Title: 'Spain Guitar' Girl
By: Thie-yuek강희
Cast:
Do Kyung-Soo (yeo, 17 yo)
Kim Jong-In (nam, 17 yo)
Summary:
Just a story about Jong-Soo life...
Rated T/Chaptered/genderSwitch
Don't like don't read
~~~Happy Reading~~~
Bruuk!
Ouch, apalagi iniii!
"Jongdae, bangunkan Kyungso. Ada Jongin nih."
"Nee."
Knock! Knock!
"Kyung, ada pacarmu tuuh!"
"Nee!" balasku. Segera aku bangkit dari lantai. Tadi itu mimpi ya? Kok rasanya nyata ya? Yaahh, kukira aku beneran pacaran dengan Jongie. Mimpi siaaal.
"Yaa! Do Kyungsoo!"
"Nee, aku mandi duluu!"
*#*#*#*#*#*#*#*
"Apa yang kau pikirkan?"
"Ne?" segera aku mendongak dan menatap Jongin. Entah kenapa pandanganku langsung tertuju ke wajahnya. Lebih tepatnya, his lips.
"Kyung?"
"A, aniyaa. Aku tak memikirkan apapun mengenai bibirmu kok, sumpah."
"Bibir?" Astaga, aku keceplosan. Kutatap Jongin yang menatapku aneh. Seringai anehnya muncul.
"Apa yang kau pikirkan tentang bibirku Kyung?" Jongin mulai menghapus jarak diantara kami berdua. aku mencoba menjauh, namun dia tetap mendekat.
"B,...bukan bibirmu, tapi bibir Kris." ujarku.
"Ada apa dengan bibirnya?" Kok nada suaranya menjadi dingin sih?
"Ngg,..." Kuketuk – ketuk meja. "mirip paruh burung. Selain itu, alisnya mirip alis Angry Bird yang merah itu, lho. Kau tak merasa ya?"
"Bukan urusanku." Jongin bangkit dari kursi dan berjalan keluar kelas.
"Kau mau kemana?" kuraih lengannya, tapi dia segera menepisnya.
"Aku mau ke tempat Sehun dulu. Kau main sama Tao dulu ya?" Dan dia berlalu begitu saja.
"Kau marah, Jong?"
"Tidak. Aku hanya bosan bersamamu terus." jleb! rasanya ada yang mendadak dingin dihatiku. jongin semakin menjauh dariku.
"Begitu ya? Maaf menyusahkanmu, Jonginie." lirihku.
*#*#*#*#*#*#*#*
Ini sudah hari ketiga Jongin mendiamkanku. Eomma pun heran karena dia tak lagi menjemputku untuk ke sekolah. Di sekolahpun dia bermain bersama Sehun. Ya sudahlah, mungkin aku memang tipe gadis yang membosankan.
"Kyungsoo-ya, neo gwaencahana?" Joon-Myun menatapku cemas. "Wajahmu pucat. Sebaiknya kau tak usah ikut olahraga hari ini." lanjutnya.
"Gwenchana, Myunie. Hari ini kan ada test, mana mungkin aku tak ikut?"
"Jinjja?"
"Ne, geokjongma." aku tersenyum lebar. Lagipula aku memang baik-baik saja kok. Tak ada yang perlu dicemaskan, bukan? Joon-Myun berlalu dari hadapanku menuju lokernya sendiri dan mengambil seragam olahraganya.
"Kyungie, kajja."
"Ne." Segera aku mengambil seragam olahragaku.
"Kyungie?" astaga ada apa ini? Kenapa pandanganku menjadi berat?
"Joon,..nie,.."
Bruukk!
*#*#*#*#*#*#*#*
#Author POV#
Perlahan Kyungsoo tersadar, bangun dari ranjang.
"Jongin?"
"Sukurlah akhirnya kau sadar juga. Ada apa denganmu? Mendadak pingsan, membuatku cemas setengah mati!" Nada suara Jongin meninggi. Hening.
"Jong, m,maaf menyusahkanmu lagi." Kyungsoo menunduk, berusaha menutupi matanya yang memerah.
"Apa maksudmu, Kyung? Kapan aku merasa repot karenamu?"
"Bukankah karena itu kau marah padaku? Kau tau, dadaku sesak tiap mengingatmu menjauhiku, begitu dingin disini Jong." Kyungsoo meremas dada kirinya. Airmata menetes dari kedua mata bulatnya. Jongin terdiam.
"Maafkan aku." Jongin memecah keheningan diantara mereka.
"Aku terlalu nyaman bersamamu tanpa menyadari kau merasa susah dan bosan bersamaku. Harusnya aku yang meminta maaf padamu, tapi aku,..Aku tak sanggup jauh darimu. Etteohkke? "
Kyungsoo menggigit bibirnya kuat – kuat, menahan isakan yang akan tercipta. Jongin perlahan mendekati Kyungsoo. Dia sadar gadis itu tersiksa karena ucapan yang terlontar dari bibirnya tiga hari yang lalu. Ia mengangkat dagu lancip yang menggodanya. Kyungsoo berkilah, agar Jongin tak melihat air matanya. Akhirnya Jongin menundukkan kepalanya dan mengecup bibir Kyungsoo dalam. Menahan kepala gadis itu untuk memudahkannya.
"Eungh, " Kyungsoo menikmati kecupan tersebut. Tapi ia harus menelan kecewa saat Jongin memisahkan tautan diantara mereka dan mengusap pipinya lembut.
"Maaf, kemarin aku terlalu kesal karena kau membicarakan Kris. Harusnya aku tak mengucapkan kata itu. Aku terbawa emosi saat itu." Kyungsoo menutup kedua matanya, tetapi airmata mengalir.
"Uljima, " Lirih pemuda tan tersebut. "Kyungie. Uljima."
Kyungsoo menatap Jongin. "Kau tak benci padaku?"
Jongin menggeleng pelan.
"Tidak, aku terlalu mencintaimu untuk melakukan hal bodoh itu kepadamu." Jongin menarik Kyungsoo kedalam pelukannya. Mengusap kepala gadis itu lembut.
"Saranghae, Kyung."
"Nado, Jongie."
#End Of POV#
*#*#*#*#*#*#*#*
"Kyuuunnggg, di kelas sebelah ada anak baru loh?" Baekkie berteriak keras tak memperhatikan situasi.
"Jinjja?"
"Eung, dia pindahan dari China. Yeoja yang manis." tambah Tao bersemangat, pasti karena dia bertemu teman yang baru. Kulihat seorang gadis sedang mondar mandir di depan kelas kami. Dia bertubh mungil dan manis. Pipinya sebulat dan seputih bakpau.
"Nuguya?" tanyaku. Gadis itu menoleh dan tersenyum manis.
"Eung, ini kelasnya Kai kan?"
"Kai? Nuga?" kutolehkan kepalaku pada kedua temanku itu, tapi mereka menggeleng.
"KAAAAIIII!"
Sontak gadis itu berlari dan memeluk seorang pemuda, kudekatkan diriku. Dia memeluk, Jongin?
"Y,yaa, neo nuguya?"
"Kai, kau melupakanku? Ini aku,..." Gadis itu menyentuh pipi Jongin dan menatapnya dalam.
"B,Baozi? Xiuminnie?"
"Nee, ini aku, tunanganmu,.."
rasanya ini kalimat terburuk yang pernah kudengar.
"Kai,..."
Chu~
Annyeong, tiuek kembali dengan gajenya...
Tengkyu banget buat chingudeul yang udah review ceritaku yang sebelumnya...
Maaf ya, aku bikin Xiuminnie jadi pihak ketiganya...Hehehe...
#ditabokluhannie#
Lalu, akhir2 ini kayaknya plagiator makin berani aja, semua di plagiat aja. Walaupun aku gak baca semua ffnya. Jujur, aku bukan Wonkyu Shipper, aku lebih condong kyumin dan sibum.
Demikianlah cuap-cuap gajeku, jadi aku mohon diri.
RCL dowajuseyooo!
Annyeooonnngggg! ^_^
