Disclaimer Masashi Kishimoto

Story by Echyrtdm

WARNING!!

pair Sasuke x FemNaruto

Chapter 2

Ino, Naruto, Hinata, Sakura dan Ten ten pulang sekolah bersama-sama. Mereka berencana membuat kue dirumah Hinata. Mereka ingin mempraktekkan materi membuat kue tart sederhana dari Kurenai sensei pada kelas memasak hari ini.

Mereka memilih memasak dirumah Hinata karena peralatan memasak, termasuk alat membuat kue cukup lengkap disana. Walaupun mansion Hyuuga terdiri dari rumah-rumah tradisional, tapi peralatan yang ada disana tidak kalah dengan mansion-mansion mewah diluar sana.

Mereka membawa kantung berisi tepung, gula, telur dan bahan-bahan lain untuk membuat kue. Akan lebih mengasyikkan jika memasak bersama teman- teman daripada mempraktekkannya sendirian.

Hinata mulai nengambil baskom, mangkuk besar, mixer dan pengaduk. Sedangkan Ino dan Tenten mulai menurunkan bahan-bahan untuk membuat kue. Naruto dengan hati-hati menurunkan telur-telur ke dalam keranjang agar tidak pecah. Sakura menjadi ketua di acara percobaan pembuatan kue ini. Ia membaca satu persatu petunjuk dengan teliti.

Setelah kurang lebih 3 jam berkutat dengan kue, akhirnya kue tersebut jadi. Mereka hanya tinggal memberi hiasan di atas kue.

"Akhirnya selesai juga. Aku sudah tidak sabar ingin mencicipinya."ucap Ino.

Mata Ino dan Naruto terlihat berbinar-binar. Dari mereka berlima, memang Ino dan Naruto yang paling antusias. Sedangkan Sakura, Hinata dan Ten ten hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Ino dan Naruto.

Mereka pulang ketika sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dengan membawa kue masing-masing tentunya. Sakura dan Ino ikut mobil Naruto, karena dari mereka berlima hanya Naruto yang diijinkan membawa mobil sendiri oleh orang tuanya. Sedangkan Ten ten, ia jalan kaki. Itu karena rumah Hinata dan Ten ten hanya berjarak dua blok dari sana.

Awalnya Naruto ingin mengantar Ten ten pulang. Tapi Ten ten tidak mau karena berlawanan arah dengan Naruto dan yang lainnya. Akhirnya Naruto mengalah dan pulang hanya dengan Sakura juga Ino.

-pray and hope-

Semenjak kejadian di mall Konoha seminggu yang lalu, tak ada yang berubah dari Naruto. Ia tetap ceria seperti biasa. Tapi ada yang mencolok dari dirinya. Senyum palsu itu begitu mudah diketahui oleh para pemuda berwajah datar seperti Gaara, Neji dan Shikamaru.

Sasuke? entah apa yang ada di pikiran pemuda itu. Ia masih enggan berbicara dengan Naruto. Dan Naruto juga mulai terbiasa dengan senyum palsu andalannya. Ia memang masih memikirkan pemuda itu. Tapi, sedikit demi sedikit ia mulai mencoba merubah perasaannya kepada Sasuke. Mungkin bagi Sasuke, dirinya tak lebih dari sekedar si bodoh pencari masalah.

flashback on*

Pagi itu mobil Naruto mogok. Sudah 30 menit ia mengutak atik mobilnya. Tapi tetap tidak ada hasil.Mobil itu tetap tidak bisa dihidupkan.

"Bagaimana Naruto?" tanya Kushina.

"Belum bisa kaasan,"

"Sasuke belum berangkat sekolah bukan? kaasan akan telpon Bibi Mikoto untuk menyuruh Sasuke menghampirimu kemari."

"No..!!! tidak kaasan, aku hanya akan merepotkan Sasuke. Aku akan naik taksi saja."

Tapi perkataan Naruto hanya dianggap angin lalu oleh ibunya. Setelah menemukan kontak sahabatnya ia langsung menelpon.

"Moshi-moshi Miko chan...apa Sasuke sudah berangkat sekolah?"

"Belum Kushi chan, kami sedang sarapan. Ada apa?"

"Ah maaf aku mengganggu. Begini, mobil Naruto mogok, dan ayahnya sedang keluar kota dua hari yang lalu. Bisakah Sasuke menghampiri Naruto, Miko chan? Naruto akan terlambat jika menunggu taxi."

"Tentu saja bisa Kushi chan. Sebentar ya, akan ku kata..."

Belum sempat mengucapkannya, tapi Sasuke sudah tidak ada di meja makan! astaga anak itu...

"Anata dimana Sasuke?"

"Ia baru saja keluar untuk berangkat sekolah."

Dan Mikoto segera berlari keluar untuk menyusul Sasuke. Sasuke baru saja akan berbelok. tapi melihat ibunya berlari kearahnya, kemudian ia berhenti.

"Ada apa kaasan?"

"Sasuke, mampirlah kerumah Bibi Kushina. Mobil Naruto mogok! dan paman Minato sedang berada diluar kota. Jika ia naik taxi pasti terlambat."

'Tch..si dobe itu' pikir Sasuke."Baik kaasan. Aku berangkat dulu."

Mobil Sasuke melesat membelah jalanan menuju mansion Namikaze pagi itu.

"Bagaimana Miko chan?"

"Tentu saja berhasil Kushi chan hehehe.."

Mereka tidak tahu saja jika ini sudah direncanakan oleh Mikoto dan Kushina. Kushina sengaja membuat mobil Naruto mogok agar Sasuke dan Naruto bisa berangkat bersama pagi itu.

Mereka tidak tahu jika ulah mereka menjadi bumerang untuk Naruto.

Sasuke tergesa-gesa mengendarai mobilnya. Itu karena mansion Namikaze tidak searah dengan rumahnya. Begitu sampai disana, ia langsung menyuruh Naruto masuk. Lalu ia kembali melajukan mobilnya.

"Teme, maaf...mobilku mogok. Tadi aku sud..."

Belum selesai Naruto berbicara tapi perkataan Sasuke sudah menotongnya terlebih dahulu.

"Berhentilah merepotkan orang lain, dobe."

Dan Naruto hanya bisa terdiam. Perkataan Sasuke benar-benar mengusik dirinya.

"Maafkan aku, Sasuke." ucap Naruto lirih.

Dan sejak saat itu semuanya berubah. Semuanya tak lagi sama.

flasback off*

Gaara dan Neji sudah satu jam berada di rumah Sasuke. Mereka membahas tentang universitas yang akan mereka tuju setelah mereka lulus nanti.

Para jenius seperti Gaara,Neji dan Shikamaru jelas akan memilih Universitas Tokyo untuk tujuan mereka selanjutnya. Sasuke? mungkin ia akan ke Universitas Tokyo juga. Kalau Kiba jika ia diterima, ia juga ingin melanjutkan ke Universitas Tokyo.

Mereka kesana bukan hanya karena itu. Mereka tahu perubahan yang terjadi diantara Naruto dan Sasuke. Yang mereka tahu, Naruto dan Sasuke sudah bersahabat sejak kecil. Gaara dan Neji juga tahu jika Naruto menyukai sahabat pantat ayam mereka. Tapi Sasuke...Ia terlalu tertutup.

"Bagaimana hubunganmu dengan Naruto, Sasuke?"tanya Gaara.

"Seperti biasa. Kenapa?"jawab Sasuke datar.

"Kau tahu maksud kami, Sasuke."ujar Neji.

"Kami baik-baik saja. Apa masih kurang jelas, Gaara...Neji?"jawab Sasuke penuh penekanan.

"Apa yang membuatmu menolak Naruto?"tanya Neji to the point

"Itu bukan urusan kalian. Apa hanya itu tujuan kalian datang kemari hn?"

"Kami hanya ingin ada kejelasan antara kau dan Naruto. Kami sempat mengira kau juga menyukainya. Tapi yang kami lihat tidak seperti yang kami pikirkan. Kau menolaknya mentah-mentah dihadapan semua orang." ucap Neji panjang lebar.

"Kau mempermalukannya didepan umum, Sasuke. Sementara diluar sana banyak yang mengemis cinta padanya, berlomba-lomba menjadi kekasihnya, tapi kau...kau bahkan tidak pernah memandangnya."ucap Gaara.

"Cukup. Lebih baik sekarang kalian pulang." ucap Sasuke seraya meninggalkan Gaara dan Neji.

"Kau akan menyesal telah menyia-nyiakan Naruto, Sasuke..."ucap Gaara akhirnya.

"Hanya dalam mimpi kalian."jawab Sasuke.

Mendengar itu Gaara dan Neji benar-benar kesal. Benarkah yang ada dihadapan mereka Uchiha Sasuke yang selama ini mereka kenal? Tapi akan jadi percuma jika menanggapi perlakuan Sasuke sekarang. Lebih baik mereka pulang

-pray and hope-

"Belakangan ini kaasan lihat, Sasuke tidak pernah mengajak Naruto main kemari. Apa kau juga merasa begitu Itachi?"

Itachi tampak berpikir sejenak, lalu ia mengangguk membenarkan ucapan Ibunya.

"Kurasa juga begitu kaasan. Mungkin mereka sedang bertengkar."

"Tapi ini tidak seperti biasanya, Itachi. Kaasan yakin kau tahu maksud kaasan."

Itachi menghela napas sejenak. Ia jelas tahu apa yang terjadi antara Naruto dan Sasuke. Tapi ia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Jika ia memberi tahu ibunya, itu sama saja memberi Sasuke alarm kematian. Ibunya sangat menyukai Naruto.

Ia juga tahu perihal penolakan mentah-mentah Sasuke terhadap Naruto. Narasumbernya? tentu saja Inuzuka Kiba, siapa lagi?

flashback on*

Kiba mengirim email kepada Itachi dengan berbagai umpatan didalamnya. Awalnya ia marah tapi setelah menbaca dengan teliti, ia jadi tahu alasan Kiba seperti itu. Hanya satu kata. Naruto.

'Sebenarnya apa yang ada di dalam otak busuk adikmu itu hah! Aku mendukungnya ketika ia ingin mengungkapkan perasaannya kepada si brengsek itu! Dan ketika Naruto siap...apa yang ia dapatkan huh? si brengsek itu menolaknya mentah-mentah...didepan semua orang disana. Kau harusnya tahu betapa malunya Naruto saat itu.

Tapi kau tahu? Naruto masih bisa tersenyum tulus kepada si brengsek itu setelah penolakan itu terjadi. Pantaskah kasih sayang Naruto yang setulus itu disia-siakan begitu saja huh, Itachii nii?

Beritahu adikmu tersayang tentang ini. Tidak banyak gadis diluar sana yang mampu menghadapi sikap buruk Sasuke. Ketika sesuatu yang mampu menerimanya datang, dan ia menolaknya...aku yakin ia tak akan mendapatkan yang sama seperti sebelumnya.'

Kata-kata itu bahkan masih membekas dipikirannya hingga sekarang. Ia yakin cepat atau lambat ibunya akan tahu mengenai ini. Mungkin ia akan mendiskusikan ini pada Sasuke dulu.

-pray and hope-

"Okaeri..."jawab Naruto.

Karena Naruto tidak terlalu memperhatikan kedatangan Kyuubi, pelan-pelan Kyuubi mendekat. Lalu mengecup pipi chubby Naruto. Naruto kaget tentu saja.

"Onichan..! Kenapa menciumku tiba-tiba! Lagipula kenapa kau ada disini?"

Kyuubi cemberut mendengar adiknya yang terkadang terlalu jujur itu.

"Salahmu sendiri tidak menyambut kedatanganku. Memangnya kenapa jika aku mencium adikku sendiri hm?"

"Tidak kenapa-kenapa onichan, aku hanya kaget saja."

"Kaget huh? apa pipi ini pernah dicium Sasuke?" ucap Kyuubi sambil menusuk-nusuk pipi Naruto yang tadi ia cium.

Sontak wajah Naruto memerah. Kakaknya suka sekali menggodanya.

"A..pa-apaan onichan! per..pertanyaanmu aneh sekali. Tentu saja belum pernah!"balas Naruto tergagap.

"Ayolah, mengaku saja imouto. aku tidak akan marah padamu. Tapi untuk Sasuke, mungkin satu kali tinju dipipi hadiah yang bagus." ucap Kyuubi sambil menyeringai.

"Onichan! dia tidak pernah menciumku! Kenapa kau mendadak aneh sekali sih! dasar menyebalkan.." jawab Naruto sambil berlalu meninggalkan Kyuubi.

Setelah Naruto masuk ke kamarnya, Kyuubi mulai berpikir. Apa benar?

"Jadi si brengsek itu belum pernah mencium imoutoku ya? aaa..ini bagus."

Seringai mengerikan itu tercetak jelas diwajah Kyuubi. Dasar kakak possesif...

-pray and hope-

Belakangan ini Sasuke merasa teman-temannya menjauhinya. Kiba,Neji, Gaara, Shikamaru dan si pirang cerewet itu. Mungkin ia memang keterlaluan. Tapi ia benci harus menutupi perasaannya yang sebenarnya. Ia tidak mau munafik dengan selalu berada disisi si bodoh itu tanpa rasa benci.

Ya! Dari awal pertemuan mereka sampai saat ini ia sangat membenci Naruto. Ia membenci si bodoh itu lebih dari apapun didunia ini.

Ia benci wajah polos dan bodoh itu. Wajah yang akan membuat ibu, kakak..bahkan ayahnya yang kolot itu luluh. Baginya, si bodoh itu tidak lebih dari seorang penjilat. Penjilat bertopeng. Cih!

flashback on*

Sasuke kecil memandang datar anak perempuan berambut pirang seusianya. Anak itu terus menerus mengikutinya. Sasuke tidak suka diikuti, sontak ia membentak Naruto yang masih kecil saat itu.

"Berhenti mengikutiku!" bentak Sasuke.

"Tapi Naru takut sendirian Sasu, Naru ikut ya...Naru mohon..."

Mata Naruto mulai berkedip-kedip mengeluarkan puppy eyes andalannya.

Tapi tampaknya Sasuke tidak terpengaruh oleh itu. Sasuke malah tampak lebih marah dari sebelumnya.

"Kau tidak sendirian! disini ramai kau lihat!"

Ya Sasuke benar. Mereka sedang diacara pesta ulang tahun Sasuke. Dan orang tua Naruto juga Sasuke tidak ada disana. Ini aneh.

Sasuke yang semakin risih melihat tingkah laku Naruto, ia marah lagi. Bahkan ia berkata lebih kasar dari sebelumnya. Itu membuat Naruto menangis. Dan disaat yang tidak tepat, Bibi Mikoto datang dan memarahi putra bungsunya.

Setelah berusaha menenangkan Naruto, akhirnya anak itu berhenti menangis. Tapi Sasuke tiba-tiba tercengang dengan pengumuman yang tidak terduga.

Orang tua dan kakaknya menghilang begitu saja. Orang tua Naruto juga begitu.

Jadi ini alasan mereka pergi tanpa sepengetahuannya? Alasan dari acara ulang tahun Sasuke yang terlalu mewah hanya untuk sekedar ulang tahun?

Orang tua mereka sepakat, menjodohkan Sasuke dan Naruto sejak hari itu.

Ya. Mereka bertunangan. Dan Sasuke benci keterpaksaan ini.

Sejak itu ia benci anak itu. Ia benci Naruto.

flashback off*

Sasuke ingin melakukan apapun yang ia suka. Tapi sekali lagi, keberadaan Naruto membatasi geraknya.

Sejak perjodohan itu ada, hampir setiap hari ia bertemu dengan Naruto. Bocah itu memang tidak membosankan, tapi ia tidak suka dengan sikapnya yang hiperaktif. Apalagi Naruto itu perempuan. Sasuke mengidam-idamkan calon istri yang lemah lembut dan anggun seperti ibunya. Bukan gadis tomboy seperti Naruto.

Ia tidak tahu kenapa Naruto yang dulunya cengeng menjadi gadis urakan seperti sekarang.

Sasuke pernah mencoba melupakan rasa bencinya dan mulai membuka diri untuk Naruto. Tapi nihil, rasa benci itu lebih berkuasa atas dirinya.

Ia menyerah mencoba menyukai si bodoh itu. Karena sekarang ia telah memiliki kekasih. Seseorang yang sesuai kriterianya. Ia anggun, ia cantik, ia sempurna bagi Sasuke. Gadis itu...

Shion.

TBC

update lagi minna! maaf kalau chap kemarin pendek banget...ini udah lebih panjang kan? gomen typo masih bertebaran disana sini..thanks yang sudah sempat review fanfic ini..dan maaf belum sempat balas review kalian satu persatu..

RnR please...