Before…

"Kyuhyun-ssi, kau tinggal di Gangnam kan?"

Kyuhyun mengangguk. "Ya, tapi mulai beberapa hari ini aku mencoba lebih mandiri dengan mengepack barang-barangku dan tinggal di sebuah apartemen yang lumayan besar," jelasnya dengan menyelipkan sedikit kebohongan.

"Oh, pantas," gumam Sungmin pelan namun bisa didengar jelas oleh Kyuhyun.

"Huh? Pantas bagaimana?"

"Aku kemarin melihatmu memasuki apartemen tempat aku tinggal sambil membawa koper besar."

"Ahh... eh? Jadi kau tinggal di sana juga?" Sungmin menganggukkan kepalanya.

'Astaga, kebetulan apa lagi ini?' Batin Kyuhyun.

**KyuMin**

This Story Has Been Changed!

Cast:

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Lee Donghae

Lee Hyukjae

Kim Jongwoon

Kim Ryeowook

Others of SJ Member…

Genre: School Life, Romance

Warning: Genderswitch!

Rate: T (For some chapter)

Sebuah fanfiction yang terinspirasi oleh sebuah anime yang berjudul Nisekoi, tapi jangan berpikir jika kisahnya akan sama. Kalau anda tidak suka, boleh tutup tab atau tombol back sekarang. Dan… selamat membaca ^^

#####

**KyuMin**

Seorang yeoja berusia 38 tahun memasuki sebuah apartemen dengan dua kantong kresek besar di tangannya. Ia meletakkannya di meja depan televisi. Sedikit merenggangkan otot adalah hal yang terbaik setelah melakukan pekerjaannya seharian ini ditambah membeli keperluannya dengan sang adik di minimarket tadi.

Yeoja itu -Leeteuk- melirik ke arah jam dinding. Dahinya mengernyit bingung. Ini hampir pukul sepuluh malam, adiknya -Sungmin- masih belum datang. Bahkan urusan kantor juga telah selesai, kecuali kasus mengenai sebuah kelompok mafia yang akhir-akhir ini membuat resah beberapa perusahaan kecil yang sudah ataupun belum kena bajak oleh mereka.

"Tidak mungkin Sungmin masih berada di sekolah kan? Kalau benar, betah sekali dia," gumam Leeteuk yang lalu mencari ponselnya di tas.

"Tidak perlu dihubungi. Aku sudah sampai."

Leeteuk sontak menoleh. Hampir saja ia menyentuh tombol "call" jika saja orang yang ditunggunya tidak sedang berdiri dengan wajah datar di ambang pintu seperti itu.

"Tsk! Dari mana saja kau, Nona Lee?"

"Mencari keberadaan kelompok mafia itu. Apa lagi?" Sungmin mendekati Leeteuk dan memilih untuk duduk di sofa dekatnya.

"Sendirian?"

"Tentu saja. Memang apa yang kau pikirkan jika aku pergi sendiri?"

Leeteuk menghela nafasnya. "Seharusnya kau bilang padaku. Aku kan bisa bantu, Min."

"Tidak usah, Eonni. Aku tahu kau banyak kerjaan di kantor. Lagipula ini sudah menjadi tugasku."

"Kau tidak suka ya berada di Korea?"

"Justru aku menawarkan diri untuk tugas ini agar bisa bertemu dan tinggal bersamamu, Eonni. Meskipun sebenarnya hal seperti ini bukan tugasku. Yahh, tapi sayangnya aku harus tinggal terpisah darimu."

Sungmin beranjak dari tempatnya. Ia memeriksa apa yang telah dibeli Leeteuk. Seketika yeoja otu teringat dengan pesan dari Leeteuk tadi di sekolah.

"Eonni..."

"Hmm?"

"Kau mendapat informasi dari mana jika salah satu anggota mafia itu berada di sekolahku?"

"Sebenarnya, itu hanya perkiraan saja, Minnie. Intinya kau harus waspada di setiap tempat." Sungmin menganggukkan kepala mengerti.

"Aku tahu."

"Tapi sebelumnya ada yang harus kau ketahui tentang kelompok mafia itu, Min."

"Apa?"

"Marga Cho! Kau hanya perlu menyelidiki orang bermarga Cho di sekitarmu."

"Cho?" Leeteuk mengangguk. Yeoja itu menghela nafas ketika mengingat suatu hal.

**KyuMin**

Pagi hari...

Terlihat beberapa pelayan yang berjalan ke sana-ke mari demi menyiapkan semeja penuh sarapan untuk sang majikan -meskipun yang yang dimakan hanya sedikit saja-. Sesekali umpatan kecil keluar dari salah satu di antara mereka yang kesal dengan perintah ketua pelayan yang bisanya hanya memerintah itu.

"Shinjoo! Cepat kau bangunkan, Nona Kim dan Tuan Muda Kim!"

Pelayan yang mendapat perintah tadi mengangguk mengerti dan lalu berlari meninggalkan ruang makan menuju kamar majikan barunya. Ia sedikit merapikan jasnya sebelum mengetuk pintu dengan pelan.

"Nona Kim, bangun... ini sudah pagi."

Cklek!

Pelayan tersebut menahan nafas ketika melihat seorang yeoja yang telah rapi dengan seragam sekolahnya. Yeoja itu -Kim Ryeowook- menghela nafas.

"Aku sudah bangun sejak tadi, Bodoh! Aku tidak menyangka kalian begitu lelet," cibirnya dengan posisi tangan yang bersedekap dan tubuh yang bersandar di ambang pintu.

"Ma.. ma.. maafkan saya, Nona."

Pelayan tersebut membungkuk beberapa kali sambil mengucapkan kata maaf tanpa sadar jika Ryeowook telah pergi dari tempat itu setelah melihat Yesung yang berjalan menuruni tangga. Ia memanggilnya dengan nada manja. Yesung menoleh dan tersenyum manis.

"Ya, Sayang. Kenapa mukamu seperti itu, hm?" Yesung mengusap lembut rambut halus milik Ryeowook.

"Tidak ada apa-apa, Oppa. Oh iya, pelayan namja yang satu sekolah dengan kita itu, kenapa aku tidak pernah melihatnya di rumah ini lagi?"

Yesung berdehem, pasalnya ia juga tidak tahu Kyuhyun berada dimana. "Dia... dia dipecat karena... karena kelakuannya sangat tidak sopan padaku."

"Apa? Bagaimana bisa... maksudku, bagaimana jika dia melapor pada polisi?"

"Tenang saja, Ryeonggie. Rahasia kelompok mafia ini begitu terjaga. Kau jangan khawatir."

Ryeowook mengangguk pelan. Sebenarnya ia bukan khawatir dalam hal itu, tapi... kesempatannya untuk menatap wajah tampan pelayan itu menjadi lebih kecil. Apalagi di sekolah mereka jarang bertegur sapa.

"Dimana appa dan eomma?" Tanya Ryeowook yang telah melepas pelukannya dengan Yesung.

"Mereka, ... sepertinya masih berada di kamar."

Ryeowook mengangguk. Ia segera menempatkan diri di meja makan sembari menunggu kedatangan Heechul dan Hankyung. Begitu juga dengan Yesung yang memilih duduk di sebelah kanan Ryeowook.

"Oppa, apa kau bertengkar dengan kedua orang tuamu?" Tanya Ryeowook tiba-tiba. Bahkan Yesunf hampir tersedak saat meminum air.

"Huh? Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?"

"Tidak, kau hanya terlihat begitu canggung saat bersama dengan mereka. Kupikir kalian habis bertengkar."

"Bertengkar? Tidak.. tidak. Kau salah paham, Ryeonggie. Aku dan orang tuaku sangat dekat." Yesung tertawa canggung. Ia mengusap tengkuknya sambil menoleh ke arah lain.

Tak lama tampaklah seorang namja paruh baya -Hankyung- yang berjalan menuruni tangga dengan satu tangan yang memegang ponsel di telinga. Sepertinya ia tengah berbicara dengan rekan bisnisnya.

Hankyung melihat Ryeowook dan Yesung yang telah siap di meja makan. Ia pun segera menyudahi panggilannya dan tersenyum melihat dua anak di depannya ini.

"Selamat pagi, Anak-anak. Eomma kalian tidak bisa ikut sarapan dengan kita kali ini. Istri kesayanganku itu harus pergi pagi tadi untuk menyelesaikan urusan di kantor cabang." Hankyung duduk di kursi utama dan menyuruh pelayan untuk menuangkan susu.

"Appa, kapan kalian meresmikan pertunangan kami?" Ryeowook bertanya ketika ia masih mengoleskan selai strawberry pada rotinya.

"Aku sudah berbicara dengan ayahmu. Dia bilang kalian tidak perlu bertunangan."

Sontak Yesung menatap Hankyung terkejut. "Apa-apaan itu? Apa kalian berniat untuk membatalkan perjodohan ini?"

"Tuan Nourve ingin kalian menikah setelah lulus SMA."

"Huh?"

Ryeowook dan Yesung saling menatap tak percaya. Namun arti tatapan itu berbeda. Jika Yesung sangat senang karena dia memang mencintai Ryeowook. Tapi jika yeoja mungil itu sendiri, ia berpikir bagaimana kalau nantinya dia akan menjadi ibu-ibu di usia muda? Oh... bahkan ia sekarang ragu untuk menikah dengan orang yang ia kira sebagai cinta masa kecilnya ini.

'Apakah aku benar-benar menginginkannya?' Lihatlah... bahkan Ryeowook yang dulunya memaksa untuk dijodohkan dengan putra dari keluarga Cho kini mulai meragukan keinginannya sendiri.

**KyuMin**

Beberapa hari sebelum perayaan ulang tahun sekolah...

"Apa kita perlu melakukan ini?" Tanya salah satu siswa yang tengah memegang kertas berwarna-warni pada Onew.

"Tentu saja! Ini adalah perayaan terakhir kita sebelum lulus!"

"Tapi ini memalukan, Onew!" Yoona menatap sang ketua kelas dengan marah. Mereka merasa seperti di perintah untuk menjadi orang gila di depan umum. Meskipun memang begitu kenyataannya. Onew menyuruh mereka untuk membuat baju dengan kertas berwarna.

"Ini gila! Hey! Jangan kotori apartemenku!" Seru sang pemilik apartemen -Kyuhyun- saat mendapati dalah satu temannya mengguntingi kertas dengan alasan tak jelas.

"Kyuhyun, sebaiknya kau pergi k kamarmu dan mencoba pakaian. Sepertinya Sungmin juga sudah selesai." Saran salah satu temannya. Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Astaga! Siapa yang akan membereskan ini semua?!

Sementara itu di dalam kamar, terlihat Donghae dan Eunhyuk yang duduk dalam suasana canggung mereka, kau tahulah itu hanya berlaku bagi Donghae. Bahkan Eunhyuk tampak biasa saja.

"Eunhyuk, Hmm... aku.. emm..."

"Katakan dengan jelas, Bodoh!"

Sontak Donghae terlonjak mrndengar bentakan Eunhyuk yang tidak pelan itu. Ia mencoba untuk menetralkan nafasnya yang tak beraturan. "Ten.. tentang maskot kelas... kau tahukan kalau Onew menunjuk kita berdua."

"Ya, tapi aku menolak," sahut Eunhyuk santai.

"Apa? Maksudku... kenapa?"

Eunhyuk mendesah malas. "Kalau kau sekarang pergi ke luar dan menyaksikan apa yang dilakukan si pecinta ayam gila itu lakukan, kau akan tahu alasan aku menolaknya, Tuan Lee!"

"Maksudmu?"

"Onew menggunakan tema kertas! Dia juga membuat gaun dan tuxedo dari kertas! Apa kau mau membuat malu dirimu sendiri, Lee Donghae?!"

Donghae memiringkan kepalanya sembari tersenyum manis. "Kalau bersamamu aku akan merasa sangat senang."

Melihat tingkah Donghae yang seperti itu membuat Eunhyuk bertambah kesal. "Hey! Kau sudah gila, huh? Jangan bangunkan singa kelaparan, Lee!"

Senyuman di bibir Donghae agak memudar. Eunhyuk benar-benar tak menyukainya.

Cklek!

Seorang yeoja dengan gaun peach selutut muncul dari balik pintu kamar mandi. Hal ini sontak membuat Eunhyuk dan Donghae terpana. Apalagi Donghae yang begitu mengagumi keimutan yeoja itu -Lee Sungmin-.

"Kenapa? Apa ada yang salah dengan gaun ini?" Sungmin memperhatikan gaunnya mencari letak kesalahan yang membuat dua temannya ini tidak berkedip sekalipun.

Di saat yang bersamaan, pintu kamar terbuka. Seperti adegan slow motion, Eunhyuk dan Donghae menoleh ke belakang. Terlihat Kyuhyun yang baru saja menutup pintu. Pandangannya langsung tertuju pada sosok bak malaikat yang tengah mengenakan gaun berwarna peach itu.

Tanpa disadari, Kyuhyun berjalan dengan sendirinya mendekati Sungmin yang juga tengah menatap dirinya.

"Sungmin... kau benar-benar cantik."

"Ehem.."

Deheman itu berhasil membuat Kyuhyun tersadar. Ia lalu menggelangkan kepalanya beberapa kali. Astaga! Bagaimana hal ini bisa terjadi?

"Kyuhyun, nanti saja sikap terpesonamu itu. Sekarang cobalah tuxedo ini."

Eunhyuk menunjukkan satu stel jas dan kemejanya yang masih dihanger. Kyuhyun menghela nafas berat. Ia pun mengambil pakaiannya dan langsung melangkah menuju kamar mandi.

Sedangkan Sungmin sendiri... yeoja itu benar-benar masih shock! Jarang sekali ia dipuji langsung seperti itu. Pekerjaannya sebagai seorang agen FBI membuatnya membuang jauh-jauh imej aslinya. Meskipun sebenarbya banyak namja lain yang memujinya dari kejauhan.

"Kupikit kau akan terlihat seperti anak SMA yang cantik, Minnie. Ternyata pakaian ini membuatmu lebih terlihat seperti wanita pekerja kantoran yang awet muda. Kau begitu terlihat dewasa." Eunhyuk memperhatikan Sungmin dari atas ke bawah.

"Benar! Apalagi jika rambutmu panjangmu ini digulung dan diberi poni yang bagian tepinya agak panjang. Pasti Kyuhyun akan langsung menjadikanmu sebagai kekasihnya saat itu juga!" Ujar Donghae yakin.

"Kyuhyun?" Sungmin mengerutkan keningnya bingung.

"Ya. Aku tidak tahu kapan keajaiban itu datang. Tapi yang pasti terlihat jelas jika temanku itu menyukaimu."

Sungmin berpikir sejenak. Yeoja itu lalu tersenyun penuh arti. "Baiklah, Hae, Hyukie. Saat hari-h nanti, tata rambutku persis seperti saran Donghae tadi. Kalian bisa, kan?"

"A.. a.. apa? Tunggu, Min! Jangan bilang kau..."

"Aku... sepertinya aku sedikit menyukainya," ucap Sungmin dengan kepala yang menunduk.

Mereka tidak sadar jika sejak tadi pintu kamar mandi belum tertutup. Seseorang yang ada di dalamnya dapat mendengar jelas apa yang teman-temannya bicarakan. Dan betapa cepat detak jantungnya ketika Sungmin nengucapkan kalimat terakhirnya. Ia terkejut sekaligus senang.

Bertahun-tahun Kyuhyun berusaha untuk menjaga hatinya agar tidak jatuh pada yeoja biasa yang tidak mengerti tentang dunianya. Tapi saat ini sepertinya Tuhan telah memberinya kesempatan untuk yang pertama kali merasakan apa yang orang sebut cinta.

**KyuMin**

Perayaan 100 tahun sekolah - hari pertama...

"1.. 2.. 3.. TARIK!"

Perlombaan tarik tambang yang dilakukan kelas 2-3 melawan kelas 3-1 ini cukup berhasil membuat telinga berdengung. Para pendukung kelasnya masing-masing berteriak tak karuan untuk menyemangati teman-teman mereka. Maklum saja... hadiahnya lumayan bagi kelas yang menang.

"Eunhyukie! Kerahkan seluruh kemampuanmu!" Onew mengangkat baner besar yang gambarnya ayam dan tulisan "3-1 is the winner!".

Eunhyuk yang tak sengaja melihat banner yang dipegang Onew sontak melepaskan tali yang ia pegang.

"Hey! Singkirkan gambar ayam itu, Onew! Kelas kita bukan kelas ayam!"

Tapi Eunhyuk tidak sadar akan satu hal. Ketika tali itu terlepas membuat satu tenaga hilang dan mereka kehilangan keseimbangan. Hingga akhirnya...

Brukk!

Kelas 3-1 pun dinyatakan kalah dalam perlombaan tarik tambang ini. Mereka semua terjatuh dengan tidak elitnya -saling menindih satu sama lain-.

"LEE HYUK JAE!"

"Oops!" Eunhyuk hanya bisa nyengir. Ia memasang wajah tanpa dosanya dan langsung berlari menghindari kejaran teman-temannya.

.

.

Pertandingan selanjutnya adalah lari estafet. Peserta dari kelas 3-1 adalah Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Onew, Kyuhyun, Eunjung, dan Jonghyun. Mereka bertujuh telah siap di posisi masing-masing melawan 4 kelas lain pada gelombang ke-3 ini. Di posisi pertama, tampak Eunjung yang telah siap dengan tongkat estafetnya.

"Fighting!" Sang ketua kelas memberi semangat.

Priitt!

Peluit tanda dimulainya pertandingan telah berbunyi. Kelihatannya Eunjung masih kalah dengan Minho dari kelas 3-4, namun ia tak menyerah dan langsung berlari menyerobot pemain pertama hingga dekat dengan Jonghyun. Eunjung menyerahkan tongkat itu dan langsung berhenti untuk mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Sementara Jonghyun sudah melesat jauh ke depan.

Kali ini kelas 3-1 ada di posisi pertama. Jonghyun yang memang pada dasarnya mampu berlari cepat telah sampai pada Onew. Ketua kelas itu pun tak ingin mengecewakan teman-temannya dan lalu berlari secepat mungkin untuk memberikan tongkat pada Sungmin.

Semua orang di sana terkejut melihat kecepatan berlari Sungmin yang sepadan dengan atlet pelari nasional. Mungkin tiap langkah yang dilaluinya mampu membuat angin topan. Oke, itu berlebihan.

Di depannya, tampak Kyuhyun yang telah bersiap menerima tongkat dari Sungmin. Namun beberapa langkah sebelum tongkat itu diberikan, tak disangka Sungmin tersandung! Ia hampir terjatuh jika saja Kyuhyun tidak langsung memegang pinggangnya. Jadilah posisi mereka berdua seperti orang akan berpelukan, saling menatap tak percaya.

"HEY! INI BUKAN WAKTUNYA UNTUK BERMESRAAN!" seru Eunhyuk kesal ketika melihat pemain lain yang berlari mendahului mereka. Sontak Kyuhyun tersadar dan segera mengambil tongkat itu dari tangan Sungmin. Ia langsung melesat dengan cepat menuju ke Donghae.

Sementara itu Sungmin masih sedikit syok dengan kejadian tadi. Dadanya berdegub kencang. Entah ini karena efek dari lari tadi atau karena apa. Yang jelas saat ini pikirannya benar-benar blank.

Kembali pada pertandingan... Sepertinya kali ini kelas 3-1 kembali memimpin. Setelah menerima tongkat dari Donghae, Eunhyuk langsung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencapai garis finish. Hingga akhirnya suara teriakan pun memenuhi lapangan. Kelas 3-1 berhasil menang di putaran pertama.

Namun...

Sayangnya mereka harus puas karena hanya menang di putaran pertama saja. Karena Eunhyuk terjatuh sewaktu mendekati garis finish di putaran kedua.

.

.

Pertandingan terakhir di hari pertama ini adalah basket. Kelas 3-1 mendapat giliran pertama untuk melawan kelas 3-2, kelasnya si Big Head Yesung -sebutan khusus dari Kyuhyun-.

"Kita harus menang..." ujar Onew pelan seraya mengepalkan tangan dan menggoyangkannya dengan lemah. Seluruh murid kelas 3-1 tampaknya begitu lelah karena terlalu bersemangat di awal tadi

Brukk!

Hingga sang ketua kelas pun jatuh tak sadarkan diri.

"Onew! Jangan tidur sembarangan!" Sontak Donghae mendapat sebuah jitakan manis di kepalanya oleh Eunhyuk. Sebuah jitakan yang mampu membuat Donghae meringis kesakitan.

"Onew tengah pingsan bodoh!"

"Kita bawa ke ruang kesehatan!" Ucap salah satu petugas kesehatan di sana.

Dan di pertandingan kali ini, kelas 3-1 di diskualifikasi karena seluruh siswanya menemani Onew di ruang kesehatan hingga tak bisa mengikuti perlombaan.

"Jadi, kita menang?" Tanya salah satu siswa tahun ketiga kelas 2.

"Ya, dan sebaiknya kita pergi. Menang dengan cara seperti ini benar-benar memuakkan." Yesung berjalan mendahului teman-temannya menuju bangku penonton. Di sana terlihat Ryeowook yang tersenyum tipis padanya sembari memegang botol minum.

**KyuMin**

"Aigoo... hari yang melelahkan." Donghae meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat pegal. Kyuhyun yang berada di sebelahnya ternyata juga melakukan hal yang sama.

"Dan besok adalah hari melelahkan yang lain," sahut Kyuhyun.

"Setidaknya tidak ada acara berlarian seperti tadi. Oh iya, besok aku dan Eunhyuk menjadi maskot kelas."

"Benarkah? Bukannya baju dari kertas warna-warni itu sama sekali bukan selera Eunhyuk ya?"

"Kalau itu sih semua orang jufa tidak suka."

"Lalu?"

Donghae tersenyum bangga. "Aku dan Eunhyuk akan memakai baju yang bertemakan ikan."

"Eh? Bukannya kalau begitu Eunhyuk malah tambah tidak mau?"

"Itu katamu."

"Huh?"

"Bahkan Eunhyuk sendiri yang mengusulkan ide itu."

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke depan. Ia mendapati Sungmin yang tengah menyebrang jalan. Malam-malam begini kemungkinan besar jarang ada bus yang lewat. Maka dari itu Kyuhyun menelepon supir untuk mengantarnya ke apartemen agar lebih mudah dan murah.

"Hai, Minnie," sapa Donghae.

"Oh? Hai, Hae, Kyu. Kalian menunggu bus juga?" Tanya Sungmin basa-basi.

"Ah tidak. Aku menunggu supir pribadiku. Kyuhyun juga. Kau tahulah malam-malam begini jarang ada bus yang lewat."

"Benarkah? Aku terbiasa di Amerika jadi tidak tahu hal seperti ini."

"Kau.. boleh ikut denganku, Sungmin." Kyuhyun berujar tiba-tiba membuat Donghae dan Sungmin menoleh padanya.

Donghae berdehem. "Yahh... yang mentang-mentang tadi berpelukan di tengah lapangan." Dan langsung dihadiahi tatapan mematikan oleh Kyuhyun.

Sungmin menunduk malu atas kejadian tadi. "Itu kesalahan, Hae!"

Donghae mengedikkan bahunya tak peduli. Tak lama kemudian, supir yang Kyuhyun tunggu datang juga. Sungmin menatap lekat wajah supir itu. Ia mengerutkan keningnya.

'Dia...'

**KyuMin**

Perayaan 100 tahun sekolah - hari kedua...

Kali ini acara akan berlangsung di aula sekolah. Terlihat beberapa kubu dari tiap kelas tengah mempersiapkan segala atribut untuk mendukung temannya yang beraksi di atas panggung. Ada pula yang hanya bersikap cuek dan memasang sikap 'masa bodoh'.

"... No one, no one, no one

Can get in the way of what I'm feeling

No one, no one, no one

Can get in the way of what I feel for you, you, you

Can get in the way of what I feel for you..."

Acara dibuka dengan penampilan salah satu siswa tahun pertama kelas 3 yang membawakan lagu dari penyanyi terkenal Alicia Keys. Bahasa Inggrisnya cukup bagus, komentar salah seorang juri pada juri lainnya.

Sementara itu kita tengok apa yang tengah dipersiapkan oleh kelas 3-1. Mereka sepertinya sedang mendapat masalah.

"Bagaimana ini? Jonghyun yang seharusnya tampil. Tapi dia ternyata ada urusan mendadak dengan keluarganya," ucap Onew panik saat beberapa anak dari kelasnya berada di backstage bersamanya.

"Tak ada waktu lagi. Kita harus segera mencari penggantinya."

Onew menatap Jungmyeon, wakil ketua kelas yang tadi berbicara. "Tapi siapa anak dari kelas kita yang bisa bernyanyi dengan baik tanpa latihan?"

Jungmyeon mengedikkan bahunya. "Kyuhyun?"

"Memang kau pernah mendengarnya bernyanyi?"

"Pernah. Waktu masih di tahun pertama dan kedua hanya dia dari kelas kita yang termasuk dalam tim paduan suara."

"Benarkah? Aku tidak pernah tahu."

Jungmyeon berdecih. "Kalau kau yang diurus hanya ayam saja."

"Sialan! Sudahlah. Coba kau cari Kyuhyun! Kelas kita mendapat giluran ke-5. Setelah itu dia harus ke ruang ganti untuk mempersiapkan fashion couple."

Jungmyeo mengangguk. Ia pun segera keluar dari ruang ganti dan menjelajahi aula yang agak gelap itu karena memang pencahayaan difokuskan ke arah panggung. Namja itu menelisir setiap tempat dengan pandangannya mencari sosok tinggi yang tampan -meskipun banyak yang seperti itu-.

"... Cheoncheonhi georeogalkke hanbal dubal

Naege iksukhan ne balgeoreum hanbal dubal

Jogeumssik meoreojyeogada sarajyeoganda

Jeobeokjeobeok..."

Sementara itu seorang namja yang berada di antara kerumunan orang menatap lekat seseorang yang tengah bernyanyi di sana. Namja itu -Kyuhyun-, tidak mengelak jika memang suara Yesung benar-benar menakjubkan.

Tiba-tiba ia merasa seseorang menepuk bahunya dari belakang. Sontak Kyuhyun menoleh dan mendapati Jungmyeon yang memberinya isyarat agar mengikutinya. Kyuhyun mengangguk. Nanti juga ia akan mendengar alasannya.

.

.

"Apa?! Kenapa mendadak begini?"

Onew memejamkan kedua matanya. Ia sudah tahu rekasi macam ini. "Ini demi kelas kita, Kyu. Yang pernah ijut dalam tim paduan suara hanya kau."

"Ya, tapi bahkan aku belum latihan sekalipun! Kalian tega melihatku kebingungan di atas panggung?"

"Kau nyanyikan lagu apapun, Kyu. Anggap saja kau ingin menyatakan cinta atau apalah itu," ujar Jungmyeon.

"Bahkan orang yang ingin menyatakan cinta saja butuh latihan."

"Ayolah, Kyu... We count on you! Setidaknya kelas kita masih memiliki kemungkinan untuk menang di perlombaan menyanyi ini." Onew memasang wajah se-memelas mungkin. Bahkan Jungmyeon mengambil botol minum dan meneteskan beberapa tetes air di pelupuk mata Onew. Mereka memang berlebihan.

Kyuhyun mendengus. "Bagaimana jika aku tetap tidak mau?"

"Kyuhyun... ini adalah tahun terakhir kita di sekolah. Paling tidak kau bisa mengukir kenangan manis lewat acara perayaan ini. Kau juga bisa menyatakan cinta lewat sebuah lagu. Siapa tahu si Dia itu sangat peka."

"Sok tahu sekali kalian dalam masalah cintaku.."

"Kyuhyunn.. -"

"Baiklah... peserta selanjutnya adalah perwakilan dari kelas 3-1! Beri tepuk tangan yang meriah!"

Kyuhyun mengehela nafas. "Oke.. oke... aku akan menggantikan Jonghyun. Tapi jangan protes kalau suaraku jelek!"

"Kau terlalu merendahkan diri, Kyuhyunnie." Onew menepuk sayang bahu Kyuhyun. Namja itu kembali mendengus. Tidak ketua, tidak wakil, mereka sama ajaibnya.

Kyuhyun berbalik menghadap cermin. Sepertinya ia tidak perlu merubah penampilan. Tapi sekarang bukan itu masalahnya. Ini tentang lagu. Apa yang ia nyanyikan nanti? Namja itu sama sekali tidak memiliki ide.

"Onew, lagu apa yang harus aku bawakan?"

"Hmm... lagu ini saja."

.

.

"Murid-murid! Inilah penampilan dari salah satu siswa kelas 1 tahun ketiga!"

Dengan langkah pelan Kyuhyun berjalan keluar. Ia menelan ludah menahan kegugupan yang melanda. Menjadi pusat perhatian seperti ini benar-benar menyebalkan. Apalagi Onew memberikan lirik yang tidak terlalu di hafalnya.

Hahh... Namja itu mendesah. Baiklah... cukup lakukan yang terbaik.

Neoreul johahandaneun geu mareul

Chama hal su eobseosseo

(Aku tak tahan untuk mengatakan 'aku menyukaimu')

Geunyang idaero ni yeope isseodo joha

(Hanya berada disampingmu seperti inipun tak mengapa)

Geudae hanbeonman deo yonggireul naebolkka

Nae mameul jeonhaebolkka

(Benar, aku harus memberanikan diri sekali lagi, apakah aku akan menyampaikan isi hatiku?)

Ireon nae mamdo moreugoseo manyang

Hwanhage utneun neo

(Kau bahkan tak mengetahui perasaanku dan hanya tersenyum ceria)

Pandangan Kyuhyun secara tidak sengaja bertemu dengan sosok di belakang yang juga tengah menatapnya dengan wajah datar. Namja itu tersenyum tipis. Mungkin ini yang dimaksud Onew dan Jungmyeon tadi.

Naega neol wonhago itdan mallya

Naega neol bureugo itdan mallya

(Ku katakan padamu, "Aku menginginkamu dan aku memanggilmu")

Nae soneul jaba nae soneul jaba

Irheobeorilkka duryeopjanha

(Genggam tanganku, genggam tanganku, aku takut kehilanganmu)

Kyuhyun semakin bersemangat ketika melihat sosok itu tersenyum padanya. Mungkinkah dia tahu?

Naega neol wonhago itdaneun mallya

Naega neol saranghandaneun mallya

(Ku katakan padamu, "Aku menginginkamu dan aku mencintaimu")

Neol hyanghan nae mam deutgo inni

Baraman bwado apeujanha... Ireoke

(Apakah kau mendengarkan isi hatiku yang tertuju padamu? Terasa sakit meskipun hanya memandangmu)

Sementara itu di kejauhan tampak Yesung dan Ryeowook yang sejak tadi memperhatikan Kyuhyun bernyanyi.

"Dia benar-benar bernyanyi. Ataukah ada orang yang disukainya?" Gumam Yesung pelan. Namun Ryewook tetap bisa mendengarnya.

"Huh? Maksudmu, mantan bawahanmu itu tengah menyukai seseorang?"

"Kurasa. Kedua mata itu bisa mengatakan dengan jelas. Bahkan sejak tadi ia hanya tertuju pada satu fokus. Aku tidak tahu siapa yang menjadi fokusnya. Tapi yang pasti, mungkin itulah orangnya."

Ryeowook mengerutkan keningnya. "Dan sejak kapan kau mulai memperhatikan orang lain?"

Yesung mendesah. "Tidak. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat saja."

Meskipun sedikit bingung, Ryeowook tetap menganggukkan kepalanya seolah mengerti maksud dari pembicaraan ini.

**KyuMin**

Setelah selesai bernanyi tadi, Kyuhyun segera berlari menuju ruang ganti untuk mempersiapkan fashion couple. Ia benar-benar gugup jika harus berdekatan dengan Sungmin nantinya di atas panggung. Aisshh... mungkin seharusnya ia tak menerimanya. Mau bagaimana lagi? Bahkan Onew tak memberinya kesempatan untuk berbicara.

"Kyuhyun, ini tuxedomu. Kau akan berjalan dari sisi kanan, sementara Sungmin dari sisi kiri." Eunhyuk memberikan satu stel pakaian pada Kyuhyun. "Oh iya... penampilanmu tadi bagus."

"Oh? Terima kasih... tapi, Eunhyuk, kau benar-benar ingin menggunakan kostum ikan?"

"Yahh, begitulah. Onew memaksa. Jadi aku memakai ide itu karena kostum ikan membuat wajahmu tidak terlalu terlihat."

"Sepertinya kau benci sekali menjadi pusat perhatian."

Eunhyuk mendengus. "Sudahlah. Pakai saja pakaianmu."

Kyuhyun mengangguk sebelum pergi ke kamar ganti. Sementara Eunhyuk tengah mempersiapkan perlengkapan riasnya. Ia melihat jam dinding. Yeoja itu mengerutkan kening.

'Dimana Sungmin?'

Cklek!

Tepat saat itu juga yang ditunggu akhirnya datang. Sungmin terlihat habis berlari. Nafasnya saja tersengal-sengal seperti itu.

"Maaf, Eunhyukie. Aku ada urusan mendadak tadi."

"Tidak apa, Min. Cepatlah pakai gaunmu. Kita tidak ada waktu lagi. Bahkan kalian belum dirias."

"Oke."

Sungmin mengambil gaun peach di sebelah Eunhyuk dan berlari menuju kamar ganti yang berbeda dengan yang dimasuki Kyuhyun tadi. Sedangkan Eunhyuk masih menunggu satu orang lagi.

"Astaga, playboy itu... bukankah dia bersamaku sejak tadi? Sekarang dia menghilang begitu saja."

Brakk!

Pintu ruang ganti tiba-tiba terbuka dengan tidak elitnya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Tuan Lee Donghae yang memang tengah ditunggu oleh Eunhyuk. Yeoja itu hanya menghela nafas beratnya.

.

.

"Acara selanjutnya adalah Fashion Couple! Bagi para peserta diharapkan untuk segera mengantri sesuai dengan nomor urutnya masing-masing. Dan tidak perlu waktu lama lagi. Kita mulai dari peserta tahun pertama, kelas 1!"

Beberapa pasangan nampak serasi malam ini. Apalagi dengan fashion dari berbagai macam negara yang mereka kenakan. Ada yang menggunakan pakaian ala Eropa, India, Cina, Jepang, Korea, bahkan ala suku Indian juga ada -dan itu menjadi bahan tertawaan bagi seluruh siswa-.

Hingga akhirnya tibalah mereka pada tahun ketiga yang dimulai dari kelas 1. Terlihat Sungmin yang mulai berjalan dengan wajah datar dan pandangan lurus ke depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kyuhyun.

"Mereka seperti model pro," bisik salah satu juri pada juri yang lain.

"Tapi pakaian mereka sederhana sekali."

"Itu bagus. Mereka akan jadi pasangan paling melankolis dari yang lain. Hanya dengan gaun peach selutut yang dipinggangnya terdapat pita yang cantik dan yang pria mengenakan tuxedo hitam dengan kemeja yang juga berwarna peach. Mereka menggunakan tema pesta formal."

Kembali pada Kyuhyun dan Sungmin yang saat ini telah berjalan bersama menuruni tangga dan memutari para siswa yang duduk di tempatnya masing-masing. Jalur para peserta memang telah ditentukan dan akan berakih di panggung secara terpisah namun dari sisi yang berkebalikam dari yang sebelumnya.

Tidak ada yang tahu betapa gugupnya dua insan ini menjadi pusat perhatian setiap siswa. Sungmin yang tampak dewasa namun masih memperlihatkan kesan imut pada riasannya yang tipis. Sementara Kyuhyun tampak begitu tampan dan gagah dengan pakaian itu.

"Hahh... seandainya aku dan Hyukie yang berdiri di atas sana, pasti kami berdua akan menjadi pasangan paling heboh. Kemungkinan besar kelas 1 akan menang," gumam Donghae yang berasumsi seenak jidatnya sendiri. Jika saja Eunhyuk mendengarnya, sudah pasti sebuah jitakan manis akan mendarat di kepalanya.

.

.

Kyuhyun memegang tangan Sungmin ketika mereka telah berada di backstage. Namja itu mengisyaratkan agar Sungmin berjalan mengikutinya.

Lama mereka berjalan hingga sampai di taman sekolah. Kyuhyun berhenti melangkah lalu berbalik menghadap Sungmin. Mereka saling bertatapan. Kyuhyun memegang kedua tangan Sungmin.

"Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Ini adalah yang pertama untukku." Kyuhyun menarik nafas lalu menghembuskannya. "Aku tahu aku bukanlah orang yang romantis. Tapi, maukah kau... berkencan dengan orang yang tidak romantis ini?"

Sungmin terdiam menatap Kyuhyun lama. Ia lalu tersenyum dan mengangguk beberapa kali. Seketika itu juga musim semi muncul di hati Kyuhyun. Jika tahu rasanya jatuh cinta sepeti ini, maka ia akan melakukannya sejak dulu.

"Aku.. aku menyukaimu, Kyu."

Hati Kyuhyun semakin berlonjak kegirangan. Ia mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Menghirup aroma tubuh yeoja itu. Pandangannya tertuju pada bibir pinkish shape-M yang berkilau karena lipgloss yang dipakainya.

Sungmin memejamkan matanya seolah memberikan ijin pada Kyuhyun. Kedua bibir itu pun menyatu. Awalnya hanya menempel biasa, namun semakin lama bibir tebal Kyuhyun bergerak lembut di bibir tipis Sungmin. Seakan ia tak ingin melepasnya untuk selama-lamanya.

**KyuMin**

Kicauan burung mengawali pagi ini. Hari kelulusan... itulah yang para siswa tahun ketiga ini tunggu. Menikmati sesi foto dengan teman-teman yang mungkin tidak akan dijumpai lagi untuk sekian lamanya. Berjabat tangan dengan guru mereka masing-masing.

Tapi satu masalah besar terjadi di kediaman keluarga Cho satu hari setelah hari membahagiakan itu. Sebenarnya masalah ini yang diharapkan Heechul dan Hankyung setelah sekian lama bersabar.

Ryeowook mengangkat koper kosongnya ke atas ranjang. Ia membereskan semua pakaian yang ia kemas dari rumahnya yang ada di Amerika. Yeoja itu telah memutuskan sesuatu yang bahkan tidak pernah disangka oleh siapapun, termasuk ayahnya yang dibuat kaget bukan main.

#Flashback on

"Apa yang ingin kau katakan, Ryeowookie?" Tanya Nourve yang heran ketika putrinya itu mengumpulkan seluruh orang di ruang tengah mansion keluarga Cho.

Yeoja mungil itu menghela nafasnya. "Aku... aku ingin..."

"Kau ingin?" Kali ini Yesung tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

"Aku ingin... membatalkan perjodohan ini."

Semua yang ada di tempat ini begitu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata. Bahkan Heechul tidak mampu mengedipkan matanya.

"Apa maksudmu? Kau yang memaksa perjodohan ini, kan?"

"Aku tahu. Tapi sekarang aku sadar jika aku tidak menyukai Yesung oppa seperti saat kami berdua masih kecil dulu," tutur Ryeowook yang menundukkan kepalanya.

Sementara Yesung mengepalkan kedua tangannya erat. Ia menatap Ryeowook tajam. "Kau tidak bisa melakukan hal ini, Kim Ryeowook. Aku benar-benar mencintaimu!"

"Terserah padamu, Oppa." Yeoja itu beranjak dari tempatnya. "Eommonim, Appanim, terimakasih beberapa hari ini aku mendapat perlakuan yang baik di sini. Aku akan berkemas sekarang."

#Flashback off

Brakk! Yesung membuka paksa pintu kamar tamu itu. Sedangkan Nourve, Heechul, dan Hankyung mengikutinya dari belakang.

"Kau benar-benar ingin melakukannya, Sayang?" Nourve memegang bahu putrinya.

"Ya. Jangan tanyakan ini lagi karena jawabanku akan tetap sama. Aku tidak mencintai Yesung oppa."

"Amerika? Kau akan pergi ke sana kan?" Tanya Yesung tiba-tiba dengan suara lirih. Ryeowook tidak langsung menjawab. Ia tahu jika itu masih ada lanjutannya. "Setelah lulus nanti aku akan mengejarmu, meskipun kau pergi ke bulan!"

Heechul menatap Hankyung dan berbisik, "kau tidak punya cita-cita ingin membawaku ke bulan, Hannie?"

Hankyung mendengus. "Ini bukan saatnya untul membahas hal itu, Chullie. Berdoa saja supaya Ryeowook tidak merubah keputusannya dan putra kita bisa kembali ke rumah ini."

"Kau benar."

Heechul menganggukkan kepala. Setelah itu perhatian mereka kembali tertuju pada perdebatan tiga orang di depan itu yang sepertinya akan berakhir.

"Maafkan aku, oppa. Kurasa aku lebih betah di LA. Terserah jika kau ingin mengikutiku."

Yesung dan Nourve menghela nafas mereka bersamaan. Mereka sangat tahu jika Ryeowook sudah memiliki permintaan, maka tidak ada yang bisa merubahnya dengan mudah.

'Andai saja yang menjadi putra keluarga Cho adalah mantan bawahan yang tampan itu, mungkin aku tidak akan membatalkan perjodohan ini," batin Ryeowook agak sedih.

**KyuMin**

Kyuhyun akhirnya dapat menghirup udara segar di taman mansionnya sendiri. Ryeowook telah membatalkan perjodohan dan kembali ke LA. Sementara si Big Head itu tengah mengejar cintanya. Sekarang tidak ada lagi yang menahan kebahagiannya.

Kecuali...

"Kyuhyun, eomma dan appa telah mendaftarkanmu di salah satu universitas di Inggris, Universtas Cambridge. Kau akan berangkat tiga hari lagi," ujar Hankyung.

"Eh? Kenapa cepat sekali?"

"Ya, agar kau bisa beradaptasi di lingkungan barumu sebelum tahun ajaran baru dimulai."

"Baiklah, tapi... ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada kalian." Kyuhyun memandang orangtuanya bahagia.

"Siapa, Kyuhyunnie?" Tanya Heechul.

"Kekasihku. Dia akan aku bawa nanti malam pukul setengah tujuh. Kalian ada di rumah kan?"

"KEKASIH?!" Hampir saja Hankyung menyemburkan kopinya jika saja tidak segera ditahan oleh tangan kirinya.

Kyuhyun menganggukkan kepala.

.

.

Sungmin berdehem kecil. Entah kenapa suasana makan malam kali ini begitu menegangkan. Ia pun segera mengetikkan sesuatu pada ponselnya dan menekan tombol 'send'.

"Jadi, kau adalah kekasih putraku, Cho Kyuhyun?" Tanya Heechul dengan suara yang agak menyeramkan.

"I.. iya, eommonim."

"Jangan takut, eommaku memang seperti itu," bisik Kyuhyun.

"Bagaimana dengan,-"

Ucapan Hankyung terpotong ketika mendengar suara sirine mobil yang tiba-tiba terdengar. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

"Sial! Bagaimana polisi itu bisa tahu?" Hankyung melirik Sungmin yang kelihatan kebingungan. "Segera siapkan mobil! Kita akan pergi lewat gerbang belakang!"

Hankyung dan Heechul segera berlari menuju garasi yang berada di belakang mansion diikuti dengan seluruh anak buah mereka. Sementara itu Kyuhyun yang akan mengikuti orang tuanya, namun tidak bisa karena tangannya tengah ditahan oleh Sungmin.

"Sungmin..."

"Kau tidak akan kemana-mana, Cho Kyuhyun, putra dari Bos mafia, Cho Hankyung." Sungmin mengeluarkan pistol yang ia sembunyikan di dalam tas.

Kyuhyun yang masih tidak mengerti dengan situasi ini hanya bisa menatap Sungmin bingung. "Apa maksudnya ini, Min?"

Sungmin menyeringai. "Panggil aku noona, Sayang. Usiaku lima tahun lebih tua darimu dan aku adalah..." Sungmin mengeluarkan kartu identitasnya, ".. agen FBI, Lee Sungmin."

Deg!

Saat itu juga Kyuhyun merasa begitu sakit hati. Dunianya runtuh seketika. Orang yang ia percayakan agar menjaga hatinya dengan baik, malah dengan mudahnya diinjak-injak bagai sampah tak berguna.

"Jadi selama ini kenangan yang kita buat..."

"Itu BULLSHIT, Tuan Muda Cho! Aku tidak pernah menyukaimu. Kau hanya aku manfaatkan untuk memenuhi tugasku menangkap jaringan mafia di Korea Selatan."

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya erat. Ia melihat pistol di tangan Sungmin. Kebetulan yeoja itu kini tengah dalam posisi lengah. Sehingga ia bisa dengan mudah menepuk keras tangan Sungmin dan pistol itu pun jatuh ke lantai. Kesempatan ini Kyuhyun gunakan untuk kabur mengikuti jejak orang tuanya.

"SEGERA TANGKAP DIA!" Seru Sungmin kala melihat petugas keamanan mulai memasuki mansion dengan segala persenjataan. Mereka melihat Kyuhyun yang berlari ke arah belakang dan segera mengikutinya.

Sungmin menghela nafas. Kedua matanya memerah menahan air mata yang memaksa ingin keluar. Hatinya juga sakit ketika kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

'Maafkan aku, Kyu.'

.

.

To Be Continue…

….

Okehh... saatnya balesin review ^^

Orange girls: Sebenernya sih gak gitu hehe :D tapi udah baca chap selanjutnya kan?

Abilhikmah: kenapa sama kyu?

Park Heeni: Iya, beberapa hari gak bisa liat review. Cuma kyu aja yang ortunya mafia. Yesung yakuza. Sementara min.. udah tau kan..

Wdespita elfjoy: Iya dong.. mereka selalu bersama :v .. ini udah lanjut

SuniaSunKyu137: ehem ehem yang gimana yah? #authorAmnesiaMendadak .. iya nanti dibuatin, tapi tunggu chapter depan hehe..

PaboGirl: Sebenernya bukan berebut sih, tapi perjanjiannya udah tahu kan.. entah ada apa ya di balik itu? Ada cangkang Ddangko kah? #plakk

Ratihsusi31: ini udah next.. makasih ^^

Ovallea: kapan-kapan deh buat yaoinya. Hehe :v

Michiko Haru: Udah pasti teamnya Chitoge dong. Ini udah next

PumpkinEvil137: Iya sama-sama ^^ Ryeowook gak terlalu berperan di hubungan KyuMin kok.. dia kan bukan kambing #oops

Dewi . k . tubagus: Ryeowook Cuma demen aja, gak ganggu kok ini udah lanjut :D

Ratu kyuhae: Yaa… dan semoga chapter yang ini jauh di luar perkiraan #smirk #plakkk ini udah lanjut ^^

Well, terima kasih buat yang udah review yaaa….. monggo reviewnya di chapter ini. Bye- *KissAtuAtu

Kamsahamnida ^^ #bow