Title : IMYSB

Author : KimDeegita88

Main Cast :

Kim Jongin x Do Kyungsoo

Support Cas:

All Member EXO

Rated : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama, Friendship, GS!

Disclaimed : Story is My mine, kalau ada kesamaan nama,tempat, situasi, alur, dan lejadian percayalahhanya kebetulan hehe. Ini bener asli pemikiran author sendiri kok.

Warning! Rawan Typo! No EYD! GS!

.

.

.

Don't Like? Don't Read!

NO BASH!

.

.

.

R n R

.

.

.

Chapter 3

Jongin berjalan sendirian siang itu, dengan tangannya yang menenteng dua buku ilmu kedokteran, jika semua siswa normal yang melewatkan jam makan siang untuk ke kantin tapi tidak dengan Jongin. heandseat yang setia menemaninya ketika belajar.

Siang itu Jongin berniat menyusul Chanyeol yang sudah berada pada atap sekolahan terlebih dahulu, ia melangkahkan kakinya ringan sambil bersiul ria.

Jongin sampai pada atap sekolahnya, tempat satu satu nya yang terlihat sepi tanpa keramaian. Tidak lama kemudian Jongin menghentikan langkahnya, telingannya mendengar sesuatu yang aneh, tidak jauh dari tempat Jongin berada mungkin.

Namja tampan itu lalu berjalan pelan, mengikuti sumber suara itu, ia menyipitkan mata indahnya, memastikan ia tidak salah melihat. 'bukankah itu gadis pindahan itu?' batin Jongin.

Jongin masih mematung disana, sedikit mendengarkan apa yang gadis mungil itu tengah bicarakan dengan seorang namja yang tinggi tapi sepertinya ia adalah namja seangkatan dengannya, hanya berbeda kelas Jongin.

.

Kyungsoo berusaha melepas tangan kekar yang entah siapa pemiliknnya itu, ia tidak tau ia akan di bawa kemana. Oh ayolah bahkan ini hari pertama Kyungsoo menjadi pelajaar disini.

Tangan itu melepas bungkaman dari mulut mungil Kyungsoo sesampainya di atap sekolah yang hening dan sepi. Kyungsoo membulatkan matanya ketika ia tau siapa yang telah membawanya paksa ke tempat ini.

"Kau!" ucap Kyungsoo sambil menunjuk namja tampan yang kini berada di depannya. Kedua tangan namja itu telah berada pada sisi kanan dan kiri Kyungsoo, memenjarakan tubuh Kyungsoo di dalamnya.

"Apa kabar hmm?" ucap namja itu. Kyungsoo melepas lipatan tangannya yang semula berada di depan dadanya yang lumayan berisi itu, wajah datar Kyungsoo menghilang dan terganti dengan raut wajah yang memperlihatkan kekhawatiranya. Tangannya mengepal ia sembunyikan di balik rok sekolahnya

"Kau, a-ada apa kau disini?" ucap Kyungsoo sambil kedua alisnya yang saling menyatu dan dahinya yang berkerut. Matanya mengerjap penuh gugup berusaha menoleh ke segala arah, asal tidak bertemu dengan mata tajam milik namja yang berada di depannya itu.

"Minggir!" ucap Kyungsoo dengan wajah sedikit ketakutannya.

Namja itu semakin mempererat tangannya tanpa memberi jalan Kyungsoo untuk keluar.

"Minggir!"

Namja itu hanya meneyringai nakal, sambil tersenyum idiot pada Kyungsoo. Jari telunjuknya ia gerakan pada pipi mulusnya sendiri, sambil memejamkan matanya.

"Aku ingin sedikit sentuhan bibirmu disini!" tangannya kini beralih pada bibir seksi nya.

"Sekali saja!" pintanya dengan mendekatkan dan semakin mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo. Kyungsoo berusaha menyembunyikan wajah ketakutannya di depan pria yang kini sedang menyeringai menampakan wajah mesumnya. Gadis bermata bulat itu memejamkan matanya, lalu menarik nafas dalam dan mengeluarkannya melalui bibir manis yang berbentuk hati miliknya.

Namja didepan Kyungsoo tersenyum. Ia tau bahwa Kyungsoo sedang mengatur nafasnya untuk memuli apa yang namja itu inginkan barusan.

Namja tampan itu memejamkan matanya sambil tersenyum menang.

"Akkkkhhhhh" rintihnya setelah merasakan sebuah lutut mungil Kyungsoo menendang keras kebanggaan milik namja tampan berpostur tubuh tinggi itu. Kedua tangan namja tampan itu lalu berusaha menutupi gundukan yang berdenyut di daerah selangkangannya. Sungguh ini sangat sakit, pasalnya Kyungsoo tidak tanggung tanggung menendang adik kecilnya.

"Masih mau lagi? Kris?" ucap Kyungsoo sambil kedua tangannya yang ia lipat kembali di depan dada nya dan wajahnya yang sedikit ia dekatkan dengan wajah namja tampan yang baru saja ia panggil Kris.

Kyungsoo pergi meninggalkan namja yang sedang sibuk dengan benda kebanggannya yang sedang merasakan kesakitan luar biasa, ia sempat berpapasan dengan namja lain yang kebetulan juga berada pada atap sekolahan ini, ia menatap namja itu dengan tatapan tak suka dan berjalan dengan arogannya ketika ia merasa tatapan namja itu tidak berhenti menatap Kyungsoo dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Sial!" monolog Kris meskipun Kyungsoo tidak akan mendengarnya, namja itu lalu berjalan dengan menahan rasa sakitnya meninggalkan atap sekolahan ini.

Ia sadar bahwa kelakuannya barusan telah menjadi tontonan gratis oleh teman seangkatannya meskipun bukan teman sekelas.

"Kau melihatnya?" suara berat dari belakang mengejutkan namja yang sedang menatap intens pada gadis mungil yang baru saja menendang kebanggaan seorang pria. Namja itu mengangguk, mengiyakan pertanyaan temannya, sambil tangannya sedikit memegangi area selatannya.

"Aku hanya tidak bisa membayangkan jika punyaku yang di tendang" Jongin reflek menutup junior yang masih tersembunyi di balik celana sekolahnya dengan kedua tangannya, dan satu tangannya lagi yang masih memegang buku pintarnya juga terlihat terlibat menutupi benda kebanggaan Jongin.

suara tertawa yang keras tengah memekakan telinga namja tampan berkulit tan itu. Ia lalu meninggalkan Chanyeol, sahabatnya yang masih tertawa bebas di tempat tadi.

"Hyaaa! Kim Jongin, kenapa kau hobby sekali meninggalkanku?" ucap Chanyeol sambil menetralkan tawanya.

Chanyeol lalu mengikuti Jongin dan mendudukan dirinya di sebelah Jongin. mereka kini sedang bersandar pada dinding pembatas atap itu.

"Cihh! Buku itu lagi" ucap Chanyeol ketika melihat sahabatnya yang kini tengan serius dengan buku tentang ilmu kedokteran itu.

"Diam kau dobi!"

Chanyeol diam.

Tidak lama kemudian.

Ia berisik lagi. Sungguh, Chanyeol bukan type orang yang bisa diam Jongin!

"Kau tau? Bukankah gadis itu adalah gadis yang kita lihat di ruang guru waktu itu?" ucap Chanyeol. Jongin hanya erdehem, matanya masih terfokus pada istilah istilah di dalam buku itu.

"Kukira ia masih tingkat awal di sekolah ini" ucap Chanyeol. Jongin tidak menjawab, ia terliaht makin serius dengan buku di tangannya, alis tebalnya saling menyatu.

"Hyaaa! Kamjong! Aku bicara denganmu!"

"Benarkah?" chanyeol mengangguk singkat.

"Lebih baik kau bergulat dengan game mu dari pada menganggu aku membaca" ucap Jongin. matanya masih terfokuskan pada buku di tangannya tanpa melirik Chanyeol sedikit pun.

"Kau benar!" ucapnya girang, ia lalu mengeluarkan benda perseginya dan hendak memulai game nya.

Belum sempat namja itu memulai game nya, Jongin berdiri dari duduknya.

"Kau mau kemana?"

"Turun"

"Bukankah kau belajar"

"Kau menghancurkan mood seorang dokter yang sedang belajar dobi!" ucap Jongin sambil tertawa, entah apa yang sedang ia tertawakan.

Chanyeol lalu menghampiri Jongin, menyimpan kembali ponselnya pada saku celana seragam sekolahnya. Mereka akan turun ke bawah meninggalkan atap sekolah.

.

Gadis bermata bulat bernama Kyungsoo berjalan cepat menuju kamar mandi.

Gadis itu berjalan gontai memasuki kamar mandi, menabrak beberapa gadis yang hendak keluar dari kamar mandi itu. Nafasnya memburu setela dari atap, seperti dikejar hantu.

Kyungsoo menyadarkan dirinya di wastaffel, ia mememgangi dadanya, jantungya tidak mau berenti berdetak kencang.

Ia memandangi pantulan dirinya di kaca, mata tajamnya kembali terlihat dari pantulan cermin itu. Bibirnya terlihat terbuka berusaha menghirup udara seadanya sebanyak mungkin dan dada yang terlihat naik turun.

Lemah suda pertahanan Kyungsoo, lututnya melemas dan ia harus terjatuh pada lantai kamar mandi yang dingin. Ia berteriak sekencang mungkin menangis. Tunggu! Kyungsoo menangis?.

Suara pintu terbuka kasar, seorang gadis mungil bermata sipit membuatkan matanya meliat siapa yang baru saja berteriak.

"Kyungsoo!" ucap Baekhyun, gadis itu lalu berlari kearah Kyungsoo.

Memeluk teman barunya seerat mungkin mencoba menenangkannya. Kyungsoo semakin menjadi dengan isakannya.

"Tenang Kyung ada aku" ucap Baekhyun sambil mengusap surai hitam yang sedikit berantakan milik Kyungsoo.

.

"Kau yakin yeobo, ini keputusan terbaik?"

"Tentu!" ucap seorang pria baruh baya. Wanita di sampingnya menghela nafasnya panjang, tangannya berpegangan pada pembatas balkon.

"Bukankah Kyungsoo mempunyai banyak ksatria?" ucap pria paruh baya itu, tangnnya ia gunakan untuk memeluk kedua pundak sang istri, lalu dengan pelan ia merai kepala sang istri lalu menyandarkan kepala sang istri pada pundaknya.

"Jangan khawatir" ucapnya. Istrinya mengangguk pelan dan tersenyum.

.

TBC

Oke mianh! Ini sedikit banget yaaa. Maaf yaa, lagi sibuk sama kegiatan awal kuliah jadi ff nya terbelenggu gini. Mana makin gaje lagi, karena emang bener lagi nggak dapet feel terus lagi pingin updt buat kalian. Maaf banget

Btw ada yang nebak ini si ganteng Sehun ya yang nyeret Kyungsoo ke atas, sayang nya bukan ehehehe. Terus ada yang nebak yang narik Kyungsoo ke atap suami ku Jongin ya *di lempar panci Kyungsoo -_- heheh nggk pp deh setidaknya kalian udah mau baca, terus review aku udah seneng banget. Makasih banyak yaa :*

Ada yang bingung sama judunya yaaa? Apa aku ganti aja yaa judulnya? Yang setuju buat ganti judul boleh kasih saran yaa.

Tinggalkan review yaaa

Gomawoo ^^

BigThaks*

Kim Reon|Kyungsooxeveryone |Lovesoo |Kyung1225 |dinadokyungsoo1 |tarifebrianti |Kyungi Love | misslah |Kyungoonia | DJ 100 | babyta.