Chapter 3

.

Rated: M

.

CHANBAEK (GS)

.

.

.

"Apa maumu Park Chanyeol ?"

"Aku ? Aku mau Kau Byun Baekhyun"

.

.

Baekhyun masih mencerna perkataan Chanyeol padanya, apa maksudnya ia ingin dirinya ? Ia bukanlah sebuah barang yang dapat dibeli atau dijual, tapi apa maksudnya?

Chanyeol keluar dari rumah Baekhyun dengan hati yang berantakan, kesal, marah, sedikit senang ?

Baekhyun menangis sejadi-jadinya, ia harus memikirkan masa depannya dan adiknya. Uang semester adiknya belum lunas bahkan sekarang ia tidak memiliki rumah sekarang. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan sekarang ?

Waktu menunjukan tengah malam, Baekhyun masih tidak bisa tidur. Ia memikirkan tempat tinggal sementara untuk dia dan jong in. Lelah akan pikirannya, Baekhyun terlelap dalam tidurnya.

.

.

.

Cuaca yang sejuk di Kota Seoul sangat nikmat, walaupun Baekhyun tidak begitu banyak waktu untuk menikmati cuaca indah tersebut. Ia harus berangkat kerja untuk mencari nafkah dan membayar tempat tinggal sementaranya nanti.

Mungkin sekitar 2 jam Baekhyun mengerjakan tugas-tugas kantor yang menumpuk tanpa henti

Kring.. kring..

'Selamat pagi, dengan Byun Baekhyun disini. Ada yang bisa saya bantu?'

'datang ke ruangan ku sekarang'

'ya?'

'ku bilang datang ke ruangan ku SEKARANG'

'aahh.. baik Tuan, saya akan datang'

Tidak asing mendengar suara itu, ya.. Park Chanyeol. Pemilik perusahaan Park Company sekaligus orang yang sangat Baekhyun benci saat ini.

Dengan langkah perlahan ia menuju ruangan Park Chanyeol, masih teringat saat malam itu dimana dirinya dibawa kesini untuk memuaskan nafsu -Bos- nya itu. Baekhyun sudah didepan pintu ruangan Park Chanyeol, hatinya gugup, tangannya seketika lemas untuk mengetuk pintu ruangan yang bertulisan 'CEO ROOM' dengen keberanian ia mengetuk pintu neraka (?)

Tuk..

"masuk"

Bagaimana bisa ? bahkan aku hanya mengetuk sekali, telinganya sangat sensitive suara

"kau datang sayang"

Apa ? sayang ?

Baekhyun menundukan badannya untuk memberi hormat, mau tidak mau karena Chanyeol lah penguasa disini. Baekhyun tidak mungkinkan mencakar mukanya sekarang.

"Apa ada yang bisa saya bantu tuan?"

"hmm.. tidak ada, aku hanya ingin melihatmu"

Apa boleh aku mencakarnya sekarang ?

"duduklah, wajahmu terlihat sangat membenciku sekarang"

Baekhyun duduk di sofa yang empuk, ia melihat sekeliling ruangan Chanyeol. Dan matanya menangkap sebuah pintu dimana pintu itu adalah sebuah tempat dimana ia kehilangan ke perawanannya disana Bersama orang yang sedang duduk disampingnya saat ini.

Chanyeol memerhatikan pandangan Baekhyun yang melihat ke arah pintu kamar tidurnya di kantor. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang ? Apa kau rindu kusetubuhi Baekhyun ? apa kau ingin tidur siang bersamaku Baekhyun ? atau jangan-jangan kau ingin memperkosaku Baekhyun ? Chanyeol tersenyum sendiri saat pertanyaan liarnya itu berada di pikirannya.

Chanyeol duduk tepat disamping Baekhyun, cukup dekat.

Dengan santai, Chanyeol memegang tangan Baekhyun untuk mengaitkan jarinya pada jari Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun menarik tangannya dengan cegat, Park Chanyeol melihatnya hanya tersenyum sepah. Apa dia semarah itu ?

"jangan terburu-buru untuk keluar dari rumahku, kau bisa tinggal disana dalam beberapa waktu untuk mencari tempat tinggal mu nanti" ucap chanyeol dengan sedikit bangga hati "apa kau mau tinggal dirumah ku ?" tanya Chanyeol membuat wanita disamping itu menyipitkan matanya

"ahh.. baiklah aku mengerti sayang, aku tau jawabanmu" jawab Chanyeol pasrah

Baekhyun terdiam dan sekali-kali melihat layar Handphone untuk melihat jam, ia sudah menghabiskan waktu di dalam ruangan Chanyeol tanpa perbincangan yang sangat tidak penting sekitar satu setengah jam, dan membuat kerjaannya menunggu untuk diselesaikan oleh sang empunya. Baekhyun tidak suka membuang-buang waktu.

"maaf tuan, masih ada tugas yang harus saya selesaikan sekarang" ucap Baekhyun hati-hati

Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan sedikit kesal, apa tugas itu lebih penting darinya sekarang? Dan demi keberhasilan perusahaannya, Chanyeol mengizinkan Baekhyun untuk pergi dari ruangannya dengan beberapa syarat.

"baiklah, sayang kau boleh meninggalkan ku tapi.." ucapannya berhenti dan memegang tangan Baekhyun "kau harus pulang bersamaku" dengan hati-hati Chanyeol menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah wanitanya itu.

Baekhyun langsung melepaskan tangan Chanyeol dari Tangannya dan menarik tangan chanyeol yang berada di atas kepalanya. Baekhyun berdiri dan menundukkan badannya memberi hormat kepada atasan.

Setelah keluar dari ruangan Chanyeol, perasaan benci kepada Chanyeol semakin menjadi. Orang yang bukan siapa-siapanya memanggil dengan sebutan 'sayang' seperti wanita jalang.

Baekhyun sampai didepan mejanya sekarang, wajah frustasinya mulai tercetak diwajah Baekhyun. Jisun yang melihatnya penasaran langsung menghampiri Baekhyun.

"Kau dari mana Baek ?"

"neraka"

"maksudmu ?"

"aku beneran dari neraka, tempat dimana akan bertemu malaikat jahat" wajahnya yang tampan bak Malaikat tapi hati dan sifatnya yang sangat jahat

"kau ini bicara apa ? kau mimpi di siang hari ?"

Baekhyun langsung duduk didepan computer untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, entah setelah bertemu dengan Chanyeol perasaannya semakin berantakan. Moodnya hancur untuk mengerjakan tugas sialan ini. Sepertinya membasuh muka dengan air kemudian minum kopi sedikit lebih baik untuk mengembalikan mood. Baekhyun menuju kamar mandi wanita, dan melihat dua orang karyawan sedang berkumpul didekat wastafel.

"Kau tau ? Tuan Park Chanyeol sedang dekat dengan Karyawan disini" ucap wanita berambut hitam itu

"benarkah ? sangat beruntung sekali wanita itu. Apa wanita itu orang kaya ? bukannya Tuan Park memiliki selera yang tinggi ? bagaimana bisa ia dekat dengan karyawan ? sepertinya wanita itu menggoda Tuan Park" ucap wanita berambut coklat

"hmm.. aku juga berpikir seperti itu, saat karyawan yang bekerja di bagian CCTV bilang bahwa saat beberapa hari itu Tuan Park pulang Bersama dengan wanita yaitu karyawan perusahaan ini. Dasar wanita jalang, bisa-bisanya dia mendekati Tuan Park. Apa dia bertelanjang bulat didepan Tuan Park agar ia bisa dapat uang ? cih.." ucap kesal wanita berambut hitam itu

"hahaha.. aku yakin Tuan Park tidak akan tergoda dengan tubuh wanita murahan itu. Kau tau ? mantan pacar Tuan Park itu sangat High Class. Aku semakin penasaran siapa karyawan itu. Sebentar lagi waktu jam istirahat, lebih baik kita pergi" ucap wanita berambut coklat itu dan mereka pergi dari Toilet Wanita.

Ya, Baekhyun mendengar semua percakapan dua orang itu. Baekhyun juga tau siapa yang dimaksud 'karyawan wanita' dan 'wanita jalang' yang tadi dibicarakan. Ya, dirinya. Sangat menjijikan mendengar bertelanjang bulat di depan Pria brengsek itu. Ia diperkosa. Perasaannya saat ini sangat berantakan, ingin rasanya ia berteriak dan memaki semua orang. Baekhyun membasuh wajahnya dengan air, ia menangis. Baekhyun melihat dirinya di kaca ia 'kotor', ia jijik melihat dirinya. Baekhyun terus membasuh wajahnya agar tidak terlihat bahwa dirinya menangis dan terlihat lemah, anak rambut yang berada disekitar wajahnya basah. Sekarang, ia tidak peduli dengan penampilannya sekarang.

Baekhyun keluar dari kamar mandi, perasaannya sedikit tenang setelah mengeluarkan emosinya. Jam sudah menunjukan jam istirahat, Baekhyun keluar dari kantor seorang diri untuk menuju Coffee Shop. Disanalah tempat penenang dirinya dan semua pikirannya saat ini. Baekhyun memesan Americano dan duduk ditempat terpencil di toko itu. Ia mulai menaruh tangannya diatas meja dan menompang kepalanya yang ingin meledak.

"Apa kau Byun Baekhyun ?"

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued..

.

.

.

.

.

.

.

Annyeong, Park Ha Ki Backkkkk. Sudah sejauh ini gimana nih penilaiannya.. huh… maaf agak telat Update nya.. kalo mau ikutin kelanjutannya, kuy lah langsung klik Follow + Favorite juseyo…

Dimohon setelah membaca harap review yaa..

Gomawo Yeorobun