Karakter: Uzumaki Naruto, Rias G, Akeno H, H Sakura, Asia A, H Hinata, Irina S, Yuuki Asuna, Kirisaki Chitoge, dll

Genre: Romance, Harem, Friendship, Drama, Slice of Life, School life, Hurt/Comfort

Peringatan : Karakter SAO&Nisekoi bertebaran dimanapun, ooc, tidak suka tidak usah di baca

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic lainnya atau kekurangan lain, karena yang namanya manusia tidak lepas dari kesalahan

Naruto and The 10 Princess of Konoha Hight School

Chapter 3: Kehidupan Bersekolah

Hari ini merupakan hari yang cerah tanpa sedikitpun awan yang terlihat di langit yang luas. Di sebuah sekolah SMA yang terkenal di Tokyo, terlihat para murid dari SMA tersebut berjalan keluar dari kelas mereka masing-masing. Karena jam saat ini telah menunjukan bahwa sekarang adalah waktunya istirahat.

Disalah satu kelas, terlihat seorang pemuda bersurai pirang jabrik yang merupakan seorang murid baru dikelas tersebut tengah dikerumuni oleh beberapa siswi. Dan kelihatannya dia sedang kewalahan menghadapi para siswi yang kini sedang mengerumuni dirinya tersebut. Pemuda tersebut adalah Uzumaki Naruto. Baru dua minggu dia bersekolah disini dan dia sudah jadi terkenal dikalangan para gadis.

Dan karena sudah tidak kuat lagi untuk menghadapi mereka, Naruto pun akhirnya memutuskan untuk pergi keluar dari kelas. Dan beberapa dari para siswi tersebut kelihatannya terliaht sedikit kecewa karena Naruto malah pergi. Disisi lain Naruto menghela nafas lega karena akhirnya dia bisa lepas dari para gadis tersebut.

"Haah, akhirnya aku bisa lepas dari mereka" gumam Naruto

Siapa yang menyangka kalau menjadi terkenal di kalangan para gadis ternyata tidak seindah yang mereka katakan. Buktinya, Naruto sendiri malah jenuh menghadapi para gadis SMA tersebut. Dan akhirnya malah memilih untuk menghindari mereka.

Dilorong sekolah, Naruto terus berjalan dengan tatapan datar dan tanpa dia sadari beberapa orang tengah memperhatikan dirinya.

DRAP... DRAP... DRAP... DRAP

Dan saat hendak berbelok kearah kanan, tiba-tiba saja dia mendengar suara deru langah kaki yang begitu cepat dari arah yang berlawanan.

"MINGGIR!" teriak seseorang

Namun karena Naruto tidak menyadari ada seseorang yang tengah membawa beberapa buku sambil berlari menuju kearahnya, dia tidak sempat menghindar dan akhirnya-

GUBRAK!

Mereka berdua pun akhirnya bertabrakan dan kemudian jatuh kelantai.

Buku yang dia bawa pun juga ikut berserakan dimana-mana

Beberapa orang saksi mata membulatkan matanya saat melihat kejadian,

Setelah beberapa detik kemudian, Naruto yang terbaring dilantai pun memutuskan untuk membuka matanya secara perlahan. Dan sekalian juga untuk memeriksa keadaan.

"Eh!" pekik Naruto

Naruto terkejut ketika dirinya melihat seorang gadis bekacama dengan rambut berwarna coklat muda yang diikat twintail dengan iris matanya yang berwarna violet berada diatas tubuhnya dengan posisi. Gadis itu juga terkejut ketika dia menyadari bahwa dirinya kini sedang menimpa badan seseorang.

Dan saat itulah Naruto dan gadis tersebut saling bertatapan satu sama lain. Namun bukannya malah menyingkir, gadis tersebut malah terdiam sambil terus memperhatikan dengan intens wajah Naruto. Naruto sendiri malah dibuat bingung dengan kelakuan gadis tersebut 'Kenapa dia memperhatikanku sampai seperti itu' selain itu, dirinya pun tahu, akan berbahaya kalau lebih banyak orang yang melihat mereka dengan posisi mereka saat ini sehingga Naruto pun memintanya untuk segera menyingkir.

"Ano... bisakah kau menyingkir dariku?" ucap Naruto dengan nada sesopan-sopannya agar tidak melukai perasaan gadis tersebut

"-!"

Dan ucapan dari Naruto tersebut sukses membuyarkan lamuannya dari si gadis yang tengah menimpa badannya saat ini dan membuat gadis tersebut menjadi sedikit gelagapan. Dia pun segera bangun dan menyingkir dari atas badannya Naruto, diikuti oleh Naruto yang juga bangkit dari keterpurukan.

"M-maaf" ucap gadis tersebut dengan nada gugup

"Tidak, tidak apa-apa" ucap Naruto "Kau sendiri baik-baik saja, kan?" tanya Naruto

"I-iya" jawab gadis tersebut dengan nada gugup

Naruto kemudian membantu gadis tersebut untuk membereskan buku-bukunya yang berserakan gara-gara tabrakan tadi.

"Arigatou" ucapnya

"Sama-sama" ucap Naruto

Untuk beberapa saat, Naruto memperhatikan gadis tersebut dari bawah hingga atas.

"Ano... ada yang bisa aku bantu?" tanya gadis itu dengan nada gugup

"Eh! Etto... bisakah kau memberitahuku ruang perpustakaan ada dimana?" tanya Naruto

"Eh! Kau tidak tahu dimana ruang perpustakaan!" ucap gadis tersebut

"Apa kau ini murid baru?" tanya gadis tersebut

"Ya, begitulah" ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

"Kalau begitu, kau ikut saja denganku, kebetulan aku juga mau keperpustakaan" ucap gadis tersebut

"Begitu, ya" ucap Naruto

Setelah itu Naruto dan gadis tersebut pun pergi keperpustakaan.

Dalam perjalanan, mereka berdua sempat berbincang-bincang soal beberapa hal.

"Namaku Uzumaki Naruto! Kalau kau?"

"Eh!... Irina.! Shido Irina"

"Begitu, ya! Salam kenal, Irina-san" ucap Naruto

"Ehm!" gumam Irina

Sambil terus berjalan, Irina terus saja memperhatikan Naruto sejak tadi. Sedangkan Naruto merasa kurang nyaman karena dirinya terus saja menjadi pusat perhatian para murid sejak dirinya pindah kesekolah ini seminggu yang lalu. 'Apa-apaan ini. Bahkan gadis yang baru kutemui juga melihatku dengan tatapan seperti itu' batin Naruto

"Ano... Irina-san, kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Naruto

Ucapan Naruto membuat Irina sedikit gelagapan.

"Eh! Eee... t-tidak kenapa-napa" ucapnya dengan nada tergagap

"Jangan bohong" ucap Naruto dengan nada sedikit curiga

"Benar, kok" ucap Irina

"Ayolah, jujur saja" ucap Naruto

"Benar, tidak ada apa-apa"

Ucapan Irina barusan malah membuat Naruto jadi sedikit kecewa.

"Irina-san, aku ini tidak suka dengan orang yang suka berbohong, apa lagi berbohong pada dirinya sendiri"

"Eh!" pekik Irina

"..."

Ucapan Naruto tersebut sontak membuat Irina, gadis yang baru dia kenal tersebut diam dalam keheningan.

"Selain itu, kenapa semua orang selalu memperhatikanku sejak pertama aku sekolah disini, hal ini membuatku kurang nyaman" ucap Naruto

"Itu mungkin karena kau mirip dengan salah satu orang paling terkenal disekolah ini" ucap Irina

"Eh! Orang terkenal?" gumam Naruto

Irina hanya mengangguk kecil, Naruto sendiri malah dibuat bingung dengan perkataan Irina yang mengatakan bahwa dirinya mirip dengan salah satu orang terkenal disekolah ini. Apa maksdunya itu?

"Memangnya siapa yang diaksud orang terkenal itu?" tanya Naruto

"Namanya, Namikaze Naruko" ucap Irina

"Namikaze... Naruko?"

"Apa... kau tidak mengenalnya?" tanya Irina

"Tidak" ucap Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

"Eeeh! Jadi kalian bukan saudaranya!?"

"Aku ini anak tunggal, aku tidak punya saudara yang memliliki nama yang sama denganku" ucap Naruto

"B-begitu, ya" ucap Irina

"Lalu, kenapa kau bisa bilang kalau aku dan siswi yang bernama Naruko itu adalah saudara?"

"Soalnya, kalian benar-benar sangat mirip, bukan Cuma namanya saja, tapi Naruko-san juga punya rambut kuning yang panjang, mata berwarna biru, dan juga tiga garis dipipinya sama sepertimu, hanya saja dia itu perempuan!" jelas Irina

"Hmm, begitu" gumam Naruto

"Dia itu gadis yang cantik, dan juga baik hati, tapi dia seperti punya masalah yang tidak bisa dia selesaikan"

"Masalah? Memangnya dia punya masalah seperti apa?" tanya Naruto

"Entahlah, akupun tidak tahu" ucap Irina

"Lalu, bagaimana kau bisa tahu kalau dia itu sedang ada masalah?" tanya Naruto lagi

"Tahun lalu, gara-gara tidak lulus ujian, dia jadi tidak bisa naik kelas, itu sudah cukup membuktikan kalau dia sedang punya masalah, kan!" ucap Irina

"Apa dia punya masalah dalam belajar, ya? atau dia punya masalah lain yang tidak bisa dia ungkapkan?" ucap Naruto

"Entahlah, mungkin saja begitu!" ucap Irina "Sudahlah, lagi pula tidak baik juga membicarakan orang lain dibelakang mereka, kan!?" ucap Irina

"Yah, benar juga!" ucap Naruto

SKIP TIME

KRIET

Terdengar suara pintu terbuka, beberapa orang di ruang perpustakaan tersebut terlihat tidak terlalu memperdulikan siapa yang datang.

Mereka semua sedang sibuk membaca buku, ada yang membaca buku ensiklopedia binatang, ada yang membaca buku sejarah, ada yang sedang membaca buku supertebal (entah buku apa itu), dan ada juga yang sudah membaca banyak sekali buku hingga menumpuk.

Naruto dan Irina yang baru memasuki ruangan tersebut, berjalan menuju kesalah satu meja. Nampaknya itu adalah meja pengawas ruang perpustakaan ini. Di meja tersebut terlihat seorang wanita berusia sekitar 25 tahun sedang duduk sambil mengawasi seluruh ruangan.

"Ano... Kurenai-sensei! Aku ingin mengembalikan buku-buku yang aku pinjam sebelumnya!" ucap Irina

"Hmm...!" gumam wanita tersebut tidak jelas,

' Kurenai? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu

Naruto dan Irina meletakan buku-buku yang mereka bawa di meja si pengawas tersebut.

Pengawas yang memiliki rambut bergelombang dan mata berwarna merah delima itu menatap datar kearah Naruto dan Irina. Sedetik kemudian, sebuah senyuman kecil tercipta wajahnya itu

"Hee... Irina-chan, pacarmu lumayan juga!?" ucapnya

"B-bukan begitu, dia ini hanya membantuku membawakan buku-buku ini saja!" ucap Irina dengan anda gelagapan

"Benarkah?"

"Itu benar! Sungguh!" ucap Irina

Kurenai-sensei pun menstempel buku-buku tersebut satu persatu

"Ano... aku juga ingin mengembalikan buku ini" ucap Naruto sambil menuujukan sebuah buku tentang tata cara beramain shogi.

"Hmm! Buku ini..." ucap Kurenai-sensei

"Naruto, aku tidak tahu kalau kau juga meminjam buku perpustakaan!?" ucap Irina

"Sebenarnya, salah satu teman kelasku memintaku untuk mengembalikan buku yang dia pinjam keperpustakaan" ucap Naruto

"Shikamaru..." gumam Kurenai-sensei menyebutkan nama salah satu teman sekelasnya Naruto

Dia terkejut ketika Kurenai-sensei menyebutkan nama teman yang memintanya untuk mengembalikan buku keperpustakaan.

"Eh! Jadi anda kenal dengan Shikamaru!?" ucap Naruto dengan nada tidak percaya

"Bukan cuma kenal, Shikamaru itu adalah anak dari sensei-ku saat aku masih muda dulu" ucap Kurenai-sensei

"Hee, begitu, ya!?" ucap Naruto

"Aku baru tahu kalau sensei ternyata mengenal Shikamaru!" ucap Irina

"Eh! Irina-san, kau juga kenal dengan Shikamaru?" tanya Naruto

"Tentu saja, bahkan seluruh sekolah pun juga mengenalnya" ucap Irina membuat Naruto sweatdrop ditempat

'Seluruh sekolah! Memangnya seterkenal apa anak itu?' batin Naruto

"Shikamaru itu terkenal dengan sifatnya yang super malas, hampir disetiap jam pelajaran, yang dia lakukan hanya main-main saja" Irina

"Heh?" pekkik Naruto

"Tapi, dibalik sifat malasnya itu, dia memiliki IQ lebih dari dua ratus, dengan kata lain dia itu bisa dibilang jenius" ucap Irina

"Eh! Du-dua ratus!?" pekkik Naruto dengan volume suara yang rendah

"Tapi, dengan tingkat kecerdasan yang setinggi itu, bukankah seharusnya dia bisa loncat kelas?" ucap Naruto

"Memang benar, dengan kejeniusannya itu dia seharusnya sudah bisa lulus dari sekolah ini, tapi... yah, kau tahu sendiri..." ucap Kurenai-sensei

"Pintar tapi malas, begitukah?" tanya Naruto

Kurenai-sensei hanya mengangguk kecil mengiyakan ucapan Naruto

"Pihak sekolah sudah berusaha keras untuk membantu anak itu menemukan motivasinya sendiri, namun semua usaha yang berakhir sia-sia" ucap Kurenai-sensei

Naruto kembali dibuat sweatdrop oleh ucapan dari Kurenai-sensei

"Haah, Anak itu benar-benar mewarisi sifat ayahnya" ucap Kurenai-sensei sambil memijit alisnya itu

Tanpa mereka sadari, para murid di ruang perpustakaan tersebut telah meninggalkan ruangan perpustakaan dan kembali kekelas mereka masing-masing karena sebentar lagi jam pelajaran akan segara di mulai lagi

"Are... kemana anak-anak yang lain?" tanya Irina

Kurenai sendiri melirik kearah jam tangan yang dia bawa

"Saranku, sebaiknya kalian sebaiknya kembali kekelas kalian masing-masing, karena jampelajaran sebentar lagi akan segera dimulai" ucap Kurenai-sensei

"Eh! Begitu, ya! kelau begitu kami permisi dulu Kurenai-sensei"

Mereka berdua kemudian pergi meninggalkan ruang perpustakaan tersebut dan segera kembali kekelas mereka msaing-masing

SKIP TIME

Saat ini Naruto tengah berjalan menuju kekelasanya. Meski jam sudah menunjukan bahwa saat ini adalah waktunya jam pelajaran dimulai, namun Naruto terlihat santai-santai saja.

'Sekarang ini adalah waktu jam pelajarannya Kakashi-sensei, dan kudengar dia itu seringkali datang terlambat saat jam pelajaran, lebih baik aku santai-santai saja' pikir Naruto

Yah, memang tidak salah, apa yang dia katakan itu ada benarnya. Kakashi-sensei itu orangnya selalau saja datang terlambat, apalagi terlatnya itu tidak tanggung-tanggung. Bayangkan saja, guru macam apa yang datangnya terlambat satu jam setelah jam pelajarannya dimulai.

Yang itu sih, bukan apa-apa. Yang menjadi masalahnya adalah para gadis dikelasnya,

"!"

Kalau dia masuk sekarang, tidak menuntut kemungkinan kalau dia akan kembali diwawancarai oleh para siswi tersebut.

'Shimatta, aku lupa soal para siswi itu' batin Naruto

Kini Naruto tidak punya pilihan lain, dia hanya bisa berdiri di luar kelas sampai Kakashi-sensei datang dan itu akan membutuhkan kesabaran yang ekstra.

"Haah, kalau begini aku harus menunnggu sampai Kakashi-sensei datang" gumam Naruto sambil menggerutu

Dia pun menolehkan pandangannya keatas sambil menunjukan wajah yang memelas.

'Kakashi-sensei, cepatlah datang!' batin Naruto

"Are? Naruto?" ucap seseorang

Seseorang memanggil dirinya.

Awalnya Naruto mengira bahwa orang yang memanggil namanya itu adalah Kakashi-sensei, namun ternyata bukan. Orang tersebut adalah seorang siswa, sama seperti dirinya. Dan dia adalah teman satu kelas Naruto. Rambutnya berwarna coklat, ada bulatan merah dipipinya yang berbentuk seperti kue ikan naruto yang selalu ada pada ramen, juga memiliki tubuh yang tabun.

"Choji!?" ucap Naruto menyebut namanya

"Naruto, apa yang sedang kau lakukan diluar sini?" tanya Choji

"Etto... aku..." ucap Naruto

"Kenapa kau tidak masuk kedalam kelas?" tanya Choji

"Itulah masalahnya, kau tahu sendiri kan sikap para gadis dikelas ini padaku sejak aku pertama kali masuk kekelas ini" ucap Naruto

"Iya!" ucap Choji

"Mereka itu selalu saja mengelilingiku, menanyaiku tentang ini-itu, pada awalnya sih aku tidak keberatan, tapi lama- kelamaan hal ini mulai menggangguku, ditambah lagi, jumlah siswi yang mewawancaraiku malah semakin banyak perharinya, aku tahu kalau aku ini keren, tapi bukankah ini berlebihan!?" ucap Naruto

"Begitu, ya!" ucap Choji sambil mengangguk pelan tanda memahami masalah Naruto

"Jadi Choji, apa kau bisa memberiku saran? Setidaknya agar mereka tidak terlalu menyukaiku" ucap Naruto

"Oh, maaf aku tidak bisa memberikan saran padamu" ucap Choji dengan nada datar

Naruto langsung jawdrop mendengar ucapan Choji barusan.

"Kalau tahu begini, kenapa juga aku menceritakan masalahku padamu" ucap Naruto dengan nada mengeluh

""Yah, tidak apa-apa, kan? Walau aku tidak bisa memberi jalan keluarnya, setidaknya kau sudah mengungkapkan masalahmu dan tidak menanggung beban seorang diri" ucap Choji

"Eh? Emm... yah, kau benar juga sih" ucap Naruto "Jadi, apa kau tahu, siapa orang yang bisa kumintai tolong?" tanya Naruto

"Emm... cobalah untuk bertanya pada Menma, dia mungkin bisa membantumu" ujar Choji

"Begitu, terima kasih atas informasinya, Choji" ucap Naruto

"Sama-sama"

Kemudian setelah itu.

"Apa yang kalian lakukan diluar sini?" tanya seseorang

Naruto dan Choji tersentak kaget ketika tiba-tiba saja muncul seorang pria berambut silver entah dari mana asalnya.

"Eh! Kakashi-sensei!" pekik Choji dan Naruto secara bersamaan

"Sejak kapan kau ada disitu?" tanya Naruto

"Aku baru saja sampai" ucap Kakashi-sensei

"Eh! Aku tidak menyadarinya" ucap Naruto

"Aku juga!" ucap Choji

"Itu tidak penting, ngomong-ngomong, kalian belum menjawab pertanyaanku yang tadi" ucap Kakashi-sensei

"Ehk! Tidak... kami tidak melakukan apapun" ucap Naruto

"Iya, benar" ucap Choji

"Hoo... apa kalian berniat menyelinap keluar selagi aku tidak ada?" tanya Kakashi-sensei dengan ada curiga

"B-bukan begitu, kami hanya..." ucap Choji

"Maa, berhubung aku ini sudah banyak urusan, kalian aku maafkan" ucap Kakashi-sensei

'Yokatta, kukira dia akan marah' batin Naurto

"Sekarang cepat masuk kelas, kalian berdua sudah cukup banyak menunda jam pelajaranku" ucap Kakashi-sensei

"Apa maksudmu? Bukannya kau sendiri yang menunda jam pelajaran dengan datang terlambat" ucap Naruto

"Cepat masuk!" ucap Kakashi-sensei dengan nada mengintimidasi

Meski hanya berkata-kata sambil memberikan tatapan datar, Naruto dan Choji tetap bisa merasakan aura mengerikan yang dikeluarkan sensei mereka tersebut. Wajah Naruto dan Choji jadi sedikit memucat. Mereka hanya bisa menelan ludah dan mengikuti ucapan Kakashi-sensei

"Ha'i" ucap Naruto dan Choji dengan nada ngeri

Mereka pun masuk kekelas, dan pelajaran pun akhirnya dimulai.

DISISI LAIN

Disalah satu lorong sekolah, terlihat seorang wanita paruh baya berambut kuning pucat memasuki ruangan kepala sekolah sambil membawa secangkir kopi. Dalam ruangan tersebut, terpampang foto wajah dari para kepala sekolah yang sebelum-sebelumnya. Dari meja kepala sekolah yang ada pada ruangan tersebut, terlihat seorang kakek-kakek yang memiliki wajah yang persis seperti salah satu wajah yang ada difoto-foto itu, hanya saja terlihat lebih tua.

Kepala sekolah tersebut tengah mengurusi beberapa berkas-berkas penting. Sebelum dia menyadari kehadiran dari Tsunade.

"Ara... Tsunade ya!? apa kau kesini untuk mengantarkan minumanku?" tanyanya

"Ha'i" ucap Tsunade

"Kalau begitu taruh saja disitu" ucap kepala sekolah

Tsunade kemudian meletakan cangkir kopi yang dia bawa itu dimeja sang kepala sekolah.

"Terima kasih" ucap kepala sekolah

Tsunade membalas ucapan kepala sekolah dengan membungkukan badannya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu" ucap Tsunade

Saat hendak berbalik meninggalkan ruangan, kepala sekolah menghentikan langkah Tsunade tersebut.

"Tunggu, Tsunade!" ucap Kepala sekolah

Tsunade kemudian langsung menghentikan langkahnya.

"Ada apa, Hiruzen-sensei" ucap Tsunade menyebut kepala sekolah dengan sebutan Hiruzen-sensei

"Hm? Hiruzen-sensei?" gumam kepala sekolah

"Eh, maksudku kepala sekolah!" ucap Tsunade sekali lagi membenarkan ucapannya

"Hiruzen-sensei, ya! sudah lama sekali kau tidak memanggilku begitu, Tsunade" ucap kepala sekolah

"Maaf, kepala sekolah, jika anda tidak ada keperluan lagi dengan saya, saya harus kembali keruangan saya, karena saya masih banyak pekerjaan" ucap Tsunade

"Oh, iya, sebetulnya ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu" ucap kepala sekolah

"Soal apa?" tanya Tsunade

"Soal anak itu"

"Anak itu? apakah maksud anda Uzumaki Naruto, anak baru di kelas satu C" ucap Tsunade

"Ya"

"Memangnya, ada apa dengan anak itu?" ucap Tsunade

"Apakah dia sehat-sehat saja?" tanya kepala sekolah

"Eh! Emm.. Ha'i , sepertinya dia sehat-sehat saja" ucap Tsunade

"Hmm, sokka" gumam kepala sekolah

"Maaf kalau saya lancang, namun memangnya ada apa dengan anak itu?" tanya Tsunade

"Tidak, aku hanya tidak menyangka kalau aku akan melihat anak itu lagi setelah sekian lama" ucap

"..."

"Kau tahu sendiri kan kalau orang tua anak itu meninggal saat dia masih sangat kecil, terlebih lagi mereka meninggal dengan cara yang mengenaskan. Setelah kejadian dimasa lalu, aku hanya sedikit khawatir kalau anak itu akan menghadapi banyak masalah nantinya. Apa lagi setelah bencana kebakaran besar tujuh tahun lalu yang membuatnya kehilangan orang tua dan semua orang yang dia sayangi, yang sudah pasti meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya" ucap kepala sekolah

"Hiruzen-sensei, kalau boleh aku bertanya, apakah anda pernah bertemu dengan anak itu?" tanya Tsunade

"Dulu saat aku masih tinggal dikonoha, anak itu sering berkunjung kerumahku bersama dengan Minato dan Kushina. Dia adalah anak yang periang dan juga ceria. Dia bilang kalau dia punya banyak sekali teman dan selalu melalui hari-harinya denga bersama teman-temannya" Jelas kepala sekolah

Sementara itu, Tsunade hanya diam sambil mendengarkan perkataan dari gurunya tersebut.

"Namun hampir semua yang dia katakan hanya kebohongan belaka" ucap kepala sekolah

"Apa maksud anda?" tanya Tsunade

"Naruto tidak pernah bermain bersama dengan teman-temannya, malah sebaliknya. Dia justru menjadi korban pembulian teman-temannya. Ini merupakan satu kenyataan yang hanya diketahui oleh orang tuanya, dan juga aku" ucap kepala sekolah

"Eh!" pekik Tsunade

"Naruto memang kelihatannya tegar namun sebenarnya dia menderita, penderitaannya semakin bertambah berat setelah peristiwa yang merenggut nyawa orang tuanya tujuh tahun lalu. Semenjak saat itu, dia tidak punya siapapun lagi. Bahkan perilaku beberapa orang pun menjadi semakin dingin terhadapnya" ucap Hiruzen membuat Tsunade terdiam

"Tapi, dia tidak pernah sekalipun mengeluh karena penderitaannya, dia malah berusaha sekuat tenaga agar orang lain mau mengakuinya, dan jika sudah mendapatkan sebuah ikatan dengan seseorang, dia siap mempertaruhkan segalanya demi bisa melindungi ikatan yang dia jalin dengan orang lain" ucap Hiruzen

Tsunade masih saja terdiam setelah mendengar ucapan dari kepala sekolah.

"Huft, maaf aku sudah banyak menyita waktumu, Tsunade" ucap Hiruzen

"Tidak, tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Tsunade

Tsunade pun berbalik dan meninggalkan ruang kepala sekolah

BACK TO NARUTO

DING... DONG... DING... DONG

Suara bel yang menandakan akhir dari seluruh jam pelajaran pun akhirnya berbunyi, dengan begini akhirnya seluruh murid bisa pulang kerumahnya masing-masing

"Yosh, akhirnya jam pelajaran telah selesai, dengan begini daku bisa pulang dan segera tidur!" ucap Shikamaru sambil meregangkan otot-ototnya

"Huft, dasar pemalas!" ucap Kiba

Tanpa banyak komplain, Shikamaru langsung pergi begitu saja. Kiba jadi sedikit kesal karena Shikamaru sama sekali tidak mendengarkannya.

"Oi Shikamaru, kau dengar tidak, sih!" ucap Kiba dengan anda sedikit kesal

"Sudahlah Kiba, jangan berteriak-teriak seperti anjing begitu!" ucap Yamada

"Apa katamu?" beo Kiba

"Memang kenapa? Ngajak berantem, hah!" ucap Yamada dengan nada sedikit emosi

"Siapa takut!" ucap Kiba

Mereka berdua saling memandang dengan tatapan tajam, kini terlihat perempatan urat nadi di pelipis mereka berdua. Sai pun akhirnya datang dan melerai mereka berdua

"Sudahlah, jangan bertengkar, kalian berdua jadi seperti anak kecil saja" ucap Sai

Sementara itu, Kiba dan Yamada malah memalingkan wajah mereka berdua.

Naruto hanya terkekeh melihat kelakuan teman-teman barunya itu. Kentaro malah sedang asyik menggali emas dengan jari telunjuknya.

Disisi lain, Menma melihat Lee sedang menulis sesuatu di kertas sambil mengeluarkan semangat yang berapi-api. Karena Menma penasaran, dia pun bertanya tentang apa yang sedang ditulis Lee.

"Lee, apa yang sedang kau tulis?" tanya Menma

"Oh, Menma! Aku senag kau bertanya, lithatlah ini, menu spesialku" ucap Lee

Menu spesial ? apakah Lee sedang menulis menu makanan, Tapi untuk apa. Menma pun melihat apa yang ditulis oleh temannya itu, Naruto dan yang lain pun penasaran. Jadi yang lain ikut-ikutan melihatnya.

mereka langsung sweatdrop saat melihat tulisan tersebut

bagaimana tidak, menu spesial yang diamaksud oleh Lee itu ternyata bukan menu spesial untuk makan malamnya nanti, namun ternyata daftar menu latihan fisik untuk meningkatkan kemampuan beladirinya.

"Bagaimana? Itu adalah daftar menu latihan untuk meningkatkan kemampuan fisikku" ucap Lee

"DASAR BODOH, AKU KIRA KAU MENYIAPKAN MENU SPESIAL UNTUK MAKAN MALAM!" teriak Raku

"Eh! Me-memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan itu?" tanya Lee

"Ano... Lee-san, boleh aku tanya sesuatu padamu?" ucap Naruto

"Eh! Tentu saja!" ucap Lee

"Apa kau ikut klub ekskul beladiri Kendo?" tanya Naruto

"I-iya, tapi aku kurang mahir menggunakan pedang" ucap Lee

"Memangnya kenapa kau tanya?" tanya Obito

"Apa jangan-jangan kau ingin ikut klub Kendo?" tanya Kentaro pada Naruto

"Ehehe, yah, begitulah" jawab Naruto sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal dan juga sambil cengengesan.

Sementara itu yang lainnya hanya tersenyum kecil, mendengar ucapan Naruto.

"Kalau begitu, kau beruntung" ucap Menma

"Eh! Apa maksudmu?" tanya Naruto

BERSAMBUNG...

Yo... Minna, salam sejahtera, lama tidak bertemu ya. Maaf karena Up-nya lama, maklum lagi banyak urusan di dunia nyata. Terus gimana kabar para reader-san? Semoga sehat ya.

Nah, di chap ini, Naruto ketemu lagi tuh, sama karakter wanita yang baru, yaitu Irina Shido. Dia ini salah satu karakter kesukaan saya di Anime DXD. Disini dia berperan sebagai murid biasa, namun punya masalah di masa lalunya. Dan nantinya Naruto-lah yang akan menolongnya. Tapi saya gk tahu mau dimasukin ke pair harem-nya Naruto atau enggak, kalo menurut para reader-san bagaimana?

Oh, hampir lupa, saya mutusin untuk membuat fic baru lagi di fandom Naruto dan DXD, judulnya adalah NARUTO, dan sama kayak fic yang ini, saya bakalan menggunakan karakter dari Anime Nisekoi, SAO, Date a Live, dan Yamada-kun to Nananin no Majo. Kalo para reader tertarik silahkan baca, kalo enggak ya gk usah. Terus kalo ada yang menunggu kelanjutan dari fic KIZUNA, mohon maaf, saya belum bisa melanjutkannya karena belum dapat ide cerita. Kalo para reader-san berkenan, saya minta sarannya dong! hehe.

Oke dah, gitu aja. Semoga kalian sehat selalu dan sampai jumpa.