When The Time Talking

Chapter 2

Cast: All Exo Member

Pairing: HunHan, KaiDo, KrisTao, ChanBaek, ChenMin, SuLay – Slight KaiHan ChenLay

Other Cast : Bermunculan seiring berjalannya ff ini #Plak (Super Junior Member, Shinee member, SNSD member)

Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, Friendship

Rate: T

Diclaimer: Semua yang terlibat dalam FF ini adalah murni milik Allah Swt, SMEnt, and his Family. Namun, FF ini adalah murni milik saya.

Warning: Banyak typo dan juga dapat menyebabkan efek samping karena cerita yang mungkin kurang menarik. Genderswicth. Alurnya lama. No Bashing Character! NO COPAS!

Yang gak suka Angst, Genderswitch, silahkan klik 'back' OK :)

...

Happy Reading~~ :D

.

.

Ceklek!

Terdengar suara pintu dibuka. Luhan –pelaku yang membuka pintu– masuk diikuti Lay dibelakangnya. Luhan menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru ruang latihan dance itu. 'Mengapa ruangan ini ramai sekali?' Luhan bertanya-tanya dalam hatinya. Kemudian, ia menatap Lay yang sudah sejajar di sebelah kanannya, seolah bertanya 'ada-apa' . Lay yang juga tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya mengedikkan bahunya.

"Lebih baik, kita tanyakan saja. Kajja." Ajak Lay.

"Ne."

Luhan dan Lay mendekati seorang namja dan yeoja yang sedang berbicara cukup serius.

"Eunhyuk sunbae~" panggil Luhan.

Yeoja manis yang bernama Eunhyuk itu menoleh untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.

"Eoh? Luhan? Lay? Kalian dari mana saja?" Tanya Eunhyuk yang merupakan sunbae Luhan dan Lay dan wakil ketua kelas dance D-4.1 sekaligus wakil ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Department of Dance Performance di Korea National University of Arts ini.

"Kalian sudah tidak ada kelas lagi?" Tanya seorang namja tampan yang berada disebelah Eunhyuk.

"Ahh~ kami sudah tidak ada kelas lagi sunbae. Waeyo?" Jawab Luhan.

"Hae, sebaiknya kumpulkan yang lain." Donghae –namja tampan di samping Eunhyuk– yang ingin menjawab pertanyaan Luhan, mengurungkan niatnya.

"Ah~ kau benar chagi."

Prok

Prok

Prok

Donghae menepuk tangannya sebanyak tiga kali untuk mengalihkan perhatian semua siswa yang ada di ruangan itu. Dan berhasil, semua siswa menoleh pada Donghae.

"Kita kumpul sekarang. Buatlah lingkaran yang cukup besar." Perintah Donghae.

Mereka langsung membuat lingkaran besar sesuai dengan perintah Donghae –Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Department of Dance Performance.

"Baiklah. Karena semua sudah hadir, saya akan menjelaskan untuk apa kalian dikumpulkan di sini." Mulai Donghae.

"Hal pertama yang akan saya dan Eunhyuk sampaikan adalah ucapan selamat pada Lay dan Luhan yang minggu kemarin memenangkan kompetisi dance Chongdam Dance Yeoja Competition dan meraih posisi pertama dan runner up. Chukkae~~ ^^."

Prok prok prok prok prok ~~~~

Luhan dan Lay yang diberi ucapan selamat oleh para sunbae dan hoobae-nya hanya menggumamkan ucapan terimakasih disertai senyuman manis.

"Baiklah. Cukup, ne? Aku akan menyampaikan berita ini. Entahlah, di satu sisi aku senang mendengar berita ini, tapi di sisi lain aku sangat sedih untuk meninggalkan kalian." Jelas Donghae dengan air muka tersenyum sedih.

Eunhyuk yang melihat itu, menyemangati sang namjachingu dengan mengusap punggung Donghae. Merasakan hal itu, Donghae menoleh dan tersenyum pada Eunhyuk.

"Gwenchana?" tanya Eunhyuk.

"Ne, gwenchana chagi."

"Ah~ mianhae, jadi terbawa suasana. Hehehe~" Lanjut Donghae.

"Sebenarnya, kabar apa yang akan kau sampaikan Hae-ah?" tanya namja, sebut saja Sungmin –teman dekat satu kelas Donghae dan Eunhyuk.

"Universitas kita akan mengadakan pertukaran pelajar untuk semua jurusan." Jelas Donghae.

"Lalu?" tanya siswa yang sedikit tambun –sebut saja Shindong.

"Sudah menjadi keputusan pihak universitas, aku dan Eunhyuk yang menjadi wakil dari Jurusan Department of Dance Performance." Jelas Donghae lagi.

Semua siswa di sana hanya terdiam menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh sang ketua. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Begitu pula dengan Luhan dan Lay. Begitu Donghae menyelesaikan kata-katanya, Luhan dan Lay hanya saling memandang dan seolah mereka mempunyai pemikiran yang sama, bahwa 'apa jadinya jika Donghae dan Eunhyuk , Ketua dan wakil ketua mereka pergi?'

"Sunbae. Lalu kami bagaimana? Siapa yang akan menggantikan kalian selama kalian pergi?" semua mengalihkan perhatian mereka pada namja tinggi di samping Luhan –Minho.

"Ah~ itu juga yang akan aku bicarakan. Ehm~ mengingat aku pergi untuk jangka waktu yang lama, aku dan eunhyuk memutuskan harus ada yang menggantikan kami sementara. Dan... pengurusan Himpunan Mahasiswa sudah setuju dengan keputusan kami, bahwa Luhan dan Lay yang akan menggantikan aku dan Eunhyuk."

"MWOO?" Sontak Luhan dan Lay berteriak. Mereka terkejut dengan penjelasan Donghae.

Bisik-bisik mulai terdengar dan sampai di telinga Luhan dan Lay.

'Aku setuju kalau Luhan sunbae dan Lay sunbae. Mereka berbakat.' 'Mereka pantas menggantikan Donghae dan Eunhyuk.'

'Wahh, aku sangat setuju.' 'Tapi, apakah mereka mampu? Mereka sama-sama yeoja.' 'aku percaya pada mereka.'

Begitulah kira-kira respon dari mereka yang hadir. Berbeda dengan mereka, Luhan dan Lay justru hanya terdiam.

"Tolong tenang chingudeul." Eunhyuk membawa suasana kembali hening.

"Aku tahu kalian terkejut Luhan, Lay. Kalian tidak perlu khawatir, karena kalian akan dibantu oleh Sungmin hyung dan Shindong hyung. Benar begitu, hyung?"

"Ne. Kami siap membantu kalian. Benar 'kan Shindong hyung?"

"Ne, Minnie-ah benar. Kalau kalian perlu sesuatu, jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami, ne?"

"Ya! Jangan memanggil 'ku Minnie, hyung. Setidaknya jangan di depan mereka! Aish Jinjja!" Teriak Sungmin.

Seketika, mereka terkekeh kecil melihat tingkah sunbae dan hoobae mareka.

"Jadi, kalian tak perlu khawatir." Donghae dan Eunhyuk menghampiri Luhan dan Lay.

"Kami percaya pada kalian. Iya 'kan, Hae?"

"Ne. Oh, iya. Siswa yang akan bertukar tempat dengan 'ku dan Eunhyuk juga ketua dan wakil ketua himpunan di jurusan mereka. Jadi, secara otomatis mereka akan membantu kalian." Jelas Dongahe lagi.

"Kalian bersedia membantu kami 'kan?" Eunhyuk memandang penuh harap pada Luhan dan Lay. Sejenak, Luhan dan Lay saling menatap. Mereka...

"Hmm~ tolong berikan kami waktu sunbae. Kami perlu membaicarakannya." Pinta Lay.

"Hahh~ sudah 'ku duga kalian pasti akan meminta waktu. Tapi, baiklah. Akan aku berikan sampai besok. Tapi, aku harap kalian tidak mengecewakan 'ku dan Eunhyuk. Karena, upacara pelepasan dan penyambutan siswa pertukaran pelajar akan dilaksanakan lusa. Arraseo?"

"Arraseo, sunbae. Gomawo."

'Cih! Lihat saja kalian! Aku akan mengalahkan kalian!'

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengumpat dan memasang wajah tak suka kearah Luhan dan Lay. Ia sangat membenci mereka.

.

.

"Hanya kalian yang dapat aku andalkan. Kalian tak perlu khawatir, mereka juga ketua dan wakil ketua himpunan di jurusan dance. Kalian sudah mengetahuinya 'kan? Donghae-ssi dan Eunhyuk-ssi."

Seorang namja paruhbaya tengah menatap dua namja tampan di hadapannya dengan tatapan memelas.

"Ne, seosaengnim. Kami percaya dengan pilihan anda. Kapan upacara pelepasan dan penyambutan dilakukan?" tanya namja tampan dengan kulit tan-nya.

"Kalian setuju? Ahh~~ jeongmal gamsahamnida––"

"Ck... kapan kami bisa berangkat Soo Man ahjussi?!"

Ucapan namja paruh baya –Soo Man– terpotong dengan tidak elitnya oleh namja tampan dengan kulit seputih susu.

"Sehun, jangan seperti itu! Jwoseonghamnida, seosaengnim." Namja berkulit tan menyikut teman di sebelahnya yang berkulit putih susu –Sehun.

"Ck.. membuang-buang waktu kita, Kai." Decak Sehun lagi.

"Gwenchana, Kai-ssi. Keponakan 'ku memang seperti itu. Kau sahabatnya, tentu kau tahu bagaimana sifatnya."

"Ah~ ne." Kai –namja berkulit tan– kembali menyikut lengan Sehun. Ia merasa tidak enak hati dengan sikap sahabatnya –Sehun terhadap Soo Man selaku pimpinan Seoul Institute of Arts, meskipun Sehun merupakan keponakan Soo Man.

"Upacara pelepasan dan penyambutan akan dilaksankan lusa. Jadi, kalian bersiap-siaplah."

"Arrachi, seosaengnim." Ucap Kai.

"Kalau begitu, silahkan kalian kembali ke kelas."

"Ne, gamsahamnida seosaengnim."

"Gomawo, ahjussi."

Kalian pasti tahu 'kan siapa yang mengucapkan terakhir. Kai kemudian membungkuk lalu pergi dari ruangan Soo Man. Sehun? Jangan ditanyakan, ia sudah lebih dulu keluar. Ckckckck...

"Sehun!" panggil Kai, setelah keluar dari ruangan Soo Man dan melihat Sehun.

"Aish.. Jinjja! Setidak hargailah ia sebagai pimpinan di sini Sehun. Kau keterlaluan." Sambung Kai ketika langkahnya berhasil menyamakan Sehun.

"Kau tidak tahu si tua itu, Kai." Jawab Sehun ketus.

"Hah~ terserah kau sajalah." Pasrah Kai.

"Bagaimana menurut 'mu, Kai?"

"Mwo?"

"Aish! Pertukaran pelajar dengan Korea National University of Arts, apalagi?"

"Wow.. calm down Sehunie~"

"Kau! Cepat jawab, Kai. Apa pendapat 'mu?!" Sehun setengah menaikkan nada bicaranya.

"Arraseo. Hhmmm~~ menurut 'ku itu cukup menarik. Kau tahu? Kita bisa mendapatkan yeoja di sana. Aku sudah bosan dengan yeoja di sini. Hehehe~"

Pletak!

"Aww~ appo~ Sehunnie~" rengek Kai yang baru saja menerima sentuhan 'lembut' di kepalanya.

"Ya! Buang pikiran kotorBerhenti memanggil 'ku seperti itu, Kai! Atau –"

"Ne, ne. Lebih baik kita siap-siap untuk lusa. Karena, aku yakin kita akan lama di sana."

Sehun tidak menjawab ajakan Kai. Ia hanya mengikuti Kai yang sudah lebih dulu berjalan. Memandang punggung Kai yang berada beberapa langkah di depannya. Pandangan yang sulit diartikan. 'Bolehkah aku berharap... Semoga...'

Andaikan Sehun dapat melihat Kai. 'Ia ada di sana... Semoga...'

Tanpa mereka sadari, mereka sama-sama berharap. Berharap untuk seseorang yang sama. Tetapi, harapan yang berbeda.

.

.

Tap

Tap

Tap

Trekk...

"Wahh kebetulan sekali kita bertemu di sini, eonnie."

"Kau sudah tahu mengenai pertukaran pelajar itu?"

"Haha~ kenapa dengan wajah 'mu, eonnie? Hhmm, biar 'ku tebak. Luhan dan Lay menggantikan posisi Donghae oppa dan Monkey itu. Aku benar 'kan, eonnie? Haha~"

"Diamlah! Kau membuat mood 'ku semakin buruk!"

"Haha~ jangan emosi, eonnie. Kita masih memiliki kesempatan untuk membalas mereka. Mereka hanya yeoja lemah, eonnie."

"Ne, kau benar."

"Woww! Lihat, eonnie. Kumpulan yeoja-yeoja tidak berguna di taman."

"Cih! Aku aku sudah mempunyai rencana untuk mereka. Luhan, Lay tunggu saja."

"Apa yang kau rencakan, eonnie?"

"Kajja. Aku akan menjelaskan pada 'mu. Tapi, tidak di sini."

Kedua yeoja tersebut pergi dengan angkuh dan kilatan tajam dari mata mereka yang terus memperhatikan sekumpulan yeoja di taman kampus.

Sementara itu...

"Wahh ternyata gosip itu benarr~ Chukkae~~ Luhannie~~ chagii~~ Lay~~ ^^"

"Ya! Ya! Ya! Baekkie! Aku juga ingin memeluk mereka~"

"Ugh~ Tao, jangan menangis panda. Hihihi~ aku terlalu senang."

Luhan, Lay, Baekhyun, dan Tao sedang berkumpul di taman kampus. Taman kampus hari ini sepi karena memang seharusnya ini sudah jam pulang mahasiswa KNUA. Tapi, beberapa saat lalu, Baekhyun meminta Luhan, Lay, dan Tao untuk bertemu di taman kampus. Rupanya ia ingin tahu apakah gosip yang menyebar mengenai Luhan dan Lay yang menggantikan sementara posisi Donghae dan Eunhyuk sebagai ketua himpunan mahasiswa jurusan Dance Performance sekaligus dancer terbaik yang KNUA miliki.

"Chamkamman, tadi kata 'mu gosip, Baekhyun?" tanya Tao penasaran.

"Ne? Kalian belum dengar gosipnya? Aish, jinjjayo~ gosip itu sudah menyebar luas. Apakah kalian benar-benar tidak tahu?" Baekhyun balik bertanya dan menatap Luhan, Lay, dan Tao satu-persatu.

Luhan, Lay, dan Tao yang memang tidak mendengar gosip itu hanya menggelengkan kepala mereka sebagai jawaban dari pertanyaan Baekhyun.

"Aish... Ya sudahlah, yang penting sekarang aku senang kalian bisa mendapatkan posisi itu meskipun sementara. Aku tahu kemampuan kalian. Jadi, pemimpin jurusan dan Donghae sunbae tidak salah memilih kalian ^^."

"Ne, benar kata Baekhyun. Sekali lagi chukaae~~ ^^" Tao membenarkan perkataan Baekhyun. Untuk apa dipermasalahkan. Toh, sudah menjadi fakta bahwa Luhan dan Lay memang memiliki kemampuan yang cukup luar biasa.

"Ne, gomawo Baekkie, Tao-ie." Jawab Luhan dengan senyuman manisnya.

"Aa~~ Untuk merayakannya bagaimana kalau kita makan-makan, lalu setelah itu kita jalan-jalan. Bagaimana? Kalian setuju 'kan? Ayolah~~" Tanya Baekhyun antusias.

"Ne~ aku setuju dengan Bacon ini. Yeay, jalan-jalan~" Sambung Tao tidak kalah antusiasnya.

Luhan yang melihat itu hanya tersenyum lebar. 'Senang sekali berada didekat mereka. Kurasa tidak ada salahnya.' Batin Luhan. Tapi, seketika bayangan Luhan jalan-jalan dengan Baekhyun dan Tao hilang seketika, ketika..

"Tidak ada jalan-jalan untuk sekarang. Aku dan Luhan harus mempersiapkan untuk acara lusa." Lay menjawab keinginan Baekhyun dan Tao dengan cukup dingin.

"Hahhh~ Kau merusak suasana, Lay." Pout Tao yang langsung dihadiahi deathglare oleh Lay.

Sedangkan Baekhyun hanya mendesah kecewa.

"Hey, sudahlah~ Lay benar, Tao. Aku dan Lay harus mempersiapkan untuk acara lusa. Tapi, kalian jangan kecewa, hari ini kita habiskan dengan makan rramyeon di kedai jajjangmyeon Sue Jin ahjumma. Bagaimana?" Lerai Luhan.

"Yeayy~~ Luhannie memang pengertian.. ^^ kami sayang Luhannie~" Baekhyun dan Tao teriak bersamaan meluapkan kesenangan mereka.

"Luhan! Kita Ti–"

"Lay, hanya sore ini. Kita masih bisa mempersiapkannya nanti malam dan besok. Aku yakin tidak akan mengganggu jadwal kita." Terang Luhan.

"Kalau Lay tidak ingin ikut, tidak apa-apa, Luhan. Biarkan saja ia sendirian di kamar asrama. Hehehe~" Baekhyun mencoba mencairkan suasana dengan meledek Lay. Tapi, justru Lay melayangkan kembali deathglare-nya dan Lay semakin geram ketika Tao menyetujui perkataan Baekhyun.

"Haha~ Bacon ini benar. Tinggalkan saja Lay, Hannie. Kekeke~" tambah Tao. Dan sudah dipastikan bahwa tak lama lagi–

"LAARRRIIIIIII~~~"

Baekhyun dan Tao lari menghindari Lay yang mulai emosi. Lay ingin mengejar mereka tapi tangannya ditahan oleh seseorang.

Tap

"Hey~ sudahlah~ aku yakin mereka tidak sungguh-sungguh berkata seperti itu." Ternyata Luhan yang menahan Lay.

"Hah~ aku tahu itu. Dan Menghadapi mereka memang harus memiliki kesabaran ekstra."

"Dan hanya kau yang paling mengerti mereka. Aku percaya itu, Lay."

Lay hanya menatap Luhan dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Sekarang, sebaiknya kita susul mereka, Lay. kalau mereka hilang, kita juga yang repot, Lay." Ajak Luhan dengan diiringi kekehan kecil.

"Biar saja. Tidak usah kembali 'pun tidak masalah." Lay menanggapi lelucon Luhan. Tapi, percayalah. Seperti yang Luhan katakan, Lay memang mengerti ketiga sahabatnya itu. Meskipun sikap Lay, cenderung dingin terhadap mereka.

"Hahaha~" Luhan tertawa lepas setelah mendengar tanggapan Lay.

Lay tersenyum manis ketika mendengar Luhan tertawa lepas. 'Memang cantik' pikir Lay ketika menoleh ke arah Luhan yang sedang tertawa. Sedetik kemudian pandangan Luhan dan Lay bertemu. Mereka sama-sama melemparkan senyuman manis.

'Kau akan tetap menjadi bagian dari aku, Baekhyun, dan Tao.'

'Terima kasih karena kalian sepertinya menerima 'ku. Boleh kah aku berharap?'

.

.

TBC

(A/N):

Huwaahhhhh~~~~~! Maaf kalau tidak sesuai harapan #deepbow

Hanya ingin menuangkan ide cerita yang terlintas di pikiran saya.

Maaf juga update-nya kelamaan. Coz gy banyak tugas.. Jadi begini dehh..

Yang sudah mampir dan mau baca, Jeongmal Gamsahabnida.. Xie Xie Ni Men.. :)

Kalian bisa panggil aku Chingu, Eonnie, atau Noona atau Dongsaeng karena aku 92line :)

Sorry for typo. Langsung update soalnya. RnR :)

Big Thanks to:

Love HunHan, baconeggyeol, , BabySuLayDo, Sari Nur hanifah, rinie hun, putri, blue minra, tiikaaa, sari2min, ciiiiiu, NanaFujoshi, Jin Ki Tao, Chan, Yoon Min Ra, Tania3424, Kwon Ji-Fen, BaconCinta Telor, yuliafebry, Jung Jisun, Nezta, Zhiekyu, Rachigesuka, Bleeze Hunter, .

Pay pay :) Jongmal gamsahamnida untuk yang disebut di atas, dan siders yang belum mau review :) ..