Disclaimer:

Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

Rate:

T-M

Genre:

Drama,hurt/comfort,Family

Pair:

?

Warning:

EBI/EYD,Bahasa tidak baku,bahasa yang lumayan kasar, AbsoluteTypo,NotShinobiTheme! , RTN for some Character , TYPO'S ,and many more!.

Summary:

Sebuah cerita yang ingin sekali ia lupakan, namun cerita itu terus menerus berputar didalam kepalanya layaknya sebuah piringan kaset tua yang sudah rusak. Sebuah kisah cinta yang manis diawal namun pahit diakhir. Sebuah trauma besar menjadi hadiah yang sangat buruk bagi ia ... yang berjuang dengan sepenuh hati namun dibalas dengan sebuah kekecewaan yang mendalam.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 3: Jealous?

Naruto POV

"Hah~~~~"

Entah sudah berapa kali ku menghela napas, namun kali ini sedikit berbeda daripada helaan nafasku yang sebelum - sebelumnya karna kali ini hembusan nafas yang kukeluarkan lebih banyak daripada yang biasanya dan juga karena diriku ini teringat kembali perbuatan yang beberapa minggu ini kulakukan dan pada akhirnya diriku ini harus takluk akan sesosok gadis yang kuakui telah merebut hatiku ini. Entah kenapa, ingin sekali kumiliki mesin waktu didalam laci meja belajarku lalu kukembali kewaktu dimana diriku ini dihasut oleh syaiton.

Namun seakan kenyataan menamparku dengan keras dan membangunkanku dari imajinasi tak bermutu dan terlalu tinggi tingkatannya itu. Dalam hati diriku ini hanya bisa meringis dan untuk keberapa kalinya menyesali perbuatan konyol yang sudah ia sekali lagi diriku mendekati sang pujaan hatinya, namun apadaya? diriku ini terlalu malu untuk mendekati dia kembali!, setelah sikap yang kuanggap konyol ini, mana mungkin diriku ini memiliki keberanian untuk mendekatinya. Kami - Sama tolong kuatkan hamba!.

"KUSOO!" Teriakku sambil menjambak rambut pirang jabrikku sambil memasang wajah frustasi.

Masa bodoh jika diriku dianggap orang gila oleh murid - murid yang lain, saat ini yang kupusingkan adalah KENAPA KUMELAKUKAN HAL TERSEBUT!. Yang kurasakan saat ini seperti seperti Handa - Kun , selalu berpikiran negatif sebelum mencobanya. Selalu takut akan kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika diriku mengambil langkah kedepan. Lebih memilih untuk diam ditempat dan merasa aman dengan keaadan yang sekarang. Walaupun malu kuakui, hal yang kuperbuat ini salah, namun yang kuinginkan adalah kembali mendekati dia apapun yang terjadi, tapi takut dan bingung untuk melakukan dan melangkah kedepan.

"Yo Naruto, sepertinya kau sedang sakau ya?" ujar polos salah satu temanku sedari SMP dan dia bernama Sai , lebih lengkapnya Shimura Sai. Seorang pemuda berambut hitam lurus,berkulit pucat mayat, dan selalu menampilkan senyum palsu dan wajah yang dibuat 'sok polos' sehingga beberapa dari kakmi ingin sekali menghajar wajah menyebalkannya itu. Ah ya jangan lupa, mulutnya bisa setajam silet kapan saja

"Baka!, dia bukan sakau!" bentak salah satu temanku juga kepada Sai, dan dia bernama Nara Shikamaru. Untuk penampilannya, ia menguncir rambut hitamnya sehingga bentuknya mirip seperti buah nanas, lalu memiliki mata suram...?, walaupun seperti itu dia orangnya ... luar biasa jenius!.

"Lalu? apa dong?tolong beritahu diriku ini yang tidak tau apa - apa ini ,Shikamaru - sama" dengan polosnya dan senyum palsunya ia berkata kepada Shikamaru, dan sudah dipastikan Shikamaru tahu maksud dari anak polos bin sok"an ini.

"Ngajak gelud ya?!" balas Shikamaru terpancing akan kata - kata setajam silet dari Sai.

"I'e, aku takut kalau tulangmu patah Shi...ka...maru..sama!" kompor Sai dengan senyum palsu nan memuakannya.

"Sini Nj*nk!"

Dan dengan segera mereka bercumbu dengan sangat bernafsu ah maksudku ini mereka langsung saja berkelahi didepanku, namun diriku pergi menjauhi kedua orang gaje itu dan mulai berjalan kearah kantin dan masa bodoh dengan apa yang mereka berdua lakukan.

Naruto POV End

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesampainya Naruto dikantin, ia dengan segera ketempat jajananlangganannya, meskipun ramai oleh para murid - murid yang berdatangan, namun hal itu bukan menjadi masalah untuk Naruto karena pada dasarnya dia orang yang sabar ia melirik kedepan untuk melihat antrian yang tidak terlalu panjang ini dan sesekali ia melihat kebelakang untuk melihat keadaan kantin. Keramaian ini hampir membuat kantin menjadi penuh dan semua meja dan kursi telah ditempati oleh kmurid - murid yang sedang memakan bekalnya ataupun jajanannya. Dikala Naruto melihat - lihat kebelakang, ia secara tidak sengaja melihat sang pujaan hati datang dari arah pintu satu - satunya pintu yang menjadi jalur untuk para murid keluar dan masuk.

'Deg!'

'Kampret!, Kami - sama kenapa dia harus datang disaat diriku ini sedang kelaparan dan sedang menunggu antrean yang begitu panjang ini!, tolong kuatkan hambamu ini Kami - sama!' Jeritan Naruto dalam hatinya sambil menangis dengan penuh khidmat?.

Namun seakan Kami - sama ingin mempermainkan Naruto, kini sang pujaan hati telah berdiri tepat dibelakangnya. Hal tersebut dengan segera membuat jantung Naruto berdegup dengan kencang! seakan dia telah berlari beratus - ratus kilometer jauhnya dan juga jangan lupakan keringat dingin yang mulai menetes dari sekujur tubuhnya. Coba kalian bayangkan , saat ini sang pujaan hati kalian sedang berada didekat kalian dengan jarak hanya terpaut 5-7 cm dan Damn God! grogi setengah mati!.

"Ano .. Uzumaki - San , didepan sudah kosong kenapa kau diam saja?" sebuah ucapan dengan nada sedikit menegur namun terdengar lembut itu meluncur dengan tenang dan mulai menyadarkan Naruto dari imajinasinya.

"Ah .. ahaha g-gomen - gomen" dengan sedikit terbata - bata kubalas ucapannya dan dengan langkah kaku kuberjalan pelan kearah depan dan dengan segera mengambil jarak untuk menghilangkan ke grogiannya ini.

"Aneh.." ujar mulus nan lembut yang keluar dari bibir lembut sang pujaan gadis.

'Suaranya yang lembut... ahahaha akhirnya dapat kudengar lagi dia memanggil namaku!' batin Naruto berujar dengan senangnya dan secara tidak sadar iya berjingkrak- jingkrak sendiri dan dia tidak sadar dia dilihat oleh puluhan murid yang ada dikantin!.

.

.

.

.

.

.

'Teng'

'Teng'

'Teng'

Suara bel tanda bahwa jam istirahat telah habis dan semua murid pun mau tidak mau masuk kekelas untuk kembali melanjutkan pelajaran yang tadi sempat tertunda oleh waktu istirahat. Sambil menunggu guru yang akan mengajar, Naruto dan Kiba mengobrol singkat. Meskipun singkat , nampak terlihat bahwa obrolan mereka itu menarik untuk didengarkan oleh para murid perermpuan(baca:Gossip) yah terkadang lelaki dikelas Naruto juga suka bergossip ria. Aneh ... bukan?

"Ne Naruto~~, apa kau lihat? disana Rias sedang didekati oleh pria lain tuh!" Ujar Kiba dengan nada yang sinis sambil meamndang kearah perempuan yang disukai oleh sahabatnya ini.

Kiba sebenarnya sudah tahu bahwa Naruto menyimpan perasaan kepada Rias, gadis berambut merah darah dan berkulit putih porselen, oh dan jangan lupa bola matanya yang berwarna blue-green itu menambah nilai plus . Dan juga ... ehehe yang menggantung - gantung itu menjadi nilai plus untuk Rias. MUEWHWHEHEHEH - tapi cukup untuk fantasi liarnyaxD.

saat ini juga Naruto hanya bisa menatap lesu kearah yang ditunjuk Kiba dan dalam hati Naruto ia merasa ada yang mencubit hatinya dan ketika dia melihat bahwa Rias nampak tertawa lepas dengan lelaki lain dihadapannya ia merasa cubitan tersebut tambah menyakitkan dan dengan segera ia menenggelamkan kepalanya diantara kedua sikut tangannya.

Kiba yang melihat bahwa sahabatnya itu merasa tak enak, mau tidak mau ia mulai diam , walaupun ia sebenarnya tak ingin Naruto terus menerus bersedih seperti itu, namun apadaya? Kiba bukanlah seorang yang ahli dalam hal percintaan! namun jika untuk menghibur Naruto,Kiba punya caranya sendiri. Dan juga , bukannya sahabat selalu ada? untuk membantu mensupport sahabatnya ?.

yah apapun itu, saat ini kita beralih kepada kenyataan, Naruto mulai memburuk moodnya, ingin hati Kiba menceramahi Naruto agar segera move on atau langsung menembak Rias, namun apadaya? ia tak ingin menambah beban pikir Naruto. beberapa detik Kiba ikut merenung , dan dengan segera bola lampu muncul diatas kepalanya dan itu sangat terang.

"Ne Naruto!, coba kau tanya Himejima - san diakan teman dekatnya Gremory - san, mungkin saja lewat Himejima - san kau bisa menadapatkan suatu cara untuk dapat menjalin kembali hubungan dengan Gremory - san!" ujar Kiba dengan cepat dan nada semangat meluncur cepat dari mulut sang pecinta anjing itu.

Dan sesuai harapan Kiba, Naruto dengan gerakan cepat mulai memandang kearah Kiba dan dengan segera tersenyum cerah dan memukul pundak Kiba dengan sedikit keras dan tak menghiraukan protes dari Kiba.

"Kiba .. kau jenius!, akanku coba caramu. Arigatou ne" ujar Naruto dengan nada semangat dan ia mengepalkann tangannya dihadapan Kiba dan Kiba yang mengerti pun membalas kepalan tangan tersebut dan tersenyum lebar.

"Itulah gunanya sahabatkan?" tanya Kiba disertai senyuman lebarnya.

"Kau betul!"

.

.

.

.

.

.

.

.

'Teng'

'Teng'

'Teng'

Bell tanda jam pelajaran telah selesaipun mulai berkumandang. Para murid yang menanti - nantikannya dengan antusiasme yang tinggi , seakan mereka mendapatkan kembali kebebasan yang dijajah oleh pelajaran. Diparkiranpun mulai dipadati oleh lautan manusia yang saling berdesakan untuk berjalan mengambil kebebasan mereka. Namun beberapa diantara murid - murid yang langsung pulang , terdapat sebagian murid yang tidak langsung pulang namun mereka belajar dikelas ataupun main dulu disekolah dan juga ada yang mengikuti ekstrakulikuler yang disediakan oleh sekolah.

Dan saat ini Naruto sedang berjalan keluar kelas dan tak sengaja ia melihat Sang pujaan hati , yaitu Rias tengah berjalan dengan seorang pria yang satu kelas dengannya dan nampaknya Rias merasa nyaman ketika didekat pria tersebut ah ya kalau tidak salah, Hyoudo Issei adalah nama pemuda tersebut. Dan jujur saja sakit melihat mereka tertawa bahagia, tak enak rasanya jika bukan diriku ini yang menciptakan tawa dan senyum itu. Jadi ,, ini yang disebut cemburu?

.

.

.

.

.

TBC

Stop! sampai disini dulu ya, berhubung saya sedang sakit(curhatxD), jadi maap cuma nambah beberapa ratus kata- kata saja. untuk next chapt maybe akan 2k word!.

dan juga sebenarnya ceritanya ini waktunya tidak menentu seperti di chapter prologue dan chapter selanjutnya, itu ku ambil jarak sekitar 2/3 bulan kemudian. dan untuk chapter ini, tenang saja waktunya sama kok seperti chapter yang sebelumnya. Makanya rada membingungkan, tapi yasudahlah namanya juga masih belajar xD

soal word ... hm - hmm sudah dijelaskan.

cerita ini banyak kekurangannya, di edit ulang aja engga, karna saya terlalu malas, saya baca ulang pas udah di publish jadi .. yagitulah.

oh ya saya heran waktu saya sedikit edit beberapa typo, padahal itu saya edit pas belum di publish, tapi pas saya baca lagi sewaktu sudah dipublish , kok tetetp typo ya? ada beberapa biji yang tetep typo. Ada yang tau penyebabnya?.

Untuk Reviewnya sudah saya baca dan hm - hm gomen kalo tidak sempat saya bales, toh ini hasil curahanhati jadi meskipun ada saran .. kritik... gitu lah, gabakal mempengaruhi alur ceritanya.

.

.

.

.

Okelah , sekian cocot cocot dari saya,

Byee!