"Itu surat pengunduran diriku dari agensi ini dan pemberhentian dari segala aktifitasku di Super Junior. Di belakangnya adalah surat pemutusan kontrak antara aku dan SM ent."

"Hyung, kau…"Kyuhyun tak sanggup melanjutkan kata – katanya, dia benar shock membaca lembaran – lembaran kertas yang ada di tangannya.

"Tenang saja, aku belum keluar dari Super Junior. Surat itu harus ditandatangi oleh sajangnim, baru aku resmi keluar dari Super Junior dan SM ent…"

Yesung tersenyum miris ketika mengatakan kertas – kerta apa sesungguhnya yang di pegang oleh Kyuhyun. Sejujurnya dia tak ingin ada member Super Junior yang tahu mengenai berkas – berkas itu, terlebih Kyuhyun, orang yang paling keras menentangnya untuk keluar dari Super Junior. Namun sepertinya takdir memang ingin menempatkannya dalam keadaan sulit, orang yang paling dia tidak inginkan untuk tahu nyatanya malah tahu pertamakali. Dan dia tidak bisa tidak berterus terang kepada Kyuhyun. Dia pun hanya bisa menghela nafas berat.

"..dan rencananya aku akan menyerahkan surat – surat itu kepada sajangnim.. secepatnya.."

PROMISE YOU

By Himi Chan

Cast: Super Junior member

Genre: Family, Brothership

Rated: T

Desclaimer:

All character are belong to God and their self, tapi.. YESUNG boleh buat saya kan?

Warning: OOC

Himi Chan

Present

"..dan rencananya aku akan memberikan surat – surat itu kepada sajangnim.. secepatnya.."lanjut Yesung lirih.

Sungguh, dia tidak ingin memberitahu Kyuhyun tentang ini semua. Tapi hati kecilnya berkata jika Kyuhyun memang berhak tahu segalanya. Jika pada akhirnya Kyuhyun memang akan mengetahui ini semua, dia ingin Kyuhyun tahu bikan dari orang lain, tapi dari dirinya sendiri. Akan lebih menyakitkan nantinya jika dia mengetahuinya dari orang lain, bagaimanapun Kyuhyun begitu berarti baginya.

Kyuhyun hanya diam membisu, membuat Yesung semakin merasa bersalah. Pandangan Kyuhyun masih tertuju pada kertas – kertas yang ada di tangannya. Tak mempedulikan Yesung yang ada di hadapannya. Kepala Kyuhyun semakin tertunduk dalam, membuat Yesung kesulitan melihat raut wajahnya. Begitu canggung, Yesung pun tak tahu harus berbuat apa, karena Kyuhyun terus saja diam dan tak mau memandangnya. Lebih baik jika Kyuhyun berterus terang jika dia marah akan keputusan Yesung daripada Kyuhyun terus berdiam diri membisu seperti ini.

"Kyu.."Yesung mencoba mengalihkan perhatian Kyuhyun dari surat – surat yang ada di tangannya.

Berhasil, Kyuhyun mulai mengalihkan perhatiannya pada Yesung, Kyuhyun memandangnya. Bukan pandangan tajam penuh kebencian, ini berbeda, pandangan yang Kyuhyun berikan pada Yesung begitu berbeda. Pandangan penuh kesedihan, keputus asaan, kehilangan harapan, namun begitu menusuk hati Yesung. Ini kali pertama Yesung melihat Kyuhyun yang seperti ini. Betapa berdenyut hatinya, merasakan rasa sakit, apakah dia benar – benar telah begitu dalam menyakiti Kyuhyun?

"Mianhe.."ucap Yesung, begitu lirih hingga hampir tak terdengar.

Kepalanya tertunduk, dia tak sanggup lama – lama menatap Kyuhyun yang begitu terlihat menyedihkan di hadapannya. Jika mampu, dia ingin menghilang dari hadapan Kyuhyun sekarang juga. Jika mampu, dia ingin berlari sejauh – jauhnya. Tapi tubuhnya membeku, walaupun kakinya gemetaran, dia tak bisaberanjak dari tempat itu.

Kyuhyun berjalan mendekat kearah Yesung, tanpa berbicara apapun. Sebelah tangannya meraih jemari mungil Yesung, kemudian menggenggamnya. Tak lama, dia menyerahkan surat – surat yang tadi di pegangnya kepada pemiliknya, Yesung. Tetap tanpa berkata – kata. Yesung cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, seharusnya Kyuhyun marah, bahkan jika perlu Kyuhyun seharusnya merobek surat – surat itu hingga tak berbentuk. Kyuhyun yang dia kenal dulu, pasti akan melakukan hal itu. Tapi saat ini berbeda. Membuat Yesung semakin ketakutan. Begitu besarkah pengaruh hal yang telah diperbuatnya kepada Kyuhyun? Pikiran Yesung begitu berkecamuk, namun teralihkan begitu dia menyadari Kyuhyun kini berjalan meninggalkannya. Kyuhyun berjalan menjauhinya, menuju pintu kamar Yesung.

Blam!

Pintu kamar Yesung terbanting cukup keras, pelakunya Kyuhyun. Yesung membatu, menatap daun pintu nanar. Pikirannya kalut. Dia telah ditinggalkan. Kyuhyun meninggalkannya. Tanpa berucap sepatah katapun padanya. Jemarinya meremas dadanya yang terasa begitu perih, sakit. Dan tanpa terasa, butir – butir air mata kini mengalir membasahi pipinya. Kakinya yang gemetar sudah tak mampu lagi menopang tubuhnya, dia jatuh terduduk. Merasakan dinginnya lantai keramik di bawahnya. Namun dia tak peduli. Perbuatan Kyuhyun tadi berkali – kali lipat lebih dingin daripada hawa musim dingin bulan ini. Pandangan Kyuhyun tadi berkali – kali lipat lebih menyakitkan daripada rasa sakit yang pernah dia rasakan selama ini. Dia sudah tak tahu apalagi yang bisa dia perbuat selain menangis, hanya bisa menangis.

PROMISE YOU

By Himi Chan

Kyuhyun berjalan meninggalkan kamar Yesung. Kakinya melangkah menuju ke kamarnya sendiri. Ya, kini dia sudah tidak lagi sekamar dengan Sungmin. Dia lebih memilih untuk sendiri saat ini. dia menempati satu kamar yang sudah lama kosong, kamar manager hyung. Dia membuka pintu kamar dan segera masuk lalu menutupnya. Dia tidak segara beranjak dari balik daun pintu. Dia bersandar pada pintu tersebut. Dia mengangkat kepalanya, setelah beberapa waktu lalu tertunduk dalam. Menampakkan raut wajahnya, masih sama seperti tadi, penuh kesedihan dan keputus asaan. Bahkan matanya kini memerah menahan tangis.

"Sebegitu inginnya kah kau untuk meninggalkan kami, hyung?"pertanyaan yang sedari tadi tertahan di pikirannya kini dia keluarkan.

Tak peduli jika tak ada yang menjawab pertanyaannya, pertanyaan yang seharusnya dia tanyakan pada Yesung tadi. Dia sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya lagi. Dia begitu terpukul. Tangisnya pun pecah, meski dalam kebisuan. Salah satu tangannya menutupi kedua kelopak matanya, mencoba menghentikan air mata yang terus keluar dari bola mata beningnya. Meskipun itu sia – sia saja. Dia bukan tipe orang yang mudah menangis seperti Donghae, dia jarang menangis, tapi bukan berarti dia tidak memiliki perasaan.

Haruskah dia kehilang ketiga hyungnya sekarang? Tidak, dia tidak mau lagi kejadian seperti itu terulang lagi. Sudah cukup Hankyung pergi meninggalkannya, sudah cukup hatinya hancur karena kerpergian Hankyung. Dia sudah tidak mau lagi merasakan pahit itu lagi, dia tidak mau menjadi yang ke dua belas, dia ingin menjadi yang ke tiga belas. Meski orang bilang jika angka tiga belas adalah angka sial, tapi tiga belas adalah angka keberuntungan baginya, dan bagi Super Junior. Dia ingin angka tiga belas itu kembali, bukan semakin berkurang.

"Apa yang harus kulakukan?"Tanya nya pada dirinya sendiri.

Dia begitu bingung, otaknya serasa membeku, tak mau berpikir. Dia tak menemukan jalan keluar, dia tak menemukan secercah cahaya pengharapan. Haruskah semua berakhir seperti ini? Haruskah dia menyerah sekarang?

"..aku akan mencoba sekuat tenaga untuk tetap mempertahankan kebersamaan kami, tidak diam saja.."

Tiba – tiba saja sekelebat ingatannya tentang perkataan Changmin beberapa waktu lalu terngiang di pikirannya.

"..Kau tahu, Kyu? Satu hal yang aku sesali dulu adalah, karena aku merasa tak berdaya, dan aku tak melakukan apapun.."

Lagi – lagi kata – kata Changmin berdengung di telinganya, membuatnya terdiam. Berpikir kembali, tentang apa yang sanggup dilakukannya sekarang. Ya, dia masih bisa, dia masih bisa mencoba mempertahankan Super Junior. Dia tidak akan diam saja, seperti orang yang tidak berdaya. Dia tak mau menyesal, dia tak mau menangisi perbuatannya di masa depan. Dia akan terus mencoba, hingga dia tak bisa lagi, hingga tak ada kesempatan untuk berusaha mempertahankan mereka kembali. Benar Kyuhyun, kau tau apa yang kau lakukan.

Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya sekarang menuju ke tempat tidurnya, dia membaringkan tubuhnya dia atas kasur, sedikit me rileks kan tubuh dan pikirannya. Matanya menerawang ke langit – langit kamarnya, pikirannya melayang ke berbagai cara yang bisa dia lakukan untuk mempertahankan mereka. Tak berapa lama dia segera meraih ponsel yang ada di dalam saku celana yang dia kenakan. Masuk ke phone list dan segera mencari sebuah nama yang dia rasa cukup terlibat dalam rencanya. Dia menyeringai ketika menemukan contact person seseoran yang dicarinya. Segera dia menghubungi seseorang tersebut tanpa membuang waktu lagi.

"Yeoboseyo?"suara seseorang terdengar dari speaker ponsel Kyuhyun.

"Yeoboseyo."jawab Kyuhyun singkat.

"Ada apa, Kyuhyun-ah?"tanya seseorang tersebut kepada Kyuhyun.

"Hyung, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."jawab Kyuhyun, mengatakan maksud nya yang sebenarnya, kepada seseorang yang entah siapa itu.

"Tentang apa?"

"Ini tentang….."

PROMISE YOU

By Himi Chan

"Terimakasih atas kerja samanya, kalian telah tampil dengan sangat baik malam ini."ucap seorang pria paruh baya membungkuk kepada sekelompok pria dan wanita di hadapannya.

"Ne, sama – sama PD nim, terimakasih sudah mengundang kami semua untuk ikut memeriahkan acara ini."ucap Yunho, leader dari boy group TVXQ! Mewakili seluruh artis SM ent yang di undang untuk memeriahkan acara KBS Gayo Daejun tahun ini. Mereka semua, TVXQ!, Super Junior, SHinee, F(x), dan Yoona SNSD.

"Baiklah, silakan kalian pulang. Aku tahu kalian pasti sangat lelah. Sekali lagi terima kasih atas kerjasamanya, Yunho-ssi."ucap pria paruh baya yang ternyata menjabat sebagai seorang PD pada acara tahunan KBS tersebut.

"Ne, kalau begitu kami semua kembali dulu, PD-nim. Anyeong hasimnika."ucap Yunho, dia lalu membungkukkan badannya, yang kemudian diikuti oleh seluruh artis SM ent lainnya, bermaksud memberikan hormat dan menjaga citra artis SM ent sebagai agensi yang penuh dengan rasa sopan santun.

Setelah selesai berbasa – basi, mereka segera pergi meninggalkan gedung KBS dan masuk ke dalam mobil maupun van masing – masing, tak terkecuali Super Junior. Kecuali Siwon yang membawa mobil pribadi, seluruh member masuk ke dalam van yang akan membawa mereka menuju dorm. Terkecuali, Kyuhyun, dia tidak ikut berjalan menuju van Super Junior, dia berjalan kearah yang berlawanan. Mendatangi sebuah mobil sedan hitam mengkilap yang memang sengaja menunggu kedatangannya. Dia berjalan semakin mendekat, hingga mencapai muka pintu mobil sedan hitam tersebut, perlahan kaca jendela dari sedan itu turun, menampakkan wajah seorang laki – laki tampan yang tersenyum lebar padanya.

"Ayo masuk, hyung!"perintahnya, yang hanya dibalas dengusan dari Kyuhyun.

Kyuhyun segera meraih kenop pintu dan menariknya, membuka ruang agar dia dapat masuk ke dalam mobil tersebut. Setelah dia berhasil masuk, segera saja dia menyamankan posisi duduknya di samping namja tampan tadi yang menyetir moil sedan hitam ini.

"Hei, Minho-ya."panggil Kyuhyun pada namja tampan yang ternyata adalah member dari bayband hoobaenya, SHinee, Choi Minho.

"Ne?"jawab Minho.

"Aku tidak ingat menyuruhmu untuk membawa orang lain malam ini?"ucap Kyuhyun sembari memandang malas kearah jok penumpang di belakangnya, dimana nampak seseorang yang tengah duduk dengan raut wajah menahan amarah kepada Kyuhyun.

"Hehehe.. em.. aku tidak bisa menolaknya, hyung. Kau sendiri tahu apa yang bisa dia lakukan padaku jika aku menolaknya untuk ikut, apalagi dia tahu kalau aku pergi bersamamu. Padahal sebenarnya aku tak ingin mengajaknya."ucap Minho yang kini merasa agak jengah dengan pandangan menusuk yang dilayangkan manusia yang duduk di belakangnya.

"Ya! Kalian benar – benar tak ingin mengajakku, eoh?"teriak namja yang ternyata adalah Shim Changmin, namja dengan hormone tinggi badan dan nafsu makan yang kelewat besar.

"Ne!"jawab Kyuhyun dan Minho bersamaan.

"Aiisshhh… kalian berdua!"jawab Changmin merajuk.

"Hei, Changmin-ah. Aku tidak pergi bersama Minho untuk bersenang – senang. Lagi pula, aku mengajak Minho karena dia tak ada jadwal hingga esok sore, sama sepertiku. Aku sedang dalam urusan yang sangat penting saat ini, ini bukan waktunya bermain – main. Jika kau memang ingin ikut, sebaiknya kau pikirkan baik – baik terlebih dahulu."ucap Kyuhyun serius, tak ada nada bercanda di dalamnya.

"Aku tahu, karena itu aku harus ikut, seharusnya untuk hal seperti ini kau juga harus membaginya dengan ku! Aku itu sahabatmu, Kyu! Lagipula, aku sudah sengaja mengosongkan jadwalku esok pagi untuk kalian. Apa artinya jika ternyata kalian meninggalkanku sendirian?"

"Terserah, kau saja."ucap Kyuhyun akhirnya, menyerah.

"Baiklah, karena kita sudah sepakat ayo kita berangkat!"seru Minho.

Dia mulai menekan gas, menggerakkan ban mobil sedan itu, melaju di atas aspal jalanan. Jalanan cukup lengang malam itu, mengingat saat ini malam sudah sangat larut, jam 3 pagi. Sebenarnya jika ini adalah hari – hari biasa, maka Seoul akan tetap ramai bahkan hingga jam berapa pun. Tapi saat ini adalah akhir tahun 2012. Dua hari lagi, dunia akan menginjak tahun baru,2013. Banyak orang yang tengah menikmati jatah liburan akhir tahun mereka, menikmati masa detik – detik pergantian tahun, memutar memorial pada tahun ini dan membuat resolusi untuk tahun berikutnya. Sayang sekali hal seperti itu tidak berlaku bagi idol star seperti mereka, Kyuhyun, Minho dan Changmin. Detik – detik akhir tahun yang seharusnya menjadi momen introspeksi diri, hanya menjadi ajang bekerja bagi mereka, itulah tuntutan pekerjaan. Meskipun sebenarnya mereka sedikit tak terima dengan keadaan tersebut, tapi mereka tetap harus menjalaninya, inilah resiko dari jalan yang mereka pilih, sebagai seorang idol star.

Mereka melanjutkan perjalanan dalam diam, sibuk dengan pikiran dan hal – hal mereka sendiri. Minho sibuk menyetir sembari bergumam kecil, mengikuti lirik lagu yang terputar di dalam mobilnya. Changmin, tentu saja dalam keadaan luang apapun dia pasti akan sibuk dengan istri keduanya setelah kulkas, PSP. Kedua tangannya menggenggam benda hitam metalik, matanya tak lepas dari layar benda tersebut, sesekali dia meringis saat musuh berhasil menyerangnya. Sedangkan Kyuhyun, dia hanya diam, tak melakukan apapun. Kepalanya yang tersandar pada sisi jok mobil, menatap kearah kaca jendela, menerawang pada jalanan yang dilewati mobil Minho. Dia kemudian merogoh saku celananya, mengambil ponsel yang dia abaikan sedari tadi. Dia meringis ketika terkejut melihat pemberitahuan di layar ponselnya.

You have:

57 missed calls and 9 messsages.

Dia merutuki kebodohannya karena telah men-silent dan tak memberi vibrasi pada ponselnya ketika melihat pemberitahuan tersebut. Dia mengabaikan list siapa saja yang tengah menghubunginya sedari tadi, dia sudah tahu, tak perlu repot – repot menebaknya, itu pasti panggilan dari seluruh member Super Junior. Dia langsung membuka inbox untuk membaca pesan yang telah dikirim untuknya. Dia membuka dan membacanya satu persatu.

Siwon : Kau dimana, Kyu? Manager hyung bilang, kau ada urusan malam ini? Hati – hatilah di jalan, jangan lupa berdo'a.

Kyuhyun tertawa membaca pesan dari Siwon, hyungnya yang satu ini memang tak bisa lepas dari ajaran Tuhan.

Eunyuk : Ya! Kenapa kau tak bilang kepada kami kalau kau pergi malam ini? Kenapa hanya manager hyung saja yang kau beritahu?

Donghae : Cepat kembali! Aku merindukanmu.

Senyum tipis tergambar di kedua sudut bibirnya saat membaca pesan dari Eunhyuk dan Donghae. Mereka, meskipun mereka tak mengatakan secara langsung di pesan tersebut, dia tahu jika Eunhyuk dan Donghae pasti mengkhawatirkannya.

Kangin : Pulang 2 jam sebelum jadwal atau lebih awal! Aku akan meremukkan tulang – tulangmu jika kau pulang lebih dari itu!

Shindong : Ya, Magnae! Kau membuat semua orang khawatir! Disini sangat berisik!

Kyuhyun kembali tersenyum membaca pesan – pesan di inboxnya. Semua member pasti bertanya – tanya kemana dia pergi malam ini. Tapi setelah membaca pesan Kangin, dirinya sedikit berjengit, dia malah takut untuk pulang jika mengingat kembali ancaman Kangin.

Yesung : Kau dimana Kyu? Kau pergi kemana? Kami sangat mengkhawatirkanmu. Pulanglah dengan selamat.

Sungmin : Kyuhyunnie! Kau membuatku khawatir, kau pergi kemana? Kenapa kau tak menjawab panggilanku? Kau baik – baik saja? Kapan kau akan kembali? Jangan tinggalkan aku!

Ryeowook : Kemana saja kau. Kyuhyunnie? Kau membuat seluruh member khawatir. Kau membuat mood memasakku menghilang. Cepatlah kembali!

Jujur saja, lagi – lagi dia tak bisa melepas senyum dari wajahnya. Untuk sejenak dia melupakan segala beban yang menghantui pikirannya selama ini. Kyuhyun kembali menatap layar ponsel, menjelajahi inbox. Masih ada satu pesan lagi, Kyuhyun lalu membukanya.

Ryeowook : Jika kau tak membalas pesanku, KAU MATI!

Kyuhyun bergidik ngeri membaca pesan yang satu ini, pesan bernada ancaman yang dikirim oleh Ryeowook. Pasalnya, jika saja yang mengirim pesan bernada ancaman ini adalah member Super Junior yang lain, dia tidak akan setakut ini. Dia sudah biasa menghadapi kemarahan member lain, apalagi saat dia menjahilinya. Tapi Ryeowook berbeda, dia hampir tak pernah marah padanya, sama seperti Yesung. Dan mendapat pesan bernada ancaman seperti ini dari Ryeowook, tentu memberikan kesan lain bagi Kyuhyun. Sepertinya, Kyuhyun telah membuat Ryeowook benar – benar dalam keadaan mood terburuknya, ah, dia ingat dia memang sudah membuat Ryeowook tak memiliki mood untuk memasak malam ini.

Tanpa menunggu lagi, Kyuhyun segera mengirim balasan kepada Ryeowook. Tentu saja, dia tak ingin mati di tangan Ryeowook nantinya. Dia mulai mengetik kata – kata untuk membalas pesan Ryeowook, walaupun sebenarnya pesan itu juga ditujukan kepada member lain. Setelah itu dia segera menekan tombol 'send' dan kembali memasukkan ponsel ke dalam sakunya.

Kyuhyun : Aku bersama Changmin dan Minho. Kalian tenang saja, aku baik – baik saja. Aku akan kembali siang nanti.

PROMISE YOU

By Himi Chan

Keadaan masih sama seperti tadi, Minho tetap sibuk menyetir dan memperhatikan jalanan. Kyuhyun tetap memandang jalanan dari kaca dalam diam. Hanya Changmin, yang kini telah tertidur di jok belakang. Saat ini sudah bukan dini hari lagi, langit sudah tidak gelap lagi, langit sudah nampak cukup terang karena mentari kini mulai muncul, meski hanya sedikit menampakkan sinarnya, mengingat ini masih sangat pagi. Sekarang jam 7 pagi, yang berarti mereka telah melakukan perjalanan selama empat jam. Tak heran raut lelah nampak di wajah Minho, begitu juga dengan Kyuhyun.

"Kita sudah akan sampai, hyung."ucap Minho pada Kyuhyun.

Mendengar kata – kata Minho, Kyuhyun segera meraih ponselnya kembali. Dia membuka phonelistnya dan mencari – cari nama seseorang, setelah menemukannya dia segera menghubungi nomor tersebut.

"Yeoboseyo.. Ne, Ahjusshi.. Ne, saya sudah sampai.. Ne.. Ne.. Ghamsahamnida.."ucap Kyuhyun, bercakap – cakap pada seseorang melalui ponselnya, sebelum akhirnya mengakhiri panggilannya.

"Memang siapa yang ingin kau temui disini, hyung?"tanya Minho saat Kyuhyun telah memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya kembali.

"Seseorang.."jawa Kyuhyun singkat.

"Sepenting itukah orang itu hingga kau repot – repot mengunjunginya sampai datang ke Ilsan?"tanya Minho sekali lagi kepada Kyuhyun harus jauh – jauh dating ke Ilsan untuk menemui seseorang, padahal dia tahu jika Kyuhyun tidak banyak memiliki waktu luang karena banyak perkerjaan, sama seperti dirinya.

"Dia sangat penting, karena dia orang yang aku hormati, dan hanya dia satu – satunya yang bisa menghentikan orang itu untuk pergi.."

"Eh?"Minho mengernyit heran mendengar jawaban Kyuhyun.

Jujur saja, Minho benar – benar tak mengerti dengan jawaban Kyuhyun yang didengarnya. Jawaban Kyuhyun begitu aneh, Kyuhyun memang tidak mengungkapkannya secara terang – terangan, begitu tersirat, seperti ada maksud tersendiri.

"Turunkan aku disana, Minho-ya."ucap Kyuhyun sembari menunjuk ke arah sebuah café, satu – satunya café yang sudah buka pada pagi buta seperti ini.

"Baiklah."jawab kemudian memarkirkan mobilnya di depan café tersebut, seperti perintah Kyuhyun.

"Gomawo, Minho-ya. Maaf, tidak bisa mengajakmu dan Changmin masuk ke dalam. Tapi aku akan membawakan kalian makanan nanti."ucap Kyuhyun.

"Tidak perlu, hyung. Selesaikan saja urusanmu dengan orang itu, agar kita dapat segera kembali ke Seoul. Aku dan Changmin hyung akan menunggumu di mobil."jawab Minho dengan tersenyum lembut kearah Kyuhyun.

"Baiklah, aku pergi dulu, Minho-ya."pamit Kyuhyun sebelum akhirnya berjalan pergi meninggalkan mobil Minho dan masuk ke dalam café tersebut.

Minho memperhatikan Kyuhyun dari jauh. Kyuhyun terlihat berjalan masuk ke dalam café tersebut. Café itu masih sangat sepi, tentu saja, siapa yang akan mengunjuni café di pagi buta seperti ini kecuali Kyuhyun. Beruntung pintu serta dinding bagian depan café tersebut terbuat dari kaca transparan dengan sedikit ornament – ornament cantik yang menghiasinya. Membuat Minho dapat leluasa melihat ke dalam café tersebut. Tetap memperhatikan Kyuhyun, Minho melihat hanya ada Kyuhyun di dalam café itu. Kyuhyun terlihat bercakap – cakap sebentar dengan pelayan di sana sebelum akhirnya memilih sebuah tempat duduk dan menunggu seseorang.

"Siapa sebenarnya yang ingin ditemui Kyuhyun hyung?"tanya Minho pada dirinya sendiri, dia begitu penasaran.

Tak lama, sebuah mobil lain parkir tepat di hadapannya. Seorang pria paruh baya terlihat keluar dari mobil tersebut dan berjalan masuk ke dalam café yang sama dimasuki Kyuhyun. Pria paruh baya itu terus berjalan, dia menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun terlihat segera member salam kepada pria tersebut dan mempersilakannya duduk dihadapannya. Minho menyipitkan matanya, mencoba focus untuk dapat melihat wajah pria paruh baya itu dengan jelas.

"Bu-bukankah itu… ayah Sungmin hyung?"

PROMISE YOU

By Himi Chan

FLASHBACK

"Yeoboseyo?"suara seseorang terdengar dari speaker ponsel Kyuhyun.

"Yeoboseyo."jawab Kyuhyun singkat.

"Ada apa, Kyuhyun-ah?"tanya seseorang tersebut kepada Kyuhyun, dan dia adalah manager Super Junior, manager Kyuhyun sendiri.

"Hyung, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."jawab Kyuhyun, mengatakan maksud nya yang sebenarnya, kepada seseorang yang entah siapa itu.

"Tentang apa?"jawabnya.

"Ini tentang jadwalku, boleh aku tahu kapan aku memiliki waktu luang minggu ini?"

"Tunggu sebentar.."sejenak ada suara sedikit berisik dari seberang, namun Kyuhyun tetap menajamkan telinganya, mendengarkan dengan baik apa yang terdengar dari speaker ponselnya.

"Eum.. sayang sekali, Kyuhyun-ah. Sepertinya kau tidak memiliki jadwal kosong minggu ini."ucap manager hyung dengan nada penyesalan.

"Kumohon hyung, tolong teliti sekali lagi, aku hanya butuh waktu setengah hari saja. Itu sudah cukup, kumohon.."Kyuhyun berujar dengan nada memelas, ya, Kyuhyun tak tahu apa lagi yang harus dilakukannya selain memohon kepada managernya.

Manager hyung terdengar menghela nafas berat, di seberang sana dia terlihat membolak balik kertas jadwal dan membuka folder serta file – file yang ada dalam tab yang di pegangnya. Mencoba mencari kemungkinan dimana dia dapat mengabulkan permintaan Kyuhyun, meskipun presentasi nya hanya kecil.

"Aku bisa mengosongkan jadwalmu…"ucap manager hyung yang disambut senyuman merekah dari Kyuhyun.

"…tapi tidak sampai setengah hari, aku hanya bisa memberimu waktu seperempat hari."ucap manager hyung, Kyuhyun yang awalnya tersenyum lebar kini merubah wajahnya menjadi beraut masam.

Ah, bayangkan saja, awalnya dia begitu senang ketika mengira manager hyung benar – benar akan mengabulkan permintaannya, tapi dalam sekejap dia jatuh begitu saja karena apa yang dia dapat belum bisa menjadi seperti apa yang dia inginkan. Tapi bagaimanapun, dia harus mengerti, hal itu memang sangat tidak mungkin. Super Junior sedang berada dalam tanduk ketenarannya sekarang, sangat kecil kemungkinannya untuk memiliki jadwal bebas karena sudah pasti akan ada banyak jadwal yang menantinya. Tapi, untuk saat ini dia merutuk kesal, seperempat hari tidak cocok dengan rencananya, itu tidak akan cukup. Dia butuh lebih lama lagi.

"Apa kau tidak bisa mengusahakannya, hyung?"Tanya Kyuhyun mencoba menawar.

"Mianhe, Kyuhyun-ah. Aku benar – benar tidak bisa. Kalian semua memiliki jadwal yang tidak bia ditinggalkan."jawab manaaer hyung menyesal, tapi dia tetap harus mengatakannya.

"Baiklah kalau begitu, kapan?"Tanya Kyuhyun, sepertinya dia mulai pasrah menerima ini semua, dia akan mencoba mengambil kesempatan dalam waktu yang sempit itu.

"Lusa, jadwalmu akan ku kosongkan. Seharusnya kau ada jadwal latihan bersama member lainnya untuk penampilan kalian di MBC Gayo Daejun. Tapi karena kurasa kau bisa melakukannya tanpa latihan karena tidak banyak perubahan untuk koreografi SFS, kau boleh tidak mengikuti latihan itu. Jadwal mu akan kosong sampai sore hari, tapi tetap saja kau harus pulang siang hari. Kau harus tetap beristirahat agar dapat tampil dengan prima malam harinya, aku tak mau mendengar alasan kau terlambat pulang atau apapun, jika kau melanggar ketentuanku ini, maka lain kali aku tidak akan menolongmu."ucap manager hyung penuh penekanan.

"Baik, hyung. Gomawo."ucap Kyuhyun dan akhirnya memutus hubungan panggilannya dengan sang manager.

Kyuhyun kembali berbaring di tempat tidurnya, dia kembali memikirkan kata – kata sang manager. Dia hanya punya waktu seperempat hari, jika memang dipaksakan maka dalam waktu seperempat hari dia tetap bisa menjalankan rencananya. Tapi… itu sama saja dia cari mati. Dia kembali berpikir, untuk memikirkan bagaimana caranya agar dia tetap bisa mendapat waktu setengah hari tapi tidak melampaui batas yang di berikan manager hyung.

Ah!

Dia baru ingat, bukankah besok dia akan menghadiri acara KBS Gayo Daejun? Itu berarti dia akan pulang dini hari, karena wajarnya acara seperti itu akan berakhir setidaknya jam 3 pagi. Jika dia langsung berangkat saat itu juga, setidaknya dia sudah menambah 3 jam untuk jam kosongnya. Cukup, itu cukup! Namun sekarang yang menjadi permasalahannya adalah, siapa yang akan bersedia mengantarkannya? Kyuhyun tak mungkin pergi kesana sendiri, dan dia juga tak mungkin meminta tolong member lain untuk mengantarnya. Satu – satunya harapannya adalah mereka, Kyu-line. Tapi dia tak mau melibatkan Changmin, namja tiang itu pasti akan sangat heboh. Cuma 'dia', hanya padanya 'dia' bisa berharap. Kyuhyun kembali membuat panggilan, cukup lama dia menunggu panggilannya dijawab.

"Yeoboseyo.. Bisa kita bertemu?"

- U-

Kyuhyun duduk di sebuah bangku di kafetaria SM ent, menunggu seseorang. Tangannya melambai ketika dia melihat seseorang yang ditunggunya berjalan kearahnya. Seseorang dengan perawakan yang tak kalah tingginya seperti dirinya dan Changmin, padahal dia beberapa tahun lebih muda dari Kyuhyun. Dia visual center dari Shinee, Choi Minho.

"Ada apa hyung?"tanya Minho begitu duduk di hadapan Kyuhyun.

"Boleh aku meminta tolong padamu, Minho-ya?"Tanya Kyuhy, sedikit nada ragu terdengar pada kata – katanya.

"Huh?" Minho berjengit heran, pasalnya Kyuhyun, salah satu sunbae favoritnya ini tak pernah meminta sesuatu darinya. Bahkan meminta pertolongan sekalipun. Apa ada keadaan yang benar – benar genting yang membuat Kyuhyun menjadi seperti ini?

"Maaf jika tiba – tiba seperti ini. Tapi aku tak tahu siapa lagi yang bisa aku mintai tolong selain dirimu."ucap Kyuhyun.

"Kenapa kau bertanya seperti itu, hyung? Tentu saja aku pasti akan membantumu."jawab Minho.

"Gomawo, Minho-ya."

"Memang kau memintaku untuk apa, hyung?"Tanya Minho penasaran.

"Tolong antarkan aku ke Ilsan besok."

"Mwo?!"mata Minho terbelalak, kaget. Dia begitu terkejut mendengar permintaan Kyuhyun. Bukan berarti dia ingin menolak, tapi, yang benar saja, perjalanan dari Seoul ke Ilsan membutuhkan waktu lebih dari 3 jam. Belum lagi Kyuhyun memintanya untuk mengantar dia ke Ilsan esok hari, di tengah jadwal mereka yang padat? Jangan bercanda!

"Aku tahu, ini kedengarannya gila. Tapi aku benar – benar harus kesana."Kyuhyun menjawab keterkejutan Minho dengan raut wajah serius.

"Apa kau sudah memikirkannya baik – baik, hyung?"Tanya Minho sekali lagi, untuk meyakinkan.

Kyuhyun mengangguk, raut wajahnya menjelaskan sebuah keyakinan yang kentara jelas. Tak ada sedikitpun keraguan yang terpancar dari bola matanya. Tak ada yang bisa menghalangi dirinya, keinginannya. Namun, sedetik kemudian raut wajahnya berubah, seperti ada sebuah perasaan bersalah.

"Sungguh, aku tak ingin melibatkanmu bahkan orang lain dalam masalahku ini. Jika saja, aku sanggup, jika saja aku tak memiliki kondisi seperti sekarang ini, aku akan melalui segalanya sendiri. Kecelakaan tahun 2007 silam sedikit banyak membuatku trauma, aku tak bisa berkendara sendiri, bahkan aku masih gemetaran. Aku tak tahu harus meminta kepada siapa lagi selainmu, Minho-ya. Maaf jika aku harus melibatkanmu."ucap Kyuhyun, dia memalingkan wajahnya, menyembunyikan raut wajah sedihnya kepada Minho yang ada dihadapannya.

Minho tertegun, mellihat keadaan Kyuhyun, mendengar apa yang Kyuhyun katakana. Ini kali pertamanya, sebelumnya Kyuhyun tak pernah memperlihatkan sosoknya yang seperti sekarang ini. Membuat Minho semakin tergugah, ya, dia akan membantu Kyuhyun. Karena inilah satu – satunya hal yang bisa dia lakukan untuk Kyuhyun.

"Tentu saja aku akan membantumu, hyung. Tanpa kau minta pun aku pasti akan membantumu. Aku ini laki – laki, jangan terlalu merasa bersalah dan khawatir seperti itu."ucap Minho seraya tersenyum dan menepuk pelan bahu Kyuhyun, menguatkan.

"Gomawo, Minho-ya."Kyuhyun berujar dengan raut wajah penuh rasa terimakasih.

"Jadi, jam berapa kita akan berangkat besok?"Tanya Minho.

"Setelah acara KBS Gayo Daejun, kita langsung pergi ke Ilsan."

PROMISE YOU

By Himi Chan

Jadi itulah awal mengapa Kyuhyun dan Minho, serta Changmin yang tanpa diduga ikut, bisa berada di Ilsan.

Kyuhyun duduk di bangku yang dipilihnya secara asal di dalam café tersebut. Dia tersenyum ketika melihat bayangan laki – laki paruh baya yang berjalan masuk ke dalam café. Ketika laki – laki paruh baya itu berjalan mendekat kearah Kyuhyun, Kyuhyun segera bangkit berdiri, membungkuk member salam hormat kepada laki – laki paruh baya tersebut. Ya, Kyuhyun sangat menghormati pria dihadapannya ini, dia sudah menganggapnya seperti ayahnya sendiri. Pria paruh baya itu duduk tepat di hadapan Kyuhyun. Pria paruh baya itu, Lee Chun Hwa, ayah Sungmin.

"Maaf aku sedikit terlambat. Apa aku membuatmu menunggu lama?"Tanya pria paruh baya tersebut.

"Sama sekali tidak, ahjusshi. Seharusnya saya yang meminta maaf, maaf karena membuat anda harus meluangkan waktu anda untuk saya pagi – pagi seperti ini."ucap Kyuhyun.

"Kau sudah seperti anak ku sendiri, Kyuhyun-ah. Aku sangat senang karena kau datang mengunjungiku ditengah jadwalmu yang sangat padat. Tak perlu meminta maaf."ucap Tuan Lee bijaksana.

"Gomawo, Lee Ahjusshi."ucap Kyuhyun.

Sejenak keduanya terdiam, menikmati minuman hangat yang disajikan oleh pelayan café tersebut, minuman yang sebelumnya memang dipesan oleh Kyuhyun.

"Kau bilang, ada yang ingin kau bicarakan, Kyuhyun-ah?"Tanya Tuan Lee memecah keheningan diantara mereka, mengingat Kyuhyun memintanya datang kemari untuk membicarakan sesuatu. Dan dia tahu jika hal itu pastilah sangat penting.

"Ne…"jawab Kyuhyun, memberi jeda sejenak.

"…ini mengenai Sungmin hyung."ucap Kyuhyun pada akhirnya.

Tuan Lee mengangkat sebelah alisnya mendengar alasan Kyuhyun menemuinya, membicarakan perihal putranya sendiri, Lee Sungmin. Apa sesuatu telah terjadi? Apa ada hal buruk yang telah diperbuat putra sulungnya itu?

"Ada apa dengan putraku?"

"Aku dengar anda memintanya untuk berhenti dari karirnya, anda memintanya untuk mulai belajar memimpin perusahaan keluarga anda.."ucap Kyuhyun lirih, sangat berhati – hati, dia tak boleh sembarangan menghadapi lawan bicaranya saat ini.

"Itu memang benar."ucap Tuan Lee membenarkan.

"Kenapa anda memintanya untuk melakukan hal itu?"Tanya Kyuhyun.

"Apa aku salah? Tentu saja ini untuk masa depannya, suatu saat kau dan juga Siwon-ah pasti akan merasakan hal yang sama seperti putraku. Kalian adalah anak laki – laki sulung dan satu – satunya yang pasti akan menjadi tumpuan keluarga kalian masing – masing. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."ucap Tuan Lee menjelaskan argumennya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas sejenak, berharap barangkali dia bisa mendapat sedikit kekuatan untuk meluluhkan hati orang yang ada dihadapannya.

"Mungkin anda tidak sepenuhnya salah dengan tindakan yang anda lakukan, tapi anda juga tidak sepenuhnya benar, ahjusshi. Anda telah menyiksa putra anda sendiri, Sungmin hyung."ucap Kyuhyun lirih.

"Apa yang kau maksud? Menyiksa anak ku sendiri?"Tuan Lee mengangkat sebelah alisnya, berjengit, sedikit heran dengan kata – kata Kyuhyun. Baru kali ini, ada orang lain yang mengatakan jika dia telah menyiksa anaknya sendiri. Setahunya, semua orang mengatakan jika dia adalah tipe ayah yang menyayangi anaknya, dan itu tidaklah salah, dia memang sangat mencintai keluarganya, istri dan anak – anaknya. Karena itu, kata – kata Kyuhyun tadi membuatnya benar – benar merasa heran.

"Benar, anda membuat Sungmin hyung harus berhenti hidup di jalan yang telah dipilihnya, anda memutus harapannya, anda menahan keinginannya, anda akan membuatnya menjalani hidup yang tak dapat dia nikmati, anda akan terus menyiksanya jika menyuruhnya berhenti untuk bernyanyi."ucap Kyuhyun menatap Tuan Lee tanpa rasa takut.

"Aku sudah memberinya waktu, aku sudah memberinya kesempatan selama ini. Dia sudah bukan anak – anak lagi, dia sudah menjadi seorang pria dewasa. Jangan mencoba memprovokasiku, Kyuhyun-ah. Kau masih muda, kau tak tahu apa yang aku pikirkan."ucap Tuan Lee dengan nada tak bersahabat di telinga Kyuhyun, dia mulai merasa sedikit jengkel dengan kata – kata Kyuhyun.

"Aku memang tak tahu apa yang anda pikirkan, ahjusshi. Yang aku tahu, Sungmin hyung akan menderita jika dia harus meninggalkan apa yang dia miliki selama ini. Yang aku tahu, Sungmin hyung tak akan pernah bisa hidup dalam dunia yang anda atur, dia butuh jalannya sendiri."

"Dia tak akan berhasil jika hanya menjadi seorang penyanyi. Semua yang kulakukan adalah semata – mata untuk kebahagiaan Sungmin."desis Tuan Lee tajam, penuh penekanan.

"Kebahagiaan bukan didapat dari harta, kebahagiaan di dapat dari hati, kebahagiaan ada karena kita mendapat apa yang kita butuhkan, kita inginkan. Dan bukan itu yang diinginkan Sungmin hyung, yang dia butuhkan saat ini adalah orang – orang yang mengasihinya selalu berada disisinya. Yang dia inginkan adalah anda selalu mendukung apapun jalan yang dipilihnya."sanggah Kyuhyun.

"Kau pikir aku tak mengenal anak ku sendiri? Kau tak tahu apa – apa mengenai Sungmin."ucap Tuan Lee dengan nada yang sedikit ditinggikan, dia benar – benar tak habis pikir, Kyuhyun yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri berani menyanggah kata – katanya.

"Anda memang lebih lama hidup dan mengenal Sungmin hyung daripada saya, anda memang lebih mengetahui seperti apa Sungmin hyung dibanding saya. Tapi, selama 7 tahun Sungmin hyung hidup bersama saya dan hyungdeul lainnya, 7 tahun dia menjadi anggota Super Junior, dia sudah berubah. Dia sudah menemukan sebagian kecil kebahagiaannya bersama kami…"Kyuhyun memberi jeda pada kata – katanya, membiarkan Tuan Lee mencerna sedikit demi sedikit apa yang dikatakannya, berharap Tuan Lee akan mengerti.

"..jika memang anda ingin membuatnya merasakan kebahagiaan, maka anda seharusnya tidak membuatnya kehilangan kebahagiaannya, jangan buat dia kehilangan kami begitupun dengan kami. Sungmin hyung sudah dewasa, dia sudah tahu dan bisa memilih sendiri jalan hidupnya, bukan lagi anda yang menentukan."lanjut Kyuhyun.

Tuan Lee tertegun mendengar kata – kata Kyuhyun, yang Kyuhyun katakan tadi dirasa seperti sebuah tamparan bagi dirinya, sebagai seorang ayah. Dia marah, tentu saja, bagaimana bisa dia dibuat merasa begitu bodoh dan tidak tahu apa – apa mengenai anaknya sendiri dibanding dengan Kyuhyun. Tapi perkataan Kyuhyun tidaklah salah, tak ada yang salah, semua yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Tapi, tetap saja dia belum bisa menerima kata – kata Kyuhyun tadi. Sifat alamiah manusia, egois, namun dia tetap berusaha tenang dan membuka pikirannya lebar – lebar.

"Bagaimana jika kau berada di posisi Sungmin? Apa yang akan kau lakukan?"kini Tuan Lee bertanya kepada Kyuhyun.

"Jika itu terjadi, aku pasti merasakan kesedihan yang sama seperti Sungmin hyung. Orang yang paling aku hormati di dunia ini tak merestui jalan yang aku pilih, rasanya pasti menyakitkan. Harus memilih mana yang harus kusakiti, ayahku sendiri atau diriku sendiri. Tapi, Ahjusshi, aku sudah pernah hampir mati sekali. Aku lebih mengerti apa arti hidup dibanding anda yang belum pernah merasakan rasanya hampir mati. Tentu saja aku tidak akan pernah menyia – nyiakan hidupku. Aku akan hidup dengan jalanku sendiri, aku tak akan membiarkan orang lain mengatur hidupku. Akan ku raih kebahagiaanku, aku akan melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan dihidupku. Aku akan berusaha membuat mereka yang tak sejalan dengan ku, menjadi mengerti alasan yang aku pilih hingga mereka merestui jalan yang ku pilih."

PROMISE YOU

By Himi Chan

Kyuhyun berjalan keluar dari café dengan membawa tas yang berisi makanan yang tadi sengaja dia pesan untuk Changmin dan Minho. Dia membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam. Tak ingin membuang – buang waktu, dia harus segera pulang.

"Changmin-ah?"ucap Kyuhyun ketika tahu yang duduk di bangku kemudi bukan lagi Minho, namun Changmin.

"Minho tidur di belakang, dia pasti sangat lelah. Pengemudi yang lelah tidak boleh menyetir, nyawa kita bisa tidak selamat."ucap Changmin sembari menunjuk ke arah Minho yang sedang tertidur pulas di jok belakang mobil.

"Kau seharusnya bersyukur aku ikut dengan kalian, kau jadi punya supir cadangan.."lanjut Changmin.

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar kata – kata Changmin, memang benar apa yang Changmin katakan. Dia jadi sedikit menyesal karena awalnya menolak Changmin untuk ikut dengannya. Kini dia merasa berterimakasih karena Changmin ada disampingnya.

"Ne, ne.. gomawo Changmin-ah."ucap Kyuhyun dengan senyum yang dibuat – buat, membuat Changmin berpura - pura mual karena senyum gagal Kyuhyun.

"Jika kau lapar, aku sudah membawa makanan dari dalam café tadi."lanjut Kyuhyun sembari menyodorkan tas kertas berisi makanan kepada Changmin.

"Makanan? Gomawo!"mata Changmin berbinar melihat makanan yang dibawa Kyuhyun, food monster yang satu ini memang tak bisa lepas dari makanan.

"Jangan lupa sisakan untuk Minho."ucap Kyuhuyn mengingatkan.

"Tentu saja! Sudahlah, sebaiknya kau beristirahat. Aku tahu kau tidak tidur sejak semalam. Tenang saja, aku akan membawa kalian kembali ke Seoul dengan selamat."ucap Changmin.

Kyuhyun hanya mengangguk, dia bersyukur Changmin tak menanyakan apapun perihal pertemuannya dengan Tuaan Lee. Changmin memang perhatian serta pengertian dengan keadaannya. Percakapannya tadi dengan Tuan Lee, ayah Sungmin memang membuatnya cukup lelah, ditambah dia belum sempat istirahat sejak kemarin. Tubuh dan pikirannya benar – benar terforsir. Dia pun mulai menyamankan posisinya di jok mobil dan mulai memejamkan matanya, pergi ke dunia mimpi.

PROMISE YOU

By Himi Chan

Mereka baru saja tiba di halaman parkir gedung SM ent. Kyuhyun, Changmin dan Minho segera turun dari dalam mobil dan pergi ke dorm masing – masing. Mereka lelah, sangat lelah, padahal sebentar lagi mereka memilki jadwal yang sama, tampil di SBS Gayo Daejun. Namun berterimakasih pada Changmin, berkatnya, mereka bertiga sampai di Seoul lebih cepat dari perkiraannya. Sehingga mereka masih punya waktu yang cukup untuk beristirahat di dalam dorm.

Kyuhyun segera menuju lantai sebelas, di mana dormnya berada. Matanya sudah sangat berat untuk dibuka, dia butuh tempat tidurnya sekarang. Dia memasukkan password pintu dorm, segera membukanya.

"Kyu!"teriak seluruh member Super Junior yang ternyata sedang berkumpul di dalam dorm lantai sebelas. Mereka terkejut dengan kedatangan Kyuhyun, tak bisa dipungkiri, terlihat raut wajah khawatir dari mereka ketika mereka melihat Kyuhyun masuk dengan raut wajah yang sangat lelah.

Namun Kyuhyun mengacuhkan teriakan mereka, yang ada dipikirannya hanya tidur, tidur, dan tidur. Dia berjalan melewati hyungdeulnya yang terlihat sangat khawatir dan penuh tanya begitu saja. Dia segera memasuki kamarnya.

"Kyu? Kau sudah pulang? Kau darimana saja?"tanya Sungmin yang ternyata ada di dalam kamarnya.

Entah karena terlalu kelelahan atau apa, Kyuhyun tidak ingat jika dia sudah tidak lagi sekamar dengan Sungmin. Yang dia ingat dia masih sekamar dengan Sungmin, sama seperti dulu. Dia berjalan menghampiri Sungmin, memeluknya dengan tiba – tiba, mengabaikan seluruh pertanyaan Sungmin.

"Aku sudah berusaha semampuku, hyung. Aku sudah mencoba apa yang ku mampu untuk kalian. Sekarang semua tergantung padamu…"ucap Kyuhyun.

Sungmin tertegun mendengar kata – kata Kyuhyun. Dia tidak begitu mengerti dengan apa yang Kyuhyun katakan, tapi dia bisa menangkap sebuah arti yang mendalam dari kata – kata Kyuhyun tadi. Magnae itu pasti sudah melakukan sesuatu untuknya, entah apa. Dan tak lama, Sungmin bisa merasakan dengkuran halus yang berasal dari magnaenya itu, perlahan pelukan Kyuhyun mulai melonggar, dia tertidur. Posisinya masih memeluk Sungmin, sangat aneh dia bisa tertidur dengan posisi seperti itu, mungkin karena faktor kelelahan teramat sangat yang dia alami.

Sungmin tersenyum melihat kelakuan Kyuhyun, dia pun menggiring tubuh Kyuhyun agar berbaring di kasur miliknya, melepas jaket dan sepatu Kyuhyun, kemudian menyelimutinya. Dia duduk di pinggir kasur, menatap wajah kelelahan Kyuhyun yang tengah tertidur.

"Aku tak tahu apa yang kau katakan tadi, tapi.. apapun yang telah kau lakukan, Gomawo Cho Kyuhyun.."

TBC

Anyeong^^

Saya ucapkan selamat datang bagi para reader setia dan reader baru ff ini^^

Saya minta maaf! Saya benar – benar minta maaf.. ini benar – benar meleset dari perkiraan saya.. sepertinya Promise You akan sedikit lebih panjang.. 4 – 5 chapter..

Sungguh, Himi bener – bener bikin PS jadi 3 chapter, tapi saat Himi mengetik, Himi gag nyangka akan jadi sepanjang ini.. ini baru 1/3 bagian dari penyelesaian tapi panjangnya sudah melampaui chapter2 sebelumnya..

Apalagi Himi sekarang dapet banyak tugas.. efek sekolah Himi yang galau karena gelar RSBI nya mau di cabut mungkin, guru – guru jadi sensi kasih tugas yang banyak.. hehehe…

Sekali lagi, Himi benar – benar minta maaf..

Ah, jujur ketika ada yang bertanya apakah lakon utama di sini itu Yesung? Saya jadi bingung sendiri, dari awal saya membuat Kyuhyun jadi tokoh utama, tapi mungkin karena saya adalah seorang fangirlnya Yesung membuat saya mendeskripsikan Yesung lebih banyak dibanding Kyuhyun T_T

Himi ada rekomendasi lagu nih.. kalau lagi baca PS dari awal.. dengerin lagunya SJ oppa atau Kyuhyun oppa.. dan juga lagu – lagunya Ailee dan Lee Seung Gi oppa (Return + Forest) di jamin tambah nyesek.. kkk ~ *promosi* abaikan saja.

Mungkin chapter kali ini agak mengecewakan, entah Himi merasa seperti ada yang kurang. Apa ada reader yang penasaran kira – kira apakah Kyuhyun berhasil meluluhkan hati Tuan Lee? Apa lagi yang akan dilakukan Kyuhyun untuk membuat Yesung dan Siwon tidak jadi keluar dari SJ? Karena itu tetap tunggu kelanjutan Promise You^^

Dan ini mungkin akan menjadi chapter terakhir sebelum Himi hiatus.. jadi tetap tunggu kelanjutan Promise You ya^^

O iya, mari kita berdoa untuk Kyuhyun oppa yang sedang terkena musibah dan Henry oppa yang sedang jatuh sakit. Semoga merka semua lekas sembuh dan bisa kembali ke aktifitas masing – masing.

Semoga Super Junior selalu dalam keadaan yang baik^^

Oke, saatnya Reciew Corner!

Blackyuline :: Aaa! Jangan! Jangan ditusuk – tusuk pake jarum Siwon nya.. emangnya dia boneka santet.. T_T
Hehehe.. suratnya gak jadi disobek tuh skenario Himi xD Gomawo udah Review

Yue Chinju Gul :: Ini sudah lanjut^^ terimakasih.

Dincubie :: Ne, jangan pernah punya pikiran apapun tentang itu.. tenang, ini happy ending kox^^ jangan panggil author-ssi, gak enak kedengarannya. Himi aja supaya lebih akrab^^

Ratnasparkyu :: Gak apa – apa.. asal chingu review terus kelanjutan Promise You.. arra? Hehehe.. aduh duit darimana buat beli tisue satu truk? T_T ini happy ending fic chingu, aku gak berniat menambah member yang terluka, makanya Cuma kubuat YeMinWon yang ingin keluar. Awalnya malah saya pengen buat tinggal KyuHaeWook yang tinggal di SJ yang lain keluar *dibantai ELF* tapi Himi gak tega..

ryu jackson cloud :: bukan chingu, main cast nya KYUHYUN^^ ga apa2, tapi terus review untuk chapter selanjutnya yaa.. alasan utama Yesung? Himi malah belum mikirin! O.O! "gag trllu kuat kalo cuma udah lanjut thor" maksudnya apa ya?

casanova indah :: gag pake bubar! Himi janji! Jangan sedih lagi ya..

magnaekyute :: Hehehe.. ini udah 3 tahun lebih sejak Kyuhyun kecelakaan dan operasi, sudah pasti daya tahan tubuh Kyuhyun pasti makin kuat. Jadi gak gampang sakit lagi.. *Himi sok tau* alasan sebenarnya sih Himi gak mau tambah2 masalah make Kyuhyun sakit segala, ntar tambah banyak yang nangis.. hehehe
kurang apa? Bumbu? Hehehe.. ini udah Himi panjangin.. Himi juga merasa ada yang kurang.. apa yaa?

Guest :: Jangan! Jangan punya pikiran seperti itu.. SJ gak akan lengkap tanpa Yesung T_T suju we hope you always together ! ini udah lebih panjang^^

tweenies :: Ayooo! *ikut semangatin Kyu oppa*

KyuChul :: Gomawo, jeongmal gomawo.. terimakasih sudah mengerti Himi^^ memang seperti itulah hal yang ingin Himi gambarkan dari cerita ini.. ini sudah update, gak terlalu lama kan? Tapi maaf, gak bisa kasih ending terlebih dahulu.. tunggu chap selanjutnya^^ fighting!

KyungMinSparKyu :: Siapa bilang review chingu gak penting.. sangat penting malah.. terimakasih.. benar – benar terimakasih.. atas reviewnya dan juga do'anya^^

sjflywin :: *hug back* semoga chapter ini dan chapter2 selanjutnya nanti bisa membalas rasa penasaran Chingu.. Gomawo atas reviewnya^^

misskyuKYU :: karena memang harus TBC, hehehe.. aduh kenapa pada kena sindrom robek2 kertas? Semoga masih terus tertarik dengan kelanjuta Promise You^^ Gomawo.. Gomawo atas reviewnya^^

Cho Yooae :: Himi selalu update secepat yang Himi bisa.. Gomawo.. Jeongmal gomawoyo^^

iyagi7154 :: ah, jangan siram ke Yesung.. ke aku aja deh.. mumpung belum mandi xD ini chapter 3 nya.. semoga tidak mengecewakan^^ Gomawo udah review^^

Mtya :: Mtya^^
biar gak nyesek nanti saya ganti "END" deh "TBC"nya.. hehehe… terimakasih udah mengerti Kyuhyun.. Ne! terimakasih..

SunakumaKYUMIN :: Ne^^ Gomawo.. jeongmal gomawo udah mengeti Himi^^ Ne, ayo tetap dukung Kyuppa!

Song Ji Ra :: dan saya amat sangat menyukai para reader dan reviewer saya :D terimakasih.. saya benar – benar sangat tersanjung.. semoga tulisan – tulisan saya yang lain nantinya tidak mengecewakan chingu^^ himi akan berusaha sebaik mungkin^^ ini sudah update (walau gak kilat) ^^

MinNy Ming :: ini udah lanjut^^

AngeLeeteuk :: Ne, apalagi sambil dengerin lagu – lagu Kyuhyun. Himi tambah nyesek :"( Gomawo^^ ini sudah Himi sempetin untuk update^^

violin diaz :: ini Ichigo Song? Mian, jeongmal mianhe.. padahal Himi ngerasa udah ngurangin emosi dikit supaya gak buat reader pada nangis.. semoga chapter ini gak bikin kamu nyesek yaa.. T_T

RuCho D'Evil : terimakasih^^

Puu maaf gak login :: Anyeong Puu-sshi..
salam kenal juga. apa itu canon fict? Wah Himi masih buta soal dunia ff.. mohon bantuannya ya Puu-sshi^^ Ghamsahamnida^^ jeongmal ghamsahamnida^^

DIANA ANDIANI :: Himi gag sehebat itu, masih banyak author hebat lainnya yg bisa update 3 hari sekali bahkan lebih cepat dari itu.. Himi belum ada apa – apanya^^ Kibum oppa Himi simpan untuk chapter selanjutnya.. di teaser yg ada di chap 2 ada kox sedit dialog yang menandakan kalo Kibum oppa akan ikut andil dalam ff ini^^ jadi di tunggu aja ya..

Jujur saja, Himi sempet pesimis melihat jumlah review yg lebih sedikit dari chap sebelumnya. Tapi saat Himi baca semua review.. Himi malah jadi senang sekali.. review kalian bikin Himi jadi semangat.. terimakasih kalian sudah mengikuti dan mengerti Himi sampai sejauh ini^^

Untuk silent reader, kalian itu sudah seperti guardian untuk Himi. Himi gak tau siapa kalian, gak tau kapan kalian baca ff Himi, tapi kalian selalu memperhatikan ff ini. Karena itu Himi sangat menghargai kalian, tapi gak ada salahnya kox kalau Sider sekali kali jadi reader yg baik dengan me review ff ini^^

Baiklah, itu saja silakan jika ada yang ingin mengutarakan unek – uneknya tentang cerita ini atau cerita lainnya. Tulis saja di kotak review atau PM saya^^

Himi Chan

PS: tolong hargai kerja keras Himi dalam mengetik ff ini. Himi tidak butuh uang atau reward apapun, cukup komentar dari reader-deul sekalian entah itu kritik, pujian atau motivasi. karena setiap review kalian adalah nyawa Himi dalam menulis^^

dan satu lagi, tolong jangan panggil saya 'thor' atau 'author'. Cukup panggil saya Himi. ^^