HARD LIFE and LOVE

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D This story is mine.

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : General, Romance

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Sungmin adalah anak bungsu dari Presiden Direktur Tan Group. Manja sekali. Tapi di saat dia bertemu Kyuhyun, seorang penyanyi di cafe, dia jatuh cinta pada Kyuhyun. Untuk mendekati Kyuhyun, akhirnya dia menyembunyikan identitasnya. KyuMin Genderswitch! Ada ZhouRy, SiBum, 2Min tapi hanya sebagai selingan saja :D

HARD LIFE and LOVE

"Nona muda? Mengapa kau memanggilnya begitu?" tanya Ibu Pemilik Rumah heran.

Sang pemilik suara, yang tak lain adalah Kangin, Ayah Kyuhyun, segera angkat bicara.

"Ah, maaf sepertinya aku salah mengenali orang. Oh ya, blendermu aku taruh di dapur. Katanya mau segera kau pakai."

Ibu Pemilik Rumah percaya dan kemudian bergegas keluar dari kamar Sungmin meninggalkan Kangin dan Sungmin sendirian. Kangin segera menutup pintu kamar.

"Kangin ahjussi?" tanya Sungmin tak percaya melihat Kepala Bagian Penjualan Tan Group, sekaligus Ayah Kyuhyun, ada di sini.

"Nona muda mengapa menyewa kamar disini?" tanya Kangin langsung.

Sungmin menghela nafas, lalu duduk di lantai. Kangin ikut duduk di lantai.

"Umma menghukumku. Aku harus hidup mandiri dan bekerja minimal di tiga tempat. Aku hanya diberi uang saku lima puluh ribu won per bulan, selebihnya aku harus cari uang sendiri. Ini saja bayar kamar sewa untuk tiga bulan aku pakai uangku yang aku temukan secara tidak sengaja di laci mejaku. Kuanggap itu tabunganku, dan sekarang sudah kugunakan untuk membayar sewa. " Jawab Sungmin sedih.

Kangin terbelalak. "Jadi, jadi nona muda akan hidup sendirian dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan nona muda?" tanya Kangin.

Sungmin mengangguk. "Ne, ahjussi. Makanya tadi aku berbohong pada Ibu pemilik rumah. Kubilang namaku Jung Sungmin agar dia tidak curiga." Kata Sungmin. "Oh iya ahjussi, tolong jangan bilang pada siapapun tentang hal ini ya. Juga jangan bilang Umma dan Siwon Oppa kalau aku menyewa kamar di tempat ini. Aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa mandiri tanpa bantuan mereka."

"Nona muda, anda tidak akan sendirian. Kedatangan anda selalu terbuka di rumah saya, rumah saya tepat ada di samping kiri rumah ini. Nona muda bisa datang kapan saja."

Sungmin menggeleng. "Aku tidak mau merepotkan. Oh iya, ahjussi. Bisakah ahjussi mencarikan info tempat yang membuka lowongan kerja? Di tiga tempat saja, ahjussi."

Kangin mengangguk. "Tentu saja nona."

"Terima kasih, ahjussi. Ahjussi boleh pergi, aku mau menata pakaianku dulu. Sekali lagi terima kasih, ahjussi."

: HARD LIFE and LOVE :

"Taemin! Cepat turun!" seru Leeteuk.

Suara gedubrakan Taemin yang menuruni tangga terdengar sampai ke ruang makan. Keluarganya geleng-geleng kepala mendengarnya.

"Yaa.. Kalau turun tangga jangan serampangan seperti itu. Kau sudah pernah jatuh dari tangga, mau jatuh lagi?" Tegur Kangin.

Taemin meringis. "Mianhae, Appa."

"Eh Kyu, kau tahu tidak, tiga tempat yang sedang membuka lowongan pekerjaan?" tanya Kangin pada Kyuhyun.

"Aku hanya tahu dua. Satu, di perpustakaan universitasku. Butuh penjaga perpustakaan. Yang kedua, di kafe tempatku bekerja. Kami butuh pelayan karena semakin lama kafe kami semakin ramai, bahkan Bos sudah memutuskan akan memperluas kafe dengan membeli tanah yang ada di sebelah kafe." Jawab Kyuhyun panjang lebar.

Kangin menelan ludah demi mendengar jawaban anaknya. Dia tahu nona mudanya tidak akan betah menjadi penjaga perpustakaan atau yang lebih parah, pelayan. Dia sudah terbiasa hidup enak dan dilayani.

"Kalau kau, Taemin?" Kangin ganti bertanya pada anak perempuannya.

Taemin meneguk susunya. "Ada. Di toko CD dekat sekolahku. Butuh penjaga baru. Toko itu ramai sekali, apalagi sekarang. Kan beberapa artis sudah mau comeback sambil mengeluarkan album baru."

Kangin mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ya sudah, terima kasih."

"Memang ada apa sih Appa?" tanya Kyuhyun penasaran.

Kangin tersenyum kecil. "Appa hanya ingin membantu seseorang."

"Siapa?" tanya Taemin.

Kangin menggeleng. "Maafkan, Appa tidak bisa memberi tahu kalian. Orang itu telah meminta Appa untuk tidak mengatakan pada siapapun. Appa terlalu menghormatinya, Appa tidak bisa mengkhianati kepercayaannya."

Taemin mengangguk-angguk. "Oh, pasti atasan Appa ya. Eh, tapi kalau atasan Appa, untuk apa dia butuh lowongan pekerjaan?"

Kangin tersenyum. "Sudah, jangan tanya-tanya!"

Tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi. Leeteuk langsung pergi untuk membukakan pintu. Setelah itu, dia kembali bersama seorang pemuda.

"Ah, Minho!" seru Taemin kaget.

Pemuda bernama Minho itu tersenyum.

"Hai, Taemin. Aku lewat dan aku ingat rumahmu ada di sekitar sini. Apakah aku menganggu?" tanya Minho.

"Tentu saja tidak." Jawab Taemin malu-malu.

Sementara itu Kangin melongo tak percaya. Putra kedua alias pewaris Jung Corp sedang berdiri di depannya, ada di rumahnya!

"Appa, sudah dong!" seru Taemin.

Kangin segera tersadar. Buru-buru dia berdiri dan menyalami Minho.

"Tuan Minho, saya sungguh tidak menyangka Tuan Minho akan datang ke rumah ini. Ini sungguh suatu kehormatan untuk keluarga kami!" kata Kangin. "Silahkan duduk, Tuan Minho."

Minho duduk di samping Kyuhyun. "Jangan panggil aku Tuan. Cukup Minho saja, Kangin ahjussi." Kata Minho dengan suara rendahnya yang khas.

"Tunggu sebentar, akan aku siapkan makannya." Kata Leeteuk yang dari tadi hanya diam, lalu bergegas pergi ke dapur.

Kyuhyun menyenggol Minho. "Hei, jadi kau yang namanya Jung Minho?" tanya Kyuhyun langsung.

"Ne, Kyuhyun-ssi." Jawab Minho sopan.

"Minho! Orang gila seperti dia jangan kau panggil seperti itu, panggil pabo saja!" seru Taemin.

Kyuhyun menjitak kepala Taemin. "Yaa! Jamur jelek! Diam saja!"

"Ah, segitu saja Oppa sudah marah. Dasar!"

Minho tersenyum. "Ah, kalian ini lucu sekali. Apakah kalian seperti ini terus setiap waktu?"

"Mereka memang seperti itu terus." Sahut Kangin.

"Kalian beruntung sekali. Aku tidak pernah bercanda dengan kakakku, dia terlalu sibuk dengan urusannya sendiri." Kata Minho sedih.

Kyuhyun menatap Minho. "Maksudmu, Jessica Jung yang sibuk dengan pemotretan dan fashion show nya itu?"

Minho mengangguk. "Unnie memang seperti itu, sibuk sendiri dengan dunia modelling nya. Sedangkan aku juga sibuk, Appa sudah mempersiapkanku untuk menjadi pewaris Jung Corp."

"Yaa! Memangnya umurmu berapa?" tanya Kyuhyun kaget.

"Sama dengan Taemin, baru tujuh belas tahun."

"TUJUH BELAS TAHUN?!" seru Kyuhyun.

Taemin menjitak kepala kakaknya. "Oppa, yang sopan. Dia pewaris Jung Corp, loh.."

Kyuhyun menatap Minho tak percaya. Minho lebih muda dua tahun darinya dan dia bahkan sudah dipersiapkan untuk menjadi pewaris perusahaan besar.

"Umur semuda ini kau sudah belajar semuanya mengenai perusahaanmu? Daebak.. Daebak.." Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

Minho tersenyum. "Sudah takdirku dan aku harus menerimanya."

Kyuhyun berdecak. "Wah, kau hebat sekali. Aku harus belajar darimu! Kalau besok kau menjadi Presiden Direktur Jung Corp, bolehkah aku bekerja di sana?"

Minho tertawa. "Tentu saja, Kyuhyun-ssi."

"Panggil aku hyung saja. Aku jadi kelihatan tua kalau kau panggil formal begitu." Sergah Kyuhyun.

"Makanan datang!" seru Leeteuk, menghentikan semua aktivitas ngobrol di meja makan tersebut.

: HARD LIFE and LOVE :

Walaupun ruang kerjanya full AC, tapi hati dan kepala Siwon tak ubahnya seperti neraka, panas sekali. Dia sangat khawatir ketika tadi pagi dia mendapati Sungmin sudah tidak ada di kamarnya. Dia ingin mencari Sungmin tapi deathglare dari Ibunya membuatnya tidak berkutik.

Siwon mengangkat telepon yang ada di meja dan memencet angka satu, nomor telepon meja sekretarisnya. Dia ingin menyuruh sekretarisnya mencari dimana Sungmin tinggal, karena seluruh rumah dan kamar sewa yang ada di Seoul pastilah terdaftar di website Rumah Sewa Seoul. Jika tidak terdaftar, itu pasti ilegal dan tidak mendapat izin dari pemerintah.

"Kau cari data seluruh kamar sewa di Seoul. Cari Sungmin!" perintah Siwon begitu teleponnya diangkat.

"Baik, Tuan muda."

Siwon membanting teleponnya. Dia duduk di sofa. Tak terasa matanya memanas, air mata menggenang di pelupuk matanya.

"AAAARRGGHH!" seru Siwon kesal.

Siwon menangis. Mengejutkan, karena terakhir kali Siwon menangis adalah saat dia berusia enam tahun, saat dia jatuh dari sepeda. Dan kini, dia menangis lagi setelah tujuh belas tahun berlalu.

"Sungmin.. Maafkan Oppa, maafkan Oppa.." lirih Siwon sambil memegangi dadanya.

Sakit, rasanya sakit ketika Siwon sama sekali tidak tahu keadaan adiknya. Rasanya sakit ketika satu-satunya adik perempuannya hidup sendirian dan harus bekerja sendirian. Hati Siwon sakit, dia tidak tega. Dia tidak rela.

Pintu ruangan Siwon menjeblak terbuka. Kibum masuk, rambut panjangnya berkibar karena berlari-lari kecil.

"Siwon, Siwon ada apa?" tanya Kibum panik.

"Sakit... Kibum. Sakit.." lirih Siwon.

"Apanya yang sakit Siwon? Katakan padaku!"

"Sungmin.. Dimana dia sekarang.. Sakit.. Hatiku sakit.. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik.. Aku bukan kakak yang baik.." isak Siwon.

Kibum merengkuh Siwon ke dalam pelukannya. Dia mengelus-elus punggung kekasihnya, berusaha menenangkannya.

"Sungmin akan baik-baik saja, Siwon. Kita akan mencarinya bersama-sama. Kita akan temukan dia, kau mengerti? Kita akan mencarinya.. Kita pasti bisa bertemu dengannya. Aku janji, aku janji."

Telepon di meja Siwon berdering. Kibum bangkit dan mengangkat teleponnya.

"Ini aku Kibum." Kata Kibum segera.

"Ah, Nona Kibum, saya sudah mencari datanya tapi tidak ada yang bernama Tan Sungmin. Ada tiga Sungmin, tapi marganya berbeda dan saya sudah cek bahwa ketiga Sungmin itu bukanlah Nona muda Sungmin."

Kibum langsung menutup teleponnya. Dia menatap kekasihnya yang masih menangis sambil terduduk di sofa.

"Sungmin tidak terdaftar di rumah sewa manapun, Siwon.." kata Kibum getir.

Tangisan Siwon semakin keras. Kibum buru-buru mendekatinya dan memeluknya.

"Kita akan menemukannya, Siwon. Pasti."

: HARD LIFE and LOVE :

Keadaan Zhoumi di China tak beda jauh dengan Siwon. Seharian ini dia sama sekali tidak fokus bekerja, pikirannya hanya tertuju pada Sungmin. Dia sangat terkejut saat menerima kabar dari Siwon bahwa Sungmin langsung pergi dari rumah tanpa meninggalkan pesan apa-apa.

Saking frustasinya, Zhoumi tidak mau menemui siapapun. Bahkan Henry kekasihnya, yang datang menemuinya saja ditolaknya. Henry datang setelah ditelepon sekretaris Zhoumi. Lalu Henry menghubungi Siwon dan mendapatkan cerita yang sama tentang kepergian Sungmin. Tapi Henry masih setia menunggu di depan pintu ruang kerja Zhoumi. Berkali-kali dia mencoba membujuk Zhoumi agar mau membukakan pintu untuknya.

"'Mi, buka pintunya. Kita perlu bicara. 'Mi, kumohon." Henry kembali mencoba.

Zhoumi tak tahan lagi. Dia bangkit dan membuka pintu ruang kerjanya. Seketika, Henry langsung menghambur memeluknya.

"'Mi, tenangkan dirimu. Tenang.." kata Henry menenangkan.

Masih tetap dipeluk Henry, Zhoumi menutup pintu ruang kerjanya.

"Kasihan Sungmin. Aku tidak tega.." lirih Zhoumi.

Henry mengeratkan pelukannya. "Sungmin adalah gadis yang tegar, Zhoumi. Siwon pasti bisa menemukannya."

"Aku ingin mencarinya, Henry.." Air mata mulai keluar dari kedua mata indahnya.

Henry melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua bahu Zhoumi dan menatap Zhoumi tepat di kedua manik matanya.

"Zhoumi, Siwon pasti bisa menemukannya. Kau punya tanggung jawab yang besar disini. Kau tidak bisa seenaknya saja meninggalkan pekerjaanmu. Sejauh yang aku tahu, kekasihku adalah lelaki yang bertanggung jawab, 'Mi."

Zhoumi menggeleng. "Aku juga bertanggung jawab pada adikku, 'Ry. Aku harus menemukannya, Henry. Kalau perlu aku akan membawanya ke sini, ke China, agar dia bisa jauh dari Umma. Agar Umma tidak menghukumnya lagi. Aku akan membawanya ke sini, agar kehidupannya bisa kembali seperti dulu lagi.."

"Kau tahu itu tidak mungkin.."

"Itu sangat mungkin! Aku kakaknya dan aku bisa! Apalagi ada Appa di sini. Aku yakin Appa akan setuju, begitu pun Siwon. Ini semua demi Sungmin, 'Ry.. Aku sangat mencintai anak itu. Walaupun dia usil, suka jahil, boros, suka seenaknya sendiri.. Tapi aku menyayanginya, 'Ry. Dia adalah permataku di hidup ini. Tiga wanita yang sangat aku sayangi, dan aku tidak akan membiarkan mereka menderita, tersakiti, dan menangis adalah Umma, Sungmin, dan kau, 'Ry. Kau harus mengerti perasaanku, 'Ry.. Sakiitt.. Aku gagal menjadi seorang kakak, aku gagal menjaganya, 'Ry.." isak Zhoumi.

Henry terhanyut oleh perasaan sedihnya. Dia pun mulai meneteskan air matanya. Meskipun jarang bertemu dengan Sungmin, tapi Henry juga sayang pada Sungmin.

"Zhoumi, bersabarlah. Siwon akan menemukannya, dia akan menemukannya. Kau tenang saja.."

: HARD LIFE and LOVE :

Heechul terdiam begitu membaca pesan dari suaminya. Sebenarnya bukan maksudnya untuk membiarkan Sungmin menderita. Dia hanya ingin memberi pelajaran hidup pada Sungmin. Bagaimana susahnya mencari uang, bagaimana susahnya hidup sendirian.

Saat dia tahu kalau Sungmin pergi tanpa meninggalkan pesan, dia sangat khawatir. Tapi, karena rasa gengsinya yang besar, dia berusaha cuek.

Dan sekarang Heechul merasa bersalah. Tidak seharusnya dia mengusir anaknya, lagi pula anaknya adalah seorang perempuan. Heechul merasa seperti Ibu yang gagal.

Sekali lagi Heechul membaca pesan dari suaminya, air matanya menetes. Pesan dari suaminya menusuknya tepat di ulu hatinya yang paling dalam.

From : Nae yeobo

Chagi.. Bukan seperti itu caranya. Kenapa Sungmin bisa sampai pergi tanpa meninggalkan apa-apa? Sekarang kita tidak tahu dimana dia. Dia anak perempuan, Demi Tuhan. Setega itukah kau padanya? Jika kau ingin memberinya pelajaran, sewakanlah dia kamar dan tempatkan beberapa orang untuk mengawasinya. Kalau dia sendirian seperti ini, kasihan dia. Sungguh, kau kejam sekali pada anakmu. Jangan berlaku seperti ini lagi, cepat temukan Sungmin. Jika kau masih ingin menghukumnya, lakukan apa yang kusuruh. Jangan kelewatan batas. Kau harus selalu awasi dia. Jika kau memang tidak bisa mengawasinya, Sungmin akan aku bawa ke China.

Heechul menghapus air matanya ketika mendengar suara pintu ruang kerjanya diketuk.

"Masuk."

Pintu terbuka dan sekretarisnya masuk.

"Bagaimana?" tanya Heechul langsung.

"Saya sudah mengecek ke website, tapi tidak ada yang bernama Tan Sungmin. Ada tiga Sungmin yang lain, dan saya sudah cek bahwa mereka sama sekali bukan Nona Sungmin."

"Keluarlah." Kata Heechul getir.

Sang sekretaris membungkukkan badannya lalu keluar dari ruang kerja Heechul. Sepeninggal sekretarisnya, Heechul menundukkan kepalanya.

"Maafkan Umma, chagi.."

: HARD LIFE and LOVE :

Setelah mendapatkan informasi dari Kangin, hari itu juga, Sungmin langsung menuju ke Kyunghee University. Tepatnya menuju perpustakaan Kyunghee University.

"Annyeong haseyo!" sapa Sungmin pada seorang gadis yang sedang berjaga di perpustakaan.

"Annyeong haseyo. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis itu.

"Saya dengar di sini butuh penjaga perpustakaan. Saya ingin mendaftar." Kata Sungmin.

Gadis itu tersenyum. "Duduklah dulu, akan kupanggilkan Minhye ahjumma."

Gadis itu pergi dan kemudian kembali bersama seorang Ibu paruh baya yang pastilah Minhye ahjumma. Sungmin berdiri dan membungkukkan badannya.

"Nama?" tanya Minhye.

"Jung Sungmin." Jawab Sungmin cepat.

Ibu Kepala Perpustakaan mengamati Sungmin dari kepala sampai kaki.

"Kau tahu.. Kau mirip sekali dengan Sungmin anak keluarga Tan itu."

Sungmin terperanjat. Dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya.

"Ah, Anda bercanda. Mana mungkin saya mirip dengan Tan Sungmin yang cantik, pintar, dan kaya itu." Kata Sungmin, memuji diri sendiri.

Ibu Kepala Perpustakaan mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

"Benar sekali. Tan Sungmin tidak mungkin sepertimu. Dia kan cantik dan anggun sekali. Ah, mataku sudah kabur, salah lihat."

Sungmin melongo. Dia merasa sedikit kesal. Kalau saja dia sedang menjadi Tan Sungmin, pasti dia akan langsung memarahi Ibu Kepala Perpustakaan yang tidak sopan ini.

"Kau diterima tanpa wawancara. Besok cepat datang kerja. Jam sembilan pagi sampai jam satu siang kau bekerja. Mengerti?"

Sungmin mengangguk. "Ne!"

Ibu Kepala Perpustakaan pergi meninggalkan Sungmin dan gadis yang tadi ditanyai Sungmin.

"By the way, namaku Luna." Kata gadis itu.

"Salam kenal, Luna. Aku pergi dulu ya, aku masih ada urusan."

Sungmin keluar dari perpustakaan. Dia menapaki lorong-lorong Kyunghee University. Mau tak mau Sungmin kagum dengan universitas ini, dan dia jadi ingin kuliah disini.

: HARD LIFE and LOVE :

Sungmin keluar dari Toko CD Bingeul's dengan hati gembira. Sama seperti di perpustakaan, dia langsung diterima bekerja. Jam kerja Sungmin adalah jam setengah dua sampai jam setengah enam. Dan kini saatnya Sungmin pergi ke Rainbow Cafe.

Sungmin sedikit was was karena dia takut tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tugas di perpustakaan cukup mudah, dia hanya tinggal memasukkan data buku yang dipinjam. Tugas di Toko CD pun sama mudanya, hanya tinggal menghitung berapa harga CD yang dibeli.

Jarak Rainbow Cafe dan Bingeul's tidak begitu jauh. Hanya 200 m, maka dari itu Sungmin memilih untuk berjalan kaki. Begitu sampai di Bingeul's, seperti biasa Bingeul's ramai.

Sungmin memasuki Bingeul's dan menghampiri kasir.

"Maaf, kalau saya ingin melamar pekerjaan, siapa yang harus saya temui?" tanya Sungmin sopan.

Gadis yang ada di balik meja kasir tersenyum. "Lelaki yang berdiri di sana itu, dia bos kami. Dia pemilik kafe ini, kau bisa bicara dengannya."

Sungmin membungkukkan badannya. "Terima kasih."

Sungmin menghampiri laki-laki yang ditunjuk oleh gadis tadi.

"Annyeong haseyo." Sapa Sungmin.

"Annyeong haseyo."

"Saya dengar di sini ada lowongan pekerjaan. Saya ingin mendaftar." Kata Sungmin langsung.

Laki-laki pemilik kafe itu mengamati Sungmin dengan seksama. Sungmin sampai jengah diamati seperti itu.

"Ah.. Kau mirip sekali dengan – "

"Tan Sungmin, ya, saya tahu itu." Kata Sungmin bosan, karena tadi di Bingeul's dia juga dijuluki mirip Tan Sungmin. "Nama saya memang Sungmin, tapi saya bukan Tan Sungmin. Nama saya Jung Sungmin. Mungkin hanya mirip saja dengan Tan Sungmin."

"Ah, Jung Sungmin. Baiklah kalau begitu, karena kami sedang kekurangan pegawai, kau langsung kuterima. Besok langsung bekerja, jam enam sampai jam sebelas malam. Mengerti?"

Sungmin mengangguk. "Ne! Kamsahamnida!"

: HARD LIFE and LOVE :

Sambil bersiul pelan, Kyuhyun melangkah di lorong-lorong Kyunghee University menuju ke perpustakaan. Dia ada tugas dan perlu referensi buku. Untung saja Kyuhyun sudah pernah membaca buku yang mengandung apa yang dia perlukan, jadi dia tidak perlu susah-susah mencari.

Kyuhyun masuk ke perpustakaan dan langsung menuju bagian musik. Kyuhyun mengambil buku tebal berwarna biru dan langsung membawanya ke meja petugas.

Sungmin yang sedang bertugas sendirian tanpa Luna pun terkejut melihat Kyuhyun yang berdiri di depan mejanya.

"Eh.. Kartu?" tanya Sungmin.

Kyuhyun menepuk dahinya. Dia mengeluarkan kartu perpustakaan dari tasnya dan memberikannya pada Sungmin. Sungmin segera meletakkan kartu itu di bawah sensor barcode, kemudian data Kyuhyun pun keluar. Sungmin mengetikkan nomor inventaris buku di komputer dan kemudian menyimpan data Kyuhyun.

"Luna noona tidak datang hari ini?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menggeleng sambil menuliskan tanggal kembali di kertas yang ada di belakang buku.

"Sekarang kan shift nya diisi berdua denganku, jadinya dia bisa pulang duluan." Sungmin memberikan buku pada Kyuhyun.

"Kamsahamnida." Kata Kyuhyun, lalu pergi.

Sungmin melongo. Dia masih terpana oleh pesona malaikat Kyuhyun.

: HARD LIFE and LOVE :

Seusai bekerja di perpustakaan, Sungmin menyempatkan diri membeli tteopoki di pinggir jalan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Setelah itu dia naik bus dan menuju ke Bingeul's.

Sungmin menghela nafas panjang ketika dia menggigit tteopoki nya.

"Aku kira menjadi penjaga perpustakaan itu pekerjaan mudah. Ternyata capek sekali ya.." keluh Sungmin.

Bus berhenti tepat di depan halte yang jaraknya hanya 10 m dari Bingeul's. Sungmin turun dan segera menuju Bingeul's.

"Yaa! Kau datang tepat waktu! Sini bantu, banyak yang antri!" seru gadis yang Sungmin ajak berkenalan kemarin, Sulli.

Sungmin bergegas menghampiri Sulli dan berdiri di balik meja kasir nomor dua. Dalam sekejap saja antrian langsung penuh. Benar-benar tak ada waktu istirahat bagi Sungmin.

Dua jam setelah itu, barulah toko sepi. Akhirnya Sungmin dan Sulli bisa istirahat.

"Inikah pekerjaanmu tiap hari, Sulli? Mengerikan.." komentar Sungmin sambil menenggak sebotol air mineral.

"Sudah dua minggu aku bekerja sendirian, tanpa Amber. Anak itu pergi kuliah ke luar negeri sih. Rasanya badanku mau hancur. Padahal artis-artis belum comeback sekarang. Untung saja sekarang ada kau, bebanku jadi sedikit berkurang." Kata Sulli.

"Yah, tugas kita akan menjadi lebih berat karena sebentar lagi banyak artis akan comeback." Kata Sungmin getir.

"Aku benar-benar tidak mengerti mengapa Bingeul's sangat populer. Padahal Toko CD di Seoul kan banyak sekali, yang dijual pun sama, harganya pun sama. Tapi sepertinya yang paling laku hanyalah Bingeul's."

Pintu Bingeul's terbuka. Sungmin terkesiap. Kyuhyun baru saja masuk! Ekor mata Sungmin terus mengikuti Kyuhyun. Kyuhyun berhenti di salah satu rak dan kemudian mengambil sebuah CD.

"Aku ke kamar mandi dulu." Pamit Sulli.

Sulli ke kamar mandi, jadilah kini Sungmin kasir satu-satunya. Kyuhyun menghampiri Sungmin dan memberikan CD 2AM yang dibelinya.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin, rasanya dia pernah melihat Sungmin. Tapi dia lupa dimana. Kyuhyun tak ambil pusing, dia segera membayar CD yang dibelinya kemudian segera keluar dari Bingeul's.

: HARD LIFE and LOVE :

Pukul enam tepat, Sungmin tiba di Rainbow Cafe. Pemilik kafe berbadan subur bernama Kang Hodong itu memberikan seragam pelayan pada Sungmin. Sungmin berganti baju di kamar mandi kemudian keluar menuju dapur.

Di dapur, tak sengaja Sungmin bertemu Kyuhyun. Kyuhyun kelihatan sangat terkejut ketika melihat Sungmin, sehingga dia menyemburkan air yang sedang diminumnya dan mengenai baju seragam Sungmin.

"Yaaa! Hati-hati! Bajuku jadi basah!" seru Sungmin kesal.

Kyuhyun menunjuk Sungmin dengan jari telunjuknya. "Kau! Aku melihatmu di perpustakaan, di toko CD, dan sekarang di sini?! Kenapa kau selalu muncul?! Sebenarnya kau ini apa sih? Stalker ku?!"

.

.

.

To Be Continued..

.

.