HURT
DBSK and other © God
Hurt © Ca
Rated : M
Genre : Romance, Angst
Pairing : HoMin slight YunJae, YooKi (Yoochun x Joongki), XiMin. (Pair bertambah seiring cerita)
Warning :
Rated M, Typo(s), Boys Love, OOC, Don't Like? Don't Read.
.
.
.
Happy Reading
.
Yunho menghela napas sebelum memasuki apartemen yang di tinggali olehnya serta magnae-nya itu. Yunho melirik jam tangan berwarna hitam yang melingkar di lengan kirinya. 'Sudah cukup malam ternyata.' Ucapnya dalam hati saat melihat jamnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Dengan perlahan dibukanya pintu apartemen agar tak mengganggu kehidupan lain yang ada di dalam sana yang kemungkinan sudah tertidur. Yunho melepas sepatu nya dan menaruhnya di tempat sepatu.
Dia tak berminat mengganti bajunya. Karena yang penting sekarang perutnya terasa keroncongan. Mudah-mudahan Changmin tidak menghabiskan makanan yang ada di coolcase. Ah, harapan bodoh. Magnae-nya itu sepertinya malah jarang menyentuh barang yang dulu dia nyatakan sebagai kekasihnya itu.
Baru saja dia hendak masuk kedalam, dia mendengar langkah kaki yang mengarah kepadanya. "Hyung, kau baru pulang?" Seorang namja yang lebih tinggi dari Yunho muncul di hadapannya sambil mengusap matanya yang memerah. Kelihatan sekali dia baru bangun tidur, karena rambut dan piyama nya yang cukup berantakan.
"Yup, apa aku membangunkan mu Min?" Yunho memandang khawatir ke Changmin, tak enak juga membuat magnae-nya ini bangun.
"Ani, aku hanya ingin ke kamar mandi. Dan aku mendengar ada suara, jadi aku menghampirinya ternyata kau hyung." Changmin tersenyum kecil sambil melangkah ke dapur. "Sebaiknya hyung mandi dulu, akan kubuatkan sesuatu yang bisa hyung makan."Ucap Changmin sambil tetap tersenyum. Changmin berjalan menuju dapur dengan sempoyongan, berkali kali juga dia menguap.
Yunho tersenyum kecil melihat tingkah Changmin, apalagi Changmin sekarang hampir menabrak bufet.
Setelah memastikan magnae-nya itu sampai di dapur dengan selamat, Yunho berjalan menuju kamar mandi tanpa menghiraukan perutnya yang berbunyi dari tadi.
Setelah memastikan suhu air sesuai dengan apa yang ia inginkan, Yunho menanggalkan pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub. Dia mendesah lega saat air hangat melingkupi dirinya dan membuat ototnya jadi lebih rileks.
'Mungkin aku harus sering mengikuti usul Changmin untuk berendam mengenakan air hangat. Toh, tidak terlalu buruk juga.' Setelah puas berendam dan membersihkan diri. Yunho segera mengenakan pakaian, dia melirik jam dinding yang terpasang di kamar mandi. 'Lama juga aku mandi.' Ucapnya lagi dalam hati.
Yunho melihat magnae-nya tertidur di sofa. 'Ahh, anak itu.' Yunho menggelengkan kepalanya pelan. Pada akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan magnaenya nanti saja, karena perutnya sudah protes minta diisi.
Ternyata di meja makan sudah tersedia sandwich serta segelas susu hangat. Yunho segera duduk dan memakan makanan yang dia yakini disiapkan oleh Changmin. 'Enak.' Ucapnya lagi dalam hati.
Terkadang Yunho bingung sebetulnya apa hubungannya dengan magnae-nya itu. Dan yang membuatnya bingung, bagaimana magnae-nya itu bisa bertingkah seolah olah mereka itu hanya teman bahkan adik kakak walau Yunho sudah pernah melakukan hubungan seks dengan dirinya.
Tapi Yunho lega magnae-nya itu bertindak seperti itu, setidaknya tak ada kecanggungan yang yang menghampiri mereka. Tapi Yunho benci hal itu, bagaimana Changmin bisa tertawa lepas saat dia seharusnya bersedih? Dia seolah berkata bahwa dirinya tak apa, namun kenyataannya adalah sebaliknya.
Namun Yunho lebih benci dirinya. Dia benci karena dia selalu bersikap seperti pengecut. Ya, Jung Yunho adalah seorang pengecut yang bahkan tak berani meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya.
HURT
Chapter 3
-C-
HoMin Fanfiction
.
.
Happy Reading
.
.
.
Yoochun termenung di dalam kamarnya yang bisa dibilang gelap, karena dirinya tak berminat membuka tirai walaupun hari sudah pagi.
"Hyung, cepat bangun. Eomma sudah menyiapkan sarapan." Yoohwan mengetuk atau lebih tepatnya menggedor pintu kamar Yoochun.
"Ne, aku sebentar lagi keluar." Yoochun mengacak rambutnya sebelum menuju ke kamar mandi yang ada kamarnya.
"Hahh, kalau begini terus bisa gila aku." Yoochun melangkahkan kakinya menuju shower stall. Pikirannya kembali melayang ke pembicaraan nya dengan Kibum.
Flashback
"...dan, apa yang melakukannya Yunho hyung?" Yoochun bisa melihat mata Kibum melebar, walau dengan cepat lelaki yang dijuluki Snow White itu segera mengatur emosinya.
"Hah? Berita dari mana tuh Yoochun hyung? Siapa bilang Changmin di perkosa? Sama Yunho hyung lagi." Kibum mengibaskan tangannya di depan wajahnya. Namun Yoochun tetap menatap tajam satu-satunya artis dari SM yang masih berhubungan dengannya, walau itu juga karena namjachingu-nya.
Joongki sendiri hanya terdiam melihat pemandangan di depannya. Dia memang tidak begitu tahu masalah apa yang terjadi diantara para member DBSK. Bukan berarti dia tak peduli, Joongki sudah berusaha mencari tahu tapi tetap saja hasilnya nihil. Hanya kata-kata seperti yang diucapkan oleh media massa yang dia dapatkan. Tapi ada apa ini? Jung Yunho memperkosa Shim Changmin? Magnaenya sendiri? Ada hal gila apa lagi yang ada di antara member DBSK itu sebenarnya.
"Kim Kibum, aku tak bercanda..."
"Aku juga nggak bercanda hyung. Bukannya seharusnya kau tahu sifat Yunho hyung? Mana mungkin dia melakukan hal seperti itu?" Ucap Kibum sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di meja.
"Justru karena aku mengenal Yunho hyung sangat baik, kemungkinan hal ini terjadi sangat besar. Aku tidak seperti Jae hyung ataupun Junsu yang mungkin bisa percaya langsung bahwa Yunho hyung akan menjaga Changmin dengan baik. Aku tahu sebagaimana rasa sakit yang dipancarkan saat kami ber-tiga mengatakan akan keluar dari SM. Apalagi saat Jae hyung memilih mengakhiri hubungannya dengan Yunho hyung." Yoochun menghela napas panjang.
"Lalu apa hubungannya rasa sakit Yunho hyung dengan semua ini?" Ucap Kibum bingung. Memang setahu nya saat JYJ keluar dari SM Yunho dan Changmin tampak bagai mayat hidup, apalagi Yunho.
"Terakhir kali saat Yunho hyung seperti itu adalah saat Jae hyung hendak dikeluarkan dari DBSK juga saat Jae hyung sakit parah. Dan saat itu juga emosinya tak terkontrol, bahkan Yunho hyung tak sadar pernah membentak aku, Junsu dan Changmin karena memaksanya istirahat saat menunggui Jae hyung sakit." Yoochun menghela nafas lagi, pandangannya menerawang. Joongki hanya menggenggam tangan Yoochun karena dia duduk di seberang namjachingu nya itu.
"Jadi intinya, Yunho hyung suka ngga sadar apa yang dia lakukan?" Kibum menggaruk dagu nya yang tak gatal.
"Ya, Kim Kibum jangan mengalihkan pembicaraan. Apakah yang kukatakan itu benar?" Yoochun merasakan tangan Joongki meremas tangannya pelan. Dia menatap Kibum yang menghela nafas pelan.
"Kau benar Yoochun hyung, semua yang kau katakan benar." Kibum menatap tepat di mata Yoochun yang sekarang membulat.
Yoochun memang mendesak Kibum mengatakan hal itu, namun sebenarnya dia juga berharap kalau hal itu hanya pikirannya saja. Tapi nyatanya, Jung Yunho, orang yang dia kagumi, hormati sekaligus sayangi melakukan hal seperti itu kepada Changmin. Otot tubuhnya yang tadi tegang sekarang menjadi lemas.
"Chunnie..." Joongki menatap namjachingu nya yang sekarang terduduk lemas, jujur Joongki juga shock atas berita ini. Tapi tentu Yoochun lebih shock lagi.
Mendadak Kibum mengambil handphone-nya yang tadi bergetar. Dia menatap layar benda elektronik itu dengan tampang datar. "Joongki hyung, Yoochun hyung aku pergi dulu ya. Aku ada schedule." Kibum mengambil barang-barangnya dan beranjak dari tempat duduk. Tapi baru dua langkah dia berjalan, Kibum terhenti dan membalik tubuhnya lagi.
"Dan kau tahu Yoochun hyung? Hal ini bukan yang pertama kalinya atau kedua kalinya. Oh iya, jangan bocorkan ini kepada siapa pun termasuk Junsu hyung dan Jaejoong hyung." Kibum kembali berjalan menuju pintu keluar.
Dan meninggalkan Yoochun yang mengalami shock berat. Hingga rasanya tubuhnya tak bisa ia gerakkan. Joongki menempatkan dirinya di sebelah Yoochun, dia mengelus lengan Yoochun lembut.
Grep
Mendadak sepasang lengan meneggelamkan Joongki di dada bidang Yoochun. Joongki menghirup aroma mint yang menguar dari tubuh Yoochun. "Chu-Chunnie..."
"Sst, sebentar saja, sebentar saja Joongki-ya."
End Flashback
Yoochun mematikan air yang mengalir dari shower. Dia melilitkan handuknya di pinggang sebelum keluar dari shower stall. Setelah mengenakan bajunya -celana pendek coklat serta t-shirt berwarnamerah polos- yang dia taruh di dekat wastafel dia segera keluar dari kamar dengan handuk kecil di kepalanya.
Yoochun berjalan menuju ke ruang makan yang berada tak begitu jauh dari kamarnya. Yoochun mengusap rambutnya yang basah dengan handuk secara perlahan.
"Pagi." Yoochun mendudukkan diri di depan Yoohwan dan Junsu- tunggu Junsu?
"Huwaa, Junsu!" Yoochun hampir terjengkang dari kursi, untungnya refleknya cukup baik sehingga ia segera menggenggam pinggir meja makan. Yoohwan dan Junsu hanya menatap Yoochun dengan tampang 'kau-baik-baik-saja?'
"Kau kenapa Chun?" tanya Junsu sambil melahap sepotong daging.
"Nggak apa, well kenapa kau ada di sini?" tanya Yoochun sambil menatap Junsu yang berkutat dengan potongan daging miliknya.
"Hmm, kenapa memang? Nggak boleh main ke tempat teman." Junsu melirik Yoochun yang sedang menatapnya. Memang dia cukup jarang main ke tempat Yoochun, karena schedule yang harus mereka ikuti.
"Ani, tumben aja." Yoochun melirik makanan yang ada di depannya. Matanya tertumbuk kepada tumpukan roti bakar yang menarik perhatiannya.
"Sebetulnya sih, numpang makan. Ehehehehe." Dia menggaruk kepalanya pelan. Yoohwan mendadak bangkit dari tempat duduknya.
"Hyungdeul aku duluan." Yoohwan mengambil piring kotor miliknya. Junsu dan Yoochun hanya mengangguk kecil.
"Kenapa kau nggak ke tempat Jae hyung?" Memang biasanya Junsu sering pergi makan ke tempat Jaejoong jika dia bosan makan dengan ramyun instan, atau roti. Selain karena tempatnya dekat, Jaejoong juga pintar masak untuk ukuran namja.
"Jae hyung nggak ada di apartement. Dia nginap di kantor semalaman." Junsu mengerucutkan bibirnya sebal, semenjak membentuk grup JYJ entah kenapa hyungnya satu itu berubah menjadi workholic.
"Oh iya, semalam dia bilang bakal sering nginap di kantor. Ga tau deh mau apa." Yoochun memakan rotinya yang kedua yang sudah dia olesi oleh selai.
"Jae hyung perasaan sering 'pacaran' ama piano dan laptop ya." Junsu meletakkan kepalanya di meja makan setelah menyingkirikan piringnya yang sudah kosong.
"Hmmmm." Yoochun hanya bergumam karena mulutnya sedang penuh oleh roti.
"Ne Chunnie," Junsu menatap Yoochun yang sedang menegak segelas air putih.
"Apa Su?"
"Aku kangen sama Changmin."
"Uhuk uhuk, kau bilang apa?" Yoochun terbatuk saat mendengar perkataan Junsu.
"Aku bilang, 'Aku kangen sama Changmin'." Junsu mengulangi perkataanya sambil menatapa Yoochun yang sekarang menepuk nepuk dadanya. "Bagaimana ya keadaanya?"
"Sepertinya baik-baik saja. Cuma tambah kurus mungkin karena ga ada yang masakin." Yoochun berkata asal, mana mungkin dia bilang. 'Kondisi Changmin buruk karena sering di-rape sama Yunho hyung.' Kalo dia berkata seperti itu yang ada dia harus menahan Junsu untuk tidak nekat ke apartement Yunho dan Changmin, atau bahkan ke SM Entertaiment.
"Hmmm, begitu ya. Apa kau pernah bertemu Changmin atau Yunho hyung Chun?" tanya Junsu yang masih meletakkan kepalanya di meja makan.
'Anak iniiii...' Yoochun gregetan sendiri. "Kalo Yunho hyung sih enggak pernah, kalo Changmin nyaris ketemu pas aku di MBC." Balas Yoochun yang lagi lagi bohong. Namun nggak semuanya bohong, dia memang ga pernah bertemu ama Yunho, dan juga nyaris ketemu sama Changmin saat di gedung MBC, namun dia tak mengatakan bahwa beberapa hari lalu dia bertemu dengan Changmin bahkan mengobrol dengan magnae-nya itu.
"Hahh~ aku kangen ama Yunho hyung dan Changminnie."
"Bukan kau saja Junsu, aku sama Jae hyung pasti juga kangen."
"Bagaimana kalau kita ke apartement mereka diam-diam?" tanya Junsu sambil menampilkan senyuman evil. Rupanya dekat dengan Changmin dalma jangka waktu lama cukup menulari Junsu untuk melakukan hal-hal evil, ga jelas, juga aneh.
"Ya, jangan gila Kim Junsu. Kau mau bikin masalah lagi?" tanya Yoochun setengah membentak.
"Mian mian, aku cuma bercanda. Yoochun temenin aku belanja ya." Junsu segera bangkit dan segera pergi ke dapur untuk menaru piring kotor.
"YAAA!" Teriak Yoochun, namun Junsu hanya melenggang pergi seolah tak mendengar teriakan protes dari Yoochun.
.
.
"So, kita mau ngapain?" Tanya Yoochun yang sekarang berdiri di tengah-tengah lautan manusia. Sedangkan Junsu sedang celingukan kesana kemari.
"Jalan-jalan lah, mau apa lagi?" Junsu menarik tangan Yoochun menuju ke salah satu toko.
"Tapi, kena harus ke Myeongdong. Bisa cari tempat yang agak aman nggak sih. Bisa penyet kita kalo ketahuan." Yoochun dengan was-was merapatkan topi serta jaketnya. Bahaya juga kalo mereka ketahuan. Cukup terakhir dia dipaksa Joongki ke Myeongdong dan alhasil mereka harus lari-lari dikejar fans maniak. Dan itu pengalaman yang menakutkan baginya.
"Aku pingin ke Myeongdong. Udah lama ga kesini." Junsu menarik tangan Yoochun dari toko satu ke toko lainnya. Sedangkan Yoochun hanya pasrah di geret oleh dongsaeng-nya yang satu ini.
"Kyunieee~ ayo pulang. Kita sudah disini hampir 2 jam." Suara yang cukup familiar terdengar oleh telinga Yoochun. Dia memalingkan wajahnya ke belakang. Di sana terlihat dua orang namja yang sedang berdebat kecil.
"Tapiii~ kan jarang kita dapat waktu kosong di saat yang sama." Ujar seorang namja yang kurang lebih memiliki tinggi dengan Yoochun. Sedangkan namja yang satunya cukup jangkung. Tentu saja mereka adalah Changmin dan Kyuhyun.
"Ahh, oke oke tapi nanti 3 jam lagi aku ada pemotretan. Jadi 1 jam lagi kita pulang." Changmin akhirnya menyerah dengan sifat keras kepala Kyuhyun. Changmin memandang sekelilingnya, siapa tahu ada fans dia atau Kyuhyun yang mendengar. Bisa benar-benar mati mereka. Namun matanya tertumpu pada satu titik, namja yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan merah yang juga sedang menatapnya.
'Yoochun hyung!' Ucap Changmin dalam hati. 'Kenapa aku bertemu dengannya lagi, apalagi sekarang aku bersama dengan Kyuhyun.'
"Min, Min? Kau kenapa?" Kyuhyun menggoyangkan lengan Changmin dengan agak keras. Tapi hasilnya nihil, sahabatnya itu tetap menatap lurus ke depan. Kyuhyun memutuskan untuk melihat apa yang sedang di amati oleh Changmin.
Namja dengan baju tertutup, sehingga hanya matanya saja yang kelihatan karena dia tidak mengenakan kacamata. Kyuhyun ingat mata itu, jelas ingat. Orang yang dulu dia idolakan, Park Yoochun.
Namun tubuhnya menegang saat menyadari orang yang di sebelahnya ini adalah Changmin. Orang yang pernah satu grup dengan Yoochun. Dia melirik khawatir ke Changmin yang hanya diam saja.
Sedangkan disisi lain Junsu sedang asik melihat barang-barang dari jendela etalase toko-toko. Akhirnya dia menyadari kalau Yoochun tidak ada di sebelahnya lagi. Dia melihat ke sekeliling, untungnya dia segera menemukan Yoochun. Kalau tidak, bagaimana cara dia menemukan temannya itu.
Junsu menghampiri Yoochun yang berdiri mematung. Karena penasaran dia menongokkan pandangannya kepada orang yang berdiri dengan jarak kurang lebih tiga meter di depan Yoochun. Jelas Junsu tak mungkin melupakan orang itu. Badannya yang tinggi, matanya yang berwarna cokelat walaupun sekarang ditutup oleh kacamata ,juga bibirnya. Orang yang dicintai oleh Junsu, orang yang selalu mengahantuinya di dalam mimpi. Magnae kesayangan member DBSK, Shim Changmin.
Junsu hampir berlari dan memeluk dongsaengnya itu di pelukan mautnya namun Yoochun menaruh tangannya di pundak Junsu dan menggeleng pelan. Junsu hanya diam, lalu dia mengikuti Yoochun yang sudah membalik badannya.
Namun sebuah tangan menggapai tangan Junsu dan menariknya pelan.
"Jun-Junsu hyung?"
To Be Continued
.
A/N : HIYAAAA~ Chap 3 Update juga akhirnya. Mian readers saya udah masuk sekolah ini jadi bakal susah cari waktu lenggang buat bikin fic gaje ini. Apalagi saya udah kelas 9 *NOOOO*. Jadi harap sabar ya menunggu update an fic ini. Sorry ya. Fic buat chap ini garing banget. Karena selain saya kena WB dadakan dan penyakit malas. Jadinya beginilah.
Balasan Review :
Choi Eun Seok : Memang itu inti cerita ini, BUAT CHANGMIN MENDERITAAA~ #PLAK. Wah, yang ga lurus gimana tuh chingu? Lihat saja perkembangan ceerita ini, juga perkembangan hati Yunho *?*. Gomawo.
Reita'heenim : Yup, Song Joongki. Yang pernah main ama Chunnie di SKKS itu loh chingu. Mian kayanya saya bakal jarang update karena UAN udah di depan mataaa... Gomawo.
uknowheart : Ini udah update. Tenang chingu, saya masih setia ama HoMin kok #plak. Jadi bisa dipastikan endingnya HoMin juga. Gomawo udah RnR.
Enno KimLee : Ayoo chingu kita geret Changmin keluar dari genggaman *?* Yunppa. Yoochun yadong-yadong gitu otaknya lumayan lohh~ (Yoochun : Maksud lo?*bawa pisau*) Gomawo...
uminho : Iyaa, Yunppa tega *peluk Changmin*dibantai Cassie+Changminnizer*. Gomawo...
yh : Ini udah update. Gomawo...
Mrs. Shim : Wahh, lama ga ke kesini ya chingu. Moga fic ini ga membosankan. Gomawo...
rizuka jung : Ini udah update chingu. Gomawo...
hominbias : Yup, langka banget malah. Saya aja terpaksa bersusah payah menjelajahi *?* mbah Google untuk cari fic HoMin. Gomawo...
aci-monk : Sama dong, aku suka banget ama HoMin. Gomawo...
Yup, buat yang review dengan login *?*. Harap cek PMs masing-masing Ok. Bye-bye~
Review Please...
