PENJELASAN!

RATED : T

GENRE: comedy

CAST : Leo and N VIXX

DISCLAIMER : cast punya Tuhan dan diri masing-masing, tapi ide punya yanu

WARNING: ini oneshoot garing penuh typo karena dibuat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tidak suka? tanggung sendiri~~

```HAPPY READING```

Hakyeon terbiasa menggigit sesuatu saat sedang kesal, kebiasaan yang buruk bukan? Bahkan ia pernah menggigit lengan kekasihnya, Taekwoon, karena pemuda datar itu hanya diam saja saat ia bercerita. Yaa Hakyeon-ah bukankah orang yang sedang bercerita itu harus didengarkan?

Dan sekarang haruskah ia menggigit Hyuk, honbae tidak bersalah yang sedang sial karena berada disampingnya. Atau ia harus menggigit gadis- gadis genit yang sedang mengerubungi kekasihnya itu?

Iya dia sedang kesal sekarang, bahkan kekesalanya sedang berada dipuncak dan siap meletus, kemudian memunculkan lahar panas yang nanti jika mendingin akan membentuk batuan –oh maaf, salah ketik-

Bayangkan saja saat semua orang tidak yakin pada hubunganmu dengan kekasih dan hanya menganggap dirimu sedang bermimpi, padahal sebentar lagi kalian akn merayakan enam bulan hubungan kalian. Dan parahnya kekasihmu hanya dia saja, padahal sudah berulang kali kau meminta kekasihmu untuk mengatakan pada gadis-gadis itu jika ia telah menjadi milikmu, ya minimal mengakui jika ia sudah mempunyai pacar.

...

" kenapa lagi yeonie?" tanya Taekwoon saat ia hanya disuguhi wajah kesal kekasihnya sejak ia datang untuk mengerjakan tugas bersama-sekalian pacaran-

" Jungie tidak ada niat untuk mengatakan hubungan kita pada mereka? Pada fans-fans kecentilanmu itu?" tanya Hakyeon pada Taekwoon yang sedang mengerjakan pr fisika miliknya, maksudku milik Hakyeon, yaa kalian tahulah jika Hakyeon itu sangat amat lemah pada pelajaran hitungan dan untung saja ia memilki pacar yang berada di kelas A, dimana semua murid pintar berada, ah apalah arti seorang Hakyeon yang ada pada kelas C.

Taekwoon hanya menatap kekasihnya sesaat, ia heran kenapa Hakyeon membalas pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan, tapi ia langsung kembali fokus mengerjakan tugas Hakyeon sambil menjawab

" Untuk apa, toh nanti mereka akan tau sendiri." Yang langsung dihadiahi gigitan Hakyeon pada lengannya.

...

Bahkan saat ia sedang sangat berusaha memperlihatkan status kalian pada murid lain, dengan membawakan minum dan handuk saat Taekwoon sedang main sepak bola misalnya. Pacarnya yang kebetulan kapten tim sepakbola itu malah melarangnya untuk membawakan air dan handuk, karena persediaan airnya telah memenuhi tas, parahnya air-air itu berasal dari fans-fans kecentilan.

...

Suasana di lapangan sangat ramai siang ini, penuh teriakan dari berbagai siswi yang mengelu-elukan nama seorang pemain berwajah datar bernama Jung Taekwoon. Bahkan mereka seakan tidak perduli pada panas matahari yang membakar kulit putih mereka, padahal seorang namja berkulit tan yang duduk dibawah pohon saja menggerutu karena suhu udara yang baginya sangat panas.

Ya Hakyeon memang melihat pertandingan itu dari bawah pohon tak jauh dari lapangan alih-alih di tribun penonton seperti yang lain, selain untuk melindungi kulitnya ia juga tak mampu mendepak salah satu siswi pada tribun yang penuh itu, salahkan guru matematika yang menahanya ketika ia akan berlari keluar kelas hanya karena ia tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis yang berakibat ia telat melihat pertandingan kekasihnya.

Saat peluit tanda pertandingan berakhir, Hakyeon buru-buru berlari menuju lapangan untuk menyerahkan paperbag berisi air dan handuk pada kekasihnya sebelum siswi-siswi itu mengerubungi kekasihnya seperti keranjang diskon.

Namun jarak yang cukup jauh membuat ia kalah cepat dari beberapa siswi yang ada dipinggir lapangan, jadi ia harus berusaha membela tembok-tembok berseragam itu tanpa melukai satu siswi pun.. hanya tidak etis saja jika ia harus mencakar seseorang yang berambut panjang dan berbedak tebal ihh tidak Hakyeon sekali, padahal kau sering membayangkan mengubur mereka dalam pikiranmu kan Yeon?

" Jungie~~ aku membawakan air dan handuk." Ucap ceria Hakyeon begitu ia sampai dihadapan kekasihnya setelah melewati hutan belantara itu.

" Yeonie bukankah sudah kukatakan kau tak perlu membawakanku air, cukup duduk sambil melihatku bertanding saja. Tasku sudah penuh dengan air." Balas Taekwoon sambil mengusap keringatnya dengan handuk yang entah dari mana.

Ooh ijinkan Hakyeon untuk mengubur kekasih yang menyebalkan dan sangat ia cintai itu.

...

" Hyung kau tak apa-apa kan?" tanya Hyuk pada namja yang lebih pendek sambil menggerakkan tangannya di depan wajah namja yang ia panggil hyung itu.

Bukan bermaksud kurang ajar, Hyuk hanya takut saja jika pemuda yang tadi baru saja bercerita dengan heboh itu tiba-tiba terdiam sambil memandang ke dalam salah satu kelas yang mereka lewati, jangan-jangan hyungnya ini sedang kerasukan.

" Ish... dasar namja menyebalkan!" gerutu Hakyeon sambil menghentakkan kakinya dan langsung berlari kedalam kelas, tepatnya menuju seorang namja yang tengah dikerubungi oleh beberapa siswi yang sedang membawa buku pelajaran, dasar siswi modus inner Hakyeon.

Hyuk yang terkejut dan ditinggal, langsung berlari mengikuti Hakyeon masuk kedalam kelas itu, ia hanya takut jika Hakyeon-hyungnya itu benar-benar kerasukan dan akan mengamuk di dalam kelas itu. Hyukkawai, hyungmu itu tidak kerasukan tapi ia mungkin saja mengacau dalam kelas itu kkk,,,

" Oh hakyeon-ah! Apa kau mencari leo?" sambut seorang siswa bername tag Kim Minseok di depan pintu, sekedar informasi jika namja berpipi bakpao ini termasuk siswa yang mempercayai hubungan Taewoon dan Hakyeon karena ia termasuk pemain sepak bola bersama Taekwoon.

" YYYAAAA! JUNG TAEKWOON APA YANG KAU LAKUKAN!" teriak Hakyeon didalam kelas.

Para siswi yang terkejut mendengar teriakan melengking itu langsung berbalik dan menatap...sinis? pada sosok yang berdiri di depan kelas. Hyuk sendiri yang berada di samping objek tatapan para siswi itu sedikit mengkerut melihat tatapan dari kudu di depanya, seakan-akan ada ribuan sinar laser yang siap melubangi tubuhnya yang tinggi itu.

Beda yang sedang dilakukan Hakyeon, ia malah dengan gagah berani mendekati para siswi di hadapan kekasihnya dan membuka jalan untuk berhadapan langsung dengan kekasih tampanya, kalau kalian melihat sendiri ini seperti sebuah drama dimana seorang pangeran berusaha menembus sekumpulan penyihir untuk menggapai sang putri, namun posisinya terbalik.

" Bukankah sudah kukatakan kalau kami berpacaran." Ucap Hakyeon dengan penuh penekanan di depan para siswi yang sedang menatapnya.

" Yeonie... kau salah paham, mereka hanya memintaku untuk menjelaskan materi." Ucap Taekwoon di belakang tubuh kekasih kecilnya itu.

" Tapi mereka melakukanya dengan sengaja jungie~, aku bisa membedakan mana yang benar-benar bertanya mana yang sekedar modus." Adu Hakyeon...

Taekwoon hanya diam mendengar kata-kata Hakyeon, ia sudah menyampaikan hal yang menurutnya sedang benar terjadi dan dia terlalu malas untuk menjelaskan secara mendetail, lagi pula ekspresi kekasihnya yang sedang kesal seperti ini malah terlihat lucu di matanya, lumayan untuk hiburan.

" Kalau kau tak mau menegaskan pada mereka, maka biarkan aku yang menegaskan kalau kau adalah milikku jung taekwoon." Ucap Hakyeon sambil memegang kerah seragam yang di kenakan kekasihnya.

Taekwoon yang terkejut hanya pasrah saja saat kekasihnya itu menarik tubuhnya mendekat, dan kemudian menempelkan bibir mereka tepat di hadapan seluruh penghuni kelas termasuk Hyuk.

Awalnya Hakyeon cuma berniat untuk mencium kekasihnya itu sekilas, sekedar bukti jika mereka benar-benar memiliki hubungan spesial. Namun ciuman singkat itu malah menjadi lumatan ketika Taekwoon mengambil alih dominasi di antara mereka berdua saat Hakyeon berniat berbalik.

Kontak saja seluruh siswi yang menjadi saksi langsung berteriak histeris saat idola mereka terang-terangan memeluk dan mencium kekasihnya di hadapan mereka. Sementara di depan kelas Minseok sedang berjuang untuk menutup kedua mata Hyuk, honbae yang lebih tinggi darinya itu, dari pemandangan yang tidak sesuai umur, ingatkan dia untuk menegur Taekwoon saat latihan nanti.

...

_ 6 BULAN YANG LALU_

" Yeon-ah, apa kau sudah punya kekasih?" tanya Taekwoon disela-sela fokusnya pada soal kimia milik Hakyeon, ya mereka biasa mengerjakan tugas bersama sejak dulu, kalau tidak di rumah Hakyeon, maka mereka akan mengerjakannya di rumah Taekwoon karena mereka merupakan teman sejak kecil.

" Ani, tidak ada namja yang menarik perhatianku leo-ah." Jawab Hakyeon sambil menggambar, itu tugas kesenian milik Taekwoon, bukannya Taekwoon tidak bisa menggambar. Dia itu ahli dalam menggambar...abstrak khususnya, namun ia sedikit malas menggambar jika harus menggunakan tema tertentu.

" Lalu aku?" tanya Taekwoon.

Hakyeon yang mendengarnya langsung menatap bingung pada namja yang akan berbeda seratus delapan puluh derajat jika bersamanya itu.

" Apa kau tidak tertarik padaku cha hakyeon?' ulang Taekwoon

" Hyaaa apa yang kau aneh jungie~" Ucap Hakyeon sambil tertawa

" Tapi aku serius menyukaimu yeon, jung taekwoon menyukai cha hakyeon, dan ingin cha hakyeon menjadi kekasihnya. Jadi apakah cha hakyeon menerima jung taekwoon?"

BLUSSS

Kedua pipi Hakyeon langsung bersemu merah mendengar pernyataan dari temannya itu... ah tidak, mereka sekarang adalah sepasang kekasih saat Hakyeon menerimaTaekwoon dengan menganggukkan kepalanya malu-malu.

00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

Need leon moment please T.T

Keenam boneka yanu itu pada kemana yaak?

So...RnR?

HULI 3 3 3

See you next fiction beibh~~~ (kiss) (kiss)

Yanu Januarti