Pair : CHANHUN

Cast : Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Jongin , Irene

Chanyeol dan Sehun pulang sekitar jam 11 malam. Dan wajah Sehun terlihat cukup letih.

Sehun mempunyai kebiasaan selalu meminum segelas susu coklat panas sebelum tidurnya karena susu coklat panas akan membantunya tidur lebih nyenyak, memang belakangan ini Sehun agak susah tidur, mungkin akibat terlampau sibuk, dia sibuk mempersiapkan promosi album perdananya.

Salah satu minuman kegemaran Sehun adalah susu, selain bubble tea tentunya.

"Apa kau juga mau kubuatkan susu coklat panas, Chanyeol ?" , Sehun sibuk membuat minuman tersebut di dapur rumahnya.

"Boleh, apa perlu kubantu ?',

"Tak usah, aku sudah biasa melakukan ini, aku biasa hidup sendiri, jadi semua pekerjaan rumah tangga aku sudah biasa melakukannya ".

"Ah alangkah beruntungnya wanita yang akan jadi istrimu nanti ", ujar Chanyeol seraya tersenyum.

"Ermmmm begitu ya ?" jawab Sehun dengan kikuk

"Ya, kukira kau sudah terbiasa hidup mandiri dan itu hal yang baik,Sehun " Chanyeol tersenyum lagi dan membuat Sehun seketika memalingkan wajahnya, untuk memaksakan konsentrasinya ke susu coklat buatannya.

"Senyum itu, serius...dia benar-benar harus berhenti melakukannya !".

Sehun mengambil etmpat di sofa di ruang tamu, duduk di sebelah Chanyeol, menyodorkan segelas susu coklat untuk Chanyeol.

"Bukankah aku sudah menceritakan tentang diriku, apa kau tidak mau menceritakan tentang dirimu juga ?', tanya Chanyeol.. Entah kenapa pemuda itu jjuga ingin tahu lebih banyak tentang Sehun, artis muda itu terus terang saja sudah mengambil alih perhatiannya semenjak pertama kali bertemu.

Chanyeol normal, tentu saja, bahkan ia telah pernah menjalin hubungan beberapa kali dengan perempuan, dan ia sama sekali tidak tertarik ataupun berpikir untuk tertarik pada mahkluk yang jenis kelaminnya sama dengan dirinya, namun entah mengapa, setiap kali melihat Sehun dan melihat ke manik mata coklat jernih itu, Chanyeol selalu ingin tahu lebih jauh tentang artis muda yang sedang meroket namanya itu.

"Aku ? Namaku Oh Sehun, lahir 12 April 1994. Asalku dari Busan, seperti yang kau tahu juga, dan aku seorang anak tunggal. Orangtuaku tinggal di Busan. Aku bisa seperti ini sebetulnya karena faktor ketidaksengajaan . Jadi, ceritanya, waktu itu aku hanya mengantar temanku shopping di myeongdong, dan ada produser menawariku apakah mau jadi artis, jujur saja kukira waktu itu aku cuma ditipu. Sebetulnya aku ke korea untuk studi, namun malah berakhir jadi artis . Apa lagi yang ingin kau tanyakan ?" Sehun tersenyum manis dan Chanyeol lagi-lagi teringat akan seseorang yang juga mempunyai senyuman yang sama manisnya seperti milik Sehun.

Senyum itu, senyum itu lagi-lagi mengingatkanku pada senyumnya, mengapa mereka punya begitu banyak kemiripan ?

Chanyeol terhanyut dalam pikrannya.

"Aku masuk dunia artis belum lama, baru 5 bulan ".

"Namun kau sudah amat terkenal, wow !".

"Aku senang orang bisa menerimaku, dan juga musikku, karena jujur saja, sebetulnya aku tidak begitu percaya diri dengan suaraku "

"Kudengar kau dinobatkan sebeagi salah satu ' Asian's sweetheart'. Julukan itu amat cocok denganmu, aku yakin banyak orangtua yang ingin putri mereka menikah denganmu ", canda Sehun, namun siapa sangka candaan itu ditanggapi dengan cukup dingin oleh Sehun. Pemuda manis itu memang akan sedikit jadi sensitif apabila sudah menyangkut masalah seperti itu, masalah orientasi seksualnya.'

"Tidak lucu , Chanyeol !", serunya.

Chanyeol tercekat dan kaget saat mendengar Sehun berseru dengan nada sedkit kesal, tak biasanya ia melihat Sehun begitu.

"Hey kau kenapa ?, aku kan hanya bercanda ".

"Maaf, tapi aku tidaklah sesempurna itu, masih banyak sisi lain diriku yang tidak diketahui publik dan ketika mereka tahu, aku tak yakin mereka akan menerima dan melihatku dengan cara yang sama. Malah mereka mungkin akan menjauhiku ".

"Apa maksudmu , Sehun ?', mata bulat Chanyeol menatap langsung ke arah mata indah Sehun, seolah minta penjelasan lebih lanjut.

"Aku bukan manusia sempurna seperti yang diidolakan orang selama ini dan kau mau tahu kenapa ?'.

Chanyeol hanya menggeleng, karena ia tak tahu ke mana arah pembicaraan Sehun.

"Aku tak tahu kenapa aku mengatakan ini padamu, padahal aku baru mengelmu tidak lama, ini sesuatu yang bahkan orangtuaku tidak tahu, hanya Jongin yang tahu masalah ini ".

Chanyeol masih diam, ia setia mendengar Sehun dan Sehun terlihat menarik nafas panjang.

"Aku... aku...aku tidak tahu apa yang salah dengan diriku. Aku merasa aneh dan perasaan yang kumiliki semenjak kecil ini tidak kupahami. Aku...aku tidak nyaman dengan perempuan "

"Maksudmu, aku tidak paham, Sehun ".

Raut bingung masih tergambar jelas di wajah tampan Chanyeol.

Pria ini, dia benar-benar tampan, tapi dia benar-benar babo

"Apa kau juga akan menjauhiku setelah tahu kenyataan ini ?'

"Mmmm, aku tak punya alasan untuk menjauhimu, aku pengawalmu kan, dan aku harus didekatmu untuk menjagamu, lagipula untuk apa aku menjauhimu ?"

"Oh ya ? apa kau yakin tidak akan berubah pikiran setelah mengetahui soal ini ?" Sehun terlihat tidak yakin akan sikap Chanyeol setelah Chanyeol tahu tentang kebenarannya.

"Tentu, demi Tuhan, Sehun, kenapa kau bicara hal-hal yang tak kumgerti ? "

"Bagaimana kalau kubilang aku ini... Gay ?", Sehun menatap Chanyeol dengan cemas.

Chanyeol tidak tahu mesti bilang apa, mata besarnya melebar seketika. Rasanya kedua matanya sulit untuk berkedip.

Oh Sehun... seorang... GAY ? Apa pemuda itu tengah bercanda, apa ini sebuah lelucon bodoh ? Tidak, hal itu jelas-jelas bukanlah tema yang pas untuk dijadikan bahan candaan,dan dari raut wajah cemas Sehun sekarang, ia tahu kalau yang ia katakan adalah kenyataan dan sama sekali bukan candaan.

"A-Apa ?", Chanyeol masih tak percaya, ia merasa kalau pendengarannya mungkin bermasalah.


Sehun membuang nafasnya seolah salah satu beban terberatnya menghilang tiba-tiba. Namun raut kecemasan masih enggan menyingkir dari wajahnya.

Ia mengacak rambut coklatnya dengan frustasi, menganggap pengakuannya dalah hal paling tolol yang pernah dilakukannya sepanjang sejarah hidupnya.

Bagaimana tidak, ia barusan membuat pengakuan kalau ia adalah penyuka sesama jenis kepada pria yang mungkin disukainya, bagaimana kalau Chanyeol akan membencinya setelah ini ? Bagaimanapun, Chanyeol adalah orang asing yang belum lama ia kenal, ia tak seharusnya menaruh rasa percaya berlebihan padanya, apalagi untuk hal yang bersifat pribadi seperti ini. Mengapa ia sama sekali tak memikirkan akibatnya jika Kris menganggap pengakuannya sebuah hal yang aneh ? Mungkin pertemanan mereka akan berakhir segera sampai disini.

"Ma-maafkan aku , Chanyeol "

"Untuk ?" Chanyeol masih tidak tahu harus bereaksi apa.

Untuk apa, Sehun terpaku. Ya, bahkan ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Apa Chanyeol akan menjadi salah satu dari mereka yang mau menerima keberadaannya ? Benarkah seperti itu ?Bagaimana kalau malah sebaliknya, bagaimana kalau Chanyeol malah akan menjadi salah satu yang menolaknya ? dan menganggapnya menjijikkan ?

Atau, itu hanya sikap dimana ia menyembunyikan reaksi aslinya ? Lantas besok pertemanan mereka akan berakhir dan Chanyeol memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai bodyguardnya ?

Shit !

"Ayolah Chanyeol, kalau kau memang tidak bisa menerima pengakuanku, just say it aku tidak apa-apa "

Sehun terlihat tidak sabar dan memilih beranjak dari sofa, menuju dapur untuk menenangkan perasaannya yang tidak menentu.

Chanyeol masih tercekat di tempatnya melihat reaksi Sehun. Adakah yang salah ? Bahkan ia merasa reaksinya cukup wajar.

"Ada apa dengannya ?", pikir Chanyeol.

Lantas Chanyeol menyusul Sehun ke dapur.

"Kenapa kau berkata seperti itu ?" ia bertanya denagn tenang.

"Pengakuanku memang bodoh , seharusnya aku memikirkan segala yang terburuk, termasuk reaksimu ",

Sehun tertawa kecut. Menyandarkan punggungnya ke dinding dapur seraya melipat kedua lengannya di depan dada.

"Tak semua orang bisa menerima kondisiku, bahkan tak sedikit dari mereka yang akan berkata aku menyimpang, benar kan ?".

"Mungkin itu benar, tapi saangnya aku bukan salah satu dari mereka yang punya pemikiran seperti itu " jawab Chanyeol.

Di luar dugaan, Chanyeol meraih tangan Sehun, menarik dan menggenggamnya. Sehun teramat kaget dengan kontak fisik itu memengla iu bukan kontak pertama yang mereka lakukan, waktu itu Chanyeol juga menggandeng Sehun namun dalam konteks pekerjaannya sebagai bodyguard, spontan ia langsung menarik tangannya. Menyembunyikannnya di balik tubuhnya agar Chanyeol tak dapat meraihnya lagi.

"Tenanglah sedikit Sehun, bukannya biasanya kau selalu bersikap tenang ? Sikapmu yang seperti ini malah membuatku khawatir ".

"Maaf, sepertinya aku yang berlebihan " ucap Sehun pelan, "Akulah yang terlalu banyak berpikir ".

"Aku mengerti Sehun ", Chanyeol kembali menatap manik Sehun dengan tatapan tajamnya.

"Untuk yang ini, aku memahaminya, sangat memahaminya ", sambungnya.

Sehun mengernyitkan dahinya, ia tak mengerti apa yang ada di otak Chanyeol. Lelaki itu nampak begitu tenang, tenang saat menggenggam tangannya , tenang dalam berkata padanya dan Sehun tidak bisa mengerti kenapa.

"Tidurlah, kau tampak lelah, kita lanjutkan besok ya ? Bukannya besok kau ada jadwal, jangan terlalu banyak berpikir ".

Chanyeol menepuk bahu Sehun.

Meninggalkan pemuda manis itu dalam kebingungannya. Baginya kris itu seperti puzzle yang menantangnya untuk memecahkannya.

"Apa dia juga ... ? Ahh mana mungkin ? dia terlihat normal bagiku. Mungkin ia sedikit terlihat tak nyaman dengan para fans wanitaku, tapi tidak mungkin kan...?"

Sehun memilih membuang pikiran negatifnya dan berjalan menuju kamarnya.

Chanyeol memang pernah menjalani hubungan cinta dengan beberapa wanita, dia sangat mencintai wanita terakhir yang menjadi kekasihnya, yang bernama Bae Soohyun.

Soohyun amatlah cantik, Chanyeol bahkan masih tak percaya wanita sesempurna itu ada di dunia ini dan dia sangat beruntung bisa menjadikannya kekasih hatinya.

Namun Soohyun harus meninggal dalam sebuah kecelakaan, saat mereka hampir bertunangan, sejak saat itu dia sepertu trauma dengan wanita dan tiba-tiba merasa lebih nyaman dengan makhluk berjenis kelamin pria. Namun saat bertemu Sehun, ia nmenyadari kalau Sehun amat mirip dengan Soohyun.

Cara mereka tersenyum, tertawa, mata mereka yang akan melengkung seperti bulan sabit saat tersenyum. Dan semua ekspresi wajah mereka, mereka juga memiliki warna favorit yang sama yakni putih.

Dan jujur saja, Chanyeol mulai takut kalau ternyata ia mulai menyukai Sehun, yang sialnya berjenis kelamin sama dengan dirinya.

Ia tak mau menjadikan Sehun hanya sebagai pelampiasan cuma karena ia mirip Soohyun.


Tak terasa Chanyeol sudah bekerja 3 bulan sebagai pengawal pribadi Sehun, dan mereka berdua sepakat tak membahas pengakuan Sehun malam itu.

Kini, mereka berada di taman di belakang rumah Sehun Luhan, karena sepertinya pembicaraan malam hari menjadi menu wajib mereka setiap kali ada kesempatan.

Chanyeol mencuri lihat ke sampingnya, memperhatikan setiap gerak-gerik Sehun, yang entah mengapa kini setiap gerak-gerik Sehun menjadi menarik untuknya.

Ia tahu apa yang kini dirasakannya bukan perasaan yang semu, ini memnag nyata terjadi. Meski rasanya akan sulit sekali untuk mengakuinya.

Chanyeol teringat dengan pengakuan Sehun kalau dia adalah gay karena ia merasakan rasa penasaran yang amat sangat itu sekarang.

"Luhan "

"Hmm?",

"Apa kau masih ingat ketika kau bilang kau adalah ehmmm...penyuka sesama jenis, Sehun ?"

Chanyeol khawatir sebenarnya ketika membawa topik pembicaraan ini, ia tidak mau Sehun tersinggung. Ia tak mau Sehun berubah lagi emosinya seperti malam itu. Namun, ia penasaran.

"Kenapa ?" Dan benar saja, Sehun langsung menunjukkan raut tidak nyaman di wajah manisnya.

"Bagaimana kalau sekarang aku melakukan hal yang sama, mengatakan hal begitu ? Yang seperti kau katakan malam itu ?"

"Chanyeol, jangan bercanda, aku tahu kau tak seperti itu ".

"Oh ya ?"

Sehun menganggukkan kepalanya walaupun sedikit tidak pasti.

Chanyeol terdiam, lalu sejurus kemudian, ia merapatkan jarak dengan Sehun.

Dengan sedikit ragu, ia menggenggam tangan Sehun, membuat tangan dingin itu menjadi hangat seketika. Sehun sangat kaget dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba itu, ia melihat tangannya yang nampak begitu pas digenggaman tangan besar Chanyeol, dan rasanya begitu hangat. Saat mendapati manik hitam kelam milik Sehun, ia merasa nyaman.

"Aku memang pernah menjalin hubungan dengan beberapa wanita ".

Dada Sehun terasa sesak, sekarng ia merasa Chanyeol tengah mempermainkan perasaannya.

"Ah seperti yang kuduga, kau tidak sepertiku ".

Sehun berupaya menarik tangannya dari genggaman Chanyeol, tapi Chanyeol malah makin mempererat genggamannya.

"Aku belum selesai bicara, Sehun ".

"Kau normal, kau tidak sama denganku, kau sama sekali tidak sama, Chanyeol "

"AKU. PERNAH. NORMAL "

Chanyeol memberikan penekanan di setiap katanya.

"Sebelum aku bertemu denganmu "

Sehun seketika menarik tangannya dari genggaman Chanyeol, maniknya menatap Chanyeol dengan waspada, "Kau tahu, semenjak aku bekerja di tempatmu, aku pun merasakan kekhawatiran itu ".

Sehun tercekat, ada banyak hal yang sama sekali tak terlintas di kepalanya.

Mereka canggung selama ini, bisa jadi karena mereka saling menahan sebiah perasaan yang tak seharusnya muncul dan bertumbuh.

"Jadi, mulai sekarang kau tak perlu takut lagi ", Chanyeol yang entah mendapatkan keberanian dari mana, meraih kepala Sehun dan menyandarkannya di bahunya.

Sekarang, kedua pemuda itu bisa merasakan dengan bebas, tanpa sebuah kecemasan, tak peduli perasaan itu akan tumbuh sebesar apa nantinya.

Chanyeol memeluk tubuh Sehun, mengecup puncak kepalanya, dan Sehun hanya diam, ia membiarkan hangat tubuh Chanyeol menjalari tubuhnya, melingkarkan kedua lengannya di pinggang Chanyeol,

"Soohyun-ah... terima kasih karena kau merestui hubunganku dengan Sehun "


Hari ini Sehun sengaja mengosongkan semua jadwalnya. Ia ingin menikmati hari ini dengan bodyguard sekaligus kekasihnya, Chanyeol. Semenjak bangun tidur pagi ini, pemuda manis itu tak pernah berhenti menyunggingkan senyuman di bibir plum-nya. Ia bahagia, tentu saja, kini ia sudah yakin akan perasaannya pada Chanyeol, dan ia tak takut lagi dengan itu. Masa bodoh dengan respon orang lain nantinya, yang ia pedulikan sekarang hanyalah perasaannya sendiri.

Ia nampak seperti gadis remaja yang jatuh hati dan berpacaran untuk pertama kalinya.

Sekarang ia sudah siap dengan segala macam penyamarannya, ia tak ingin ada satupun fans mengganggu acara kencan pertamanya dengan sang pengawal pribadi.

Jongin pun sudah tahu perihal hubungan mereka dan tentu dia sama sekali tidak keberatan, selama Sehun senang ia pun ikut bahagia. Meski awalnya ia cukup kaget, namun ia tidak ambil pusing, sebetulnya ia sudah tahudari reaksi pertama saat Sehun bertemu dengan Chanyeol, ia tahu kalau Sehun sudah tertarik dan Jongin hanya tinggal menunggu saja, berapa lama Sehun akan bertahan dengan sikap jaimnya, dan tenryata hanya dalam tiga bulan, Sehun sudah berpacaran dengan Chanyeol, Jongin merasa ia sudah seperti mak comblang saja. Jongin teringat saat malam-malam Sehun meneleponnya.

"Jadi, kau benar-benar berpacaran dengannya ?" Jongin terkekeh pelan dan ia yakin seribu persen kalau sang artis muda sudah merona parah di ujung telepon.

"Aku masih tidak bisa percaya, Jongin "

"Hey, dari awal aku sudah bisa menebaknya. Pandanganmu terhadapnya agak berbeda, Sehunnie dan aku yakin kalau kalian akan dekat tapi juga tidak secepat ini, sudah bersama " cibir jongin

"Tapi, aku senang kalau kau bahagia Sehun. Chanyeol pria yang baik dan aku yakin dia bisa membuatmu bahagia " kata -kata tulus itu meluncur dari bibir Jongin yang sudah mengenal sehun semenjak SMP, dan ia tahu sahbatnya itu sangat baik, jadi layak bersama dnegan orang yang baik pula.

"Terima kasih bro " kekehan sehun terdengar lagi di ujung telepon.

Jongin tahu kalau Park Chanyeol adalah seorang pria baik yang bisa mencintai, menjaga Sehun dan selalu membuatnya tersenyum. Mendadak ia bangga sendiri dengan keputusannya dulu memilih Chanyeol sebagai bodyguard Sehun.


Kencan pertama Chanyeol dan Sehun di Lotte world tampaknya akan menyenangkan. Chanyeol terus menggenggam tangan Sehun dan mereka bahkan mengacuhkan pandangan orang-orang yang mungkin menganggap mereka aneh, tapi sebagian lagi (yang tentu tak tahu kalau Sehun adalah Oh Sehun, sang artis idola yang tengah meroket) mnenganggap Sehun dan chanyeol adalah kakak-beradik yang begitu akrab.

Mereka berdua menaiki berbagai wahana, dan Chanyeol yang baru saja tahu kalau Sehun agak takut dengan ketinggian, maka ia memilih wahana yang aman-aman saja dan tidak membuat Sehun takut. Tak ingin kekasih manisnya ini berubah jelek moodnya.

Mereka mengakhirinya dengan naik wahana Ferris wheel (nggak tau dalam bahasa indo apa..Lol)

Sehun dan chanyeol duduk saling berseberangan serayamenikmati pemandanagan senja di langit Seoul.

"Kau bahagia, sehunnie " tanya Chanyeol dan sehun mengangguk antusias.

"Sudah lama sekali semenjak terakhir kali aku ke lotte world sewaktu SMA, dan belakangan ini aku sama sekali tak punya waktu untuk bersantai, Jadwalku amat padat, kau juga tahu sendiri kan ? jasi tentu saja aku sangat senang, Yeol "

Chanyeol tersenyum senang dan sejurus kemudian, ia sudah pindah tempat ke sebelah sehun. Merangkulkan lengannya di bahu Sehun, sebuah kebiasaan yang terjadi begitu saja ketika mereka memutuskan untuk berkomitmen.

"Aku senang kau bahagia, sehun. Kau harus rileks " dan membelai rambut sehun yang halus.

Mengencani Sehun seperti mengencani perempuan, Sehun mudah sekali berubah mood dan terkadang Chanyeol merasa sehun masih seperti anka kecil namun tentu saja ia tidak pernah menyesal mencintai Sehun, ia berjanji akan membahagiakan sehun, walaupun seluruh dunia akan menolak mereka nantinya.

Sebuah kecupan ringan mendarat di kening Sehun dan sehun refleks memegangi dahinya, pipinya merona lagi dan menurut Chanyeol itu sangat mengemaskan


Mereka terlihat senang menghabiskan akhir pekan ini, tapi apesnya hujan turun saat mereka akan pulang, sedangkan tempat parkir mobilnya cukup jauh.

Hujan yang sangat deras membuat Chanyeol dan sehun tak ada pilihan lain selain memilih berlindung dulu, menunggu hujan agak reda, baru mereka berlari ke tempat parkir.

Sehun yang hanya memakai kaos lengan pendek mulai menggigil. Tubuh kurusnya mulai merasakan hawa dingin.

Chanyeol melirik Sehun dan mengerti, ia membuka jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Sehun

"Kau pakailah, aku tidak mau kau sakit ", ujar Chanyeol seraya tersenyum dan menggenggam tangan Sehun. Rona merah seketika muncul di pipi sehun, ia menunduk malu.

Sekitar 20 menit, hujan tak reda juga, "Sepertinya hujan seperti ini susah redanya, lebih baik kita berlari saja ke tempat parkir "

Chanyeol berkata masih dengan menggenggam tangan Sehun yang mendingin.

"Kurasa dia benar ", batin Sehun.

Sehun mengangguk, dan chanyeol menggandeng tangan sehun, mengajaknya berlari ke tempat parkir mobil.

Sehun menggunakan jaket Chanyeol yang dipakainya untuk melindungi kepalanya dan juga kepala Chanyeol agar tidak terkena hujan.

Namun tiba-tiba Chanyeol menarik jaketnya agar benda itu hanya melindungi kepala Sehun.

"Kubilang, aku tidak ingin kau sakit, Sehunnie. Aku lebih kuat darimu, pakai saja ini " katanya.

"Dia begitu baik, di saat seperti ini, masih sempat-sempatnya berpikir untuk melindungiku saja, bahkan dia tak memikirkan dirinya. Aku beruntung bisa bersamanya, membuatku makin mencintainya ".

Sesampainya di rumah, Chanyeol dengan cepat mengambilkan handuk untuk Sehun.

"Kau basah kuyup begitu, gantilah bajumu dulu, nanti kau sakit ", katanya.

Namun ia heran melihat Sehun yang hanya berdiri di depan pintu, betapa tidak, di saat begini, rambut hitam chanyeol yang masih basah, juga kaos putih yang dipakainya juga basah, membuatnya terkesan begitu seksi.

"Apa yang kupikirkan, kenapa aku jadi yadong begini, Oh Sehun, sadar !".

"Ah, aku mau mandi dulu saja !", sehun tiba-tiba bicara dengan nada dibuat setenang mungkin.

"Oh kalau begitu mandilah, aku kira kau kenapa " Chanyeol tersenyum.

Sehun segera bergegas ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya yang ada di lantai dua. Tapi dia tak tahu kalau ternyata Chanyeol mengekorinya di belakang.

Dengan enteng, sehun membuka semua bajunya, menyalakan shower, dia baru akan membasuh tubuhnya, ketika mendadak dia menjerit kaget saat pintu kamar mandinya terbuka. Dan ketika ia sadar kalau chanyeol sudah ada di depannya.

"Yaaaa...kenapa kau tiba-tiba membuka pintu ? Cepat keluar, aku mau mandi Chanyeol !".

Sehun berseru panik seraya mencoba menutupi tubuh polosnya dengan tangannya, namun chanyeol tetap bisa melihatnya.

"Aku tak tahu kalau dia punya tubuh yang... sempurna..", Chanyeol tersenyum yang lebih nampak seperti smirk.

"Siapa suruh kau tidak mengunci pintu ?", jawab chanyeol enteng.

"Oke oke setelah kau keluar, aku akan menguncinya, tapi tolong keluar sekarang, chanyeol! Aku mohon, biarkan aku mandi, badanku lengket semua !"

Wajah sehun sudah merona merah karena malu.

Setelah itu, Chanyeol memang menutup pintu, tapi dia sendiri pun ada bukan di luar, tapi di dalam kamar mandi.

"Ah aku sudah di dalam sini Sehunnie, lebih baik kita mandi bersama saja ya ?', ujar Chanyeol dengan senyumnya.

Senyum itu lagi, lutut Sehun serasa meleleh seperti jelly kalau senyum itu sudah muncul.

Chanyeol malah mulai membuka bajunya, membuat jantung sehun berdetak seribu kali lebih kencang .

Sehun dengan cepat berbalik dan membelakangi chanyeol..

"Ya Tuhan, kenapa jadi begini ? Dia kenapa sih ? Tolong sadarkan dia sekarang juga !"

Tak lama sehun malah merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang, ia pun makin panik, apalagi Chanyeol mulai menciumi tengkuknya.

Punggungnya kini bersentuhan langsung dengan dada Chanyeol.

"Aaaaaa...Chnanyeol, yaaaa...Park chanyeol ! apa yang kau pikir sedang lakukan, hentikan !" teriakan melengking sudah keluar dari mulut Sehun yang panik setengah mati.

Namun tak diindahkan oleh Chanyeol lelaki itu malah semakin gencar melancarkan serangannya.

"Enghhhh...", tanpa sadar sehun mendesah.

Ia malu tapi sentuhan chanyeol mmebuatnya gila. Perlahan chanyeol membalikkan tubuh Sehun agar menghadap ke arahnya.

Sementara sehun hanya terus menunduk, ia tak sanggup menatap mata Chanyeol secara langsung. Apalagi dengan keadaan mereka berdua yang tak berpakaian sekarang., di dalam kamar mandi.

Sehun sama sekali tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya, ia tak bisa berpikir jernih sekarang.

Dari sudut matanya ia bisa melihat betapa sempurnanya tubuh Chanyeol, six-pack abs-nya membuat sehun makin merona.

TBC

Thanks untuk semua yang sudah baca dan review, mungkin aku akan post for smut part next chapter ? apa ada yang ingin Chanhun NC-an, hehehehe...sabar donk, chapter depan ya ^^