Cast: KrisYeol Couple

LayHo couple not Sulay couple

LuMin Couple

SM Rookies and other(s)

Rate: T to M

.

.

.

.

.

.

Genre: Hurt/Comfort, Yaoi, MPreg, Romance, little bit angst, and more
Warning! OOC, banyak typo, alur cepet, GJ dan lain lain. Jika tidak suka dengan epep(?) saya silahkan tekan tombol back di HP anda masing masing!(?)
Summary: [NONE];p

.

.

.

.

.

.

.

.

.

ENJOY READING^^

"PAPA!" teriak seorang anak kecil
"aigoooo... mengapa kalian disini hmm?"
"aku hanya ingin ketemu papa, aku linndduuuuuuu papa!" kata anak kecil tersebut sambil memeluk leher papanya
"aigoo, lami-ya kau ini anak siapa sih? Kau ini sangat imut" ucap sang papa
"tentu saja aku anak papa, anak dali papa Lay dan mama Suho^^" oh… ternyata dia anak lay dan suho yang bernama Lami, dia berumur sekitaran doyoung dan jaehyun tapi Lami masih bersikap seperti anak kecil dan masih cadel terhadap huruf 'R'. Mungkin mereka seumuran.

"Lami, beri salam pada kedua teman papa. Ini Chanyeol dan ini Luhan" suruh lay
"annyeong, lami imnida" lami tersenyum, ternyata senyumnya adalah senyum turunan dari suho
"ne… nado annyeong^^" ucap chanyeol
"hah..~ aku jadi rindu dengan taeyong" sedih luhan
"eoni, apakah luhan eoni sudah punya anak?" Tanya lami pada luhan
"ehh?! Kau memanggil ku eoni? Aku ini namja, bukan yeoja-" kesal luhan, selalu saja ia menjadi yeoja dimata anak kecil. Kau memang cantik luhan oppa^^.
sedangkan chanyeol hanya tertawa tipis "luhan hyung.. kau harus menjawab pertanyaan anak lay hyung, kau ini memang cantik seperti yeoja. Kkk~" lama-kelamaan, chanyeol sudah tertawa tangisnya yang pecah beberapa menit eh… bukan tapi beberapa jam lalu sudah hilang entah kemana. Kini hanya ada tawa chanyeol yang dirindukan lay dan luhan.

Luhan yang melihat chanyeol tertawa hanya bisa tersenyum dan memandangi lay.
"oppa, mengapa oppa teltawa? Apakah ada yang lucu?" Tanya lami
"ani lami-ya, hanya saja eonimu ini sangat lucu. Lihat sampai sampai aku menangis gara garanya" chanyeol mengusap ujung matanya yang sedikit mengeluarkan air mata. Padahal ini tidak terlalu lucu, bolehkah aku membawa chanyeol pergi dari sini mungkin ia sudah agak – ah tidak lupakan, kembali ke cerita.
"heemm, telselah. Eoni cepat jawab pertanyaanku… apakah eoni sudah mempunyai anak? Anakmu yeoja atau namja? Apakah dia tampan? Atau cantik sepeltimu?" Lami bertanya bertubi tubi seperti baekhyun yang sekarang belum dating
"lay-ah apakah dulu suho sangat dekat dengan baekhyun? Sehingga ia hampir mirip dengan baekhyun?-_-. Sini kau yeoja kecil" luhan mengambil alih gendongan lami yang berada di lay yang sekarang berada di gendongannya
luhan mengelus lembut kepala lami "arraseoh, akan eoni jawab pertanyaanmu" luhan kini menyerah dengan lami "ne… eoni sudah mempunyai anak, namanya Xi Taeyong. Ia namja, tampan seperti eoni. Dia sama sepertimu, tapi dia masih disekolahnya sekarang" jawab luhan dengan senyumnya
"eoni itu cantik, tidak tampan" kekeh lami
"terserah kau lami-" malas luhan, yang membuat lay dan chanyeol tertawa

"ANNYEONGHASEYO, YEOROBUN! BYUN BAEKHYUN DATANG!" sedang asik mengobrol tiba tiba ada suara yang menggelegar datang. Semuanya menutup telinga terkecuali lami, mungkin ia kuat dengan teriakan baekhyun. Itu sudah kebiasaan baekhyun, jika bukan baekhyun siapalagi? Lay? Lay jarang berteriak, hanya tadi saja ia berteriak.
"annyeong luhan hyung, lay hyung dan chan- eh?! Kau ternyata ada disini chanyeol-ah… biasanya kau jam 10 lebih 30 menit baru datang… KKk~ kini tumben kau rajin" kikik baekhyun sedangkan chanyeol hanya menatap dengan glathdarenya "YA wae?! Apa aku salah? Aku memang benar kan?" chanyeol menghela nafas dan..
"chanyeol-ssi.. kau dipanggil direktur besar ke ruangannya, sekarang" ucap salah satu pegawai yang baru datang
"oh ne.. jinjja? Baiklah, aku akan kesana" tanpa pamit pada luhan, lay dan baekhyun. Chanyeol langsung melesat pergi ke ruangan direkturnya

...-_-...

TOK...TOK...TOK...

"masuk!" tegas sang direktur yang bernama Choi Siwon atau Ma Siwon bisa dipanggil dengan nama Siwon

"ehm... maaf, ada apa anda memanggil saya kemari? apa saya membuat kesalahan 'lagi'?" tanya chanyeol dengan takut takut
"ani... kau tidak membuat kesalahan. Em... harus kuakui, seminggu ini pekerjaanmu sangatlah bagus yaaa walaupun kau selalu telat datang ke kantor" chanyeol tersenyum saat mendengar sedikit pujian dari direktur besarnya itu
"dan sekarang aku membutuhkan bantuanmu untuk mengantarkan semua dokumen ini ke Galaxy Corp, aku hanya ingin dokumen ini sampai dari tanganmu ke tangan dari tangan CEO Galaxy corp. Ingat dokumen ini SANGAT PENTING, ini penting bagi kemajuan perusahaan kita. Apa kau keberatan Chanyeol-ssi?" tanya sang direktur untuk menyakinkan bawahannya dan chnayeol hanya melongo

'kalau aku mengantarkan ini ke Galaxy Corp dan harus pada CEOnya, berarti aku nanti akan menemui...' lamunan chanyeol buyar setelah direkturnya menepuk kedua tangannya tepat di wajah chanyeol
"cepat antar itu, kau bisa menggunakan bus umum. Lagi pula jarak dari sini ke sana tidak terlalu jauh, hanya 30 menit. Palliwa, atau aku akan..." belum selesai direktur berbicara, chanyeol langsung mengambil dokumen yang ada di meja siwon
"ah.. ne baiklah akan saya antar secepatnya. em.. annyeong!" chanyeol langsung melesat pergi dari hadapan direkturnya, sang direktur hanya menggeleng geleng kepalanya

kini chanyeol telah berada di dalam bus umum yang terkadang ia pakai jika ia berangkat kerja. Chanyeol hanya menekuk wajahnya kesal, ia kira dengan kerjanya yang bagus ia akan dapat gaji yang besar dari gaji gaji yang sebelumnya. Mengapa harus ia yang mengantarkan dokumen ini? Kenapa bukan baekhyun saja? Pikirnya. Jika saja ini bukan karena kerjaan mungkin ia tidak akan mau melakukan ini, mungkin ia masih berada di kantornya.

"hhuuufffttt... mengapa harus aku?" gerutu chanyeol. Yang tadi moodnya sangatlah tinggi sekarang menjadi down karena harus mengantarkan dokumen ini. "Hwaiting! Kau harus bisa!" Chanyeol menyemangati dirinya sendiri. Mungkin ia harus menguatkan mentalnya, seperti sedang diospek-_-

In other place...

kita beralih dari Chanyeol. Disini ada Doyoung dan Jaehyun, anak kris dan chanyeol. Mereka sedang berada di sekolah kesayangannya, SMRookies Internacional School. Saat ini mereka tidak sedang bergabung dengan teman sebayanya, mereka mungkin hanya ingin berdua dulu.

"hyung... apakah nanti umma akan marah dengan kita?" tanya jaehyun
"molla, aku malas mengurusinya" kata doyoung yang tidak menatap lawan bicaranya ia sibuk dengan legonya
"nanti jika umma marah padaku aku tidak mendapatkan pelukan umma lagi dan aku tidak peduli jika kau dimarahi umma" sedih jaehyun di awal tapi diakhir menekankan kata katanya pada hyungnya
doyoung meletakkan legonya dan menatap jaehyun "yak! jaehyunni, kita sudah besar kita bukan anak manja lagi. Lagian jika umma marah aku tidak peduli, masih ada appa" Doyoung pun melanjutkan kegiatannya tadi
"kau sok dewasa hyung, kau juga sebenarnya selalu manja pada appa. oh ya mengapa kau tidak suka pada umma sih?" tanya jaehyun
"karena umma tidak bisa memasak dan bangun pagi. Ia payah" kata kata itu membuat jaehyun marah pada hyungnya sendiri
"ck, asal kau tau ummaku itu tidak payah! Kau yang payah hyung" teriak jaehyun kesal
"urusi saja sana ummamu, aku tidak peduli" doyoung hanya menjawab santai, sedangkan jaehyun meninggalkan hyungnya sendirian di kelas dan memilih untuk bergabung dengan temannya. Oh.. doyoung juga tidak peduli dia sendirian di kelasnya

Lami sedang duduk diatas meja kerja sang papa, ia disuruh menjelaskan kenapa ia bisa berada disini. Luhan yang tadinya berada di samping lay kini sudah kembali ke tempat asalnya

"Lami... cepat beritahukan kepada papa, kenapa kau bisa disini? seharusnya sekarang kau berada di jeju bersama ummamu" Lay yang sedari tadi sudah penasaran dengan penjelasan anaknya, mana mungkin anaknya terbang dari jeju lalu ke kantornya. Anaknya saja tidak punya sayap
"jadi begini papa..."

TBC...

Huwaahhh akhirnya bisa update juga, maaf jika ada typo dan bahasa tidak baku=D

oh iya mian buat kekeliruan chapter sebelumnya anak kris sama chanyeol itu Doyoung ama Jaehyun. Awalnya itu Baekhyun ama Sehun, karena keduanya dibutuhkan dialur selanjutnya jadi aku ganti deh... nge publish juga belum sempat ngoreksi apa aja yang salah. Eh iya malah curhat... mian yaaa=)) maaf jika chapter yang ini ga seseru yang kalian pikir:))

Jeongmal gasahamnida buat yang udah review=)) Saranghae yeorobun;***