Jadi apakah aku harus mencari jawaban sendiri? jawaban untuk menjawab semua rasa penasaranku?
Tiba2 salah satu dari wanita petugas administrasi yg tadi menemaniku mulai membuyarkan lamunanku "Heh, jangan melamun dong, ada apa sih sampai kamu melamun?" kata Kanya "eh...emm...tidak apa-apa hanya sedikit trauma apa yg terjadi di kota Kiangsi."balasku dengan nada kebingungan "Oh...ya sudalah, tidak apa2, yg terpenting kau selamat, dan serahkan ini kepada tentara kami yach." balas Kanya dengan nada imut Sial, dia imut juga. wajahku mulai merona merah, ternyata orang2 yg bekerja di dinas kemiliteran tidak semuanya garang2
"Oh ya, kau akan bertemu walimu saat kau tiba di asrama sementaramu, ia seorang wanita, berumur 17 tahun, kuharap kau senang bertemu denganya." kata Grace 17 tahun? apa kau bercanda? muda banget. apalagi wanita. apakah dinas militer memiliki banyak wanita muda? atau militer menyuruh seorang wanita muda untuk mengurus anak muda sepertiku?
jip militer kami telah memasuki sebuah asrama, bisa dibilang ini asrama militer yg cukup besar, di kiri kanan kami terdapat taman bunga yg indah, meninggalkan kesan militer garang yg kuat, dan di depan kami terdapat lapangan luas dan juga gedung besar, mungkin itu gedung utama asrama ini, dengan gaya gedung yg dilapisi banyak kaca dan kurasa isinya seperti gedung2 pencakar langit di kota2 besar di dunia.
Jip mulai berhenti, dan sang sopir pun mulai membukakan pintu, aku pun keluar bersama dengan kedua wanita yg menemaniku tadi dan kami melangkah ke depan gedung utama dan disambut oleh 3 orang, 2 laki2 dan satu perempuan
"Perkenalkan, yg disebelah kiri adalah perwakilan dari SD Academy, bapak John Hunbrooek, yg disebelah kanan adalah mentri pertahanan bapak Zan Frederich Gorovich dan yg ditengah ini adalah calon walimu, nyonya Shiroyuuki Akiha-san." kata Grace sambil memperkenalkanku kepada 3 orang yg berdiri di depanku
"Namaku Alexandr Yablonsetv Shimizu, saya pengungsi dari kota Kiangsi dan juga murid dari North Kiangsi middle school." kataku sambil memperkenalkan diri "Jadi ini anak ajaib yg dibicarakan oleh dewan penasehat militer, dalam game kamu seperti dewa, kukira kau menggunakan cheat tapi sistem tidak mendeteksi adanya cheat, berarti kamu adalah potensi pengembangan SD beta." kata pak John Hunbrooek.
"Dan juga meurut laporan yg masuk dalam departemen pertahanan, catatan fisikmu sunggul luar biasa, diatas2 rata anak seumuranmu." timpal pak Zan Frederich "Fisikku luar biasa? tapi kan masih ada yg melampauki, mengapa tidak memilih dia saja?" kataku dengan perasaan kaget "Orang itu telah dinyatakan KIA alias tewas, dia salah satu pengguna SD beta penggembangan kami, dan juga teman terdekatmu, Roy Johanssen." balas pak Zan Frederich "Pe...pe...pengguna SD beta?" kataku terkejut "yah, pengguna SD beta, dia salah satu anak dari keluarga yg memiliki developer SD beta, dan dia diasingkan karena dianggap gagal."
"Di...di...dianggap gagal?"
"ya dianggap gagal dan diasingkan. sudah2 sekarang kita akan mengurusi administrasimu dan besok kita berangkat ke kota Republic City."
"ah baik pak."
Dianggap gagal? Roy Johanssen, ada apa dibalik semua ini? tentang siapa sebenarnya dirimu? rasa penasaranku menguat seiring aku memasuki koridor gedung utama untuk menuju salah satu ruangan, koridor ini seperti koridor dalam perkantoran umumnya, banyak ruangan yg berlapisi kaca transparan sehingga aku bisa melihat aktivitas pekerja di gedung ini.
"Namamu Shimizu-san, benar?" kata wanita yg bernama Shiroyuuki Akiha "eh...i..iy...iya, itu benar, namaku Alexandr Yablonsetv Shimizu." Jawabku dengan sedikit gugup + sungkan "eh... wajahmu lumayan tampan dan imut yach, oh ya mulai dari sekarang aku akan menjadi walimu, tapi jangan panggil aku dengan ibu, Onne-san saja cukup."
"heeeeh...tapi...tapi...apakah itu tidak apa2?"
"Tidak apa2, umurku baru 17 tahun dan aku masih belum layak menjadi ibu, anggap saja aku kakak perempuanmu, oke?"
"ah...baik."jawabku sambil sedikit tersipu malu "ara...jangan malu2, santai saja yach, aku akan selalu mendampingimu dan mensupportmu."
"a...a...ah."
setelah beberapa lama kemudian kami mulai berada di depan pintu, pintu itu seperti lift dan terbuka apabila meletakkan tangan kita ke sensor layar, dan hanya orang tertentu yg dapat memasuki ruangan ini.
ruangan ini seperti ruangan direktur perusahaan2 pada umumnya, dengan meja besar dengan kursi mengelinginya di depan meja yg kurasa digunakan oleh pimpinan tempat ini. dinding yg dilapisi beludru yang indah dan banyak lukisan mahal membuat ruangan ini begitu elegan dan fantastis, kemudian kami duduk di sofa yang ada di sebelah meja besar +kursi yg mengelilinginya
"Jadi namamu Alexandr Yablonsetv Shimizu, umur 15 tahun, golongan darah B, tinggi 169, berat 53, tanggal lahir 20 Agustus 1998, status civillian, nick Shimizu_Setv class wing doom air, guild Vizscarra, Legion Medabots kan?" kata ketua SD Academy eh maksudku kepala sekolah "I...iya."Jawabku sambil terkagum2 bisa mengetahui sedetail itu "Kamu akan masuk Kelas 2 dengan posisi rank Sergeant Staff Grade 1, kamu akan belajar dasarnya disini bersama Shiroyuuki-san dan beserta sistem2nya. oh ya ada kiriman pos untukmu, ini silahkan, dibuka nanti saja saat kau selesai belajar oke?"
"baik, pak!"
"Yosh sekarang aku tinggalkan kalian disini, tolong Shiroyuuki-san, ajarkan dasar2nya kepada Shimizu."
"Baik pak!" Jawab Shiroyuuki dengan semangat
"Oke my little kawaii brother, sekarang kita mulai belajarnya yach."Kata Shiroyuuki dengan nada imut
litlle kawaii eh... sepertinya wanita satu ini bersifat ceria, atau merasa bersemangat telah mempunyai junior baru
Kami belajar tentang dasar2 SD, sebenarnya SD ini merupakan bentuk suit kecil dari Gundam Forces, mecha andalan militer Zero dalam peperangan dan konflik,
seperti armor untuk tentara tapi dalam sistem Gundam, seperti tentara2 negara adidaya yang memiliki suit armornya sendiri, negara Zero juga berusaha untuk membuat seperti itu untuk menyaingi kekuatan militer negara adidaya, yah kau tau lah, pamer kekuatan militer negara.
SD menggunakan Drive yg bermacam2 jenisnya, ada dalam bentuk belt, brace, ataupun arm. belt dipasang di pinggang, brace di pergelangan tangan dan arm bisa menjadi senjata utama. Untuk sistem belt bentuknya kubus dengan lingkaran bercahaya di tengah dan kotak2 cahaya di sisi kirinya, dan ada semacam pemicu yg ditarik untuk mengaktifkan sistem belt untuk memasang armor, Brace memiliki bentuk yg beragam dengan cara mengaktifkan yg beragam pula begitu juga dengan arm.
Setelah selesai belajar, akupun langsung masuk kamarku yg berada di asrama ini, dan terletak di gedung utama, yah mungkin karena aku adalah tamu jadi aku ditempatkan di kamar guest. aku merebahkan diri di kasur sambil memandang langit2 kamar. aku mulai membayangkan masa laluku dan kejadian kemarin,
sungguh kejadian yg membuat hidupku berputar 180 derajat, dan juga kemisteriusan temanku Roy, aku yakin ia masih hidup meski perkataan mentri pertahanan bahwa ia sudah KIA, tetapi aku masih merasa ada yg janggal, dan aku mulai bingung dengan situasi ini, apakah yg harus kulakukan? menerima dan membiarkan mengalir begitu saja? atau mencoba berusaha untuk menerima takdir dan menjawab semua teka-teki penasaranku ini? dan juga pria hitam tersebut,
aku mendengar sedikit dari wanita yg mengurusi dokumenku pertama kali bahwa pria itu Sugou Amaka, siapakah dia? developer biasa yg berniat merekomendasiku atau developer yg luar biasa? yg memiliki maksud lain? Sambil memikirkan nasibku aku teringat bungkusan pos yg kuterima dari pak kepsek SD Academy,
kemudian aku membuka pos tersebut dan terkejut melihat isinya. INIKAH...?
