I'LL STAND BY YOU
JAEYONG
[JAEHYUN X TAEYONG]
NCT
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selama diperjalanan Taeyong terus saja menyesali perbuatannya.
Tidak seharusnya ia berteriak, atau mengatakan hal yang menyakitkan hati seperti itu.
Ia sungguh tidak bermaksud melakukannya. Hanya saja pikiran dan hatinya terlampau kacau dan menghilangkan sedikit kewarasannya.
Taeyong kembali mengingat wajah itu, wajah Jaehyun yang terdiam dan menatapnya dengan pandangan sedih, dan terluka(?) entahlah.
.
.
Lagi, rasa bersalah kembali menghampirinya. Jaehyun pasti shock melihatnya berteriak seperti itu. Ia memang belum pernah sekalipun membentak Jaehyun. Member yang lain saja belum apalagi jaehyun, jangan samakan mengomel dengan membentak, mereka memiliki arti yang berbeda.
Taeyong mengerti, yang lebih muda mengkhawatirkannya.
Taeyong juga ingin terbuka tentang masalahnya kepada Jaehyun, hanya saja sesuatu menghalanginya. Ia hanya 'takut' ya takut, Taeyong terlalu takut jaehyun melihat sisi lemahnya, melihat bahwa ia bukanlah apa-apa bahwa ia tak sesempurna yang dipikirkan Jaehyun, dan kemudian meninggalkannya.
.
Bukan tanpa alasan ia berpikir demikian, ia trauma dengan apa yang ia dapat dimasa lalu.
Kesalahan yang ia perbuat dulu membuatnya dijauhi teman-temannya.
Taeyong akui ia salah.
Ia meminta maaf mengakui kesalahnnya, berjanji untuk berubah bersikap lebih baik tapi tak ada seorangpun yang mempercayainya, bahkan teman terbaiknyapun memilih meninggalkannya.
Taeyong lelah, ia ingin mempercayai seseorang, ia ingin mempercayai Jaehyun, dan mencoba bergantung padanya.
Hanya saja Taeyong sudah terlampau lelah. Ya, lelah untuk mempercayai seseorang, lelah untuk dikhianati, lelah untuk merasakan sakit, dan lelah untuk ditinggalkan.
Benar semuanya tentang masa lalu. Andai taeyong bisa kembali dan memperbaikinya.
"apa yang harus kulakukan setelah ini?", Taeyong menghela nafasnya
"Mianhe jaehyun ah"
.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya didorm Taeyong tidak sengaja menutup pintu kamarnya sedikit terlalu keras membuat Donghyuk yang sedang tidur terbangun.
" Hyungie~ kenapa baru pulang?" tanyanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
" Mi-mianhe Donghyuk ah, apa hyung membangunkanmu?"
"emm~ gwenchanayo hyung, Ah~! Donghyuk lupa tadi manager bilang hyung harus bersiap jam 7 pagi untuk berangkat ke Vietnam bersama Jae hyung untuk acara UNICEF" ujar Donghyuk dengan mata tertutup.
"N-nee?!"
"hmm~" dan Donghyuk kembali kealam mimpi bertemu dengan Mark hyungnya.
'mati aku! Aku berencana menghindari Jaehyun setelah ini. Nyatanya aku malah akan terjebak bersamanya di Vietnam dan hanya berdua!.
Harus bersikap seperti apa aku nanti'
Taeyong terlalu lelah dengan semuanya dan tanpa sadarpun ia jatuh tertidur, terbuai dialam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Taeyong dan Jaehyun terlihat terburu-buru di bandara, bagaimana tidak?, mereka berangkat 25 menit dari dorm sebelum pesawat mereka berangkat mengantar mereka menuju Vietnam.
Mereka berdua terlihat 'diam-diaman'.
Untuk Taeyong, dia berpikir untuk mencoba bersikap seperti biasa. Hanya saja entah kenapa pikiran dan tindakannya tidak bisa sinkron sama sekali.
Taeyong mencuri-curi pandang kearah Jaehyun.
"ck, aku benar-benar payah". Umpatnya pelan.
.
.
.
Sedangkan disisi Jaehyun, oh lihatlah dia tampak terlihat tidak baik-baik saja. Kau bisa melihat dari seberapa mengerikan kantung matanya.
Jaehyun tidak tidur semalaman, lebih tepatnya tidak bisa. Kenapa? Ia terlalu memikirkan apa yang terjadi anatara ia dan hyungnya.
Apalagi sejak pagi hyungnya terus saja mendiamkannya. Membuat Jaehyun berada dimood terburuk dalam hidupnya.
'apa Taeyong hyung marah?, kenapa ia terus mendiamkanku seperti ini? Ottokeh?'
Rasanya Jaehyun ingin menarik hyungnya kedalam toilet, menciumnya, meminta maaf, dan memohon hyungnya untuk tidak mendiamkannya seperti ini.
Arghhh! Jaehyun benar-benar merasa frustasi.
Lagi, kembali Jaehyun mencuri-curi pandang kearah Taeyong. Hyungnya itu tampak menepuk-nepuk bagian bahunya dan membenarkan posisi tasnya sekali lagi.
.
"hyung, kemarikan tasmu biar aku yang membawanya ", Jaehyun pikir hyung-nya merasakan pegal dibagian bahu karena tasnya yang cukup berat. Instingnya untuk membuat hyungnya merasakan nyaman membuatnya tanpa sadar mengatakannya. Jaehyun bahkan melupakan awkward moment yang sedari tadi mereka ciptakan.
"N-Nee?" sedangkan Taeyong yang tiba-tiba diajak bicara Jaehyun malah jadi tergagap
"kemarikan tasmu hyung, apa bahumu pegal?, tas itu pasti berat jadi biarkan aku yang membawanya untukmu"
"hyung?", Jaehyun memanggil ssekali lagi, pasalnya Taeyong menatapnya dalam diam dengan mata membulat, menggemaskan.
' Hentikan itu hyung! Ya Tuhan, nikmat mana lagi yang kau dustakan, apa Jaehyun boleh mencium hyung-nya sekarang? '
"ah nee, gomawo Jaehyun ah" dan Jaehyun hanya membalasnya dengan senyum lembut.
.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di Hotel manager meminta mereka lekas bersiap untuk acara konfrensi.
Taeyong memakai setelan jas serba hitam kesukaannya.
Sedangkan Jaehyun mengenakan kemeja putih dipadukan dengan outer hitam yang elegan.
' Jaehyun tampan sekali hari ini'
'Taeyong hyung, terlihat tampan err- cantik dan menggemaskan seperti biasanya. Hyung! Kau terlihat seperti bodyguard 'mungil menggemaskan!' yang seolah malah meminta tuannya untuk melindungimu. Yahh kalau itu Taeyong hyung sih ia rela-rela saja melindungi sampai mati'
Mereka mengagumi dan memuji masing-masing dalam diam.
Dan untuk Jaehyun dimohon dengan sangat untuk menyingkirkan sejenak imajinasimu nak -_-".
.
.
.
Konfrensinya berjalan lancar. Jaehyun dan Taeyongpun sudah bersikap seolah 'Nothing happened' diantara mereka berdua. Mereka bahkan sudah bisa saling tatap-menatap seperti biasanya. Dan Jaehyun yang terus tersenyum layaknya idiot karenanya.
Selesai acara, mereka diminta kembali ke hotel. Taeyong kembali ke hotel lebih dulu dikarenakan manager dan Jaehyun ingin membeli beberapa makanan dan cemilan.
Taeyong yang sudah terlalu lelah memilih untuk tidak ikut dan beristirahat di hotel.
Itu memang yang ia rencanakan, tapi nyatanya matanya bahkan enggan tertutup.
Taeyong memang selalu merasa kurang nyaman tidur ditempat yang baru, apalagi sendirian di kamar seluas ini. Karena usahanya untuk terbang kealam mimpi tidak membuahkan hasil ia memutuskan untuk bermain-main dengan handphonenya
Ping!
Handphonenya berbunyi menandakan pesan masuk dari Jaehyun.
From : whitie
Subject: (none)
Hyung ingin kubelikan apa?
To : whitie
Subject: (none)
Apapun Jae, makanan manis juga boleh
Ping!
From : whitie
Subject : (none)
Call! Aku juga tadi banyak beli makanan manis nanti kita makan berdua dikamar hyung ^^/
Taeyong tersenyum geli melihat balasan Jaehyun.
"Dasar tukang makan!"
Setelahnya Taeyong bermain-main dengan handphonenya kembali. Dimulai dari membuka galeri, bermain game, sampai berfoto selfie seorang diri.
Taeyong yang merasa bosan memilih membuka berbagai artikel mengenai NCT. Ia tersenyum bahagia kala ia menemukan artikel yang memuat bahwa mereka telah bekerja keras dengan baik, atau NCT akan menjadi boyband rookies terbaik tahun ini, dan berbagai pujian lainnya.
Kemudian ia menemukan salah satu artikel yang membahas salah satu lagu di album mereka Mad City. Ia kembali tersenyum ketika membaca bahwa banyak dari mereka yang tidak menyangka bahwa SM mengeluarkan lagu yang 90% dari lagu itu berisi rapp. Dan dilakukan dengan sangat baik oleh NCT.
Kemudian ia men-scroll ke bawah untuk membaca berbagai komentar para NCT's fans.
Senyumnya semakin lebar saat menemukan komentar seperti
' OMG ! Lee Taeyong & Mark lee benar-benar bagus dalam rapp, aku tidak percaya mereka dari SM. Mereka benar-benar dari SM kan? '
'aku berpikir bagaimana jika Sm membuat sub-unit NCT khusus untuk Taeyong oppa & Mark. WoW itu pasti akan jadi sangaaaaaaaaat mengagumkan ^3^/'
'ya Lee Taeyong, marry me !'
' Mark I loveeeeee You'
' Mark, Mark, Mark!"
Taeyong tertawa membacanya wow Mark kau membuat banyak fans jatuh cinta rupanya. Taeyong sangat bangga dengan dongsaeng kesayangannya itu. Mark memang sangat berbakat diumurnya yang bahkan lebih muda darinya.
Taeyong ah tidakkah kau sadar kau seperti ahjuma-ahjuma yang senang ketika anaknya mendapat pujian dari orang-orang -_-".
'ok aku akan menjadi Mark's fan mulai detik ini'
' Mark rapp isn't Sm style ! unbelievable he's really amazing and talented!'
Taeyong melanjutkan kegiatan membaca komentar-komentar itu lagi. Tapi lama-kelamaan senyumnya yang lebar itu perlahan mulai hilang tergantikan dengan raut wajah OMG Yaa! Lee Taeyong tolong jangan menangis ! yaa! Mana si bocah Jung itu. Yaa! Jung jaehyun cepat datang ! urgent! Urgent!
(#maaaf Vy~ kalap readers, Vy~ baper ngetiknya).
.
.
.
Senyum itu hilang lenyap sudah, mata itu merah, berkaca-kaca berkabut air, kemudian tetes demi tetes turun menuruni pipi. Taeyong bahkan tidak sadar bahwa ia mulai menangis, Taeyong tidak menangis terisak seperti perempuan.
Taeyong menangis dalam diam. Jika kau dapat menatap matanya, akan ada rasa sedih dan frustasi, ada luka yang besar disana yang akan membuatmu berpikir bisakah aku menutupnya? Apakah sesakit itu? Bisakah aku mengambil luka itu untuk diriku agar kau tetap baik-baik saja? dan jika kau melihatnya kau bahkan bisa menangis lebih kencang darinya.
Taeyong sadar dia tidak cukup baik. Untuk itulah ia terus memperbaiki dirinya. Taeyong pikir mentalnya sudah cukup kuat untuk menerima segala komentar buruk tentangnya.
Tapi ternyata ia tak sekuat yang ia pikir. Nyatanya komentar-komentar itu masih dapat melukainya, melukai hatinya. Ya Tuhan apa ia benar-benar tak memiliki kesempatan kedua?. Taeyong selalu berharap ia memilikinya.
.
.
'Mark benar-benar berbakat! Tidak seperti Lee Taeyong!'
'Jika kita memiliki Mark, untuk apa harus ada Taeyong?'
'kau tau? hanya orang-orang idiot yang menjadi fans seorang Lee Taeyong!'
'NCT akan lebih baik tanpa Lee Taeyong'
'Taeyong hanya mengandalkan visualnya saja! Bakatnya = Zero! Hahaha'
'Siapa yang peduli dengan Taeyong, kami hanya butuh Mark'
.
.
Cukup! Taeyong tak kuat membacanya lebih jauh.
Matanya menatap kosong layar handphonenya. Air matanya belum berhenti bahkan malah turun semakin banyak. Ia menyentuh bagian dadanya dan merematnya, ada rasa sakit disana, rasanya benar-benar menyakitkan, seakan ada yang mencoba untuk meremukkan hatinya. Membuatnya kesulitan untuk bernafas.
Kemudian pemikiran gila datang padanya.
'apa aku harus membatalkan kontrakku? Aku pikir NCT's fans pasti akan sangat senang'
'NCT akan menjadi yang terbaik'
'orang tak berbakat sepertiku memang tak pantas berada di group'
Pemikiran-pemikiran semacam itu terus muncul dipikiran Taeyong. Yaa Lee Taeyong tidakkah kau sadar kau menyakiti dirimu sendiri dengan berpikiran seperti itu?.
Taeyong terlalu sibuk dengan pemikirannya sampai tak sadar bahwa pintunya telah diketuk beberapa kali.
.
.
.
.
.
Tok tok tok [ Hyung~]
Clek~~
pintu terbuka memperlihatkan sesosok pemuda tampan dengan senyum malaikatnya.
"Hyung~ aku membawakanmu makanan ma-nis"
.
Seketika wajah cerah Jaehyun terganti dengan wajah marah dan terluka(?). bagaimana tidak ia berharap melihat senyum manis hyung-nya ketika menyambutnya dan menghabiskan waktu bersama dengan memakan makanan manis yang sudah Jaehyun bawa, bukannya senyum manis malah pemandagan menyayat hati yang ia dapat.
Taeyong yang terduduk di kasur dengan tangan kiri memegang handphone, tangan kanan yang memegang bagian kiri dadanya, Jaehyun tau apa yang tadi sedang dilakukan hyung-nya dan ya Tuhan! Pandangan mata dan air mata itu menyakitinya!
Tanpa sadar Jaehyun menjatuhkan makanan manis yang ia bawa, dan berjalan mendekati hyung-nya dengan tatapan marah.
Ia merebut handphone Taeyong dan membantingnya ke lantai. Tidak peduli Hp itu rusak kalau perlu hancur sekalian.
prakkk
Taeyong tersentak melihatnya
"Ja-Jaehyun-ah"
Jaehyun menatap Taeyong marah.
"katakan bagian mana dari kalimat 'Berhenti membaca komentar-komentar itu' yang tidak kau mengerti " Jaehyun berucap dingin.
"A-a-aku, hanya….hanya-"
"katakan bagian mana dari kalimat 'Berhenti membaca komentar-komentar itu' YANG TIDAK KAU MENGERTI LEE TAEYONG !"
Bukannya menjawab Taeyong malah bertanya, menundukan kepalanya.
"Jaehyun-ah apa aku harus membatalkan kontrakku?"
Mendengarnya Jaehyun benar-benar murka.
"HYUNG ! ARE YOU OUT OF YOUR MIND ?!"
"Jaehyun ah"
"NO! DON'T YOU EVEN DARE SAY THAT SHIT !"
" AKU LELAH! TIDAKKAH MEREKA MELIHAT AKU HANCUR?! " Taeyong menatap langsung mata Jaehyun tidak peduli dengan air mata yang tidak tau kapan untuk berhenti.
"hyung tidak kah kau terlalu egois?"
"…"
"KAU ADALAH ORANG TEREGOIS YANG PERNAH KUTEMUI !. KAU SEORANG PENGECUT YANG MENCOBA LARI DARI MASALAH !"
"TAU APA KAU TENTANGKU !"
"AKU TAU SEMUANYA. SEMUA TENTANG LEE TAEYONG !, KAMI AKAN SELALU ADA UNTUKMU HYUNG, AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, WHY YOU WANT TO LEAVE US ?!"
"BERHENTI MENGATAKAN OMONG KOSONG ! KARENA AKU SUDAH TERLALU LELAH UNTUK PERCAYA !"
.
Kalimat itu seakan menghantam sesuatu dalam diri Jaehyun. Ia merasakan sakit yang luar biasa.
Taeyong mencoba untuk melangkah berniat keluar dari ruangan itu sebelum tangan besar mencekal lengannya begitu erat membuatnya merasakan sakit.
" bagaimana bisa?" ucap Jaehyun pelan pandangannya penuh akan luka
"BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU !. KAU ANGGAP APA KAMI SELAMA INI HYUNG !. KAU ANGGAP APA AKU SELAMA INI HYUNG ?!"
Taeyong yang mendengarnya mulai takut, ia tidak pernah melihat Jaehyun semarah ini.
"lepaskan Jung Jaehyun !"
"…"
"KU BILANG LEPASKAN TANGANKU JUNG YOON OH !" Taeyong berusaha lebih kuat menghentakkan tangan Jaehyun dan berhasil, cengkraman itu terlepas. Taeyong berjalan keluar, tapi sedetik sebelum ia meraih knop pintu.
Tangan itu kembali mencengkramnya, membalikan tubuhnya dan mendorongnya keras menghantam pintu.
"Arggh!" kepalannya cukup sakit, Jaehyun mendorongnya tidak main-main.
Taeyong hendak protes sebelum
"JUNG-emm ah! Lep-emphh as !"
" emph emm lep-mm as kan, bedebah! Empph"
Jaehyun tak berhenti melumat, menyesap, dan menggigit bibir hyungnya tidak perduli dengan Taeyong yang terus meronta, atau ia yang mencengkram kedua lengan Taeyong disisi kanan dan kiri kepalannya semakin kuat hingga terlihat bekas merah disana.
Jaehyun melepaskan ciuman paksanya. Taeyong sudah akan memaki Jaehyun tapi berhenti ketika ia melihat yang lebih muda itu menangis.
"hyung aku tau kau kesakitan"
"…"
"aku tau itu tak mudah untukmu, tapi kumohon hyung. Kumohon percayalah. Kami akan selalu berada disisimu, aku akan selalu disisimu. Sesulit itukah percaya pada kami?, sesulit itukah percaya padaku?"
Jaehyun menatap Taeyong dengan putus asa.
"…"
" kau tau sikapmu ini menyakitiku hyung, disni (Jaehyun menuntun tangan Taeyong kearah dadanya) disini benar-benar terasa sakit, membuatku sulit untuk bernafas. Membatalkan kontrak? Apa kau setega itu untuk meninggalkan kami? Bukankah kita memilki mimpi besar bersama NCT?, ataukah kau tak pernah sekalipun merasa bahagia ketika bersama dengan kami?"
"…" taeyong menggeleng kuat, air matanya kembali tumpah.
" kenapa kau tak mengizinkanku melihat sisi lemahmu hyung?"
"ka-karena aku tak ingin kalian mengetahui bahwa aku tidak semsempurna yang kalian pikir, aku takut mengecewakan kalian, a-aku takut kau meninggalkanku, aku tak ingin merasakan 'sakit' yang seperti itu lagi. Apa yang harus aku lakukan Jaehyun ah. Aku sudah mencapai batasku untuk bertahan" pecah sudah tangisannya.
.
.
.
Jaehyun langsung memeluk yang lebih tua dalam dekapan hangatnya.
"Hyung aku ingin kau bergantung kepadaku, jika kau ingin marah, luapkanlah, jika kau ingin menangis, menangislah. Aku akan selalu siap menghapus air matamu. Izinkan aku melihat sisi lemahmu, hal terkelam dalam dirimu. Seburuk apapun dirimu aku takkan pernah meninggalkanmu, takkan pernah membiarkan orang lain melukaimu. Aku akan selalu berada disisimu. Selama yang kamau, sekalipun kau mengusirku I'll stand by you".
"kenapa? Kenapa kau begitu peduli jaehyun-ah?".
Jaehyun memeluk Taeyong lebih erat, menyalurkan rasa cintanya.
"karena aku mencintaimu" ucanpnya lembut namun penuh dengan keyakinan.
"I love you hyung, I love all of you I didn't ever care about your past. I trust you, I love you as well as your past. Don't let those who hate you make you stop to reach your dreams. Please don't cry or I'll cry too. So keep smiling. You know. you also have many people who love and support you. Believe me. And I always be here for you"
"…"
"Hyung can you believe me?"
Taeyong tidak menjawab, hanya melingkarkan tangannya dipunggung Jaehyun membalas pelukan Jaehyun untuknya. Dan hanya dengan itu Jaehyun mengerti bahwa hyung-nya percaya padanya.
"saranghae hyung"
"nado, nado Jaehyun ah. Gomawoyo"
Dan ciuman lembut itu menjadi awal baru bagi Taeyong untuk berjuang kembali dengan Jaehyun yang akan selalu berada disisinya. Taeyong tidak akan berharap lebih, Taeyong bersyukur memiliki Jaehyun sekarang. karena Jaehyun percaya padanya, ia juga akan mencoba percaya pada dirinya sendiri dan pada jaehyun.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
.
.
.
Note:
Hello~ Vy balik dengan chap terakhir !
Hope you enjoyed!
Ceritanya buat Oneshoot malah berakhir Twoshoot hahaha, habis aku greget liat foto-foto mereka yang dibandara itu.
Ini otakkan jadi berimajinasi kemana-mana, 'apa mereka lagi berantem? Kok diem-dieman' itu yang aku pikirin. -_-"
Aku tidak tahu apa kalian bisa merasakan apa yang aku rasakan T-T, sumvah imajinasiku melayang kemana-mana. Sedikit emosi juga sih waktu keinget beberapa komenan Haters tentang Taeyong.
Wtf! Kalau mau nge-judge orang tu ngaca dulu. Emang mereka tu seperfect apa sih?. Bukan karena kita fans, kita bakal belain dia, bukan!
istilahnya dikita tu 'kalau salah ya ditegur, kasih nasehat, beri support buat dia ketika dia ingin berubah jadi lebih baik' gitu kan?
Bukannya dijudge, yang ngebuat mentalnya turun.
Terus yang paling aku benci dari para Haters itu ya kalau nge-judge mulutnya kayak gak pernah disekolahin, bener gak?.
Berasa paling gaul ya bisa nge-judge orang?. Ha-ha-ha, ketawain aja dah -_-"
Btw Vy~ berterima kasih dengan sangat kepada para readers yang sudah menyempatkan diri memberikan Review. maaf banget kalau jelek, Vy~ masih dalam rangka belajar.
Dan juga untuk para group JaeyongShipper Thank you~ ^3^
Sorry ya jarang aktif di group, masih dalam rangka liburan & sinyal sering tidak bersahabat.
[want my new ff? please just wait^^]
Ok. I'm done
Bye~
Muach~~~ 3
