Tubuhnya juga masih terasa lemas dan tidak memiliki tenaga.
"Kau sudah sadar? Syukurlah." Kyuhyun menoleh kesuara tersebut dan pandangannya sudah mulai jelas bahwa itu adalah sosok Kibum yang sedang berdiri disamping ranjang tidur rumah sakit yang ia tempati sekarang. Kyuhyun tak menjawab dan masih melihat sekelilingnya. Setelah beberapa saat Kyuhyun gusar. Ia tahu dimana ia sekarang. Tempat yang dibencinya yang selalu mengingatkan tentang kedua orang yang disayanginya. Kenangan buruk itu.
"Gwenchana?" Tanya Kibum lagi.
"kenapa kau membawaku kesini?" tanya Kyuhyun tak menhiraukan perkataan Kibum sebelumnya.
"Kondisimu tidak baik-baik saja sekarang dan kau perlu dirawat di Rumah sakit. aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu kembali." Kata Kibum lugas. Kibum tidak mengerti dengan pertanyaan Kyuhyun. Apa yang salah dengan membawanya ke Rumah sakit? itulah yang dipikirkan Kibum.
"Tidak usah Kibum ssi. Aku akan pulang sekarang dan aku baik-baik saja."
"Mwo? Yak apa yang kau lakukan?" Kibum panik melihat Kyuhyun yang tiba-tiba mencabut jarum infus yang ada ditangannya. semua itu terjadi dengan cepat dan Kibum tidak sempat mencegahnya. Kibum berusaha menahan Kyuhyun yang akan turun dari ranjangnya. Semakin panik ketika Kyuhyun memegang kepalanya yang terasa masih pusing.
"tenanglah.. kau masih perlu dirawat." Kibum mencoba menenangkan Kyuhyun yang masih bersilkeras untuk pergi dari Rumah sakit.
"Bisakah kita pulang sekarang. Jebal." Kata Kyuhyun lirih dan memohon dengan airmatanya yang berkabut kepada Kibum, membuat Kibum terpaku dengan perkataan Kyuhyun. "Jebal. Kita pulang sekarang. Aku tidak apa-apa." Kata Kyuhyun lagi.
"tapi kondisimu masih lemah Kyu~"
"Jebal Kibum hyung."
Cara terakhir Kyuhyun dengan memanggil Kibum dengan 'hyung' agaknya membuat seorang Kibum tidak kuasa menolak permintaan Kyuhyun. "Baiklah tapi biarkan Euisa memeriksamu terlebih dahulu dan Heechul hyung akan menjemput kita."
Akhirnya Kibum memanggil dokter untuk memeriksa kembali keadaan Kyuhyun. Sang dokterpun datang dan memeriksa kondisi Kyuhyun. Pada akhirnya walaupun kondisinya masih belum baik, sang Euisa hanya bisa mengikuti keinginan pasien yang ingin pulang. Menuliskan beberapa resep dan berpesan istirahat dengan baik selama dirumah.
Skip
Kyuhyun dan Kibum menunggu kedatangan Heechul untuk menjemput mereka yang masih berada diruang rawat Kyuhyun sebelumnya. Kibum memaksa Kyuhyun untuk tetap berada di ranjangnya sampai Heecchul hyung-nya datang. Walaupun Kyuhyun sempat tidak setuju dan mengusulkan menunggu di luar rumah sakit. Hal itu langsung mendapat penolakan langsung dari Kibum dengan tatapan mengintimidasinya. Hey Kyuhyun masih sakit dan menunggu diluar? Jelas Kibum langsung menolak usulan dongsaengnya itu. Kyuhyun hanya bisa diam ketika melihat tatapan mata tajam dari Kibum saudara kembarnya.
Dilain sisi Kyuhyun sangat gugup dan takut sekarang. Bertemu dengan sosok Hyungnya yang lain. Kyuhyun takut reaksi Heechul hyung-nya mengenai kematian Jungsoo dan Eomman-nya. Kyuhyun takut dia akan menanyakan detail kecelakaannya dan berujung menyalahkannya. Dalam ingatan Kyuhyun, seorang Heechul adalah Hyung yang pemarah dan tidak pernah dekat dengannya waalaupun ia juga dongsaeng kandungnya. Tapi Heechul lebih akrab dengan Kibum. Kyuhyun sangat merasa bersalah dalam hal ini karena ia merasa kecelakaan ini adalah salahnya. Dia hanya takut Kebencian dari keluarganya sendiri. Jika sudah seperti ini Kyuhyun ingin seperti sebelumnya untuk berpura-pura tidak mengenali mereka tapi sepertinya itu sudah tidak bisa ia lakukan lagi.
Kyuhyun juga belum siap kembali bertemu dengan Appanya dan melihat reaksi Appanya. Kyuhyun juga tidak bisa membayangkan itu. Kyuhyun belum siap untuk semuanya. Jika Heechul hyungnya kesini pasti mereka akan membawanya kerumah Appa dan bertemu Appanya. Kyuhyun sedang memikirkan hal itu. Ah apa yang harus ia lakukan. Kyuhyun ingin kabur sekarang. Ia belum siap bertemu dengan Appa dan Heechul hyungnya.
"Kibum ssi. Ehmm.. bolehkah aku minta tolong padamu?" tanya Kyuhyun
"Apa? Dan bisakah memanggilku Hyung? Kau bicara terlalu formal. Bukankah tadi kau sudah memanggilku Hyung. Apa kau masih berpura-pura menjadi orang lain?" Cerca Kibum.
"Mianhae.. mmm.. hyung.. Aku ingin minta tolong...Maukah kau membelikanku makanan diluar aku lapar dan tidak mau makanan rumah sakit." kata Kyuhyun sambil menundukan kepalanya takut.
"Eh..? tapi sebentar lagi Heechul hyung akan datang. Kita tunggu saja dan setelah itu kita bisa makan bersama." Kata Kibum.
"Tapi aku sudah sangat lapar. Hyung Kau tahu kan kata Euisa tadi aku magh akut dan perutku minta diisi sekarang."
"Baiklah.. kau tunggulah disii dan jangan kemana-mana."
Kibumpun mau tidak mau menuruti permintaan Kyuhyun membelikan makanan di kantin rumah sakit. Setelah Kibum berjalan keluar dari ruang rawatnya akhirnya Kyuhyun bisa bernafas lega. Kyuhyun segera mengambil Handphone-nya yang di nonaktifkannya di dalam tas. Banyak pesan masuk dari Donghae hyung. Ah Kyuhyun lupa dan merasa bersalah karena tidak memberi kabar pada Donghae. Akhirnya tanpa pikir panjang dia langsung menelepon Hyung-nya itu.
"Hyung bisakan kau ke Busan sekarang. Aku ada disini"
...
"Mianhae hyung, jeongmal mianhae.. aku tadi hanya mengunjungi Eomma dan Jungsoo Hyung."
...
"Ne, gomawo Hyung."
Memanfaatkan situasi Kibum yang pergi mencarikannya makanan, Kyuhyun langsung keluar dari ruang rawatnya. Ia berencana menunggu Donghae di rumah lamanya dulu. Walaupun kondisinya masih lemah dan pusing menyerangnya. Kyuhyun tetap kabur dari Kibum. Ia hanya belum siap bertemu Heechul dan Appa-nya walaupun jauh dilubuk hatinya ia juga sangat merindukan mereka.
Diluar rumah sakit Kyuhyun memberhentikan sebuah taksi dan menuju rumah lamanya. Ia tahu ia salah dan egois hanya mementingkan perasaannya dan meninggalkan Kibum atau lebih tepatnya kabur. Ia hanya belum siap bertemu mereka lagi. ia tahu bahwa ia terlalu berpikir rumit. Tapi ia juga tidak tahan dengan situasi ini. Kyuhyun juga masih tidak sanggup menjelaskan kecelakaan itu. Cukup Donghae yang sudah tahu dari awal tentang itu. Cukup Donghae yang mengerti rasa bersalahnya dan selalu menenangkannya.
Jika Kibum dan Heechul bahkan Appanya tahu tentang Kecelakaan itu. Ah Kyuhyun masih tidak ingin membahas itu pada siapapun. Rasa bersalah itu selalu menyiksanya dalam setiap tidurnya dan hidupnya. Membuatnya merasa sakit setiap memikirkan mereka. Kyuhyun hanya belum tahu dibalik misteri ada sebah misteri lagi yang tersimpan tentang kecelakaan itu.
...
"Yak.. Kyuhyun ah kau kemana? Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu. Mwo? Busan?"
...
"Ah baiklah, lain kali jika kau ingin mengunjungi mereka. Kau harus mengabariku dulu Kyuhyun ah.. bukankah tadi aku bilang akan menjemputmu. Baiklah hyung akan ke Busan sekarang untuk menjemputmu. Kau tunggulah dirumahmu yang berada di Busan."
...
Donghae akhirnya bisa bernafas lega setelah Kyuhyun mengabarinya sekarang. Mencari Kyuhyun yang ternyata dia berada di Busan, kenapa tadi dia tidak berpikir sampai kesana. Kyuhyun yang mengunjungi kedua orang yang disayanginya. Begitulah pikir Donghae. Tanpa menunggu lebih lama lagi Donghae langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah Kyuhyun dulu yang berada di Busan. Sungguh Donghae merasa dia bukan Hyung yang baik bagi Kyuhyun. Tidak bisa meyakinkan Kyuhyun bahwa semua ini bukan salahnya. Tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak dan mungkin akan berpikiran sama jika ia dalam posisi Kyuhyun sekarang. Tapi bukankah sebuah kematian adalah takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan.
Yang jelas dari semua ini adalah mereka terutama untuk seorang Kyuhyun hanya butuh waktu. Waktu untuk memikirkan semuanya bahwa ini memang garis hidup yang harus dijalani. Waktu untuk menerima keadaan yang sekarang ketika orang terdekatnya sudah pergi.
.
.
.
.
At Hospital
Disinilah yang terjadi dengan Kibum sekarang tengah kebingungan mencari Kyuhyun. Seharusnya Kibum tahu Kyuhyun hanya membohonginya tadi. Itulah yang Kibum sesalkan sekarang. Kenapa Kyuhyun selalu mencoba lari darinya. Kenapa Kyuhyun selalu mencoba menghindarinya.
Dia mengitari seluruh area yang berada di Rumah sakit namun dengan hasil yang Nihil. Kibum sungguh tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun sekarang atau memang sejak pertama bertemu setelah perceraian kedua orangtua mereka, Kibum tidak tahu dengan sikap yang ditunjukan Kyuhyun.
Kibum ingin menghubungi Kyuhyun, tapi dia sendiri tidak tahu berapa Nomor ponsel Kyuhyun. Arghh.. rasanya Kibum ingin berteriak Frustasi sekarang. Sebenarnya ada apa dengan dongsaengnya itu. Kenapa sejak pertama melihatnya selalu membuatnya Khawatir. Apalagi dengan kondisi Kyuhyun yang masih sakit sekarang, sehingga hal itu membuatnya semakin mencemaskannya.
Tak lama setelah itu Heechul sudah sampai kerumah sakit dan bertemu dengan Kibum dongsaengnya dengan raut muka kebingungan. "Kibum ah kau kenapa?"
"Hyung aku mencari Kyuhyun. Dia kabur dariku lagi hyung. Tadi dia memintaku mencarikannya makanan dan aku pergi ke kantin rumah sakit tapi ketika aku kembali dia tidak ada di ruang rawatnya Hyung. Dia kabur lagi dan dia masih sakit hyung." Kata Kibum cepat dan itu merupakan kalimat terpanjang yang Heechul dengar dari seorang Kibum.
"tenanglah Kibum ah. Aku yakin dia tidak apa-apa sekarang."
"apa maksudmu hyung dengan tidak apa-apa hyung?. Kondisi kyuhyun tidak baik-baik saja bahkan Euisa tadi berkata bahwa ia sakit. ia terkena magh, darah rendah dan stress ringan dan..." Kata Kibum dengan suara kalutnya.
"Kibum ah.. jebal.. tenanglah..." dengan cepat Heechul memotong ucapan Kibum dan merengkuh tubuh Kibum kedalam pelukannya. "kau tahu dengan kondisimu sekarang ini, kau tidak mungkin bisa menemukan Kyuhyun, tenaglah... Ini sudah larut malam sebaiknya kita mencari penginapan disini dan beristirahat."
"tapi Hyung bagaimana dengan Kyuhyun? Dia sakit sekarang." Lirih Kibum dengan raut wajah yang khawatir.
"aku yakin dia akan baik-baik saja Kibum ah. Ia pasti punya tempat tujuan sekarang. Kita bisa mencarinya besok. Kau terlihat sedikit pucat Kibum ah. Kau harus menjaga Kondisimu dengan beristirahat jika ingin bertemu Kyuhyun Bum ah. Percayalah.." Kata Heechul dengan tatapan mata meyakinkannya.
Saat ini Heechul harus bisa menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. Walaupun tanpa disangkal, perasaannya sama kalut dan khawatirnya seperti yang Kibum rasakan sekarang. Tapi jika ia tidak bisa berpikir tenag bukankah membuat situasi semakin buruk dan tidak ada hal yang bisa mereka lakukan.
Akhirnya Heechul membawa Kibum kedalam mobilnya dan mencari tempat penginapan uuntuk mereka. Walaupun ia sendiri tidak yakin apakah bisa tidur tenang malam ini karena memikirkan keberadaan Kyuhyun. Heechul masih mencoba memahami semua situasi yang terjadi sekarang.
"Gomawo Ahjussi."
Kyuhyun keluar dari taksi yang ditumpanginya dan memandang rumah yang selama enam bulan ini tidak lagi ia tempati. Pekarangan yang tidak terlalu terlihat dimalam hari. Dulu ketika Eommanya masih hidup ia sangat suka berkebun dan membuat pekarangan bunga kecil yang indah di depan rumah mereka.
Eomma
Terdapat kursi dan bangku taman yang berada diantara kebun kecil mereka. Dulu mereka sangat suka menghabiskan waktu disana untuk makan ataupun minum teh bersama. Selalu ada Jungsoo hyung yang membuat Kyuhyun dan Eomma terhibur dengan celotehannya.
Jungsoo
Kyuhyun berjalan pelan menuju rumahnya. Rumah itu masih seperti dulu dengan suasana kehangatan yang pernah ia rasakan. Rumah yang menyimpan seribu kenangan indah untuk dirinya tentang mereka. Rumah sederhana tapi mampu membuatnya hidup bahagia walaupun keluarga mereka yang tidak utuh.
Membuka pintu dengan perlahan. Melihat sedikit debu yang berada di gagang pintu. Mencari tombol saklar untuk lampu rumahnya yang terlihat gelap karena tidak ada lampu yang menyala. Setelah keadaan terang Kyuhyun menyibak kain yang menutup Sofa kecil dirumahnya. Mendudukan dirinya di Sofa tersebut. Kyuhyun termenung. Rumah ini sangat sepi karena tidak ada lagi suara Eommanya yang sibuk memasak didapur, tidak ada lagi suara Jungsoo hyung yang sibuk dengan berkas-berkas file kantornya. Dan dulu dilengakapi Kyuhyun yang duduk di sofa sambil membuat kegaduhan dengan PSP kesayangannya. Namun hal itu tidak lagi ia rasakan dan semua yang kyuhyun lihat hanyalah sebuah kenangan.
Kyuhyun terlalu sulit untuk menerima kepergian mereka. Ini terlalu berat untuknya. Kyuhyun ingin melupakan semuanya tapi itu juga hal yang tidak mungkin bisa ia lakukan. Jika dia boleh merengek seperti dulu dia hanya ingin Jungsoo dan Eommanya sekarang. Tapi semua itu juga tidak mungkin bukan. Semuanya membuatnya terlalu sakit. Kyuhyun yang tidak bisa berhenti berpikir tentang mereka.
Tok tok tok
tok tok tok
Ketukan pintu itu membuyarkan semua lamunan Kyuhyun. Mungkin Donghae Hyung sudah datang pikir Kyuhyun. Tanpa berpikir lebih lama lagi kyuhyun beranjak dari sofanya dan pergi menuju pintu.
CKLECK
"Nuguseyo?"
Ternyata pikiran Kyuhyun salah. Orang yang datang bukan Donghae, tapi penampilan orang itu membuat Kyuhun terkejut sekaligus takut. Orang itu langsung membuka pintu lebar-lebar dan mendorong Kyuhyun kebelakang sampai membuat punggung Kyuhyun bertabrakan dengan lantai. Tentu saja hal itu membuat erangan kesakitan dari Kyuhyun. Kyuhyun semakin takut, sungguh tubuhnya saja masih lemah dan sakit sekarang. Orang itu memakai masker dan topi dengan pakaian serba hitamnya cukup membuat perasaan Kyuhyun was was sekarang. Apa yang akan dilakukan orang ini kepadanya. Orang itu menutup pintunya kembali dan mengunci pintu dari dalam. Kyuhyun berusaha bangun dari lantai yang ditidurinya karena dorongan tadi. Tapi belum sempat ia bangun orang itu sudah mendorong Kyuhyun lagi dan Kyuhyun kembali terjatuh ke lantai.
"Nu.. nu.. guseyo.. ap.. apa yang ingin.. kau lakukan pa.. daku?" tanya Kyuhyun dengan nafas yang tercekat. Kyuhyun takut sekarang. Ia tidak akan bisa melawan orang itu dengan kondisinya sekarang. Saat ini ia hanya berharap Donghae atau siapapun datang untuk menyelamatkannya. Pandangan Kyuhyun mengabur akibat rasa pusing yang menyerang kepalanya. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun mencoba menepisnya dan mempertahankan kesadaran yang ia miliki.
'
.
Lanjut atau gaknya seperti dichapter pertama
Kalian yang menentukan. Apakah masih ada peminatnya.
Sebenarnya aku nulis FIN kemarin itu emang bener udah ga mau lanjut ini FF, jadi aku kan gak PHP pembacanya. Tapi liat orang yang Review pada Exited bgt jadi semangat nulis lanjutannya.
Kritik dan saran yang kalian berika bikin semangat aku nulis.
Ini chapter menurut aku panjang udah 12 halaman di Ms word. Terpanjang sepanjang aku nulis FF.
Anyways.. makasih banget buat dukungan kalian untuk FF ini dari Kritik dan Sarannya dikolom Review.. Bermanfaat banget apalagi yang ngasih saran jadi aku bisa tau kekurangan dari setiap tulisan FF yang aku buat. Jadi aku bisa mikir "Oh begitu ya jadi ntar lanjutannya aku harus gini alur ceritanya." Dan ketika aku berniat buat gak lanjut "Wah masih ada yang ngarepin FF ini lanjut ternyata padahal aku ga maksa Review n udah rencana ga mau lanjutin FF nya" hehehe "Oh pada ngarep update cepet".
POKOKNYA makasih buat dukungan, kritik yang membangun dari kalian. Sejauh ini aku baca banyak yang positif dari reviewnya. Pokoknya Terimakasih buat yang Review dan buat yang udah nyempetin Baca... Ada yang baca aja aku seneng. Soalnya ada keterangan grafik pembacanya ada 500 lebih pembaca setiap Chapter.
Lihat saya dan sahabat saya di Instagram bersama fiad_friendshipadventure pengen banget bikin FF dengan inspirasi nyata dari mereka sahabat dari SMP. Itu bukan akun ig aku sih tapi akun bersama.
Oh ya buat yang nanya kabar skripsiku di FF 'Secret Love' Aku udah Wisuda tanggal 4 Juni 2016 kemarin. Hehe. Makasih.
Mohon maaf jka ada kesalahan dibulan yang Suci ini. Bye... bye...
