Chapter 2: Rukia memutuskan untuk membuka tumblrnya. Ternyata isi dari tumblr itu malah membuatnya semakin mengingat Ichigo.
RUKIA POV
Hahaha, sekarang aku ingat saat pertama kali bertemu dengan Ichigo, kami bermusuhan. Tetapi karena tidak sengaja kami suka minuman yang sama orange juice-kami akhirnya berteman. Dan jangan lupa saat dia menolongku kabur dari Nii-sama. Dialah yang membuat lubang didinding itu dan menyuruhku ikut membantunya. Dia juga yang membelikanku sebuah syal baby purple, dia yang membuatku tertawa ketika aku merasa diaikan oleh Renji, Dia orang yang selalu ada saat aku terpuruk. Sekarang aku amat menyesal. Tapi semuanya sudah terlambat bukan? Nasi sudah menjadi bubur.
Destino
Anime/Manga : Bleach
Disclaimer : Om Tite Kubo *om saya -digampar-*
Genre : Romance, Friendship, Galaau *ada gitu*
Rate : K+ / T
Warning : Abal, Aneh, SANGAT OOC, Typo(s), GALAU.. GALAU DAN GALAAU
and
Big Thanks to : Readers, Reviewers, Dll serta Alya Fakhira Budiman, Alisha Farizka Nadhirani, Ghina Salsabila untuk ngasih saran kalau saya sedang galaau, don't forget Aisha Nur Ashri Widya Iradatullah alias Icha untuk sudah menyukai fict saya sebelum ini dan untuk pencipta lagu dan penyanyi galau karena sudah menginspirasi saya, tidak lupa orang yang sudah membuat saya galau. Sekian cuap-cuapnya.. Happy Reading ^^
Chapter 3:
- Rukia POV
Kemarin adalah waktu pengambilan raport -hari terakhirku di Karakura ya, Aku akan pindah ke London. Karena Aku sudah bercerita pada Hisana-san yang sekarang sudah resmi menjadi istri Nii-san- dan Hisana-san sendiri berbicara pada Nii-san lalu Nii-san memutuskan untuk memindahkanku ke London, ke tempat Nenek dan Kakek karena Nii-san tidak ingin melihatku patah hati, lagipula aku ingin menjadi seorang fotografer profesional. Besok Aku akan berangkat. Sekarang Aku sedang menuju sekolah. Bukan untuk belajar, bukan juga untuk mengambil barang yang tertinggal. Aku ingin meninggalkan barang. Hana secarik kertas yang berselimut amplop kecil. Aku langsung menaruh kertas itu kesebuah loker yang terbuka. Yah, orang yang mempunyai loker itu.. seperti biasa SANGAT CEROBOH. Setelah keluar gerbang sekolah, aku memandang sekolah itu sekali lagi dan.. tersenyum. Ini terakhir kalinya aku akan melihat sekolah ini. Sayonara Ichi..
Minggu, 11 November 2011 (11:11) *wah tanggal bagus (?)*
- ICHIGO POV
Hari ini aku akan pergi kesekolah. Kalian pasti bertanya-tanya padahal ini adalah hari minggu, aku hanya mengambil barangku yang tertinggal. Barang itu.. barang yang spesial untukku. Mau tau? itu hanya kacamata biasa yang masih kebesaran jika kupakai. Kacamata.. dari seseorang yang saat ini sudah memporak-porandakan perasaanku, Kuchiki Rukia. Aku masih ingat disaat dia memberikan kacamata ini padaku..
Flashback..
NORMAL POV
Jumat, 19 Februari 2002 (11.00) Jam 11.00
Di Karakura Elementary School, kelas 4-A sedang mempelajari pelajaran matematika. Pelajaran yang biasanya tidak disukai oleh kebanyakan siswa.
"Ichigoo! Kenapa kamu duduk dibelakang?" tanya gadis kecil berambut hitam sebahu.
Ya, biasanya Ichigo Kurosaki menduduki bangku kosong disebelah gadis kecil itu.. barisan paling depan.
"Males" jawab bocah yang dipanggil Ichigo.
Gadis kecil itu langsung berjalan menuju bangku sang bocah.. lalu Ia menyipitkan matanya. Tulisan di papan tulis terlihat buram.
"Ichi.. kamu bisa melihat tulisan Ochi-sensei yang kecil itu dari sini?" tanya gadis itu lagi.
"BISAA! SUDAH RUKIA DIAM BISA? BERISIK!" jawab bocah itu dengan garang.
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.
Esoknya adalah hari sabtu, Seharusnya tentram tetapi tidak untuk rumah kediaman Kuchiki. PRANG!
Masih pagi tetapi terdengar suara pecahan kaca. Oh bukan, ternyata itu bukan kaca tetapi itu adalah suara celengan ayam jago yang dipecahkan oleh seorang gadis kecil.
'belum cukup' pikir gadis itu.
Aha! *lampu diatas kepala*
Gadis itu langsung menuruni tangga dan menuju dapur.
"Nii-san! Aku boleh minta uang tidak? untuk membeli kado buat temanku yang ulang tahun. boleh ya Nii-san?" pinta seorang gadis kecil.
Byakuya memasang tampang berpikir. Lalu akhirnya mengangguk.
Rukia senang bukan main. Siangnya dia langsung pergi keseuah toko optik. Tanpa pikir panjang dia memilih sebuah kacamata biasa berbingkai hitam dengan harga yang pas dengan uang yang dia bawa sekarang. Sorenya Ia bertamu ke rumah keluarga Kurosaki yang merupakan tetangga dekatnya. Ia mencari Ichigo. Menurut ibu Ichigo- dia ada dikamarnya.
Rukia mengetuk pintu dan langsung masuk ke kamar Ichigo.
"Ichi! Ini ada sesuatu untukmu." ucap gadis itu dengan riang.
"hah?" tanya Ichigo yang kaget
"iya, ini kacamata. Jadi nanti kamu tidak usah repot kalau ingin duduk dibelakang. Tinggal pake kacamatanya saja. Beres" jelas Rukia sambil menyondorkan kacamata yang ukurannya terlalu bersar untuk Ichigo.
Ichigo kaget. Padahal kemarin dia memarahi Rukia. Dia pikir Rukia akan membencinya tetapi ternyata tidak. Dia bahkan menganggap lelucon dan ucapan ngawur Ichigo itu beneran.
"Err.. Arigatou Rukia" balas Ichigo sambil menampakan wajah malu.
End of Flashback
Dan tanpa terasa dia sudah sampai didepan lokernya yang terbuka. Hahaha betapa cerobohnya dia. Dia lalu mengambil kacamata tersebut.. tunggu, ada sesuatu yang janggal. Ada sebuah amplop putih yang kontras dengan loker Ichigo yang hitam. Didepan amplop itu tertulis
To: Jeruk Baka Strawberry Jabrik
Tanpa basa-bai Ichigo membuka amplop itu lalu Ia membaca isinya.. matanya terbelalak.. ia sangat kaget.
ICHIGO POV (Tulisan Italic adalah isi surat)
Hi, Ichi. Mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah berjarak sangat jauh dari tempatmu sekarang.
Hah? Kau dimana Rukia?
Aku hanya ingin minta maaf. Mungkin kamu marah karena waktu kamu mengerjai aku dulu.. em.. aku menolakmu jadi kau takbisa mengerjaiku.
Aku tidak mengerjaimu..
Maaf.
Kau tidak perlu meminta maaf
Aku mau jujur. Sebenarnya selama ini aku selalu memperhatikannmu tanpa kau ketahui. Dan jujur saja aku cemburu saat kau mengobrol dengan Senna.
Benarkah? Aku ingin melihat wajah cemburumu sekarang Rukia.
Aku ingin berkata.. 'That should be me'. Tapi, ya sudahlah mungkin kau memang menyukainya.
Tidak.. aku tidak..
Walaupun sudah terlambat aku ingin berkata kalau.. Aku menyayangimu Ichigo.
Deg
Normal POV
"I-ini beneran?" Ichigo yang tidak percaya langsung bertanya pada Momo, salah satu sahabat Rukia.
"Halo? Ini Momo kan? Ichigo. Oya, Rukia hari ini pergi? Kemana? London? Jam berapa? Oh gatau oke thanks" Momo hanya mengetahui bahwa Rukia pergi ke London. Tidak tau jam berapa dan menggunakan pesawat apa.
Dalam perjalanan pulang Ichigo bertemu Inoue, salah satu sahabat Rukia juga.
"Eh Inoue, kamu tau Rukia pergi ke London kan?"
Inoue hanya mengangguk
"Pesawatnya berangkat jam berapa?" lanjut Ichigo
"2 siang" jawab Inoue pendek.
"Kalau nama pesawatnya?" Inoue menggeleng.
Ketika Ichigo akan pergi, Inoue berkata
"Tanyakan saja pada Tatsuki Kurosaki-kun!" saran Inoue.
Oke, Thanks balas Ichigo.
'Huh! Kenapa jadi aneh begini sih?Apa Aku harus menanyai teman-teman Rukia satu persatu?' tanya Ichigo dalam hati.
"Halo? Ichigo. Tatsuki kan? Rukia pergi ke London jam 2 siang pesawatnya apa? Oh, iyaiya trims" Ichigo berkata dengan singkat padat dan jelas.
'jam 2 siang ya? Ini masih jam 12 siang. Mungkin dijalan akan macet jadi.. aku berangkat sekarang saja' batin Ichigo.
Setelah sampai dirumah di langsung mengambil motornya. Benar saja, jalanan sangat macet untung saja Ichigo menggunakan motor jadi mudah melewati sela yang sempit *slim gitu*
Ichigo sampai di bandara tepat jam 13.30 siang. Ichigo terus mengedarkan pandangannya ke kanan dan kekiri.
'Perempuan pendek,berambut hitam.. ah itu Dia!' Ucap Ichigo dalam hati.
Ia langsung memeluk perempuan berambut hitam itu.
"Rukia.. kukira Aku terlambat, maafkan Aku. Aku.. juga menyayangimu" kata Ichigo dengan lembut.
"Rukia? Hah siapa kamu?" tanya perempuan itu.
"HEI! KAMU BERANI-BERANINYA YA PELUK PACAR SAYA!" ucap lelaki disamping perempuan itu.
"M-maaf Om, hehehe saya kira teman saya" jelas Ichigo yang langsung lari ngibrit.
Sesampainya di rumah, Ichigo langsung mengambil sesuatu dari sakunya. Kacamata berbingkai hitam yang kebesaran. Lalu Ia tersenyum miris.
"Rukia, kenapa kau pergi hah? Kau tidak tau kan apa yang sebenarnya aku rasakan selama ini? Apa yang aku sembunyikan darimu? Saranghae Rukia." Ucap Ichigo dengan tatapan sendunya.
Why am I afraid to lose you when you' re not even mine?
5 tahun kemudian
KLIK..
KLIK..
CTAK!
Bunyi kamera itu memekakan telinga orang yang tak biasa mendengarnya. Tetapi tidak dengan gadis ini. Dia selalu mengalungkan kamera di lehernya. Gadis ini berkulis putih bersih, iris matanya yang violet dan rambutnya yang hitam kontras dengan dress yang dia kenakan.
Dress itu berwarna putih polos menutupi tubuhnya hingga sepanjang lutut, lengan dress itu panjang hingga pergelangan tangannya. Tak lupa Ia menggunakan ikat pinggang yang cukup besar berwarna hitam dan syal berwarna baby purple yang sangat aneh bila dipadukan dengan pakaiannya saat itu. Bahkan dengan sepatu heels rendah berwarna hitam yang Ia pakai.
Gadis itu terus mengarahkan kameranya ke seluruh penjuru taman yang Ia datangi sore ini.
"Sudah lama ya.." pikir gadis itu.
Tiba-tiba lensa kameranya berhenti pada satu pemandangan yang langka. Seorang laki-laki yang tiba-tiba berlari karena melihat seorang anak kecil yang terjatuh dari ayunan. Gadis itu terus memotret setiap adegan yang mereka lakukan. Mulai dari mengambil alcohol, plester dan obat merah dari tas laki-laki itu, mengoleskan alkohol pada luka anak kecil, meneteskan obat merah dan yang terakhir menutupnya dengan plester.
"Sepertinya Ia seorang dokter" batin gadis itu.
Lelaki itu sepertinya tau akan kehadiran sang gadis yang memotretnya lalu menengok kearahnya. Wajah lelaki itu menampakan kekagetan yang luar biasa. Sama halnya dengan wajah sang gadis. Wajahnya yang selalu tertutup kamera pun menampakan kecantikannya. Tangannya bahkan lemas untuk memegang kameranya, Ia melepas kamera dari lehernya.
"Ichigo?"
"Rukia?'
Mereka mengucapkan nama satu sama lain dalam waktu yang sama.
Tap
Tap
Tap
Tap..
Mereka menghampiri satu sama lain lalu berpelukan. Lama sekali. Mereka berpelukan sambil mengenang masa-masa lampau yang sudah mereka lalui bersama. Betapa bahagianya mereka. Setelah selesai mengenang, mereka memperhatikan satu sama lain.
Ketika sang violet sampai pada kacamata lelaki itu dan ketika sang amber sampai pada syal gadis itu..
"Masih ada?" "Masih ada?"
Ucap mereka bersamaan kembali. Gelak tawa mengiringi senyuman mereka. Ternyata sekarang sang amber sudah menjadi dokter yang hebat dan sang violet sudah menjadi photographer profesional. Tak terasa sudah berapa lama mereka tidak bertemu, terpisah ber- ratus-ratus kilometer. Mereka sangat senang, akhirnya bisa bertemu kembali dengan.. cinta pertama.
"Em, Rukia.. " ucap sang amber memulai percakapan dengan kalimat yang menggantung.
"Iya? Ada apa Ichigo?" tanya sang violet.
"A-apa sudah terlambat?" tanya lelaki itu sambil menatap lekat iris violet dihadapannya.
Sang violet tidak berkata-kata untuk beberapa saat. Itu membuat sang amber gelisah. Tiba-tiba sang violet menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Sang amber langsung memeluk sang violet..
"Aishiteru, Rukia"
"Aishiteru yo, Ichigo"
Ketika mereka melepaskan pelukan masing-masing, Ichigo *sang amber* mendekatkan wajahnya pada Rukia *sang Violet*. Rukia yang tau hanya menutup matanya saja.
5 cm
4 cm
3 cm
2 cm
1 cm
0,5 cm
KLIK..
KLIK..
CTAK!
Tiba-tiba keduanya menoleh pada arah suara. Ternyata anak kecil berambut pink itu mengambil kamera Rukia lalu memotret adegan mereka yang belum kelar.
"hehehehehe.. kak Ichi dan kak Ruki mesuuum" ucap anak kecil itu sambil berlari pergi.
"YACHIRUU!" ucap Ichigo dan Rukia bersamaan lagi.
"Heh? Kau kenal dia?" tanya mereka, kali ini bersamaan lagi.
"Dia salah satu mantan pasienku" Ucap Ichigo
"Dia saudara jauh istri Nii-san" jelas Rukia
Dunia memang sempit.
Mereka hanya tertawa sampai salah satu dari mereka menyadari bahwa..
"Oiya! Yachiru mempunyai foto kita!" ucap Rukia
"YACHIRU! Ayo kejar dia, Rukia!" balas Ichigo.
Mereka mencari Yachiru dengan tangan yang saling terpaut satu sama lain. Seakan-akan tak ingin salah satu dari mereka pergi lagi.
"If you love somebody, let them go. If they return they were always yours and if they don t, they never were " -Kahlil Gibran
Jika orang yang kamu cintai adalah jodohmu mereka akan datang dengan sendirinya walaupun dalam jarak yang jauh ataupun waktu yang lama. Semua orang mempunyai pasangannya masing-masing. Percaya itu -Unknown
THE END
.
.
.
.
Wacaau! Tavia datang kembali!
Pertama-tama... MAAF SEKALI CHAPTER 2 SANGAT ABAL DAN BANYAK TYPO SERTA CHAPTERNYA KEBALIK T_T. Tavia ga sempat nge-cek sama edit-in gara-gara kakak Tavia mau make internetnyaa.
Yang kedua Tavia mau balesin Review yaa disini..
nenk-rukiakate : Ahh iyaa GOMEN NE T_T gabisa diedit soalnya internet langsung dicabut sama kakak Tavia. Arigatou udah mau Review lagi nenk-san XD
Kyucchi : Iyaa kebalik gitu. Tavia juga gatau kenapa ._. hehehe. Ichi tuh ga marah sama Ruki dia juga mau ngejauh biar perasaannya ke Ruki itu hilang gitu. Gomen kalo membingungkan! Arigatou udah mau Review lagi Kyucchi-san XD
Thank you very much for:
Siebte Gloxinia
nenk-rukiakate
Kyucchi
CloudyStrife Hiru15
Ghina Salsabila
Alya Fakhira
Shinta Maharani
Aisha Nur Ashri
Nabila Nur Hasya
Alisha Farizka
Myda Nabila
dan
Kamu yang baca fanfict ini
ps: sepertinya tavia bakal hiatus dulu.