Fanfiction

Cast : Jongin!GS, Sehun

Genre : Romance, Drama

Warn : Sexual Content

Summary : Jongin ingin memberi hadiah ulang tahun untuk kekasihnya, Sehun. Dibantu dengan teman-temannya, Jongin yakin bisa memberi malam terindah dan terpanas bagi kekasih lugunya. HunKai/SeKai/SeJong. Rated M. GS.

Part 3

Wajah Jongin dipenuhi dengan keringat, tangannya menggenggam kencang seprai dibawahnya, matanya terpejam erat-erat. Tubuhnya yang sudah dipenuhi tanda cinta buatan kekasihnya terlihat seksi saat bergetar menahan nikmat dan sakit.

"Pelanhhh..ahhh..angghhh..sakithhh.." Jongin menggeram kesakitan

"Kau ingin kita berhenti sebentar?"

"I-iya…hh.." Jongin mengangguk lemah. Tangannya meremas lengan kokoh yang memenjarakan dirinya. Jongin menatap mata kekasihnya yang menatapnya penuh kasih sayang, kedua pasang mata itu terlihat berusaha menenangkannya.

"Katakan padaku jika kau sudah tidak kesakitan lagi." Sehun membelai rambut Jongin. Jongin menarik nafas dalam-dalam supaya dirinya lebih tenang.

"Lanjutkan Sehun.." Jongin berbisik pada Sehun yang mulai menciumi lehernya.

"Aku akan sangat pelan-pelan." Sehun mencium bibir Jongin sambil perlahan mulai memasukkan penisnya yang baru setengah menancap pada vagina ketat Jongin.

"Mhhphhmm..nghh..hhhh.." Jongin mengerang dalam ciumannya. Rasa nyeri yang ia rasakan di vaginanya diimbangi dengan kenikmatan yang Sehun berikan di klitoris juga payudaranya.

"Hhhh..mhh..Se-sehunhh.." Jongin berusaha melepas ciuman Sehun. Jongin butuh bernafas, dan Jongin ingin mendesah.

"Hahh..shhh…ohhh..kau be-besar sekali.." Jongin merasa sesuatu mengenai ujung rahimnya. Jongin terkejut dengan ukuran penis Sehun yang bahkan terasa sampai kedalam perutnya.

Jongin tidak merasa sakit sama sekali bahkan ketika darah mulai mengalir sedikit dari vaginanya. Rangsangan Sehun pada bagian tubuhnya yang lain mengalihkan semua rasa sakit itu.

Sehun berhenti bergerak ketika penisnya sudah sepenuhnya dalam vagina ketat Jongin. Sehun sendiri juga perlu membiasakan diri dengan kenikmatan yang ia rasakan sekarang. Sehun tidak ingin ia mencapai klimaks duluan dan membuat Jongin tidak mencapai surganya, ia mencoba mengingat-ingat bagaimana cara Chanyeol dan Kris bertahan lama ketika bercinta.

"Se-sehunhh..apa kau merasa nikmat..?" Jongin membelai pipi kekasihnya yang memerah menahan nikmat.

"Hmm..kau sangat ketat sayang.." Sehun tersenyum. Kini ia sudah bisa menguasai dirinya dan ingin segera menambah kenikmatan yang ia rasakan dengan menggerakkan pinggulnya.

"Ka-kau bisa bergerak Hun.." Jongin seolah membaca isi kepala Sehun. Pinggul Sehun bergerak pelan. Keduanya langsung mendesah penuh kenikmatan. Jongin memejamkan matanya ketika ujung penis Sehun tidak sengaja menubruk rahimnya pelan. Sangat nikmat.

"Ahh…hhaahhh..yahhh..ohhh.." Jongin mendesah lebih keras saat Sehun menaikkan kecepatan pinggulnya. Baekhyun benar, rasa sakit yang ia rasakan tadi tidak ada apa-apanya dengan nikmat yang ia rasakan sekarang.

"Sehunhh..nikmathhhh…mhhh..anggghhh.." Sehun girang bukan main melihat kekasihnya yang dipenuhi kenikmatan. Sehun juga merasakan nikmat disekujur tubuhnya, apalagi pada penisnya yang diurut dengan ketat.

"Pe-penishhh..mu..hhhh..besar sekalihhh..ahhh.." Sehun menyeringai kembali saat Jongin memuji ukuran penisnya. Hal ini membuat Sehun semakin bersemangat menggerakkan pinggulnya, namun ia tidak ingin terlalu cepat dan kasar. Sehun ingin Jongin hanya merasakan kenikmatan.

"AHHHH! Hahhh…nyahhh…Sehunhhhh..ungghhhh.." Jongin menjerit kencang ketika sebuah titik didalam tubuhnya disentuh oleh penis Sehun. Tubuhnya rasanya seperti dialiri listrik. Vagina Jongin langsung mengetat setiap Sehun menyentuh titik itu. Sehun tidak bisa menahan gerakannya lagi. Pinggulnya mulai bergerak kasar dan cepat, penisnya butuh lebih dan lebih.

"Ahhhh…deeperhhh…mhhh..nggghhh…ohhhh…"

"Shhh..nyahhh..fasterhh..Sehunhh..hhh.."

"Nikmat sekali…ahhh..yahhhh…unghhh…" Jongin sama sekali tidak keberatan dengan gerakan Sehun yang tiba-tiba menjadi kasar dan cepat. Malahan Jongin mendesah keenakan, titik spesialnya itu terus ditumbuk dengan ujung penis kekasihnya. Jongin bisa merasakan urat-urat penis Sehun yang menggaruk dinding vaginanya dengan cepat.

Vagina Jongin semakin basah dan licin, membuat Sehun semakin mudah mengeluar masukkan penisnya. Bibir Sehun sudah bergerilya lagi pada dada besar Jongin, menambah ruam pada gundukan tersebut.

Desahan mereka mengalahkan desahan yang keluar dari speaker televisi. Permainan mereka lebih panas dari permainan yang terpampang dilayar televisi kamar Jongin.

"Jonghhh..kau ketat sekali..hhh.." Sehun tidak bisa menahan desahannya ketika lagi-lagi vagina Jongin menjepitnya erat. Bunyi benturan antar kulit terdengar jelas didalam ruangan tersebut, deritan kasur juga sesekali terdengar menandakan betapa kasarnya kocokan penis Sehun pada vagina Jongin.

"A-akuhhh..mhhhh…akanhh..hahhh…" Jongin merasakan kembali perutnya mengetat. Pertanda puncaknya sudah dekat. Jongin mencakar kulit punggung Sehun ketika tumbukan di vaginanya semakin keras dan dalam.

"Ohhh…mhhh..deeperhhh..disitu sayanghhh..ahhh.." Jongin hampir gila. Rasa nikmat ketika Sehun memainkan klitorisnya tidak ada apa-apanya dengan kenikmatan yang ia rasakan sekarang,

"Shithh..kau menjepitku sayanghhh.." Sehun menggeram seperti hewan liar. Penisnya disedot keras oleh vagina Jongin dan mulai membesar dua kali lipat, berkedut membalas pijatan dinding vagina Jongin.

"Keluarkan..hhhh..ohhh..didalamhhh…" Jongin mengerang kencang. Perutnya seperti dikocok, ia bisa merasa penis itu membesar didalam vaginanya. Menumbuk rahimnya berkali-kali dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Tubuh seksi Jongin semakin terhentak-hentak ketika keduanya semakin dekat dengan surga dunia.

"Disituhhh..sayanghhh..ahhhh…ohhh..nyahhh..yahhh…"

"Remas aku Jonghh..mhh.."

Derit kasur terdengar semakin kencang. Posisi kasur itu sudah tidak berada ditempat semula tapi bergeser beberapa sentimeter. Seprainya sudah berantakan. Pinggul Sehun bergerak semakin kencang dan semakin kencang.

"NYAAHHH…SEHUNHHHH!" Jongin mendapat orgasmenya terlebih dahulu, tubuhnya melengkung indah. Dadanya membusung mengenai wajah tampan Sehun. Rambut hitam Sehun ia remas kencang untuk melampiaskan gelombang kenikmatan yang ia rasakan.

"AHHH..JONGHH!" Pijatan vagina Jongin saat orgasme sangat luar biasa. Membuat Sehun tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Penis Sehun berkedut keras ketika menyemprotkan cairan cintanya kedalam liang hangat milik Jongin. Wajahnya ia tenggelamkan diantara payudara montok Jongin.

Nafas keduanya terengah-engah. Mereka baru saja mendapat orgasme paling nikmat dalam hidup mereka. Sehun memeluk erat tubuh Jongin yang masih gemetar karena orgasme. Sehun juga masih harus menetralkan nafasnya. Pantas saja Chanyeol dan Kris semakin hari semakin lengket dengan kekasih-kekasih mereka, setiap hari diberi kenikmatan seperti ini bagaimana mungkin dua temannya itu bisa menolak?

"Terima kasih sayang.." Sehun mengecup dahi Jongin penuh kasih sayang.

"Kau suka kadonya?" Jongin bertanya dengan mata tertutup, tubuhnya masih belum ada tenaga.

"Suka sekali." Sehun melepaskan penisnya dari kehangatan vagina Jongin kemudian berbaring disamping Jongin dan memeluk gadisnya.

"Pantas saja Baekhyun dan Kyungsoo ketagihan bercinta." Sehun tersenyum mendengar penuturan Jongin karena ia juga baru saja berpikir seperti itu.

"Apa sekarang kau sudah tidak penasaran lagi?"

"Uhh..tidak.." Jongin malu dengan pertanyaan Sehun.

"Memangnya apa yang teman-temanmu katakan padamu sampai kau memiliki ide seperti ini?" Sehun penasaran.

"Uhh.. Baekhyun bilang kau itu sebenarnya ingin bercinta denganku tapi terlalu malu untuk memintanya, dan katanya salah satu dari kita harus ada yang bergerak lebih dulu jika ingin menaikkan level hubungan kita. Apa kau pernah berpikir untuk bercinta denganku sebelum ini?"

"Pe-pernah… Sejujurnya aku sering membayangkan bercinta denganmu. Kau sangat seksi mana ada cowok normal yang tidak menginginkan dirimu." Sehun kini ganti bersemu malu.

"Aku seksi?" Jongin menghadap Sehun yang sedari tadi menatapnya.

"Sangat. Lalu apa lagi yang mereka katakan?"

"Kata mereka bercinta itu sangat nikmat. Mereka sering nyaris tidak bisa berjalan setelah bercinta karena Chanyeol dan Kris selalu meminta terus, makanya aku disuruh berolah raga supaya staminaku kuat." Jongin menjawab lugu. Jongin tidak melihat sorot mata Sehun yang mulai berubah ketika ia berbicara. Wajah Jongin yang bercerita dengan polos dan payudara Jongin yang naik turun ketika berbicara menaikkan libido Sehun lagi.

"Kau berolah raga? Pantas saja kau semakin seksi.."

"Seksi apanya sih? Kau ini.." Jongin mendorong pelan dada Sehun karena malu dari tadi dipuji seksi terus-terusan.

"Kau itu sangat seksi sayang. Dadamu misalnya.." Sehun mulai menyentuh salah satu payudara Jongin dengan tangannya. Diremasnya pelan gundukan tersebut. "Bentuknya sangat sempurna, bulat, kencang. Belum lagi putingmu ini.." Sehun mengelus ujung puting Jongin.

"Nghhh.." Jongin langsung mendesah kegelian.

"Bagaimana rasanya disentuh disini sayang?" Sehun semakin dikuasai oleh nafsu melihat wajah Jongin yang menahan desahan ketika tangannya mulai bermain di puting Jongin yang mulai menegang.

"Ge-geli..hhh.." Jongin menggigit bibir bawahnya malu. Jongin malu karena ia sudah terangsang lagi hanya karena putingnya disentuh sedikit. Gadis itu tidak tahu jika Sehun memang sengaja membuatnya terangsang.

"Kalau begini?" Sehun menjilat ujung puting Jongin satunya.

"Mhhmmm..ge-geli..hh.."

"SEHUNHH!" Jongin menjerit saat Sehun tiba-tiba menaiki tubuhnya dan menyerang dadanya. Perkataan teman-temannya benar, kekasihnya sudah bergairah lagi hanya beberapa menit setelah permainan pertama mereka selesai. Jongin bisa merasakan gesekan penis Sehun yang mulai mengeras pada pahanya.

Sehun terus-terusan bermain dengan payudara Jongin. Dibuatnya lagi gigitan-gigitan penuh cinta pada kulit halus tersebut. Desahan yang Jongin keluarkan dari bibirnya membuat Sehun tidak memikirkan lagi apakah Jongin lelah atau tidak, kesakitan atau tidak. Sehun hanya ingin terus memainkan tubuh kekasihnya sampai ia puas.

"Sehunhh..ahhh..sakit dan nikmathh.." Sehun mulai menampari payudara Jongin. Dua gundukan itu langsung bergetar disetiap tamparan. Anehnya rasa sakit pada dadanya yang ia rasakan dibarengi dengan rasa nikmat juga.

Sehun berhenti menggoda payudara kekasihnya ketika ia melihat payudara itu sudah benar-benar merah dan tidak ada lagi tempat untuk menambah tanda cinta. Sehun puas bisa memberikan tanda kepemilikan yang begitu banyak pada tubuh kekasihnya, membuat Jongin semakin terlihat seksi.

"Sayang bisa kah kau berbalik?" Sehun bangun dari atas tubuh Jongin. Gadis itu langsung membalikkan tubuhnya menghadap bawah atau tengkurap. Sehun tersenyum senang melihat kekasihnya yang sangat patuh tersebut.

Jongin seolah tersihir dengan permainan Sehun, dengan suara Sehun. Jongin suka ketika Sehun mencubit putingnya keras-keras, juga mengigitinya hingga kulit Jongin terasa sedikit pedih. Jongin suka suara rendah Sehun ketika berbicara padanya, dan geraman yang Sehun keluarkan selama mereka bercinta.

"Kau punya pantat yang sempurna sayang.." Sehun mengelus lembut bongkahan pantat Jongin. Mengagumi tubuh sempurna dihadapannya. Jongin menggigit bibirnya agar tidak mendesah. Jari-jari Sehun berada dibagian yang sangat berbahaya.

"Hmm…Sehunhh..gelihhh..jangan disitu..nghhh.." Jari-jari Sehun mulai bermain dengan lubang belakang Jongin. Gadis itu tidak bisa menahan desahannya lagi, Sehun terlalu lihai menggodanya. Padahal Sehun sendiri tidak tahu pasti apa yang ia lakukan, Sehun hanya mengikuti nafsunya. Dan nafsu Sehun kali ini terpusat dari pantat seksi Jongin.

Sehun menaikkan sedikit pinggul Jongin dan mengganjalnya dengan bantal agar pantat Jongin semakin menggiurkan, dan juga Sehun lebih leluasa memainkan lubang milik Jongin. Baik lubang vagina maupun anusnya.

"Ohh…Sehunhh..shhh..gelihhhh…anghhh…" Jongin meremas seprai dibawahnya dengan kencang. Jongin bisa merasa lidah Sehun yang menjilat lubang analnya. Sehun semakin gencar melesakkan lidahnya kedalam lubang belakang Jongin yang masih sangat ketat.

"Sehunhhh…itu kotorhh..angghhh…mhhmm.."

"Ahhh..janganhhh..ahhh..yahhh…"

"Ohh…uhhh..mhh..geli sekali Hunhh…" Jongin menggeliatkan tubuhnya tanpa henti. Pantatnya sesekali bergerak naik karena Sehun tiba-tiba menyentuh sebuah bagian yang membuatnya sangat geli.

"OHH! Yeshhh! Ahh!" Jongin kembali menjerit ketika lidah Sehun menyerang vaginanya lagi. Lidah panas Sehun langsung menyerang klitorisnya dari belakang, membuat kepala Sehun berada sepenuhnya dibawah tubuh Jongin.

Sehun dari tadi tidak tahan melihat vagina Jongin yang mulai basah dan terdengar bunyi becek setiap tubuh Jongin bergerak. Vagina Jongin memang yang terbaik, bunyi gesekan didalam vagina itu saja sudah membuat Sehun terbakar apalagi pijatannya?

"Sehunhhh..anggghh..yahh…hhh…" Pantat Jongin semakin naik, tubuhnya sudah tidak lagi tengkurap tapi sudah menungging seperti seekor anjing. Sehun menghisap vagina Jongin seperti orang gila, tangannya memegang erat pinggang Jongin agar tidak banyak bergerak. Lidahnya menusuk-nusuk lubang vagina Jongin dan sesekali menyedot klitorisnya.

"Uwaahhh…nyahhh..oohhh…Sehunhhh..ahhhh..aku..akuhhh…" Jilatan Sehun semakin dalam. Sehun merasa haus dengan cairan cinta Jongin. Sehun ingin meneguk cairan orgasme Jongin yang manis.

"Ahhh…disitu sayanghhh..deeperhhh..hhh..ohhh…" Jongin nyaris gila. Tiga jari Sehun ikut membantunya meraih orgasmenya lagi. Vaginanya terasa ngilu karena terlalu nikmat. Jari Sehun ia jepit erat didalam sana menunjukkan dinding ketat itu membutuhkan sesuatu yang lebih besar.

"Akan ku buat kau orgasme dalam sekejap sayang.." Sehun melepas bibir dan jarinya dari vagina Jongin. Ditarikanya pinggang Jongin agar lebih naik kemudian dengan cepat Sehun menusuk lubang merah meda itu dengan penis besarnya.

"AHH..AKU SAMPAIHHH!" Tusukan pertama Sehun yang kasar dan tepat langsung membuat Jongin orgasme. Sehun memenuhi janjinya untuk membuat Jongin mencapai puncak dalam sekejap.

"Nghh..kau masih saja ketathh.." Sehun ikut menggeram ketika penisnya diremas kencang oleh dinding vagina Jongin yang mengalami kontraksi orgasme. Dalam sepersekian detik Sehun langsung menggerakkan pinggulnya, mencari kenikmatan didalam vagina Jongin.

"Ohh..Sehunhh..aku lelahhh..mhhh.." Tubuh Jongin berguncang kencang seiring dengan gerakan brutal Sehun. Jongin masih lelah dengan orgasmenya namun Sehun sudah menghujam lubangnya lagi.

"Satu ronde lagi sayanghhh..ohh..nikmatnya lubangmu..mhh.." Sehun terus saja bergerak. Tangannya memegang pantat Jongin yang berguncang-guncang. Jongin mau tidak mau hanya mengikuti permainan Sehun, toh lama-lama ia juga merasa nikmat.

PLAK!

"AH!" Jongin berteriak. Bukan karena sakit, tapi karena kaget.

PLAK!

"Sehunhh.." Jongin mengerang. Kenapa ia merasa semakin terbakar ketika pantatnya dipukul keras-keras oleh Sehun? Apakah ini normal?

PLAK! PLAK!

Penis Sehun dijepit semakin ketat ketika pantat itu ia pukul, jadi ia semakin bersemangat menampar pantat itu lagi pula Jongin juga tidak memintanya untuk berhenti. Gadis itu malah mendesahkan namanya. Jongin hanya mendesah dan mendesah. Penis Sehun luar biasa kuat dan besar, menusuk bagian-bagian ternikmat dalam vaginanya.

"Faster Hunhh..aku sudah…hh..mau keluar lagi…anghhh..hhh.." Suara Jongin tidak terdengar dengan jelas karena Jongin menenggelamkan wajahnya kedalam bantal. Jongin menggigiti bantal itu untuk melampiaskan nikmat yang ia rasakan. Suaranya sudah habis karena terlalu banyak menjerit dan mendesah.

Sehun memang tidak terlalu mendengar perkataan Jongin tapi ia tahu jika Jongin sudah akan mencapai orgasme lagi. Sehun tahu dari jepitan pada penisnya yang semakin intens. Digerakkannya pinggulnya dengan gerakan cepat dan pendek-pendek, ia pastikan ujung penisnya tidak melewatkan bagian paling sensitif didalam vagina Jongin.

"Kau hebathhh…ohhh..sekali Sehunhhh..nyahhh…"

"Tusuk disitu sayanghhh..lebih cepathhh..ohhh..ngghhhh…"

"Oh my Godhhh..nikmatnya penismuhhh..yahhh..shhh.." Jongin menggerakkan pinggulnya berlawanan dengan gerakan Sehun agar penis besar kekasihnya semakin tenggelam didalam tubuhnya. Matanya sudah buram oleh kenikmatan yang berada sangat dekat dengannya.

"Terima ini sayanghhhh..OHH!" Sehun menusuk kencang ujung rahim Jongin ketika penisnya berkedut.

"AHHH! NGHHH! Penuhi aku anghhhhh!" Penis raksasa Sehun yang membesar dua kali lipat ketika orgasme menggaruk dinding vaginanya dengan akurat. Mengantarkan Jongin pada surga dunia. Rahim Jongin terasa hangat oleh cairan cinta Sehun.

"Nghh..hh.." Jongin masih mendesah ketika sperma Sehun mengalir keluar dari vaginanya. Sehun mengeluarkan penisnya dan menjilat vagina Jongin yang kini terlihat memerah dan sedikit bengkak. Tidak bisa Sehun pungkiri keadaan Jongin yang tidak berdaya seperti ini membuatnya bernafsu lagi.

Jongin sendiri langsung roboh begitu Sehun tidak memegang pinggangnya. Matanya terpejam dan nafasnya tidak teratur. Berapa orgasme yang sudah ia dapatkan malam ini? Dua? Tiga? Atau lebih? Jongin sudah tidak menghitung.

Jongin bisa merasakan tubuh hangat Sehun mendekatinya, tangan besar itu mengelus pinggangnya lagi. Hanya dengan sentuhan seperti itu saja Jongin langsung merinding, mungkin karena tubuhnya baru saja orgasme sehingga tubuhnya sangat sensitif. Tapi tunggu…kenapa Sehun mengangkat tubuhnya lagi?

"Sehun aku lelah…" Jongin tahu kini ia duduk diatas pangkuan Sehun lalu ia membuka matanya dan melihat wajah tampan Sehun didepan wajahnya. Mata kekasihnya itu masih dipenuhi oleh kabut nafsu. Jongin melihat kebawah dan benar saja penis raksasa Sehun sudah berdiri tegak.

"Sehun..bagai—" Jongin baru saja akan mengeluh kelelahan tapi bibirnya sudah dilumat oleh kekasihnya. Jongin yang tidak siap dengan serangan mendadak Sehun hanya bisa pasrah. Lidah Sehun sudah menginvasi dalam mulutnya, menggigit lidah dan bibirnya. Jongin berpegangan pada leher Sehun agar tubuh lemasnya tidak terjatuh.

"Mphhh..hhh..mhhh.." Jongin mulai mendesah. Bibir vaginanya sudah digesek lagi dengan penis Sehun. Kepala penis itu sesekali menyentuh klitorisnya yang membengkak.

"NGAHHHH!" Jongin lagi-lagi menjerit. Jongin mendorong bibir Sehun menjauh saat Sehun tiba-tiba menusuk penis itu kedalam vaginanya lagi. Bibir vaginanya masih ngilu sejak orgasmenya yang terakhir.

Sehun menatap wajah erotis Jongin didepannya. Mata indah itu tertutup rapat dan bibir penuh seksi Jongin terbuka lebar. Sehun tahu rasa nyeri yang Jongin rasakan diikuti dengan kenikmatan. Sehun mendiamkan penisnya didalam lubang hangat itu tanpa segera menggerakkannya.

"Hhhh..makan apa sih kau hari ini? Benar-benar tidak ada lelahnya.." Jongin memberengut melihat Sehun yang hanya terus memandanginya.

"Aku makan kimbap bersamamu kan tadi?" Jongin makin merengut mendengar jawaban Sehun. Jongin duduk tidak nyaman diatas pangkuan Sehun dengan penis menancap didalam vaginanya.

"Aku hanya ingin menikmati hadiahku, bukankah kau sudah berolah raga untuk malam ini?" Sehun bertanya usil membuat Jongin malu. Jongin masih malu dengan kenyataan bahwa dirinya lah yang mengajak Sehun bercinta malam ini.

"Uhh..sudah jangan bicarakan hal itu lag—AHH!" Sehun tiba-tiba menaikkan pinggulnya hingga penis miliknya menusuk rahim Jongin semakin dalam. Hanya sebuah tusukan dan Jongin sudah lemah lagi.

"Nikmat?" Sehun mengelus pinggang Jongin lembut.

"I-iya.." Jongin menjawab pelan, ia masih menikmati betapa penuh dirinya sekarang. "Kau sangat besar Hunhh..hhh.."

"Kau suka?" Jongin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Kau mau lebih nikmat lagi?" Jongin mengangguk lagi.

"Jawab aku sayang.." Sehun meremas pantat Jongin pelan, membuat pinggang mereka semakin menempel.

"Ma-mau..nghhh.." Penis Sehun masuk semakin dalam.

"Mau apa?"

"A-aku mau penismu.." Jongin meremas lengan Sehun. Penis didalam tubuhnya terlalu dalam nyaris membuatnya merasa mual.

"Kau sudah dapat penisku sayang."

"Hhh..a-aku mau penismu me-menumbuk vaginaku dengan kencang..shhh.." Jika Jongin mengatakan hal ini dalam keadaan sepenuhnya sadar tanpa dikuasai nafsu pasti ia sudah lompat dari gedung karena terlalu malu. Nafsu yang menguasai Jongin saat ini membuatnya kehilangan rasa malu, Jongin hanya ingin segera mendapat kenikmatan itu lagi, rasa malunya sudah hilang berjam-jam yang lalu.

"Gerakkan tubuhmu kalau begitu, dapatkan puncakmu sendiri." Sehun mengecup bibir Jongin dan tangannya menggerakkan pinggang ramping Jongin agar naik dan turun.

"Ahhh..nggghhh..mhhh..ahhhh.." Jongin kembali didera kenikmatan dunia. Dengan cekatan Jongin langsung menaik turunkan tubuhnya. Nikmat sekali rasanya berada diatas dan mengendarai penis besar milik Sehun.

"Ohhh..yahhh..shhh..ini lebih nikmathhh.." Tubuh Jongin melengkung indah. Posisinya yang berada diatas membuatnya bisa mengontrol titik kenikmatannya agar terus ditumbuk oleh penis Sehun.

"Ngaahhhh…damn…penismuhhh..ohhhh…" Gerakan Jongin semakin liar. Sehun terpana melihat kekasihnya yang sangat bersemangat mengendarai penisnya. Dada besar Jongin yang ikut bergerak kencang, wajah memerah penuh keringat dan bibir yang terus-terusan memuji kehebatan penisnya. Laki-laki mana yang tidak gila jika kekasihnya seperti itu?

"Sehunhhh..aku sudah mau keluar..ohhhh..sial..hhh.." Jongin tidak bertahan lama, gerakannya yang sangat akurat di titik spesialnya membuat orgasmenya datang dengan cepat.

"Tahan sayanghhh..aku masih lama..hh.." Sehun ikut menggerakkan pinggangnya agar ia juga cepat orgasme.

"Yahhh..shhh..ngahhhh..mhhhh..ohhh.." Kulit lengan Sehun tergores kuku Jongin. Dada Jongin berguncang semakin kencang seiring dengan gerakan liar pinggangnya.

"Tahan baby..ohhh..jepit aku shhh…" Sehun menggeram nikmat.

"Akuhh..tidak..ahh..tahhaa—OHHH! YESHH!" Jongin orgasme lagi. Wajah manisnya sangat erotis ketika mendesah penuh kenikmatan. Dinding ketatnya berkedut memijat kejantanan Sehun. Sayangnya pijatan itu tidak membuat penis perkasa Sehun mengeluarkan lahar.

Sehun langsung mendorong tubuh Jongin agar berbaring diatas kasur tanpa melepas penyatuan dalam tubuh mereka. Pinggangnya segera ia gerakkan brutal menusuk vagina Jongin yang masih berkedut mengeluarkan cairan cintanya.

"Ja-janganhh..ohhhh..aku lelahhh..ahhh.." Jongin mendesah tanpa tenaga.

"Terakhir sayanghh.." Sehun memejamkan matanya menahan nikmat. Jongin mengomel dalam hati mendengar perkataan Sehun. Sepertinya tadi Sehun juga sudah mengatakan 'terakhir' tapi masih saja ada ronde selanjutnya.

"Jepit aku sayang..hh.." Vagina Jongin langsung menjalankan perintah Sehun. Jongin juga tidak tahu bagaimana tubuhnya bisa langsung merespon seperti itu. Gerakan Sehun semakin liar, brutal dan kasar. Sehun hanya ingin mencapai surga dunianya lagi, ia nyaris tidak peduli dengan Jongin yang kelelahan.

"Sehunhh..pelanhhh..ahhhh…hh.."

"Sedikit lagi..ohhh..remas sayanghhh.." Vagina Jongin kembali merespon permintaan Sehun. Jari Sehun bergerak menuju klitoris Jongin, menggesek dan mencubitinya.

"Mhhh..janganhhh..terlalu nikmathhh..ohhh..yahhh.." Klitoris Jongin memang bagian yang sangat sensitif. Mata Jongin kembali terpejam, perutnya sudah menegang lagi, sensasi menyenangkan berkumpul diantara pahanya.

"Sehunhh..aku..akuhh.."

"Aku juga..hh..shithh.."

"MHHH! SEHUN!"

"FUCK! OHH!"

Vagina Jongin sudah tidak bisa lagi menampung cairan cinta kekasihnya. Cairan putih itu banyak sekali meluber keluar mengotori pahanya dan seprai kasur Jongin. Sehun langsung jatuh diatas tubuh Jongin, tenaganya terkuras untuk orgasmenya kali ini.

Jongin yang sudah terlalu lelah hanya diam dan mentralkan nafasnya. Jongin tidak tahu jika bercinta ternyata sangat melelahkan, tidak seperti yang ia tonton di film-film porno. Bercinta ternyata juga jauh lebih nikmat.

"Lelah?" Sehun mengeluarkan kejantanannya dan berbaring disamping Jongin, memeluk tubuh ramping itu.

"Sangat."

"Maaf." Sehun menarik kepala Jongin agar masuk kedalam dekapannya.

"Untuk apa?"

"Bermain terlalu kasar."

"Uh, tidak apa-apa. Aku suka." Untung saja wajahnya berada didalam dada Sehun, jadi Sehun tidak perlu melihat wajah memerahnya. Jongin bisa mendengar Sehun tertawa kecil.

"Ayo tidur. Besok kita harus sekolah." Sehun mengelus rambut Jongin. Sehun berdiri dari kasur, membuat Jongin merengut karena kehilangan kehangatannya.

"Aku cuma mau mematikan televisi dan mengambil selimut sayang.." Sehun bangkit sejenak untuk mematikan televisi yang layarnya sudah menampilkan warna biru pertanda film yang mereka tonton sudah selesai sejak tadi. Sehun tertawa melihat kekasihnya kembali menjadi gadis manja dan kekanakan. Sehun segera kembali ke atas kasur dan segera memeluk Jongin lagi.

"Kau lebih hangat dari selimut manapun." Jongin tersenyum senang ketika lengan Sehun sudah melingkari tubuhnya lagi.

"Vaginamu juga yang paling hangat." Sehun berkata sambil terkekeh.

"Ya! Kau ini mesum sekali sih! Sejak kapan kau jadi mesum seperti ini huh?" Jongin langsung melepas pelukannya. Sehun hanya tertawa, menggoda Jongin memang sangat menyenangkan.

"Ayo tidur atau kita akan memulai ronde baru lagi." Sehun menarik Jongin kembali kedalam lengannya. Jongin ingin memberontak tapi hangatnya pelukan Sehun tidak bisa ia tolak, lagi pula Jongin takut jika Sehun benar-benar akan mengajaknya bercinta lagi malam itu. Tenaganya sudah habis dan vaginanya nyeri karena terlalu lama dipenuhi dengan penis besar.

"Terima kasih Jongin. Aku sangat mencintaimu." Sehun berbisik pelan. Jongin tidak membalas perkataan tersebut, tapi ia mengeratkan pelukannya pada perut berotot Sehun. Hal itu sudah cukup bagi Sehun untuk tahu isi kepala Jongin.

Satu bulan kemudian..

"Bisa berhenti tidak sih kalian?" Chanyeol memutar matanya kesal melihat pasangan kekasih didepannya itu.

"Tidak bisa." Lelaki berkulit putih berhenti sejenak dari kegiatannya lalu kembali sibuk mencium bibir penuh kekasihnya.

"Biarkan saja. Kau pikir kau dulu lebih bisa mengontol dirimu?" Baekhyun berkata tanpa mendongakkan wajahnya dari kuku-kukunya yang sedang ia hiasi dengan cat kuku berwarna merah muda.

"Kau lebih parah dulu Yeol. Kau nyaris menelanjangi Baekhyun didepan kita semua." Kris menambahi. Chanyeol hanya menghela nafas panjang, mencoba memaklumi pasangan kekasih yang baru saja mengetahui nikmatnya bercinta.

Sudah satu bulan sejak ulang tahun Sehun, yang berarti sudah satu bulan terlewati setelah malam pertama yang panas dan melelahkan Sehun dan Jongin. Keduanya ketagihan bercinta. Sehun nyaris tidak bisa menahan nafsunya jika melihat Jongin berpakaian seksi sedikit, lelaki muda itu pasti akan langsung menyeret kekasihnya ke tempat yang sepi dan bercinta sampai penisnya tertidur lagi.

Sehun dan Jongin menulis tempat-tempat yang sudah mereka gunakan untuk bercinta, misalnya kamar mandi, ruang kelas, kamar mandi sekolah dan jok belakang mobil Chanyeol. Baekhyun nyaris muntah ketika mencium aroma mobil pacarnya yang berbau sperma dan menuduh pacarnya itu sudah berselingkuh, untung saja Sehun langsung mengakui perbuatannya dan berakhir ia harus mencuci bersih mobil Chanyeol sampai hilang bau seks yang menyengat.

Teman-teman Sehun dan Jongin sangat memaklumi keduanya yang sering bercumbu tanpa melihat situasi dan kondisi karena mereka tidak jauh berbeda dengan ketika masa awal-awal mereka tahu nikmatnya bercinta.

Seperti sekarang, rumah mewah Kyungsoo yang kosong menjadi tempat berkumpul mereka akhir pekan ini dan Sehun tidak hentinya menggerayangi tubuh Jongin dari balik kaus dan celana pendeknya. Mereka sudah bisa melihat tanda-tanda cinta buatan Sehun dileher Jongin.

"Hhhh..Sehun..nanti dulu.." Jongin sudah berusaha menjauhkan wajah Sehun dari lehernya juga tangan Sehun dari dadanya. Tapi Sehun malah menunjukkan wajah merengut dan terus-terusan kembali merangsangnya.

"Sehun pakai kamar mandiku. Di shower saja agar mudah dibersihkan." Kyungsoo memerintah Sehun agar membawa kegiatan mereka menuju ke tempat yang lebih private. Kyungsoo lama-lama jengah mendengar desahan tertahan Jongin. Masalahnya Kyungsoo sedang mendapat tamu bulanan jadi Kyungsoo tidak bisa memuaskan hasratnya jika ia terangsang nanti.

"Kau memang paling pengertian Kyung." Sehun langsung menggendong tubuh Jongin tanpa meminta ijin terlebih dahulu.

"Sehun! Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!" Jongin menjerit ketakutan, bagaimana tidak? Sehun berlari menaiki tangga sambil menggendong tubuhnya didepan. Sehun lengah sedikit saja keduanya bisa dipastikan akan terjatuh.

"Aku sudah tidak tahan." Sehun mengeratkan pelukannya pada pinggang dan pantat Jongin sembari menciumi dada Jongin yang masih ditutupi kaos. Jongin hanya bisa mengerang dan berpegangan erat pada leher Sehun agar tidak terjatuh.

Sampainya mereka di kamar Kyungsoo, Sehun langsung menjatuhkan Jongin diatas kasur luas milik Kyungsoo. Dilepasnya kaus dan bra Jongin dengan cepat, dalam sebulan Sehun sudah tahu bagaimana caranya melepas bra bahkan tanpa melihat kaitannya. Bibir Sehun langsung meraup puting Jongin yang mulai menegang.

"Uhhhh..ahhh..mhhh..shhh..lepas celanahhhku..hhh.." Jongin bergerak-gerak tidak nyaman karena vaginanya yang setengah basah menggesek celana dalamnya. Sehun dengan senang hati menelanjangi tubuh Jongin sepenuhnya. Ditindihnya kembali tubuh polos kekasihnya, diciumi lagi leher dan dada yang mulai dipenuhi keringat itu.

"Bajumu sayanghhhh…" Jongin kesal Sehun tidak segera melepas seluruh pakaiannya dan hanya bermain-main dengan dadanya. Apa Sehun tidak tahu bagian terintimnya juga butuh perhatian?

"Kau bernafsu sekali hari ini Jong." Sehun secepat kilat melepas semua pakaiannya. Sehun tahu jika Jongin sudah seperti ini berarti lubang ketat kesukaannya sudah siap untuk bertempur, sudah basah dan licin.

"OHHH…mhhh…akhirnyahhh..angghhh..hisap sayanghhh…" Sehun langsung menenggelamkan wajahnya diantara kaki Jongin. Benar dugaannya, vagina Jongin sudah berkilat oleh cairan pelumasnya. Daging kecil milik Jongin juga sudah memerah dan sedikit bengkak. Sehun memberikan perhatian khusus pada daging itu, ia gigit, hisap dan jilat tanpa jeda. Jari-jarinya bermain pada labia vagina Jongin. Menggoda lubang kekasihnya.

"Sehunhhh…kocok dengan jarimuhhh..ngghhh.." Jongin mulai menuntut akan kenikmatan yang lebih. Diremasnya bongkahan dadanya sendiri dengan kencang untuk menambah kenikmatan yang ia rasakan.

"Ahhh..nikmatnyahhh..ngghhh..mhhhmm..yahhh…" Sehun tidak tanggung-tanggung. Ketiga jarinya langsung ia masukkan, melebarkan dinding yang masih saja ketat meskipun hampir setiap hari ia nikmati. Gigi Sehun menggaruk klitoris Jongin cepat, kocokan jarinya bertambah cepat dan bertambah cepat.

"Aku..aku…HHHH!" Punggung Jongin melengkung. Gadis itu mendapatkan orgasme pertamanya hari itu. Jongin bisa merasa cairan cintanya mengalir dipahanya, membasahi seprai Kyungsoo.

"Sehun! Kyungsoo akan membunuh kita jika ia tahu aku orgasme diatas kasurnya." Jongin baru sadar. Tadi ia dan Sehun terlalu terbawa nafsu sampai lupa jika mereka seharusnya bercinta didalam kamar mandi padahal mereka sangat beruntung Kyungsoo memberikan mereka tempat untuk melampiaskan nafsu.

"Sudahlah, ayo ke kamar mandi." Sehun menggendong lagi tubuh Jongin. Kali ini Jongin tidak menolak Sehun menggendongnya, kakinya masih gemetar akibat orgasme. Jongin yakin ia tidak kuat untuk sekedar berdiri.

Tubuh lemas Jongin kini Sehun dudukkan diatas wastafel kamar mandi Kyungsoo. Keduanya kembali berciuman panas, bibir mereka saling menghisap dan menggigit. Penis Sehun sudah mengeras dan menggesek perut rata kekasihnya.

"Uhh..kenapa dilepashhh.." Jongin merengut kesal karena ciuman mereka dilepas dengan tiba-tiba.

"Jong, apakah ini…?" Mata Sehun terbelalak ke arah belakang Jongin. Sebuah benda menyeruapi penis berada diatas wastafel bersebelahan dengan botol-botol kosmetik.

"Wah aku tidak tahu Kyungsoo dan Kris juga memakai alat seperti ini." Jongin juga terkejut dengan benda yang ia lihat dikamar mandi sahabatnya.

"Kau mau mencobanya?" Sehun mengambil sex toy berukuran sedang itu dengan santai. Setelah Sehun amati ternyata itu adalah vibrator, ada empat level getaran yang tersedia.

"Ya! Kau gila? Kita bisa dihajar Kyungsoo!"

"Tidak akan, aku ingin melihatmu bermain sendiri sayang.." Sehun mulai menggunakan nada manjanya.

"Be-bermain sendiri?" Jongin kaget dengan permintaan Sehun. Kekasihnya itu bisa menikmati tubuhnya namun malah meminta dirinya bermastrubasi.

"Iya. Aku ingin kau mencapai orgasme dengan tanganmu sendiri. Mau kan?" Sehun menciumi leher Jongin lagi, tangannya mengelus pinggang Jongin. "Kau pasti sangat seksi bermain dengan vibrator." Sehun menjilat bahu Jongin sensual.

"Kau benar-benar..hmmhh.." Sehun melepaskan tubuhnya dari Jongin dan berjalan menjauh. Sehun duduk diatas kloset yang berada diseberang wastafel, matanya terpaku pada kesempurnaan tubuh kekasihnya.

"Lakukan seperti yang kau lihat di video tadi malam sayang.." Jongin bersemu merah pada permintaan kekasihnya. Tadi malam Sehun tidak sengaja menemukan video seorang wanita yang bermastrubasi dengan berbagai macam sex toys, dan keduanya berakhir melakukan phone sex karena Sehun tiba-tiba menelepon Jongin dengan suara yang rendah menahan nafsu.

"Nghhh…hhh..shhh…" Jongin memulai aksinya. Tangan kanannya memegang vibrator itu dengan sensual dan mulai mengulum ujungnya. Sedangkan tangan kirinya bermain dengan putingnya, membuatnya semakin bengkak.

"Hmhhh..andaikan ini penismuhhh..ohhhh…" Jongin belajar jika Sehun suka sekali jika ia berkata kotor saat bercinta. Sehun mengelus pelan penisnya, menikmati pertunjukan dari kekasihnya.

"Aku ingin penishmu..nghhh..shhhh…" Vibrator itu mulai ia turunkan menuju dadanya, ia gesekkan kepala vibrator ke putingnya. Jongin mulai menghayati perannya sebagai bintang porno eksklusif hanya untuk kekasihnya.

"OWHHH!" Jongin menyalakan vibrator didadanya dengan kekuatan rendah. Menggetarkan puting dan payudaranya, membuat dirinya lebih terangsang. Kaki Jongin perlahan terbuka semakin lebar, menampilkan vagina merah muda yang sangat basah.

"Uhhh..lihat ini..sudah basahhhh..nggghhh.." Tangan Jongin bergerak menggosok bagian luar kewanitaannya.

"Masukkan langsung vibratornya sayang, tidak usah dilebarkan dengan jarimu. Itu sudah cukup basah." Sehun memerintah sambil mengelus ujung penisnya. Jongin tidak mencerna perintah Sehun dan langsung memasukkan vibrator yang bergetar pelan ke dalam lubangnya.

"AHHHH! Sehunhhhh…ohhhh…" Baru setelah vibrator itu masuk kedalam vaginanya, Jongin merasa ngilu. Belum lagi getarannya yang semakin memberinya kenikmatan. Jongin mendiamkan vibrator itu sejenak, berusaha membiasakan diri.

"Gerakkan sayang.." Jongin lagi-lagi langsung patuh.

"Ohhh..ahhhh..mhhh..shhhh…angghhhhh…Sehunhhh…" Digerakkannya keluar masuk penis buatan itu. Nikmat sekali meskipun ukurannya tidak sebesar penis Sehun.

"Nghhh…nyahhhh…ahhhhh…nghhh…" Kaki Jongin terbuka semakin lebar, gerakan tangannya juga semakin cepat.

"Naikkan satu level." Tangan Jongin bergetar mencari tombol untuk menaikkan level getaran pada vibrator dalam lubangnya. Mata Sehun terpaku pada lubang yang menelan habis benda plastik itu, ia bisa membayangkan ketatnya vagina Jongin mencengkram benda sialan itu.

"AHHH! Nghhhh…aku tidak kuathhhh…"

"Tahan. Jangan keluar dulu."

"Sehunhhhh…ahhh…ahhh…ohhh…"

"Naikkan satu level lagi." Jongin langsung menaikkan satu level.

"Nyahhhhhh! Ahhhh..shhhh…anghhhhh…aku inginhhhh…"

"Tahan sayang." Sehun mulai mengocok penisnya dengan cepat. "Keluar masukkan dengan cepat sayang." Sehun kembali memberi perintah. Jongin melaksanakan semua perintah yang diberikan Sehun.

"Nikmat sekalihhh..mhhh…ohhhh…aku tidak kuathhh..ngggg…ahhhh.." Kepala Jongin mulai pening menerima kenikmatan yang diberikan mainan barunya itu.

"Naikkan levelnya sayanghh..ohh.." Sehun menaik turunkan tangannya pada penis raksasanya. Melihat Jongin menahan orgasme sungguh membuat libidonya memuncak. Keringat yang membasahi seluruh tubuh kecoklatan itu, dadanya yang membusung, sepasang mata yang terpejam menahan nikmat, dan desahan yang seolah tidak kunjung berhenti. Yang paling utama adalah vagina memerah yang sudah basah milik kekasihnya yang ditusuk cepat dengan sebuah mainan.

"Sehunhhh…nghhh…tolong akuhhh..hhhh..anggghhh..uhhhh…" Jongin sudah tidak lagi mengeluar masukkan vibrator yang berada dalam vaginanya. Seluruh tubuhnya sudah sangat lemah, bahkan ia nyaris terjatuh dari wastafel karena tidak kuat mendudukkan dirinya.

"Angghhhh..akuhhh..ohhhh..shithh..SEHUNHHH!" Tubuh gadis seksi itu bergetar kencang pertanda ia mencapai puncaknya. Tangannya memegang pinggiran wastafel agar dirinya tidak limbung.

"MHHMMM!" Tubuh Sehun ikut bergetar. Penisnya menyemprotkan cairan putih ke lantai marmer kamar mandi Kyungsoo. Sehun tidak menyangka melihat kekasihnya bermastrubasi dengan vibrator bisa membuatnya mencapai orgasme.

"Sehunhhh..hhh..hh.." Jongin terengah-engah masih memanggil nama Sehun.

"Biar aku bantu turun sayang.." Sehun langsung mendekati Jongin yang sepertinya benar-benar akan jatuh dari wastafel. Dipapahnya tubuh yang masih lemas itu kedalam bath up yang masih kosong dan mengeluarkan vibrator yang masih bergetar itu dari dalam lubang vagina Jongin.

"Biarkan aku istirahat sebentar..hahh..hahh.." Jongin masih kesulitan menetralkan nafasnya. Sehun menciumi rambutnya yang basah oleh keringat penuh kasih sayang, membantunya lebih rileks. Sehun mulai menyalakan air hangat untuk memenuhi bath up kemudian segera masuk kedalam bath up dan memeluk tubuh Jongin dari belakang.

"Kau seksi sekali tadi sayang.."

"Itu sangat memalukan!" Jongin merasa wajahnya memerah mengingat kegiatan mastrubasinya yang ditonton oleh Sehun.

"Tapi enak kan? Kau sampai keluar banyak sekali.." Sehun kembali menciumi tengkuk Jongin. Topik pembicaraan mereka tentang vibrator membuat Sehun panas lagi.

"Jangan bicarakan hal itu lagi!" Jongin menjauhkan lehernya dari bibir Sehun.

"Kenapa? Aku bahkan berencana membelikanmu vibrator sendiri. Kau mau yang sebesar apa?" Sehun menyeringai mesum sambil menarik Jongin kembali kedalam dekapannya.

"YA! Untuk apa kau membeli barang seperti itu? Pe-penismu jauh lebih nikmat tahu!" Jongin mengakui kehebatan penis Sehun dengan wajah merah padam.

"Benarkah lebih nikmat? Kau mau merasakannya sekarang?" Tangan Sehun mulai menggerayangi dada besar Jongin.

"Nghhh..aku masih lelah Hunhh…" Jongin menepis remasan tangan Sehun.

"Satu ronde saja sayang. Aku yakin kau pasti tidak puas hanya dengan mainan kecil seperti itu.." Sehun semakin mendekap tubuh Jongin.

"Nghh..mhh..Sehunhhh.." Jongin tidak bisa menolah sentuhan Sehun. Kekasihnya terlalu mengenal tubuhnya, Sehun tahu betul titik-titik kelemahannya. Pinggang Jongin sudah diangkat oleh Sehun yang berarti ronde selanjutnya akan segera dimulai. Jongin bisa merasakan lubang vaginanya mulai dilebarkan dengan kepala penis Sehun, tidak bisa Jongin pungkiri bahwa ini adalah kegiatan ternikmat yang pernah ia lakukan.

"Anghhhh..kenapa kau besar sekali sihhhh..nghhh.." Jongin memejamkan matanya erat-erat, menikmati gesekan urat-urat penis Sehun didalam vaginanya.

"Bergerak sayang..hh.." Sehun menahan erangannya.

Hampir tiga jam mereka didalam kamar mandi bercinta sampai suara mereka serak. Tubuh Jongin menungging menghadap kaca wastafel dan Sehun terus menghujam vaginanya yang mulai terasa nyeri. Melihat ekspresinya dikaca ketika disetubuhi Sehun dari belakang membuat Jongin sedikit malu, ternyata dirinya mirip dengan pemain film porno. Tubuh berguncang dibawah seorang lelaki, dadanya yang sesekali diremas dan tentu saja ekspresi menikmati persetubuhan panas itu.

Jongin sudah tidak bisa berteriak lagi, suaranya sudah habis. Badannya juga sudah tidak bisa mengikuti gerakan Sehun, tenaganya sudah habis. Jongin hanya bisa menikmati segala yang Sehun lakukan pada tubuhnya, seperti sekarang ini, menampari pantat seksinya sampai terasa panas sambil terus menusuk penis besar itu ke vaginanya dalam-dalam.

TOK! TOK! TOK!

"Sehun! Jongin! Kami akan pergi makan malam, cepat selesaikan permainan kalian!" Kyungsoo berteriak dari balik pintu kamar mandinya.

"Se-sebentar Kyunghhh.." Jongin berusaha membalas ucapan Kyungsoo.

"Tiga puluh menit!" Kyungsoo kembali berteriak. Jongin melotot mendengar waktu yang diberikan Kyungsoo padanya dan Sehun. Tiga puluh menit terlalu sebentar untuk mereka menyelesaikan permainan ini, Jongin bisa merasakan bahwa penis Sehun masih sekeras baja didalam vaginanya. Belum ada tanda-tanda Sehun akan segera orgasme.

"Sehunhh…kau masihh..ahhh..lama?" Jongin memegang pinggiran wastafel erat-erat agar tubuhnya tidak jatuh.

"Ketatkan vaginamu sayang..hh..akan aku selesaikan secepat mungkin..shhh.." Sehun menundukkan tubuhnya dan memeluk Jongin yang menungging. Dengan kecepatan tidak manusiawi Sehun mengeluar masukkan penisnya.

"Ohhh…Sehunhhhh…nyahhhh…mhhhh.." Jongin berusaha mengetatkan lubang vaginanya dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Penis Sehun menusuknya semakin akurat dibawah sana, ditambah lagi tangan-tangan Sehun bermain di puting dan klitorisnya. Mengajak Jongin untuk segera orgasme bersamanya.

"Yahhh..kau kasar sekali sihhh..anggghhh..mhhhh.."

"Kau suka kan? Hhhh..shithh.."

"Sukahhh..suka sekali ahhhh..lebih dalam sayanghh.." Jongin menatap pantulan dirinya dikaca wastafel. Seksi, menggairahkan, binal.

"Lihat dirimu sayanghh..kau seperti pelacur..ohhh.." Jongin setuju dengan ucapan Sehun barusan. Dirinya kini memang seperti pelacur, berjam-jam disetubuhi dan masih terus meminta penis kekasihnya untuk menusuknya lebih dalam.

"Kau masih saja meremasku erat..mhhh…" Sehun terus berbisik parau ditelinga Jongin.

"Angghhh..yahhh..kau masihhhh..ahh..saja besar..mhh.."

"Kesukaanmu kan?"

"I-iyahh…kesukaankuhhh…hhh..Sehunhhh..aku dekathhh.." Jongin semakin mengetatkan vaginanya. Jongin ingin membuat Sehun mencapai puncak bersama. Tidak berapa lama kemudian terdengar teriakan penuh kenikmatan dari kamar mandi Kyungsoo yang menandakan permainan panas sepasang kekasih itu sudah selesai.

Setengah jam kemudian tiga pasang sejoli itu sudah siap menuju pusat kota untuk makan malam. Hanya satu orang yang wajahnya tidak cerah seperti yang lainnya, Kim Jongin. Gadis itu terlihat sangat lelah dan mengantuk.

"Kau ketelaluan sekali sih Hun, lihat tuh Jongin sampai lemas begitu!" Baekhyun mendelik ke arah Sehun.

"Kami sampai menonton dua film dan kalian belum juga selesai!" Kyungsoo ikut merasa simpati pada Jongin.

"Ckck, kau sungguh—" Chanyeol ingin ikut memojokkan temannya.

"Tidak usah ikut memarahi Sehun! Memangnya kau lebih baik dari dia?" Baekhyun langsung berkata galak begitu mendengar Chanyeol angkat bicara. "Kau hampir membuatku membolos sepanjang minggu ini tahu!"

"Mati kau!" Kris puas sekali mendengar Chanyeol diteriaki Baekhyun.

"Kau sama saja Kris!" Kyungsoo mengambil kesempatan ini untuk ikut memarahi kekasihnya. Sehun berusaha keras menahan tawanya, ia senang dirinya tidak diomeli sendirian.

"Apa kau mau pulang saja baby?" Sehun sedikit cemas melihat wajah Jongin. Tangan kekar Sehun merangkul tubuh ramping kekasihnya.

"Tidak apa-apa. Aku sangat lapar Hun, ayo segera berangkat." Jongin meletakkan tangannya pada pinggang Sehun dengan mesra.

"Baiklah, ayo berangkat." Sehun mengecup kening Jongin penuh kasih sayang. "YA! SEMUANYA AYO BERANGKAT! PACARKU SUDAH KELAPARAN!" Sehun berteriak pada teman-temannya yang masih sibuk sendiri.

"KAU PIKIR DARI TADI KAMI MENUNGGU SIAPA HAH?" Baekhyun yang sepertinya sedang sensitif hari ini langsung membalas ucapan Sehun dengan sadis. Ah, sepertinya tiga remaja laki-laki ini akan banyak kena omel dari dua diva sekolah mereka malam ini.

The End.

Satu lagi seri buat malam jumat udah tamat huehehehe.

Author bikin full NC sebagai permohonan maaf dua chapter sebelumnya ngegantung semua wkwk

Semoga cukup hot ya wkwk dan banyak yang suka.

Karena author terlalu fokus sama serial maljum, seri yang Rated T jadi keteteran, maaf ya buat yang nungguin seri non-M huhu. Author bakal nyelesain cerita-cerita yang lainnya secepat mungkin hehe.

Untuk maljum depan, mau KaiHun atau HunKai?

(Author suka dua-duanya sih wkwk)

Terima kasih review-nya, maaf ngga bisa dibalesin satu-satu tapi semuanya bikin author bahagia kok^^

Juga buat 'hunkai', author ngerasa ngga ada yang salah ya hehe. Udah author baca bolak-balik chapter sebelumnya kayaknya udah bener kok. Iya ngga sih? Apa author yang kurang teliti? :/

Mohon review, kritik dan sarannya^^

Selamat malam Jumat chingudeul!