Yixing POV

Gila ya Sonsaengnim, aku disuruh mengambil buku paket di perpustakaan? Kalian tau letak perpustakaan di mana? Di lantai 1 dan kelasku letaknya di lantai 3. Padahal Jongdae tadi sudah mau membantu. Dasar Sonsaengnim tidak punya hati.

Walaupun ini sekolah elit, tapi sekolah ini belum ada lift. Dan kami warga sekolah masih menggunakan tangga. Aku harus menaiki anak tangga satu persatu. Aku sudah seperti olahraga saja.

Saat turun sih tidak apa apa, lagian aku juga belum bawa barang yang memberatkan. Tapi nanti saat naik aku juga harus bawa buku yang jumlahnya bahkan tidak sedikit.

Mungkin setelah ini, otot di tanganku akan berbentuk melebihi ABS nya Park Chanyeol itu.

"Annyeonghaseyo." sapaku pada wanita paruh baya yang sibuk menata buku di sudut kanan itu. "Oh ,annyeong." balasnya sambil berbalik dan menatapku. "Ada apa?" tanyanya.

"Mmm, Kim Saem menyuruh saya mengambil buku paket." kataku sopan. "Ohh, sebentar. Aku bereskan ini dulu ya." katanya yang masih sibuk menata buku di rak itu.

"Ne." jawabku dan duduk di kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri .Setelah selesai dia kemabali ke tempatnya di tengah ruang perpustakaan itu dan mengambil buka dari bawah mejanya itu.

"Jumlahnya 20 ya?" tanyanya padaku dan menhitung ulang buku paket di depannya itu. "Nde." jawabku dan menghampirinya. Aku memperhatikan buku itu sebentar, benar juga buku itu tidak tebal.

"Ahh, kau bisa membawanya? Apa perlu ku bantu?" tanyanya. "Tidak perlu." jawabku dan tersenyum lalu mengangkat buku itu ."Ini tidak berat. Saya kembali dulu. Permisi." kataku dan keluar dari perpustakaan.

Duh! Lama lama ini tanganku pegal juga, aku juga dalam posisi menaiki tangga. Ahh. Molla. Tapi ini terasa sangat berat sekali.

BRUGGHHH

Ahh, sakit. Aduh kakikuuuu~. Aku jatuh tepat di anak tangga dan lututku mengenai pinggiran itu. Uhh perih sekali. Padahal ini sudah di ujung.

.

.

Author POV

Yixing jatuh di anak tangga dengan tidak elitnya sehingga buku buku yang dibawanya tercecer di lantai. Yixing meringis kesakitan. Yixing mencoba berdiri dan 'brugghh' dia terjatuh lagi.

Mungkin kakinya terkilir. Ini sakit sekali, batinnya. Dan sekarang dia hanya bisa pasrah sampai seseorang menemukannya dan membantunya. Tak lama kemudian ada sepasang sepatu hitam mengkilap tepat ada di depannya. Seseorang pasti sedang berdiri tepat di depannya.

"Kau sedang apa eoh?" tanya seseorang itu ketus. Yixing mengenal suara ini. Suara yang mebuatnya badmood akhir akhir ini. Ini suara milik Kim Sonsaengnim. Yixing pun mendongakkan kepalanya dan mendengus kesal –tanpa diketahui Kim Saem-

"Berdiri." suruh Kim Sonsaengnim sambil mengumpulkan buku paket yang bertebaran di lantai. Merasa tidak ada jawaban Kim Sonsaengnim mengulangi perkataanya dengan nada yang lebih tinggi.

Jika aku bisa berdiri sendiri, aku juga sudah berdiri dari tadi, pikir Yixing. "Saem, aku tidak bisa berdiri. Kakiku benar benar sakit." kata Yixing dengan selembut mungkin agar terdengar sopan.

Kim Sonsaengnim berlutut, melihat kaki Yixing. "Awww..ssshh." ringis Yixing saat Kim Sonsaengnim menyentuh kakinya tepat yang terkena pinggiran tadi.

Akhirnya Kim Sonsaengnim membantu Yixing berdiri. "Kau terkilir?" tanyanya. "Mungkin." jawab Yixing. "Ya sudah, aku antar ke UKS." kata Kim Sonsaengnim dan menuntun Yixing ke UKS.

.

.

~SULAY~

.

.

Kim Songsaenim masuk ke kelas dan membawa buku paket ."Mian anak anak ,saya sedikit terlambat karena tadi saya harus mengantar Yixing ke UKS." katanya sambil mendudukkan dirinya di kursi guru .

"Hye Mi kenapa ?" tanya Jongdae yang refleks berdiri ."Dia terkilir ." jawabnya ."Mwo ?" kata Jongdae. Jongdae terlihat mengeluarkan handphoenya dan mengetikkan sesuatu.

.

.

Sehun yang sedang memperhatikan penjelasan guru mendengus saat dirasa handphonenya bergetar di sakunya.

Dengan ogah-ogahan dia mengambilnya dan membaca pesan yang masuk itu.

From : Jongdae hyung

Sehun-ah, Yixing sedang di UKS sekarang. Kakinya terkilir.

Refleks Sehun berdiri dari tempat duduknya dan alhasil semua otemannya menatap ke arahnya -termasuk guru yang mengajar-

"Oh Sehun, ada apa?" Tanya Songsaengnim datar. "Mmm.." sehun bingung harus menjawab apa. "Ku rasa, aku perlu ke kamar mandi." Lanjutnya cepat.

"Ya sudah, cepat sana." Jawab Sonsangnim dan melanjutkan menjelaskan.

Sehun membuka pintu UKS dengan tidak berperikepintuan(?) dan langsung membuat Yixing kaget. "Noona, gwaenchana?" tanya Sehun sambil menuju ke brankas yang Yixing tiduri.

"Hm." Yixing hanya bergumam. "Dimana euisa ?" tanya Sehun. "Baru dipanggilkan." jawab Hye Mi yang meringis menahan sakit pada kakinya .

Bagaimana bisa seorang euisa pergi sedangkan di sini muridnya ada yang membutuhkannya, akan aku pidana dia, batin Sehun. "Dasar, euisa baboya!" kata Sehun sambil mendengus kesal.

"YA! Siapa yang kau sebut babo ha?" tanya seseorang di belakang Sehun yang tak lain adalah Yifan, euisa UKS sekolah. Sehun terlonjak kaget dan pura pura lupa dengan apa yang baru saja terjadi, Yixing hanya terkikik.

"Mian euisa, sudahlah tolong cepat obati Yixing noona." kata Sehun akhirnya. Yifan hanya mendengus sebal dan langsung mengambil obat.

Lalu Yifan menghampiri Yixing dan memeperhatikan luka di kaki Yixing. "Lukanya sudah membengkak dan biru, mungkin ini akan sedikit sakit." kata Yifan.

Yixing sudah keringat dingin. "Sehun-ah pegangi Yixing ya, jaga agar dia tidak berteriak keras. Aku tidak mau mengganggu murid lain yang masih belajar." kata Yifan dan menoleh ke Sehun.

Sehun langsung duduk di samping Yixing yang sedang berbaring. "Tenang ya Yixing." kata Yifan dan Yixing hanya mengangguk sekali. Saat Yifan memijat kaki Yixing yang terkilir. Yang terjadi adalah...

"AAAAAAAAAAAAAA.." jerit Yixing yang mungkin sampai ke planet pluto #plak. "YA OH SEHUN! Sudah ku bilang jangan sampai Yixing berteriak!" Yifan menatap tajam Sehun.

Sehun hanya menggeram, bukan salahnya kan kalau Yixing berteriak. Ini salah Yifan yang tidak ber hati hati mungkin atau memang Yixing yang berlebihan. "Ne." kata Sehun pasrah.

Saat Yifan memijat lagi ,Sehun sudah siap mengambil ancang ancang. Sebelum Yixing berteriak Sehun sudah membekap mulut Yixing dengan tangannya. Yixing berontak dan memukul mukul punggung tangan Sehun yang membekapnya.

Saking menahan sakitnya Yixing sampai mengeluarkan airmata. "Sudah selesai, uljimayo. Cengeng sekali." kata M Yifan mencibir sambil memerban kaki Yixing yang sudah dipijit dan diolesi obat.

Sehun yang melihat Yixing sungguh tidak tega, dia hanya bisa menghapus airmata Yixing yang masih mengalir di pipi mulusnya itu. "Sudahlah noona, uljimayo." kata Sehun.

" . Appo." Yixing masih terisak tapi perlahan mereda. "Sudahlah, kau mau pulang sekarang? Aku akan mengantarmu." tawar Sehun dan Yixing mengangguk. "Euisa, buatkan surat ijin untuk Yixing noona juga untukku ya." kata Sehun dan merangkul Yixing bermaksud membantu Yixing berjalan.

"Kenapa juga dengan kau?" tanya Minho. "Aku akan pulang mengantarnya." jawab Sehun dan meninggalkan UKS. Yifan hanya mendengus untuk kesekian kalinya, sungguh murid kurang ajar. Sudah menyuruh, juga tidak menggunakan kata 'tolong', dia pikir aku ini adiknya.

.

.

~SULAY~

.

.

2 minggu lebih sudah terlalui, kaki Yixing pun sudah baikan. Selama 2 minggu itu dia selalu diantar jemput oleh Sehun. Sebenarnya Yixing sedikit tak enak hati jika harus selalu merepotkan Sehun.

Bahkan 2 minggu itu pula Sehun selalu di rumah Yixing sampai larut malam hanya untuk menjaga Yixing. Memang jika sahabat tidak akan tega melihat seorang temannya jatuh sakit.

Kini hari hari juga dilalui seperti biasanya. Hari ini hari minggu, sekolah seharusnya libur tapi Yixing berangkat. Pasalnya tadi malam dia mendapat sms dari Kim Sonsaengnim yang isinya "Tolong besok berangkat pukul 08.00 ke sekolah saya akan memberi tambahan pelajaran. Jika tidak berangkat, hukuman ada di tangan saya."

Begitulah kira kira. Dasar Sonsaengnim bodoh tidak punya otak, hari Minggu masih saja menyuruh muridnya masuk, hari Minggu kan seharusnya untuk bermain atau berlibur, pikir Yixing.

Yixing diantar supir tadi, dia tidak bareng Sehun. Karena sampai pukul 07.45 Sehun belum sampai rumahnya, mungkin Sehun kesiangan. Bahkan tadi dia sudah mencoba menghubunginya beberapa kali, tapi tidak diangkat.

Suasana sekolah benar benar sepi, kalau dipikir siapa yang akan ke sekolah di hari libur begini. Yixing memasuki kelas, tidak ada orang sama sekali. Padahal ini sudah jam 8 tepat.

Saat Yixing mundur bermaksud keluar kelas, di belakang ada yang menabraknya dan membuat Yixing kaget sontak dia berkata "ASTAGA!" lalu langsung menoleh ke belakang.

Dan ternyata orang yang ditabraknya itu adalah Kim Sonsaengnim. "Oh Saem." katanya sambil mengelus dadanya. "Annyeonghaseyo." Lanjut Yixing dan sedikit membungkuk. Orang di depannya hanya cuek bebek. "Saem, apa aku salah kelas?" tanya Yixing.

"Kenapa sepi sekali?" lanjutnya. "Tidak, kau tidak salah kelas." jawab Kim Sonsaengnim. "Lalu, dimana semua anak anak?" tanya Yixing lagi. "Mereka tidak ada." jawab Kim Sonngsaenim santai.

"Maksudanya?" tanya Yixing tidak mengerti. "Mereka tidak ada, mereka ada di rumah masing-masing." Jawab Kim Sonsaengnim.

"M-mereka tidak berangkat?" Tanya Yixing menahan emosi. "Untuk apa mereka berangkat?" tanya Kim Sonsaengnim masih berhadapan dengan Yixing.

"B-bukankah kau menyuruh kami berangkat?" tanya Yixing lagi. "Tidak, saya hanya menyuruhmu saja berangkat." jawab Kim Sonsaengnim santai. Yixing sontak membulatkan matanya, hampir keluar malahan itu mata.

'Sepertinya nilai ku di pelajaran ini baik baik saja, tidak jelek. Aku juga sudah tidak mencari masalah bukan dengannya? Terus kenapa aku di suruh berangkat, atau jangan jangan...' pikir Yixing.

Kim Songsaenim mendekat ke arah Yixing sontak Yixing mundur. Tapi sial ,dia sudah menabrak dinding di belakangnya. Kini wajah Yixing juga Kim Sonsaengnim sangat dekat. "A-apa yang s-saem lakukan?" tanya Yixing gugup.

Bahkan sekarang dia dapat merasakan hembuasan nafas Kim Sonsaengnim menabrak wajahnya."Mmm..apa kau benar benar lupa denganku ?" tanya Kim Sonsaengnim dengan bahsa informal, biasa nya dia memakai bahasa formal, bukan?Ini bahaya ,pikir Yixing.

Tak ada jawaban dari Yixing -dia terlalu gugup atau malahan takut- , Kim Sonsaengnim mengelus pipi sebelah kiri Yixing dan sontak Yixing memalingkan wajahnya agar tangan Songsaenim bodoh itu tidak menyentuhnya.

"Apa benar kau lupa, hm?" tanya Kim Sonsaengnim lagi. "M-maksudnya?" tanya Yixing lirih untuk menutupi kegugupannya. Jujur, jantungnya berdetak dengan cepat sekarang.

"Oh ya, berarti kau tak mengingatnya." kata Kim Sonsaengnim. "Aku dengan senag hati akan mengingatkannya padamu." lanjutnya. "Apa kau mengingat anak kecil yang menangis di pinggir Sungai Han gara gara ditinggal temannya, ha?"

.

.

*FLASHBACK*

Suho POV

"Huaaaaaa, hiks hiks, huaaaa.." samar samar ku dengar ada seseorang menangis. Siapa yang menangis? Aku yang penasaran mencari sosok itu. Aku melihat sekeliling, dan BINGO !

Di sudut taman ada seorang yeoja kecil yang menangis sangat keras dan tersedu sedu. Aku menghampirinya. Ku perhatikan dulu wajahnya dan juga semuanya. Dia bukan orang jahat kan?

Tetapi dia menundukkan wajahnya, aku tak bisa melihatnya. Yang ku tau, dia ini lebih kecil dariku, memakai gaun putih bersih selutut. Mungkin umurnya lebih muda 2 atau 3 tahun dariku, mungkin. Aku menepuk pundaknya.

.

.

Author POV

PUK

Seseorang namja menepuk pundak yeoja kecil di hadapannya yang sedang menundukkan wajahnya. Perlahan lahan yeoja kecil itu mendongak. "Hiks hiks.." yeoja itu masih terisak.

Namja di hadapannya memerhatikannya. Menikmati polesan bidadari yang diciptakan Tuhan yang sedang di depannya itu. Cantik, kulit putihnya, hidung bangirnya walau merah karena sedang menangis dan mata indahnya itu juga rambut hitamnya yang panjang.

Yeoja itu masih mendongak dan menangis yang membuat namja itu sadar. "Kau kenapa?" tanya namja itu. "Hiks hiks.." yeoja itu masih terisak. "Wae?" tanya namja itu halus.

"Hiks, Sehun meninggalkanku. Huaa.." kata yeoja kecil itu dan malah menangis dengan keras. "Mmmm.." namja itu tampak berfikir. Sehun nugu? Ahh mungkin temannya, batinnya. "Geurae, kita cari bersama ya." ajak namja itu.

Yeoja itu memperhatikan namja itu dengan mata sayu karena habis menangis. "Aku bukan orang jahat, jadi tenang saja." kata namja itu yang sadar diperhatikan oleh yeoja itu.

Menyadari yeoja kecil itu mengangguk, namja itu mengulurkan tangannya untuk membantu yeoja itu berdiri. Yeoja kecil itu menerima uluran tangan namja itu. Mereka pun mengelilingi taman masih dengan tangan bertautan untuk mencari seseorang yang bernama 'Sehun' itu.

Saat mereka melewati pedagang penjual permen kapas, Yeoja kecil itu menghentikan langkahnya. Refleks namja itu juga menghentikan langkahnya. "Ada apa ?" tanyanya. Merasa tidak ada jawaban, namja itu mengikuti arah pandang yeoja kecil itu.

'Pedagang Permen Kapas' ya itu yang di perhatikan yeoja kecil itu. "Kau mau membelinya?" tanya namja itu. Yeoja itu menolehkan kepalanya menatap namja itu yang masih memandang pedagang itu.

"Tapi aku tidak membawa uang." kata yeoja kecil itu lirih. Tanpa menjawab perkataan yeoja kecil itu, namja itu menyeret(?) tangan yeoja itu menuju ke penjual permen kapas.

"Ahjussi, aku beli 1 ya." kata namja itu pada penjual permen kapas. Penjual permen kapas itu mengambilkan satu untuk namja itu dan namja itu memberi uang yang ada di kantung celananya, untung uangnya cukup.

Namja itu memberikan permen kapas yang dibelinya untuk yeoja kecil itu. Yeoja kecil itu mengerjapkan matanya lucu menandakan dia tidak paham. "Untukmu ." kata namja itu tersenyum dengan senyum angelicnya.

Yeoja kecil itu mengambil permen kapas itu ragu. "Gomawo." kata yeoja kecil sambil tersenyum. Uh, dia juga memiliki dimple yang manis, batin namja itu. "Ne, makan di kursi itu dulu ya." kata namja itu dan yeoja kecil itu mengangguk. Mereka menduduki sebuah kursi di taman itu.

Yeoja itu memakan permen kapasnya lahap dan dengan mata berbinar. Namja itu hanya memandang yeoja itu sambil tersenyum. Merasa di perhatikan yeoja kecil itu menoleh ke namja itu.

"Kau mau?" tanya yeoja itu. Namja itu hanya diam. Yeoja kecil itu memberi permen kapas itu pada namja itu. "Kita makan bersama ya." Kata yeoja itu. Mereka pun memakan permen kapas itu bersama.

"Mmm..." Yeoja kecil itu bergumam. "Wae?" Tanya namja itu. "Siapa namamu?" Tanya yeoja kecil itu. "Suho, Kim Suho imnida." Jawab namja itu setelah tadi sempat berfkir sebentar.

"Oh." Jawab yeoja kecil itu. "Kau?" Tanya namja itu. "Zhang Yixing imnida, tapi kau bisa panggil aku Yixing." Kata yeoja itu menjelaskan dan namja itu hanya mengangguk.

"Yixing noona.." teriak seoarng namja kecil yang seumuran dengan Yixing itu dari kejauhan yang sedang berlari menghampirinya. Saat namja kecil itu sampai dia langsung memeluk Yixing.

"Hiks hiks, kau meninggalkanku." Kata yeoja itu dan kembali menangis ."Mianhae, tadi aku hanya ingin meminta uang kepada appa tapi kau malah sudah tidak ada di sana." Jelas namja kecil itu. "Uljimayo, mianhae." Kata namja itu lagi.

Namja yang diketahui bernama Suho itu hanya memandang keduanya. Mungkin namja ini yang bernama Sehun, pikirnya. Yixing bergumam lalu memandang Suho itu ."Suho-ssi, perkenalkan ini Sehun. Sehun perkenalkan ini Suho." Kata Yixing memperkenalkan mereka berdua.

Kedua namja itu pun bersalaman. "Noona, kajja. Kita di cari eommamu." Kata Sehun setelah melepas tangannya. Yixing mengangguk, sebelum dia pergi dia menoleh ke Suho.

"Suho-ssi terimakasih untuk tadi, semoga kita bertemu lagi." Kata Yixing. Suho hanya tersenyum dan berkata dalam hati "Semoga.". Lalu Yixing dan Sehun meninggalkan Suho.

.

*FLASHBANCK END*

.

.

Yixing mengingatnya, ya sekarang Yixing mengingatnya. "Anda Suho?" tanya Yixing hati hati. Kim Sonsaengnim menjauhkan wajahnya dari Yixing dan bergumam kecil. "Kau sudah ingat, ahh ku kira kau tidak akan melupankanku." Katanya.

Yixing terkejut dengan jawaban Kim Sonsaengnim. "Anda benar Suho?" tanya Yixing lagi. Dan Kim Sonsaengnim hanya mengangguk. "Jangan menggunakan bahasa formal, kau sudah mengingatku sekarang" katanya. "Bogoshipo." kata Yixing pelan tapi masih di dengar oleh Kim Sonsaengnim.

"Mworago?" tanya Kim Songsaenim lagi. "Bogoshipoyo." kata Yixing dengan suara yang sedikit keras dari sebelumnya. "Aku tak salah dengar kan?" tanya Kim Sonsaengnim. "YA! Kau ini sangat menyebalkan." kata Yixing dan mempoutkan bibirnya .

Kim Sonsaengnim terkikik pelan. "Padahal saat pertama bertemu dulu kau sangat baik." lanjutnya. "Aku memang baik." kata Kim Sonsaengnim cepat. Yixing hanya mendengus.

"Kau kemana selama ini?" tanya Yixing. "Padahal dulu aku masih sering pergi ke Sungai Han agar bertemu denganmu." kata Yixing lagi. "Oh ya?hahahaha." jawab Kim Sonsaengnim sambil tertawa .

"Jangan geer, aku hanya ingin balas budi." potong Yixing. Kim Sonsaengnim menghentikan tawanya. "Aku melanjutkan sekolah di Amerika tapi sekarang aku sudah kembali." katanya.

Yixing hanya tersenyum, senyum senang. "Mianhae, membuatmu menunggu." kata Kim Sonsaengnim. "Ya! Ku bilang jangan geer, aku tak menunggumu." jawab Yixing.

"Yayayaya." jawab Kim Songsaenim dan menahan tawa.

.

.

THE END

.

.

Endingnya gak banget ya -,-

Mian, emang cuman segini idenya. Dari awal sudah direncanakan seperti ini.

Maaf buat yang belum puas :'(

Aku suka nulis ff baru-baru ini, jadi masih banyak kekurangan *bow*

Maaf ya, karena alurnya kemarin aku perlambat. Beneran cuman segitu idenya.

Makasih buat yang review, favorite dan follow *bow*

Terimakasih banyak buat SLhan, Park Chsn Sung, anis. l. mufidah, fira, ParkEunWoo, prillkim22, rama24, Cucing, Guest, fira, aerii0110, Guest, xingmyun, HappyHeichou, qwertyxing, widian14, SooieBabyUke, rantooll