Hinata masih memandang langit-langit kamar nya, setalah kejadian siang tadi dia terus berfikir apa yang di lakukan Uchiha Sasuke di rumah sakit?? Bukan tanpa alasan Hinata ingin tahu, karena niat Hinata masih sama yaitu mengembalikan cek yang sudah di beri nya.
"Aaagghhh" Hinata berteriak karena pikiran nya sendiri.
"Lebih baik aku tidur" ujar Hinata
xXXx
Hari ini akan ada rapat penting di rumah sakit, Hinata bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri agar tidak terlambat. Padahal hari ini hari libur Hinata, kenapa dia harus direpot kan dengang urusan rapat.
Hinata mempercepat sarapan nya karena sebentar lagi Kiba akan menjemput.
Ting tong
Ting tong
Hinata menuju pintu untuk melihat sapa tamu nya.
Cklek
"Ohayo Hinata-chan" sapa Kiba
"Ohayo mo Kiba kun, ayo masuk" sahut Hinata
"Kau sudah sarapan Kiba kun" tanya Hinata
"Sudah, cepat lah Hinata aku tidak mau kena semprot oleh Tsunade sensei, kau tau kan dia begitu mengerikan" ujar Kiba
"Kau melebih-lebihkan Kiba kun"
"Kau tidak pernah melihat nya Hinata, maka nya kau tidak percaya" setelah mengatakan itu kiba bergidik ngeri
"Ayo berangkat Kiba kun" ajak Hinata
"Ayo, ehm Hinata apa kau tau untuk apa rapat ini" tanya Kiba serius
Hinata yang baru saja menutup apartement nya hanya menjawab " aku tidak tahu" tapi melihat Kiba yang mendadak serius Hinata merasa ini pasti sangat penting.
"Ku dengar seorang yang penting akan memasukan keluarga nya ke Rumah sakit kita, tapi itu bukan bagian penting nya" ujar Kiba " yang aneh nya orang itu meminta dokter-dokter terbaik di rumah sakit kita, bahkan akan ada penjagaan ketat untuk si pasien, begitu yang ku dengar" lanjut nya kemudian.
"Kau menguping pembicaraan orang lain lagi ya" ujar Hinata
"I-itu tidak sengaja Hinata" Kiba coba mengelak dari tuduhan Hinata
"Ya sudah lah, apapun itu kita harus melakukan tugas kita dengan baik" sahut Hinata
xXXXx
Hinata dan Kiba telah memasuki ruang rapat disana sudah ada Tenten dan Shikamaru ditambah lagi seorang wanita berambut permen kapas Haruno Sakura, walaupun perempuan itu sudah memasuki hampir kepala tiga, tapi kecantikan nya masih terjaga sampai saat ini.
Hinata segera duduk di kursi sebelah Tenten setelah Tsunade masuk dengan di iikuti beberapa orang di belakang ny, ada shizune tangan kanan Tsunade, Nara Shikaku dokter jantung, Yakushi kabuto dokter handal bagian radiologi, serta ahli obat senior Jiraya, lalu ditambah dengan Haruno sakura spesialis penyakit dalam.
Bukan kah ini seharus nya sudah menjadi tim yang bagus lalu untuk apa kami juga di panggil kesini.
"Ekhem.. sebelum rapat ini di mulai silahkan baca riwayat Hidup pasien" ujar Tsunade
Shizune membagikan map kepada masing-masing orang yang ada di ruangan itu.
Hinata dengan cepat membaca apa yang ada di dalam map tersebut.
Pasien wanita yang ber umur 54 tahun dengan nama Mikoto Uchiha mengalami kecelakaan di jalan raya.
Mengalami benturan keras pada bagian kepala dan bagian dada, tulang hidung patah, kaki kanan dan kiri mengalami retak yang cukup serius, dan karena benturan cukup keras saat ini wanita tua itu mengalami koma.
Hinata masih setia membaca riwayat wanita itu tidak, memang cukup mengerikan tapi wanita itu masih hidup, sungguh sangat beruntung.
"Kuharap kalian sudah tahu langkah apa yang akan kalian ambil dan untuk kalian Hinata, Shikamaru, Tenten dan Kiba kalian lah yang bertugas menjadi perawat Mikoto" ujar Tsunade
"Hai sensei" ujar mereka ber empat
"Mulai saat ini kalian lah yang akan bertanggung jawab atas Mikoto Uchiha, aku tidak bisa menyerahkan tugas ini kepada perawat biasa, jadi bekerja lah dengan benar" Tsunade menekankan kata di setiap ucapan ny
xXXx
Setelah mengikuti rapat tadi mereka berempat duduk di taman rumah sakit.
"Seperti nya mulai besok hari-hari kita akan tambah sibuk" ujar Kiba
"Hmm.. kita harus semangat kiba kun" ujar Hinata
"Seperti nya kita akan kembali tidur di rumah sakit" sahut Tenten
"Ck mendokusai" ujar shikamaru
Dan akhir nya mereka tertawa tanpa beban, rasa nya lama sekali mereka tidak seperti ini. Hinata memandang langit yang teduh seolah tahu apa yang mereka rasakan.
Dan di sini lah takdir baru Hinata dimulai, takdir dimana Sasuke menjadi poros dalam hidup nya. Dimana Hinata mengenal kehidupan baru bukan hanya sekedar jarum suntik dan pisau bedah, melainkan kehidupan yang bebas dari segala aturan.
xXx
Hinata dan Tenten pagi sekali sudah disibukan dengan kegiatan menyiapkan ruangan untuk Mikoto Uchiha. Semua sudah mulai ditata mulai dari pemasangan sprei baru dan selimut, layar pendeteksi detak jantung, tabung oksigen semua nya sudah di siapkan oleh Hinata dan Tenten.
Mereka sudah berada di pintu IGD untuk menunggu kedatangn ambulance yang membawa Mikoto. Tepat beberapa saat mobil dengan bunyi sirene itu datang dengan cepat mereka memindah kan Mikoto dari mobil ambulance.
Pemandangan pertama kali yang mereka lihat adalah wajah lebam sang pasien serta perban yang melilit di kepala dan bagian Hidung.
Mereka dengan cepat mendorong Mikoto menuju ruang VIP yang sudah di pesan
Dengan gerakan cepat Hinata memasang selang oksigen sedangkan tenten memasangkan kabel-kabel detak jantung untuk Mikoto, Kiba menyala kan penghangat ruangan, Shikamaru mulai menggantung infus di tempat nya.
Tak selang berapa lama para dokter tunjukan Tsunade memeriksa keadaan Mikoto.
xXxX
Esok pagi nya Hinata membersihkan badan Mikota, banyak luka lebam di tubuh wanita tua itu, Hinata merasa sangat kasihan
"Berjuanglah Nyonya" bisik Hinata
Disaat Hinata tengah membersihkan tubuh mikoto, Hinata dikejut kan oleh seseorang.
"Siapa kau??" Tanya orang itu
Dengan cepat Hinata menilik kebelakang, dan betapa terkejut nya dia, saat ini Uchiha Sasuke berdiri di hadapan nya.
Hanya mematung seolah Hinata terkena sebuah genjutsu saat ini, Uchiha Sasuke orang yang Hinata cari sejak satu bulan yang lalu, sekarang ada di hadapan nya.
Merasa lawan bicara nya tak menyahut Sasuke berujar dengan sinis
" Apa kah ini pelayanan yang di dapat tamu VIP"
Hinata yang memandang Sasuke segara menunduk menyadari kesalahan nya.
" Maaf tuan"
"Kutanya sekali lagi siapa kau" ujar Sasuke
"sa-saya perawat yang di tugaskan untuk Nyonya Mikoto" Ujar Hinata seraya menunjukan identitas diri nya.
"Lanjutkan kalau begitu"
Hinata melanjutkan membersihkan badan Mikoto setelah itu memberikan salep untuk luka memar di beberapa bagian tubuh nya.
"sa-saya sudah selesai tu-tuan, sa-saya permisi" ujar Hinata.
"Hn"
Dengan langkah pelan Hinata keluar dari kamar Uchiha Mikoto, dan setelah itu Hinata berjalan cepat untuk menemui Tenten, ia ingin memberitahu bahwa orang yang dia cari ada disini.
Karena tidak sabar Hinata tidak sengaja menabrak seseorang, Hinata membungkuk seraya mengucapkan maaf.
"Ehh.. Hinata ya" ujar sang lelaki
"hah.. pa-pak manager" sahut Hinata
Hinata merasa tidak enak sendiri karena yang dia tabrak adalah manager di rumah sakit tempat dia bekerja
"kau setelah makan siang ke ruangan ku" ujar sang manager berlalu melewati Hinata.
"Oh Kami-sama apa lagi sekarang" lirih Hinata.
xXx
Hinata tidak bisa berkonsentrasi atas penjelasan Sakura, pikiran nya saat ini bercabang satu sisi memikirkan pertemuan nya dan Sasuke, satu sisi lagi dia memikirkan sang manager yang memanggil nya
Hinata keluar dengan gontai, memikirkan apa kah dia akan dipecat oleh manager nya??, apa yang harus di katakan pada kakak nya, batin Hinata berteriak frustasi.
"Hinata chan kau kenapa" tanya Tenten
Hinata hanya menggeleng lemah menjawab pertanyaan Tenten, seperti nya dia sudah hilang semangat ingin menceritakan tentang Sasuke.
"aku lapar, bagaimana kalo kita ke kantin lebih dulu sebentar lagi juga makan siang" Ujar Tenten
Entah mengapa kalimat makan siang saat ini terdengar buruk di telinga Hinata, disaat Tenten makan dengan lahap nya, berbeda dengan Hinata yang nampak enggan dengan makanan nya
"Hinata apa kau sedang sakit, kenapa makan sedikit sekali" tanya Tenten
"Seperti nya nafsu makan ku sudah terbang ke surga" sahut Hinata
Alis Tenten berkerut mendengar jawaban Hinata, 'ke surga, apa maksud nya' begitulah pemikiran Tenten
"aku sudah selesai" ucap Hinata seraya berdiri dari kursi nya
"eh.. kau mau kemana, aku bagaimana Hinata" tanya Tenten
Hinata hanya berjalan meninggalkan Tenten yang masih belum selesai makan, Hinata melihat arloji di tangan nya, seperti nya ini saat nya. Dengan langkah yang terasa berat Hinata menuju ruangan sang manager.
tok.. tok..
"masuk"
"se-selamat siang pak manager" ucap Hinata
"jangan terlalu formal begitu Hinata, panggil saja Kakashi kun atau Kakashi senpai" sela sang manager
" e-eh ma-na boleh begitu" ujar Hinata
"boleh saja kalau aku yang meminta"
"ba-baik lah kakashi senpai, ada apa kau memanggilku" tanya Hinata
"malam ini ku jemput jam tujuh, bersiaplah dan jangan lupa berdandan" Ujar Kakashi
"eehhhhh.."
Kakashi hanya tersenyum di balik masker nya saat melihat keterkejutan Hinata atas ajakan nya.
TBC
maaf ya soal chap 2 dan 3.. kmarin eror, jadi dikira gak ke up, eh trnyata malah dua kali up
