My Admirer, My Love

Cast : Xi Luhan

Kris Wu

Byun Baekhyun

Do Kyungsoo

Kim Minseok a.k.a Xiumin

Park Chanyeol

Kim Jongdae a.k.a Chen

Disclaimer : Semua cast milik tuhan, agensi, keluarga dan tentunya diri mereka sendiri. Ide cerita murni punya author~

Warning : GS (bagi yang ga suka GS silakan di'close' tab'nya), typo/misstypo yang bertebaran, alur kecepetan, cerita ga jelas. Mianhae... ㅠㅠ

.

.

Chapter 2

.

.

.

"Jadi... mau jalan-jalan kemana?"

Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian menatap keempat temannya yang terlihat menyembulkan kepala mereka di tembok yang membatasi ruang tamu dan ruang tengah. "Kalian kenapa pakai mengintip segala? Sini!" nada suara Luhan yang terdengar galak membuat mereka langsung menurut. Baekhyun dan Kyungsoo duduk mengapit Luhan sedangkan Chanyeol dan Chen duduk di sofa lainnya. Kris tersenyum melihat galaknya Luhan pada teman-temannya itu. "Jadi bagaimana?" tanya Kris sekali lagi membuat Luhan kembali menatapnya. Tatapan Luhan yang polos dan datar menunjukkan bahwa yeoja cantik itu memang tidak ada ketertarikan apapun pada Kris. Lain dengan cara Baekhyun dan Kyungsoo yang menatap Kris dengan berbinar-binar seperti kebanyakan fansnya di luar sana.

"Aku... tidak tahu mau kemana. Lagipula sebenarnya hari ini aku juga tidak ada niatan untuk pergi jalan-jalan..." jawab Luhan seraya mengedikkan bahunya. "Jadi terserah Kris-ssi saja..." lanjutnya.

"Kalau ke pantai kau mau?" usul Kris. Luhan tidak langsung menjawab melainkan menatap teman-temannya dulu. "Kalau mau kita bisa mengajak mereka juga..." tambah Kris lagi. Ia bisa melihat Luhan yang tersenyum cerah kemudian mengangguk setuju.

"Pantaaai~~~!" seru Chanyeol dan Chen heboh sementara Kyungsoo dan Baekhyun langsung berlari menuju kamar masing-masing untuk berganti baju dan menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa. "Lulu! Kami ambil baju dulu, ne?" tanpa menunggu jawaban Luhan Chanyeol langsung berlari menuju rumahnya yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah ketiga yeoja itu. Chen pun ikut menyusul Chanyeol dan berniat meminjam baju namja jangkung itu. Luhan sendiri juga langsung masuk ke kamarnya setelah mempersilakan Kris duduk di ruang tengah untuk menunggu sambil menonton TV dari pada hanya bengong di ruang tamu. Tak butuh waktu lama untuk Luhan berganti baju, lain dengan Baekhyun dan Kyungsoo yang saat ini masih sibuk memilih baju apa yang akan mereka pakai dan juga untuk baju ganti nanti. Mereka akan ke pantai dan pastinya bakal basah-basahan, tentu saja butuh membawa pakaian ekstra.

Luhan keluar kamar dengan membawa tas punggung yang lumayan besar. Yeoja cantik itu memakai sebuah kaos lengan panjang berwarna putih yang terlihat kebesaran di tubuhnya, jegging warna abu-abu gelap. Rambut panjangnya yang mencapai pinggang dibiarkan tergerai. Sebuah headset besar terpasang di kedua telinganya. Secara umum penampilan Luhan terlihat biasa saja, tapi bagi Kris entah kenapa itu justru menampilkan pesona dari sosok Luhan yang memang pada dasarnya terkesan cuek.

"Ada apa, Kris-ssi?" suara Luhan menyadarkan Kris yang sedari tadi terdiam sambil memandangnya. "Ada yang salah denganku?" Luhan menunduk dan melihat penampilannya sendiri. Mencoba memeriksa apa ada yang aneh pada penampilannya. Kris menggeleng. "Tidak ada. Hanya saja aku heran melihatmu memakai kaos kebesaran begitu..." ujar Kris sambil mengusap tengkuknya. Luhan tersenyum kemudian duduk di sebelah Kris mengingat sofa di ruang tengah cuma ada 1. "Aku lebih senang pakai baju longgar..." jelas Luhan sambil membuka tasnya untuk memasukkan cemilan yang tadi dibawa Chen. Kris melirik sedikit ke dalam tas Luhan dan hanya menemukan sepasang baju ganti dan sebuah handuk. 'Jadi dia bawa tas besar begitu hanya untuk membawa makanannya?' batin Kris takjub. Ia kira Luhan akan membawa banyak barang dengan tas punggungnya itu.

"Eonni! Masukkan kameranya sekalian, ne?" Baekhyun tampak menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarnya dan menyerahkan tas kecil berisi kamera pada Luhan.

"Kami sudah siaaaap~!" teriakan cempreng bercampur ngebass dari Chen dan Chanyeol menghentikan Luhan yang hendak membuka sebungkus besar keripik kentang. Yeoja itu beralih menatap dua temannya yang kini sibuk mengecek barang di tas masing-masing.

"Persiapan beres~!" tak lama Baekhyun dan Kyungsoo pun muncul dari kamar mereka dalam keadaan rapi.

"Berangkat sekarang?" Kris berdiri dari sofa sambil mengambil kunci mobil di saku celananya. Keenam orang itu keluar rumah dengan membawa barang bawaan masing-masing. Kecuali Kris yang semua barangnya sudah ada di mobil. Sebagai artis tentu saja tak jarang ia harus menginap di lokasi syuting atau pemotretan dan tentu saja ia perlu membawa barang-barang pribadinya seperti baju ganti, handuk, dan juga alat mandi.

Selain memakai mobil Kris, mereka juga memakai mobil Chanyeol. Tentu saja enam orang plus barang bawaan mereka tidak akan cukup jika hanya menggunakan 1 mobil. Baekhyun, Kyungsoo, Chen, dan Chanyeol berada dalam 1 mobil, sedangkan Luhan ikut mobil Kris. Barang-barang yang tidak cukup ditaruh di mobil Chanyeol pun dipindahkan ke mobil Kris yang masih memiliki banyak tempat kosong mengingat Kris hanya berdua dengan Luhan. Setelah semuanya siap, mereka pun langsung melaju menuju pantai untuk mulai bersenang-senang. Di dalam mobil Chenyeol, suasananya sangat ramai penuh dengan ocehan dan nyanyian tidak jelas dari Baekhyun dan Chen. Kyungsoo sendiri memilih sibuk dengan gadgetnya sementara Chanyeol fokus menyetir. Berbanding terbalik dengan keadaan di mobil Kris yang hening. Awalnya namja tampan itu berniat mengajak Luhan mengobrol, namun sayangnya belum lama setelah mereka berangkat Luhan sudah lebih dulu terlelap diiringi dengan lagu yang terdengar pelan dari headset Luhan. Kris melirik Luhan sekilas lalu kembali fokus menyetir. Sebuah senyum terukir di bibirnya.

'Dia benar-benar yeoja yang menarik. Bahkan saat tidur pun tetap saja terlihat mempesona...' batin Kris dengan senyumannya yang tak pernah lepas dari bibirnya.

.

.

.

.

.

"PANTAAAAAAIII~~~~~~!"

Chanyeol, Chen, Baekhyun, dan Kyungsoo berlarian menuju tepi pantai dengan teriakan heboh. Dibelakang mereka, Luhan dan Kris nampak berjalan santai. Sesekali Luhan menguap lebar sambil mengucek matanya membuatnya terlihat seperti balita yang baru bangun tidur.

"Maaf, ya.. mereka memang suka ribut sendiri..." ucap Luhan merasa tak enak. Kris tersenyum. "No problem. Aku malah suka melihat mereka yang rusuh begitu..." sahut Kris kemudian mengalihkan pandangannya pada keempat teman Luhan yang tampak heboh bermain dengan ombak. Dari kejauhan terlihat Chanyeol yang melambaikan tangan kearah Kris dan Luhan yang dibalas lambaian singkat dari dua orang itu.

"Kris-ssi! Lulu! Ayo sini ikut main! Jangan pacaran terus!" teriakan Chanyeol sukses membuat Luhan melotot dan Kris yang mendadak terbatuk-batuk. Kaget dengan kalimat yang keluar dari mulut Chanyeol.

Luhan melepas sepatunya dan mulai mengejar Chanyeol yang mulai berlari menghindar sambil tertawa lebar. Yeoja cantik itu sengaja melepas sepatunya karena takut keempat temannya itu akan iseng mendorongnya kearah ombak.

"Kesini kau, monster tiang!"

"Hei! Yang tiang bukan cuma aku saja! Kris-ssi sendiri juga lebih tinggi dariku!" Chanyeol menunjuk-nunjuk Kris yang masih berdiri di tempatnya semula. Ia semakin mempercepat laju larinya saat dilihatnya Luhan yang semakin dekat kearahnya.

'Aku lupa kalau Lulu itu larinya cepat! Mati aku!' batin Chanyeol panik. Apalagi ketika Luhan berhasil menarik kerah bajunya dari belakang dan mulai memiting lehernya. "Ampun, Lulu!"

Chanyeol kini tengah berbaring di pasir dengan Luhan yang menduduki punggungnya. Pitingan di lehernya semakin kuat membuat namja tinggi itu bergerak-gerak meminta Luhan melepaskan pitingannya. Tingkahnya persis seperti ikan yang menggelepar di daratan. Chen, Baekhyun, dan Kyungsoo sama sekali tidak ada yang berniat menolong Chanyeol dan malah asyik sendiri membangun istana pasir dengan peralatan yang mereka bawa.

Kris yang merasa kasihan pada Chanyeol akhirnya menghampiri kelima orang itu dan mengajak mereka untuk makan siang. Semuanya meninggalkan kegiatan masing-masing kecuali Luhan yang masih setia menyiksa Chanyeol.

"Lulu! Tolong lepaskan! Aku juga mau makaan!"

"Lepaskan saja, Luhan..." ucap Kris sambil menarik pergelangan tangan Luhan. Chanyeol yang merasa ada yang membelanya langsung tersenyum cerah dan mengusap lehernya. "... kau bisa melanjutkan memiting Chanyeol setelah makan siang." ucapan Kris yang selanjutnya sukses membuatnya cemberut diiringi tawa nista dari 4 orang lainnya.

Poor Chanyeol...

.

.

Mereka berenam memutuskan untuk makan di restoran yang tak jauh dari lokasi pantai tempat mereka bermain tadi. Seorang pelayan mengantarkan buku menu untuk mereka. Chanyeol dan Chen mulai ribut memilih menu makanan. Sementara Baekhyun dan Kyungsoo nampak memilih dengan tenang.

"Kau mau makan apa, Luhan?" Kris menyodorkan buku menunya kearah Luhan.

"Aku–"

"Luhan eonni alergi seafood, oppa..." celetuk Baekhyun tiba-tiba memotong perkataan Luhan.

"Eonni pesan chicken steak saja..." usul Kyungsoo.

"Pesan bulgogi!" seru Chen. Luhan menggeleng. "Chicken steak saja..." Luhan mengikuti usulan Kyungsoo. Ia tahu akal bulus Chen yang pasti akan mengembat jatah makan siangnya jika ia benar-benar memesan bulgogi.

Setelah pelayan mencatat semua pesanan dan kembali menuju dapur, keenam orang itu asyik mengobrol sambil menunggu pesanan. Baekhyun dan Kyungsoo asyik menanyai Kris tentang kehidupannya sebagai idol. 'Kapan lagi bisa mengobrol sedekat ini dengan Kris oppa?' batin kedua yeoja itu senang. Sementara Luhan malah asyik dengan Chen dan Chanyeol. Ia sama sekali tak menyadari kalau Kris beberapa kali curi-curi pandang kearahnya. Baekhyun dan Kyungsoo terkikik geli menyadari hal itu. Dua anak itu yakin kalau Kris memang memiliki ketertarikan lebih pada eonni kesayangan mereka.

"Sepertinya asyik kalau kita bisa menjodohkan mereka berdua..." Baekhyun menyenggol lengan Kyungsoo pelan. Yang disenggol hanya terkekeh pelan sambil menganggukkan kepalanya semangat.

.

.

.

.

.

"Haaaah~ aku kenyaang!"

"Aku juga~"

Luhan, Kris, dan yang lainnya kini kembali lagi ke pantai setelah selesai makan siang. Mereka ingin bermain sepuasnya sambil menunggu waktu sunset. Semuanya asyik bermain kecuali Kris dan Luhan yang lebih memilih duduk santai menghadap kearah laut. Semuanya cukup tenang sampai akhirnya...

"Hei! Itu Kris, kan?"

"Benar! Itu memang Kris!"

Suasana mendadak heboh saat beberapa orang menyadari sosok Kris. Mereka mulai ribut mengerubungi Kris demi bisa mengambil foto ataupun meminta tanda tangan artis tampan itu. Dengan sabar, Kris melayani mereka satu persatu dengan sebuah senyum mempesona yang mampu membuat siapapun menjerit. Luhan sendiri memilih untuk menyingkir dan bergabung dengan teman-temannya yang melongo menatap kerumunan orang tersebut.

"Popularitas Kris oppa itu benar-benar wow, ya?"

"Iya..."

Sementara itu, di antara kerumunan itu ada seorang yeoja yang terlihat merajuk. "Waktu itu aku ikut acara fanmeet oppa tapi tidak dapat kesempatan menang untuk kencan dengan oppa. Siapa fans oppa yang beruntung itu?"

Kris tersenyum lagi. "Sebenarnya yang beruntung itu justru bukan fansku..." ujarnya seraya menunjuk Luhan yang duduk diam menatap Chen yang masih membangun istana pasir. Sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo sibuk mengubur badan Chanyeol di pasir.

"Yang memakai kaos putih itu?" tanya fans itu memastikan.

"Ya..." Kris mengangguk.

Setelah puas mengambil foto dan meminta tanda tangan Kris, orang-orang yang berkerumun itu mulai membubarkan diri. Kecuali beberapa fans yeoja yang masih asyik membuntuti Kris. Merasa tak nyaman dengan sikap yeoja-yeoja itu, Kris pun memutskan untuk menghampiri Luhan dan duduk di sampingnya.

"Masih ada yang mengikutimu, tuh..." celetuk Luhan saat melihat gerombolan fans yeoja itu. Kris mengedikkan bahunya. "Biarkan saja..." sahutnya cuek. Benar saja, capek karena terus dicueki Kris, gerombolan yeoja itu memilih membubarkan diri. Luhan tertawa pelan melihat yeoja-yeoja itu tampak cemberut. Kris tersenyum melihat yeoja cantik di sebelahnya itu tertawa. Semuanya masih asyik bermain sampai waktu menunjukkan sore hari. Saat sedang asyik dengan ombak, mendadak Chen menghampiri Luhan yang sedang menikamti cemilannya.

"Lulu! Ayo kita main air!" Chen yang baru selesai mendirikan istana pasirnya langsung mengajak Luhan main air.

"Tidak mau. Nanti bajuku basah..." Luhan menggeleng.

"Kita kan bawa baju ganti, eonni..." Baekhyun terlihat melepas sepatunya diikuti Kyungsoo. Sedangkan Chanyeol berusaha mati-matian keluar dari timbunan pasir buatan dua yeoja itu. Luhan tersenyum lalu melepas sepatunya sendiri. "Ya usah. Ayo..."

"Ayo Kris oppa juga!"

"Tidak usah, aku di sini menjaga barang-barang saja..."

"Yaaah! Tidak seru, ah!"

Kris tertawa melihat Baekhyun dan Kyungsoo yang merajuk. Kemudian kelima anak itu mulai berlarian menuju tepi pantai dan bermain dengan ombak-ombak kecil yang dalam sekejap membasahi tubuh mereka. Namun Luhan tidak membasahi seluruh tubuhnya melainkan hanya sebatas lututnya saja.

"Sini, Lulu!" seru Chanyeol yang dibalas gelengan kepala dari Luhan.

"Kalian tarik Luhan eonni saja!" usul Baekhyun. Serentak Chen dan Chanyeol berlari mengahmpiri Luhan dan menyeretnya semakin dekat dengan ombak. Yang diseret pun sibuk berusaha melepaskan diri.

"Aku tidak mau!"

"Nanti tidak seru!"

"Tidak ada hubungannya denganku! Kalian basah-basahan sendiri saja!"

"Kau juga harus ikut, Lulu!"

"Sudah kubilang tidak mau! HUUAAAAAAA!" Luhan kaget bukan main ketika Chanyeol dan Chen menggotongnya dan membawanya menuju ombak.

"Ayo dilempar!" seru Baekhyun senang. Ia bertepuk tangan saking bersemangat melihat Luhan digotong seperti itu. Ia dan Kyungsoo berlari ke tempat Kris duduk dan berniat menonton dari jauh saja. Mereka memilih mencari aman daripada kena amuk 'rusa betina' itu.

Luhan memberontak sekuat yang ia bisa membuat Chen dan Chanyeol kewalahan namun tetap saja mereka bisa menuntaskan keinginan mereka untuk melempar Luhan ke ombak dan membuat sekujur tubuh yeoja cantik itu basah.

"AWAS SAJA KALIAN!" Luhan mengamuk dan mengejar dua namja rusuh yang mulai berlarian panik. Baekhyun, Kyungsoo, dan Kris asyik menonton tontonan gratis itu sambil menikmati cemilan yang dibawa. Merasa akan sulit menangkap dua orang sekaligus, Luhan merubah arah larinya dan menghampiri ke tempat barang-barangnya. Tiga orang yang stand by disana hanya menatap bingung.

"Mana sepatu dua anak itu?"

Tanpa banyak tanya Baekhyun menyerahkan dua pasang sepatu milik Chen dan Chanyeol. "Untuk apa, eonni?" Kyungsoo yang penasaran bertanya namun tak mendapat jawaban karena Luhan langsung menyambar sepatunya dan berjalan menuju pantai.

"YA! ITU SEPATU KITA!" teriak Chen kelabakan. Ia dan Chanyeol menatap horor kearah Luhan yang dengan santainya mencelupkan sepatu mereka ke dalam air laut kemudian mengisinya dengan pasir.

"LUHAAAAN! KITA TIDAK BAWA SEPATU LAGI!" dua namja rusuh itu histeris lalu menghampiri sepatu mereka yang ditinggal dengan nistanya oleh Luhan. Kondisi sepatu itu benar-benar sudah tidak bisa disebut 'sepatu', melainkan mangkuk pasir.

Luhan, yang masih dalam keadaan basah kuyup, menghampiri 3 orang lainnya dan duduk di sebelah Kris yang geleng-geleng kepala melihat apa yang ia lakukan. "Balas dendammu jauh lebih kejam, ya?"

"Itu harus..." Luhan tersenyum kearah Kris yang mendadak terpaku.

Suasana hening seketika. Kris masih terpaku menatap Luhan yang kini meluruskan pandangannya kearah laut lepas. Baekhyun dan Kyungsoo memilih menyingkir dengan alasan tidak ingin mengganggu suasana romantis antara Kris dan Luhan sementara Chen dan Chanyeol masih berduka tentang sepatu mereka. Baekhyun menepuk-nepuk bahu keduanya.

"Makanya jangan macam-macam dengan Luhan eonni kalau tidak ingin hasilnya seperti ini. Balas dendam dari Luhan eonni itu tidak akan bisa ditebak dan biasanya jauh lebih parah. Contohnya seperti kalian ini..." ucapnya sok-sokan menasehati. Kyungsoo yang berdiri di belakang Chen hanya terkikik geli melihat tampang 2 temannya itu.

"Ayo ikut. Kalian beli sandal saja di toko itu..." Baekhyun menunjuk salah satu toko yang menjual berbagai macam jenis sendal dan souvenir-souvenir lain.

.

.

"Luhan..."

"Hm?"

"Kau tidak merasa dingin basah-basahan begitu?"

Luhan menggeleng. "Biasa saja. Lagipula nanti juga kering sendiri..." sahutnya santai. Kris terdiam sebentar lalu mendadak ia mengambil handuk miliknya dan mengeringkan rambut panjang Luhan.

"Eh?"

"Lebih baik langsung dikeringkan daripada terkena angin begini. Kau bisa kena flu..." Kris mulai menggosok lembut rambut Luhan.

"Xie xie..." ucap Luhan diiringi senyum manis yang terukir di wajah cantiknya.

Kris menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut Luhan dan terpaku menatap senyuman Luhan. Setiap yeoja cantik itu tersenyum, selalu saja Kris merasa tubuhnya kaku.

Melihat Kris yang terdiam membuat Luhan ikut diam. Pandangan mereka terpaut satu sama lain dan tak ada yang berniat untuk bergerak lebih dulu. Tanpa sadar, Kris semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan yang juga masih belum menyadari situasi. Jarak mereka hanya tinggal beberapa centi sebelum hidung mereka saling menempel ketika teriakan heboh Chen terdengar.

"WOOAAAAH~! AYO CEPAT! SEBENTAR LAGI SUNSET!"

Kris segera menjauhkan dan memalingkan wajahnya yang kini merona hebat sedangkan Luhan hanya berkedip dan menatap Kris bingung. Tepat saat itu Chanyeol dan Chen merusuh untuk meminjam kamera Luhan. Setelah mendapatkannya, mereka berdua berjalan menuju ke tempat Baekhyun dan Kyungsoo yang terliaht cemberut.

PLETAK!

"Aduh! Kenapa kau menjitakku, Kyungsoo?!" seru Chen tak terima.

"Kalian itu merusak momen indah Luhan eonni dan Kris oppa tahu!" omel Baekhyun. Chanyeol dan Chen saling bertatapan tak mengerti maksud 2 yeoja itu.

"Maksud kalian apa, sih?"

"Ini, lho..." Kyungsoo menunjukkan kamera Baekhyun yang ia pegang. Tampak sebuah foto dimana itu diambil ketika Kris hampir mencium Luhan. Chanyeol dan Chen melotot melihatnya sambil bergumam 'wooow'.

"Kenapa Kris tidak jadi mencium Lulu?" tanya Chen polos. Kali ini gantian Baekhyun yang menjitaknya kencang.

"Kalau bukan karena teriakan bodohmu dan kerusuhan kalian berdua pasti Kris oppa sudah berhasil mencium Luhan eonni!"

Chen meringis, ia memegangi kepalanya yang kena jitak dua kali sambil menggumamkan kata maaf berkali-kali. Chanyeol terkekeh melihat penderitaan teman ributnya itu.

PLETAK!

"Auw!" sekarang Chanyeol yang jadi korban jitakan Kyungsoo.

"Kenapa ketawa-ketawa begitu?" tanya Kyungsoo dengan nada sebal.

"Aku kan tidak–"

PLAK!

"Ini jitakan yang kedua dariku. Supaya adil dengan Chen..." Baekhyun memotong perkataan Chanyeol bersamaan dengan jitakan mautnya. Ganti Chen yang terkekeh.

"Ada apa? Tadi aku melihat kalian menjitak Chen dan Chanyeol..." tanya Luhan yang mendadak sudah ada di dekat mereka. Kris berjalan di belakangnya masih dengan wajahnya yang merona meskipun sudah tidak separah tadi. Baekhyun dan Kyungsoo hanya menunjukkan senyum manis. "Tadi mereka mengganggu kami saat mengambil foto, eonni..." jawab Baekhyun asal.

PLAK!

PLOK!

Semuanya berjengit kaget saat Luhan mendadak menjitak Chanyeol dan Chen berbarengan.

"Jangan ganggu dongsaengku." Luhan menatap tajam kedua temannya yang sudah sangat memelas itu.

"Hihihi..." Kyungsoo dan Baekhyun tertawa pelan. Mereka sangat tahu kalau tenaga Luhan jauh lebih besar dari mereka dan pastinya jitakan Luhan juga berkali lipat lebih sakit daripada jitakan mereka.

"Appo..." Chen dan Chanyeol mengaduh bersamaan dengan suara pelan. Mereka tidak berani memprotes Luhan akibat kejadian sepatu mereka tadi. Kris sendiri bukannya menunjukkan rasa prihatin justru ikut menertawakan mereka.

"Sunset!" seru Baekhyun senang. Luhan sendiri segera mengambil kameranya dari tangan Chanyeol dan mengarahkannya tepat pada sunset. Sudah lama ia ingin memotret sunset seperti ini tapi baru tersampaikan sekarang. Setelah puas memotret, Luhan mengarahkan kameranya pada diri sendiri, bermaksud mengambil selca. Baru setelah itu berfoto bersama dengan yang lainnya.

"Luhan eonni dan Kris oppa foto berdua, dong!" pinta Kyungsoo.

"Untuk apa?"

"Tentu saja untuk kenang-kenangan, Lulu..." Chen menyahut.

Menurut, Luhan dan Kris segera mengambil posisi dan melakukan pose untuk di foto. Kris tampak berdiri sambil merangkul bahu Luhan sementara Luhan sendiri hanya berpose biasa sembari tersenyum manis kearah kamera.

"Oke! Sekali lagi, tapi posenya yang lebih asyik!"

"Pose yang seperti apa?" tanya Luhan bingung. Kyungsoo menghampiri Luhan dan Kris kemudian mengatur pose mereka untuk foto. Pose kali ini jujur saja membuat keduanya malu, namun dengan paksaan dari Baekhyun dan yang lainnya mereka terpaksa menurut. Pose dimana Luhan hanya berdiri biasa menghadap kamera sedangkan Kris berdiri memeluk pinggangnya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Luhan. Pose yang menurut mereka seharusnya dilakukan sepasang kekasih.

"Oke! Satu... dua..." Baekhyun mulai menghitung sebelum memotret. Tanpa sadar, Kris semakin mengeratkan pelukannya dan menyamankan posisi kepalanya yang bersandar di bahu Luhan.

"...Tiga!"

Jepret!

"Waaah~! Hasilnya bagus! Seperti sepasang kekasih betulan!" Kyungsoo dan yang lainnya mengerubungi Baekhyun untuk melihat hasil foto-foto yang ada di kamera Luhan. "Mana? Aku juga mau lihat!"

"Aku juga mau!"

"Sabar, dong!"

Kris memalingkan wajahnya kearah lain. Lagi-lagi wajahnya merona akibat 4 orang itu. Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sekali lagi maaf kalau seharian ini kau terganggu dengan keberisikan dan tingkah absurd mereka..." ucap Luhan merasa tak enak. Kris tersenyum, sekalian berusaha menghilangkan rona merah di wajahnya, seraya menepuk bahu Luhan. "Tidak apa. Justru seharian ini aku sangat senang. Kau punya teman-teman yang menyenangkan, Luhan..." ujar Kris membuat Luhan tersenyum. Mereka pun mengobrol berdua sambil membereskan barang-barang mereka sebelum akhirnya berjalan menuju mobil. Luhan memutuskan untuk naik mobil Baekhyun agar Kris tak perlu repot mengantarnya dan harus capek-capek memutar arah setelah dari rumahnya. Kris, yang meskipun tidak rela, hanya mengangguk sembari tersenyum.

"Jadi yang menyetir siapa?" tanya Kyungsoo seraya memasukkan tasnya ke bagasi.

"Biar aku yang menyetir. Chanyeol dan yang lain istirahat saja..." sahut Luhan membuat Chanyeol langsung mengambil posisi duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Chen yang bertubuh lebih kecil dibandingkan Chanyeol berdesakan dengan Baekhyun dan Kyungsoo di kursi belakang.

"Sudah siap semua?"

"Sudah..."

Kris menyodorkan tangannya bermaksud menjabat tangan Luhan yang dibalas oleh sang yeoja diiringi senyum khas miliknya.

"Terima kasih untuk hari ini, Luhan..."

"Aku juga ingin berterima kasih. Aku senang melihat Baekhyun dan Kyungsoo yang begitu heboh dan gembiranya bisa jalan-jalan dan bermain denganmu. Bagaimanapun juga mereka termasuk fans beratmu..."

Kris mengangguk. Dengan gerakan mendadak, Kris mendekatkan wajahnya ke Luhan dan dengan keberanian yang entah datang dari mana langsung mencium pipinya.

Luhan yang terkejut hanya bisa membelalakkan matanya. Ia tak menyangka kalau Kris akan mencium pipinya seperti itu.

Di dalam mobil, Baekhyun dan Kyungsoo sibuk membekap mulut Chen dan Chanyeol yang hampir saja berteriak. Mereka tidak mau kehilangan momen ini lagi. Meskipun hanya sekedar cium pipi, bagi mereka itu sudah lebih dari cukup mengingat momen pertama tadi dirusak oleh dua biang rusuh itu.

Cukup lama Kris mencium pipi Luhan sebelum melepasnya dan berbisik, "Sekali terima kasih, Luhan..." baru kemudian menunduk dan berpamitan dengan keempat teman Luhan. "Terima kasih untuk hari ini..."

"Kami juga berterima kasih, oppa~" ujar Baekhyun sambil tersenyum lebar.

"Sekali-sekali berkunjunglah ke rumah kami, oppa!" pinta Kyungsoo. Kris hanya tersenyum mendengarnya.

"Lain kali kalau ingin jalan-jalan lagi jangan lupa ajak kami, Kris-ssi!" Chanyeol dan Chen melambaikan tangan mereka kearah Kris yang juga balas melambai. Setelah itu Kris menunggu Luhan masuk ke mobilnya baru ia ikut memasuki mobilnya sendiri. Acara jalan-jalan pun berakhir.

"Bye, Kris oppa!"

"Pai pai~"

"Daaaah~!"

Baekhyun dan yang lain sibuk berdadah-dadah kearah Kris sementara Luhan mulai fokus menyetir. Mempersilakan Luhan untuk jalan lebih dulu, Kris hanya menunggu sambil menatap mobil yang dikendarai Luhan masih dengan senyum di bibirnya. Ia sendiri tak menyangka kalau dia akan senekat itu mencium pipi Luhan.

Baru saja Kris menjalankan mobilnya saat ada sebuah panggilan masuk ke smartphonenya. Bibirnya mengukir senyum saat mengetahui bahwa adik kesayangannya yang menelepon.

"Ada apa, Tao?"

"Bagaimana acara kencannya, gege?"

"Itu tidak bisa disebut kencan. Aku cuma jalan-jalan biasa dengan dia dan teman-temannya..."

"Lalu untuk selanjutnya bagaimana?"

"Aku tidak tahu. Tapi ada satu hal yang ingin kulakukan. Kau mau ikut tidak?"

"Ikut kemana?"

Kris tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Tao. "Ke tempat dimana aku bisa bertemu lagi dengannya..."

::::::::::

TBC

::::::::::

Annyeong, readerdeul~ Hime is back!

Akhirnya Hime bisa ngelanjutin ff yang beberapa bulan ini terbengkalai, bener2 Hime minta maap banget... dan juga sekali lagi maaaaap banget kalo banyak typo bertebaran. Soalnya Hime udah ga edit lagi dan langsung dipublish aja...

Pokoknya ayo yang tertarik silakan dibaca, abis itu jangan lupa ripiu pliiiis~ okeh? okeh? okeh?

Sekarang saatnya...
Balas Review:

Sayakanoicinoe: mian lama... T^T ini udah dilanjut, silakan dibaca~ :D

LiezxoticVIP: Hooooo... Kreatif itu harus~ nih, udah apdet. Dibaca yaa~ ;)

ByunnaPark: sayangnya mungkin itu ga bisa disentu kencan karena perusuhnya banyak. Mian karna ga bisa apdet asap, ne... huhuhu... T^T silakan dibaca~

Krishanhan: makasih~ makasih udah mau suka ama ceritanya~ ini masih terus lanjut, kok. Cuma karna Himenya lagi *coret* sibuk , makanya jadi terbengkalai dan baru sekarang bisa apdet lagi. Iya, Hime udah mematenkan diri jadi KrisHan Hard Shipper! *tebar konfeti* kamu KrisHan shipper juga? :D gomawo~