.Three
Title: I can't live without you.
Genre: Romance,Hurt,drama,tragedy,YAOI
Cast: Xiao Lu aka Xi Luhan, Oh Sehun, Wu Yifan aka Kris, Huang Zi Tao , Byun Baekhyun, Do Kyung soo and other.
Desclaime: Cerita ini adalah fiktif belaka, Hunhan hanyalah milik Tuhan yang maha Esa.
Happy reading my sisters and my brothers
Summary: hubungan awal Oh Sehun dan Xi Luhan di mulai dari sebuah jejaring sosial, sehingga mereka memutuskan bertemu yang mengagetkan adalah Luhan telah membuat Oh Sehun jantungan karena meminta ciuman di hari pertama mereka bertemu –setelah mengetahui fakta bahwa Luhan adalah seorang bocah sekolah dasar tingkat empat./Yaoi/Hunhan Couple.
~Love~
Sehun datang dengan muka kusut, tas hitam, sepatu, serta jas ia lempar kesembarang arah kemudian namja tampan itu mendudukkan diri di ranjang king sizenya dengan kasar.
Sehun diam, mata tajammnya yang biasanya penuh karisma kini kosong.
"Agggh."tangannya mengacak surai hitamnya dengan gemas, Sungguh hanya satu tujuan yang ingin dicapai..
Menendang Kris tepat di bokong, hyung Sehun yang mengklaim diri selalu tahu akan segalanya.
Oke lupakan Kris, Sehun benar-benar akan membuat perhitungan pada si blode nanti.
"Xi Luhan." Sehun merebahkan tubuh jangkungnya di atas ranjang, "Xi Luhan." Ulang Sehun seakan mengucapkan mantra," Apa yang harus ku lakukan padamu sekarang?."tanya Sehun pada dirinya sendiri, Sehun begitu terlihat bingung sekarang.
**Flashback~
Sehun dan Luhan saling pandang, keduanya tidak sekalipun berniat memutuskan kontak mata mereka.
"Jadi berapa umurmu sekarang tuan Xi?." Suara Sehun hampir memberat, namja tampan itu sedang menahan rasa marah dan malunya untuk dua alasan, pertama namja itu malu karena merasa ia benar-benar menjelma menjadi pedophil sekarang, kedua-marah karena ini berkat Kris dan semua promosi bak ahjusshi-ahjussi di pasar tradisional.
Luhan memberi isyarat tangan untuk menunggu ketika pelayan cafe tempat mereka seinggahi meletakkan pesanan keduanya.
'Lihatlah oh Sehun dia benar-benar masih anak-anak' batin Sehun menjerit frustasi melihat minuman yang tengah di sedot luhan, bahkan pesanan namja itu adalah susu coklat kocok dan cake gambar wajah rusa lucu, oh dan juga jangan lupakan cafe ini –pelanggan secara keseluruhan adalah para ahjumma dan anak mereka, Luhan bukan namja remaja yang terperangkap di tubuh kecilnya tapi memang namja di depan Sehun adalah anak-anak sungguhan.
"Maaf membuatmu menunggu umurku 8 tahun tuan Oh Sehun." Luhan mengelap bibir pink mungilnya dengan sapu tangan dari saku miliknya dengan gerakan anggun. Sehun mendesah-bukan, bukan karena gerakan Luhan yang benar-benar memperlihatkan status sosialnya namun ia mendesah dengan jawaban Luhan- 8 tahun sedangkan Sehun 16 tahun.
"Tuan Oh?." Sehun memandang Luhan lekat. Luhan bergenyit walau pandangan Sehun intens padanya tetapi pandangan itu menerawang-namja tampan di depannya sedang tak fokus.
"Tuan Oh kau tak fokus, apa yang mengganjal di pikiranmu?." Luhan akhirnya mengambil tindakan. Tangan mungil nan putih milik luhan melambai lembut didepan wajah Sehun, Sehun yang tak benar begitu melamun memilih mengikuti Luhan-meminum colanya dengan lamat sekedar untuk membasahi kerongkongan yang kering sekering gersangnya gurun di arab.
"Hyung-panggil aku hyung, kau bisa menghilangkan panggilan tuan dan menggantinya dengan panggilan Sehun hyung ."Koreksi Sehun tanpa bermaksud menyindir makhluk boneka di hadapannya, Luhan terdiam memandang Sehun mengerjabkan mata bulatnya imut sebelum mengangguk mengerti, Kalau bukan Sehun yang sangat pintar menyembunyikan perasaannya mungkin ia dapat mimisan seperti orang-orang di luar sana setelah melihat pemandangan super menggemaskan tersebut.
"Baiklah, Sehun hyung kau juga bisa memanggilku Luhan." Ucapnya tersenyum manis
"sebelumnya aku minta maaf."Sehun berdehem sebelum melanjutkan perkataannya"jika selama ini aku menggunakan kata-kata kurang pantas padamu."tungkasnya, Luhan memiringkan kepala tanda tak dapat menangkap ucapan Sehun."Contohnya?." Tanya Luhan seraya memotong kue bentuk rusa yang mengeluarkan bau khas strawberry.
"Ciuman itu aku.."
"Ya, aku menagih itu Tuan mian maksudku Sehun hyung."
Sehun menegang Luhan bahkan mencondongkan badan mungilnya dengan bertumpu di meja, menatap Sehun dengan cara yang tak biasa, tiba-tiba perasaan frustasi datang menghantam kepala Sehun lalu tanpa pikir panjang namja itu mencondongkan pula tubuhnya hingga hidung mancung keduanya hampir saja bersentuhan.
"Kau akan mendapatkannya, percayalah kau kekasihku." Begitulah isi dari jawaban akhir Sehun pada Luhan Sehingga bocah cantik itu mengerti bahkan sampai akhir dari kencan mereka Luhan tak membahas ciuman itu.
**Flash back Off~
Sehun sudah jatuh tertidur setelah memikirkan-Luhan bocah cantik itu,beruntung bagi Kris yang baru datang dari acara kencannya melewati kamar Sehun dengan bernyanyi-nyanyi kecil, seolah ia masih dapat melihat indahnya dunia esok hari.
.
.
"Hatchuuuuuuu~."Sehun melirik datar Kris yang memeluk erat tubuhnya walau ia telah menggunakan blazzer ditambah jas sekolah namja itu tetap menggigil."Okh, menyesal dulu aku pernah berteriak kegirangan karena mommy hamil dan memberikanku adik." Sehun berdecak tanpa banyak bicara melepas jaket miliknya dan langsung diterima Kris kasar kemudian dengan tergesa melingkarkan jaket itu pada bahu tegapnya.
Kris memang telah mendapatkan hukuman berat Sehun di pagi hari mulai dari ranjang yang penuh bubuk cabai sampai kulit putihnya iritasi, susu pagi di atas meja nakas yang berasa super asin, sampai air bathtub yang penuh dengan potongan es sebesar bola basket yang dituangkan Sehun saat Kris tengah berendam, mengancam nya untuk membolos sekolah hari ini dan yang terakhir ditendang Sehun saat akan duduk untuk sarapan tepat di bokong. Daddy dan mommy nya sampai bergidik ngeri melihat perlakuan sadis Sehun pada hyung satu-satunya itu.
"Kau harus melihatnya, Luhan-namja itu benar seorang bocah 8 tahun yang sudah empat bulan ini berhubungan denganku."Ucap Sehun bersandar di mobil sportnya , sengaja melepas kaca mata hitamnya untuk memudahkannya mendeath glare Kris- menunjukkan bahwa ia telah berada dalam kadar kekesalan maksimal.
"Jam berapa Luhan mu itu bubar sekolah." Kris sudah tak sabaran menaikkan kepala mencoba menerobos pandangan ke dalam sekolah Luhan yang terhalang pagar yang sangat tinggi walau usahanya sia-sia.
"Sekitar jam 9."Sehun melirik jam tangannya yang menunjukkan jam 9 tepat, belum sempat Kris membuka mulutnya suara terpotong oleh bel sekolah yang terdengar nyaring, Sehun mendesah lega ketika pintu gerbang terbuka lebar dan anak-anak tingkat sekolah dasar berhamburan keluar, berbeda dengan para temannya yang memasuki mobil masing-masing Luhan yang memang sudah membuat janji pada Sehun langsung berjalan menemui kekasihnya tersebut.
"Sehun hyung." Luhan tersenyum lebar, namja boneka itu terlihat cantik dengan jas coklat, pita merah di kerah lehernya,dan celana motif kotak-kotak perpaduan warna merah dan coklat, Kris mamandang Luhan dengan gemas begitu juga dengan Sehun.
"Hai, Luhan-shii." Kris menyamakan tinggi Luhan dengan berlutut, Luhan mengerjap polos.
"Anda siapa?." Tanyanya sopan, sesopan pertama kali bertemu Sehun.
"Aku calon kakak iparmu, Kris Imnida, panggil aku Kris hyung" Sehun menepuk jidatnya sedangkan Luhan langsung merona malu.
Sebenarnya tangan Kris gatal untuk mencubit pipi Luhan namun dengan segala etika ia urungkan keinginannya mengingat ini pertemuan pertamanya dengan kekasih sang adik, Kris juga memutuskan untuk merestui hubungan Luhan dengan adikknya dan berjanji dalam hati tidak akan mengejek sang adik dengan sebutan pedophil,ah~dia memang pengertian Kris merasa bahwa ia adalah hyung yang paling baik di dunia. Padahal jelas-jelas Sehun menolak mentah-mentah penyataan itu.
"Kita akan ke mana?." Luhan memandang Sehun, terpesona melihat sang kekasih terlihat sangat tampan dengan pakaian casualnya.
"Apa kau sudah makan?, kita akan ke Lotte World bersama Kris hyung." Luhan sedikit memekik ketika Sehun mengendong tubuh mungilnya.
"N-nde." Luhan menatap wajah Sehun malu-malu memainkan jemari mungilnya pada kancing kemeja Sehun yang terbuka, Sehun mengigit bibir bawahnya melihat kelakuan manis Luhan.
Kris hanya tersenyum saat melihat interaksi Sehun dan Luhan benar-benar serasi.
"Kajja." Ajak Kris yang hari ini menemani sepasang kekasih itu berkencan ke Lotte World
.
.
~Hunhan~
.
.
"Ah...ah...ah..hyungggg..ng~~."Luhan merintih begitu seksi, mata bulatnya yang cerah kini sayu memandang tubuh di atasnya.
"Luhan..ahk..sempit..penisku terjepit.. sayang..."Sehun semakin menggenjot cepat lubang mungil yang menyedot penisnya dengan semangat, Sungguh Sehun merasa keenakan menyetubuhi Luhan.
"nggghhh..ahh..ah..ah" Bibir mungil Luhan terbuka dengan saliva yang meluber menuruni leher putihnya, Sehun yang tak tahan mencium ganas Luhan menyedot kering isi mulut Luhan yang terasa manis di lidahnya.
"Akhh~" Luhan mengeluarkan semen dari junior mungilnya, Sehun yang belum keluar menarik kedua kaki telanjang Luhan dan dari arah berawanan menghujamkan kasar juniornya.
"Akh!."Luhan menjerit keenakan.
"Shhhhh...ahhhhhh." Sehun mendesis menikmati klimasnya di lubang sempit Luhan. Sehun tersenyum melihat wajah cantik Luhan kelelahan namun kemudian terbelalak mendapati tubuh polos Luhan mulai menghilang di bawahnya.
"Luhan?.."
"Luhan."
"LUHAN!." Sehun tersentak menyibah selimut biru laut yang menutupi tubuhnya, dengan terduduk ia melihat sekeliling kamarnya, sedetik kemudian ia tersadar bahwa apa yang sempat ia alami berdua saja bersama Luhan di atas ranjangnya hanyalah mimpi.
"Oh Tuhan!." Sehun tertunduk malu mendapati celana tidurnya basah, memang bayang-bayang Luhan yang tertawa sepanjang bermain di Lotte world tak pernah hilang hingga wajah namja cantik itu terbawa mimpi mesum Sehun malam ini.
"Luhan, aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu." Gumam Sehun tersenyum tulus.
Di waktu bersamaan Luhan telah tertidur nyenyak memeluk boneka rusa ukuran jumbo pemberian Sehun saat mereka berkencan di Lotte world.
"Sehun hyung."Rancau Luhan lirih entah apa yang sedang diimpikan namja cantik itu, yang pasti bukan mimpi yang sama dengan milik Oh Sehun.
.
~Hunhan~
.
Minggu demi minggu mereka lalui, Sehun suda terbiasa menemani Luhan setelah namja tampan itu pulang sekolah setiap hari kamis, jum'at dan sabtu, untuk minggu mereka akan menghabiskan waktu di rumah pasangan masing-masing menginap sehari penuh secara bergantian, Sehun tahu bahwa baba Luhan adalah salah satu Kolega keluarga Oh walau namja tampan itu tidak pernah sekalipun bertemu dengan baba Luhan yang lebih menghabiskan waktu di Cina, Sehun juga tahu bahwa kekasihnya sudah tidak memiliki mommy setelah melahirkan namja cantik itu. Sehun juga sudah mengganti panggilan Luhan menjadi Lulu. Manis bukan?.
Daddy dan Mommy Sehun sudah mengetahui hubungan Sehun dengan Luhan dan mereka menyetujuinya, Wow Sehun merasa bersyukur karena tak ada yang meledeknya pedo di rumahnya sendiri mungkin karena Luhan berasal dari keluarga yang sama status dengannya atau karena Luhan cantik entahlah.
Seperti saat ini Sehun dan Luhan sedang duduk bersama menatap layar dengan tampang serius sesekali di kamar milik Sehun, terdengar deru nafas tak beraturan Sehun sedangkan namja mungil di sampingnya mengelap keringat gugup dengan satu tangan.
"Yay menang!." Sehun mengangkat stick gamenya girang dengan kedua tangan, Luhan hanya mendesah frustasi-kesal.
"Aku kalah lagi, aku bosan main hyung."
Sehun tertawa mengejek" Mana janjimu yang mengatakan bahwa kali ini kau akan menang telak dariku" Luhan yang tak ingin terlihat bahwa ia sedang malu hanya menghendikkan bahu tanda bahwa tak peduli dengan ledekan kekasihnya, memilih mengipasi lehernya yang gerah dengan tangan mungilnya. Sehun yang mengerti Luhan kegerahan menurunkan suhu AC kemudian duduk mendekat berniat membantu Luhan.
"Aigo, keringatmu banyak sekali lu..." Sehun mengelap dahi putih Luhan dengan tisu, tangannya marambat turun hingga leher jenjang nan putih milik Luhan bermaksud mengelap keringat yang juga mengalir deras di leher kekasihnya itu, namun terhenti saat sadar Luhan menatapnya intens, Mata tajam Sehun tak fokus menatap balik Luhan.
"Wae, chagiya?." Luhan malah menuduk menghindari Sehun, membuat namja tampan itu makin penasaran. Tanpa maksud apapun Sehun mengangkat dagu lancip Luhan hingga mereka kembali bertatapan.
"Hyung"
"Ya."
"Ini sudah dua bulan, tapi hyung belum pernah mencium Lulu." Mata Luhan bagai anak kucing yang teraniaya, membuat Sehun meneguk liurnya kasar, ow sungguh cantik dan menggemaskan namja di hadapannya ini.
"Apa kau ingin hyung melakukan sekarang?." Tanya Sehun yang sebenarnya mau sekali melakukannya pada kekasih mungilnya ini.
Dengan antusias Luhan mengangguk Sehun yang mendapatkan lampu hijau langsung mendekatkan wajah tampannya pada Luhan hingga nafas panas keduanya terasa oleh masing-masing.
Chu~
Sehun menempelkan bibir tipisnya pada bibir mungil Luhan dengan mesra-innocent kiss.
Keduanya saling melempar senyum setelah ciuman singkat itu terlepas. Luhan berdiri dan berjalan mendekati sehun lalu duduk di pangkuannya, menatap sayang Sehun.
"Saranghae hyung." Jemari mungil Luhan kini berani menyusuri bibir tipis Sehun.
"Nado saranghae." Sehun menangkap jemari mungil Luhan memasukkan dalam mulutnya yang hangat, mengulumnya lamat.
"Ughh..hyung~, jangan dimakan." Ucap polos Luhan memejamkan mata kegelian ketika merasakan lidah Sehun memainkan jemarinya. Sehun terejut mendengar desahan Luhan mengingatkan namja itu pada mimpi basah dua bulan lalu, mimpi melakukan 'itu' dengan Luhan. Sehun melepaskan jemari Luhan yang penuh salivanya kemudian diarahkan jemari itu pada mulut Luhan, dengan bantuan Sehun ia dapat melihat Luhan mengemut jemarinya-yang penuh saliva Sehun tanpa tahu apa maksud dari semuanya.
"Hyung...hnghhh...ahhh." Luhan menganga geli, Sehun mengecup lehernya yang tak tertutupi kemeja sekolah.
Chup
Chup
"Kau cantik Lu." Puji Sehun kini mengecupi cuping Luhan lalu ke belakang menghirup surai Luhan yang mengelurkan aroma shampoo bayi. Sehun hendak kembali mencium Luhan dan diterima ciuman di bibir itu dengan senang hati.
"Sehun hyung juga sangat tampan." Mereka kembali berciuman. Kali ini Sehun mengeluarkan lidahnya menjilat bibir Luhan yang ternyata sangat manis. Luhan kembali terlihat kebingungan dengan tingah Sehun.
"Keluarkan lidahmu Lu.." Luhan menurut menjulurkan lidah mungilnya, Sehun segera menyambut membelit lidah Luhan. Jemari Luhan meremas gemas kaos Sehun, sepasang kekasih ini tengah melakukan french kiss dengan liar, tepatnya hanya Sehun sedangkan Luhan melayaninya semampunya. Keduanya tampak keenakan melakukannya dan terlepas ketika Luhan telah kehabisan nafas.
"Ini enak hyung." Tungkas Luhan polos,Sehun terkekeh nafsu kemudian kembali mengajak Luhan saling membelit lidah dan berciuman basah. french kiss again
"Enak." Puji Luhan mengelap bibirnya yang menuh saliva-entah milik siapa dengan tangannya, Sehun menyeringai tampan, jemari pucatnya mengelus intim paha dalam Luhan yang tertutup celana.
"Lu, apa kau mau yang lebih enak dari ini?." Mata Luhan berbinar dengan semangat ia berjingkat-jingkat dalam pangkuan Sehun, bokong Luhan menabrak Junior Sehun yang sudah tegang berulang kali, Sehun menyukai ini, malam ini akan jadi malam minggu yang indah
...untuk Sehun dan adik di balik celana jeansnya.
.
.
.
Tbc
.
Akhirnya bisa update setelah mengerjakan semua tugas presentasi untuk esok hari
Pertama saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan kalian melalui review kalian yang cetar ^^
Kedua terima kasih bagi peng-follow dan favorite cerita saya yang masih hijau ini
Do'akan semoga saya dapat publish dengan cepat untuk chapter berikutnya
Gomawo untuk kebaikan kalian
.
.
Salam cinta Ellfa
Mind to review?
