Mengejar Cinta Dokter Johnny
.
.
Disclaimer : Belong to God and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.
Author : raeraelf
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Chaptered
Cast : Johnny Suh & Ji Hansol
.
.
SUMMARY : Saat menemani sepupunya yang rawat inap di rumah sakit, Hansol bertemu dokter ganteng yang membuatnya jatuh cinta. Johnny x Hansol / JohnSol
.
Mengejar Cinta Dokter Johnny
.
Adegan selanjutnya yang terjadi membuat Hansol yang sudah lemas jadi lebih lemas lagi.
Rasanya Hansol mau pingsan.
Karena pria sok imut itu seenaknya menarik tangan Johnny yang hampir memasuki ruang operasi.
Dan mencium bibir Johnny.
"HUEEEEEE..."
.
.
.
Hansol menangis menggerung-gerung begitu melihat pria itu mencium Johnny. Hansol tidak peduli ia sedang berada di rumah sakit sekarang, karena yang ada di pikirannya sekarang hanya Johnny. Yang terbayang di benaknya hanya adegan ciuman Johnny dan Jongin yang terjadi tepat di depan matanya.
Sedangkan Johnny – setelah melepas paksa ciuman Jongin – hanya menatap Hansol yang tiba-tiba menangis dengan heran. Dan tanpa mempedulikan Jongin yang masih merengek-rengek, Johnny mendekati Hansol.
"Hei, sepupumu itu akan baik-baik saja. Ini bukan operasi sulit, lagipula juga cuma sebentar." Kata Johnny.
Hansol yang awalnya senang karena Johnny mendekatinya pun kembali bersedih karena Johnny salah tanggap. Lagipula, untuk apa juga Hansol menangis karena mengkhawatirkan Ten.
Dasar pria tidak peka!
Eh, tapi tunggu.
Dia bilang apa tadi?
Sepupu?
Hansol jadi senyum-senyum sendiri karena itu artinya Johnny ingat dengan percakapan mereka tadi di lift.
Ditambah, ini pertama kalinya Johnny yang bicara padanya terlebih dahulu.
Senyuman Hansol jadi tambah lebar.
"YA JOHNNY SUH! Apa yang kau lakukan disitu? Cepat masuk, semua sudah menunggumu!"
Baik Hansol maupun Johnny sama-sama menoleh ke sumber suara. Seorang wanita yang memakai jubah operasi berdiri di depan pintu ruang operasi sambil berkacak pinggang. Tanpa bicara lagi, Johnny bergegas menghampiri wanita tersebut dan langsung menghilang masuk ke dalam ruang operasi.
"Johnny Suh?" gumam Hansol, karena baru pertama kalinya ia mendengar nama lengkap Johnny.
Dan Hansol baru sadar bahwa nama Johnny bukanlah nama Korea. Apa Johnny bukan berasal dari Korea? Untuk sejenak, Hansol melupakan patah hatinya. Namun ternyata ia tak bisa melupakannya karena pria bernama Jongin itu malah mendekatinya.
"Apa? Kenapa kau menyebutkan nama pacarku?" tanya Jongin galak.
Hansol memelototi Jongin kesal. Pertama, ia kesal karena si Jongin ini berbicara padanya dengan nada tinggi. Dan yang kedua, ia kesal karena pria inilah yang baru saja mencium pujaan hatinya tepat di depan matanya.
"Memangnya tidak boleh?! Dia dokter yang akan mengoperasi sepupuku, jadi wajar saja kalau aku menyebutkan namanya!" balas Hansol galak.
Raut wajah Jongin melunak begitu mendengar jawaban Hansol.
"Oh, ya sudah. Kau bisa percaya padanya, dia dokter yang baik meskipun bukan pacar yang baik." Kata Jongin sambil mendengus.
"Lah, curhat mas?" balas Hansol tak peduli.
Jongin hanya menaikkan kedua bahunya, tak menanggapi perkataan Hansol. Ia langsung membalikkan badannya, bersiap pergi.
"Lebih baik aku ke tempat my honey bunny Sehun saja daripada –"
Sekilas, Hansol bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Jongin sebelum Jongin melangkah pergi. Hansol mengernyit heran mendengar ucapan Jongin. Siapa itu Sehun? Dan kenapa Jongin memanggilnya 'my honey bunny'? Bukankah Jongin itu kekasih Johnny?
"Si item itu punya selingkuhan apa gimana sih?" gumam Hansol.
Namun rasa penasaran Hansol hanya bertahan sebentar. Hansol pun tak ambil pusing, lagipula itu bukan urusannya. Kalaupun Jongin punya selingkuhan berarti bagus untuk Hansol karena bisa saja Johnny dan Jongin putus.
Baru setelah Jongin menghilang di ujung koridor, Hansol teringat saat Jongin mencium Johnny tadi. Dan alhasil, Hansol kembali menangis sedih.
: Mengejar Cinta Dokter Johnny :
Tepat setelah Ten keluar dari ruang operasi, orangtua Ten datang. Karena itulah, Hansol meminta izin untuk keluar sejenak. Ten sudah ada yang menunggui, dan Hansol perlu mendinginkan kepalanya. Adegan ciuman antara Johnny dan Jongin tadi masih terekam jelas di ingatannya, tak peduli seberapa keras Hansol mencoba melupakannya.
Hansol ingin pergi dari rumah sakit, tak apa meskipun hanya sebentar. Setidaknya, Hansol tidak akan memikirkan Johnny karena sedari tadi otaknya hanya dipenuhi oleh Johnny.
"Jihan, tunggulah Ten sadar dulu. Setidaknya biar dia melihat wajahmu dulu." Pinta Ibu Ten.
"Bi, dia melihat wajahku setiap saat. Untuk apa dia melihat wajahku lagi, aku yakin dia sudah bosan." Kata Hansol lelah.
"Tapi tetap saja! Tunggulah dulu sampai dia bangun."
Akhirnya Hansol mengalah. Ia kembali melemparkan tubuhnya ke atas sofa. Pikirannya masih dipenuhi oleh Johnny.
Hansol kesal sekali dengan fakta bahwa Johnny sudah memiliki kekasih, dan kekasihnya adalah cecurut macam Jongin. Hansol tidak mengerti dimana letak menariknya Jongin sampai-sampai Johnny mau padanya. Ditambah sepertinya Jongin memiliki selingkuhan. Benar-benar produk yang buruk untuk Johnny.
Tak lama kemudian, Ten sadar dan anehnya yang pertama ia panggil setelah sadar adalah Hansol. Hansol bergegas mendekati Ten diikuti oleh Ayah dan Ibu Ten.
"Ten, Ten, udah bangun?" tanya Hansol, melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Ten.
Ten mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha menyesuaikan diri.
"Apa bibi bilang, pasti Ten nyariin." Ucap Ibu Ten sambil mengelus-elus rambut Ten.
"Aneh juga, ngapain dia manggil-manggil aku ya bi. Kangen kali ya. Baru juga gak sadar sebentar." Kata Hansol sambil tertawa kecil.
"Sol, gue laper.." kata Ten pelan.
Hansol memutar matanya bosan mendengar perkataan Ten. Sebelum operasi Ten sudah mengeluh lapar, dan sekarang hal pertama yang dikatakannya setelah operasi juga lapar.
"Kalau mau makan, kentut dulu buruan!" seru Hansol.
"Kenapa harus kentut, gak kebelet kentut gue."
"Aturannya gitu! Abis operasi nunggu kentut dulu baru boleh makan minum." Hansol sewot sendiri menghadapi sepupunya yang bebal ini.
"Lah trus kalau gue gak kentut-kentut?"
"YA MAKANYA DITUNGGU!" seru Hansol kesal.
Hansol memijit kepalanya yang berdenyut-denyut. Baru juga Ten sadar, sudah langsung cekcok saja dengannya.
Hansol berpaling menatap bibinya yang sedang mengelus-elus kepala Ten. Ayah dan Ibu Ten berbicara pada Ten menggunakan Bahasa Thailand. Hansol yang tidak mengerti Bahasa Thailand pun jadi pusing mendengarnya.
"Bi, aku pergi sekarang. Ten, keluar bentar ya. Cari angin." Pamit Hansol.
Hansol buru-buru keluar sebelum ia mendengar teriakan atau protes Ten lagi. Kepalanya pusing dan ia ingin jalan-jalan sebentar untuk mengembalikan suasana hatinya yang hancur.
: Mengejar Cinta Dokter Johnny :
Hansol melangkah gontai memasuki COEX Mall. Siang-siang begini Hansol tidak punya pilihan lain untuk mendinginkan kepalanya selain mall. Kalau di mall kan, setidaknya ia bisa jajan-jajan makanan sambil window shopping. Dan untuk ini Hansol harus berterimakasih pada Ayah Ten yang tadi memberinya cukup banyak uang.
Hansol memutuskan untuk menuju area food court terlebih dahulu. Dari pagi ia belum makan dan ia ingin sedikit mengganjal perutnya dengan membeli camilan.
Ketika melewati sebuah coffee shop, mata Hansol menangkap sesosok orang yang dikenalnya.
Tunggu, bukan hanya satu orang saja, melainkan ada dua orang. Dan dua orang itu sama-sama dikenalnya.
"Lah, ketemu lovebird disini." Celetuk Hansol.
Hansol pun memasuki coffee shop berlogo hijau tersebut dan langsung memesan minumannya di konter. Sebenarnya Hansol tidak terlalu ingin minum kopi, tapi Hansol hanya ingin berbicang dengan kedua temannya sekaligus merusuh.
"Hello~~ Jihan datang membawa kebahagiaan."
Hansol langsung duduk di depan dua orang temannya yang memandanginya shock.
"Lah, lo ngapain disini Han?"
Hansol memainkan sedotan Caramel Macchiatonya sambil mengedip-edipkan matanya genit.
"Gangguin orang pacaran boleh kan Yong?"
Pria bernama lengkap Lee Taeyong itu mendengus.
"Lo ngikutin kita ya?!" tuduh seseorang yang duduk di samping Taeyong, Jung Jaehyun.
"Enak aja mulut lo ngomong! Gue lagi suntuk nih makanya gue kesini, eh liat kalian jadi gue samperin." Hansol sewot.
"Kenapa? Disuruh revisi lagi?"
Hansol menggelengkan kepalanya sambil menatap Jaehyun dan Taeyong bergantian. Dua pria di depannya ini adalah temannya di kampus. Jaehyun dan Taeyong ini pacaran. Mereka sudah pacaran sejak tingkat dua.
Hansol, Jaehyun, dan Taeyong satu fakultas, hanya beda jurusan. Mereka juga berada di tingkat yang sama. Hanya saja, Jaehyun sudah lulus sidang dan tinggal wisuda. Sedangkan nasib Taeyong sama seperti Hansol, masih berjuang untuk menyelesaikan skripsi.
"Patah hati gue."
Jaehyun dan Taeyong kompak memelototkan mata mereka, menatap Hansol tak percaya. Selama hampir empat tahun mereka berteman, tak pernah sekalipun mereka mendengar Hansol membicarakan tentang asmara.
Ya karena memang Hansol daridulu jomblo, dan sepertinya tidak pernah tertarik dengan hal-hal semacam itu.
Tapi kok sekarang jadi tiba-tiba patah hati?
"Siapa Sol yang lo taksir? Anak fakultas kita? Siapa siapa?" tanya Taeyong semangat.
Hansol kembali menggelengkan kepalanya.
"Trus siapa?" tanya Taeyong lagi.
"Orang yang baru gue temui kemarin lusa."
"Wah, love at the first sight dong?!" seru Taeyong senang.
Hansol mengaduk-aduk minumannya sambil tersenyum tipis.
"Yaa, gitulah."
"Kok bisa patah hati itu ceritanya gimana?" kali ini giliran Jaehyun yang bertanya.
"Udah punya pacar doi."
"Ceritain dong Sol, gue kepo nih!"
Awalnya Hansol ragu untuk cerita, tapi kalau dipikir-pikir lagi memang Hansol sedang ingin mengutarakannya perasaannya. Tak ada salahnya untuk bercerita pada Taeyong dan Jaehyun, siapa tahu mereka punya solusi.
Hansol menarik nafas panjang sebelum mulai bercerita.
"Jadi lusa kemarin, si Ten kecelakaan."
"HAH? Ten kecelakaan apaan?!" tanya Taeyong panik.
Ten memang berbeda fakultas dengan mereka bertiga, tapi karena seringnya Ten ikut Hansol hangout dengan teman-teman Hansol, otomatis teman-teman Hansol juga mengenal Ten.
"Jatuh dari sepeda. Patah tangannya. Baru operasi tadi ini." Hansol meringkas kecelakaan yang menimpa Ten.
"Kok lo gak bilang-bilang. Ntar kita jenguk ya Jae?"
Jaehyun mengangguk sambil mengangkat jempolnya.
"Trus, apa hubungannya Ten kecelakaan sama orang yang lo taksir?" tanya Taeyong.
"Yang gue taksir itu, salah satu dokternya Ten."
"HAH?!"
Baik Jaehyun dan Taeyong sama-sama terkejut. Hansol baru sekali menyukai seseorang, kok levelnya sudah sangat tinggi. Dokter, lho.
"Dokter residen, lo pada tau gak apa itu dokter residen?"
Jaehyun mendengus. "Ya jelas tahu lah, kakak gue kan dokter."
"Masih muda dong Han? Ganteng gak?" tanya Taeyong.
"Jelas ganteng lah. Kalau gak ganteng gak bakal gue suka. Tapi ya itu. Sayangnya udah punya pacar dia." Kata Hansol nelangsa.
"Kok lo tau?"
"Udah dua kali gue liat pacarnya nyamperin ke rumah sakit. Dua kali pula gue nguping pembicaraan mereka. Hari ini mana mereka anniv yang ketiga pula. Mereka tadi agak berantem gitu. Dari kemarin sih berantemnya. Pacarnya ngambek soalnya dokter Johnny operasi mulu." Curhat Hansol.
"Dokter Johnny?" ulang Jaehyun.
"Iya, namanya Johnny."
"Rumah sakitnya.. Seoul Hospital bukan?"
"Iya disitu. Kenapa emang?"
Mulut Jaehyun membentuk huruf O. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
"Anjir... jangan-jangan yang lo taksir itu Johnny Suh ya?!"
Hansol langsung terbelalak mendengar nama lengkap Johnny disebutkan oleh Jaehyun. Sontak Hansol memajukan tubuhnya dan mengenggam erat lengan Jaehyun.
"Kok lo tau?!" tanya Hansol, masih mencengkeram erat lengan Jaehyun.
Taeyong yang melihat lengan pacarnya diperlakukan secara brutal oleh Hansol pun buru-buru melepaskan cengkeraman Hansol di lengan Jaehyun.
"Jihan! Gak usah pake kekerasan gitu dong!" seru Taeyong sambil mengelus-elus lengan Jaehyun.
"Eh kasih tau gue dulu, kok lo tau namanya Johnny Suh? Jangan-jangan lo kenal ya? Kenal darimana?" Hansol memberondong Jaehyun dengan pertanyaan.
"Ya jelas gue kenal lah!"
"Ya kenal darimana?" desak Hansol.
"Sepupu gue itu!"
Mulut Hansol membulat. Jauh lebih bulat dari mulut Jaehyun tadi saat mengetahui bahwa orang yang ditaksir Hansol adalah dokter Johnny di Seoul Hospital.
"Anjir."
Hanya itu yang mampu diucapkan Hansol. Ia tak mampu berkata-kata. Kenapa dunia begitu sempit? Dan kalau memang Johnny itu sepupu Jaehyun, kenapa tidak dari dulu mereka dipertemukan?
Hansol kan sudah kenal Jaehyun selama hampir empat tahun. Lebih lama dari masa pacaran Johnny dan Jongin. Kalau saja Hansol kenal Johnny lebih dulu, pasti sekarang Hansol yang jadi pacar Johnny, bukan Jongin.
"Jaehyun.. lo gak lagi bercanda kan?" tanya Hansol dengan suara bergetar.
"Ngapain juga gue bercanda! Beneran! Johnny hyung jadi dokter itu juga karena otaknya udah diracunin sama Leo hyung."
"Sumpah lo?"
Jaehyun mengangkat tangan kanannya, kemudian membentuk tanda V menggunakan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Mau bukti apa? Foto? Banyak."
Jaehyun meraih ponselnya yang berada di atas meja dan dengan cekatan membuka galeri ponselnya. Jari telunjuknya meggeser layar ponselnya beberapa kali sebelum akhirnya ia berhenti dan menyerahkan ponselnya kepada Hansol.
Hansol menerima uluran ponsel Jaehyun dengan tangan bergetar. Begitu melihat foto yang terpampang di layar ponsel Jaehyun, Hansol langsung menutup mulutnya dengan tangan kirinya. Foto yang dilihat Hansol sekarang adalah foto selca Johnny dengan Jaehyun.
Masih tak percaya, Hansol menggeser layar ponsel Jaehyun dan menemukan lebih banyak lagi foto Johnny. Bahkan ada foto keluarga besar Jaehyun juga, dan terlihat jelas Johnny menonjol karena paling tinggi.
Jaehyun yang melihat bagaimana shocknya Hansol pun hanya bisa mengelus dada. Ia jadi kasihan dengan temannya. Kenapa juga Hansol harus jatuh cinta pada sepupunya. Jaehyun sendiri sangat dekat dengan Johnny, karena selain mereka terikat persaudaraan, rumah Johnny terletak tepat di depan rumah Jaehyun. Jelas saja Johnny dan Jaehyun banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Dan Jaehyun jelas tahu bahwa Johnny sudah berpacaran dengan Jongin selama tiga tahun, meskipun selama ini Johnny tidak pernah menunjukkan afeksi yang berlebihan kepada Jongin.
"Johnny hyung emang udah punya pacar. Jongin hyung namanya." Kata Jaehyun setelah terdiam beberapa lama.
"Iya, gue tau." Jawab Hansol dengan suara tercekat.
Jaehyun menatap Taeyong, memberi kode agar Taeyong mendekati Hansol dan menenangkannya. Taeyong menangkap kode dari Jaehyun, kemudian ia berpindah duduk di samping Hansol.
Taeyong mengelus-elus punggung Hansol, berusaha menenangkannya. Sambil tersenyum tipis, Hansol mengembalikan ponsel Jaehyun kepada sang empunya.
"Gue gak papa kok, santai aja." Kata Hansol, berusaha ceria.
"Gue jadi gak enak gini sama lo Han, sorry ya." Ucap Jaehyun sambil menggaruk-garuk kepalanya canggung.
Hansol tersenyum tipis. "Ya udahlah, bukan jodoh gue sama dokter Johnny juga. Mungkin Tuhan udah nyiapin gue jodoh yang jauh lebih baik dari dokter Johnny." Kata Hansol, berusaha positif.
Memangnya, apalagi yang bisa Hansol lakukan selain menghibur dirinya sendiri?
"Duh Han, tenang aja deh lo. Gue cariin lo pacar nanti. Temen gue banyak, mau yang model kayak gimana?"
Hansol tersenyum tipis mendengar perkataan Taeyong yang layaknya sales. Ia hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menyesap Caramel Macchiatonya.
: Mengejar Cinta Dokter Johnny :
Ketika hari sudah gelap, Hansol baru keluar dari mall. Jaehyun dan Taeyong sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu. Karena sendirian, sedari tadi ia hanya putar-putar mall saja, naik turun berulang kali dan mengelilingi setiap lantai berulang kali tanpa ada tujuan yang jelas.
Ini saja kalau bukan Ten yang menyuruhnya untuk kembali ke rumah sakit, mungkin Hansol masih berputar-putar tidak jelas di dalam mall.
Hansol menyeberang jalan untuk mencapai halte bus yang berada di seberang jalan dimana COEX Mall terletak. Saat Hansol sudah mencapai tepi jalan, dilihatnya seseorang yang dari kemarin membuatnya emosi.
Jongin.
Sedang memasuki sebuah kafe bersama seorang pria.
Dan sangat jelas pria itu bukan Johnny.
Sebenarnya Hansol masa bodoh jika Jongin terlihat wajar. Namun yang ia lihat adalah Jongin menggandeng pria tersebut dengan sangat mesra. Bahkan dari tempat Hansol berdiri pun Hansol bisa melihat Jongin yang mencium pipi pria tersebut.
"Anjir, jangan-jangan dia selingkuh dari dokter Johnny." Gumam Hansol geram.
Hansol pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah sakit. Ia mengubah langkah kakinya dan memasuki kafe yang dimasuki oleh Jongin tadi.
Hansol memilih meja tepat di sebelah meja Jongin. Namun posisinya Jongin membelakangi Hansol, sehingga Hansol bisa melihat jelas rupa pria yang sedang bersama Jongin.
"Silahkan, ini menunya."
Hansol mengucapkan terimakasih dengan cepat sambil menerima menu yang disodorkan oleh pelayan tersebut. Bukannya membuka buku menu, Hansol meletakannya begitu saja di atas meja dan fokus memperhatikan Jongin dan pria yang sedang bersamanya.
"Lah, bisa beda banget gitu. Kayak papan catur." Komentar Hansol begitu melihat rupa pria tersebut.
Pria yang sedang bersama Jongin sekarang memiliki kulit putih pucat, sangat kontras dengan kulit Jongin yang sedikit gelap. Karena itulah Hansol mengomentari bahwa mereka saling bertolak belakang.
"Sehunnie, aku mau makan beef steak."
Hansol mengepalkan tangannya saat mendengar nada bicara Jongin yang menurutnya sungguh memuakkan. Jauh lebih memuakkan daripada saat Jongin bersama dengan Johnny.
"Iya, sayang.."
Apa?
Sayang?
Darah Hansol seakan mendidih. Jongin tadi memanggil pria itu dengan sebutan 'Sehunnie'. Hansol masih terngiang perkataan Jongin yang tak sengaja didengarnya pagi tadi.
Sehun.
Jadi ini pria yang dimaksud oleh Jongin?
Jadi benar dugaannya. Jongin memang berselingkuh di belakang Johnny.
Dan entah mengapa, Hansol marah. Memang tadi pagi ia sempat berpikir kalau Jongin selingkuh itu merupakan hal yang bagus. Namun saat ia mengetahui kenyataan bahwa ternyata benar Jongin selingkuh dari Johnny, ia marah karena Johnny.
Johnny tidak pantas diperlakukan seperti ini.
Masa bodoh dengan sikap dingin Johnny yang terus ditunjukannya kepada Hansol, tapi Hansol sama sekali tidak bisa menoleransi perselingkuhan. Tidak ada orang yang pantas untuk diselingkuhi, itu prinsip Hansol.
"Kenapa kau tiba-tiba mengajakku keluar? Bukannya hari ini kau anniv dengan Johnny ya?"
Telinga Hansol menangkap pertanyaan pria bernama Sehun tersebut. Tangan kanannya terkepal di atas meja.
"Anjir, selingkuhan berencana ini." Gumam Hansol.
"Johnny sibuk operasi terus. Gak taulah, aku mau minta putus aja. Mendingan sama kamu kan ya."
Hansol langsung menggumamkan sumpah serapah begitu mendengar jawaban Jongin yang seenaknya. Benar-benar sinting orang ini!
Hansol buru-buru mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto Sehun. Memang hanya bagian belakang tubuh Jongin yang terlihat sedangkan mukanya tidak terlihat, tapi Hansol yang baru melihat Jongin tiga kali saja bisa tahu kalau itu Jongin.
Hansol memencet layar ponselnya beberapa kali, sampai akhirnya dua bauh foto terkirim ke chatroomnya dengan Jaehyun.
Sambil menunggu balasan Jaehyun, Hansol melihat-lihat buku menu. Ia tadi hanya makan sedikit di mall dan perutnya sudah lapar lagi. Dan setelah dilihat-lihat, harga makanan dan minuman di kafe ini tidak terlalu mahal sehingga Hansol memutuskan untuk memesan.
Line!
Tepat setelah pelayan meninggalkan meja Hansol, ponsel hitam yang tergeletak di atas meja itu berbunyi dan menampikan pop-up chat.
Jung Jaehyun
Itu siapa?
Bentar, kayak gue kenal
Yang pake baju biru Jongin hyung bukan sih?
Hansol buru-buru mengetikkan pesan balasan untuk Jaehyun.
Jihan
Nah kan lo aja tau
Biarpun dari belakang doang
Anjir emang itu orang
Beneran selingkuh dari dokter Johnny
Jung Jaehyun
Hah?
Gimana?
Hansol berdecak begitu menyadari ia tadi tidak menceritakan apa-apa pada Jaehyun, hanya sebatas menceritakan ia melihat pacar Johnny yang dua kali datang ke rumah sakit.
Jihan
Tadi pagi si Jongin ke rs
Trus pas dia mau pergi
Gue denger dia bilang dia mau pergi sama honey buney Sehun
Dan yang barusan gue kirim fotonya itu
Sehun
Jung Jaehyun
Anjir
Jongin hyung selingkuh?
Jihan
IYA ANJIR KESEL GUE
DOKTER JOHNNY DISELINGKUHIN CURUT
Jung Jaehyun
Tapi hari ini mereka anniv
Gue inget banget tanggalnya, soalnya sama kayak tanggal kencan pertama gue sama Taeyong
Jongin hyung harusnya sekarang sama Johnny hyung bukannya sama selingkuhannya
Jihan
Tadi sih gue denger
Dokter Johnny bilang mau nyamperin Jongin
Tapi gak tau jam berapa
Coba lo kontak dokter Johnny, doi sekarang dimana
Gue mau samperin
Kali aja bisa menghibur
Jung Jaehyun
Itu lo aja yang mau modus
Ya bentar
Hansol meletakkan ponselnya karena menu yang dipesannya sudah datang. Sembari menunggu balasan Jaehyun, Hansol mulai menyantap makan malamnya.
Ponsel Hansol berbunyi, memainkan ringtone lagu Fire Truck dari NCT 127. Hansol melirik ke layar ponselnya yang menyala, ternyata ada panggilan masuk dari Ten.
"Ya kenapa Ten?"
"Dimana lo gak balik-balik?"
"Bentar gue makan dulu, laper." Jawab Hansol sekenanya.
"Oh ya udah. Kalau udah selesai buruan kesini."
"Iya iya. Gue tutup ya."
Belum sempat Hansol meletakkan kembali ponselnya, ponsel hitam itu kembali berbunyi. Kali ini disertai pop-up chat Line. Hansol membuka chat dari Jaehyun sambil memasukkan sepotong steak ke dalam mulutnya.
Jung Jaehyun
[photo]
[photo]
Hansol membuka foto yang dikirimkan oleh Jaehyun. Rupanya itu screenshot chat antara Jaehyun dan Johnny.
Hansol yang sedang mengunyah steak langsung tersedak begitu membaca percakapan antara Jaehyun dan Johnny. Bagaimana tidak, Jaehyun mengirimkan foto Sehun dan Jongin yang tadi diambilnya. Hansol buru-buru meraih gelas dan menenggak airnya.
Notifikasi nada dering Line kembali terdengar. Kali ini tidak disertai pop-up karena Hansol hanya mengatur pop-up apabila layar mati. Hansol menekan tombol back dan kembali ke chatroomnya dengan Jaehyun.
Jung Jaehyun
Udah baca sendiri kan chatnya
Gue ngasih kontak line lo ke Johnny hyung
Jihan
Jaehyun!
Lo ini bodoh atau apa sih
Kenapa fotonya dikirim
Ngapain juga ngasih kontak gue ke dokter Johnny!
Takut-takut, Hansol menekan tombol back. Dalam hatinya ia berharap semoga chat yang masuk tadi bukan dari Johnny. Jujur saja Hansol tidak tahu harus menjawab apa jika Johnny bertanya padanya mengenai foto tadi.
Namun sayang harapannya tidak menjadi kenyataan. Karena yang jelas tertulis di layar ponselnya adalah nama dokter pujaan hatinya.
Johnny Suh
Ji Hansol.
Ini saya, dokter Johnny.
Andai saja Hansol tidak berada di situasi ini, pastilah ia sudah lompat-lompat kegirangan karena dichat oleh Johnny. Namun sayangnya nasib harus mempertemukannya dengan situasi seperti ini.
Jihan
Iya dok.
Hanya itu saja balasan Hansol untuk Johnny. Gugup, Hansol menggigiti jarinya.
Johnny Suh
Dimana sekarang?
Jihan
Memang kenapa dok?
Johnny Suh
Saya mau kesana.
Jihan
Mmm...
Di kafe sih dok
Dokter mau nemenin saya makan malam ya?
Tepat setelah Hansol memencet tombol send, ia memukul kepalanya menyadari kebodohan yang baru saja dilakukannya. Kenapa juga ia malah modus pada Johnny?!
Johnny Suh
Dimana?
Hansol mengerucutkan bibirnya sebal. Johnny masih tetap saja dingin. Dan karena sudah terlanjur, Hansol akhirnya memberitahu posisinya sekarang.
Hansol terus mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk, menanti kedatangan Johnny. Dalam hati ia berdoa semoga Sehun dan Jongin tidak pergi sebelum Johnny datang.
Pada akhirnya, Hansol menangkap sosok Johnny yang berdiri di depan kafe. Kafe tersebut memiliki dinding kaca di sisi yang menghadap dengan jalan, sehingga siapapun di depan kafe tersebut bisa melihat ke dalam kafe.
Awalnya Hansol ingin menunggu Johnny untuk masuk dan menghampiri Jongin. Namun, Johnny hanya diam saja di di depan kafe. Pandangan matanya terfokus pada satu titik. Kepada Jongin dan Sehun yang sedang asyik bermesraan.
Hansol menghela nafas panjang sebelum berdiri dan menuju kasir. Ia langsung keluar dari kafe dan menatap Johnny yang masih berdiri diam.
Meskipun kedua tangan Johnny terkepal dan rahangnya mengeras – menandakan bahwa Johnny sedang berusaha menahan amarahnya – Hansol bisa melihat dengan jelas, ada luka yang terpancar di sorot mata Johnny.
Dan hati Hansol ikut sakit, sangat sakit.
Perlahan, Hansol melangkahkan kakinya mendekati Johnny.
"Dok.."
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
.
.
A/N :
Hello semua! Maaf aku lama updatenya, dan bahkan pendamping wisuda belum diupdate T_T
Untuk ke depannya aku gak bisa update cepat karena Sabtu besok mau berangkat KKN, doain sukses ya :D
